more fantasy about k-pop

Title: Why did I end up falling for you?

Pairing: Eeteuk/OC (Taeyeon)

Rating: PG

Genre: Romance, Fluff, Drama, Angst

Author: ayoshiari

A/N: Really, it may help if you play Doushite by Tohoshinki while reading this fanfic. It worth =)

“Maukah kau menikah denganku?”

Why did I end up falling for you?

No matter how much time has passed

I still thought you were right here

But you’ve already chosen a different path

Taeyeon terdiam atas pertanyaan itu. Bayangin deh, mungkin satu kalimat dengan 4 kata tersebut adalah pertanyaan yang diimpi-impikan semua gadis di dunia ini. Tapi tidak begitu dengan Taeyeon.

Restoran Itali di kawasan Apgujong yang menjadi saksi adegan lamar-lamaran TaeTeuk memang eksklusif dan privat abis. Sengaja sih, biar nggak ada paparazzi atau sasaeng fans yang nguntit. Hanya beberapa orang tamu berkunjung malam itu, dan mereka masa bodo banget ada adegan artis melamar atau kissu-kissu juga.

Eeteuk melakukan proposal malam itu dengan amat romantis. Coba deh, siapa yang nggak klepek-klepek dilamar cowok keren, sambil main piano dan di restoran mewah?

“Jungsoo Oppa…aku…”

“Ya?” Eeteuk masih dalam keadaan berlutut, menekuk satu kakinya sambil menyerahkan sekotak cincin perak di hadapan wanita yang paling ia cintai, Kim Taeyeon.

“Oppa mian…”

Eeteuk gelagapan. Loh? Loh? Cewek kalo dilamar harusnya menangis bahagia kek, terharu, ato apa gitu. Lha ini kok malah minta maaf? “Museun soriya, Jagi? Kamu nggak suka caraku? Mi-mian Jagi… aku bermaksud memberikan surprise, tapi… oke, lain kali aku akan mencari tempat yang sepi—“

Taeyeon menempelkan jari telunjuk ke bibir kekasihnya. “Aniyo Oppa. Makasih banget atas semua ini. Tapi…”

“Tapi?”

“Oppa…a-a-aku…nggak bisa menerima lamaranmu…” Taeyeon menunduk, nggak tega lihat wajah kecewa Eeteuk.

“Mworago?” Eeteuk berjengit bagai kesetrum. Ini jelas-jelas diluar skenario!

“Oppa…ak-aku…” Taeyeon mengumpulkan segenap keberaniannya. Ayo bilang, ayo bilang Taeyeon! Memang pahit sih, tapi ia tetap harus mengatakannya. “Aku nggak bisa menikah dengan Oppa dalam waktu dekat ini…”

 

Why couldn’t I call out to you at all?

Every day and night growing emotions

And words overflow

But I realized that

They’d never reach you again

“Wae?” Eeteuk kecewa bukan main. Nada suaranya agak menggerutu marah.

“Oppa, mian…”

“WAE?! Aku tanya kenapa, Taeyeon-ah! Kenapa kamu menolak lamaranku?” teriak Eeteuk, ia mencoba menenangkan emosi, tapi percuma. “Kamu tahu kan, umurku sebentar lagi 30. Kamu tahu kan sebentar lagi aku akan wajib militer. Dan kamu tahu kan kita sudah pacaran hampir 4 tahun? Kamu masih meragukanku?”

“Oppa aku…”

“Kamu sudah nggak mencintaiku lagi?”

Tangan mungil Taeyeon meraih jemari Eeteuk. “Oppa tahu kan, umurku masih 21 tahun. Gap umur kita 6 tahun! Oppa tahu kan, aku masih punya banyak banget mimpi yang harus diraih. Aku pengen nyanyi solo, aku pengen nyoba acting, aku pengen—“

“Taeyeon-ah, gap umur itu cuma angka abal-abal.” potong Eeteuk cepat. “Kamu masih bisa ngelakuin itu semua habis nikah kok.”

Kepala si cewek bergeleng mantap. “Ani Oppa. Itu nggak sama. Oppa tahu kan, apa reaksi fans, masyarakat, kalau kita menikah? Aku belum siap! Job pun nggak akan sebanyak sekarang, ketika nantinya aku udah nikah.”

Gila! Baru juga beberapa menit lalu Eeteuk berusaha menciptakan suasana romantis, sekarang sudah runtuh berkeping-keping bak lampu neon dilempar dari Namsan Tower. “Tapi aku nggak bisa ikut wajib militer, 2 tahun berpisah denganmu, tanpa ada ikatan sah diantara kita, Taeyeon-ah.”

Waktu seolah berhenti beberapa jenak. Taeyeon diam. Eeteuk juga mengunci bibirnya.

….

….

….

“…keumanhaja. Kita hentikan saja sampai di sini…” suara Taeyeon memecah kebisuan.

“Mwo?”

Taeyeon tersenyum maksa, “keure. Kita akhiri saja sampai di sini. Semoga Oppa menemukan pasangan hidup yang lebih baik.”

“Cankkam—“

“Oppa, terima kasih sudah menjadi kekasihku selama ini. Gomawoyo.” Bagi Taeyeon, ia nggak bakal mungkin lupa, bahkan sampai ia mati nanti, sampai ia bereinkarnasi di kehidupan selanjutnya, kenyataan bahwa ia telah mencintai Eeteuk.

 

Since that day I first met you

I felt like I already knew you

You and I melded into each other so smoothly

 

Beberapa minggu kemudian, udah berkumandang rumor dan gossip-gosip bahwa Eeteuk-Yoona pacaran. Mereka memang kelihatan tambah mesra seiring semakin seringnya Super Junior dan SNSD mengisi acara yang sama. Di backstage suasananya seolah-olah dunia cuma milik mereka berdua.

Beberapa orang bilang, Eeteuk lagi pasang aksi pendekatan. Tapi para coordi bilang mereka udah pacaran.

Bagus kan, dalam waktu kurang dari sebulan Eeteuk sudah menemukan pengganti Taeyeon. Harusnya Taeyeon girang bukan kepalang. Harusnya sih…

Taeyeon heran. Eeteuk mengencani Yoona apa gara-gara gadis itu mau diajak nikah? Ya ampun, umur Yoona kan masih 20 tahun! Apa jangan-jangan Eeteuk mengalah dan nggak memaksa Yoona nikah? Jadi Eeteuk sengaja ambil random gadis yang mau menikah dengan dirinya secepat mungkin? Atau Eeteuk juga melamar Yoona seperti yang dilakukannya pada Taeyeon?

“Ya ampun, mereka kan baru pacaran! Andwe andwe, nggak mungkin udah main lamar-lamaran begitu. Tapi…” Taeyeon pusing tujuh keliling di dressing room. Setengah jam lagi ia naik panggung, tapi otaknya susah diajak konsentrasi.

“Kalau begitu…kenapa Jungsoo Oppa justru memaksaku menikah dengannya, sementara dengan Yoona tidak?”

Biar udah ditahan-tahan, airmata Taeyeon tumpah-ruah. Ne ne ne ne, mungkin balita umur 5 tahun juga tahu, leader SNSD satu itu cemburu. Sakit hati. Ya, ia masih amat sangat mencintai Eeteuk.

“Eonni,” krieeet, Yoona membuka pintu ruangan. “Eonni ada waktu?”

“Dangyunhaji,” jawab Taeyeon, buru-buru menyeka airmata dan tersenyum.

“Tentang…Eeteuk Oppa…”

Taeyeon rasanya pengen mewek-mewek lagi denger nama Eeteuk. “Arasseo Yoona-ya. Aku tau kamu mau ngomong apa. Kwaenchana. Kamu nggak perlu merasa bersalah begitu.”

“Aniyo eonni, aku ngerasa jadi pengkhianat yang merebut Eeteuk Oppa dari eonni…”

“Aiguu anak ini!” Taeyeon menepuk ubun-ubun Yoona. “Ya! Ambil saja Eeteuk. Antara kita sudah selesai. Aku bakal seneng banget kok kalau kamu yang jadi pasangan hidupnya. Kalau gadis lain, mungkin aku nggak setuju.”

“Jeongmal eonni?! Kamsahamnida!” jawab Yoona girang.

Well, kebohongan lain lagi. Justru karena itu dirimu Yoona, Taeyeon merasa lebih miris karena harus melihat mereka bermesraan di depan matanya sendiri.

 

It was natural for me to be where you were

The two of us grew up together

But you’ve already chosen a different path

“Yoona-ya~ aku nggak bisa tidur.”

“Waeyo Oppa?”

“Aku terlalu khawatir memikirkanmu…”

 

Grrrr.

Semenjak percakapan mesra YoonTeuk malam itu, Teyeon stop. Catet, S-T-O-P ngurusin YoonTeuk pacaran. Ia selalu menghindar setiap kali bertemu Eeteuk. Pura-pura nggak liat. Atau kalau udah ada tanda-tanda Super Junior dan SNSD berada dalam satu acara, Taeyeon bakalan pergi jauh-jauh. Males banget ngeliat mereka berdua pacaran.

 

Why did I end up falling for you?

No matter how much time has passed

I still thought you were right here

Now we can’t turn back

Satu tahun kemudian. Hari di mana Eeteuk akan menjalani tugasnya sebagai abdi negara. Hari ini ia masuk wamil. Seluruh member Super Junior pergi ke Nowon untuk mengantar kepergiannya, sementara Taeyeon… ia justru ngajak Hyoyeon dan Seohyun pergi shopping.

“Ya, kamu nggak nganter Eeteuk Oppa?” tanya Hyoyeon sambil menyetir mobil.

“Oh,” gumam Taeyeon, melemparkan pandangan mata ke jendela di sebelahnya.

“Yoona eonni ke sana loh,” tambah Seohyun di jok belakang.

“Terus apa urusannya denganku. Ya iyalah dia ke sana, pacarnya gitu loooohh….!” Raut muka Taeyeon nggak karuan banget.

“Pacarnya? Bukannya Yoona eonni dan Teuk oppa sudah putus?” tanya Seohyun memastikan.

“Iya, bukannya udah putus ya, Taeng?” Hyoyeon ikut-ikutan bingung.

Kali ini giliran Taeyeon yang merengut keheranan. “Haaaaaah? Putus? Kapan?”

“Tiga bulan yang lalu deh kayaknya. Ya kan, Hyun-ah?”

“JINJJA?! Mereka putus? Tiga bulan lalu?!” mulut Taeyeon menganga selebar pintu kamar mandi. Cuma dia yang nggak tahu. Ya iyalah, orang selama ini Taeyeon masa bodoh dengan YoonTeuk couple. Daripada ngurusin dan ujung-ujungnya bunuh diri.

“Wae?”

“Aish!! Kenapa kalian nggak bilang dari duluuuuuuu!!!” Taeyeon mencekek leher Hyoyeon. “Ayo putar balik ke arah Nowon. Ke base camp wajib militer. Seohyun, kamu turun di sini, belikan aku buku gambar A3. Ppalli~!”

Seohyun melengos. “Mwoyo? Nega waeyo eonni~~~”

 

The special meaning held by this day

Today you stood with a happy expression

You looked beautiful while praying to god

Suasana pintu gerbang menuju base camp penuh dan ramai puluhan ELF menenteng-nenteng balon pearl sapphire blue. Belasan wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik juga berkumpul di sana. Dalam beberapa detik ke depan, mereka nggak akan bisa melihat sang leader Super Junior selama 2 tahun.

“Jeongmal kamsahamnida, ELF… karena kehadiran kalian, Super Junior benar-benar hidup. Meski tanpa diriku, kalian akan terus mensupport Super Junior kan?” pesan Eeteuk, matanya mulai berkaca-kaca.

“NEEE!!” jawab ELF.

“Uljima, jebal. Jangan menangis. Lebih baik kita berdoa semoga aku bisa menyelesaikan tugasku, dan berkumpul bersama kalian kembali. Tetaplah di sana menanti, aku nggak bakal pergi ke mana-mana kok.” Tambah Eeteuk, ia membungkuk 90 derajat. “Annyeong, yeorobun.”

Perlahan tapi pasti, Eeteuk membalik badannya dan melangkah meninggalkan kerumunan. Member Super Junior yang lain hanya bisa menunduk, berdiri terdiam memandang punggung sang leader. Apa jadinya Super Junior tanpa sang eternal leader. Super Junior menjadi sehebat sekarang bukan hanya karena para member yang luar biasa, melainkan juga karena memiliki pemimpin yang mumpuni.

“…cankkamaaaan! Cankkamaaaanyo Oppaaaaaaaaaa!!!”

Sebuah teriakan keras berkumandang. Seorang cewek pendek berlari-lari dari sudut lain, mendekat ke pintu gerbang kamp militer.

“Hosh hosh…Oppaa!” pekik Taeyeon.

Eeteuk berjengit kaget. Suara ini familiar. Meski sudah hampir menyentuh pintu masuk kamp, ia  menyempatkan waktu berputar.

“Taeyeon-ah?” bisik Eeteuk.

“Oppa!” Taeyeon agak berteriak, karena jarak mereka sudah 100 meter jauhnya. “Lihat ini!”

Taeyeon mengacungkan buku gambar A3 yang dibelikan Seohyun barusan. Di situ tertulis beberapa kalimat menggunakan spidol merah besar-besar.

 

Oppa, mianhaeyo >___<

 

Taeyeon mengintip raut muka Eeteuk, tidak berubah. Jadi ia membalik ke halaman selanjutnya.

 

Aku merasa, aku tak bisa melakukan apa-apa tanda dirimu…

 

Isanghae. Eeteuk masih berdiri tegap di sana, menyipitkan matanya memandang tulisan Taeyeon.

 

Selama ini aku bernyanyi hanya untuk diriku sendiri, namun mulai saat ini aku bernyanyi hanya untuk Oppa…

 

No respon from Eeteuk. Buseeet! Kalem banget ini orang?

 

Apakah keajaiban akan berpihak padaku?


Taeyeon melengos. Keajaiban apa-an, kayaknya mustahil.

 

Suatu hari Oppa akan berbalik dan melihat diriku yang setia menunggumu tanpa henti… karena aku telah bertemu Oppa, dan karena mengenal Oppa, aku amat sangat bahagia…

 

Taeyeon menghela napas. Halaman terakhir. Kata-kata pamungkas. Kalau sampai Eeteuk nggak merespon, habislah sudah. Malu dong di depan ELF, wartawan, reporter, dan mata masyarakat, ia ditolak.

 

NAN NEORUL SARANGHAE…

 

Keadaannya berbalik. Vice-versa. Kalau dulu Eeteuk yang berinisiatif melamar, kali ini giliran Taeyeon. Dan ia benar-benar berharap semoga pengakuannya belum terlambat.

Secepat kilat, Eeteuk berlari menuju ke arah Taeyeon sambil melemparkan topi yang dikenakannya ke tanah. Tanpa ba-bi-bu, ia merenggut pinggang Taeyeon, menarik kepala, dan mendaratkan bibirnya ke bibir leader SNSD tersebut.

Kaget, Taeyeon hanya kedap-kedip, kaku.

Puluhan kamera menjepret momen romantis tersebut. Mata pemirsa di seluruh Korea Selatan dapat melihat adegan ini langsung di TV mereka. Member Super Junior yang lain loncat-loncat gemes, kebanyakan jeles dan sirik.

Puluhan balon pearl sapphire blue pun terbang lepas ke angkasa, seolah-olah mengiringi perayaan kisah cinta dua leader group paling fenomenal di Korea Selatan. Belum lagi ELF yang ada di sana. Ada yang bengong, shock, bahkan standing ovation, memberikan tepuk tangan. Yeah, TaeTeuk couple, accepted!

 

Why didn’t I hold on to your hand?

No matter how much time has passed

You should’ve always been by my side…

 

 

END.

Comments on: "[ONESHOT] Why did I end up falling for you?" (7)

  1. waaaaaaahhhh..
    taeteuk jjang…
    pair leader udah..
    apir maknae dong…
    sokyu jjang…!!!

  2. lathatytula said:

    haha.
    asyik bgt ini mah.
    kalo beneran pasti jd headline news di mana2.
    wkwk.

  3. Shayonglovely said:

    Ih bgus bgt epep nya…Ak ska ma couple ini,cocok bgt ya…

  4. oppa…nikah sama aku mau?

  5. AIGOOOOOO!!! >.<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: