more fantasy about k-pop

Title :  Acknowledge it, It’s SHINee Sangtae! – part 6A

~  I’m the Real Man, I Told You ! ~

Author :  Choi Ahra [editor] and Nino [writer]

Genre :  Crack, Brother-Romance, Family, Humour

Rating :  PG

Cast :  SHINee

Word Count :  4942

Disclaimer :  My Undeniable Spell is the Lucifer for these boys xD

Summary :  5 commoners . Ordinary boys who live together in a dorm . What kind of absurd life they have ?

Warning :  Cracky-thingy . Superb-HilaRibble . Holy Crap and mostly Fail . What else ?

A/N :  Halo ! Hi ! Annyeong ! Konnichiwa ! Ni Hao ! Bonjour ! Hola ! xD

Now ~ after hibernate it in oh-so-long-time, I give you another sangtae from my one and only KeyBum ~ enjoy !

Uh yeah, im gonna separated it into 2part on 1chap, hoho BD you may punch me if i don’t update it ASAP, rotfl ~

AND IM SO SORRY IF I CANT MAKE THIS AS GOOD ONE ><

So yeah, do leave some Cherish comment, will you ?😀

and what do you think? bakalan ditulis chapter 6A atau lompat ke 7 balik ke 6B? karena chapter genap dibuat Nino dan yang ganjil dipegang Ahra.

pendapatnya ya (:

——:oOo:——

Di suatu siang yang terik …

Terlihatlah seorang yang cantik jelita bagai bidadari yang turun dari kahyangan .

Lihatlah matanya yang indah … mengilatkan sinar yang mampu membuat siapapun bertekuk lutut dihadapannya .

Kulit yang putih … serta bibir mungil yang membuatnya serasi dengan hidung bangirnya yang lancip .

Tubuh tinggi yang well-toned serta wajahnya yang bercahaya … sudah cukup menjelaskan bahwa dialah sesosok yang perfect dan idaman pria pada zaman krisis ekonomi ini .

“Mbak, mbak, sebentar, mau Tanya .”

“Ya, silahkan saudara ? Mau tanya apa ?”

“Ini fanfic apa dongeng 1001 malam ya mbak ?”

“Kalau anda tanya begitu sih, saya juga bingung harus jawab gimana . Pokoknya ikutin aja deh ya ampe kelar ! Oke ?”

“…… yah, okelah kalau begitu .”

Jika kau bertanya padanya, ‘siapakah kau wahai malaikat wanita nan anggun ?’

Maka dia akan menjawab …

“STOP BICARA NONSENSE . AKU BUKAN MALAIKAT DAN AKU BUKAN PEREMPUAN, BODOH !”

.___.

Lantas … ?

“APANYA YANG ‘LANTAS’ ? ORANG GILA JUGA PASTI TAHU AKU INI LAKI-LAKI !”

O_________________O

Pantes . Suaranya aja garang begitu . Kayaknya kita memang salah orang deh ._.

“IYALAH, DODOL … MAKANYA LIAT DULU BAIK-BAIK SEBELUM KASIH PERSEPSI ! DASAR KONYOL !”

Glep .

Dan satu lagi .

Orang ini sepertinya sudah gila <_<

Terus cewek yang dibilang bagai bidadari itu mana ?

“MANA KUTAHU ! UDAH BALIK KALI KE KAMPUNG HALAMANNYA DI LANGIT SANA !”

Buset . Jangan marah-marah kenapa sih, mas ? Nyantai aja dong =_=

“MANA BISA NYANTAI ! NGGAK LIAT APA ORANG LAGI BAWA BAWA KARUNG SEGEDE GUNUNG BEGINI ?  EH … TAU TAU NONGOL PULA UNYIL-UNYIL MACAM KALIAN NGOMONGIN ORANG KAYAK BIDADARI, BLA BLA … KALAU NGGAK ADA KERJAAN MENDINGAN BANTUIN AJA SINI BAWAIN BARANG INI !”

AMPUN DEH MAS, AMPUN

“YA SUDAH, PULANG SANA ! JANGAN SEMBARANGAN GANGGUIN ORANG LAGI ! HRRH BUAT ORANG NAIK DARAH AJA !”

Oke . Kasus selesai .

Jadi … seorang yang tadinya disangka cewek cantik nan rupawan itu … rupanya seorang cowok gahar bin gusar bernama … ya, kalian pasti sudah tahu siapa .

Benar . Dialah sang housewife [?] SHINee Family, Kim Ki Bum .

Alasan dia marah-marah seperti itu adalah … karena dia baru saja pulang dari pasar sambil membawa kantung belanjaan yang kalau ditimbang, kira-kira beratnya mencapai 5 kg .

Dengan tubuh yang kelelahan akibat tawar-menawar dengan penjual, dengan kesabaran yang sudah hampir habis gara-gara mengocehi ‘makhluk asing’ yang barusan tadi, dengan peluh alias keringat yang bertebaran di sekitar wajahnya yang membuat dia semakin hot, ditambah dengan sinar matahari yang sedang tidak bersahabat di siang bolong itu … tidak heran jika dia mengamuk seperti kerasukan anjing gila .

Memang, itu semua tetap tidak mengubah ke-gorgeous-annya sebagai seorang pretty boy .

Dan di tengah-tengah kesengsaraan yang melanda itu … taksi yang ditunggu-tunggu untuk jalan pulang pun belum segera datang .

Walhasil, dengan emosi yang teredam, dia memutuskan untuk jalan kaki dengan lunglai sambil melihat-lihat kalau-kalau ada ojek atau angkot yang bersedia membawanya pergi .

Namun nampaknya dewi fortuna saat itu sedang tidak berpihak padanya . Diterawang sampai keatas awan juga, seekor becak pun tak ada .

Sungguh pemandangan yang memilukan . Kemarilah sayang, akan kubawa kau berlari ke pangkuanku ~ <— author mulai kacau mentang-mentang suaminya yang main .

Beruntung jarak pasar dengan dorm mereka tidak begitu jauh, hanya sekitar 400 m [ya. hanya.] .

Meski begitu tetap saja kaki rasa mau meledak .

Dalam waktu lebih kurang 15 menit, Ki Bum tiba di rumah dengan tidak selamat sentosa .

Terang saja . Muka yang sudah pucat pasi plus tubuh yang rasanya sudah lumpuh itu sudah tergolek tak berdaya saja di luar .

Beruntung akhirnya seekor penghuni SHINee Family bernama Lee Jin Ki . Dengan muka mengantuk dan jalan yang terseok-seok akibat selimut yang hinggap ditubuhnya, dia membuka pintu .

“Perasaan tadi ada bunyi ‘BRUKK’ diluar .”

Masih kebingungan, dengan entengnya anak itu menutup pintu tanpa melihat jelas-jelas dibawah kakinya Ki Bum yang tergolek-tak-berdaya dengan bungkusan belanjaannya .

“Hee … bocah iseng kali ya .”

BLAM !

Sungguh memilukan .

Sementara itu, Jin Ki masih merasa ragu didalam .

“Terus bunyi ‘BRUKK’ yang barusan tadi apaan ya ?”

Dicobanya lagi membuka pintu dengan rasa cemas .

Dan …

BLEDUG !

O-ow .

Dengan cemas, Jin Ki melihat ke bawah kakinya dan … terlihatlah sesosok Ki Bum berbaring telentang dengan mulut yang menganga lebar, persis pose ikan sapu-sapu berenang .

Mengenaskan .

Namun, tidak seperti yang diduga . Jin Ki yang awalnya memang memasang reaksi –> :O kemudian hanya diam dan berkata :

“Kasihan Ki Bum . Mungkin kecapekan habis fitness tadi pagi .“

Begitulah kalau orang yang rada-rada berpendapat .

Akhirnya, Jin Ki menggotong tubuh langsing [ahem] Ki Bum yang kelelahan menuju ke kamar mereka . Kemudian, Jin Ki tertidur setelah membaringkan tubuh Ki Bum di sebelahnya .

Lalu, bagaimana nasib barang-barang belanjaannya di luar ?

Itu akhirnya diambil oleh Jong Hyun yang baru pulang habis mengisi acara di kafenya .

Ya, tidak jelas memang .

——:o0o:——

“AKU SEBEL JJONG, AKU SEBEL ! HRGH !”

Jong Hyun, yang sedang asyik membaca ‘1001 Cara Pangkas Bulu Kaki’ itu terkejut mendengar kicauan sang housewife [?] yang datang tiba-tiba .

“Psst … santai Ki Bum, santai, oke ? Nggak enak didenger tetangga, ntar dikira kita ada arak-arakan orang nikah . Kau kenapa ?”

“KESEL ! AH, DASAR COMEL ! SIALAN ! SOMPRET ! KESEL BANGET ! KAU TAHU NGGAK SIH, JJONG ?!”

Jong Hyun menelan ludah . “Dari jaman kucing bertanduk pun aku udah tahu kalau kau lagi kesel . Ayolah Ki Bum, nggak bisakah kau bersikap lebih normal ? Nggak ada gunanya marah-marah begitu, yang ada malah mukamu makin mirip nenek sihir, kuping orang jadi sakit, anjing tetangga keganggu … ayo, yang biasa aja deh . Kau sebel kenapa ?”

“Hhh … oke . Gini . Ck, aku heran, kenapa coba dari dulu orang-orang itu nggak ada habisnya nilai aku ini cantik lah, sempurna lah, keibuan lah, apalah itu ! Dari dulu sampe sekarang, heran ! Makanya aku jadi naik darah ! Tadi juga di pasar aku digodain dengan orang nggak jelas, bilang katanya aku ini seperti bidadari turun dari kahyangan … APA MAKSUDNYA ? DIKIRA AKU MODEL SAMPO ? NGGAK LIAT APA BADAN TINGGI IDEAL BEGINI ? YA … MESKI KURUS, AKU JUGA ADA OTOT NIH, NIH, PERUT JUGA ADA BENTUK KOK BEGINI-BEGINI ! KALO NGGAK PERCAYA, AKU JUGA PUNYA YANG DIMILIKI LAKI-LAKI PADA UMUMNYA ! NIH YA, KALO NGGAK PERCAYA …”

*Sensor*

“Hei … HEI, HEI, STOP ! STOP, KI BUM, KUMOHON, STOP ! YA AMPUN … untung berhasil kutahan >.> kau ini kalau sudah marah memang gila ya -.- mau buat orang stop jantung ?”

“YAA HABISNYA JENGKELIN SIH, NGGAK ADA APA ORANG YANG MENGANGGAP AKU INI SEBAGAI LAKI-LAKI SEJATI ?! MENTANG-MENTANG MUKA BEGINI ? MENTANG-MENTANG BADANKU LANGSING, HOBI MASAK, MENGURUS BAYIKU, AH MAAF, MAKSUDKU TAE MIN, SERTA PEKERJAANKU SEBAGAI KOKI … NGGAK ADA APA SATU ORANG PUN DI MUKA BUMI INI BILANG AKU INI GANTENG, ATLETIS, KEREN … HEH, AKU CAPEK, AKU CAPEK TAU NGGAK DIKIRAIN MBAK-MBAK UMUR 17 TAHUN, ATAU IBU-IBU MUDA LAGI GANDENG ANAKNYA PAS JALAN BARENG TAE MIN … AKU CAPEK ! MEMANGNYA SECANTIK APA SIH MUKAKU ? NGGAK KELIATAN YA KALAU ORANG INI NGGAK PUNYA DADA ? DIBILANG KAYAK GITAR SPANYOL BADAN INI JAUH, TAHU ! LURUS NGGAK BERBENTUK ! DADAKU BIDANG ! PERUTKU SIX-PACK ! YA MESKI NGGAK SIX-PACK SIX-PACK AMAT SIH, TAPI YA TETEP AKU INI LAKI-LAKI ! DASAR PADA NGGAK BENER SEMUA ! JJONG, MEMANGNYA AKU INI BENAR-BENAR KELIHATAN KAYAK PEREMPUAN TULEN APA ? COBA, JAWAB YANG JUJUR !”

Ki Bum berceloteh seolah tidak ada habisnya .

Jong Hyun menghela napas panjang sebelum akhirnya menatap Ki Bum dalam-adalam from head to toe .

3 menit berlalu …

5 menit …

7 menit …

“Hm … kalau menurutku sih …”

“Kau itu nggak …”

Taraaa ~ seketika wajah Ki Bum berubah cemerlang mendengar kata ‘nggak’, yang mungkin dia maksudkan …

“Nggak ? NGGAK APA ? NGGAK CANTIK ? :DDD ”

Jong Hyun diam, memasang wajah tidak enak, namun berusaha ditutupinya .

Ya, begitulah . Sudah bisa ditebak .

“Ya …”

“Kau itu memang nggak … nggak …”

Ki Bum tersenyum lebar .

“Sudahlaaah, aku tahu kok, kau mau bilang kalau aku ini nggak cantik dan sejenisnya itu ‘kan ? Iya ‘kan ? AAAAH AKHIRNYAAAA ~ TERIMA KASIH TUHAN ENGKAU TELAH MENCIPTAKAN MAKHLUK PENDEK YANG BAIK HATI INI ~ TERIMA KASIH JJONG, MEMANG CUMA KAU YANG MAU MENGERTI PERASAANKU ! KAU MENGAKUI AKU SEBAGAI LAKI-LAKI SEJATI ‘KAN ? HUEHEHEHE ~ AKU CINTA KAU, KIM JONG HYUUUUUUN ~~~~~~~~ !”

Bukan main Ki Bum gembira . Dipeluknya sahabatnya itu erat-erat dengan sayang .

Dia tidak tahu jika sahabatnya itu sudah memendam air mata, karena kenyataan yang sebenarnya .

“Ki … Ki Bum … tunggu dulu . Aku … aku belum selesai ngomong .”

Ki Bum melepas pelukannya dengan wajah berseri-seri .

“Ya ? Apa sayang ? :3 ”

Ngeek .

Semakin dibegitukan, jadi semakin ingin Jong Hyun menangis .

Karena dia tahu, apa akibatnya jika dia mengatakan yang sesungguhnya .

Ki Bum akan marah besar dan tidak akan menoleh padanya selama sebulan .

Tapi apa boleh buat .

Kejujuran itu memang menyakitkan .

Daripada bohong tapi ujung-ujungnya ketahuan juga ? Malah lebih nggak enak . Bisa berabe .

“Maaf ya, Ki Bum …”

“Hm ? Maaf buat apa ?”

“Tadi kau bilang … minta aku jujur, kan ? Jadi …”

“Aaah, aku udah tahu kok ! Lupain aja ! Tadi kan kau sudah mengakui aku sebagai laki-laki …”

“Tu, tunggu dulu, Ki Bum . Dengarkan aku dulu .”

“Hmm oke, oke, kau mau ngomong apa, Jong Hyun-ku ?”

Wajah Jong Hyun mulai mengkerut .

“Sekali lagi aku minta maaf yang sebesar-besarnya darimu, Ki Bum .”

“Aku itu sebenarnya mau bilang …”

Suara Jong Hyun mulai mengecil .

“Kalau kau itu nggak …”

Mata Jong Hyun mulai menyipit .

“Nggak …”

“Nggak kayak cowok pada umumnya .”

._.

TET TEREEEET .

Betapa patut-dikasihaninya raut wajah Jong Hyun sekarang .

Nampaknya … tanda-tanda akhir kehidupan dunia … akan segera dimulai .

Tanda pertama : Ki Bum terdiam .

Tanda kedua : Ki Bum melepas pelukannya .

Tanda ketiga : Ki Bum mengepalkan tangannya dengan mata yang berkilat-kilat .

“Maksudmu … Kim Jong Hyun ? Bisa diperjelas ?”

KREK, KREK .

Oke, tinggal menunggu waktu saja hingga saatnya … didamprat oleh sang diva .

Setelah melafalan lafadz basmalah doa dan mengumpulkan segenap tenaga yang tersisa, Jong Hyun akhirnya memberanikan diri untuk mengucapkan :

“Ya … kau itu … memang cantik . Keibuan . Hampir-hampir menyamai … cewek tulen .”

Omo .

TSAMINA MINA EH EH, WAKA WAKA EH EH ~

3 …

“Apa kau bilang … Kim Jong Hyun … ?”

2 …

“Kau bilang … aku ini … cantik … keibuan … dan HAMPIR . MENYAMAI . CEWEK . TULEN … ?”

1 …

“Bisa kudengar … satu kali lagi … pengakuanmu barusan … ?”

Glep .

“A … a … ampun, ampun, Ki Bum, t, tapi, tapi, tadi kau minta aku jujur ‘kan ? Ja, jadi … a, aku bilang saja yang se, sebenarnya d, daripada aku mesti b, berbohong padamu, i, iya ‘kan ?”

DAG . DIG . DUG . DUAAAR ! <— bunyi detak jantung Jong Hyun .

“Hooo … jadi begitu ya …”

Kalau kalian berada di posisi Jong Hyun, bisa dilihat bahwa Ki Bum sekarang lebih mengerikan dari Troll si monster gunung sekalipun .

“A … ampun Ki Bum, aku, aku … UADAAAAAAAUUUUUWWWWWWW !!!!!!!”

Kena deh :p

“TIADA AMPUN BAGIMU, MAKHLUK PENDEK JELEK ! BERANI-BERANINYA KAU !”

“TA, TAPI, ADUH ! TAPI TADI KAN AKU SUDAH BILANG ‘MAAF’ !”

“AKU NGGAK PEDULI ! AKU BENCI KAU ! KAU SUDAH MEMBUATKU KECEWA ! HUH !”

Selesai memberi sang sobat pelajaran, Ki Bum memalingkan muka dan berjalan menjauh dari hadapan Jong Hyun .

Namun tanpa pantang menyerah, Jong Hyun tetap mengejar Ki Bum untuk meminta permohonan maaf .

“Ki Bum …”

“NGGAK !”

“Ki Bum …”

“KITA MUSUHAN !”

Ya ampun . Macam anak kecil pula pake main tiup-tiupan kelingking segala (–“)a

“Ki Bum …”

“APAAN SIH !”

“Kok marah-marah ? Aku cuma mau permisi numpang lewat kok .”

Toeng .

Si Jin Ki rupanya .

Bisa juga ya dalam beberapa detik sudah berganti makhluk:/

“Ah, eh, ya … silahkan .”

Huf, bikin malu aja, kukira si pendek jelek itu, sahut Ki Bum dalam hati .

Awas saja dia . Seperti biasa, emoh aku mau menegurnya selama satu bulan, karena dia sudah mengecewakanku ! Aku sudah gembira bukan kepalang dikirain lelaki sejati … tahunya ? Sial -_- nggak peduli lah mau jujur apa nggak, pokoknya AKU MARAH . TITIK .

“Ki Bum …”

“He ? Kenapa, Jin Ki-hyung ?”

“Nanti tolong angkat jemuran diatas ya ? Aku mau mengurus tesis dulu . Kau nggak keberatan ‘kan ?”

“Oh . Beres, Jin Ki-ku :3 ”

“Ki Bum …”

“Ya ? Ada apa lagi, hyung ?”

“Aku minta maaf …”

Ki Bum melongo .

Kok … ? Kemana Jin Ki ? Kenapa yang muncul malah si pendek ini >:O

“TIADA MAAF BAGIMU !”

“Ya ampun … Masa’ kau tega dengan sobatmu sendiri … Tuhan saja Maha Pengampun, kenapa kita yang makhluk ciptaannya ini tidak …”

“TUNGGU SAMPAI LEBARAN HAJI, BARU KAU KUMAAFKAN .”

“Yah … Ki Bum …”

“SUDAH, PERGI SANA ! KAU ITU GANGGU PEMANDANGAN, TAU !”

Dan beginilah akhir kisah sedih Jong Hyun di hari Minggu .

——:o0o:——

Malam itu, suasana di rumah SHINee Family terasa lebih suram dari biasanya . Diketahui penyebabnya adalah kemunculan sikap temperamen Ki Bum yang sangat jarang ditemui oleh keempat penghuni lainnya . Dan itu semua tidak hanya membuat mereka bingung, tapi juga tidak enak . Bagaimana bisa seorang Ki Bum yang cerewet dan penyayang itu bisa marah-marah sampai tidak terhitung jumlahnya berapa kali ?

Sebenarnya meski sejak siang sang housewife sudah badmood, tapi tidak tahu kenapa malam ini jadi se-sentimen ini .

Bukan tidak mungkin jika yang lain sudah berusaha meredam amarahnya . Tapi sayangnya … kesemuanya gagal di tengah jalan, bahkan dengan jurus 3M milik Tae Min yang dikenal paling dahsyat sekalipun .

Jika ingin mengulik bagaimana perjuangan mereka untuk mengembalikan hati sang koki, berikut laporannya .

*catatan : Hanya Jong Hyun yang tidak beraksi akibat kejadian sebelumnya*

+++

[Jin Ki’s Version]

“Ki Bum …”

Tidak ada sahutan .

“Ki Bum …”

Masih tidak ada jawaban .

“Ki Bum ? Kok nggak noleh-noleh sih ?”

“APA ? NGGAK LIAT YA ORANG LAGI SIBUK ? SANA, NGGAK USAH GANGGUIN ORANG BERBENAH .”

Super-duper-jutek .

Baru ditegur sedikit, omelannya sudah sampai ke Jawa .

Ya, dengan ini, #1st Decision resmi gagal .

[Min Ho’s Version]

“Gimana, hyung ? Sukses ?”

Jin Ki menggeleng lesu dengan muka (“..-_-..)a

“Sabar ya, appa . Ayo hyung, sekarang giliranmu,” ujar si bungsu mendorong Min Ho maju .

Jantung Min Ho seketika kebat-kebit tidak karuan .

“Ini, kalau-kalau perlu sebagai pelindung,” timpal Jin Ki menyerahkan penampi beras, kira-kiranya seperti piringan gede untuk pelindung prajurit kayak di film-film perang gitu <— *harap maklum author kurang gahol* . Cowok jangkung itu hanya manggut-manggut .

“Jangan gugup hyung . Umma bukan Kalong Wewe .”

“Tapi Drakula ompong .”

“Bukan . Dia itu sejenis Ular Sawah .”

“AAAH KALIAN INI NGAPAIN SIH ? BUANG-BUANG WAKTU AJA ! CEPETAN SANA, MIN HO, HAMPIRI DIA !”

“Oh, ya, ya, baiklah .”

Dengan langkah dan hati yang tidak mantap, Min Ho mendekat ke arah Ki Bum yang mengepel lantai .

Yah … liat mukanya aja udah sepet, gumam Min Ho dalam hati .

Roman-romannya aku bakalan gagal juga ini .

Ki Bum tetap tidak menghiraukan Min Ho yang berdiri terpaku sekitar 1 m darinya .

“A … anu, Ki Bum-hyung …”

“NGAPAIN CECUNGUK MACEM ORANG BEGO ? ORANG LAGI NGEPEL INI ! KAYAK NGGAK ADA KERJAAN AJA ! INI LANTAINYA SUDAH BERSIH, SANA, NANTI KOTOR LAGI !”

Astaga .

Jadilah Min Ho terdiam di tempat . Tidak sanggup berkata apa-apa lagi . Lost-minded . Piringan pelindung, eh, penampi beras yang tersedia juga tidak membawa manfaat seperti yang diharapkan .

Dengan ini, #2nd Decision terbukti gagal .

Tapi ini semua bukan apa-apa jika dibandingkan dengan Tae Min .

Setelah ini, kalian bisa buktikan betapa membahayakannya seorang Ki Bum jika sedang jengkel .

[Tae Min’s Version]

“Hyung, hyung, itu kenapa Min Ho-hyung nggak gerak-gerak dari tadi ?”

“Gawat . Jangan-jangan …”

Mereka bertiga [Jin Ki, Jong Hyun, Tae Min–red] sigap menghampiri Min Ho dan segera menggotong tubuhnya yang membatu ke sofa .

“Ya ampun … segitunya sampe jadi begini . Perasaan tadi Min Ho-hyung nggak diapa-apain, ‘kan ?”

Jong Hyun menghela napas . “Nggak diapa-apain sih iya . Kicauannya itu yang nggak tahan,” komentarnya dengan suara parau .

“Hmp, jadi sekarang giliranku,” ucap Tae Min seraya berdiri dengan penuh percaya diri .

“Kau yakin bisa, Tae Min-nie ? Ingat, dua korban sudah berjatuhan .” seru Jong Hyun cemas . Tae Min tersenyum .

“Serahkan saja padaku, hyung .”

“Kutitipkan bangsa dan negara ini padamu, Tae Min-nie,” ucap Jin Ki yang dibalas dengan jitakan Jong Hyun .

“Lebai amat kau ini –” Sudahlah, pokoknya hati-hati ya, maknae, kami benar-benar berharap padamu, jangan sampai kau malah tewas dengan makhluk buas satu itu,” tegur Jong Hyun penuh harap .

Tae Min mengangguk-angguk mantap seraya mengacungkan ibu jarinya, “Beres, hyung !”

Akhirnya, Tae Min lah yang menjadi tumpuan terakhir . Dengan santai, dia berjalan ke arah Ki Bum yang sedang cuci piring .

“Umma ~” ucapnya dengan gaya imut khasnya seraya memeluk Ki Bum dari belakang .

Semesta suara-suara berisik cucian piring berhenti tanpa syarat .

“Umma, aku sayang kamu ~”

Prikitiiiw ~

Entahlah, kata-kata itu terdengar seperti rayuan gombal atau rengekan bayi yang minta susu .

Sementara itu, Ki Bum masih tetap diam . Tidak sepatah kata pun keluar dari bibir mungilnya . Si bayi [?] malah keenakan bertengger di punggung ibunya [?] dengan wajah \(*3*)/

Namun, sang ibunda tetap tidak memberikan respon satu patah pun .

Mengetahui kejanggalan ini, Tae Min jadi curiga . Biasanya sehabis dirayu oleh si ‘bayi’, ibunya akan tersenyum simpul dan mengelus rambutnya sayang .

Tapi ini ?

Tetap, sang maknae mencoba memanggil ‘ibunda’ untuk memastikan keadaan .

“Umma ?”

Nihil .

“Umma, kalau tidak jawab apapun juga, aku cium ya .”

Nah . Itu dia salah satu jurus andalan Tae Min dalam meluluhkan hati ibunya .

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya sang ibu menjawab :

“Tae Min …”

Oho . Wajah maknae berubah cemerlang ketika ‘lampu hijau’ sudah diberikan .

Tapi apa yang terjadi ?

Setelahnya, sang ‘ibu’ meneruskan kalimatnya … seperti ini :

“Cepat pergi dariku … atau aku akan menghabisi kalian pelan-pelan .”

Oh . My . God .

Percayalah, seumur hidupnya, baru satu kali ini Ki Bum tega mengeluarkan kalimat sepedas itu terhadap anak semata wayangnya .

Dan Tae Min, tentu saja karena baru pertama kali menemukan ‘ibu’nya seganas itu … langsung mengkeret dan menjauh dari ibunya inci demi inci dengan mata yang berkaca-kaca .

“U … u … umma … kenapa bisa …”

Tapi Tae Min masih tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya . Dibalikkannya tubuh Ki Bum menghadap dirinya dan diguncang-guncangnya bahu ‘ibu’-nya .

“Umma ! Sebenarnya ada apa ? Umma kerasukan jin apa sampai jadi menakutkan begini ? Hei, umma, kau dengar aku ? Sadarlah umma, ini aku …”

“SUDAH CEPAT PERGI SANA ! JANGAN MALAH BUAT ORANG MAKIN EMOSI ! KAU, BERHENTI PANGGIL AKU UMMA ! AKU BUKAN MAMAMU ! DAN KAU, KALIAN BERTIGA DI BALIK GORDEN ITU, JANGAN COBA-COBA MENDEKAT DAN MENGINTIP AKU, ATAU AKU AKAN MENGAMUK DAN MENENDANG KALIAN KE SUNGAI HAN KALAU AKU BISA ! CEPAT, PERGI, PERGI, PERGI KALIAN SEMUA PERGIIIIIIIIIIII !!!!!”

GRABAK, GRABUK, JEDAR, JEDUR, SANG, SING, SUNG, PRANG, PRENG, PRONG … semua barang-barang di dapur habis dilempari oleh monster yang kerasukan ke arah mereka berempat yang berlari ketakutan .

“DEMI TUHAN AKU INGIN KELUAR SIAPAPUN JEMPUT AKU BAWA AKU PULANG SEKARANG JUGA DARI TEMPAT INIIII ! MAMAAAAA !”

Dan dengan berakhirnya #Final Decision tersebut, telah diresmikan bahwa rencana pembujukan terhadap Kim Ki Bum GAGAL TOTAL .

——:o0o:——

Akhirnya setelah tragedi bersejarah yang berlangsung di rumah SHINee Family tersebut, tidak ada lagi yang berani menegur atau barang menoleh sedikitpun terhadap Ki Bum . Jiwa mereka benar-benar terancam semenjak peristiwa menyeramkan itu terjadi . Terlebih-lebih Tae Min yang nekat mengunci diri dalam kamar dan tidak berani keluar seharian, menangis meratapi kegilaan ‘ibu’ tercintanya . Bahkan Jong Hyun yang tadinya berniat untuk meminta maaf sekali lagi memutuskan untuk mengurungkan niatnya itu dalam-dalam, takut terjerembab di ‘lembah kemarahan’ yang lebih lagi . Min Ho yang notabene normal-normal saja kini nampak letih berusaha membujuk si maknae agar tidak terlarut dalam kesedihannya . Sejujurnya juga dia benar-benar teramat shock atas kejadian yang tak terduga itu .

Lalu bagaimana dengan Jin Ki yang sekamar dengan Ki Bum ?

Well, jadi pernah suatu ketika dia melihat rekan sejawatnya itu tertelungkup, melingkar di kasur persis cacing kedinginan dengan selimut yang memenuhi tubuhnya .

Suatu pemandangan yang tidak biasa ditemui olehnya .

Awalnya dia merasa ragu untuk mendekat, memastikan apa yang terjadi . Namun samar-samar terdengar lirihan kecil yang diselingi dengan senggukan senggukan familiar dari sumber suara .

Jin Ki terperanjat .

Ki Bum menangis rupanya .

Perlahan tapi pasti, Jin Ki memberanikan diri untuk mendekat ke arahnya .

Pelan-pelan ditepuknya bahu Ki Bum .

“Ki Bum … ?”

Tanpa menoleh, Ki Bum masih terus menangis . Jin Ki menghela napas dan dengan sekuat tenaga dia membangunkan Ki Bum hingga duduk dihadapannya . Muncullah wajah Ki Bum yang memerah serta mata yang bengkak akibat menangis .

“Kau kenapa sih … buat orang khawatir aja,” ujarnya lembut seraya menyeka air mata Ki Bum dengan jari tangannya . Ki Bum masih sesenggukan .

“Hei, kalau ada masalah, bilang dong … kami jadi bingung nih melihatmu hancur lebur begini,” komentarnya lagi . Secara bertahap tangisan Ki Bum mereda dan menatap Jin Ki dengan tatapan kosong .

“Ayolah … Ki Bum-sayang :p” ujar Jin Ki sambil memeletkan lidah . Lambat laun akhirnya seulas senyum tipis menghiasi wajah Ki Bum . Dipukulnya dada Jin Ki pelan dengan genggaman tangan kanannya .

“Tumben sekali kau bisa memanggilku ‘sayang’,” sahut Ki Bum dengan suara serak . Jin Ki tertawa renyah .

“Kan biasanya kau juga memanggilku begitu, weee ~ Kedengarannya menggelikan sih, tapi nggak apalah sekali-sekali, hehehe ~” jawab Jin Ki polos .

Ki Bum tertawa kecil . Melihat wajah Jin Ki yang lucu dan kekanak-kanakan membuatnya tidak tahan untuk mencubit pipi gembulnya .

“Itu karena kau bodoh, hahaha ~ dasar, umur sudah kepala dua, tapi tingkah nggak ada beda dengan anak SD -.- kapan sih kau ini berubah, makhluk jelmaan ayam ?”

Jin Ki tertawa . “Makhluk jelmaan ayam ? Haha ~ bagus juga julukannya ! Ngg … kapan ya aku berubah ? Ngg … kapan-kapan deh ! Hehehe ~” jawabnya asal .

“Kau ini polos amat sih . Aku jadi ingin menggigit pipimu tahu, gembul,” ujar Ki Bum gemas .

Jin Ki membelalak dan memegang kedua pipinya . “Hah ! Jangan, pipiku ini berharga, tidak untuk dijual, ataupun digigit, apalagi dimakan ~” serunya sambil geleng-geleng .

Ini memang tidak bisa dielakkan meski rasanya tidak mungkin . Di satu sisi, sang dosen bisa terlihat sangat menggemaskan dengan pipi chubby-nya akibat kebanyakan makan daging alias ayam, meski sudah berumur dengan segala sifat ajaibnya itu .

Merasa melihat anak bayi yang teramat sangat lucu di hadapannya, Ki Bum berseru, “Ya Tuhan Jin Ki ! Lama-lama kucium juga nih !”

Jin Ki hanya tertawa terkekeh sambil bertingkah seperti anak kecil dengan sengaja, “Nggak mau ~ Ki Bum genit ih ! Hahahahaha ~”

“Jin Ki … berhenti bicara seperti itu atau aku akan berubah jadi seperti yang tidak kau harapkan .” ucap Ki Bum tiba-tiba dengan raut serius yang tidak biasanya . Jin Ki jadi kagok dan berhenti tertawa .

Sepertinya dia tahu apa yang dimaksudkan Ki Bum .

Seketika raut wajah, tingkah dan suaranya kembali seperti pria umur 23 tahun, normal .

“A, i, i, iya, baiklah . Ehm, ngomong-ngomong … tadi aku mau ada tanya denganmu . Kenapa tadi kau menangis ?”

Ki Bum hanya memberi gelengan singkat dan ucapan, “Aku nggak apa-apa kok,”sebagai jawaban .

“Jangan berakting kayak di sinetron-sinetron deh . Jawab aja apa adanya, Ki Bum,” cibir Jin Ki . Ki Bum menundukkan kepala .

“Kalian semua … jadi menjauh dariku gara-gara peristiwa kemarin itu ‘kan … ?” sahut Ki Bum lirih . Meski ucapannya terbukti benar, Jin Ki merasa tidak enak dengan teman sekamarnya itu .

“Se, sebenarnya … kami juga nggak bermaksud …”

“Aku benar-benar merasa bersalah . Aku juga nggak tahu kenapa aku bisa jadi seperti itu . Semestinya … semestinya aku bisa mengontrol emosiku dan tidak membuat kalian takut … aku tahu kalian berusaha mendekati dan mencoba menghiburku, tapi … tapi …”

“Ki … Ki Bum …”

“Tae Min … pastilah dia benar-benar kecewa gara-gara aku menyakiti perasaannya dengan bilang ‘aku bukan umma-nya’ … pastilah sekarang dia benar-benar shock dan mogok makan, mogok belajar … dia belum pernah melihatku seganas itu … tapi aku … aku benar-benar nggak bermaksud, aku benar-benar nggak sadar … Jong Hyun … Min Ho … mereka berdua benar-benar menjaga jarak denganku gara-gara … gara-gara … ukh,”

Ki Bum tidak kuasa menahan tangis dan akhirnya menenggelamkan diri di dada Jin Ki . Jin Ki berusaha menenangkan Ki Bum, menepuk-nepuk punggungnya dengan perasaan tidak tega .

“Aku tahu kok … aku tahu kau tidak ada maksud apapun untuk membuat kami menghindar . Aku tahu kalau waktu itu kau marah tanpa sadar karena emosi … itu bukan salahmu, Ki Bum … tidak ada yang salah . Itu terjadi karena kebodohan kami yang memancing emosimu . Kau hanya berusaha agar tidak membuat kami khawatir, ‘kan ? Kami yang seharusnya minta maaf …” ujar sang dosen bijak . Tangis Ki Bum malah semakin menjadi .

“NGGAK … KALAU … HIKS, SAJA AKU … HIKS, TIDAK MEMBUAT … HIKS, KALIAN KAGET DAN … HIKS, MENGATAKAN YANG … HIKS, SEBENARNYA, HIKS, PASTI … PASTI TIDAK AKAN … HIKS, BEGINI JADINYA … HIKS, HIKS …”

“Ssh, sudah, sudah … jangan begitu . Sudah ya, cup cup ~ jangan nangis lagi, kami semua nggak marah padamu kok . Nanti kita bicarakan dengan yang lain ya, soal yang kemarin itu . Sudah, pokoknya sekarang nggak usah nangis lagi ya ?”

Ki Bum menurut dan melepas pelukannya .

“Gimana ? Udah ngerasa baikan ?”

Ki Bum mengangguk sambil tersenyum . “Yeah . Makasih ya, sayang .”

Ki Bum memang tahu cara membuat wajah orang jadi semerah sapi panggang [?]

“Eh, ya sudah, ayo, kita ngomong sama anak-anak lain yuk ?” ajak Jin Ki menyingkirkan rasa malunya .

Dengan manja, Ki Bum tersenyum dan menggelayut di lengan Jin Ki .

“Ayo ~”

——:o0o:——

“Oh … jadi begitu .”

“Umma marah gara-gara itu ya .”

“Tapi ‘kan kenyataannya memang …”

“SSH, MIN HO, JANGAN COBA-COBA GALI LUBANG KUBUR UNTUK YANG KEDUA KALINYA .”

“He ? Oh . Baiklah .”

Begitulah . Akhirnya SHINee Family mendiskusikan masalah Ki Bum bersama di sofa .

“Aku minta maaf ya dengan kalian … sudah membuat kalian takut,” Ki Bum bersuara pelan sambil menunduk . Yang lain jadi merasa tidak tega .

“Sudahlah, Ki Bum, yang lalu biarlah berlalu,” ujar Min Ho berfilosofi . Jong Hyun mengamini .

“Ya . Aku juga minta maaf Ki Bum, waktu itu sudah bilang kau cantik dan keibuan … aku janji nggak akan mengulanginya lagi,” giliran Jong Hyun yang seperti anak TK berjanji nggak akan nakal lagi dengan ibunya .

Setelahnya, Tae Min tersenyum seraya merapat ke arah Ki Bum, memeluknya sayang .

“Aku maafin umma kok . Sebelum umma ngelakuin, aku sudah maafin .”

“T … Tae Min-nie …”

“Ya, umma ?”

“Jadi sesudah umma buat kamu kecewa, kamu nggak bakalan maafin umma, gitu ?”

Hening .

“Aku sayang umma . Jadi aku nggak mungkin tega dengan umma …”

Ki Bum terharu mendengar ucapan penuh kasih sayang anak semata wayangnya tersebut .

“Umma juga sayang padamu, Tae Min-nie . Lebih dari apapun,” jawab Key mantap .

Lalu kemudian suasana berubah menjadi haru biru untuk beberapa saat, sebelum akhirnya Jong Hyun berdeham .

“Jadi … kau nggak mau dibilang ‘cantik’, Ki Bum ?”

Ki Bum menggeleng .

“Kau mau terlihat seperti lelaki ?”

Ki Bum mengangguk . “YA .”

“Kau mau terlihat lebih jantan ?”

Ki Bum berseru . “YA !”

“Kau mau terlihat lebih manly ?”

Ki Bum melompat-lompat . “YA ! YA !”

“Kau mau terlihat lebih tampan, lebih gagah, dan lebih-lebih lainnya ?”

Ki Bum salto dan jungkir balik . “YA YA YA YA YA, DEMI APAPUN YA !!”

“Kalau begitu …”

“Izinkan kami untuk membuatmu menjadi seorang pria .”

“DIA ITU SUDAH PRIA, CEBOL .” ujar Jin Ki menjitak kepala Jong Hyun .

“Ya, aku tahu dia itu pria . Tapi ke-pria-annya itu tertutupi oleh … ehm, pokoknya, kita akan membuat Ki Bum menjadi seorang pria YANG BENAR-BENAR-PRIA .”

“Gimana caranya ?”

“Nah itu dia . Aku lagi mikirin gimana caranya .”

Doeng .

“Ya … makanya aku butuh bantuan kalian juga, supaya kita bisa sama-sama membantu Ki Bum mengatasi problemnya . Gimana, Ki Bum ? Kau mau kami buat menjadi pria yang benar-benar pria ?”

“SAMPAI JAMAN KUDA BERTELUR NANTI PUN AKU BERANI MENGATAKAN ‘YA’ .”

“Oke . Bagaimana yang lain ? Setuju ?”

“BAIKLAAAH ~”

Jong Hyun tersenyum puas . “Yak, dengan ini … kita lihat saja nanti bagaimana perjuangan seorang Kim Ki Bum menjadi seorang pria yang benar-benar pria .”

“Dan aku yakin kita pasti bisa .”

Yah … apakah omongan itu bisa dibuktikan atau tidak, kita lihat saja nanti .

TBC TO PART 6B

Comments on: "Acknowledge it, It’s SHINee Sangtae! – part 6A" (11)

  1. WHAT THE HECK IS THIS HAHAHA aku pas ngedit ketawa2 bayangin taemin bakalan dilempar segala barang sama kibum HAHAHAHA

    ONKEY MOMENT IS A WIN ABIS DEH LOL.

    NICE JOB BB. terus kita loncat ke part 7 dulu atau balik ke 6B? tergantung kamu😄

  2. XIXIXI abis kesian si Temin kalo digeplak ama emaknya xD

    EHEHE IYA DOOONG ONKEY xDDD THANKS❤

    kalo aku nyelesainnya lama, kamu post yang part 7 aja dulu gimana ? tapi ntar readernya bingung '_' jadi …………………………….. ya udahlah post yg part 6B dulu :))

  3. joannataemints said:

    HWAAA
    Daebak!

    Ketawa ngakak pas bayangin taem meluk key
    terus ada efek efek bling bling gitu
    eh terus key bilang
    “Cepat pergi dariku … atau aku akan menghabisi kalian pelan-pelan .”
    hwakakak
    lanjut lanjut!!!
    Di tunggu part 6b nya ya^^

  4. makasih xDD
    iya itu emang lagi ngeror buatnya makanya jadi ancur gitu hasilnya haha ~ but glad if you like it :))
    thanks for commenting btw <333

  5. annyeooong ^^ pas baca judulnya kemudian baca isinya~~~~~ MWUHAHAHAA aku ngakak mulu setiap bagian jonghyun ngomong dan terpojok wkwk sabar ya joong *ngelus2 pantat jonghyun😄
    yaya memang! ONKEY moment emang the best laaah haha dtunggu part B nya^o^
    oya aku belum sempet baca part2 sbelumnya egege
    oya oya kenalah dulu aah. ehm~ naneun ariesty imnida 15 y.o i’m shawol and MVP hohoho~ KABUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUR

  6. Wahahaha..kasian sich cebol slalu kena jitak hahahaha…part 6B umma akan menjadi appa

  7. Ya ampuun kibum,.bener.bener galak,.wakakakakkk….kenapa ak malah ngakak pas kibum marah.marah bgtu xD… Emg cuma jinki yg bsa meluluhkan kibum. . . Onkey Jjang !!! Wakakakakkk. . .dtggu part 6B’a yaks. Kamsahamnidaaaaaaaaa ^^,

  8. yuni_dubuonyu said:

    kocakk…kocakkk….
    ni epep slalu lucu..
    eps2 sblm na juga…
    yaayayyaya, dtunggu part 6b na yaaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: