more fantasy about k-pop

Title: Dear God of Affair : For You It’s Separation for Me It’s Waiting (Khuntoria Ver)

Author: ayoshiari

Pairing: broken!Khuntoria

Rating: G

Genre : Drama, Romance, Fluff

Length : Oneshot

Disclaimer: Enjoy~!

 

 

Nichkhun mengangsurkan tas pesta ke tangan istrinya. “Kamu mau ke mana malam-malam begini?”

“Ada photoshoot untuk majalah,” jawab Victoria sambil memulas lipstick ke bibir mungilnya.

“Sendirian? Mana manajermu?”

“Err..ah.. di-dia… kita bertemu di lokasi, jadi aku akan menyetir mobil sampai sana.” Victoria buru-buru beranjak dari meja rias dan nyelonong keluar kamar. “Sudah ya!”

Nichkhun mengekor sampai istrinya tiba di garasi, mengeluarkan mobil, dan menstarternya ngebut membelah keramaian kota Seoul di malam hari.

Victoria memang begitu, meskipun sudah menikah dan hidup berumah tangga, kesibukannya tetap tidak berkurang. Atau mungkin justru ia agak rakus menjawab semua job yang ditawarinya. Ia terlalu workaholic. Nichkhun wanti-wanti mengingatkan namun bagaimana lagi, kepala Victoria sekeras bola bowling.

Lain halnya dengan Nichkhun. Setelah menikah, job-nya sebagai guest star, menyanyi, model atau bermain drama berkurang drastis. Ia sudah tak sepopuler dulu dan dianggap artis kelas 3. Kalau dulu setiap hari kita bisa menontonnya di layar televisi, sekarang boro-boro. Dalam satu minggu, mungkin Nichkhun hanya dapat jatah nge-MC 2 sampai 3 kali.

Jam menunjukkan pukul 21.00. Nichkhun bisa mati kesepian di dalam rumah, kalau setiap hari diperlakukan bak gantungan baju oleh istrinya. Bayangin deh, rumah tangga normal kan istri membangunkan suami-nya pagi-pagi sekali, membuatkan serapan, memberi ciuman mesra sebelum sang suami berangkat kerja… tapi ini jaaaauuuuuuuuh dari kenyataan surga.

Nickhun tercenung bosan di kamar. Dulu, sebelum menikah, ia dan Victoria bagai kaos kaki dan sepatu. Bagai keju dan tikus. Selalu bareng-bareng. Bahkan beberapa orang mengaku iri dengan couple tersebut, skinship mulu kerjaannya.

Tarik napaaaaas. Hembuuuuskan. Tariiiik. Hembuuuus. Ini orang mau ngapain semalaman nunggu Victoria yang entah kapan bakal pulang? Jalan-jalan keliling kompleks? Bodoh, bukannya seneng malah kena kaki gajah. Kompleks perumahan mereka emang terlalu ruwet dan luxury. Tidak banyak orang yang berani jogging di sana, kebanyakan memilih bersepeda atau memakai in-line skate.

Nichkhun terbangun dari bengongnya, nyengir selebar pintu kamar mandi. Dapat ilham dia. Dalam sekejap, ia menarik ponsel dari saku celana dan memencet nomor telepon yang sudah dihapal luar kepala.

“Yeoboseyo? Yoona-ya?” capcus, kalau Nichkhun sudah menelpon Yoona, berarti ia memang kepepet saking mati gaya nggak tahu mau ngapain.

 

***

 

Nichkhun-Yoona memasuki sebuah café ekslusif di kawasan Apgujong.

“Oppa, kenapa oppa mengajakku kemari? Vic eonni tidak marah?” tanya Yoona.

“Mwo? Ani ani. Kita kan ngga ngapa-ngapain.”

Yoona cemberut. Gimana sih, jawaban yang nggak menolong deh. Kalau Yoona mati kaku kena high-kick Victoria, Nichkhun harus tanggung jawab pokoknya.

“Aku tidak terlalu peduli dengan Vic. Duduk dulu deh, aku pengen ngomong serius sama kamu,” tukas Nichkhun.

Brek! Yoona membanting pantatnya, tegang. Lah lah lah ini pertama kali seumur hidup ia melihat wajah Nichkhun seserius dan segalau ini. Tebak-tebakan deh, dia mau ngomong apa.

“Gini lho Yoona-ya…errr…sasil…aku…”

MWOOO?! Yoona pusing 700 kali putaran. Nich-Nickhun mau menembaknya kan? Andwae andwae! Demi Tuhan, Nichkhun itu pria beristri!

“Jadi, entahlah mungkin untuk sementara ini jangan sampai Victoria tahu… seb-sebenarnya—“

“Sebenarnya marmut oppa ketabrak mobil Wooyoung oppa kan? Kasihan ya kasihan! Padahal itu kan marmut kesayangan oppa! Wuidiiiih terus gimana tuh keadaannya? Masih hidup?” Yoona nyerobot seenak udelnya memotong kalimat Nichkhun. Jelaslah ia harus mempreventif pernyataan cinta Nichkhun. Sori sori jek, Yoona tidak mau berselingkuh dan mengkhianati teman se-manajemennya.

Nichkhun cengo kayak anak kecil terkagum-kagum lihat Doraemon. “Haaa? Kamu ngelindur ya? Aku cuma mau ngomong aku ngga suka konsep SNSD sekarang yang lebih prefer pakai celana panjang. Tapi Vic ngga boleh tahu, bisa marah dia kalau tahu suaminya mengamati girl group lain…”

Mata Yoona terbelalak, siap siaga loncat keluar. Malu malu malu. Ke-ge-er-an banget dia.

Nichkhun memutar matanya ke arah bar. “Waeyo—“

Kali ini lidah Nichkhun bener-bener kelu sehingga tidak sempat menyelesaikan kata-katanya. Tubuhnya stuck membeku saat menyadari ada sesuatu yang janggal di bar. Seseorang yang ia kenal duduk di sana berimpitan dengan seorang pria.

Victoria.

Demi surga di telapak kaki siapa saja, Nichkhun bak ditendang gajah. Woy! Istrinya berbobong! Photoshoot apa-an coba? Photoshoot eksklusif berdua?

Ctak! Mata Victoria dan Nichkhun bertemu. Victoria, duduk kurang lebih 10 meter dari lokasi suaminya ikutan shock. Mampus. Ketauan. Ketangkep basah.

“Oooh~ gitu yaaa pinter selingkuh sekarang yaaaa~” Nichkhun memanas, mana pria di samping Victoria keren-ganteng-berkarisma banget pula.

“Op-oppa? Oppa kwaenchanayo?” Yoona cemas. Akankah ada perang dunia habis ini?

“Hah!” smirk mematikan Nichkhun muncul. “Jagiya, kau pikir aku juga tidak bisa membalasmu?”

Syuuut! Grep! Nichkhun menarik leher Yoona mendekat ke wajahnya, dan melumat bibir Yoona dengan bibirnya.

Menyaksikan adegan paling mengerikan sepanjang hidupnya, Victoria ambruk.

 

***

 

Sudah hampir lima belas menit Victoria duduk di bar, tapi pria di depannya bikin jengkel setengah mati.

“Hankyung gege, jebal… tidak bisakah gege mengusahakannya?”

Hankyung meremas lengan Victoria. “Mianhae Qi En-ah. Tapi ini di luar kekuasaanku. Lagipula…kau tidak memberi tahu suamimu, si Nichkhun itu?”

Victoria menggeleng kuat. “Aniyo. Andwae. Ia tidak boleh tahu. Jangan sampai tahu. Dia selalu ingin tampil sempurna di hadapanku, aku tidak ingin menghancurkan harga dirinya.”

“Aku tidak yakin tapi… akan kuusahakan,” balas Hankyung.

“Jeongmal gege? Yes yes yes! Tapi aku mohon jangan bawa-bawa namaku, oke?”

Hankyung mengelus ubun-ubun Victoria mesra. “Neeee nae gongju-niiim~”

Refleks, Victoria mengedar pandang ke seantero ruangan, saat matanya bertemu dengan mata coklat yang ia kenal erat. Mata Nichkhun.

Victoria mati kutu. “Ge-gege…dowajuseyo…”

“Waeyo Qi En-ah?” Hankyung mengikuti arah mata Victoria, oooh ada suaminya. “Kwaenchana?”

“A-aku… aduh ba-bagaimana…”

Dan yep! Hanya beberapa jenak, pemandangan Nichkhun mencium bibir Yoona tersaji bak film bisu di hadapannya. Slow motion. Romantis tapi sangat menyedihkan.

Victoria tidak tahan lagi. Ia terjatuh dari kursi, kemudian berlari meninggalkan café. Hankyung mengikuti dari belakang.

Di mobil Hankyung, Victoria menangis meraung-raung.

 

***

 

Keesokan malam.

Victoria menatap amplop ukuran kuarto di tangannya. Bimbang ia. Haruskah isi berkas ini ia sampaikan ke Nichkhun?

“Noona-yaaa~! Noona!” sebuah suara menyeruak dari ruang tamu. “Vic noona, tolong aku…hyung mabuk…”

Victoria buru-buru beranjak dari kamar menemui asal suara. Astaga demi surga di telapak kaki ibu, Chansung ada di situ, memapah Nichkhun yang tampak teler di sofa.

“Chansung-ah, apa yang terjadi?”

“Dia minum terlalu banyak. Mianhae noona, aku harus buru-buru pergi, aku ada schedule habis ini,” kata Chansung.

“Ah, ne ne ne. Kamsahamnida Chansung-ah.” Victoria melepas kepergian adik iparnya dan beralih ke suaminya yang tergeletak tak karuan.

“Yaaaa…! Mwohaneun geoyaaaa~” gumam Nichkhun lalu terceguk. Dari dulu Nichkhun memang anti-soju, tapi kalau sudah kepepet begini pasti ia sedang depresi berat.

“Appa…mwoyeyo? Museun—“ Victoria menyebut suaminya dengan nickname couple mereka, cemas.

“Hah? Appa? Kau masih berani menyebutku dengan sebutan itu?” sruuut, Nichkhun melongsorkan badannya ke lantai. “Pikyeoo! Minggir! Aku mau ke kamar!”

Diacuhkan, dicampakkan, kini sudah menjadi sahabat Victoria semenjak kejadian di café tempo hari. Matanya memanas saat melihat punggung Nichkhun meninggalkannya menuju kamar. Ia tahu, Nichkhun pasti marah besar… ia ingin menjelaskan keadaan sebenarnya tapi…

Victoria menghampiri Nichkhun yang terbaring berantakan di ranjang.Harus dimulai dari mana pembicaraan ini?

“Appa…mianhaeyo…jeongmal mianhaeyo…”

“Waeeee? Mianhaeyo? Ck, neo jugeoshipeo? Kau mau mati ya pura-pura berlagak bodoh begitu? Hik!” Nichkhun mulai ngelantur, pantas saja dia mabuk berat.

“Appa! Waekeure? Apa salahku?”

Nichkhun meringkuk dan menarik selimut sampai ke leher. “Salahmu? Perlu aku bawakan cermin ke wajahmu?”

Sabar. Orang ini sedang mabuk, diajak ngomong bukannya menemukan solusi malam tambah emosi. Victoria pun mengambil amplop coklat tadi dan mengangsurkannya ke wajah Nichkhun.

“Appa…ini…”

“Mwoya igeo? Surat cerai?”

“Ani…appa…”

“Yaa! Kau berani menggugat cerai padaku? Victoria-ssi, kau ternyata benar-benar mengerikan!” Nichkhun merenggut amplop coklat tersebut dan melemparkannya ke kolong tempat tidur.

“Appa! Kenapa dibuang?” rengek Victoria. “Itu…itu…aish, maumu apa sih?”

“Mauku? Maukuuuu…hiks!” Nichkhun cegukan lagi. “Aku ingin kau lenyap dari hadapanku. Aku tak ingin melihatmu lagi…”

Wajah Victoria kaku. Ia tak pernah membayangkan suaminya akan bicara seperti itu.

 

***

 

Seharian ini, Nichkhun benar-benar merasa aneh. Biasanya, weekend begini, ia dan Victoria akan berlibur ke pantai, atau memasak bersama. Tapi kini, semuanya terasa begitu sepi. Begitu janggal dan ganjil. Victoria benar-benar menghilang meninggalkan Nichkhun.

Seminggu berlalu tanpa Victoria. Nichkhun berusaha bertahan. Ia sendiri yang mengusir Victoria, masa ia mau menelan ludah sendiri? Lagipula ia tak tahu di mana istrinya berada. Entah masih di Korea atau pulang ke Qingdao.

 

Private number calling…

 

Ponsel Nichkhun bergetar. Secepat kilat, ia buru-buru mengangkatnya. “Yeoboseyo?”

“Apakah ini nomor telepon Nichkhun-ssi?”

“Ne…matjayo. Waekeureyo?”

“Saya dari CJW Entertainment… kami akan membuat film kerjasama Korea-Thailand-China dan kami merasa Anda cocok menjadi salah satu pemeran utamanya. Bisakah Anda datang ke tempat casting besok, apabila Anda tertarik?”

“J-jeong-jeongmalyo?”

Waaaaa air surga benar-benar turun mengguyur kepala Nichkhun. Setelah lama jobless, akhirnya ia mendapatkan pekerjaan menjanjikan seperti ini!

Beruntungnya, Nichkhun lolos casting. Ia menjadi salah satu lead actor bersama jejeran artis papan atas Korea, China dan Thailand. Sebulan ia habiskan untuk berlatih, menghapal naskah, reading dan sebagainya. Film ini akan membuka kembali jalannya di dunia entertainmen.

Pernah merasakan deburan di pantai pindah ke hatimu? Begitulah kira-kira perasaan Nichkhun, bahagia tak terkira. Awalnya ia merasa janggal, demi apa tawaran sekeren ini tahu-tau menghampirinya bak petir di siang bolong?

“Suatu hari, aku ingin semua orang mengenalku sebagai bukti bahwa Nichkhun pernah eksis di dunia ini,” itulah impian Nichkhun sejak kecil.

 

***

Nichkhun bangkit dari kasurnya pagi itu. Ia merindukan Victoria. Sedang apa ia sekarang? Di mana? Sedang memakai baju apa? Sudah makan atau belum…andwae andwae! Buat apa juga mikirin perempuan yang sudah menduakannya?

Kedua kaki Nichkhun turun dari tempat tidur, ia bermaksud memasak sesuatu untuk sarapan sampai ia merasa menginjak sesuatu. Sebuah amplop coklat yang ia lemparkan sebulan lalu saking marahnya.

“Cih, surat cerai itu…” Nichkhun penasaran dan membukanya. “Ini…mwo…?”

Dengan tatapan nanar, Nichkhun membaca berkas-berkas itu. Ada sebuah surat tulisan tangan Victoria terselip diantaranya.

Isi amplop coklat tersebut bukan surat perceraian, melainkan hasil tes kehamilan. Surat keterangan yang menunjukkan bahwa Victoria sedang mengandung bayi perempuan berumur satu bulan. Ada foto-foto hasil USG 4 dimensi juga di situ. Dalam file tersebut, tertulis nama ayah : Nichkhun Back Horvejkul.

Nichkhun terdiam saking shock-nya. Ja-jadi ini yang ingin Victoria bicarakan dulu? Dengan gemetar, Nichkhun membaca surat yang ditulis Victoria.

 

Dear Appa…ani, apakah aku masih boleh memanggilmu begitu?

Aku minta maaf yang sebesar-besar-nya. Kau harus tahu bahwa aku mencintai dirimu satu-satunya di dunia ini. Aku minta maaf telah membohongimu tempo hari, tapi jujur, aku punya alasan yang tidak bisa kukatakan.

Isi amplop coklat ini adalah foto bayi kita berdua, aku harap kau mempercayainya. Menulis surat ini adalah jalan terakhir, karena kau selalu menolak untuk mendengarkanku berbicara. Aku mohon, meskipun kau sudah tidak mengharapkanku lagi, aku hanya ingin kau tahu…bahwa kini aku mengandung anakmu.

Saranghaneun,

Victoria

Nichkhun melongo tolol. Bingung. Shock. Perasaannya jadi aneh. Gila, kan? Victoria tidak mau menceraikannya! Ia justru ingin memberitahu bahwa…bahwa…Nickhun menjadi seorang ayah sekarang!

Secepat kilat, Nichkhun keluar kamar, menuju garasi, menstarter mobilnya menuju dorm f(x) di Yeoido. Cuma itu satu-satunya tempat di mana ia bisa mendapat keterangan di mana keberadaan Victoria yang sebenarnya.

***

Nichkhun gelagapan, saat tiba di depan pintu unit apartemen f(x), ia melihat pria Chinese yang ia ketahui sebagai selingkuhan Victoria keluar dari sana.

“Ck, kau baru datang sekarang, Nichkhun-ssi?” pancing Hankyung.

“Ya!! Apa yang kau perbuat terhadap Victoria huh? Kau menjebaknya kan?” Nichkhun merenggut kerah leher baju Hankyung.

“Babo. Tak kusangka Qi En bisa menikahi pria sebodoh kau.”

“Ya! Mwoyaaa~!?” emosi Nichkhun tersulut. Berani benar pria ini ngomong seenak jidatnya!

“Aku kasihan pada Victoria. Ia dicampakkan suaminya sendiri, padahal ia tak salah apa-apa. Kau tahu sebulan ini ia menderita? Ia amat sangat merindukanmu dan ingin menemui tapi kau…aishh…kau mengusir istrimu sendiri?”

“Oh dia cerita padamu? Aku lebih kasihan padamu!” buugg!! Nichkhun mengangsurkan pukulan keras ke pipi Hankyung. “Kau tidak punya wanita lain untuk diajak berkencan? Kenapa memilih istriku, huh!”

“Mwo? Berkencan? Ya! Aku ini sahabatnya, aku ini seorang produser film,” jelas Hankyung. “Kau mau tahu kenapa tiba-tiba kau mendapat tawaran film bagus dan menjadi pemeran utamanya?”

“Yeoksi…ani ani…darimana kau tahu aku mendapat tawaran film? Kau…”

“Ya! Itu filmku! Malam itu di bar, Victoria bukannya sedang berkencan denganku, ia bertemu denganku karena ia ingin suaminya bermain layar lebar.”

Nichkhun lemas. “Ja-jadi ia…tidak berselingkuh denganmu? Tapi kenapa Victoria berbohong padaku? Kenapa ia tidak menjelaskan yang sebenarnya?”

“Menjelaskan? Ia tidak menjatuhkan harga dirimu, Nichkhun-ssi. Kau pasti akan malu dan gengsi kalau tahu ternyata istrimu justru mencarikan pekerjaan untukmu. Ia ingin merahasiakannya, dan membuat semacam kejutan…” Hankyung menyeka darah hasil pukulan Nichkhun di pipinya. “Tapi kau…justru menuduhnya berselingkuh dan mencium gadis lain? Rendahan…”

Muka Nichkhun ruwet tak karuan. Yang ada di hatinya kini hanya penyesalan. Penyesalan panjang. “Lalu…di mana Victoria sekarang?”

“Dia baru saja berangkat ke bandara. Ia memutuskan untuk kembali ke China dan membesarkan anaknya seorang diri. Ia sudah tak kuat hidup di Seoul yang penuh tekanan begini. Lebih baik kau menyusulnya, meski…aku tak yakin kalian akan ketemu. Heheh.” Hankyung terkikik.

***

Tuhan, aku mohon, jangan sampai ia pergi meninggalkanku…tunggu aku di sana Victoria…aku mohon…

Nichkhun berlari memasuki Gimpo Airport dan melihat jadwal keberangkatan. Penerbangan ke Qingdao sudah check-in. Ia melesat ke terminal keberangkatan dan menyusuri beberapa gate. Ia berputar-putar tapi tak menemukan sosok Victoria di sana. Nichkhun harus berhadapan dengan beberapa sekuriti karena tak diperbolehkan masuk.

“Eomma…neo eodiya…jebal…jangan tinggalkan aku…” Nichkhun berdoa dalam hati.

Tak jauh dari sana, di arah yang berlawanan, seorang wanita memakai blus putih dan kacamata hitam menatap Nichkhun. Itu Victoria. Ia jelas-jelas melihat suaminya panik kalang kabut mencarinya, tapi ia bergeming.

“Mianhae, appa…” Victoria tersenyum satir. Ia kemudian berbalik, menarik travel bag-nya menjauhi tempat Nichkhun berada.

 

Bagimu ini mungkin suatu perpisahan…tapi bagiku…ini penantian… Sampai kapanpun aku akan menunggumu hingga kita bisa bersama kembali.

END.

Comments on: "[ONESHOT] Dear God of Affair: For You It’s Separation but For Me It’s Waiting (Khuntoria Vesr)" (24)

  1. mwo? AAAAAAA ini oneshot ya? AAAAA *gigit bantal* andwaeeeee, victoria nichkhun gak boleh berpisah >.< andwaeeeee! *reader labil -_-v* bagus kok hehehe

  2. waaaa,
    ah qian ny sm han gege aja~~ kawin sama han gege >____<v

  3. aaaaahhh pokoknya harus ada sekuelnyaaa!!!!!
    ahahaha
    ya ampun aku seneng sama gaya penulisannya🙂
    hhehehe

  4. ayo bikin wgm baru, hantoria! :p

  5. larasandjanis said:

    Wahahaha, sebenernya aku jarang ngamatin FF genre romance kaya gini, tapi oke bgt ceritanya, two thumbs deh buat authornya😀

  6. Ahh.. Kta2nya baguss.. Ayo bkin yg yongseo… > <

  7. ahhahaha. dikit2 aj pke chinese ny, byakin hangug ny aj. halah XP

  8. arrrghh~~ mantaf.

  9. annyeong ^^
    bguz ff-ny,,
    aq suka kata2 yg d pke dlm ff ini🙂
    “dd bb” q ksi 4 jempol de bwd authorny *jempolq + kyu*😀

    aq suka ama khuntoria🙂
    bkin sekuelny dunk ^^

  10. author….sy tersesat di ffmu!!!! *jiah, bahasanya ga enak bgt tersesat…LOL
    lagi maen k sini, eh nemuin ff yg judulnya menarik perhatian, jd inget JJ (eh, iya kan judulnya tuh sama ama judul lagu jj di ost.skks?)
    ffnya keren, bodor tapi lucu *lah, bodor ama lucu sama aja ya? *reader babo
    yah, pkknya keren dah ff-nya, mski akhirnya gantung, bikin gemes dah! ditunggu yeongseo ama adam couple versionnya sekalian ya, hohoho ^^
    nb: plis jgn bls pake kata “ah, my popularity” bikin sy ngakak dah ;p

    • ah my popularity
      ah my popularity
      ah my popularity
      XDDDDDD
      sankyu sudah baca dan tersesat di ff-kuuuuu
      kayak apa aja tersesat XDD
      eung^^ kidarisayo yah

  11. waaa bru bca kekeke ..😄 *dirajam author #kabuurr ..
    Ne ff romance kogg bikin ngakak ia ?!
    Daebak author ..😉

  12. @firaa kok ketawaaaa ah padahal niatnya bikin yang sedih2 gt ternyata malah jadi komedi ya?
    makasyi udah baca. yg yongseo baca juga yaaa

  13. Kwon_BoA_Yuri said:

    suka2…
    banget…
    ayo banyakin bikin FF khuntoria.. aku bakal ngejogrok disini *apa pula bhsanya* hahahha…
    ini ad sekuelnya donk…msa ttp berpisah mrk…
    huhuhu

  14. GOD. demi apapun keren, ceritanya gak pasaran dan masuk akal. Cuma…gak kepikiran kenapa endingnya giniTT baru kali ini baca ff ending sesedih ini. Satu yang kurang : kejadian setelah Yoona dicium Khun, si Yoonanya gimana? Dia kan pertamanya aja ngira Khun bakal nyatain cinta, mestinya disitu Yoonanya nampar Khun terus bilang ” kau pria beristri, ok? ” lalu kabur, jadinya happy ending^^ ( apabgt…. ) haha gt ajadeh sorry bacot yaa. Keep writing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: