more fantasy about k-pop

Angel Without Wings

TITLE : ANGEL WITHOUT WINGS
AUTHOR : HAPPY SIMAMORA / @happysimamora
GENRE : YAOI
RATE : PG15
LENGHT : 1S
WARNING : BOYXBOY
A/N : visit me on my fb : http://www.facebook.com/profile.php?id=1590875249

dia..
Lagi lagi tersenyum saat semua orang mencemoohnya.
Dia..
Lagi lagi tertawa saat semua orang menghinanya, membuatnya sebagai bahan tertawaan..
Dia..
Aku yakin, dia adalah seorang malaikat..

“lee taemin..” panggilku.
Malaikat cantik itu menoleh, memasang senyumnya yang manis itu.
“ah, minho hyung..” ucap bibir indahnya.
“kau sedang apa sore sore begini?” tanyaku, yang sedari tadi mengawasinya dari belakang dan tidak bisa menahan mulutku lagi untuk bertanya apa yang dia lakukan di halaman sekolah saat semua orang sudah pergi dari sekolah..
“ah, anu.. Tadi victoria noona menyuruhku menunggu seseorang. Yang mengirimkan surat cinta ini untukku..” wajahnya memerah sambil menyodorkan secarik amplop pink padaku.
Kuambil surat itu dan kubaca, aku langsung mengutuk yeoja licik itu.
“kajja taemin ah.. Kuantar pulang..” kuambil tas yang menggantung bebas ditangan kanannya.
“ah? Tapi pengirim surat ini belum datang.. Aku mau mengucapkan terima kasih hyung!” ucapnya dengan mata memelas.
“dia tidak akan datang..” ucapku sambil berjalan membawa tasnya.
“wae? Wae hyung??” tanyanya sambil berlari kecil mengikutiku ke tempat parkir.
“karena penulis surat iseng ini adalah victoria sendiri.. Dia hanya mau mengerjaimu taemin ah..” ucapku tanpa menoleh, kubuka kunci mobilku, dan kubukakan pintu untuk namja cantik yang sedang berdiri terdiam menatapku itu.
Matanya menyiratkan kesedihan..
Sedetik kupikir dia akan menangis..
“hehe.. Babo.. Aku bodoh sekali ya hyung..” dia malah memasang senyum sambil memeletkan lidahnya.
Aku terus menatapnya.
“kajja kita pulang!” dia langsung segera memasuki mobilku dan tersenyum menatap lurus ke depan.
Begitu seterusnya sampai tiba di rumahnya.
Dia akan selalu tersenyum.
Seperti malaikat, maafnya tak terhingga..

***

hari ini waktunya untuk berolahraga di sekolah, lagi lagi dia tidak ikut dan hanya duduk di pinggir lapangan bersama changmin seongsaenim.
dia menonton teman temannya sambil menyemangati mereka dengan senyuman dan tawa.
“hwaiting!!” serunya berkali kali.
Sementara yang lain hanya mencibir sesekali tersenyum mengejek.
Rasanya aku kesal sekali melihat mereka memperlakukan taemin seperti itu.
Hei, dia berniat baik pada kalian bukan? Dasar brengsek brengsek bodoh..
“choi minho apa yang kau lihat diluar jendela sana! Maju ke depan kerjakan soal nomer 14!!” tegur junsu seongsaenim padaku yang sedari tadi menatap taemin dari jendela kelasku.
Seluruh isi kelas hanya tertawa melihat spidol melayang ke jidatku saat aku tidak dapat mengerjakan soal matematika yang sama sekali tidak kumengerti itu.
Ah, ini semua karena pesona senyuman malaikat itu..

***

“hei kau tahu anak yang mengidap penyakit aids itu sedang di atap sekolah!” bisik salah seorang teman sekelasku.
Aku memasang kupingku baik baik, siapa katanya tadi?
“oh, namja yang rupanya seperti yeoja itu kan? Anak kelas 10-C kalau tidak salah.. Kenapa dia?” tanya seorang namja.
“biasalah.. Dia jadi bahan hujatan anak anak sekelasnya.. Aku tidak tega melihatnya diseret sedimikian rupa ke atap sekolah..”
aku tidak tahan lagi..
BRAK!
“hyaaa minho kau kenapa??” tanya temanku itu.
“mana dia?” tanyaku.
“nugu?”
“taemin! Kau bilang dia dikerjai, dimana dia sekarang???” kupegang kerah kemejanya kuat.
“eugh.. Di.. Diatas min.. Ho..” ujarnya,
segera kulangkahkan kakiku menaiki tangga menuju atap sekolah.
Kubuka pintu yang tertutup itu.
“aisssh.. Terkunci!” gumamku.
Segera aku berlari mundur dan mengambil ancang ancang hendak mendobrak pintu itu.
BRAK!!!
Pintunya terbuka!
Dan.. Eoh disitu si mungil itu..
“taemin.. Hh..” panggilku sambil terengah engah.
Dia tidak membalikkan tubuhnya namun menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Kubalikkan tubuhnya sehingga menghadapku.
Dia tetap menutupi wajahnya dengan kedua tangan kecilnya.
“jangan buka..” lirihnya saat kupegang tangannya.
“wae?”
“nanti kau jijik melihatku..” lirihnya lagi.
Perlahan kubuka tangannya, kulihat bibirnya yang berdarah. Sepertinya karena digigit terlalu kencang, matanya pun tampak sembab, seperti habis menangis.
“menjauh.. Nanti kau tertular..” ucapnya.
Aku mengerutkan alisku, kutarik tangannya dan kupeluk dia erat erat.
Dia kelihatan kaget saat aku memeluknya.
“bagaimana bisa kau menemukanku?” tanyanya masih dalam dadaku.
Aku tersenyum.
“karena aku adalah bayangan mu, aku akan menemukanmu dimana saja kau berada..” ucapku seraya terkekeh.
Dia menatapku dengan mata mengilat ngilat, lalu ikut terkekeh.
“kau menemukanku untuk membawaku pulang lagi ya?” tanyanya sambil memiringkan kepalanya, tentu dengan bibir tersenyum.
Aku mengangguk mantap lalu kegenggam tangannya erat..
“ya, aku akan selalu begitu. kajja.. Kita pulang..” ucapku sambil menuntunnya turun.

***

kali ini aku benar benar percaya malaikat itu ada.
Dia tepat ada disebelahku saat ini.
Dia baru saja memberikan bukunya pada teman sekelasnya yang kehilangan buku teks bahasa inggris, padahal temannya itu telah membuat sepatunya hilang kemarin (aku yakin mereka menyembunyikannya di suatu tempat).
“wae?” tanyaku.
Dia menoleh, memiringkan wajahnya dengan innocent.
“mwoya?”
“mengapa kau begitu baik pada orang orang?” tanyaku.
Dia mendengus lalu terkekeh.
“hya… Aku serius..” kataku sambil mencubit hidungnya pelan.
Dia menghentikan tawanya dan berdehem lalu menatapku.
“aku tidak punya alasan untuk bersikap jahat pada mereka..” ucapnya, tersenyum lagi.
Benar kan? Dia ini malaikat..
Bagaimana mungkin dia tidak punya alasan untuk bersikap jahat pada mereka? Sementara menurutku wajar jika suatu hari nanti taemin membantai seisi kelasnya dengan gergaji mesin (okay aku tahu ini tidak akan terjadi).
kuusap pipi kurusnya, dia menatapku dan semakin tersenyum lebar.
Rasanya ingin sekali bibir ini membisikkan kata..
“saranghae..” ucapku tanpa sadar.
Matanya yang semula menatapku dengan eye smile nya berubah menjadi melebar, kagetkah? Atau.. Takut?
“ah, mianhae.. Taemin ah.. Anu.. Itu..” aku mulai grogi, babo! Bisa bisanya kata keramat itu keluar dari bibir sialan ini!
Dia menundukkan wajahnya, tangannya saling mengait dan dimainkannya lembut.
“taemin ah?” panggilku.
Ku pegang bahunya dan kuputar tubuhnya agar menghadap kepadaku.
“kau menangis?” kagetku saat kulihat bulir bulir airmata menuruni mata indahnya.
“uljima.. Mianhae taemin ah..” kuusap airmatanya dengan ibu jariku, mengapa dia menangis?
“wae?” ucapnya dengan bibir sedikit berdarah, spertinya tadi dia mengigitnya lagi.
“hah?”
“mengapa mengatakan hal sejahat itu?” katanya.
Aku mengerutkan dahiku, bingung.
“jahat?”
“jangan memberiku harapan palsu.. Jebal, rasanya sakit jika orang yang kau cintai mempermainkan perasaanmu.. Aku sakit, AIDS! Kau tidak jijik? Kau tahu? Aku tidak apa apa jika mereka mengolokku, menjadikanku bahan untuk kesenangan mereka. Tidak apa apa.. Asal kau tidak seperti mereka hyung..” ucapnya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan kecilnya.
Apa katanya tadi?
“kau? Mencintaiku?” tanyaku sambil memegang lengan kurusnya.
Dia mengangguk lemah, aku tidak dapat menahan senyumku dan segera kupeluk namja cantik itu.
“saranghae.. Na do saranghae taemin ah..” ucapku sambil menciumi puncak kepalanya berkali kali.
Dia membenamkan wajahnya di dadaku, tangannya yang kurus melingkar erat di pinggangku.
Bisa kurasakan kepalanya bergerak naik turun.
Membuatku semakin tersenyum lebar, sudah cukup.. Sudah cukup airmatamu itu kau simpan sendirian lee taemin.. Sekrang aku yang akan menyelamatkanmu.. Dari semua sakit yang menderu tubuhmu.. Dari semua luka yang menghujam hatimu..
Aku..
Yang akan selalu menemukanmu saat kau mengilang atau bersembunyi dari kejamnya dunia padamu.
Aku..
“gomawo..” bisiknya lembut nyaris tak terdengar.
Aku menganggukkan kepalaku sambil tersenyum manis padanya.
Kali ini aku yang akan memberikanmu senyuman, agar kau tidak menjadi orang bodoh yang tersenyum sendirian..
Aku tidak peduli dengan semuanya, persetan dengan aids yang mendiami tubuh kecilnya! Bukan salahnya jika saat itu dokter keparat itu memakai jarum yang sama dengan pasien yang mengidap aids sebelum menyuntik taemin dengan jarum sialan itu. Aku tidak akan membuatnya merasakan sakit lebih dari ini.. Tidak akan pernah..

***

hari ini langit begitu gelap.
Seolah menggambarkan perasaanku saat ini.
“kyaaaa!”
gemuruh petir mulai terdeengar, membangunkan teriakan teriakan kecil yang ketakutan.. Tapi di antara teriakan itu.. Tidak ada teriakan malaikatku itu lagi..
“mari kita berdoa untuk ketenangan saudara kita Lee Taemin.. Semoga arwahnya diterima disisiNya.. Amin..” ucap salah seorang namja tua yang sepertinya adalah pastur atau semacamnya.
Kudongakkan wajahku ke dalam peti berwarna hitam yang terletak di atas liang tanah yang hendak menelan malaikatku itu.
“yeppeo..” bisikku saat melihat wajahnya yang begitu pucat, tapi tidak dapat menghilangkan kecantikannya.
“uhuuuu.. Huhu..” isak tangis terdengar.
Kuusap poninya yang menutupi dahinya, kukecup lembut dahinya yang sangat dingin..
Airmataku turun perlahan, jatuh ke pipi halusnya.
“saranghae taemin ah.. Selamat jalan malaikatku..” ucapku padanya.
Kuelus lagi wajah cantiknya, yang bahkan tersenyum sekarang ini.
Taemin pergi sore kemarin, tepat saat aku sedang melakukan perlombaan basket mewakili sekolahku di Busan.
Aku tidak menyesali kepergianmu..
Yang kusesali adalah aku tidak dapat menepati kata kataku..
Maaf, saat diujung nafasmu aku tidak ada disana untuk memberimu senyuman..
Maaf, karena membiarkanmu menghadapi semua itu sendirian..
Andai saja aku tahu, aku pasti akan berlari untuk menemukanmu..
Menemukanmu dan membawamu pulang..
Hanya kali ini kau memilih untuk pulang sendiri..
Kau hebat malaikatku..
ya, lee taemin adalah seorang malaikat..
Hanya saja dia lupa membawa sayapnya..
Sekarang malaikat ku itu sedang pergi untuk mengambil sayapnya..
Di surga..

Comments on: "Angel Without Wings" (5)

  1. annyong ..
    Reader bru disini ..
    Huaaa,, ff.a bkin sedih T.T
    tapi bgus bgt d^^b
    hehehe ..
    Nice ff chingu,, salam kenal🙂

  2. Jinjja?
    Gomawooooo
    hehe

  3. Choco9taem said:

    Kenapa ff sedih ini yaoi?
    Dan kenapa aku suka 2min?!

    Akh,,overall,Daebak Mamora-ssi

  4. jeje_holic said:

    ah ternyata saeng happy. . . .
    Pantes critany bgus. . .hehehe
    sedih ane, liat ketabhan ny si taem sm ketulusan cintany minho. . .
    Emang gak ada matiny d 2min. . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: