more fantasy about k-pop

[ONESHOT] I Missed You

Disclaimer: I’m not own character, but a story and Zhou Mi /plaak :p
Rating: PG -13
Length: Oneshot
Genre: Romance
Author : anasmiiii


Dia akhirnya debut. Debut dengan style yg sudah ditentukan perusahaan. Style yg juga memang disukainya sejak dulu. Semua orang melihatnya seperti seorang laki-laki cantik, kkotminam. Tapi….tidak untukku, aku tetap melihatnya sebagai seorang perempuan, sejak kami di trainee bersama sampai sekarang.

 

 

=======

 

 

“Oppa~” suara Krystal dan Sulli menyeruak terdengar begitu aku dan Zhou Mi ge masuk ke dalam ruang latihan. Ke 5 member f(x), Kyuhyun, Hangeng ge, Minho, Taemin, Taeyeon dan Sunny juga berada disitu.

 

 

Aku tersenyum dan mendudukkan diriku di sebelahnya yg asik memainkan ponselnya. Mimi ge duduk diantara Kyu dan Victoria jiejie, dipaksa duduk diantara mereka.

 

 

Dia akhirnya menyadari kehadiranku. Terukir senyum di wajahnya. Masa promosi memang melelahkan, apalagi ini pertama kali dia rasakan. Ingin rasanya membawanya pergi ke suatu tempat yg dapat membuatnya rileks.

 

 

“Akhirnya kalian datang juga. Ayo kita mulai acaranya!” Taeyeon berseru. Kami yg ada disitu, tertawa. Dia juga. Yaah, saat ini kami mengadakan perayaan kecil atas suksesnya debut f(x).

 

 

“Aku ingin bertanya, bagaimana perasaan kalian?” Han gege memulai dan memandang wajah member f(x) satu persatu. Tapi pandangannya langsung teralih ke arah Vict jiejie.

 

Semua orang disitu menunggu ucapan apa yg bakal dikeluarkan Victoria jiejie. Tapi, Vict jiejie tidak berujar apa-apa.

 

 

Ah Qian, ucapkan saja dalam bahasa ibu kita. Ada aku dan Hangeng ge yg menjadi translatormu.” Mimi ge menepuk pundak Vict jiejie. Kami semua tertawa pelan.

 

Vict jie akhirnya berujar, dalam bahasanya. Aku dapat menangkap apa yg Vict jie ucapkan. Senang dan lelah adalah hal yg utama. Member f(x) bergantian berbicara dengan disela celetukan-celetukan dari yg mendengarkan. Kami kembali tertawa begitu Taemin berkata ada yg lebih magnae dari dia.

 

 

“Ya~ Dari grup laki-laki, kau tetap yg termuda, Oppa~” Sulli mencibir ke Taemin, yg dibalas Taemin dengan tawanya.

 

 

Ah, magnae kalian tidak terlihat seperti magnae,” celetuk Minho. Krystal langsung memberikan death glare ke Minho. Hangeng ge mengacak rambut Minho ditambah dengan tawa kami lagi.

 

 

Acara kami berlangsung sampai tengah malam. Sayang memang mengakhirinya, apalagi dengan member-member grup kami yg tidak ikut karena sibuk.

 

 

Aku melihatnya ikut berdiri. Tapi tangannya tidak lepas dari ponselnya, seperti menunggu pesan atau telpon dari seseorang.

 

 

“Henry, kau mau kemana?” Kyu bertanya ketika tanpa sadar kakiku melangkah mengikutinya.

 

 

“Aku mau ke toilet,” ucapku cepat.

 

 

“Oke, kami tunggu di mobil.” Kyu, Mimi ge dan Han gege berjalan meninggalkan aku sendirian. Aku menyusuri lorong SM mencarinya.

 

 

Aku menemukannya di depan ruang musik bersama Sunny. Wajahnya terlihat muram. Dari yg dapat kutangkap dari jauh, Sunny berusaha menghiburnya dengan mengelus-elus punggungnya.

 

 

Dia berpaling ketika merasakan kehadiranku. Sunny juga. Senyum paham terulas di wajah Sunny.

 

 

“Henli-ah~, jaga dia,” ucap Sunny begitu aku berdiri di hadapan mereka. Sunny membungkuk pelan dan berlari kecil meninggalkan kami.

 

 

Hening yg aku dan dia rasakan begitu Sunny pergi. Wajahnya terus menunduk. Ponselnya masih berada dalam genggaman tangannya.

 

 

“Kangen mereka?” Dia mengangguk. Aku menghela nafas pelan.

 

 

“Aku juga. Tapi apa kau tahu, aku dapat menahan rinduku kepada mereka.”

 

 

Dia mendongakkan kepalanya cepat. Sejejak airmata yg mengering terlihat.

 

 

“How?” tanyanya serak.

 

 

Aku langsung merengkuhnya ke dalam pelukanku.

 

 

“Karena aku juga punya keluarga disini. SMTown. Tapi ada 1 orang yg memberiku kekuatan lebih, kau,” bisikku tepat ditelinganya. Tangisnya kembali pecah dipelukanku.

 

 

=======


 

Ekspresinya berubah mendengar perkataanku. “When?”

 

 

Aku menggembungkan pipiku. “Tomorrow.”

 

 

Dia langsung berdiri dan membelalakkan matanya ke arahku. Ah, aku membuatnya marah.

 

 

“How dare u~! Aish!” gerutunya kesal. Dia membuang muka dariku.

 

 

“Kenapa kau baru bilang?! Kau tidak menganggapku ada??” suaranya mulai serak. Ah, anak ini. Dia mudah sekali menangis.

 

 

Aku menariknya duduk kembali di sebelahku. Wajahnya tertekuk.

 

 

“I’m sorry. Tapi seharusnya kau tahu, kan kalau kami bakal comeback secepatnya setelah Super Junior selesai promo?!”

 

 

Dia menggigit bibir bawahnya dengan pandangan tak percaya ke arahku. “Neon~ kau masih mengelak setelah tidak bercerita apa-apa kepadaku?!”

 

 

Aku tertawa kecil melihat dia marah, dan menariknya ke dalam pelukanku. Dia meronta tapi berhenti perlahan ketika kudaratkan kecupan di ubun-ubun kepalanya.

 

 

“Kau tega, Hyuppa. Seharusnya kau lebih cepat bilang, jadi aku dapat mempersiapkan diri tidak bertemu denganmu selama berbulan-bulan. Aku sudah terbiasa ada kau disisiku,” gumamnya.

 

 

“Sssstttt, aku juga pasti balik ke Seoul kok. Kita pasti juga bertemu, meski tidak sesering sekarang.” Aku tersenyum lagi begitu mendengar panggilannya kepadaku, Hyuppa ^^

 

 

“Kenapa mesti ke China, sih? Dan kenapa f(x) juga tidak di China?” gumamnya.

 

 

Tawaku meledak mendengarnya. “Kau ini. Ayolah, jangan terus-terusaan sedih. Fansmu bakal sedih kalau kau sedih. Gadis-gadis itu bakal menangis kalau tahu Onpa nya menangis karena laki-laki lain,” ujarku jail. Dia langsung melepas pelukanku.

 

 

“Hyuppa~ fans perempuanmu lebih banyak! Noona-noona lagi! Aish!”

 

 

“Kau cemburu?”

 

 

“Dia mendelik mendengar ucapanku. Aku terkekeh melihatnya.

 

 

=======


 

“Happy birthday.” Itu yg sempat kuucapkan begitu nada di ujung sana tersambung. Dia diujung sana mendesah pelan.

 

“Hyuppa~” gumamnya.

 

 

“Saengil chukkahae, qu ni sheng er kuai le e~” nyanyiku dengan nada kacau. Tawanya terdengar.

 

 

“Gomawo,” sahutnya. Aku ber’yes’ ria tanpa suara. Mimi ge yg baru masuk ke dalam kamar menatapku heran. Tapi Mimi ge kemudian paham begitu melihat Kyu yg sedaritadi di dalam kamar, menutup telinganya dengan bantal sambil memainkan PSP. Mimi ge menggelengkan kepalanya dan masuk ke dalam kamar mandi. Saat ini Super Junior M berada di China, masa promosi album kami sudah dimulai. Tepat 4 hari sebelum dia berulangtahun. Dan seperti biasa, aku sekamar dengan Mimi ge dan Kyu.

 

 

“Hyuppa~ kau cepat tidur. Aku tau kau tadi habis show kan? Kau pasti lelah. Tapi ingat, jangan langsung tidur, bersihkan badanmu. Jangan buat Mimi ge selalu mengomelimu dan jangan bertengkar dengan Kyu karena hal kecil,” nasehatnya.

 

 

Aku manyun. Dia selalu tau kalau kau berubah manja apabila bersama SJM. “Ne~”

 

 

“Bye, Nite~”

 

 

Langsung memutuskan telpon tanpa bilang kangen. Sudahlah, beberapa minggu lagi kami bertemu. Beberapa minggu ==”

 

 

=======

 

 

Aku bertemu dengannya hari ini, setelah beberapa minggu itu. Wajahnya terlihat lelah, tapi berubah cerah begitu melihatku ^^

 

 

“Hyuppa~” serunya. Dia langsung berlari memelukku. Dia memang boyish, tapi berubah girly apabila bersamaku.

 

 

“Kalian berdua ini seperti bertahun-tahun tidak bertemu saja,” komentar Donghae hyung. Saat ini SJM dan f(x) berada di ruang tunggu yg sama. Aku dan yg lainnya baru saja datang. Sebentar lagi Korean China Festival bakal dimulai, acara yg dimana grupku dan grupnya diundang. Biasanya aku bakal gelisah sebelum naik panggung, tapi begitu melihatnya, kegelisahanku menghilang.

 

 

“Jangan usik mereka, Donghae,” tegur Han gege. Donghae hyung mengangkat bahunya dan berjalan ke arah Ryeowook hyung dan Luna.

 

 

“Kau mau apa?” Dia bertanya mendadak. Aku mengernyitkan dahiku heran.

 

 

“5 hari lagi ulang tahunmu, Hyuppa. Kau mau apa??” tanyanya mendesak.

 

 

Aku diam, tidak menjawab. Aku suka melihatnya kesal.

 

 

“Hyuppa~” serunya tertahan. Aku tersenyum simpul dan mengelus kepalanya.

 

 

“Nanti saja. Aku juga belum memberimu hadiah dan 4 hari lagi kita bakal bertemu di Dream Concert.”

 

 

“Hadiahku? Sudahlah, aku sudah senang dapat bertemu dengan kau. Daan, kau tidak ikut kami ke Korea?” Ekspresinya berubah cemberut.

 

 

“Tidak. Jadwal kami masih banyak disini. Tapi kami bakal kembali nanti. Tunggu kami,” ujarku.

 

 

“Aku hanya menunggumu,” gumamnya. Keegoisannya keluar, hanya untukku.

 

 

“Ara. Ayo sana siap-siap, grupmu sebentar lagi tampil.” Aku membalik badannya dan mendorongnya pelan ke arah member-member grupnya.

 

 

Dia berpaling sebentar ke arahku. Aku memberikan senyum menyemangati ke arahnya yg dibalas dengan senyum manis. Ya, manis, sangat.

 

 

=======

 

 

Ulang tahunku. Hhahaha. Aku terlalu senang. Kami semua berkumpul merayakannya. Aku benar-benar tak menyangka kalau mereka sengaja. Pasrah, itu yg kulakukan. Mereka sukses membuat wajahku berhias krim kue ulang tahunku. Yg paling aku ingat, dia tertawa keras melihatku kewalahan di kerjai Hyung-hyungku.

 

 

Mereka merayakan ulang tahunku sehari lebih cepat, beberapa jam sebelum Dream Concert, karna besok, ketika aku berulang tahun, SJM mesti kembali ke China.

 

 

“Nervous?” tanyanya. Aku berpaling cepat, terkejut, karena saat ini aku duduk sendirian, meskipun kami berada di ruang tunggu yg sama. Apalagi tadi aku melihat dia di sebrang sana bersama Krystal, Sica, Key, dan Taemin. Acara pestaku sudah selesai.

 

 

Aku mengangguk singkat. Ya, sangat. Aku sudah biasa melakukan show di hadapan penonton, ELF China. Tapi kali ini mesti melakukan di hadapan ELF Korea, meskipun bukan yg pertama kali tapi sungguh membuatku gugup. Yg aku yakin, Mimi ge lebih gugup lagi. 1st time bagi dirinya.

 

 

“Jiayou,” ucapnya. Dia duduk disebelahku, tersenyum hangat.

 

 

“Xie xie,” balasku dan mengecup pipinya sekilas. Wajahnya langsung memerah, apalagi ketika mendengar seruan Vict jiejie :p

 

 

=======

 

 

Hal yg paling tidak ingin kudengar ketika aku tidak berada disisinya adalah dia menangis tanpa aku, tapi saat ini, itu yg kudengar, dia terisak tertahan ketika menelponku selepas SS2 di Shanghai. Astaga, rasanya aku ingin langsung pergi ke Seoul dan memelukku dan mengatakan aku baik-baik saja, meskipun kuakui, hatiku sakit. Mimi ge yg selalu tersenyum pun, menangis. Syukurlah Kyuhyun dan Heechul hyung ada disisinya.

 

 

“Sstt, sudah, uljima~, i’m okay, please,” rayuku sebisa mungkin menghentikan tangisannya.

 

 

Dia diujung sana menarik napasnya perlahan.

 

 

“Tapi….kamu kan yg sakit?! Ayolah, keluarkan emosimu! Hyuppa, aku ingin sekali bertemu denganmu,” isaknya.

 

 

Aku memindahkan ponsel di telinga kiriku ke telinga kanan dan memijit pelipis. Banyak hal yg terjadi belakangan ini. Tapi yg paling menyakitkan adalah masalah Hangeng ge dan perlakuan ELF yg menghadiri SS2 Shanghai tadi, meskipun tidak semua ELF yg begitu, masih ada Strings dan Honey yg mendukung kami.

 

 

“Aku juga ingin bertemu denganmu. Kita pasti dapat bertemu secepatnya. Karena itu kumohon jangan menangis, kau membuatku cemas.”

 

 

Dia menggerutu kecil, senyumku terukir mendengarnya.

 

 

“Oke? Jangan menangis. Sekarang, cepat tidur, kau masih ada jadwal, kan besok?”

 

 

“Ya~” jawabnya singkat. Isakannya mulai menghilang.

 

 

“Good nite, sweetie,” ucapku lembut.

 

 

“Emmh,” sahutnya, wajahnya pasti memerah. Dia memutuskan telponnya kemudian.

 

Aku menatap ponselku sesaat. Ada yg mesti kulakukan. Akupun melangkahkan kakiku ke arah kamarku. Aku perlu mengeluarkan emosiku.

 

 

=======

 

 

Aktivitas SJM di China, di percepat selesainya. Kami semua kembali ke Seoul, begitu juga dengan Mimi ge, tapi hanya sebentar, karena Mimi ge bakal kembali ke Beijing. Selain istirahat, kami juga mesti kembali masuk sekolah.

 

 

Sekolah musikku bakal dimulai 4 bulan lagi. Aku masih punya lumayan waktu bertemu dengannya, tapi itu tidak semudah yg aku bayangkan. Jadwalnya penuh, ditambah f(x) bakal comeback sebentar lagi. Waktunya benar-benar tersita. Pada akhirnya, kami lebih sering bertukar kabar lewat segala alat komunikasi dibanding bertemu langsung. Kalaupun bertemu, itu tidak lama. Aaaah! Aku merindukannya..

 

 

=======

 

 

“Kau kesini hanya untuk bertemu Henli saja?! Kau tega!” suara Donghae hyung terdengar dari ruang latihan. Aku membuka perlahan pintu ruang latihan dan menemukannya bersama Hyung-hyungku di SJ.

 

 

“Ah, Henli, kemari. Anak ini kangen berat denganmu.” Heechul hyung berujar begitu melihatku datang.

 

 

Dia tersenyum malu mendengar ucapan Heechul hyung. Aku menggaruk-garuk bagian belakang kepalaku, sama-sama malu.

 

 

“Ya ya ya ya~ ada adegan percintaan anak kecil. Ayo kita menjauh.” Teukie hyung menggerakkan tangannya menyuruh member SJ yg lain mundur.

 

 

“Tidak mau, Hyung~, biarkan kami disini menontonnya~” Eunhyuk hyung menolak.

 

 

Aku memutar bola mataku dan menarik tangannya keluar ruang latihan. Seruan protes terdengar dari mereka, bahkan Siwon hyung pun ikut-ikutan.

 

 

Kami berhenti di balkon dalam SMEnt. Aku berbalik dan langsung memeluknya. Dia tersentak kaget tapi juga balas memelukku.

 

 

“Hemm, kau mencat rambutmu,” komentarku. Dia mengangguk dalam pelukanku.

 

 

“I missed u so freakin’ bad~” bisikku. Dia membalas dengan memelukku erat.

 

 

Kami disana cukup lama, merasakan kebersamaan kami yg mulai berkurang. 2 hari lagi aku mesti kembali ke Canada.

 

 

“You must keep calling and text messages for me, everyday~!” ujarnya tegas. Kami bersandar di pagar pembatas balkon dalam itu. Aku memainkan jemari tangannya didalam genggamanku.

 

 

“Hemm,” sahutku.

 

 

“Promise?” Dia menjulurkan kelingking kanannya. Aku menyambutnya. Kelingking kami bertaut.

 

 

“Sorry, i must go. Don’t cry, okay?” Aku mengelus kepalanya lembut. Dia mengangguk. Aku tahu, dia menahan tangis dan kesedihannya. Seandainya aku dapat tinggal lebih lama atau membawanya pergi bersamaku.

 

 

Wajahnya mendekat ke arahku. Perlahan, bibirnya mengunci bibirku. Ciuman lembut darinya. Pertama kali dia yg berinisiatif menciumku.

 

 

=======

 

 

f(x) comeback. Aku menonton 1st live mereka di YT. Dia terlihat manis dimataku, selalu. Suara seruan fansnya terdengar paling nyaring.

 

 

Aku kemudian mengalihkan kursor membuka MV-nya. Aku suka stylenya ketika melempar topi. Cute. Hhahahaha.

 

 

=======

 

 

“Dia baik-baik saja, kan? Tidak luka parah, kan?” Pertanyaan beruntun keluar dari mulutku. Saat ini tengah malam, dan diujung telpon sana, masih siang.

 

 

“Henli, Henli, tenang. Dia baik-baik saja. Dia hanya memeriksakan ankle nya yg sakit. Selebihnya tidak apa-apa. Tapi, kenapa kau menelponku? Bukankah lebih baik kau menelpon Song Qian atau dirinya langsung?” Zhou Mi ge bertanya heran diujung telpon.

 

Aku mengusap wajahku frustasi. Kalang kabut begitu membaca berita dia luka. Tanpa sadar malah menelpon Mimi ge.

 

 

“Ah, sorry, Ge. Aku bingung menelpon siapa. Qian jiejie dan dia pasti lagi sibuk,” ujarku.

 

 

“Jadi maksudmu lebih baik menelpon aku yg tidak ada schedule? Aish!” Mimi ge mengomel.

 

 

“Jiaah, bukan gitu maksudku, Ge.” Kenapa jadi salah paham?!

 

 

“Hhahaha. Tenang, Henli, aku bercanda. Rileks. Tapi kalau kau masih khawatir, cepat telpon dia. Itu lebih baik.”

 

 

“Baiklah. Xie xie, Ge.” Aku memutuskan telpon setelah sahutan Mimi ge.

 

 

“Apa aku mesti menelponnya sekarang?” Sedikit bimbang yg kurasakan, tapi akhirnya kutepis. Akupun menekan angka-angka yg sudah kuhapal di luar kepala.

 

 

Tidak ada jawaban. Aku kembali menelponnya. Bunyi kedua, ada sahutan.

 

 

“Hyuppa~ waeyo??” suaranya terdengar.

 

 

Aku menghela napas. “Seharusnya aku yg bertanya, ada apa dengan angkle-mu? Dan kenapa kau tidak memberitahuku?!” tuntutku kepadanya.

 

 

Jeda yg terjadi setelah ucapanku.

 

 

“Apa kau tidak menganggapku ada?” tanyaku sedikit menyakitkan, membalik ucapannya dulu.

 

 

“Aniya, aniya! Aku….aku cuma tidak ingin kau khawatir,” sahutnya cepat dan pelan.

 

 

“Really? Tapi kau tahu, kan, beritanya pasti cepat menyebar??” Aku masih belum puas dengan jawabannya.

 

 

Helaan nafas terdengar di ujung sana. “Hyuppa~, aku benar-benar tidak apa-apa. Please, don’t be angry. I really don’t wanna u worry. Please~” suaranya terdengar merasa bersalah.

 

Aku duduk di pinggir ranjang. Syukurlah teman sekamarku di Bekrlee sedang keluar malam ini. James pasti protes mendengar aku yg mengomel sedaritadi.

 

 

“Hyuppa~” tegurnya.

 

 

“Hem?”

 

 

“Jangan marah~” rayunya.

 

 

“Entahlah~” Mataku menerawang ke langit-langit kamar, membayangkan wajahnya yg merengek. Hal itu membuat tawaku meledak tiba-tiba. Suaranya terdengar kaget.

 

 

“Hyuppa? Ada apa??”

 

 

Kuseka airmata yg keluar. Aih~ aku kangen dia juga. Sangat.

 

 

“None. Aku hanya membayangkan wajahmu,” jawabku.

 

 

“Segitu lucunya kah wajahku sampai kau tertawa begitu?” gerutunya.

 

 

“Bogoshippo~” ucapku lembut. Entah hanya pendengaranku atau aku merasa dia menahan napas di ujung sana?

 

 

“Emm….na do~” sahutnya. Aku terkekeh mendengarnya.

 

 

“Eh, ngomong-ngomong disana sudah lewat tengah malam, kan?! Kenapa kau belum tidur?!” suaranya berubah galak.

 

 

Aku menggaruk kepalaku. “Errrr….”

 

 

“Bukannya ‘errrr’, Xian Hua, ayo cepat tidur. Kau besok mesti sekolah!” Dia terdengar seperti seorang ibu. Dan kebiasaannya apabila mengomeliku adalah menyebut chinese name ku.

 

 

“Ye~ ara ara. Aku tidur. Kau juga, tidur sana, tidur sayang, dan ingat, jaga kesehatan. Aku suka melihat pipi chubby-mu.”

 

 

“Liu Xian Hua~~ cepat tidur, nite!” Dia langsung memutuskan telponnya, yg aku yakin dia pasti malu. Hhahahaha😄

 

 

=======

 

 

Yang kudapat ketika menyalakan laptop pagi berikutnya adalah email rencana konser SMTown. Schedule. Aku hadir di SMTown LA dan Shanghai, untuk sementara. Tapi di daftar nama performer, aku menemukan namanya tidak ada. Apakah ankle-nya masih sakit?

 

 

Entahlah, yg pasti aku kembali khawatir. Ingin menghubunginya, tapi dia pasti sudah tidur. Yaah, nanti malam saja, aku harus cepat-cepat ke kelas pagi ini.

 

 

=======

 

 

Dingin. Udara malam di Boston bisa juga sedingin ini. Aku merapatkan jaketku dan berjalan ke pinggir sungai buatan di salah satu taman. Meskipun malam, taman ini tidak sepi. Masih banyak orang berada di taman ini, entah bersama keluarga, teman-teman atau pun kekasih. Heh, kata terakhir membangkitkan ingatanku akan dia.

 

 

Lagi-lagi penyakit kangenku kumat. Ditambah dia seperti menghindariku. Entahlah, aku tidak mau berpikiran buruk. Dia pasti punya alasan, tapi semoga bukan alasan yg bakal membuatku tambah frustasi.

 

 

“Kau tidak merasa kesepian berdiri di sini sendirian, sedangkan orang lain bersama teman-temannya?” sebuah suara mendadak terdengar dari sebelah kiriku.

 

 

Aku sangat mengenal suara ini. Orang yg baru saja kupikirkan. Benar saja, dia berdiri di hadapanku dengan senyum terukir di wajahnya. Senyum yg membuatku hampir berteriak.

 

“Hi Hyuppa~” sapanya polos. Bukannya membalas, aku langsung memeluknya erat. Dia membalas pelukanku.

 

 

“Oh yeah, ini alasanmu menghindariku selama ini? Jarang membalas sms ku, padahal kau sendiri yg minta di kirimi tiap hari. Sengaja sibuk ketika aku menelpon dan segala macam. Inikah?” Aku menuntut penjelasan.

 

 

Dia terkekeh mendengarnya. Aih, membuatku gemas. Aku melepas pelukanku dan menatap wajahnya. Wajahnya benar-benar polos, jadi jangan salahkan aku karna aku menciumnya.

 

 

Satu kecupan lembut di bibirnya. Hangat yg menjalar ke tubuhku.

 

 

“Hyuppa~ do u miss me?” Dia bertanya setelah kami duduk di rerumputan sepanjang sungai.

 

 

“Perlu aku jawab? Kau yg harus menjelaskan alasanmu kepadaku.” Aku mengacak rambutnya.

 

 

“Emmm….” gumamnya menggodaku.

 

 

“Jangan cuma ’emm’. Ayo jelaskan!”

 

 

Tawa kecilnya keluar melihat aku yg terus mendesaknya.

 

 

“I just wanna make a surprise for u, Hyuppa~ I knew, a half of ur heart wanna back to Seoul but another half of ur heart wanna stayed here, rite?”

 

 

Aku tersenyum. Dia paham apa yg kurasakan. Yaa, setengah-setengah hatiku ingin kembali ke Seoul dan tetap disini. Aku kangen SMTown, terutama Hyung-hyungku di SJ dan juga Mimi ge serta Kyu. My buddies!

 

 

“Eh, your ankle, how?” Aku kembali teringat. Disetiap telpon yg kutanyakan, dia selalu menjawab baik-baik saja. Tapi aku perlu memastikan.

 

 

“It’s okay. Little bit hurt, but it’s okay.” Dia menjawab dengan santai.

 

 

“Really?”

 

 

“Yeah, oh Hyuppa~ i’m okay, i’m better okay now because u beside me!” Dia berusaha meyakinkanku.

 

 

“Tapi, kenapa kau bisa disini? Bukankahf(x) masih promosi dan, besok Mubank, kan? Kau tidak ikut??” Aku baru sadar.

 

 

Dia meringis. “Aku diberi libur.” Dan langsung mengalihkan pandangannya.

 

 

“Ha? Jadi ankle mu masih sakit kan?!” Aku memandanginya tajam.

 

 

“Hyuppa~, seperti yg kubilang tadi, cuma sedikit sakit. Selebihnya aku diberi libur karena aku kangen keluargaku. Ayolah, jangan begini.” Dia memegang lenganku. Aku menghembuskan napas lega. Kurasakan tangannya mengelus lenganku.

 

 

“Aku ingin bertemu keluargamu,” cetusku. Secara pribadi, aku mengenal keluarganya, begitu pula dia yg mengenal keluargaku.

 

 

Gerakannya terhenti. “Aku sudah disini, tapi kau malah ingin bertemu keluargaku. Baiklah.” Nada suaranya terdengar kesal.

 

 

Tawa kecilku keluar. Aku menangkup pipinya dengan kedua belah tanganku.

 

“Jangan terlalu sering marah. Jelek.” Dia menjulurkan lidahnya ke arahku. Hhahaha. So cute XP

 

 

Aku kembali memeluknya. Tenang, hangat, dan gembira yg kurasakan saat ini.

 

“I love u, Amber Josephine Liu,” bisikku.

 

 

Gadis dalam pelukanku semakin membenamkan kepalanya di dadaku.

 

 

“Me too…., Henry Lau,” sahutnya.

 

 

Kami menghabiskan malam itu berdua. A great night XDD

 


 

Finally done! My 1st ff about Henry Lau and Amber Liu XDD

I’m happy!! \\^o^//

Please leave a comment :p

and sorry for bad grammar >/\<

[s: i wanna henber for real XPP

Comments on: "[ONESHOT] I Missed You" (5)

  1. NaNaLoveChoiMinHo said:

    keren b^^d

  2. Huwaa.. Awal’a sy lbh sk amber-key. Tp pas bc ff ni, kok jd berpaling ke amber-henry siih?

    Ff’a kerendd..!

  3. Ff nya Kereeen…berasa beneran ceritanya…
    Hyuppa=hyung oppa? Hahaha…dasar Amber…
    Dah lama gag liat Amber n Henry… Jd kangen…

  4. Nice. *nyengir# ff yg segar dan ringan. Menyenangkan. Amber josephin liu- Liu xian hua. Aku suka mereka. Amber & henry.. Anak2 yg mempunyai keunikan tersendiri.. Amber yg boyis tp te2p cantik menurutku, henry yg bgtu banyak bakatnya. Luar biasa. Aku suka pairing ini. Aku suka ff ini. Terus menulis. Henber always. Dan tetap semangat. *salam kenal

  5. Aeeeh henber♥
    So sweet..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: