more fantasy about k-pop

[ONESHOT] Hot Times

Title: Hot Times

Pairing: Heechul/OC (Taeyeon)

Rating: NC-17

Genre: Romance, Fluff, Smut

Summary: Taeyeon muak. Ia ingin tampil berani, berbeda, mencoba menjadi bagian dari bad people yang selama ini selalu dipandang rendah olehnya.

Bagi Taeyeon, di sekolahnya hanya ada dua jenis murid: bad students dan nice students. Bad students adalah cowok-cewek yang doyan bolos kelas, nilai amburadul, hedonis, suka clubbing, masa bodoh dengan hidup, dan hobinya hura-hura.

Sedangkan nice students, tidak perlu repot-repot dideskripsikan, lihat saja Taeyeon. Ia duduk paling depan, tidak pernah terlambat, selalu juara umum, mengikuti aturan dan disukai guru-guru. Bagi Taeyeon, golongan nappeun saram alias bad people, benar-benar nggak niat hidup. Malah dia pikir, jangan-jangan cewek-cewek di kelasnya yang hobi bolos sebagian besar sudah nggak perawan lagi.

 

***

 

Taeyeon melengos saat hendak menstarter mobilnya keluar dari parkiran. Beberapa bad students, laki-laki dan perempuan, ketawa ngakak-ngakak menuju mobil yang terparkir di sebelah Honda Civic-nya.

“Pasti mereka bolos kelas,” dengus Taeyeon. Biar bagaimanapun, terkadang Taeyeon sebel juga. Beberapa dari bad students tersebut bahkan meraih ranking tinggi tanpa perlu belajar susah-susah. Nyebelin kan? Taeyeon yang tiap malam harus lembur baca buku, dikalahkan murid-murid brengsek macam mereka.

Taeyeon manyun, dan buru-buru menghidupkan mesin mobilnya agak jutek, namun…..ckiiit!

BRUGGGGGGGG!!!

Mobil Taeyeon menabrak sesuatu saat ia hendak rifting belok kanan keluar dari parking lot.

Audi putih. Mengkilap. Plus kaca jendela buram yang biasa dipasang di mobil artis-artis.

“Aish, Je-Ti bersaudara…” dengus Taeyeon. Je-Ti. Alias Jessica dan Tiffany. Duo cewek paling disegani seantero sekolah. Cantik, tinggi, smart, digilai laki-laki. Tapi sekali lagi, karena kelakuan minus, mereka jadi makhluk paling dibenci kaum-kaum nice students seperti Taeyeon.

“Ya!! Kamu mau mati ya?!” seorang cewek blonde bersuara cempreng menggelegar keluar dari Audi putih tersebut. Jessica.

“Yaaa!!” kroninya yang satu lagi, ikut-ikutan keluar mobil, menghadang di depan bemper mobil Taeyeon. “Nawa! Keluar kau!”

Dengan takut-takut, Taeyeon membuka pintu mobil dan melihat bekas tabrakan. Mampus. Itu kap si Audi penyok.

“Mi-mianhaeyo…a-aku tidak senga—”

“Siapa yang menyuruhmu bicara, huh?” gertak Tiffany memotong kalimat Taeyeon.

Taeyeon rasanya pengen cepet-cepet pergi dari situ. Berurusan dengan JeTi adalah hal terburuk seumur hidupnya. Gimana kalau dia jadi korban bullying? Semua orang tunduk di bawah mereka, mana mau repot-repot nolong Taeyeon yang notabene bukan siapa-siapa?

“A-aniyo…aku benar-benar tidak tahu ada mobil kalian. Harusnya kalian jangan ngebut di tempat parkir,” tambah Taeyeon, pucat pasi mukanya.

“Eh berani ngelunjak ya? Fany-ah, kita apakan enaknya cecunguk satu ini,” ujar Jessica sambil memilin kepangan rambut blonde-nya.

Waduh. Duo Barbie Amrik ini tampaknya mulai naik darah.

“An-andwae…andwae! Jangan hukum saya! Iya iya saya yang salah. Sumpah, saya yang nabrak Audi kalian. Kita selesaikan di sini saja ya,” dengan sigap Taeyeon mengeruk saku roknya, mengambil dompet. “Biar kuganti kerusakan mobil kalian.”

“Cih!” plak! Tiffany menepis dompet di tangan Taeyeon. “Kamu pikir kita nggak mampu ganti rugi? Kamu pikir kita nggak punya uang cuma buat kerusakan begini?”

Wadeh. Taeyeon jengkel. Minta maaf ditolak. Dikasih uang ngambek. Maunya apa dong?

“Kamu…harus ganti rugi dengan cara lain…” usul Jessica.

“Mwo?”

Jessica menarik Tiffany untuk mendekat, dan mereka berbisik-bisik serius. Lalu ngakak-ngakak. Dan keduanya manggut-manggut setuju.

Pikiran Taeyeon melanglang buana nggak karuan. Apa-apa-an mereka? Jangan-jangan Taeyeon disuruh jual diri lagi? Aigoo.

“Neo ireumi mwoya?” tanya Tiffany.

“Ireum? Namaku? Kim Taeyeon.”

“Keure Kim Taeyeon, dengar baik-baik. Kamu harus ganti rugi kerusakan mobil kami dengan cara lain,” Jessica mengeluarkan smirk mematikannya.

“Kamu harus bisa memenuhi permintaan kami…ani ani, kita bertaruh,” tambah Tiffany sambil mendekat ke arah Taeyeon, membisikkan sesuatu.

 

***

 

Malam harinya, Taeyeon suntuk bukan main. Besok hari Minggu dan ia mati kebosanan tak ada teman.

“Mereka pasti sedang senang-senang di night club,” gumam Taeyeon lemas ketika mengingat insiden JeTi bersaudara tadi siang.

Ada saatnya Taeyeon merasa tidak adil. Kenapa justru orang-orang rebel dan nakal seperti mereka yang mendapat kesenangan? Taeyeon tipe cewek rumahan, innocent, dan stick to the rules. Tapi justru kawanan bad students itu yang mendapatkan kebahagiaan di malam Sabtu, bukannya nongkrong penuh kegalauan seperti ini.

Dan malam ini lah puncaknya.

Taeyeon muak. Ia ingin tampil berani, berbeda, mencoba menjadi bagian dari bad people yang selama ini selalu dipandang rendah olehnya. Ia ingin memecahkan kepompong dan bermetamorfosis bak kupu-kupu.

Ia telah menjaga norma, sopan santun, bersikap tertib, namun malah cewek-cewek nakal seperti Jessica-Tiffany yang dikejar-kejar lelaki.

Dunia sudah gila. Dan Taeyeon harus menyesuaikan diri.

“Cuma malan ini, nggak masalah kan?” Taeyeon berjalan menuju lemari, memilih beberapa long-dress, memakai make-up, dan berdandan mengikuti trend di dalam majalah fashion yang selalu ia baca.

Merasa cukup cantik, Taeyeon berputar-putar di depan kaca. “Selamat datang Taeyeon yang baru!”

 

***

 

Sesudah googling, Taeyeon menemukan night club eksklusif yang katanya cukup terkenal seantero Seoul. “Kenapa ramai sekali? Kalau aku salah kostum, satu Seoul bisa tahu nih,” Taeyeon turun dari taxi tertatih-tatih karena high heels yang ia pakai.

Mulut Taeyeon langsung menganga selebar pintu kamar mandi saat memasuki night club tersebut. Berisik sekali. Lagu Last Farewell-nya Big Bang berkumandang keras menyambut telinga Taeyeon.

“Michyeosseo. Jadi setiap hari mereka pergi kemari?” Taeyeon memutuskan duduk di depan bar. Ia melihat ke lantai dansa, belasan orang menari mengikuti irama musik, berdesak-desakan. Ia ingin turun juga tapi… malu kalo nggak ada yang nemenin.

“Agassi,” panggil bartender di balik meja bar. “Ada yang bisa kubantu?”

“Eh eh oh…mi-minum…”

“Ingin minum apa?”

“Ah…” Taeyeon berpikir keras. Cankkam, bukankah night club isinya minuman beralkohol? Ani ani, ia tidak boleh minum alcohol. “Er… itu…”

Si bartender terkikik. “Baru pertama kali ya? Bagaimana kalau orange juice?”

“Ah matjayo, orange juice!”

“Arasseoyo. Tunggu sebentar, Agassi.”

“Minho-yah,” seseorang menubrukkan pantat di bangku sebelah Taeyeon. “Cocktail dong.”

Taeyeon mengedar pandang. Ohh jadi bartender barusan namanya Minho. Mata Taeyeon beralih menekuri pria di sebelahnya. Ia memakai kemeja hitam, celana hitam, rambut kecoklatan sebahu, dan…tinggi. Cukup tampan.

Merasa diperhatikan, lelaki itu risih juga. “Wae?”

“A-aniyo,” Taeyeon bergegas menggeser bola matanya ke arah lain.

“Aku nggak pernah melihatmu di sini. Baru?” tanya si pria.

“Wah, semua orang di sini perhatian ya sama siapa yang baru pertama kali datang dan sudah berulang kali?”

Pria itu menggeleng. “Karena aku nggak pernah melihat yang secantik dirimu.”

Taeyeon hampir tersenyum kemakan gombalannya, tapi ditahan. “Pembohong.”

“Siapa namamu?”

“Kim Taeyeon. Kamu?” Taeyeon menyeruput orange juice yang sudah tersaji di hadapannya.

Pria itu bangkit, mengulurkan tangan kanannya. “Berdansa dulu denganku, baru kukasih tahu nanti.”

“Ya!!”

“Ini pertama kalinya kamu ke night club kan? Nggak afdol kalau kamu kemari tidak turun ke lantai dansa untuk menari.”

Taeyeon menyambut uluran tangannya, terpaksa. Bukankah ia ingin mencoba menjadi bad people? Mumpung ada cowok charming yang menawari, kenapa ditolak?

Pria itu menarik Taeyeon ke tengah-tengah ruangan, mengambil tempat kosong di bawah lampu spotlight lalu mengedikkan matanya ke arah DJ di lantai dua dan tiba-tiba mengalunlah lagu slow Hot Times oleh SM The Ballad.

“Setelah sekian lama, akhirnya aku bisa berbicara denganmu juga,” katanya.

Dahi Taeyeon mengerut. “Sejak lama? Kamu kenal aku?”

Sang pria melonggarkan pelukannya, menatap lekat-lekat wajah Taeyeon. “Kamu nggak inget? Nggak pernah ngerasa pernah lihat di mana gitu…”

Taeyeon memaksa otaknya bekerja, tapi percuma. Bahkan mungkin ini pertama kalinya ia melihat pria super ganteng berdiri di depan wajahnya. “Memangnya kita pernah bertemu?”

“Aish jinjja. Ya, kau, Kim Taeyeon! Murid SMA Cheong Nam, juara kelas, selalu menguncir kuda rambutmu di sekolah, dan memakai kacamata, ya kan?”

“Ba-bagimana kamu tahu? Siapa kamu?” tanya Taeyeon.

Si lelaki menarik pinggang gadis di hadapannya, memeluknya erat-erat. “Kim Heechul imnida.”

Wuuush. Heechul membisikkan namanya di telinga Taeyeon lembut, membuat jantung Taeyeon deg-deg plas. Suara cowok itu nge-bass dan begitu seksi.

“K-Kim Heechul? Oh ada ya yang namanya Kim Heechul di sekolah?” ulang Taeyeon.

“Kamu jahat banget. Kukira aku populer di sekolah.”

“Ah aniyo, aku pernah sekali dua kali mendengar namamu kok…”

“Apa gunanya sekali dua kali. Kamu hidup di dunia mana sih? Kukira semua gadis di sekolah terpesona padaku. Aduh popularitasku sudah berlebihan hahaha…”

Taeyeon nyengir. “Ya, memang berapa banyak yang sudah menyatakan cinta padamu?”

Heechul memonyongkan bibirnya. “Sebanyak bintang di langit.”

“Wah maaf ya cowok-yang-sudah-ditembak-cewek-sebanyak-bintang-di-langit tapi aku nggak mengenalmu sama sekali.”

“Kamu nggak tahu? Aku sekelas denganmu di kelas Bahasa Inggris.”

Taeyeon menggeleng. Pantas sih dia jauh dari perhatian, pasti Heechul tipe bad students yang suka bolos. Intinya, sepopuler apapun kamu di sekolah, kalau masuk checklist bad students, Taeyeon akan masa bodoh dengan kehadiranmu.

Lihat muka-muka mereka aja bikin Taeyeon muntah. Tapi cewek itu benar-benar takjub, bahwa di antara mereka, ada permata sebening ini!

“Babo, aku seperti orang bodoh yang memperhatikan orang yang bahkan tidak tahu kehadiranku.”

“Mi-mian Heechul-ssi. Kamu memperhatikanku? Kenapa?”

Pertanyaan bodoh, batin Heechul. “Dirimu yang membuat mataku nggak bisa lepas darimu, Taeyeon-ssi. Kamu membiusku.”

Blush~! Pipi Taeyeon pasti merah membara sekarang. Dijamin seratus persen, 17 tahun hidupnya, ia belum pernah segalau ini. Sebahagia ini. Sebingung ini.

Heechul melepas dekapannya, mengamati raut wajah Taeyeon. Ia benar-benar cantik. Amat sangat cantik. Perlahan, Heechul memiringkan kepalanya dan menempelkan bibirnya di bibir Taeyeon. Hangat juga basah.

Shock, Taeyeon hanya bisa kedap-kedip kaget. Ketika ia merasakan lidah Heechul ingin menerobos masuk, saat itulah, tanpa ia sadari, hidup Taeyeon berubah total.

 

***

 

Mereka menyewa kamar motel tak jauh dari club. Heechul sudah kehilangan kesabaran. Kepala dan tubuhnya bersinkronasi penuh nafsu siap menyerang gadis polos di depan matanya.

Ciuman Heechul amat irresistible, nakal, juga berpengalaman. Bagi Taeyeon, ini jelas kissu-kissu pertama, harusnya sih ia bersyukur menyerahkan keperawanannya pada pria secemerlang Kim Heechul.

“Cankkamanyo…” Taeyeon mendorong Heechul mundur, melepas adegan ciuman panas mereka. Ia megap-megap ambil napas.

“Wae?”

“Harus ya?” lirikan mata Taeyeon mengarah ke atas tempat tidur.

Heechul melengos, melemparkan tubuhnya di ranjang. “Aku tidak pernah memaksamu. Tapi tubuhmu menyambut sentuhanku.” Heechul tersenyum jahil, evil smirk. “So? Ya atau tidak?”

“A-aku…tidak tahu apa-apa, Heechul-ssi. A-aku tidak berpengalaman…”

Heechul menempatkan jarinya di bibir Taeyeon. “Ssst. Ikuti saja aku.”

Taeyeon diam saat Heechul membuka ritsleting dress-nya, diikuti kecupan-kecupan kecil di leher. Nafsu terpendam dua remaja clueless ini terkesplor keluar malam itu. Otak mereka kosong, kalap, kecuali libido yang memuncak dan makin membara.

Heechul membuka bra Taeyeon, memperlihatkan breast dan nipple pink-nya. Sang cassanova mengulumnya passionately sampai ia tak bisa menahannya lagi.

Taeyeon speechless. Ia benar-benar gila berani melakukan ini dengan…oke, catat, bukan dengan suami resminya. Tapi yang pasti, dadanya berdebar-debar cepat saat Heechul menyentuh jengkal demi jengkal tubuhnya.

Heechul yakin, kata-kata tidak cukup mengungkapkan bagaimana perasaannya. Ia me-massage breast kiri Taeyeon sementara mulutnya sibuk bermain-main dengan nipple kanan Taeyeon. Taeyeon merespon balik, menggenggam rambut Heechul, lalu mengerang sekeras-kerasnya.

“Aaaaah~! Hee-Heechul-ssi…” pekik Taeyeon, menutup mulutnya.

“Jangan ditahan. Aku suka teriakanmu, Seksi.” puji Heechul sambil menatap gadis di hadapannya.

Nafas Taeyeon tercekat di tenggorokan saat Heechul mulai menjelajah daerah lain. Sang pria mengecup perut si gadis, turun terus dan memperlihatkan smirked mematikannya. Jemarinya bergerak lincah, took off her panties vigorously. Heechul men-spread kedua kaki Taeyeon, dan sekali lagi nyengir devil siap menerkam.

“Hee-Heechul-ssi…ap-apa yang…” Oh men, dia nggak bakalan berbuat….

Taeyeon menjerit. Damn, lidah Heechul bekerja super-soft pada bottom half Taeyeon, tracing her clit. “Taeyeon baby…”

“Erhg…m-mwo?” Taeyeon membuka matanya, mencoba tersadar dari sensasi luar biasa yang ia rasakan.

“Kamu basah sekali.”

Heechul menyelipkan a finger inside her, men-thrust beberapa kali hingga Taeyeon mengumandangkan pekik kenikmatan. Jari yang lain ikut bergabung, sambil mengecup klitoris, membungkus dengan bibirnya.

“Ya!! A-aahhh-ahhhh~! Sakit begoooo!!!” Taeyeon menempeleng kepala Heechul. Akan tetapi, hal itu bukannya membuat Heechul berhenti. Ia malah menjadi-jadi: memasukkan tiga jari dan mengulum makin dalam. Perlahan bukan rasa sakit yang Taeyeon rasakan, melainkan sensasi hot make-out session yang belum pernah ia bayangkan sebelumnya.

Tubuh Taeyeon menggigil hebat saat melihat secepat kilat, Heechul sudah meng-undo ritsleting jeans dan me-remove boxer merahnya hingga jatuh terbengkalai di atas pergelangan kaki.

Kali ini giliran sang gadis. “Cha~~ aku harus balas dendam kan?”

“Mwora—aaaaaish~” belum sempat Heechul menyelesaikan kalimatnya, Taeyeon sudah buru-buru menggenggam hard arousal Heechul, membuatnya merengek passionately.

“Berisik,” Taeyeon men-stop erangan Heechul dengan mendaratkan bibirnya di bibir Hecchul. Gadis ini benar-benar kehilangan akal, mengapa ia mencium laki-laki paling dibencinya. Inget kan, Heechul termasuk bad students? Meski Taeyeon cuma minum orange juice, ia terlalu mabuk untuk berpikir.

Hasrat dan dafsu telah merenggut kesadaran dua remaja itu. Jari-jari lentik Taeyeon menari-nari sambil mengelus manhood Heechul, dari ujung ke ujung. Tangan halus Taeyeon bagai sutra menggapai-gapai member pasangannya.

“Aku membutuhkanmu,” Heechul mendesah, memposisikan dirirnya diantara kedua paha Taeyeon, plunged into her, hard. Heechul mengerang dan Taeyeon menjerit tapi itu jelas-jelas nggak menghentikan Heechul ber-thrusting ria. Daya dorong yang ditimbulkan memang pelan, tapi makin cepat dan cepat tiap menit.

Gelombang kebingungan bercampur dengan kepuasan ketika Taeyeon mencapai klimaks. Taeyeon mengeluarkan hembusan napas superpanjang, merosot di atas ranjang, sementara Heechul mempercepat ritme. Adegan ini menjadi urgent saat keduanya merengek, and exploded, cumming inside each other.

 

***

 

“Kupikir kamu itu ngebosenin, terlalu inosen…” Heechul menarik selimut menutupi tubuh Teyeon yang terbaring di sampingnya. “Nyatanya kamu seorang monster.”

Taeyeon cekikikan. “Salahmu kan?”

Heechul tersenyum manis, mencium ubun-ubun Heechul. “Ayo tidur,” ajaknya. Taeyeon memiringkan kepala, melihat pria di sampingnya yang langsung pulas.

“Mianhaeyo, Heechul-ssi…” gumam Taeyeon, teringat akan taruhannya dengan JeTi bersaudara tadi siang.

 

***

*flashback*

“Kamu harus bisa memenuhi permintaan kami…ani ani, kita bertaruh,” tambah Tiffany sambil mendekat ke arah Taeyeon, membisikkan sesuatu.

“Ta-taruhan?”

“Ssst. Kamu kenal Kim Heechul?” tanya Tiffany.

“Kim Heechul? Nugu?”

Jessica berkacak pinggang. “Kamu ini ke sekolah cuma numpang pipis apa gimana sih? Kim Heechul, girl! Cowok paling ganteng, paling keren, paling charming, paling populer satu sekolah. Molla?”

Taeyeon menjawab dengan gelengan kepala. “Aku ke sekolah untuk belajar, bukan ngurusin orang lain.”

“Aish, dwaesseo. Itu urusanmu kenal atau nggak. Yang pasti, taruhannya adalah kamu harus bisa mengajak Kim Heechul berkencan,” tambah Tiffany.

“B-berkencan?”

“Iya, date. D-a-t-e. Date. Berkencan. Jalan bareng. Ngajak keluar. Kalau perlu buat dia tunduk padamu, hahahahahaha!” Tiffany tertawa ngakak, ngejek banget. Ya iyalah Heechul yang notabene superstar mana mau digaet cewek culun macam Taeyeon?

JeTi memang sengaja. Tanpa perlu ada taruhan ini pun, tanpa perlu Taeyeon berusaha, mereka sudah tahu hasilnya. Taeyeon akan ditolak mentah-mentah!

“Waktunya seminggu. Kalau berhasil, masalah kita selesai.”

Mulut Taeyeon menganga. Shock. Kayak besok itu hari kiamat.

*flashback selesai*

 

***

Senyum kemenangan ada di genggaman Taeyeon. Ia nggak nyangka akan bertemu Heechul malam ini. Nggak nyangka kalau taruhan bodoh tadi siang berujung making out session. Nggak nyangka kalau selama ini Heechul memperhatikannya.

Lamaaaaa sekali Taeyeon memperhatikan wajah tidur Heechul. Ia begitu manis, imut, dan mempesona.

“Kim Heechul,” Taeyeon hanya menyebutkan nama itu perlahan, tapi sepertinya Heechul mendengar dan terbangun.

“Hmm?” Heechul membuka matanya.

“Ah mian, aku nggak ada maksud bangunin kamu…”

“Kim Taeyeon,” mata Heechul memandang lekat-lekat wajah perempuan di sampingnya. “Maafkan aku.”

“Wae?”

“Maaf, aku sudah jatuh cinta padamu…”

 

***

 

Dua hari kemudian. Senin pagi yang hangat. Masih tersisa 5 hari lagi sampai deadline taruhan berakhir. Jessica dan Tiffany sengaja masuk sekolah lebih awal untuk apalagi kalau bukan mencemooh Taeyeon. Ngingetin kalo batas waktu tinggal 5 hari, ketawa-ketiwi…. Namun…

Ups.

Saat JeTi hendak menyeberang lorong di depan kelas Taeyeon, murid-murid di situ sibuk memberi jalan, menempel di di dinding koridor.

“Mwohaneun geoya? Ada apa ini?” tanya Tiffany pada seorang murid.

“Tuh!” Si murid menunjuk sepasang cowok-cewek berjalan melewati lorong.

Taeyeon. Tapi ia tak seorang diri. Ia menggandeng lengan Kim Heechul mesra. Pasangan baru ini membuat satu sekolah gempar.

“M-mwo…YAAAA!!”

“Ani, ani, ini pasti mimpi!”

“Cecunguk itu…ba-bagaimana bisa ia menggaet Heechul Oppa?”

“POKOKNYA NGGAK TERIMA!!”

Duo Barbie Amerika ini bak kesetanan. Marah besar. Saat couple Taeyeon-Heechul melewati mereka, Taeyeon melirik ke arah Jeti, tersenyum evil.

Jessica benar-benar kalap. Ia menendang tembok koridor keras-keras. Dari awal, tidak seharusnya mereka merencanakan taruhan abal-abal ini kalau tahu hasilnya justru berakhir jauh dari dugaan semula.

“TAEYEONN!! Kubunuh kamuuuu!” pekik Jessica, sementara Tiffany sibuk menenangkannya.

 

 

END.

Comments on: "[ONESHOT] Hot Times" (29)

  1. lathatytula said:

    haha.
    Je – Ti pasti kesel bgt dah tuh.
    ga nyangka taeyeon onnie sama heechul oppa bisa jacin gtu.
    wkwk.

  2. je-ti,haha. hidup taeyeon . good job heechul,

  3. thanks for reading.

  4. omo~
    aku suka.
    gaya nulisnya enak bgt buat dibaca.

  5. Knp Tae eonni NC~an sm Heenim fufufufufu

  6. chitaemtaem said:

    Aaaaaa rame bgt >

  7. Danish Ashley Eun said:

    hahhahhhahahah … yeeeee4

    taeyeon meNaaaaannng

    horeee… hahahahaha
    rasain mkanya jgan selepe sm orang

  8. fyeahsun said:

    NC itu apa?
    maaf aku udh umur 27 tapi gak tau apa itu NC… *gakgaul sih

  9. annyeong salam kenal …
    saya readers baru d’sniih …
    baru kalii niih baca NC tae-hee …
    hehehe
    emang lebih cocok couple taeteuk kemana” ..
    tapii bagus juga kok .

  10. jang sae byuk said:

    baru first time baca ff yadong tae, pokoknya gabsa diungkapin kata” lah, DAEBAK

  11. chiiyadongsungmin said:

    kreatif..!!

    daebak !!

  12. It's taenq said:

    aku suka! ff nc nya beda dari yg lain ^^

  13. annyeong …

    saya reader baru disini .
    maaf baru baca skarang , tpi cerita’a bgus kok . psti si Je Ti itu gk nyangka bnget taeyeon bsa kncan sma heechul .

  14. bagus:)

  15. betris Knight lope lope(?) said:

    bagusss banget Thor ffnya daebakkkkkkkkk

  16. anneziia said:

    Annyeong. Mau tanya ini authornya siapa??? Baru-baru ini apa ff ini di remake lagi dengan main cast nya kai?? Mohon jawab ya. Thanks

  17. Wkwkw je-ti rasain xD
    Keren thor~

  18. kyuwonhae's wife said:

    waahhhh ternyta taeyeon bsa juga jd bad girl😀

  19. umi_ali said:

    Ya ampyuuuun…… Taruhannya……ngeriiiiiiii

  20. bagus ceritanya

  21. Kayanya ff ini mirip sama ff tetangga deh
    Soalnya awalan sama akhirnya sama
    Waktu aku baca ff tetangga si taeyeon itu seharusnya hyorin,si heechul jadi kai je-ti jadi krystal sama sulli:/
    Cuma pas bagian yadongnya aja beda
    Kalo jalur ceritanya sama

  22. anyeong , nadia reader bru nih . thor buat versi exotaeng dong psti seru !

  23. aigooo xD good story guys!🙂

  24. Nesyafany said:

    Kyyaaaaaa gua suka banget ! Beda dari ff lainnya ! Tapi kenapa tiffany my beauty barbie jadi bad girl bgtu ! Taeyeon juga, 2 biaskuuuu ! lop banget sama ff ini, buat yg lbih keren yakk, tapi taeyeon sahabat sama fany ! Gmana ? Boleh yaaa… Bagus banget ff nyaaaaa…
    *teriak pake tao/?

  25. hydrilla verticillata said:

    Lucuuuuu. Aku sukaa. Author kece bingits nihh ff nyaahhh. Lafss, 5 jempoll deh. HOT lagi, wwaaawwwww. Keep writings thorrrr

  26. pernah baca ff kayak gini disebelah

  27. Daebakk ff -nya…
    Nae suka banget (y) hebat…
    Bias gue tuhh ^[]^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: