more fantasy about k-pop

This is not for competition.

Title: Dear God of Affair : Till The Time Has Come for Her to be Mine (YongSeo ver)

Author: ayoshiari

Pairing: Yonghwa/Seohyun, Kyuhyun/Seohyun

Summary: Syuting We Got Married telah usai. Mereka akan kembali menjalani hidup seperti biasa, seperti semula. Namun…Yonghwa merasakan sesuatu yang berbeda.

Rating: G

Genre : Drama, Romance, Fluff

Length : Oneshot

Disclaimer: I do not own YongSeo, but I want Kyuhyun to be mine XDDDD

 

Malam SBS Gayo Daejun, 29 Desember 2009. 11.45PM KST

 

Gini nih kalau panggilan alam tidak bisa dikoordinir sesuai kehendak hati. Ketika SNSD sudah hendak meninggalkan lokasi Gayo, Seohyun mendadak minta ijin ke toilet. Karena eonni-deul-nya sudah kecapekan dan tidak punya tenaga turun dari mobil, Seohyun terpaksa sendirian kembali ke SBS Hall, menuju toilet di sayap timur gedung indoor tersebut.

Sekitar lima menit kemudian, Seohyun ngibrit dari toilet wanita terburu-buru. Kalau lebih lama sedetik lagi, pasti sesampai di basement parkir ia didadar-gulung eonni-deulnya.

“HYUUN-AH~~!!”

Seohyun menghentikan derap langkah kakinya. Sebuah suara menyeruak dari belakang. Apa suara asing itu memanggil namanya? Koridor tempat Seohyun berdiri sepi bukan main, siapa yang kurang kerjaan teriak-teriak di situ? Rambut kuncir kuda Seohyun bergoyang-goyang saat ia menoleh ke belakang mengecek si empunya suara.

Seorang pemuda berambut coklat acak-acakan seleher berjalan menghampirinya. Ia masih mengenakan kostum MC yang dipakai di stage tadi.

“Ah! J-Jung…Jung Yonghwa-ssi?” Dengan canggung, Seohyun menyebutkan nama pria yang tengah berjalan cepat ke arahnya. “Waeku—“

Syuuut! Grep!

Pengen lihat aksi spektakuler bulan ini? Tau-tau Yonghwa mencengkeram lengan Seohyun, menarik pinggangnya, kemudian menekan tubuh magnae SNSD itu ke dinding. Adegan itu terjadi begitu cepat, kalimat Seohyun bahkan terputus seketika.

“Yo-Yonghwa-ssi…” Seohyun menatap Yonghwa heran. Apa-apa-an nih cowok, kenal juga nggak, berani sentuh-sentuh badan orang?

Cup. Yonghwa menubrukkan bibirnya di bibir Seohyun mesra. Menguncinya dengan segenap energi sisa-sisa, maklum di Gayo Daejun tadi, ia sempat stress karena speech-nya amburadul semua.

Jantung Seohyun berdegup kencang. Matanya membelalak shock. Ini gila! Tak disangka tak diduga, Jung Yonghwa, pria yang bahkan belum pernah ia ajak bicara, mencuri ciuman pertamanya.

 

***

 

Dua bulan kemudian. Februari 2010. Lobi MBC Building. We Got Married Scene.

 

Lutut Seohyun langsung lemas. Demi apa calon suaminya adalah salah satu member CNBLUE? Setiap kali ia mendengar kata CNBLUE, pikirannya langsung kalut, teringat akan kejadian malam dua bulan yang lalu di gedung SBS Hall. Selama dua bulan itu pula, ia menyembunyikan kenyataan bahwa Jung Yonghwa, leader band pendatang baru CNBLUE, menciumnya di depan toilet.

Yonghwa menatap Seohyun heran. “Annyeonghaseyo. Sebenarnya akulah suamimu.”

“NE?” oops!

Member CNBLUE yang lain justru tertawa-tawa.

“Jinjjayo? Jinjja?”

Yonghwa maju membungkuk 90 derajat, lalu tersenyum. “Bangapseumnida~!”

Seohyun hanya diam mematung, pura-pura sok cool dan sok innocent. Weitts! Kenapa sikap Yonghwa tenang sekali? Masa dia lupa pernah mencium gadis di hadapannya dua bulan lalu?

“Seohyun-ssi, apa ada yang ingin kau lakukan malam ini?” kata-kata Yonghwa agak awkward, persis orang yang baru pertama kali bertemu. Wey wey wey, apa-apa-an ini? Aktingnya pintar sekali!

“Ah…eng…” Seohyun sumpah blank. Ia menarik napas dalam-dalam. Sudahlah, lupakan soal dua bulan lalu. Mari bangun kembali hidup yang baru sebagai istri Jung Yonghwa.

 

Hampir setahun dan pernikahan mereka berjalan baik-baik saja. Yonghwa bahkan membelikan Seohyun sebuah gitar pink dan mengajarinya. Hingga sampailah pada hari terakhir syuting We Got Married. Mereka harus berpisah karena CNBLUE mulai sering konser keliling Asia, begitu juga SNSD yang akan memulai aktivitas di Jepang.

Mungkin ini terlihat sederhana, tapi tidak bagi Yonghwa. Ia sudah terkait pesona Seohyun. Bagaimana bisa ia hidup tanpa Seohyun di sampingnya? Setelah acara ini selesai, apakah ia masih boleh menghubunginya? Mengajaknya bertemu? Menelepon dan bercerita segala sesuatu seperti yang ia lakukan dulu?

 

***

 

12 Desember 2010. We Got Married Last Scene. Beranda rumah YongSeo Couple.

 

Mereka berdua bersandar di balkon sambil memegang cangkir berisi cokelat panas, memandang kosong ke rumah-rumah di bawah mereka. Malam itu salju turun sedikit deras, sehingga halaman rumah mereka putih kemana-mana.

“Ah~~ cotda!” Seohyun merentangkan tangannya. Dan ia memakai kalimat informal.

“Wah, kau berbicara informal pada suamimu? Ini akan jadi terakhir kalinya kau berbicara begitu padaku,” tukas Yonghwa.

Seohyun berteriak lebih keras. “Cotdaaaa!”

“Wae wae wae? Kau suka berpisah denganku?”

Seohyun menggeleng. “Ani, aku senang karena…aku tidak menyesal sama sekali telah menikah dengan Yooong~”

“Jinja?” cowok di depan Seohyun menatap lembut.

“Keunde…aku hanya menyesal, mengapa waktu kita hanya sebentar untuk mengenal satu sama lain…”

“Jaa~~shik!” Yonghwa nyengir, mengacak-acak rambut Seohyun, tapi dalam hatinya ia sedih bukan main. Apa ia masih bisa melakukan ini besok? Senyum patetisnya terkembang, mencoba untuk menahan airmata yang hendak menetes.

Cankkaman, harusnya reaksi Seohyun adalah malu tersipu dan meleleh terbawa suasana, tapi mendadak ia teringat sesuatu. “Ah! Yong, ada sesuatu yang ingin kukatakan…”

“Mwo?”

“Sudah lama aku ingin menanyakan padamu tapi… aku tidak tahu kau masih mengingatnya atau tidak tapi…”

“Mwo? Kau menyembunyikan apa selama itu?” w-wait, Yonghwa mulai grogi. Oh demi Tuhan, apakah yang ia sembunyikan itu perasaanya? Seohyun ingin…andwae! Itu mustahil!

“Aku ingin menanyakannya, tapi Oppa pasti akan mengalihkan topik…”

Nah nah, perasaan Yonghwa jadi aneh. Jadi melayang-layang. “Mworago?”

Seohyun berbalik membelakangi balkon, ia baru sadar ada beberapa kamera di depannya. Ah iya, mereka sedang syuting WGM. Bisa bahaya kalau ia keceplosan bicara, tim WGM tidak mengeditnya dan terjadi skandal terbesar tahun 2010. Beritanya akan beredar bahkan sampai ke seluruh Asia. SNSD akan dicerca dan di-bashing…aigoo.

“AH! Aniyo, aku sudah lupa.”

“Ja~shik! Keure! Mari kita berteman sekarang!” Yonghwa mengulurkan tangannya yang besar.

Seohyun menerima uluran tangan itu, dan mereka menghabiskan waktu dengan melihat pemandangan malam kota Seoul dari beranda.

“….cut!” suara PD-nim memotong suasana haru. “Terima kasih atas kerjasamanya!”

“Ne, kamsahamnida kamsahamnida.” YongSeo membungkuk bersamaan. Dan pernikahan mereka pun selesai sampai di sini. Yonghwa merasakan sesuatu yang ganjil. Sesuatu yang seharusnya ada, namun tiba-tiba menghilang.

Ia tidak ingin berpisah dengan Seohyun.

“Seohyun-ah,” panggil Yonghwa ketika syuting telah berakhir dan mereka berdua keluar dari rumah.

“Ne?”

“Manajermu tidak ada akan? Bagaimana kalau kau kuan—“

“Seohyun-ah! Yaaa!” sebuah suara nge-bass memotong kalimat Seohyun. Seorang pria tinggi, berambut pendek memakai jaket hitam datang menghampiri mereka.

“Ah, Kyuhyun oppa, wasseoyo?”

“Kau sudah selesai? Aku hampir mati kedinginan menunggumu,” kata Kyuhyun.

“Mianhaeyo oppa.” Seohyun beralih pada mantan suaminya. “Yonghwa oppa, aku pulang dulu. Kita bertemu lain kali. Gomawoyo. Annyeong.”

Yonghwa melengos dan melihat pemandangan paling menyedihkan seumur hidupnya, ketika Seohyun dan Kyuhyun berbalik pergi menuju sebuah mobil sedan hitam yang terparkir tak jauh dari situ.

Rasanya mata Yonghwa mulai basah. Penyesalan memang selalu datang tiba-tiba, belakangan pula. Jadi inikah rasanya ditinggalkan orang yang kau sayangi? Semua sudah terlambat. Malang betul nasibmu, Yonghwa.

Seiring salju yang turun makin deras, Yonghwa masuk ke dalam mobilnya. Lama ia merenung di sana sendirian. Kepalanya bertumpu pada setir.

“Hyun-ah~” suara Yonghwa mulai bindeng. Dari tadi kerjaannya hanya memutar-mutar cincin pernikahannya dengan Seohyun. Ia berjanji akan menjaga cincin ini selamanya.

“Tuhan,” pintanya sambil menggenggam erat cincin perak tersebut.

 

Jika Kau ijinkan, aku mohon, putar balik waktu. Aku tidak ingin berpisah dengan Seohyun. Jika saja dulu aku menyatakan perasaanku, kejadiannya tidak akan seperti ini. Tuhan, aku ingin kembali ke masa lalu, ke masa ketika ini semua belum terjadi. Aku ingin memulai segalanya dari awal lagi…

***

 

“…Oppa! Yonghwa oppa! Ireona! Mwohaneun geoyeyo?” sebuah suara cempreng membangunkan Yonghwa. Matanya terbuka perlahan dan melihat gadis memakai wedding dress di hadapannya.

“Mwo? Shin Hye? Pa-Park Shin Hye? Mwo-mwoyaaa~? Apa yang kau lakukan di sini? Pa-pakaianmu…”

“Ya Oppa! Harusnya aku yang bertanya pada Oppa! Apa yang Oppa lakukan di sini? Ini sudah jam 12 malam lebih, Oppa tidak pulang? Gayo Daejun kan sudah selesai. Manager oppa menyuruhku mencari oppa, ehhh malah ketiduran di sini.”

Refleks, Yonghwa melotot shock. “Ga-gayo? Gayo Daejun? Ya! Kau ngomong apa sih—“ Yonghwa makin kaget melihat kostumnya. Kenapa ia memakai kostum formal seperti itu? “Sekarang… tanggal berapa?”

“Hah?” Shinhye geleng-geleng, pria di hadapannya amnesia mendadak apa gimana sih? “29 Desember…2009. Oppa pura-pura lupa ya?”

Mata Yonghwa terbelalak lebar hendak loncat keluar. “GILA!!” pekiknya keluar ruangan. Shinhye yang memanggilnya sudah tidak digubris lagi.

“Ya! Oppa! Ya! Neo eodiseyo? Oppa!”

 

Maldoandwe. Seraya menyusuri gedung, Yonghwa menyadari, benar, ini SBS Hall tempat terselenggaranya malam Gayo Daejun tahun lalu. Baju yang ia kenakan pun sama persis. Artinya… Tuhan mengabulkan doanya. Ia terlempar kembali ke satu tahun silam, di mana CNBLUE belum debut dan belum mengenal Seohyun sama sekali.

“Ini pasti mimpi! Mimpi!” berulangkali Yonghwa menampar pipinya tapi percuma, tetap saja sakit.

Yonghwa berjalan sempoyongan sepanjang koridor SBS Hall, ia tidak tahu sedang ada di mana. Otaknya masih belum bisa mencerna keajaiban ini. Bagaimana bisa ia ada di tahun 2009?

Rasa panik campur tegang campur gelisah campur takut campur kaget menyelubungi Yonghwa saat ia melihat seorang gadis jangkung, berkulit putih bersih dengan rambut ekor kudanya bergoyang-goyang keluar dari toilet wanita. Seohyun.

“HYUN-AH~!”

Uppps! Mampus. Yonghwa keceplosan.

Seohyun berbalik untuk mengetahui asal suara.

Ani, apa yang harus Yonghwa lakukan? Waktu itu mereka belum saling kenal, bahkan tidak pernah berbicara sekalipun. Tapi ini mungkin kesempatan pertama dan terakhir kali bagi Yonghwa. Pria ini memutuskan berjalan mendekati Seohyun dengan kecemasan dan kebingungan 100 persen di otaknya.

Ia mesti bilang apa coba? Cerita bahwa ia datang dari tahun 2010, bahwa ia adalah calon suaminya di acara We Got Married? Nonsense, yang ada ia disepak dan ditangkap sekuriti.

Langkah Yonghwa semakin mendekati Seohyun.

 

Cepat…cepat… apa yang harus kukatakan? Ppalli Yonghwa, pikir! Ia tak punya banyak waktu. Tujuan utama Tuhan mengabulkan permintaan Yonghwa dan melemparkannya ke tahun 2009 adalah agar pria ini dapat menunjukkan rasa cintanya pada Seohyun, jauh sebelum We Got Married dimulai. Jauh sebelum mereka berdua berpisah. Tapi…eottohke?

Yonghwa sudah kehilangan akal. Saking ruwet isi kepalanya, ia langsung mendorong Seohyun ke dinding, dan mencium bibirnya.

Mau tahu apa reaksi Seohyun? Berhubung kejadian ini bahkan belum pernah ia bayangkan sebelumnya, Seohyun hanya terpaku. Kaku. Matanya terbuka selebar pintu kamar mandi. Drrrt! Darah dan jantungnya berhenti bekerja.

“YAAA!!” Seohyun mendorong Yonghwa agar melepas ciuman. Yonghwa jatuh terduduk di hadapannya.

Bibir Seohyun mulai bergetar menahan tangis. Ini namanya pelecehan! Ia pun berlari terbirit-birit sambil mengusap-usap bibir.

Yonghwa sendiri, terlihat menyedihkan terlantar di lantai. Ia hanya nyengir, tersenyum dan mentertawai tindakannya barusan. “Yonghwa babo,” desahnya. Ia menekuk kaki dan memeluknya erat-erat, kemudian memejamkan mata. Benar-benar berharap itu cuma mimpi.

 

***

 

12 Desember 2010. 10.45PM KST. Di dalam mobil Kyuhyun.

 

“Seohyun-ah…kwaenchana?” tanya Kyuhyun sambil menyetir.

“Ah ne oppa.”

“Jinja? Kamu diam saja dari tadi.”

“Ah aniyo.”

Kyuhyun mengenal Seohyun bukan 1-2 hari. Tentu saja ia tahu mana ucapan jujur dan mana yang pura-pura. “Ya, kau tidak usah berbohong padaku.”

“Aniyo oppa. Na kwaenchanayo.”

“Ada yang kau sesali kan?” tebak Kyuhyun.

“Mwoyeyo?”

“Tolong ya, aku mengenalmu sudah sejak lama, Seohyun-ah. Semakin kamu berbohong, semakin kelihatan dari wajahmu,” Kyuhyun memandang gadis di sebelahnya lekat-lekat.

“Kata siapa?” Seohyun mengalihkan mata ke jendela.

“Dari tadi kamu lihat spion, lihat jendela, lihat hape. Kamu nyesel?”

“Nyesel?” Seohyun termenung. Apa…yang ia sesalkan? “Ah! Oppa! Stop! Stop!”

“Mwo?” Kyuhyun kaget, lagi ngebut-ngebut-nya kok disuruh berhenti.

“Minggirkan mobilnya.”

Kyuhyun menurut dan memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. “Seohyun-ah, waeyo?”

“Mianhaeyo oppa!” Seohyun buru-buru turun dari mobil dan menutup pintu terburu-buru. “Ada sesuatu yang harus kuselesaikan. Aku harus kembali ke tempat tadi.”

Biar perempuan, namun kemampuan atletik Seohyun tidak diragukan lagi. Ia lari terbirit-birit menjauh dari mobil Kyuhyun, merasa bahwa keputusannya kali ini benar.

“Dasar, anak itu. Chukahae Seohyun-ah. Haengbokhamnida,” gumam Kyuhyun satir.

 

***

 

Meski salju turun, meski badai menghalangi, meski gempa bumi terjadi pun sepertinya Seohyun akan terus berlari. Ia kembali ke rumahnya. Rumahnya dan Yonghwa hanya dalam waktu beberapa menit. Napasnya ngos-ngosan, tapi itu bukan lagi masalah.

“Ah, chajatta,” bisiknya.

Mobil Yonghwa masih terparkir manis di depan rumah, hampir terselubung salju.

“Yong Oppa! Yong Oppa!” Duk! Duk! Duk! Seohyun mengetuk kaca jendela. Yonghwa tertidur di dalamnya.

“Em? Se-Seohyun? Kenapa kamu ada—“ Yonghwa melek, mengerjap-kerjapkan matanya. Lho lho lho, sedetik lalu ia berada di gedung SBS Hall, kenapa sekarang berada di mobil?

“Aish Jinjja! Ternyata cuma mimpi!” gerutu Yonghwa, menepuk-nepuk dahinya.

“Eng…” sambung Seohyun berusaha ngomong sesuatu. “Boleh aku masuk?”

“Ne! Ne! Ne! Keuromyo~” Yonghwa membukakan pintu di sebelahnya. “Mian, pasti dingin sekali di luar.”

“Kamsahamnida.” Pipi Seohyun menggembung, meniup-niup tangannya yang hampir beku.

“Neo…ani ani…waeyo?”

“Mianhamnida, kukira tawaran oppa untuk mengantarku pulang masih berlaku…”

“Ah! Jinjja?” seolah-olah diguyur air surgawi, Yonghwa cengengesan. I got you! Ia tersenyum puaaaas banget melihat vice versa seperti ini. Keajaiban ini datang terlalu cepat! Yonghwa menstarter mobilnya penuh semangat.

“Ah oppa, mengenai hal yang ingin kutanyakan tadi…”

“Ne?” Yonghwa mengerutkan alis bingung.

“Keugo…aku tidak berani mengatakannya tadi jadi…oppa…oppa ingat apa yang terjadi setahun lalu?”

Rasa merinding kompak menyerbu Yonghwa. Memangnya ia telah berbuat apa setahun lalu? “Aniyo, memang apa yang kulakukan?”

“Oppa menciumku di depan toilet seusai SBS Gayo Daejun setahun lalu…apa oppa benar-benar tidak ingat? Hal sekrusial itu? Selama ini aku nggak berani menyinggungnya karena…karena oppa pasti menyangkalnya, kan?”

MWO?

Ckiiiitt! Mobil ngerem mendadak. Apa kata Seohyun barusan? Menciumnya di malam SBS Gayo Daejun?

Rasa-rasanya, kalau boleh, Yonghwa pengen pingsan dan guling-gulingan di salju. Bener. Ja-jadi yang ia alami barusan bukan mimpi? Tuhan benar-benar mengabulkan doanya! Ia kembali ke tahun 2009!

“Ah oppa waeyo? Kwaenchana?” Seohyun mengguncang-guncangkan tubuh Yonghwa yang mematung, shock.

Tapi jauh di lubuk hati Yonghwa, ia bahagia bukan main.

 

END

Comments on: "[ONESHOT] Dear God of Affair : Till The Time Has Come for Her to be Mine (YongSeo ver)" (14)

  1. Hah.,
    Untung gk jadi ma kyuhyun oppa..
    Hehehe
    Ceritanya bagus,,
    Lanjut.,
    Hehe

  2. aeee~~
    love this love this!!
    yo~ng lucu bnget dah, ampyun ampyun >.<

    yowes, yongseo silakan live happily ever after, direstuin bnget dah XDD
    kyu-nya buat aku aja *disepak* :p

  3. author~
    sy ngarep hyun sm kyu, eh ga jd /pdhl udh duga bkal balik sm yonghwa sih
    tp tp, sy pngen seokyu /plaak
    >___<v

    tp tetep, epep ny bagus kok.. ad couple WGM yg lain kahh?

  4. @j-hi I am sorry but… Seohyun belong to Yonghwa so Kyuhyun would be mine! kkk

  5. lumayan. seenggakny happy ending lah… tapi yg muter waktu itu seru banget

  6. keren deh idenya…
    good job ^_^
    love YongSeoKyu

  7. jeje_holic said:

    seru critany. . .pertama sih kesian liat yong. . .tp akhrny happy end. . Senangny. . .

  8. Endang sriyani said:

    Aq suka,aku suka ff yongseo mu,bkn lg ya yg cast mrk berdua.

  9. Shayonglovely said:

    Pernah bca deh tp lp dmna?Bgus…Ak ska yongseo couple…Bikin epep ttg mrka lg ya….

  10. aqu suka yongseo couple,entah knpa mreka ber2 cocok hihihi
    ditunggu ff yongseo lgi😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: