more fantasy about k-pop

Black Car

TITLE : BLACK CAR
AUTHOR : HAPPY SIMAMORA / @happysimamora
GENRE : YAOI
RATE : PG15
PAIRING : onew, key, jonghyun SHINEE
LENGTH : ONESHOOT
SUMMARY : angst
WARNING : boyxboy
A/N : ff onkey ini ceritanya make crackfic , alurnya maju mundur hehe
saya lebih aktif di fb :
http://www.facebook.com/profile.php?id=1590875249

Mobil berwarna hitam itu lewat di depan mataku lagi.
Bahkan kanvas lukisku yang besar tidak menghalangi mataku untuk melihat siapa yang ada di balik kaca mobil itu..
Seorang namja tampan berkaus hitam dengan kacamata hitam pula sedang sibuk mengobrol dengan seseorang disebelahnya..
Aku menyipitkan mataku, benarkah..
Benarkah penglihatanku ini..
Key?

***

“jinki yaaaah ppaliii!!!” teriaknya sambil melambai lambaikan tangannya.
Aku memasang senyum lebar dan berlari kecil menghampirinya.
Kupeluk pinggang rampingnya, kukecup pipi kirinya sekilas.
“hyaaa~ kau tidak malu dilihat banyak orang babo!” omelnya sambil menjitak kepalaku dengan terlunjuknya.
Aku menggeleng, memeluknya makin erat.
“haha.. Jinki babo..” ledeknya lagi, dipeluknya tanganku yang memeluk pinggangnya dari belakang.
“saranghae nae key..” bisikku.
Dia memain mainkan pasir putih yang ada di kakinya, terkekeh.
“na do saranghae nae jinki~” katanya kemudian lari dari pelukanku.
Rambutnya melambai lambai indah terkena semilir angin pantai, suara tawanya, harum tubuhnya yang dibawa angin kehidungku.. Memabukkan..
Aku sangat mencintai namja cantik itu melebihi diriku sendiri.

***

itu dia!
Siapa lagi yang akan memakai highlight berwarna warni di poninya selain key?
Siapa lagi yang tersenyum dan membuat kedua tulang pipinya menonjol?
Siapa lagi kalau bukan dia..
Yang menatapku dengan mata kucing yang menawan itu..
BRAAAAKKK!!!
CKIIIIIITTTTT!!!!

***

aku mengerjap ngerjapkan mataku saat sesuatu menyentuh pipiku.
“eungh~” lenguhku.
“annyeoung jagi~” sapanya dengan senyuman yang kurindukan.
Kuangkat wajahku dari meja tempat ku berbantal untuk tidur semalaman.
Senyumnya masih disana.
Kilatan cantik matanya itu..
Pipi tirusnya itu..
Bibir tipisnya yang merah menggoda..
“KEY??!?” panggilku, kupegang pipi kirinya, gemetar. Tanganku gemetar menyentuh kulit putih mulus itu..
Dia memiringkan kepalanya, menyenderkan kepalanya di telapak tanganku.
Dan tersenyum.
Lalu menghilang..
Kukerjap kerjapkan mataku, kuedarkan mataku ke sekeliling ruangan yang sesak oleh kanvas kanvas hasil lukisanku..
ternyata aku baru bermimpi.
Kupegang pipiku, rasanya benar benar nyata tadi. Saat dia membangunkanku seperti biasa dengan mengecup pipiku.. Saat dia tersenyum padaku. Menatap ke dalam bola mataku.
“key..” lirihku sambil menatap ke layar handphoneku.
Bahkan aku belum mengganti background handphoneku, masih saja foto kami berdua.
Dia sangat cantik.
“yeppeo.. Neomu yeppeo..”

***

“hyung..” panggil suara lembut itu.
Aku mengerjap ngerjapkan mataku.
“ah, taeminnie.. Sedang apa kau disini?” aku menepuk kepala dongsaengku itu.
“khawatir sama hyung. Kangen hyung.. Hyung pulanglah..” pintanya, dia memelukku. Dongsaeng kecilku yang sangat manis ini ternyata merindukanku.
“sirheo.. Kalau aku pulang nanti saat key lewat sini aku tidak lihat..” kuusap pipinya.
“hyung! Key hyung sudah pergi.. Kau harus..”
“diam taemin, dia akan lewat sini dengan mobil hitam itu.. Sebentar lagi.. Aku harus mengatakan sesuatu padanya..” aku meremas lengan dongsaengku itu.
“hyung.. Kau membencinya karena meninggalkanmu?” tanya taemin.
Kudongakkan wajahku, menatap ke dalam bola mata yang mengilat ngilat ingin tahu itu.
Apakah aku membencinya?
Membencinya untuk meninggalkanku?
“na do molla..”

***

“jagi kau mau kemana?” tanyaku saat melihatnya mengemasi barang barangnya di kamar.
“liburan hehe..” jawabnya riang, dia masih terus memasukkan baju bajunya ke dalam tas.
“Liburan? Kenapa mendadak sekali?” kuhampiri dia, kududukkan tubuhku di samping tasnya.
“memangnya aku belum memberitahumu ya? Hmm.. aku dan teman teman dari klub akan pergi ke pulau jeju” jelasnya.
Aku bangkit berdiri, menatapnya kaget.
“klub dance mu?? Pulau jeju?? Andwae! Kau tidak boleh pergi jagi!” larangku.
“waeeee??? Aku sangat ingin pergi jagiiii~ jebaaaal~” rengeknya sambil menggoyang goyangkan bahuku.
Aku tetap melipat tanganku di dada, menggeleng mantap.
“hyaaaa lee jinki! Aku mau pergiiii~ hanya sebentar kok!” pintanya.
Aku menggeleng, kulangkahkan kakiku keluar dari kamar itu.
“sekali kau langkahkan kakimu keluar dari pintu rumah ini.. Aku akan membencimu seumur hidupku..” ucapku sebelum meninggalkannya di kamar itu.
Kulangkahkan kakiku ke ruangan favoriteku, kamar lukis.
Ruangan ini sangat nyaman, cahaya yang masuk dari jendela membuat ruangan ini terang tanpa lampu. Ruangan ini juga menghadap ke halaman. Sehingga aku bisa bebas melihat keluar sambil melukis.
Sementara key, kekasihku yang keras kepala itu biasa sibuk dengan dunia glamournya. Dia penari hebat kuakui, tapi aku tidak suka dia bergabung dengan klub itu.. Disana ada seseorang.. Yang amat kutakutkan akan mengambil key dariku.. Kim jonghyun..
Baru saja aku menggoreskan warna kuning di kanvas putihku itu, telingaku menangkap suara mesin mobil.
Kutolehkan wajahku keluar jendela.
Mobil hitam itu.. Punya.. Kim jonghyun??!
Sedang apa dia disini?
Kusipitkan mataku, mencoba melihat kearah seseorang yang duduk di samping namja brengsek itu.
KEY!!
Segera kulempar paletku.
Aku berlari menyusul mobil hitam yang membawa lari kekasihku itu.
“KEEEEYYYY!!!” Panggilku, aku terus berlari sekuat tenaga. Nafasku terasa sesak karenanya.
Dan kejadian naas itu berlangsung dalam hitungan detik.
BRAAAAAAAK!!!!
CKIIIIIIIIITTTTTTTTT!!!!
Sontak jantungku berhenti berdetak.
Deg
deg
deg
satu satu.. Sangat lambat.
Kularikan kakiku menuju mobil hitam itu.
“KEY KEY??!” Panggilku panik, kucoba menarik pintu mobil yang sudah penyok parah itu.
Macet!
“KEEEEEYYY!” panggilku lagi
KREEEK!
Terbuka!
Kulongokkan kepalaku ke dalam mobil itu, KOSONG?!
Bagaimana bisa???
“jinki..” panggil suara lembut itu.
Aku menoleh ke kiri.
Itu dia!
Tubuhnya masih utuh! Wajahnya mulus tanpa luka sedikitpun. Rambutnya masih tertata sempurna.
Dia tersenyum, lalu berlari.
“hyaaaa key!!!!” sergahku, segera kukejar dia.
Kaki kaki ramping itu berlari terus, menaiki jembatan penyebrangan, melewati sekumpulan orang yang sedang berpesta barbeque di jalan, melewati pertokoan yang ramai..
Lalu kakinya berhenti, di sebuah peron kereta bawah tanah. Dia masuk ke dalam kereta sesak itu. Segera kujejalkan tubuhku masuk ke dalamnya.
Kutengok ke kanan dan ke kiri, mana namja cantik itu??
KRIEEETT
pintu kereta terbuka, sepasang tangan terulur dari luar kereta itu.
Aku tersenyum.
Kugenggam tangan itu.
Dia membawaku lari, terus lari menaiki tangga peron itu. Sampai aku menyipitkan mata karena sinar menyilaukan yang menyambut saat kutapakkan kakiku diatas pasir..
Pasir?!?
Kuedarkan pandanganku keseluruh pantai yang sepi itu.
Ini pantai tempat aku biasa berkencan dengan key kan? Mengapa terlihat sekosong ini?
“kajja..” katanya sambil menarik tanganku. Kami berlari lari diatas pasir pantai yang sedikit basah terkena ombak itu.
Kududukkan tubuhku saat merasa puas berlari.
Dia hanya berdiri di sampingku, menatap ke arah laut.
Sesuatu dalam otakku berkata untuk membuka mulutku dan mengatakan semua hal yang kulatih siang dan malam jika bisa bertemu lagi dengan makhluk cantik ku ini lagi..
Kupejamkan mataku.
“key..” panggilku.
“ne?” jawabnya.
“mianhae..” kupegang tangannya.
Dia memiringkan kepalanya.
Aku berdiri dan berjejer di sebelahnya. Kusingkirkan poninya yang menghalangi matanya.
Kupegang kedua bahu itu.
“maaf aku egois.. Maaf, seharusnya hari itu aku mengantarkan kau sehingga kau tidak usah mengalami ini semua..” tenggorokanku tercekat.
Airmataku turun perlahan.
“jinki.. Uljima baby.. Uljima..” dia memeluk punggungku.
Kubenamkan hidungku di tengkuknya, kuciumi tengkuk nya.
“jangan membenciku..” ucapnya.
Aku mengangguk, masih dalam pelukannya.
“aku tidak selingkuh baby, tidak pernah sekalipun.. Aku hanya mencintaimu..” dia menggosok gosok punggungku lembut dengan kedua telapak tangannya. Kueratkan pelukanku di pinggangnya.
“kau percaya padaku kan baby?” tanyanya.
Kuangkat wajahku dari tengkuknya, kutatap mata kucing yang cantik itu.
Bagaimana mungkin aku tidak percaya sementara klatan cahaya dimatanya menyiratkan kejujuran.
Kudekatkan wajahku ke wajah cantiknya, lalu menghapus jarak diantara kami saat bibir kami bertemu.
Rasanya masih sama..
Manis..
“mianhae nae key.. Saranghae..” lirihku.
Dia tersenyum, membelai tengkukku.
“na do saranghae nae jinki.. Annyeoungg..” aku bisa melihat setitik sinar di pelupuk matanya, dia menahan tangisnya.
Agar aku bisa hidup tanpa perasaan bersalah setiap harinya.
Dia memasang senyum terbaiknya.
Agar malam malamku tidak dihantui oleh mimpi mimpi buruk tentang kejadian itu..
Dia menghilang..
Untuk membangunkanku dari semua mimpi mimpiku tentang dia yang kukira masih ada di dunia ini..
Aku hanya lupa saat itu dia sudah pergi..
Pergi bersama mantan kekasihnya, tapi bukan untuk mengkhianatiku..
aku hanya kurang beruntung tidak ada di balik setir saat itu, menggantikan posisi kim jonghyun..
Sehingga detik ini cuma aku yang masih hidup tetapi hatiku mati..
Hatiku mati saat kau pergi key.
Maaf, aku tidak bisa melakukan hal itu.
Kata kata jahat yang kuucapkan didetik terakhir pertemuan kita di kamar saat itu.
“sekali kau langkahkan kakimu keluar dari pintu rumah ini.. Aku akan membencimu seumur hidupku..”
aku tidak bisa.
Karena aku hanya akan terus mencintaimu..
Hei mengapa kau tidak menengok sebentar ke kamar lukisku?
Lihatlah ke kanvas kanvas yang kututupi dengan kain putih itu.
Pasti kau akan terkejut saat membuka kain putih itu.
Karena mendapati wajahmu sendiri disana dengan berbagai macam ekspresi.
Mulai dari tawa, marah, kesal, sedih, sampai saat kau tidur. Aku melukis itu semua key..
Untukmu, agar mendapat sedikit pujian dari bibir manismu..
“gomapta nae jinki..”
kau pasti akan berbisik seperti itu padaku kan?

Comments on: "Black Car" (2)

  1. wah,akhir crt.x sedih….

  2. jeje_holic said:

    critany sedih bner. . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: