more fantasy about k-pop

Tittle: Aku Melakukan Apa Yang Kamu Lihat
Writter: Kim Hye Jin
Genre: Romance
Rating: PG 15
Cast: LeeJoon, Donghae, YooBin, SooYoung
Tagged: Lee Joon Donghae Super Junior Yoo Bin Soo Young SNSD

” Besok rombongan dari perusahaan EIO akan datang. Jangan sampai datang terlambat ya.”
Itu isi SMS Soo Young Onnie kemarin malam. Hari ini hari sabtu, tapi aku tetap harus bekerja ke kantor. Ya sebenarnya sih, aku malas datang ke kantor di hari libur. Tapi ini perintah dari atasanku, Choi Soo Young.
Karena kami sudah akrab, aku bisa memanggilnya dengan panggilan Soo Young Onnie.

”noona, kamu pulang jam berapa hari ini?”
”ya mungkin jam 8 atau jam 9. ada apa?”
”hari ini aku mau jalan dengan pacarku. Mungkin pulangnya agak malam. Jadi kau saja ya yang pegang kuncinya.”
”oke.”
Itu adiku. Kim ryeowook. Dia duduk di bagku kelas 3 SMA. Kami hanya tinggal berdua setelah Ibu kami meninggal 3 tahun yang lalu. Sedangkan, ayahku pindah ke Daegu tinggal bersama pamanku.
Sekarang aku harus menjaga adik laki-laki semata wayangku. Walaupun begitu, Ryeo bukan anak laki-laki yang manja. Dia sangat mandiri, dan bahkan kadang dia lebih dewasa dari aku.

Bisanya aku berangkat ke kantor menggunakan taksi. Tapi hari ini aku lebih memilih menggunakan Bis. Sekarang aku harus lebih irit dalam menggunakan uang. Ryeo harus melanjutkan ke Perguruan Tinggi sebentar lagi. Tak mungkin bagiku mengandalkan ayahku saja yang bekerja sebagai pedagang disana.
Sepanjang perjalanan, aku duduk di bangku tengah sambil mendengarkan musik SM The Ballad – Hot Times. Ya memang lagu ini salah satu lagu favoritku dari mereka.
Di tengah perjalanan, ada seorang kakek yang hendak menaiki bus. Namun sayangnya, semua kursi sudah terisi penuh. Akupun beranjak dari tempat duduku lalu mempersilahkan kakek tadi susuk di bangkuku.
”silahkan kek, duduk saja disini.”
”terimakasih na.”
jawab kakek tadi sambil menuju tempat duduku.
”memangnya kamu mau kemana nak? Oh iya siapa namamu?”
”namaku Kim Yoo Bin kek. Aku mau ke kantor kek.”
”aaah, begitu rupanya. Nak, aku punya sedikit makanan untukmu. Anggap saja ini tanda terimakasihku untukmu. Ambilah.”
Pinta si kakek.
”wah terimakasih ya kek.” lalu aku menerima kue itu dengan senang hati. Kemudian aku coba sedikit kuenya.
”aigoo, rasanya enak sekali kek.”
Jesss.. ternyata sudah sampai tujuan.
”kek sudah sampai. Aku turun duluan ya kek. Sekali lagi gamsahamnida ^^”

”siang onnie.”
Sapaku sambil menaruh tas di meja kerjaku.
”siang yoo bin, bagus kau tepat waktu.”
Jawabnya sambil membereskan laptopnya. Soo Young Onnie memang terkadang dingin tapi sebenarnya dia seorang yang baik hati dan bijaksana.

Aku dan Soo Young onnie langsung menuju ke ruang rapat di lantai 11. perusahaan tempat diriku bekerja adalah perusahaan Periklanan. Memang perusahaan ini sudah cukup terkenal, jadi tidak aneh kalo perusahaan sebesar EIO ingin menanam saham di perusahaan ini.

Untuk sebagian orang, mungkin rapat ini agak membosankan dan terasa agak lama. Namun bagi para kaum wanita, rapat ini merupakan salah satu ajang refreshing mata sejenak. Putra kedua pemilik pewaris perusahaan EIO Lee Donghae memang sangat menarik perhatian seluruh peserta rapat. Wajahnya sangat tampan, badannya pun tegap benar-benar tipe idola bagi para wanita. Dari tampangnya juga sudah tersirat bahwa dia seorang yang pribadi yang sangat ramah.
”donghae, bagaimana pendapatmu tentang rencana ini?”
”menurutku rencana ini memang sudah cukup matang, tapi bla bla bla…”
Aigooo, jawabannya sangat pasti dan berbobot. Tidak ada raut muka degdegan atau grogi di mukanya. Cara berbicaranya pun sangat manly dan berkharisma.

Rapat sudah selesai, semua peserta rapat kembali ke aktivitasnya masing-masing.
Aku bersiap-siap untuk pulang sekarang. Jam ditangan sudah menunjukan pukul 7 malam.
BRUKK!!!
Smua file dan berkas-berkas yang aku jinjing tadi jatuh berserakan di lantai. Ternyata aku menabrak seseorang.
”Mianhae, kamu gak apa-apa kam?”
”hah? i..iya aku gak apa-apa kok.”
Jawabku sambil terbata-terbata. Omonaaa!!!! Orang yang bertabrakan denganku ternyata Lee Donghae, putra kedua pewaris perusahaan EIO.
”bener kamu gak apa-apa?”
Tanyanya lagi sambil memastikan keadaanku.
”iya tenang aja aku gak apa-apa kok.”
Segera aku membereskan semua file yang jatuh tadi. Lee Donghae pun ikut membantu membereskan fili-file ku.
”aku duluan ya. Annyeong.”

Dalam perjalanan rumah, jantung ini masih terasa degdegan. Memang benar dugaanku. Dia seorang yang ramah dan baik hati. Aigoo aku berharap aku bisa bertemu lagi dengan dia.
Sesampainya di depan rumah. Pintu rumahku terbuka lebar. Mungkin Ryeo sudah pulang, benaku. Lho, tapi mengapa semua barang-barang kami ada diluar?
”ada apa ini? kenapa semua barang-barang kami ada diluar?”
”maaf nak, ada penghuni baru yang akan tinggak disini juga.”
”tapi kan kami tidak pernah terlambat membayar uang sewa ahjumma.”
”sekali lagi maaf nak. Saya tidak sanggup menolaknya.”
Tak lama adiku tiba di rumah. Sama denganku, dia pun terheran-heran dengan keadaan di depan rumah.
”omona!! Ada apa ini sebenarnya?”
Ibu pemilik rumah akhirnya menjelaskan semuanya kepada kami. Ternyata si penyewa rumah yang baru itu berani membayar 3x lipat.
”bagaimana kalo begini, kalian tinggal saja bertiga dirumah ini?”
”MWO?”

Karena tidak ada pilihan lain, kami menerima tawaran dari ibu pemlik rumah. Alasan kami mempertahankan rumah ini karena rumah ini ada di tempat yang strategis. Akses transportasinya pun sangat mudah.
TOK TOK TOK!
Terdengar suara ketukan dari pintu depan rumah kami.
”ini benar kediaman Kim Yoo Bin?”
”iya, benar. Kamu…?”
Tanpa menjawab dia langsung membuka pintu dan masuk kedalam rumah.
”dimana kamarku?”
Tanyanya dengan ketus.
”di kamar belakang. Di rumah ini Cuma ada 2 kamar. Jadi maklum ya.”
Lalu dia berjalan menuju ke depan kamarku.
”aku mau kamar yang ini.” uapnya sambil menunjuk ke arah ke kamarku.
”itu kamarku. Sebenarnya kamrku dan adiku laki-lakiku.”
”adik laki-laki? Yasudah adikmu bisa tidur denganku. Kamu pindah ke kamar belakang.”
Tanpa aba-aba dia mengeluarkan barang-barangku.
”omona! Apa yang kamu lakukan?”
”aku melakukan apa yang kamu lihat.”
Aigoo, orang ini benar-benar sangat menyebalkan. Dan juga tidak ada sopan santunnya sama sekali. Setelah berdebat cukup lama, akhirnya aku mengalah pindah ke kamar belakang.
”aishhh!!! Benar-benar menyebalkan. Apa dia tega membiarkan aku tidur disini?”
Gerutuku sambil menedang tempat tidur.
”siapa yang menyebalkan?”
Tiba-tiba dia sudah berdiri di belakangku.
”aku lapar. Cepat siapkan ya.”
Lanjutnya sambil meninggalkanku.
”yaaaaa!!! Kamu kira aku siapa??? Pembantumu??”

Seperti biasanya, aku bangun pukul 7 pagi. Ternyata, kemarin Ryeo pulang larut malam. Akibatnya hari ini dia sakit.
”adikmu sakit, kemarin malam aku sudah mengkompresnya.”
Hah? Orang ini melakukan apa tadi? Apa aku tidak salah dengar?
”oh kalau begitu, terimakasih ya.”
”sama-sama.”
Saat diriku hendak beranjak dari meja makan, dia melanjutkan pembicaraanya.
”kita tinggal satu rumah tapi kita belum mengetahui satu sama lain?”
”mwo? Oh iya, namaku Yoo Bin. Namamu?”
”aku.. Joon. Kim Joon.”
”aaah, nama yang bagus.”
Aku beranjak dari tempat duduku, lalu masuk ke kamar utama.
”aigoo Ryeo. Kamu baik-baik saja kan?”
”iya noona, ternyata Joon Hyung baik ya.” Ucapnya sambil tersenyum.
”hmm iya mungkin. Kamu istirahat saja ya. Aku siapkan sarapan dulu.”

Hari ini aku sudah mulai bekerja lagi. Bertemu dengan para teman-teman karyawan juga Soo Young Onnie.
”annyeonghaseyo onnie.”
”annyeong Yoo Bin. Kamu kelihatan lesu hari ini?”
Tanya Soo Young onnie sambil memegang pundaku.
”aah, tidak apa-apa, mungkin hanya kecapean.”
”baiklah kalau begitu, aku duluan ya. Aku ada janji dengan seseorang.”
”seseorang? Onnie punya pacar baru ya?”
”hahaha, tidak kok. Dia hanya teman lama.”
”ooh yasudah. Hati-hati ya.”

Aish, sepertinya bahagia sekali ya kehidupannya Soo Young onnie. Dia kaya, cantik, juga tidak usah bersusah payah mendapatkan pacar. Berbeda sekali denganku-,-

Drrrr Drrrr…
Kamu ada dimana sekarang? Ke kafe Layet skarang juga.
-Joon

Karena tidak ada kerjaan akupun datang ke cafe Layet.
”ada apa Joon?”
”ah kamu sudah datang?” jawabnya sambil menatap wajahku.
”hmm..”
”mau minum apa?” tawaranya sambil menyodorkan buku menu.
”aku mau vanilla latte.”
Di ujung cafe aku melihat seseorang yang aku kenal.
Omona! Itu Soo Young onnie.Tapi, siapa laki-laki itu? Aigoo, itu kan Lee Donghae.

”Onnie, ternyata kamu ada disini juga?”
”Yoo Bin?”
Soo Young Onnie kelihatan terheran-heran melihatku ada disana.
”Yoo Bin, kamu disini rupanya.” Joon datang menghampiriku.
”Joon???” sekarang giliran Lee Donghae yang kelihatannya terheran-heran.
”Donghae?”
Lho? Bagaimana bisa Donghae kenal dengan Joon?
”kalian sedang…?”
”ooh bukan onnie, kita hanya teman.”
”bagaimana kalo kalian duduk disini saja?” tawar Donghae.
”iya gabung saja disini Yoo Bin.”

Akhirnya aku dan Joon pindah ke meja Soo Young onnie.
”Long time no see Joon.”
Donghae memulai pembicaraan.
“iya, bagaimana kabarmu?”
“baik, kamu?
“aku baik-baik saja.”
“oh iya, ayah menitipkan salam untukmu.”
Ayah? Mwo? Jadi mereka..?
“oke, salam balik ya.”
“ibu juga kangen padamu. Kapan kau akan mengunjunginya?”
”mungkin akhir minggu ini.”
”hmm, oke.”
”oh iya, kamu yang waktu itu bertabrakan denganku kan?”
”iya, kamu masih ingat?” jawabku sambil sedikit degdegan.
”kalian sudah saling kenal?” Tanya Soo Young onnie.
”iya kita pernah bertemu sekali.”
”oooh.”
”Yoo Bin ayo kita pulang.” Joon tiba-tiba mengajaku pulang.
”kita baru sampai disini Joon.”
”ayolah!” dia langsung menarik tanganku.
”Soo Young, Lee Donghae aku pamit duluan ya.”

Soo Young’s POV

“kamu tertarik ya dengan Yoo Bin?”
”mwo? Apa maksudnya?”
”aku tanya, kamu suka dengan Yoo Bin?”
”kamu cemburu?” tanya Lee Donghae sambil memegang tanganku.
”aish, kamu memang ahli menaklukan wanita.”
”hahaha.. benar kamu cemburu.”
”lalu kalau aku cemburu kenapa?”
Cuup! Bibirnya menyentuh bibirku. Sudah lama aku tidak merasakan hangat bibirnya.

”Joon, Donghae itu..?”
”dia adiku, orang tua kita bercerai saat umurku 8 tahun. Aku ikut ibu dan dia ikut ayah.”
”tapi namamu?”
”margaku mengikuti marga ibuku.”
Tanpa berkata-kata lagi Joon masuk ke kamarnya.
Akupun mengambil gelas lalu menuangkan air kedalamnya. Huh, ternyata Soo Young onnie punya hubungan yang serius dengan Donghae. Pupus sudah harapanku-_____-
Sebenarnya aku tidak terlalu tertarik kepadanya, tapi aku sangat menyukai pribadi sopan dan ramahnya. Mungkin itu yang dinamakan rasa terima kasih bukan cinta.

Besoknya, aku mengambil cuti di kantor. Aku merasa tidak enak badan dari kemarin. Ryeo sudah berangkat sekolah daritadi.
TOK TOK TOK!
”siapa?”
”ini aku, Joon.”
”ah Joon, masuk saja tidak dikunci.”
”kamu sakit?” Joon menghampiri ke tempat tidurku. Lalu dia meletakan tangannya di atas kepalaku.
”panasnya tidak begitu tinggi.”
”Joon.”
”ada apa?” jawab Joon tanpa ekspresi.
”maafkan aku ya.”
”maaf untuk?”
”aku ternyata salah menilai dirimu.”
Joon memandang wajahku. Lalu dia mengusap pipiku.
”it’s okay.”
”Joon aku..”
Tiba-tiba bibirnya mengusap bibirku. Sensasinya sunnguh berbeda. Di sela-sela kami berciuman.
”Joon apa yang kamu lakukan?”
”aku melakukan apa yang kamu lihat.”

MIANHAE YA KALO FF NYA GJ. INI FF PERTAMA AKU.
TOLONG KOMENNYA YAA!!!
GAMSAHAMNIDA!

Comments on: "Aku Melihat Apa Yang Kamu Lakukan" (4)

  1. hai..
    ffny abagus chingu…
    lanjutkan,,

  2. kependekan…tp bagus kok^^
    simple dan tidak berbelit2..sukaaaaaaa🙂

  3. muachkpop said:

    Sayangnyaa nggak di lanjutin niee xDD

  4. naputcan said:

    waah agak nanggung nih akhirnya,kata2nya jg agak belibet (?) hehe mianhae

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: