more fantasy about k-pop

one shot ff – Say Goodbye

You’re the best thing i’ve ever had in my life …

Bel tanda pulang sekolah telah berbunyi di seantero daerah Daegu Senior High School . Semua murid-murid keluar dengan tertib, terkecuali Lee Hyun Ji, siswa cewek kelas 2-B yang saat itu masih harus membereskan keadaan kelasnya dikarenakan hari itu dialah yang memiliki jadwal piket . Sialnya, anak-anak cowok yang memiliki jadwal piket yang sama dengannya lebih memilih untuk pulang tanpa pamit, alias kabur .

Hyun Ji hanya bisa menghela napas lelah mengetahui hal itu . Huh, inilah nggak enaknya sekelompok sama anak-anak pemalas nggak bertanggung jawab, gumamnya dalam hati kesal .

Dengan ogah-ogahan disapunya seluruh area kelas tanpa terkecuali hingga bersih . Dan tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 16.00 .

Hmp, beres juga ‘kan ? Udah ah pulang, batinnya dan meraih tasnya menuju pintu gerbang .

Dan tanpa diduga seorang anak lelaki bertubuh tinggi berwajah imut nan manis mengikutinya dari belakang dan …

“Hyun Ji-ah …”

Spontan Hyun Ji kaget . Wajahnya langsung menyiratkan rona merah saat cowok itu memeluknya dari belakang secara tiba-tiba dan membisikkan namanya dengan lembut di telinganya . Segera dilepasnya rangkulan anak itu dan mengomel .

“Dong Ho-shii ! Huuuh, kau ini ngagetin ajaaa !” ujarnya sambil memukul-mukul bahu cowok yang diketahui bernama Dong Ho itu dengan rasa malu . Dong Ho hanya tertawa renyah .

“Ahahaha ~ kaget ya ? Mian yaa, aku emang sengaja kok, hahaha ~” jawabnya santai . Hyun Ji cemberut dan memukul-mukul cowok itu lagi .

“Adaaaw ~ udah, udah, hahaha ~ sakit tau ~ ! Eh, ngomong-ngomong kok kamu pulangnya sore banget sih ? Kebanjiran order jagain sekolah ya ? Hahaha ~” canda Dong Ho lagi .

”Sembarangan aja ! Bukaaan, ih, masa’ kamu lupa sih ? Aku ’kan piket hari ini ! Huuu, pikun yaaa ~ belum tua udah pikun gawat tuh !” balas Hyun Ji sambil mendelik ke arah Dong Ho . Dong Ho mencibir dan mulai melancarkan ide jahilnya .

”OH ! Apaan tuh jalan-jalan di bawah ? Cicek ya ? Hiiii, awas itu cicek di kaki kamuu !” kata Dong Ho sambil berpura-pura bergidik geli . Kontan Hyun Ji terkejut dan segera menjerit sambil berlari memeluk Dong Ho akibat tipu muslihat cowok itu .

”UAAAH ~ MANA ? MANA CICAKNYAAA ? ! AAAA NGGAK MAUUU ~ ! PERGI SANA CICAK SIALAAAAN ~ !” teriak Hyun Ji histeris dan membenamkan wajahnya di dada Dong Ho . Dong Ho langsung tertawa puas melihat reaksi gadis itu .

”AHAHAHA ~ kena kamu sekarang ~” ujar Dong Ho segera mengangkat tubuh gadis itu dan memutarkan-mutarkannya gembira, sebuah kebiasaan anak itu jika bertemu dengan Hyun Ji . Dan Hyun Ji sangat tidak menyukai kebiasaan nakalnya yang membuat pusing kepala itu .

Hyun Ji menjerit dan memukulnya lagi . Namun semua pukulannya itu tidak mempan bagi cowok itu . Mereka berdua memang selalu begitu . Hyun Ji selalu menjadi ’korban’ dari ’rencana kejahilannya’ Shin Dong Ho, sahabat karibnya yang telah bersamanya sejak SMP . Saat itu mereka saling mengenal dengan cara yang cukup ’menyenangkan’ bagi Hyun Ji .

Dulu ketika SMP, Hyun Ji sempat menyukai Dong Ho yang saat itu menjadi salah satu ikon cowok keren di sekolah . Bagaimana tidak, Shin Dong Ho adalah murid cerdas dan serba bisa . Kelas unggulan selalu berhasil dia raih dengan kemampuannya yang selalu bisa untuk merebut posisi 3 besar . Dan jangan tanyakan soal olahraga, karena dialah sang ’Ace Card’ di bidang olahraga . Ditambah dengan pembawaannya yang supel, gayanya yang fashionable dengan wajah tampannya, yah, itu semua sudah cukup menjelaskan semua tentang dirinya yang begitu sempurna dimata orang .

Dan saat itu, sudah bukan hal baru bagi Hyun Ji untuk melihat setiap cewek yang mendekati bahkan memeluk pujaan hatinya itu . Yah, seringkali dia hanya bisa kecewa dan merasa iri dengan mereka .

Seiring berjalannya waktu, akhirnya mereka berdua disatukan oleh kejadian yang tidak diduga, khususnya bagi Hyun Ji .

Saat hari Valentine tiba, Hyun Ji sudah mempersiapkan rencana untuk memberikan hadiah bagi Dong Ho . Hyun Ji rela menunggu sampai pulang sekolah dan menyisakan waktu hanya untuknya bersama dengan Dong Ho . Kebetulan satu hal yang Hyun Ji tahu tentang dia : Dong Ho selalu pulang disaat sekolah sudah sepi .

Dan akhirnya, saat-saat yang ditunggu pun tiba . Hyun Ji mengendap-endap dari balik pohon dengan membawa bungkusan kado biru berisi hadiah untuk Dong Ho dan melihatnya sedang bermain sepakbola sendirian . Setelah bersiap mengumpulkan ’keberanian’nya untuk bicara pertama kalinya dengan cowok itu, selangkah demi langkah akhirnya dia berdiri tepat dihadapan Dong Ho .

”Ah … mianhaeyo … Shin Dong … Ho ?” ujar Hyun Ji malu-malu . Dong Ho menoleh dan matanya mengernyit .

”Hm ? Wae yo ? Ng … siapa ya ?” tanyanya . Hyun Ji merasa sangat malu didepan Dong Ho saat itu yang menatapnya heran . Hyun Ji … sekaranglah saatnya ~ !

”Ng … chonun … Lee Hyun Ji-imnida … ng … aku … aku …” ucapnya gagap . Dong Ho diam dan menatapnya selidik . Matanya terarah ke bungkusan kado berwarna biru yang dipegang Hyun Ji . Kemudian dia tersenyum dan mengangguk-angguk . Sepertinya dia mengetahui apa yang dimaksudkan oleh gadis itu .

”Hm … Lee … Hyun Ji-shii ? Benar ’kan ?” ujar Dong Ho . Hyun Ji mengangguk pelan .

”Hmm … kamu … mau kasih kado itu ya denganku ?” tembak Dong Ho . Hyun Ji tersentak . Mukanya memerah saat mendengar ucapan Dong Ho barusan . Ya Tuhaaan … aku pasti keliatan banget kayak orang bego sekarang ~ !

”Hahaha, kamu lucu banget ya kalo lagi bengong ~ tapi kok kayaknya aku jarang ngeliat kamu ya di sekolah ? Kamu kelas berapa sih ?” tanya Dong Ho berbasa-basi .

”Ha ? Ng … aku ? Aku … kelas 2-A …” jawab Hyun Ji . Dong Ho tersenyum ke arahnya dan membuat muka Hyun Ji semakin memerah .

”Shin Dong Ho . Dong Ho-imnida . Senang banget bisa tahu sama kamu, Hyun Ji-shii,” ucap Dong Ho ramah dan menadahkan tangannya, bermaksud berkenalan dengan Hyun Ji . Hyun Ji membalas jabatan tangannya dengan gugup .

“Ng, hmp, sama-sama Dong Ho-shii … ng … ini, ambillah … hadiah untukmu …” ujar Hyun Ji malu-malu menengadahkan bungkusan itu ke arah Dong Ho, Dong Ho menerima kado itu dan tertawa kecil melihat tulisan yang tertera di atasnya .

—————————————————————————————————

to : Shin Dong Ho, 2-C

from : LHJ, 2-A

Tolong terimalah dengan senang hati ~ mianhae kalau kadonya jelek (>.<)

—————————————————————————————————

“Hahahaha, Hyun Ji-shii, kau ini benar-benar lucu ~ ! Hahaha ~” ujar Dong Ho senang . Hyun Ji hanya tersenyum tipis . Omona … apa dia sudah menganggapku bodoh sekarang … ? batinnya dalam hati .

“Gomawo ya, hadiahnya … aku terima dengan senang hati ! Hehehe …” kata Dong Ho akhirnya membuat perasaan Hyun Ji menjadi sedikit lebih lega .

”Hmp, cheonmaneyo, Dong Ho-shii … ng, sudah ya, aku pulang duluan, annyeong,” ucap Hyun Ji tanpa basa-basi . Namun langkahnya dihentikan oleh Dong Ho yang segera menahan tangannya .

”Hei … tunggu dulu ! Masa’ aku ditinggal sendirian disini ? Lebih baik pulang sama-sama ‘kan ? Ayo !” ajak cowok itu . Hyun Ji benar-benar merasa kagok karena saat itu Dong Ho tidak melepaskan genggamannya sama sekali .

Semenjak kejadian itu, akhirnya mereka berdua kian semakin akrab dan akhirnya selalu bersama sampai saat ini . Dan lama-kelamaan rasa suka Hyun Ji pada Dong Ho semakin bertambah .

Perasaan itulah yang selalu menyiksa dirinya hingga saat ini . Perasaan cinta yang kian tumbuh, melebihi perasaan sayang terhadap seorang sahabat karib yang tidak mungkin baginya untuk dijadikan seorang kekasih .

¶¶¶

But my heart was getting hurt when i know i can’t get you, never ever …

“Hyun Ji-ah, ada yang mau aku katakan sama kamu,” ucap Dong Ho tiba-tiba sambil merangkul pundak Hyun Ji .

“Ne ? Soal apa ?” tanyanya . Dong Ho tersenyum .

“Mianhae ya kalo sebelumnya aku nggak kasih tahu soal ini sama kamu, dan sekarang, aku ingin kamu tahu soal ini,” kata Dong Ho . Hyun Ji mengernyit .

“Apa sih ? Bilang aja,” kata Hyun Ji penasaran . Dong Ho melepas rangkulannya dan mulai bicara .

“Aku … jadian dengan Seung Yeon, Hyun Ji-ah … Han Seung Yeon, anak kelas 2-D itu ~ kamu tahu ’kan ?” bisik Dong Ho . Hyun Ji tersentak . Kaget bukan main mendegar ucapan sahabatnya itu .

Jadian … katanya … ?

Ya Tuhan … kenapa mudah sekali dia bicara seperti itu denganku … ? Tak adakah dia tahu bahwa perasaanku saat ini sudah hancur … ? Apa yang harus kuperbuat agar dia tahu bahwa arti dirinya bagiku melebihi seorang sahabat … ?

”Hyun Ji-ah ? Kok diem aja ?” ucap Dong Ho menggoyang-goyangkan tangannya dihadapan wajah Hyun Ji yang terdiam .

”Hah ? Eh … ahaha, nggak apa-apa kok … ng … kamu … jadian sama Seung Yeon-shii … ? Oh, gitu … haha, chukae ya …” ucap Hyun Ji berusaha memasang raut sumringah, meski hatinya terasa kecut saat itu .

”Hahaha, gomawo Hyun Ji-ah ~ aku sebenarnya juga sudah lama suka sama dia, semenjak kita kelas 1 SMA, emang sih waktu itu kita udah deket banget, tapi aku sengaja nggak kasih tahu kamu sampai kami berdua jadian, biar surprise ceritanya ~ hahaha ~ Ya Tuhan Hyun Ji-ah … kau tahu ’kan betapa bahagianya perasaanku sekarang … ? Haaah, akhirnya aku berhasil membuat dia jatuh hati padaku ~ ! Yuhuuuu ~ !” seru Dong Ho senang sambil mengangkat tubuh Hyun Ji dan memutar-mutarkannya lagi seperti biasa . Namun Dong Ho bingung melihat reaksi Hyun Ji yang tidak berteriak seperti biasanya . Gadis itu hanya diam dan menundukkan kepalanya . Diturunkannya tubuh mungil gadis itu pelan .

”Hyun Ji-ah, mianhae … gwenchanayo ? Sakit ya ? Putaranku terlalu cepat ya ? Ah, cheongmal mianhae … !” ucap Dong Ho cemas . Hyun Ji hanya menggeleng sambil memegangi kepalanya yang terasa sangat pusing . Meski begitu, gadis itu tetap berusaha tersenyum .

”Anio, aku nggak apa-apa kok … sekali lagi chukae ya, Dong Ho-shii …” kata Hyun Ji pelan . Dong Ho menjadi sedikit lega mendengar jawaban Hyun Ji yang setidaknya membuatnya yakin bahwa dirinya memang tidak apa-apa .

”Syukurlah kalau begitu … hm … Hyun Ji-ah, kayaknya … mulai sekarang kayaknya kita nggak bisa terlalu sering untuk sama-sama lagi deh, soalnya … aku pasti bakalan lebih sering bersama Seung Yeon-ah, ya … kamu tahu ’kan ? Lagian nggak enak sama Seung Yeon-ah, dia pasti bakalan cemburu ngeliat kita berdua terus, hahaha ~ cheongmal mianhae ya, Hyun Ji-ah, aku yakin kamu bisa ngerti dengan keputusanku ini, ya ?” ucap Dong Ho memohon kepada sahabatnya itu . Hyun Ji tidak tahu harus berkata apa . Dia hanya bisa diam tanpa memberi jawaban sepatah kata pun .

”Hyun Ji-ah ?” panggil Dong Ho . Gadis itu tetap diam dan menunduk . Setetes air mata keluar dari matanya yang bulat, namun berusaha dihapusnya dengan pergelangan tangannya yang gemetar .

“Hm … ter … serah kau saja, Dong Ho … shii … asal kau bahagia, aku pun … sudah senang kok … ya … hahaha, kau … nggak usah khawatir …” ucap Hyun Ji tidak kuasa menahan rasa sakit yang memenuhi dadanya saat itu . Dong Ho terdiam .

“Kau … benar-benar tidak apa-apa Hyun Ji-ah ?” tanya Dong Ho lagi . Hyun Ji tersentak dan mengeleng dengan cepat .

”Iya, aku nggak apa-apa ! Tenang aja ~ semoga lancar-lancar aja ya, sama Seung Yeon-shii … ng … aku pulang duluan ya, Dong Ho-shii ! Aku lupa kalau ada urusan mendadak dengan ibuku, annyeong !” ucap Hyun Ji langsung berlari meninggalkan Dong Ho yang kebingungan melihat sikapnya saat itu .

Aku benci … aku benci semua ini … Ya Tuhan … aku benar-benar tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi … aku tidak tahu apa yang harus kulakukan …, gumam Hyun Ji menahan rasa sesak yang memenuhi hatinya saat itu .

¶¶¶

I don’t know what the damn thing was disturbing your mind

Even though i crying a lot in front of you, you just don’t wanna know what i’m feelin’

Oh baby, please tell me what’s wrong with you …

Semenjak kejadian itu, entah kenapa lama-kelamaan Dong Ho menjadi seorang yang berbeda di mata Hyun Ji . Dong Ho yang biasanya ramah dan murah senyum, kini berubah menjadi seorang yang angkuh . Dong Ho yang dikenal sebagai juara kelas yang sopan santun, kini berubah menjadi seperti murid yang tidak tahu aturan meski predikat ’jenius’ masih menempel di dirinya . Dan satu-satunya perubahan yang membuat Hyun Ji menjadi sakit hati atas sikapnya itu .

Anak itu seakan-akan tidak pernah menganggap dirinya ada sebagai sahabatnya seperti dulu lagi .

Dong Ho telah menjadi sosok yang berbeda . Sosok yang sangat tidak menyenangkan bagi Hyun Ji .

Apa yang sebenarnya terjadi dengan Dong Ho-shii ? Kenapa … kenapa semuanya menjadi seperti ini … ?

Hyun Ji tidak habis pikir melihat perubahan sikap sahabatnya itu . Setiap Hyun Ji mencoba tersenyum padanya, anak itu hanya menatapnya dengan tatapan kosong dan mengacuhkannya . Begitu pula saat dia bermaksud menegur Dong Ho, anak itu hanya menjawab :

”Oh, hei,”

Jawaban singkat yang mampu membuatnya keheranan setengah mati .

Tidak … ini tidak bisa dibiarkan … aku harus tahu penyebab kenapa dia menjadi seperti itu . Harus, saat ini juga !

Saat pulang sekolah tiba, Hyun Ji bergegas menghampiri Dong Ho yang sedang berjalan berdua bersama Seung Yeon . Canda tawa diantara mereka terhenti saat melihat Hyun Ji telah berada di hadapan mereka berdua .

”Ah, mianhaeyo, Seung Yeon-shii … aku … bisa aku bicara sebentar dengan Dong Ho-shii ? Ini penting,” ujar Hyun Ji kagok . Mereka berdua terdiam, dan kemudian Dong Ho angkat bicara .

”Ada perlu apa denganku ?” ujarnya dengan nada ’menusuk’ . Hyun Ji tersentak .

”Hm … Dong Ho-shii, aku … hanya ingin bicara berdua saja denganmu, sebentar saja … ada yang harus kukatakan padamu, kumohon …” ujar Hyun Ji . Seung Yeon melihat ke arahnya dan menghela napas .

”Dong Ho-shii, ayo, bicaralah dengannya . Aku akan menunggumu disini,” kata Seung Yeon tersenyum ke arah Dong Ho . Dong Ho menatap Hyun Ji sejenak dan akhirnya menyanggupi permintaan gadis itu . Mereka berjalan menjauh ke arah pintu gerbang .

”Dong Ho-shii … kenapa kau berubah … ? Kau bukanlah seperti Shin Dong Ho yang kukenal dulu … kau benar-benar berbeda sekarang … apa yang sudah terjadi denganmu sebenarnya, Dong Ho-shii … ?” ucap Hyun Ji dengan perasaan khawatir . Dong Ho menatapnya tajam .

“Apa maksudmu bicara seperti itu ?” ucap Dong Ho ketus . Hyun Ji tersentak . Sekujur tubuhnya kaku melihat reaksi Dong Ho yang sedingin itu .

“Dong Ho-shii, kumohon, bicaralah dengan apa adanya ! Kau tidak perlu sampai menganggapku seperti itu, menatapku seolah aku seorang yang hina, hah, jeballaeyo, aku hanya ingin meminta penjelasan darimu, Dong Ho-shii, wae yo … kau benar-benar sudah berubah, kau tahu … ? Apa yang sebenarnya sudah terjadi denganmu … ? Kumohon, jawablah dengan sejujurnya, Dong Ho-shii … aku benar-benar tidak tahu kenapa kau jadi begini …” ucap Hyun Ji hingga mengeluarkan air mata . Dong Ho hanya diam dan terus menatap Hyun Ji dengan tajam . Hyun Ji mendekat ke arahnya dan mencengkeram kedua lengan baju anak itu .

”Dong Ho-shii … bicaralah …” ujar Hyun Ji sambil menunduk tak kuasa menahan tangis .

”Apa … kau membenciku, Dong Ho-shii … ? Jika memang iya, katakanlah padaku …” katanya lagi . Dong Ho masih tetap membatu . Sementara itu air mata Hyun Ji telah mengalir deras di wajahnya . Dong Ho menghela napas .

“Aku sama sekali tidak membencimu,” jawab Dong Ho pelan . Dong Ho menatap gadis itu dengan tatapan yang teduh . Sesungguhnya dia sangat ingin memeluk gadis itu, menenangkan perasaannya, namun … entah kenapa, rasa bersalah-nya dengan Hyun Ji lebih menghakimi dirinya saat itu .

“Lalu … kenapa … ? Kenapa kau benar-benar menjauh dariku … ? Kenapa kau selalu menghindar … ? Adakah alasan yang lebih berarti untuk menjawab pertanyaanku ini … Dong Ho-shii … ?” tanya Hyun Ji lagi . Dong Ho terdiam .

“Aku tidak tahu harus menjawab apa, Hyun Ji-ah . Mianhae, kupikir sebaiknya kau pergi dari hadapanku sekarang,” ujar Dong Ho sambil melepas cengkraman tangan Hyun Ji dari lengannya . Hyun Ji terpaku . Hatinya benar-benar merasa terpukul .

“Kau tahu, Dong Ho-shii … kau berubah … semenjak kau jadian dengan Seung Yeon-shii … Apa yang dia lakukan sehingga membuatmu jadi seperti ini … ? Aku tahu, sekarang aku telah menjadi orang lain bagimu, tapi bagiku tidak … kau tetaplah sahabatku … aku tidak bisa memutuskan hubungan persahabatan kita dengan cara yang menyakitkan seperti ini … aku begini … karena aku mengkhawatirkanmu … aku tidak mau melihat Dong Ho-shii yang seperti ini … aku mau kau kembali … menjadi Shin Dong Ho yang dulu …” ucap Hyun Ji panjang lebar . Dong Ho mendengus .

“Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan, Lee Hyun Ji . Tapi dengar, aku tidak ingin kau membawa-bawa nama Han Seung Yeon atas tuduhanmu yang omong kosong itu . Dan apapun yang kau katakan, aku tidak akan memedulikannya karena bagiku itu hanyalah omong kosong-mu yang tidak beralasan . Sekarang lebih baik kau pergi dari hadapanku, sekarang juga,” ucap Dong Ho tajam . Sekujur tubuh Hyun Ji gemetar, tidak sanggup untuk bergerak .

Ya Tuhan … Dong Ho-shii … kau …

Inikah … yang kau inginkan selama ini … ? Kau menginginkan agar aku pergi … dari kehidupanmu … untuk selamanya … ?

Dong Ho-shii … kau benar-benar bodoh … ! Aku … Ya Tuhan … apakah aku telah salah mencintai dia … ? Tolong aku, Ya Tuhan … jawab aku jika memang inilah kenyataan yang harus kuterima …

”Baiklah … jika itu memang maumu, aku akan pergi dari hadapanmu … aku tak akan mengganggumu lagi, Dong Ho-shii … selamat tinggal,” ucap Hyun Ji lirih dan berlari keluar dari pintu gerbang . Dong Ho terdiam dan kemudian matanya membelalak melihat ke arah Hyun Ji yang sebentar lagi tertabrak oleh tronton yang melaju dengan kecepatan tinggi .

”HYUN JI-AH, AWAS !!” teriaknya dari jauh dan berlari menyusul Hyun Ji . Namun semua sudah terlambat .

Naas . Tronton itu pun menghantam tubuh mungil gadis itu dan melayangkan jiwanya dalam sekejap mata .

¶¶¶

In the end, i’ve becoming insane when you said that you loved me, but we know, it’s too late

Semilir angin bertiup lembut, menyebarkan ketenangan dan kesenduan yang memenuhi pemakaman seorang gadis yang pergi untuk selama-lamanya, meninggalkan keharuan yang dalam bagi setiap orang yang mencintainya .

Disini . Di tempat inilah akhirnya Lee Hyun Ji, seorang gadis mungil yang berwajah imut dan penyayang itu menghembuskan nafas terakhirnya di dunia fana ini .

Di pemakaman tempat pemberhentian terakhirnya itu, kini telah menyisakan seseorang . Seseorang yang begitu berarti dalam kehidupan Hyun Ji, seseorang yang rela bersamanya hingga akhir hidupnya, meski sempat membuat kekecewaan di saat-saat terakhir kehidupannya .

Anak lelaki itu hanya diam terpaku melihat nisan yang tertera dihadapannya yang bertuliskan :

———————————————————————–

R.I.P

Lee Hyun Ji

Daegu, 15th October 1992 – Daegu, 20th March 2010

———————————————————————–

Sesaat kemudian anak lelaki yang tak lain dan tak bukan ialah Shin Dong Ho itu menangis, sambil memegang sebuah notebook berwarna biru milik sahabat tercintanya yang telah pergi, Lee Hyun Ji . Dibukanya satu persatu halaman notebook itu dengan air mata berlinang .

||||||||||||||||||||||||||||||||||

Tuesday, 19 January 2010 –at school–

Annyeong notebookku sayaaaang ~ apa kabarmu ? Haha, kau pasti sudah kangen yaa gara-gara aku udah lamaaa banget nggak nulis-nulisin kamu, berbagi cerita sama kamu ~ mianhae yaaa, soalnya aku sibuk banget nih ! peer numpuk, tugas berserakan ~ aaaa pusing =______=

Tapiiii hei, kali ini aku sempetin deh cerita-cerita lagi ! Tau nggak, tadi itu aku kaget banget waktu Dong Ho-shii meluk aku dari belakang, eh taunya dia cuma ngerjain aku aja ! hrrrrh mana dia tadi pake becandaan ga’ penting pula, bilang ada cicak di kakiku, ya jelas aku kaget laaah ! Kamu juga tahu kan kalo aku paling phobia sama cicak ~ hrrrrrrrh =____= jadilah akhirnya aku meluk dia gara-gara kaget *hihihi xD

Dan … akhirnya, yaa seperti biasa dia muter-muterin aku sampe pusing -_- heran banget yah tu anak suka banget kayak gitu tiap kali kita jalan ~ apa karena aku memang ngegemesin ya ? KIYAHAHA ~ pede amat ya xD

pokoknyaa habis itu kita bertengkar lagi deh, hahaha xD pokoknya hari ini aku seneeeeng banget ! hehehehe xD

makasih banyak ya untuk sahabatku tersayang : Dong Ho-shii x) imissyousomuch ;*

|||||||||||||||||||||||||||

Thursday, 27 February 2010

Ya Tuhan … aku … benar-benar tidak tahu harus berkata apa …

Aku … benar-benar kecewa … setelah mendengar pengakuannya yang berkata bahwa … dia telah menjadi milik gadis lain …

Aku tidak kuasa menahan tangis saat dirinya mengatakan hal itu tanpa rasa ragu … membuat hatiku semakin hancur …

Tidak tahukah dia bahwa akulah yang lebih dulu mengenalnya … ?

Tidak tahukah dia bahwa aku telah mengorbankan segala perasaan ini untuknya … ?

Ya Tuhan … tidak tahukah dia … bahwa aku benar-benar mencintainya … ?

Aku … benar-benar tidak sanggup menerima semua ini … sungguh … tiada daya upaya bagiku untuk menerima kenyataan yang sungguh menyakitkan …

Namun semua telah terjadi … aku harus merelakannya, selamanya … berada di sisi yang lain … melihatnya bersama gadis itu …

Tapi … aku akan tetap berusaha mendukungnya … apapun yang dia inginkan, aku akan tetap rela menerimanya … seburuk apapun itu, karena aku mencintainya … Ya Tuhan, kuatkan hatiku, tenangkan jiwaku agar tetap tegar untuk menerima semua yang telah terjadi … semoga dia bahagia bersamanya …

||||||||||||||||||||||||||||

Dong Ho menggenggam notebook itu kuat-kuat dan menjerit sekeras-kerasnya di tempat yang hening itu .

”ANDWAEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE !!”

Sekujur tubuhnya gemetar oleh rasa sakit yang dia rasakan . Sungguh tidak disangka bahwa akhirnya akan jadi seperti ini .

”Hyun Ji-ah … mianhae … cheongmal mianhae … aku … aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan … saat itu … aku …”

”Hyun Ji-ah, kenapa kau meninggalkanku secepat ini … ? Aku benar-benar membutuhkanmu … aku membutuhkanmu saat ini … dan kenapa … wae yo … kenapa disaat-saat seperti ini kau malah pergi … ?”

”Hyun Ji-ah … katakan padaku … katakan sekali lagi bahwa kau mencintaiku … katakanlah padaku, kumohon …”

”Aku … aku sangat menyayangimu, Hyun Ji-ah … aku baru menyadari bahwa … sebenarnya aku sangat mencintai dirimu … maafkan aku … maafkanlah aku yang sudah begitu bodoh mencampakkanmu, menyakitimu … hingga … kau tega meninggalkanku sendiri … di tempat ini …”

Dong Ho merasa sangat menyesal . Mukanya yang tampan menjadi sembab akibat air mata yang mengalir tiada henti .

”Hyun Ji-ah … tidakkah kau mendengar kata-kataku … ? aku cinta kau, Lee Hyun Ji … aku tidak ingin kau pergi begitu saja … Ya Tuhan … aku bisa gila jika harus seperti ini … ! Kumohon, LEE HYUN JI, JANGAN PERGI !!” teriaknya lagi . Namun semua sudah terlambat . Semua tidak akan bisa terulang lagi .

Dari kejauhan, arwah Hyun Ji melihatnya dengan sedih, menangis, namun menangis karena bahagia . Bahagia karena akhirnya dia mengetahui bahwa sahabat tercintanya itu membalas perasaannya tanpa ragu .

Maafkan aku, Dong Ho-shii … waktuku telah berakhir sampai disini dan aku tidak akan mungkin bisa kembali bersamamu … bercanda tawa bahagia … meski sungguh aku menginginkannya …

Dong Ho-shii … gomawoyo … aku benar-benar bahagia saat mendengar kata ‘cinta’ yang terucap dari bibirmu … aku sungguh bahagia karena ternyata kau juga membalas perasaanku yang kupendam selama 4 tahun ini …

Maafkan aku telah meninggalkanmu sendiri, Dong Ho-shii … semua telah terjadi dan waktu tidak akan mungkin dapat terulang kembali … tapi aku yakin, kau akan bahagia jika bersama Seung Yeon-shii daripada aku …

Selamat tinggal, Dong Ho-shii … terima kasih telah menjadi orang yang paling istimewa dalam hidupku selama ini … aku mencintaimu, sahabat sejatiku …

Semoga kau bahagia …

arwah Hyun Ji tersenyum melihat Dong Ho yang kini hanya terdiam memeluk nisannya, seolah tidak ingin beranjak dari tempat itu . Hyun Ji membelai pelan wajahnya, menghapus air matanya dan memberi isyarat padanya untuk segera meninggalkan tempat itu . Dong Ho tersentak .

“Hyun Ji-ah …” gumamnya . Kemudian ditinggalkannya rangkaian bunga di makam Hyun Ji dan memeluk notebooknya erat-erat, dan segera beranjak dari tempat itu . Sejenak langkahnya terhenti dan Dong Ho kembali menoleh ke arah makam Hyun Ji .

Sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu, Hyun Ji-ah … walau kini kau tiada, namun jiwamu tetap akan tersimpan dalam lubuk hatiku …

Semoga kau bahagia disana … aku akan selalu mendoakanmu disini …

Selamat tinggal, sahabatku tercinta … saranghae yeongwonhi …

[The End]


Comments on: "one shot ff – Say Goodbye" (7)

  1. Heikss! Sukses air mataku jatuuh! Appa jjang!😄
    Smoga bsok2 bnyk komedi ya. Trllu bnyk FF tragedi kuraso. Haha xD

  2. Eh eh hyun ji siape noh?

  3. ahaha, tengkyu nis ~
    hyun ji ? tokoh dalem ff ini lah ~ hahaha xD

  4. Ye tau juge Ppa -___-

    Tapi Hyun Ji tu siapa? Appa?

  5. hehe, nggak, appa buat one shot ini cuma kebetulan, soalnya appa lagi hobi buat one shot ~ trus kayaknya ff yg ‘Be With You’ unutk sementara gak dulu lah appa lanjutin, gak ada ide =_= trus palingan yang minat juga nggak ada kan =b

    Hyun Ji itu gak tau ya siapa, haha, appa cuma buat asal-asal aja kok tokohnya ~

  6. Kenapa tragedi lagiii~
    Lama” aku bosan baca ff…

    Tp bagus ppa…
    Appa sukses bikin banjir air mata

  7. Kenapa tragedi lagiii~
    Lama” aku bosan baca ff…

    Tp bagus ppa…
    Appa sukses bikin banjir air mata

    Rating : ★★★★★★

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: