more fantasy about k-pop

I was There ~ part 1

cast : Kim Hyesoo (ruthbelindul) , Choi Minho , Lee Mingi (author) , Choi Siwon , Lee Donghae

genre : tentukan saja sendiri oke? :p

nb : please comment🙂 ) Happy Reading ;p

—–
Aku ada diasana
Aku melihat semua kejadian itu
Aku melihat saat kalian dengan sadisnya mencabik2 kedua orang tuaku
Aku kembali sekarang
Aku kembali untuk membalasnya
Camkan itu baik-baik!

-7 Januari 1998-

“Saengil Chukka Hyesoo…”ujar Omma sambil mencium pipiku. Aku tersenyum sambil memainkan boneka baru yang diberikan oleh Appa.

“Anak Appa sudah besar sekarang. “ujar Appa sambil mencubit kedua pipiku.

“Kibum-ah bagaimana kau bilang dia sudah besar?Dia kan baru berusia 5 tahun Jagi” ujar Omma.

“Iya dong.. Dia lebih besar daripada adiknya yang masih berada di perutmu itu jagi”ujar Appa.

“Appa…Omma… dede bai kapan lahirnya?Hyesoo udah mau punya adik”ujarku sambil mengelus-elus perut Omma.

“Sabar ya sayang, sebentar lagi dede akan lahir”ujar Appa lalu mengacak-acak rambutku.

“BRAK” tiba-tiba pintu rumah kami terbuka kencang. Aku dapat melihat dua orang yang berbadan tinggi dan menggunakan topeng masuk kedalam rumahku. Dengan sigap Appa langsung menyuruh Aku dan Omma untuk lari ke gudang dibawah tanah. Omma langsung menarik tanganku dan berlari. Aku menengok ke belakang, melihat appa dengan sekuat tenaga berusaha menghalangi kedua orang itu. Tapi salah satu dari mereka langsung menusukkan benda tajam yang dibawanya tepat di jantung Appa. Appa jatuh kelantai, salah satu dari orang itu mengejar kami. Aku takut…Untung saja kami berhasil berlari masuk kedalam gudang bawah tanah. Omma segera mengunci pintu dan menyuruhku untuk bersembunyi dibalik rak-rak wine. Aku dapat melihat Omma kesakitan. Omma terjatuh dan aku melihat darah segar mengalir di pahanya. Pintu gudang berhasil dibuka, orang itu mendekati Omma.

“Selamat tinggal MiYoung”ujar orang itu lalu menancapkan pisau diperut Omma. Aku ingin rasanya berteriak tapi tidak bisa, suaraku tertahan. Orang itu bukan saja membunuh Omma, tapi dia juga memotong-motong tubuh Omma. Air mataku semakin deras. Aku terus berusaha untuk berteriak. Tapi kenapa suaraku tidak mau keluar. Omma… Appa…Adik… Jangan tinggalkan aku..Setelah orang itu meninggalkan gudang, aku mendekati potongan tubuh Omma. Aku menangis disana. Aku mengambil kaluang Omma dan memakainya. Omma, aku berjanji. Aku berjanji akan membalas mereka. Kalau perlu akan membalasnya sampai semua keturunannya mati. Aku akan melakukan hal yang sama pada mereka. Agar mereka dapat merasakansakit yang kurasakan sekarang. Aku janji Omma.. Appa… Aku janji.

– 7 Januari 2010-

Aku menatap nanar ke arah makam kedua orang tuaku. Aku membawa sekotak kue ulang tahun dan menyalakan lilinnya.

“Saengil chukka hamnida, Saengil chukka.. ham,,ni..da, sarangha ni Kim..Hye Soo, Saengil chuk….ka hamnida” aku meniup kedua lilin yang bertuliskan angka 17 tahun itu.

“Appa, Omma , hari ini aku berulang tahun. Hari ini aku sudah berusia 17 tahun. Sebentar lagi aku akan kuliah di Kyunghee, doakan aku ya. Omma Appa. Aku janji, saat aku menemukan 2 orang yang bernama Siwon dan Donghae, aku akan membunuh mereka. Aku akan membalas dendam pada mereka. Bahkan kepada seluruh keluarganya, aku janji….”ujarku sambil menangis. Aku berdiri dan mebetulkan seragamku. Aku meninggalkan komplek pemakaman itu dan pergi menuju sekolahku. Aku melap air mataku dan mengayuh sepedaku kencang. 12 tahun sudagh orang tuaku meninggalkanku. 12 tahun sudah aku hidup sendiri. Hinaan demi hinaan kuterima. Mulai dari yang mengatakan aku orang miskin, anak yatim piatu sampai yang mengatai aku sampah. Aku menerima semuanya. Tapi yang jelas selama 12 tahun itu juga, aku terus mencari keberadaan orang yang bernama Choi Siwon dan Lee Donghae itu.

– Kangnam High School –

“Morning jagi..tumben telat datengnya,biasanya kamu kan ontime” ujar Minho, namja chinggu ku saat aku memarkirkan sepedaku.

“Tadi aku ke makam orang tuaku dulu, jadinya aku sedikit terlambat” ujarku sambil tersenyum padanya.

“Oke.. ayo ke taman belakang ikut aku” ujar Minho sambil menarik tanganku. Samar- samar aku dapat mendengar suara Mingi, sahabatku bernyanyi.
“Mingi.. kok kamu ada disini juga?” tanyaku

“Hm.. Hyesoo-ah… Hari ini kan ulang tahunmu. Aku dan Minho akan memberikanmu hadiah yang takkan pernah kau lupakan seumur hidupmu! duduk disini dan lihat kami!”ujarnya. Minho beranjak dari tempatnya dan berdiri disamping Mingi. Mereka berdua menyanyikan lagu It Has to Be You dan lagu Happy Birthday untukku. Ahh senangnya. Bahagia sekali aku mendapatkan 2 orang teerbaik dalam hidupku. Tapi sayang, hal bahagia itu harus berakhir dengan kematian. Ya… 2 minggu yang lalu aku menemukan orang yang telah membunuh orang tuaku dan calon adikku. Aku bertemunya saat aku sedang menggerjakan tugas dirumah sahabatku sendiri. Lee Mingi.

-Flashback-

“Appa, akhirnya pulang juga, aku sangat merindukanmu”ujar Mingi lalu memeluk Appanya yang baru saja pulang dari Kanada kalau tidak salah.

“Mianhae sayang. Papa harus berada di Kanada lebih lama karena Papa harus menghadiri rapat bersama Siwon ahjussi”ujar Appanya Mingi. Tunggu, tadi Appanya Mingi menyebutkan nama Siwon ahjussi?Jangan-jangan.

“Iya Mingi. Donghae ahjussi itu menemani appaku ke Kanada untuk meetikng”ujar Minho menambahkan. Donghae ahjussi? Mungkinkah dia itu orang yang kucari selama ini?? Aku harus memastikannya. Aku harus melihat tangan Appanya Mingi. Kalau ditangan itu ada tato gambar ikan nemo *lawak* berarti benar dia orangnya. Aku mengambil gelas minumku yang berisi jus jeruk dan pura-pura jatuh didekatnya.

“Mianhae ahjussi, sini aku bersihkan” ini dia kesempatan yang tepat, aku menaikkan lengan kemeja Donghae ahjussi dan, aku menemukan tato itu. Berarti aku telah bersahabat dengan anak seorang pembunuh?? Dan jangan bilang kalau aku juga berpacaran dengan anak pembunuh keji itu. Bagaimana mungkin aku dapat membunuh kedua orang yang paling kusayangi?? Tapi.. Aku kan sudah berjanji untuk membunuh kedua pembunuh keji itu beserta seluruh anggota keluarganya. Aku harus bagaimana?

-end of Flashback-

“Hyesoo-ah kau benggong ya?”tanya Mingi sambil menggoyang-goyangkan tangannya didepan wajahku.

“Ne?ah aniyo, aku hanya terharu melihat kalian yang begitu perhatian kepadaku” ujarku sambil tersenyum. Munafik memang, aku berlaku baik didepan mereka padahal sebentar lagi mereka akan mati ditanganku. Tapi itu semua tidak sebanding dengan penderitaanku selama 12 tahun. Hidup terlantar, tanpa orang tua, tanpa kasih sayang.

‘TING TONG TING TONG’ Bel tanda pelajaran dimulai pun berbunyi. Akhirnya kami bertiga langsung pergi menuju kelas masing-masing. Selama pelajaran aku tidakdapat memusatkan pikiranku dan berkonsentrasi walaupun hanya untuk 5 menit, karena aku sedang merencanakan pembalasan dendamku. Pembalasan dendam ini akan kulakukan pada saat peresmian cabang baru perusahaan di Busan. Dan aku akan membunuhnya disana. Dan tentunya aku tidak akan menyewa orang untuk membunuhnya. Mungkin aku tidak akan membunuhnya menggunakan pisau ataupun senapan. Tapi aku akan membuatnya seolah-olah membunuh dirinya sendiri. Tenang saja… Pembalasanku ini akan sedikit lebih halus dari yang kurencanakan.

To Be Continued

by:Jqlinecho

also published in : kpopfantasy.wordpress.com

Comments on: "I was There ~ part 1" (4)

  1. i loveeee this😀

    ga sabar nunggu detik2 pembalasan dendam,
    muahaha😉

  2. HwangChanChan said:

    Hyesoo ga mgkin tega bnuh mrk kn??

  3. gumawo ud baca… lanjutannya akan scepatnya aku publish ya…just wait kay?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: