more fantasy about k-pop

Step Mother ~ one shoot

Cast : Lee Mingi, Lee Hyukjae, Eunra, Hyeoyeon

genre : family (?)

author : jqlinecho

leght : oneshoot

rated : pg-13

Kalau mendengar kata Ibu Tiri pasti yang kalian pikirkan adalah ibu tiri yang ada di Cinderella. Ibu tiri yang jahat, suka menyiksa dan bermuka dua. Tapi dikehidupanku? Tak ada yang namanya ibu tiri yang jahat. Tak ada ibu tiri yang suka menyiksa anak tirinya. Semua terbalik, di kehidupanku ini Anak tirilah yang menyiksa ibu tirinya. Perkenalkan namaku Lee Mingi. Ibuku yang bernama Lee Eunra meninggal 5 tahun yang lalu saat usiaku masih 12 tahun. Ibuku meninggal karena kecelakaan. Dan kalian tahu apa penyebab kecelakaan itu? Penyebabnya adalah karena ibuku bertengkar dengan Ayahku, Lee Hyukjae yang tertangkap berselingkuh dengan rekan kerjanya Hyeoyeon. Dan wanita yang bernama Hyeoyeon itu sekarang menjadi ibu tiriku. Awalnya aku berniat untuk menentangnya, tapi aku membiarkannya terjadi. Aku membiarkan Hyeoyeon menjadi ibu tiriku. Dengan begitu aku akan lebih mudah membalasnya.

“Mingi, buka pintunya sayang, Appa mau masuk” ujar Appa sambil mengetuk pintu kamarku. Benar kan kataku. Appa tak akan pernah bisa membiarkan aku, anak satu-satunya ngambek.

“Shiro..aku tak mau, aku takut Hyeoyeon omma memukulku lagi” teriakku sambil berpura-ura menangis. Bagaimana aktingku?? Apakah Kibum sudah kalah denganku?

“Buka pintunya nak, Appa mau ngomong sama kamu”ujar Appa memohon. Baiklah aku akan membukanya, tapi sebelum itu aku pergi ke kamar mandi yang ada dikamarku. Aku menampar pipiku beberapa kali, hingga meninggalkan bekas merah dipipiku. Aku memukup-mukul diriku sendiri, hingga meninggalkan bekas membiru dikakiku. Aku meneteskan obat tetes mata pada kedua mataku. Aku pergi dan membuka pintu kamarku. Begitu Appa masuk aku langsung memeluknya dan menangis dipelukannya. Aku bisa melihat sosok Ibu tirku yang malang itu dibelakang Appa. Appa yang terus-terusan berusaha menenangkanku itu mulai geram melihat semua memar ditubuhku. Aku hanya tersenyum penuh kemenangan kearah Hyeoyeon. Dan mengacungkan jempolku kearahnya.

“Kau kalah”ujarku tanpa suara. Hyeoyeon hanya bisa menahan air matanya.

“Appa..Jangan tinggalkan aku, aku takut.. Hyeoyeon omma selalu menyiksaku, aku takut” ujarku. Appa terus-terusan menenangkanku. Appa menyuruhku untuk tidur. Aku pun mengiyakannya, setelah aku tertidur. Oh mungkin tepatnya pura-pura tertidur, aku mengendap-endap pergi ke kamar Appa dan Hyeoyeon. Aku dapat mendengar dengan jelas kalau Appa sedang memarahinya. Aku tersenyum, puas sekali aku. Seharusnya aku itu menjadi seorang pemain film. Aku mendengar langkah kaki menuju pintu, aku segera mengambil langkah seribu untuk bersembunyi. Aku melihat Hyeoyeon keluar dari kamar sambil menangis. Dia pergi menuju halaman belakang rumah. Aku pun mengikutinya.

“Bagaimana aktingku tadi?Bagus?”tanyaku. Dia tampak kaget dengan kehadiranku.

“Kenapa kau jahat sekali??Kalau kau tidak menyukaiku kenapa kau setujui pernikahan antara aku dan Hyukjae?” omelnya padaku. Aku hanya tersenyum dan mendekatinya. Aku menarik kerah bajunya.

“Aku memang jahat, tapi ini semua karena kau. Aku jahat karena aku mencontoh tindakanmu yang keji itu, merebut suami orang, menewaskan Ommaku beserta adikku, tahukah kau saat itu??”ujarku dengan suara bergetar.

-flashback-

“Omma, kita mau kemana?”tanyaku pada Omma.

“Kita mau ke kantor Appa, Appa pasti sangat senang mendengar berita ini”ujar Omma sambil tak henti-hentinya tersenyum. Yah memang hari ini aku menemani Omma ke klinik dan ternyata Omma sedang mengandung, Akhirnya Tuhan menjawab doaku. Aku akan mendapatkan seorang adik. Omma dan aku berjalan menuju kantor Appa. Saat Omma membuka pintu kantor Appa. Omma menangis karena melihat Appa sedang berciuman dengan yeoja lain. Omma langsung berlari keluar dan pergi meninggalkanku sendiri. Aku menyusul Omma dan aku sangat kaget begitu melihat mobil Omma menabrak sebuah bus besar dan Omma meninggal ditempat, sejak saat itu aku berjanji akan membalas semuanya

-end of Flashback-

Aku melepas genggamanku dari kerah perempuan itu. Aku tertunduk lemas dilantai. Kakiku seolah tak dapat menopang tubuhku.Aku menangis kalau melihat semua kejadian itu, aku tak dapat menahan tangisku ini. Aku harus kuat, aku tak boleh terlihat lemah didepan perempuan ini. Aku segera bangkit dan menghapus air mataku.

“Kalau kau menginginkan adik, kau akan memilikinya karena Omma hamil Mingi”ujar perempuan itu. Aku membuang muka. Jadi dia hamil, bagus… Aku akan membuatnya merasakan kehilangan. Kehilangan orang yang paling kita sayangi itu sangat sakit rasanya. Aku berbalik dan tersenyum kearahnya.

“Benarkah??Aku akan segera mempunyai adik lagi?”ujarku sambil berpura-pura menunjukkan wajah termanisku. Perempuan itu mengangguk. Aku menyunggingkan senyumku.

“Sebaiknya kau jaga anakmu itu sebelum kau merasakan kehilangan. Camkan kata-kataku” ujarku dingin. Lalu aku pun meninggalkannya sendirian di halaman belakang. Aku pergi ke kamarku dan mengambil sebuah kotak, Aku membuka kotak berwarna putih itu. Kotak itu berisi foto-foto keluarga ku sebelum perempuan itu merusak keluarga kami. Aku menangis melihat lembar demi lembar foto itu.

“Aku kangen Omma..”isakku. Aku sudah lelah menangis. Aku terlalu lelah menangis hingga sepertinya air mataku sudah kering dan tak dapat dikeluarkan lagi. Aku terlalu lelah menangisi penderitaanku.

-Keesokan harinya-

“Appa annyeong.. Cepat pulang ya”ujarku sambil melambaikan tangan ke arah Appa.

“Sayang baik-baik ya dirumah, Appa mungkin akan lembur”ujar Appa lalu mencium keningku.

“Hyeoyeon ingat jangan berani untuk menyentuh putri kesayanganku”ujar Appa sambil melotot kearah perempuan itu. Bagus. Appa sudah kehilangan kepercayaan sama perempuan ini. Hyeoyeon hanya bisa menundukkan kepalanya. Akhirnya Appa pun pergi. Kesempatanku untuk menyiksanya.

“Hey Hyeoyeon….. cepat kerja”perintahku padanya.

“Kenapa kau melakukan ini padaku?”tanyanya sambil memegang perutnya yang sudah mulai membesar itu.

“Hanya 1 alasanku.. Kau mau tahu??”ujarku kini sambil menjambak rambutnya.

“DENDAM….”ujarku sambil sedikit berteriak. Aku melepas rambutnya. Hal itu sukses membuatnya tersungkur ke lantai. Aku tersenyum saat melihat darah keluar dari pangkal pahanya. Dia mengerang kesakitan.

“Bagaimana rasanya?”tanyaku sambil berjongkok didepannya.

“Sa..Sakit…”erangnya.

“Sakit ya?? Bagaimana dengan ini?”ujarku sambil menekan perutnya. Dia mengerang kesakitan. Tiba-tiba pintu rumahku terbuka.

“Mingi,apa yang kau lakukan??”teriak Appa lalu mendorongku hingga tersungkur dilantai. Appa langsung menggendong perempuan itu dan membawanya pergi. Sebelum Appa pergi dia berkata dengan sinis kearahku.

“Awas saja kalau terjadi apa-apa dengan anakku.. Aku tak akan memaafkanmu”

Apa?? Anakku?? Memangnya aku ini anak siapa??Aku juga anakknya. Appa tak berkata seperti itu kepada perempuan itu ketika adikku meinggal. Aku tak menyangka hal itu. Aku berlari menuju kamarku, mengemasi barang-barangku, aku rasa lebih baik aku meinggalkan tempat ini. Aku benci berada disini. Appa bahkan lebih menyayangi perempuan yang menyebabkan Omma meninggal daripada Omma dan aku. Aku ingin sekali menyusul Omma, tapi aku tak bisa. Aku belum bisa tenang kalau perempuan itu masih hidup bahagia dan tertawa diatas penderitaanku. Aku tak bisa menerimanya kalau anak yang dikandungnya menggantikan posisiku dan adikku dihati Appa. Aku hanya pergi untuk sementara. Aku pasti akan kembali dan menjadi seorang yang tentunya lebih sadis daripada yang sekarang. Aku meletakkan surat dimeja tengah.

Dear Appa,

Appa, apakah kau senang sekarang? Aku sudah pergi dan tak akan mengganggu kehidupan kalian lagi. Bersenang-senanglah dengan perempuan itu. Aku tak akan mengganggu kalian.

-Mingi-

Comments on: "Step Mother ~ one shoot" (15)

  1. Author.. Jgn oneshoot.. Kurang seru.. Lanjut aja sampe Mingi puas balas dendam.. Kkk~

  2. Haeternally said:

    Tuing. . .

    Lanjut donk. . . Lg seru bc . . Ko ud abis. .
    Keren ini. . .
    Hyuk jahat bener dah. . .><

  3. Yah one shoot ?
    Kuraaaaaangggg, lanjutin aja *maksa*

  4. aku sih brniat lnjutin, tp tunggu para readers ya🙂
    klo ada 13 readers yg blg lanjut.. ntar aku lanjutin..gumawo ud bca🙂

  5. Lanjut ya sampe bales dendam, muahaha😉

  6. ok krena author bilang nunggu ampe 13 reader aku mint lanjuut..

  7. Lanjut author :))

  8. Lanjuttt nanggung bgt

  9. Lanjut author🙂
    Sebenarnya Hyo itu baik atau jahat sih?

  10. Deunryelysma said:

    Lha… Koq dah habis aja..
    pdhal lg seru baca..
    Lanjutin author…🙂

  11. ok krn d tmpt satu lg ud melampaui trget aku jd aku bkl buat lnjutannya,tp mungkin agak lama soalnya aku lg mid term skrng..hehe
    sabar ya :p

  12. Song jeerim said:

    Lanjut dong,penasaran sama nasib mingi,g’tau mesti kasian atau benci ke mingi…

  13. wah,kirain biar oneshot crt.x pjng….

    hue,lg seru2.x bc eh dah hbs…. KURRAANNNGGG…..
    lanjut donk plizzzz

  14. shawolelf said:

    Thor lanjut dong,atau udah ada lanjutannya?ini postingan lama kn ya?

  15. kim july said:

    lanjutin author…
    Jdie pnasaran balas dendamnya mingi kayak apa’an

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: