more fantasy about k-pop

I Will Not Let You Go

Title: I Will Not Let You Go
Author: Sera Beryls
Genre: Romance
Rate:  G ?? PG??
Lenght: OneShot
Summary: Too famous to had a girlfriend??
A/N: Fanfic pertama nih😛 jadinya rada kacau. Seharusnya ceritanya lebih panjang lagi, tapi sengaja dibuat lebih singkat. jadi keliatannya jalan ceritanya terlalu simple dan gampang dibaca :p maaf ya kalo ga jelas dan jelek. Namanya juga baru pertama kali. Please Comment!


—-

Membutuhkan waktu berjam jam hanya untuk menanyakan namanya

Membutuhkan waktu berbulan bulan untuk mendekatinya

Membutuhkan waktu berminggu minggu untuk menyatakannya

Dan hanya butuh beberapa menit yang singkat untuk mengakhirinya.

Sera Park Levvit, gadis tercantik yang pernah kulihat. Keturunan German dan Korea . Tetapi lebih terlihat German dibandingkan darah koreanya. Rambut keemasan yang bergelombang, kulit putih kemerahan, tinggi badan yang mencapai 173 centi, kaki yang jenjang dengan badan yang langsing, dan terlebih lagi mata birunya yang pekat.

Kau tidak akan percaya bahwa ia memiliki darah korea . Ayahnya adalah pembisnis ternama di German. Ibunya adalah seniman korea tetapi juga memiliki darah eropa. Sera Levvit tidak pernah menginjak tanah korea sejak ia masih kecil ketika kakek nya meninggal, tidak ada alasan lagi baginya untuk mengunjungi korea .

2 tahun belakangan ia memutuskan untuk kembali menetap di Korea, bersama kakak sepupunya Lee Yoona, seorang jurnalis di sebuah majalah fashion terkenal ‘Sparks’. Dan dari Sparks itulah aku bertemu Sera.

“Sudah pas sekarang?” Tanya seorang wanita dari bagian wardrobe yang sedang menambah jahitan pada bajuku.

“Ya ini sudah ok.” Jawabku. Wanita itu tersenyum malu malu lalu pergi meninggalkanku untuk membantu Taemin memakai boots nya.

Aku memutuskan untuk berputar putar disekeliling lokasi pemotretan dan melihat Jonghyun yang telah selesai dirias. “Jonghyun!” panggilku “Kau kelihatan ok”

“Oh tentu saja tentu.” Jonghyun dengan segala kepercayaan diri dalam dirinya menyatakan bahwa dirinya selalu tampan setiap saat. Yah terserah saja deh apa mau dia, ia memang selalu kelihatan keren dengan baju apapun.

“Kau juga kelihatan keren kok” katanya lagi. “Tapi dimana accessories mu?”

Aku baru menyadari kalau aku belum memakai accessories apapun. “Sial aku lupa! Maaf, bisa Bantu aku sebentar?” tanyaku kepada salah satu staff wardrobe yang sedang membantu Key.

“Maaf, tapi saya sedang sedikit kewalahan disini. Bicaralah pada Gadis itu dulu disana.” Ia menunjukkan tumpukan baju di sebrang.

“Oke” jawabku lalu segera menghampiri seseorang yang sedang sibuk di antara rak rak baju dan peralatan lainnya. “Maaf, saya tidak bisa menemukan accessories yang seharusnya kupakai sekarang.” Jelasku

Sebelum aku katakana hal selanjutnya, biar aku tanyakan padamu. Pernahkah ketika kau sedang berada di tempat pengap dan panas lalu tiba tiba saja kau membuka pintu dan segera angin menyeruak masuk dan mengelus wajahmu dengan lembut? Yah kira kira mungkin itulah yang sedang aku rasakan sekarang.

Ketika Gadis itu mendongak ke arahku, tiba tiba saja aku merasa seperti kehilangan otak dan tidak dapat berpikir akan apa yang akan kukatakan. Aku tidak percaya saat itu aku hanya berdiri dan hanya kata kata “ah…eh…ehm..” yang keluar dari mulutku. Aku seperti orang idiot dari zaman gua.

“Ya? Kau mencari accesoriesmu? Biar kubantu.” Gadis itu berbicara dan dapat kulihat ia sedang menahan tawa nya dan ketika ia tersenyum jantungku serasa ingin mendobrak rusuk rusuk dan melompat keluar.

Saat pertama kali melihatnya yang aku pikirkan adalah, apakah orang ini berbahasa korea ? Atau aku harus berbicara bahasa inggris? Tetapi aku sendiri terkejut ia berbicara bahasa korea dengan baik. Dan aku sulit mempercayai nya, ia 1% pun tidak mirip orang korea , tetapi ia berbicara dengan fasih tanpa aksen yang aneh aneh.

“Ya..eh..tentu..ya..terimakasih” Jawabku tergagap. Bagus sekali sekarang tiba tiba saja lidahku terasa kaku.

Aku mengikutinya menuju tempat dimana accessories bodoh itu berada.

“Butuh bantuan untuk memakainya?” Tanyanya.

“Ya, kenapa tidak, eh maksudku, ya aku eh- tidak pandai mengenakan accesories” Jawaban tolol ku lainnya. Sempurna sekali! Gerutuku dalam hati

Gadis itu kembali tersenyum “Aku tidak tahu memakai accessories butuh kepandaian yang tinggi”

Aku hanya balas tertawa kaku, menertawakan ketololan ku (lagi).

Untuk beberapa menit kami bekerja dalam diam (Oke mungkin ia yang bekerja dan aku hanya diam saja) aku tidak tahu mengapa aku tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun, berbeda dengan biasanya.

“Oke sudah selesai, aku kira sekarang kau harus cepat ke sana .”

“Gamsahamnida!” kataku berterimakasih, aku tahu aku harus pergi, tetapi aku tidak ingin. Yah setidaknya, aku tidak inginpergi sebelum tahu namanya “Yah terimakasih, ngomong ngomong aku Choi Minho” kataku lalu menyodorkan tangan.

Ia tertawa lagi “Tentu saja aku tahu kau Choi Minho, aku punya tv di rumah”

Tentu saja! Dasar kau Choi Minho bodoh! Tentu saja ia tahu namamu! “Oh oke tentu, lalu?”

“Lalu?”

“Lalu??” tanyaku lagi. Dan ia kelihatan bingung dengan menjawab lagi dengan kata ‘Lalu?’

“Lalu Siapa NAMAMU!” kataku tak sabar.

“Oh! Ya aku Sera Levvit, maaf” Ia menyambut salaman tanganku dan gilanya ia membuat tanganku berkeringat dan terlalu menjabatnya terlalu keras.

“Ya sekarang kita sudah tahu nama satu sama lain, kukira kau bisa melepaskan tangan sekarang?”

Tidak, aku tidak mau melepaskannya.

“Ehm, Choi Minho??” Sera menyerngit menahan sakit genggamanku yang keras. Aku tahu aku harus melepaskan tangannya dan berheni bersikap bodoh, tetapi aku tidak bisa, Aku hanya tidak ingin jika aku melepaskan tanganku lalu pergi dan menyelesaikan pemotretan ini dan blablabla~ dan aku tidak akan bertemu lagi dengan Sera Levvit, Gadis tercantik yang pernah kulihat.

“Tidak!” Jawabku “Aku tidak akan melepaskannya sampai kau mau pergi denganku!” Jantungku berdegup kencang saat mengatakannya.

Awalnya Sera terkejut, tapi kemudian tertawa “Apa ini? Si bintang besar Choi Minho ingin mengajakkku keluar? Baik itu tidak terlalu lucu, dengan siapa kau bertaruh?” Pandangannya Tajam tetapi ia tetap tersenyum. Aku sendiri kaget mendengar perkataanya “Bertaruh? Aku tidak sedang bertaruh! Sekarang aku harus segera pergi dan jawablah pertanyaanku.”

“Bagaimana aku tahu kalau kau sedang tidak main main?”

Aku langsung menyambar spidol hitam di sakunya dan menuliskan nomor teleponku di lengannya. “Kalau kau setuju telfon aku.” Dan aku langsung berlari keluar menuju tempat pemotretan dengan wajah mendidih malu dan jantung berdegup keras.

Acara pemotretan berjalan lancar, aku melakukan hal terbaik yang aku bisa hanya saja aku kesulitan untuk focus dan salahkan Sera Levvit, gadis berambut emas dan mata birunya. Aku takut ia tidak akan menelfon, dan aku takut tidak akan bertemu lagi dengannya.

“Hyung kita harus segera pergi, kau sudah selesai?” Tanya Taemin ketika kami telah menyelesaikan sesi pemotretan.

“Pergi? Sekarang?” Aku tidak ingin pergi, aku belum menemukan Sera dimanapun. “Baik, akan kususul, duluan lah.” Jawabku, lalu aku pergi mencari staff di bagian wardrobe dan menanyakan padanya tentang Sera Levvit.

“Sera? Oh ia pergi lebih awal, ia bilang ada urusan sebentar.” Jawab salah seorang staff pria.

Sebentar? Sampai kapan sebentar itu? Kapan ia akan kembali? “Baik kalau begitu, tapi tolong katakana padanya, -ehm, jika ia ingin spidolnya kembali hubungi saya secepatnya”

“Spidol? Jika ini hanya soal spidol kau bisa menitipkannya padaku”

“Tidak!” Sergahku “Maksudku, spidol ini harus segera diantarkan pada orangnya tidak bisa melalui perantara” Sunguh ini adalah alasan paling bodoh yang pernah kubuat. Walaupun pria itu kelihatan bingung tapi ia tetap setuju akan menyampaikan pesanku. Dan hal yang bisa kulakukan hanya menunggu. Aku benci menunggu!

Minggu ini terasa berjalan begitu lambat, aku menyeting agar telefon genggam ku bervolume full ketika menerima telefon, aku rajin mengeceknya beberapa menit sekali, kalau- kalau aku terlalu tuli untuk mendengar telefon berdering. Tapi tetap saja nihil.

Sabtu sore, aku mulai meyakinkan diriku sendiri bahwa gadis itu tidak akan menelpon.

“Hyung, kau baik baik saja?” seseorang mengetuk pintuku dan melongokkan kepalanya ke dalam kamarku.

“Oh hai Taemin.Ya aku baik baik saja, aku rasa”

Taemin masuk ke dalam kamarku dan ikut duduk di pinggir tempat tidur “Tidak, kau tidak baik baik saja. Hyung, aku tahu ada yang salah denganmu, minggu ini kau tidak bersemangat. Kau tahu, jangan menanggung ini sendiri oke? Aku akan selalu siap bila kau membutuhkanku.”

Oh Taemin, benar benar dasar bocah yang keterlaluan baiknya. Aku rasa taka pa bila aku bercerita padanya. Mungkin saja ia punya sesuatu yang akan membuatku merasa lebih baik.

Jadi disitulah aku menceritakan semuanya pada Taemin, dan reaksinya adalah : Ia TERTAWA. “Oh tuhan, Hyung ku tersayang jatuh cinta”. Jatuh cinta? Benarkah.

Dan pada saat itu pula telponku berdering. Demi bunga bunga ditaman! Ini bagaikan Taemin adalah kunci dari box cantik yang ingin kubuka dari dulu. Sera Park Levvit MENELPON!

“Anyonghaseo, Disini Sera Levit. Saya kira seseorang mengambil spidol yang tidak pernah saya punya.”

Dan aku seperti “SERA LEVVIT??!!” ya, aku berteriak di telepon dan terasa ingin pingsan saat itu juga.

“Astaga, ya aku Sera Levvit, maaf apakah aku salah orang?”

“Tidak, maaf karena berteriak aku hanya terkejut, kau akhirnya menelpon!”

“Ya aku menelpon karena ada yang menyatakan ia membawa spidol yang tidak pernah kupunya”

“Lupakan spidol, spidol itu sudah hilang karena kau tak kunjug menelpon”

“Aku sibuk, minggu yang melelahkan” katanya

“Aku sibuk, dan aku terus menunggu telepon mu sepanjang minggu” balasku. Ini kata kata yang memalukan dan aku mengatakannya didepan Taemin yang sedari tadi menahan tawa sampai hamper menangis. Tapi ini benar, aku menunggu sampai ingin mati rasanya.

Sera tak menjawab, mungkin ia merasa mual (aku harap tidak) “Baik” kataku lagi “Kau harus menebusnya”

“Menebus apa?”

“Makan malamlah denganku.”

Dan dari situlah, keajaiban terjadi. Aku dan Sera mulai dekat, kami sering pergi keluar bersama sama setiap malam –dan menyamar, aku tidak ingin para wartawan itu melihat dan berbuat keributan. Kami sering menelpon setiap ada waktu, kami bertukar e-mail, kami makan malam bersama, kami pergi menonton, kami melakukan segalanya. Dan aku katakana padamu, saat saat itulah aku merasa lebih hidup. Yah bukan maksudnya aku mati sebelumnya, hanya saja sebelum aku bertemu Sera semua berjalan begitu datar. Konser, Show, Pemotretan, Sesi rekaman, wawancara, meet and greet dengan fans fans Shinee yang keren dan aku mencintai mereka.

Yang tahu hubunganku dengan Sera hanyalah adik kecilku yang berwajah cantik, Taemin. Para member yang lainnya awalnya curiga mengapa aku sering pergi malam akhir akhir ini, tetapi Taemin menutupi nya untukku, membuat alasan bagus yang membuat mereka percaya. Bukannya ingin merahasiakan, hanya saja aku belum siap memberitahu semua orang sebelum hal ini menjadi resmi.

“Sera Levvit, bolehkah aku menjadi Namja Chingu mu?? ”

Pernyataan ini keluar dari mulut Choi Minho – mulut ku sendir?! – di depan Sera Levvit yang sedang mengunyah steaknya dan hampir memuntahkan steak itu ke wajahku (atau aku kira begitu).

Awalnya ia terdiam dan itu membuat urat sarafku hampir putus, lalu ia berkata : “ Minho , apa itu Namja Chingu??”

Dan ya, iya memutuskan urat sarafku. Demi steak panggang tolol! Bagaimana bisa ia tidak tahu artinya padahal ia berbicara korea dengan fasih!

“Apa itu chingu?” lanjutnya lagi “ Minho ? Kok diam saja sih?”

Aku bisa saja mencekiknya saat ini juga, tapi yang aku lakukan adalah berbisik di telinganya : “Sera Levvit, Will you be my girlfriend?”

Hari hari yang lebih indah dari sebelumnya. Malam itu hujan dan aku berlari menuju dorm dan segera mendobrak pintu Taemin, lalu aku melompat ke atas kasurnya dan berteriak : “Ia bilang ya!!”

Sera bilang ya. Aku tahu tidak seharusnya kami (Shinee) berpacaran, tapi aku tidak akan bisa dance ataupun bernyanyi lagi jika aku kehilangan Sera. Aku sendiri bahkan tidak percaya saat itu Sera Levvit, si gadis german yang menyatakan ia juga berdarah korea (dan aku tdak mempercayainya) menjadi milikku, pria paling beruntung di seluruh dunia, Choi Minho!

Setiap cerita memiliki klimaks. Untuk mempersingkat cerita, biar langsungku ceritakan klimaks ceritaku.

Saat itu hujan, kami selesai syuting sebuah acara talk show dan sangat kelelahan. Tapi malam ini adalah malam yang kutunggu dan tulangku tidak akan copot hanya karena talk show dan acara melelahkan lainnya. Malam ini aku akan merayakan 3 bulannya berjalan hubunganku dengan Sera dengan makan malam.

Kami sampai dorm sudah terlalu larut dan aku harus mengejar waktu jika tidak ingin telat bertemu Sera. Jadi aku memutuskan untuk tidak menyamar malam itu. Tetapi itu adalah pilihan yang salah. Tidak kusangka seorang wartawan melihatku berjalan terburu buru kesebuah restaurant mewah dan nekat mengikutiku.

Wartawan sialan itu memotretku dengan Sera, bagian paling parahnya adalah ketika aku mencium keningnya. Foto ‘Mencium kening’ itulah yang akhirnya terpampang di Koran Koran keesokan paginya.

Berita menyebar luas dengan cepat, hal yang paling menakutkanku selama ini terjadi. Fans – fans Shinee marah besar, mereka tidak setuju dengan hubunganku dengan Sera ‘gadis yang bukan siapa siapa dan tidak berhak bersama Choi Minho’.

Siangnya aku menghubungi telpon genggam Sera, tapi tak ada jawaban. Aku mencoba menghubungi rumahnya, setelah beberapa kali mencoba akhirnya Lee Yoona –Kaka sepupu Sera yang mengangkatnya. Ia bilang Sera sedang tidak ada dirumah dan seharian ini sangat mengerikan. Dari tadi telpon berdering dari orang tak dikenal memaki – maki Sera, kiriman paket berisi hal menyeramkan menumpuk di depan pintu rumah.

Aku merasa mual mendengarnya, dan juga merasa sedih. Mengapa fans fans ku mampu berbuat begitu kejam.

Para member Shinee kecuali Taemin terkejut dengan berita ini, sepanjang hari saluran saluran menyiarkan berita tentang ku dan foto laknat ‘Mencium kening’. Lalu aku membeberkan semua pada Jonghyun, key, onew. Mereka terkejut, tetapi tidak marah, karena mereka juga tahu bagaimana bila berada di posisiku, sungguh aku orang yang beruntung karena berada di sekitar mereka.

Malam nya aku akhirnya mendapat telpon dari Sera, awalnya aku meminta maaf berkali kali dan mengutarakan penyesalanku atas keteledoran yang telahku lakukan.

“Maaf, aku akan mengatasi hal ini aku berjanji” kataku. Bisa kudengar suara tangis yang tertahan dari sebrang telepon.

“ Minho ,” panggilnya dengan suara serak “Maafkan aku.”

“Maaf? Akulah yang harusnya meminta maaf,”

“Tidak minho, maafkan aku. Kiata tidak seharusnya bersama, bagaimanapun juga kau tidak akan bisa menghentikan jutaan perumpuan diseluruh dunia. Aku hampir kehilangan pekerjaanku, Yoona menyuruhku untuk pulang ke Jerman, dan maafkan aku. Aku rasa ini berakhir.”

Saat it juga jantungku terasa nyilu yang menyakitkan, tidak mungkin semuanya berakhir menjadi begitu buruk seperti ini. Sera menutup teleponnya sebelum aku sempat menjawab. Walaupun berkali kali aku mencoba untuk menelpon tetap tidak ada jawaban.

Aku marah. Belum pernah aku merasa begitu marah, terutama pada diriku sendiri. Aku tidak seharusnya dengan tolol keluar tanpa penyamaran. Aku tidak seharusnya pergi malam itu! Aku lelah, dan seharusnya aku tidur saja daripada pergi. Lebih baik Sera marah padaku untuk sesaat daripada harus mengakhiri semuanya.

Seperti apa yang kukatakan diatas, hanya membutuhkan beberapa menit yang memuakkan untuk mengakhirinya.

Taemin menemukanku membanting seluruh barang yang ada ke lantai, dan membuat tangan kananku berdarah karenanya. Taemin menenangkanku, ia memelukku dan meyakinkan bahwa semua akan baik baik saja. Yah ia yang terbaik.

Konfrensi pers, aku menyatakan bahwa aku sudah tidak berhubungan lagi dengan Sera Levvit. Itu membuat kemarahan para fans berkurang. Walau begitu aku tetap berusaha menghubungi Sera, nomor telepon genggamnya sudah tidak aktif, begitu pula nomor rumahnya. Aku menulis surat dan surat itu kembali padaku. Lee Yoona dan Serra Levvit telah pindah dari apartement mereka. Aku bertanya kepada majalah ‘ Sparks ’, mereka menyatakan bahwa kedua orang itu telah keluar dari sana . Aku mengirim e-mail dan alamaat e-mail itu sudah dihapus. Semuanya buntu. Aku kehilangan cara. Dan Sera Levvit telah pergi dari hidupku tanpa jejak.

2 Tahun Kemudian.

“Hei!! Selamat kalian semua kita berhasil! Mari rayakn ini!” Jonghyun berteriak penuh semangat. Tour konser album terbaru kami sukses besar dan sekarang saatnya berlibur!

“Aku mau makan!” Sambung Taemin

“Aku tahu! Restaurant enak! Ayo kesana” kata Onew “Tapi jangan aku yang traktir ya.”

“Terserah deh yang penting makan aku lapar” ujarku

Onew menunjukkan pada kami restaurant cukup terpandang, makanannya lezat dan terlihat banyak pasangan disini. Kami ber 5 menikmati makan malam lezat dan merayakan keberhasilan yang telah kami ukir.

Bunyi gelas berdenting, kami menoleh. Seorang pria menarik perhatian para tamu dengan dentingan gelasnya. Aku tersenyum kecil, tampaknya ia akan melamar seseorang disini.

“Para hadirin sekalian! Malam ini, saya Choi Siwon, ditemani oleh wanita paling cantik yang telah memikat hati saya. Sera Park Levvit.”

Gejolak Jantung tertikam. Tiba tiba saja aku tersedak hamburger dan ingin memuntahkannya kembali ke atas piring. Apa tadi pria itu bilang? Sera Levvit? Aku melihat keapda yang lain dan merekapun terlihat terkejut (kecuali Jonghyun yang dari tadi belum sadar dan terus makan, bodoh)

Tanpa merasa terganggu dengan batukku pria itu kembali melanjutkan “Sera Levvit,” ia membungkuk “Maukah kau menikahiku dan jadikan aku pria yang paling bahagia di dunia?” Pria itu mengeluarkan cincin nya dan para tamu ber ‘Oh’ melihat cincin berkilau yang kelihatan (dan sudah jelas sekali) mahal.

“Tidak aku tidak setuju!!” Teriakku refleks. Para tamu kelihatan terkejut pria itu menoleh kepadaku, dan juga Serra, ia yang sedari tadi duduk membelakangiku akhirnya menoleh dan kami bertemu pandang. Itulah dia, Sera yang selama ini kurindukan dan tak akan pernah bisa kulupakan. Ia masih Sera yang dulu, mata birunya dan rambut keemasan itu.

Pria bernama Choi SiWon itu berdeham “Maaf, ini tidak ada hubungannya dengan anda dan tidak ada hak bagi anda untuk tidak setuju”

Oh iya, dia benar. Sial. Aku berusaha tidak memedulikan pria itu “Sera!” panggilku, aku bingung antara akan menghampirinya atau tidak. Tapi aku ingin bicara dengannya. Sera menoleh padaku dan jelas jelas tampak terkejut.

“SiWon” Kata Sera akhirnya ia membuka mulutnya. “Biarkan aku bicara dengannya sebentar”

“Apa? Siapa dia?” Tanya SiWon dengan nada tak suka dan tatapan merendahkannya padaku.

“Tolonglah”

SiWon masih melemparkan tatapan tak suka padaku tetapi akhirnya ia setuju dengan terpaksa.

Sera memberi isyarat padaku untuk mengikutinya. Ia membawaku keluar restaurant, bukan tempat yang baik untuk berbicara. Dan tampaknya akan segera hujan diluar sini. Tetapi aku tidak peduli. Aku ingin melihatnya.

“Kau menghancurkan lamaranku.” Mulainya

Aku tidak menggubris pernyataan gusarnya “Dari mana kau selama ini?”

“Kau tahu kau tidak seharusnya ikut campur atas acara pertunangan orang dan sekarang aku tidak tahu ia masih akan melamarku atau tidak” Ia balas mengacuhkan pertanyaanku.

“Sera! Mengapa kau pergi begitu saja tanpa memberitahuku?!”

“Kita sudah bukan siapa siapa lagi ingat?! Kita putus! Dan itulah yang terjadi”

“Aku tidak pernah setuju kita berpisah! Aku tidak penah mau kita berpisah! Hanya karena Fans fans ku tidak menyukaimu!”

Kami berargument. Dan aku mengatakan hal yang menyebalkan dan tidak tahu diri. Langkah bodoh lainnya.

“Ya! Fans fans mu itu tidak menyukaiku!” Aku dapat melihat kilatan air di ujung matanya. Aku telah membuatnya menangis.

“Tapi aku bilang aku akan meindungimu! Tapi sebelum itu kau menghilang begitu saja, selama 2 tahun ini aku berusaha mencarimu tapi kau tak pernah kembali, kau pergi” Nafasku tidak teratur, orang orang yang lewat melihat pada kami, beberapa orang bahkan mulai memotret. Tapi aku tidak peduli. Terserah orang orang ingin bilang apa tentangku aku sudah lelah. Sekarang air air di sudut matanya mulai meleleh dan itu berdampak juga di mataku. Sudah lama sekali sejak terakhir kali aku menangis, tapi kali ini saja aku membiarkan mereka keluar. 2 tahun sudah aku pendam dan sekarang biarkan mereka keluar.

“Memangnya kau pikir 2 tahun ini aku tidak sengsara?! Aku berusaha kembali, tapi aku tidak bisa! Setiap hari Fans fans mu mengirimiku surat , mereka berharap aku mati! Bahkan mereka mengejarku sampai ke Jerman! Aku bahkan harus berpindah pindah tempat tinggal! Aku juga sakit tahu!” Sera berteriak sekuat yang ia bisa, ia marah, ia kesal dan ia tidak tahan lagi. “Bahkan sekarangpun mereka menonton kita!” Sera menunjuk ke sekeliling.

Kerumunan orang orang di sekitar kami benar benar sudah menjadikan kami sebagai tontonan, dan aku yakin sebentar lagi media akan datang. Sera menangis dan aku sudah tidak bisa melihat dengan jelas karena air mataku yang belum tumpah tapi sudah memenuhi pelupuk mata.

“Sera” Panggilku lembut. “Saranghaeyo”

Orang orang langsung ber’Oh’. Jarak kami hanya 2 meter, dan aku serasa ingin memeluknya. Tetapi Sera menjawab dengan gelengan. Ia menggeleng dengan pelan. Hatiku terasa hancur untuk kesekian kalinya.

Ia menggelengkan kepalanya dan ia menangis. Dan sekarang Choi Minho hanyalah pria patah hati yang membuat wanita yang ia cintai menangis. Masa bodoh dengan kerumunan orang orang ingin tahu ini, masa bodoh dengan suara media, masa bodoh dengan berita yang akan muncul esok pagi dan masa bodoh akan komentar sm nantinya.

“Sera,”

Pria itu lagi. Si pria berwajah bangsawan, Choi SiWon. Sempurna sekali, Sera akan bersama si bangsawan dan aku akan berakhir dengan hati terpuruk dan berita media esok pagi.

Choi Siwon mengahmpiri Sera, ia menghembuskan nafasnya dengan berat lalu berkata “Seperti yang aku kira, kau tidak pernah mencintaiku.”

Sera terlihat kaget mendengar hal itu, begitu pula aku.

“Apa maksudmu? Aku mencintaimu tahu!” Jawab Sera

“Ya, tapi tidak sebesar kau mencintai dia!” Choi Siwon menudingkan jarinya kepadaku (jika aku tidak salah lihat, ya aku yakin ia menunjukku). “Kau mencintainya! Dan jangan coba coba memungkiri ini! Aku melihatmu saat kita pertama bertemu, kau tidak bahagia. Aku tahu apa yang terjadi padamu dan si brengsek ini lah penyebabnya! ” Kali ini Choi Siwon melemparkan pandangan sebal ke arahku. “Dia yang membuatmu seperti mayat hidup selama beberapa bulan, dia yang membuat para fans fans itu mengirimimu hal yang tidak menyenangkan! Dan aku siap berada di sampingmu dan membantumu untuk melupakannya! Malam ini aku sengaja membawamu kembali ke korea , aku ingin membantumu melawan rasa takutmu. Tetapi itu diluar dugaan adalah langkah yang salah. Si dungu ini ternyata ada di malam yang seharusnya malam kita.”

Sera tertegun mendengar hal ini “Maafkan aku Siwon, tetapi kau salah! Aku mencintaimu.”

Siwon menggeleng, “Tidak” Ia lalu meremas kedua bahu Sera lalu memeluknya. Hal pertama yang ingin aku lakukan adalah mencekik mereka berdua dan lari sejauh jauhnya. Tetapi Siwon lalu berkata “Pergilah. Ia mencintaimu begitu juga denganmu, kau mencintainya dan tidak ada hal yang bisa kulakukan tentang itu.” Ia melepaskan pelukannya dari Sera, mencium kening wanita itu dan tersenyum sekilas padaku. Lalu ia berjalan pergi begitu saja.

Jadi tinggal kami berdua, dan kerumunan yang menonton, juga media yang baru saja datang dengan kamera ditangan. Tapi aku tidak peduli dengan segala kerumunan menyesakkan itu. Yang aku pedulikan hanyalah wanita berambut keemasa dengan mata biru yang ternoda oleh air mata yang membasahi pipinya. Aku memberanikan diri untuk mendekatinya, ia tidak mencoba untuk menghindar.

Lalu aku memeluknya, ia balas memelukku. Aku membisikkan kata maaf dan “Saranghaeyo” untuk pertama kalinya ia membalas “Saranghaeyo”.

Masalah lain untuk diselesaikan adalah media dan fans fans Shinee. Aku melepas pelukanku dan menatap mata Sera yang biru. Lalu aku menghadapi para wartawan yang kelaparan itu dengan tangan Sera dalam genggamanku. Kali ini aku tidak akan membiarkan Sera pergi begitu saja.

“Jika kalian butuh berita untuk dicetak keesokan paginya, maka akan kuberikan berita untuk kalian sekarang juga!” Aku berteriak pada kerumunan orang itu “Aku Choi Minho, salah satu member dari grup boy band Shinee, menyatakan bahwa mulai saat ini Sera Levvit adalah gadisku! Bila ada yang berkeberatan aku tidak akan repot repot untuk mengundurkan diri dari Shinee!”

Saat itu aku merasa mendapat dorongan keberanian yang hebat untuk mengatakan hal ini, seberapapun aku mencintai dunia bernyanyi, rap ,dan dance ini, aku lebih mencintai Sera Levvit. Dan lebih baik aku kehilangan pekerjaan itu daripada aku harus kehilangan ia sekali lagi.

Sesaat setelah aku mengatakan hal ini aku menarik Sera berlari menjauhi kerumunan. Hujan rintik mulai turun, tetapi kami terus berlari sampai para media dan kerumunan itu menghilang. “Sera, Saranghaeyo” Lalu dengan lembut kukecup bibirnya diantara hujan yang mengguyur kami.

END

“Kok Minho lama amat sih?” Kata Jonghyun kepada yang lainnya ketika semua hidangan dihadapan mereka habis.

“Maaf tuan tuan, restaurant akan segera tutup, dan kedua pasangan disana tadi juga tidak kunjung kembali, saya kira anda mengenal mereka?”

Mereka ber-4 menelan ludah.

“Memangnya kemana mereka pergi?”

“Yang pria pergi begitu saja, dan yang wanita berlari bersama salah satu diantara kalian tadi”

Dan akhir cerita ini berakhir dengan ke-4 member Shinee yang tersisa mengumpat dalam hati dan meraih lebih dalam ke dalam dompet mereka untuk membayar bagian mereka juga Champagne mahal yang dipesan oleh Choi Siwon.

Comments on: "I Will Not Let You Go" (4)

  1. vionaminho said:

    kyaaaaa…
    Keren bgt crita.a,,,,,,
    romantessssssss beud……..
    Seorang choi minho rela lepas shinee utk sera???????
    So sweeet…..tpi ntar balik lgi ya am shinee…wkwkwkw

    ff.a t.o.p

  2. TOP BEGETE
    ASLI KEREN BANGETNGETNGET
    DAEBAK XDD
    gatau apa yang mau di kritik. keep writing ya author saya selalu menunggu karya anda #ceilaaah😀

  3. Kereeennnnnn😀

  4. loPhLove_key said:

    minhoNy gila karena cinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: