more fantasy about k-pop

[one shot] Cinta Satu Malam

Title : Cinta Satu Malam
author : fara sunarja
rating : NC-17


-Ji Eun-
“aaaah aku telaaat!!!” tak kusadari sudah jam setengah 9 pagi. Hari ini adalah hari sabtu, walaupun hari ini sekolah libur tapi aku harus pergi bekerja. Yap, Aku bekerja paruh waktu disalah satu butik ternama sebagai assisten designer karena impianku adalah menjadi seorang designer.

Aku bergegas mengambil barang-barangku, memasukannya kedalam tasku dan pergi meninggalkan rumah. Aku berlari menuju halte bus yang berada tak begitu jauh dari rumah ku. Perjalanan dari rumahku ke tempatku bekerja memakan waktu 30 menit, untuk mengusir kejenuhanku, aku memilih mengeluarkan mp3 player ku dan mendengarkan group band favorite ku, Super Junior. Aku sudah mengidolakan mereka kira-kira 2 tahun. Dan bias ku adalah Lee Sungmin. Entah mengapa aku sangat mengagguminya, walau dia agak sedikit kemayu dan teman-temanku sering menyebutnya belok namun aku tetap menjadikannya biasku. Sepertinya hari ini akan menjadi hari yang agak sibuk, karena seonbaenim mengatakan akan ada beberapa orang tamu yang akan datang untuk fitting dan menjadi model untuk koleksi terbaru.

Tak terasa aku sudah sampai di tempat tujuanku. Aku bergegas turun dari bus ini menuju kantorku yg berada sekitar 50 meter dari halte bus.
“annyeong” tegurku pada orang2 se-kantor.
”YAH!! JIEUN-AH!!!!! Cepat kesini!!! Kenapa kau lamban sekali!!!” teriak sesosok wanita tinggi modis berwajah cantik. Dia adalah seonbae-nim ku, hyoyeon.
Oh tidak! Tuhan aku mohon semoga aku tidak dianiaya oleh ‘Devil Wears Prada’ ini. Walaupun ia terlihat anggun namun ia adalah senior yang galak, bila aku berbuat keslahan pasti ia akan langsung mengomel atau bahkan menjambak rambutku seketika.
“eh.. i..iya hyoyeon sunbae.” Aku berlari kecil kearahnya. Dan benar dugaanku dia langsung menarik rambut kuncir kuda ku.
“yah! Kau! Sudah kubilang hari ini kau harus datang lebih pagi kan? Mengapa kau tidak mendengarkan perintahku?!” bentaknya sambil menarik rambutku dan membawaku keruangannya.
“a..aku.. aku..”
“aiissshh.. sudahlah tidak usah banyak alasan! Sekarang kau cepat siapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk fitting dan jangan lupa belikan aku kopi!” perintahnya dan langsung melesat hilang dari pandanganku. Sesungguhnya aku adalah assisten designer tetapi mengapa aku seperti assisten pribadinya?

Hyoyeon sunbae adalah keponakan Designer Cho, ia yang mengurus segala sesuatunya disini dari hal terpenting sampai hal terkecil sekalipun. Jujur aku mengaggumi kerja kerasnya, namun rasa kagumku buyar seketika tiap kali ia menjadikanku seolah assisten pribadinya.

-Hyoyeon-
“yah! Kau! Sudah kubilang hari ini kau harus datang lebih pagi kan? Mengapa kau tidak mendengarkan perintahku?!” aku menarik rambut bocah ini seketika saat ia menghampiriku dan menariknya ke dalam ruanganku.
“a..aku..aku..” katanya terbata
“aiissshh.. sudahlah tidak usah banyak alasan! Sekarang kau cepat siapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk fitting dan jangan lupa belikan aku kopi!” aku memotong kalimatnya dan langsung melesat pergi keluar ruangan.
Ah sampai kapan anak ini akan bertingkah laku seperti itu? Ia sama sekali tidak pantas dengan jabatannya sebagai assisten designer. Sangat lemah, tidak bisa menunjukan dirinya. Dia kira menjadi designer adalah hal yg mudah? Hah, sudahlah.. mengapa aku harus memikirkan anak itu, dia sudah hampir mengacaukan jadwal hari ini dengan datang telat, dia nggak tahu apa tamu yang akan fitting untuk model produk terbaru kali ini adalah tamu penting?

-Jieun-
Aku menyiapkan semua perlengkapan mulai dari pakaian, aksesoris sampai makanan kecil dan minuman.
“ah tidak!” aku lupa membawa makanan kecil yang sudah kusiapkan dari rumah untuk pemotretan kali ini, aaah eoddeohkkae? Aku harus lari secepat kilat membeli snack dan juga kopi untuk ‘Devil Wears Prada’ itu.

***

Aku memesan kimbap lumayan banyak karena sunbae bilang tamunya akan lebih dari 5 orang. Sambil menunggu ahjumma menyiapkan pesananku, aku melesat ke kedai kopi sebelah untuk membeli kopi untuk sunbae, Hyoyeon sunbae sebenarnya adalah senior ku di SMA, dia berada 2 tahun diatasku, ia sudah lulus duluan dan aku sekarang berada di tingkat 12. Itu yang membuatku memanggilnya dengan sebutan sunbae.
“cinnamon coffee latte?” teriak seorang pramusaji
“ah.. aku!” aku menghampiri tempat ‘pick-up order’ untuk mengambil pesananku, tetapi ketika aku baru menyentuh cup coffee itu untuk mengambilnya, seseorang dari belakangku berusaha meraih kopi ku. Aku memutar badanku untuk menegur orang itu namun lidahku seolah beku tak bisa berkata apa-apa. Aku memandangnya tak percaya, orang itu memandangku bingung. “oh my gosh, tuhan benarkah ini nyata, orang yang berada dihadapanku ini? Benarkan Lee Donghae?” tanyaku dalam hati, ya dia adalah Lee Donghae, bias keduaku setelah Lee Sungmin, iya bagaikan malaikat fashion yang dikirim tuhan untuk menghiburku di pagi ini. Betapa gantengnya dia dengan kemeja hitam pas badan yang ia lipatkan lengannya sampai sikut, celana jeans abu2 yang juga ngepas dan bahkan terlihat agak ketat sehingga juniornya agak sedikit menonjol dibalik retsletingnya. Tidak tidak tidak..!!! apa yang sedang aku pikirkan? Tidak seharusnya imajinasi itu yang muncul di benakku sekarang..
“jogiyo.. tuan, ini punya anda. Itu punya Jieun-sshi” kata pramusaji itu yang mengenalku karena aku langganan di kedai kopi ini.
“eh.. mianhae, aku kira ini punyaku, mianhae.” Katanya dengan suara lembut bagaikan seorang penyanyi. Yah! Song Jieun! Ya jinja babo! Dia memang seorang penyanyi!
“mm..nggg.. ngga apa-apa” kata ku berusaha mengembalikan suaraku yang lemah dan nyaris hilang karena tatapan mautnya itu. Lalu ia melepaskan tangannya dari segelas kopi yang aku pegang dan mengambil kopi miliknya. Aku membungkukkan badanku lalu berjalan menuju pintu keluar. Sesekali aku menengok ke arahnya dan “BRUK” aku menabrak pintu kaca yang aku tak sadari keberadaannya. Aku melihat kearah Lee Donghae, ia tersenyum dan tertawa kecil ke arahku. Sungguh aku malu bukan main.
-Donghae-
Aku meraih kopiku yang ternyata sudah dipegang terlebih dahulu oleh seorang gadis, gadis ini menatapku seakan-akan ia kehilangan akalnya, ekspresinya benar-benar sangat lucu.
“jogiyo.. tuan, ini punya anda. Itu punya Jieun-sshi” kata seorang pramusaji didepanku. Ternyata nama gadis ini adalah Jieun.
“eh.. mianhae, aku kira ini punyaku, mianhae.” Aku meminta maaf dan senyum kepadanya, ia tetap menatapku dengan ekspresi lucunya itu.
“mm..nggg.. ngga apa-apa” suaranya terbata dan lemah seperti kehilangan nafas, lalu aku melepaskan tanganku dan mengambil kopiku yang sesungguhnya. Gadis ini membungkuk dan melesat kearah luar aku menyaksikannya masih sesekali menengok ke arahku dan “BRUK” ia menabrak pintu kaca yang ada didepannya, aku tertawa kecil kepadanya. Lalu aku keluar dan masuk ke dalam van group ku.
“yaah! Beli kopi kok lama banget sih?” heechul hyung tiba-tiba merebut kopiku dan menenggaknya.
“ah hyung itu kan punyaku” aku protes
“sama yang lebih tua harus ngalah, aku kan hyung-mu” katanya lalu aku merebut kembali kopi ku dan menenggaknya sedikit. Aku tersenyum mengingat wajah gadis lucu itu.
“kau kenapa senyum-senyum sendiri?” Tanya Eeteuk hyung, aku tidak menggubrisnya. Lalu van ini pun melesat membawa kami pergi dari tempat ini.

***
-Jieun-
Aku masuk keruangan sunbae untuk memberikan kopinya.
“kau bersiaplah di studio, nanti aku akan menyusul bersama tamu kita”
“ah.. ye sunbae” aku pun keluar ruangannya dan pergi ke studio tempat kami akan fitting pakaian model hari ini yang terletak dilantai dua. Aku masih tidak bisa percaya dengan orang yang kutemui tadi di kedai kopi, aaaah tapi aku sangat malu kenapa aku harus menabrak pintu kaca yang jelas-jelas ada dihadapanku segede gajah? Ngomong-ngomong segede gajah, ternyata junior nya Donghae benar-benar besar sama seperti yang aku liat di video-video clipnya walaupun aku hanya melihatnya dari luar celana jeans nya aku sudah bisa tau kalau itu memang benar besar, kalo ga besar kan gak akan jiplak gitu, bagaimana dengan yesung, siwon, eeteuk dan member favorite-ku sungmin ya? Aaah sudah-sudah, aku harus focus pada pekerjaanku.
Ditengah kesibukanku merapihkan pakaian yang akan dicoba oleh para model ini, aku terkejut ketika melihat Hyoyeon Sunbae datang dengan 6 orang malaikat yang berjalan dibelakangnya.
“a..an..anyeonghaseo” sapa ku sambil membungkukkan tubuhku member salam.
“oh yea guys, ini assisten ku Jieun yang akan bantu kalian fitting pakain kami” kata sunbae memperkenalkanku, huh? Assisten nya? Sejak kapan aku menjadi assistennya?

“oke.. eh? Kau?” donghae bertanya kepadaku, aku tersenyum dan sedikit menundukan kepalaku.
“kok kalian bisa kenal?” kata sunbae heran lalu melanjutkan kalimatnya “ah yasudahlah ga penting, Jieun cepat bantu mereka”
Satu persatu member Super Junior ini mencoba pakaian yang akan dijadikan outfit buat photo shoot. 6 member ini adalah Eeteuk, Donghae, Siwon, Heechul, Yesung dan Kyuhyun. Walaupun agak kecewa tidak ada member favorite-ku namun aku tetap senang bisa bertemu dengan idolaku. Beberapa dari mereka tidak ada masalah dengan ukuran bajunya kecuali Yesung dan Donghae.
Aku mengambil beberapa jarum pentul dan meteran untuk mengukur ukuran yang pas, tapi kau tidak bisa berpikir jernih ketika aku mendapatkan sebuah gundukan besar didepan mataku, ya benar sekali, itu adalah junior yesung yang benar2 besar dan seolah memberontak keluar dari celana jeans skinny nya itu.
“ada apa?” Tanya yesung
“gede banget” jawabku reflex
“eh? Apanya yang gede?” Tanya nya kaget. Ah benar-benar ya Song Jieun, kau tidak pernah bisa berpikir jernih kalau sudah berhubungan sama itu, dan sekarang apa yang harus aku jawab?
“eh.. itu.. ngga, bukan apa-apa?”
“apa punyaku benar-benar besar?” Tanya nya penasaran
“eh?” tanyaku panic
“maksutmu yang gede itu ini kan? Apa beneran besar? Jujur aja, aku ga akan marah kok” ia melirik kearah juniornya menunjukkan apa yg dimaksut. Aduuuuh aku beneran bingung harus bilang apa, yasudahlah jujur aja deh.
“I iya, besar banget” aku menundukan wajahku
“wah berarti ddangkoma memang pintar membuat adek ku jadi besar”Aku kaget reflex dan mendongak ke arahnya
“eh? Ddangkoma bikin itu jadi besar?”
Lalu ia tertawa “hahaha ya ga mungkin lah, mana bisa kura-kura bikin adekku jadi besar, kau ada-ada saja”
Aku hanya tersenyum bingung, memang benar kata orang, bahwa dia member yang aneh. setelah selesai mengukur Yesung, kemudian giliran Donghae. Jantungku berdetak kencang, kalu boleh jujur mengapa aku bertingkah seperti ini karna aku sering membayangkan Donghae sebagai bahan fantasy ku, entah kenapa aku ga pernah bisa membayangkan Sungmin. Mungkin karna aku terlalu mengagguminya sehingga aku tidak rela ia menjadi bahan fantasy.

“hey, Jieun-sshi kita bertemu lagi”
Oh tidak tidak tidaaaak ia memanggil namaku, bagaimana jika ia memanggil namaku ketika sedang itu? Aiiisssshh jangan mulai lagi Jieun, dasar otak mesum.
“ah hey Donghae-sshi” aduuuh kenapa sok akrab banget sih manggil namanya. Ia tersenyum kemudaian aku mengukurnya mulai dari bahu, langan, lingkar dada… gak kuat, beneran deh gak kuat dadanya itu amazing banget, ketika aku melingkarkan meteranku di dadanya tiba-tiba ia memegang kepalaku.
“kepalamu gak apa-apa?” aku terhenti, mematung, ini baru namanya sesek napas. Dengan keadaan aku yang masih berada sangat dekat dihadapannya masih memegang meteran yang melingkar didadanya membuat tubuh kami agak sedikit bersentuhan, aku mengangkat kepalaku dan memandangnya.
“ga apa-apa…”
“aaaah oppa kamu dateng juga, kenapa telat?”
aku kaget setengah mati dengan apa yang aku lihat, s-s-sunbae manggil Sungmin ‘oppa’? lalu sunbae menggandeng Sungmin? Ini beneran Lee Sungmin? Bias ku?
“oppa, kau coba dulu ya bajunya, yang ini aku pilihin special buat oppa” sunbae begitu manja pada sungmin, kemana sosok anggun nya?
Sungmin lalu mencoba bajunya dan ternyata mengalami masalah pada ukurannya, dan berarti ini tugasku untuk membereskannya? Tolong beri aku kekuatan! HWAITING!
Sungmin datang kehadapanku reflex aku member salam keapadanya
“annyeonghasaeyo, Song Jieun ibnida” aku membungkukan kepalaku, HEY APA-APAN INI? Ia hanya tersenyum tipis tanpa membalas salamku? Aku mengukur ukuran tubuhnya, tapi mengapa aku kesal? Bukankah harusnya aku senang bisa ketemu idola nomer satu ku? Siapa yang tidak kesal, ternyata sosoknya jauh dari bayanganku selama ini, aku kira dia adalah member yang paling ramah tapi ternyata dia sombong dan agak angkuh membuat feelingku sedikit menghilang.
Setelah aku membereskan pakaian mereka, aku rasanya benar terbakar api cemburu melihat Sunbae bermanja-manja dengan Sungmin. Mengapa aku harus cemburu? Dia kan bukan siapa-siapaku, lagi pula juga aku sudah il-fil sama dia gara-gara ternyata dia aslinya sombong, ah tapi dia tetep idolaku T_T aku harus gimana dong? Tunggu, bukan terhadapku saja dia terlihat angkuh, ia seperti tidak menggubris Hyoyeon sunbae. Sudahlah tidak perlu di pikirkan.

-hyerim-
Tumben kok Jieun belum dateng ya, biasanya kan dia dateng lebih dulu dibanding aku
“Hyerim! Hyerim! Ya! Ya! Ya!” tiba-tiba aku melihat Jieun didepan kelas dan berlari kearahku.
“ada apa sih? Kok kayaknya histeris banget?” tanyaku
“kau tau ga kemarin siapa yang datang ke tempatku bekerja, siapa yang akan menjadi model koleksi terbaru Designer Cho?”
“nu-nugu?” aku penasaran
“uri syupoh juni-eo” Jieun menirukan gaya Boy band Super Junior kalau sedang memperkenalkan diri.
“jongmalyo?” aku masih tidak percaya
“bener, ngapain aku bohong” ia menaruh tasnya di meja dan duduk disampingku
“lalu bagaimana mereka?”
“kau tau ga, Donghae dan Yesung…” Jieun menghentikan kalimatnya
“kenapa mereka?”
“benar-benar besar!”
“kepala Yesung besar?”tanyaku
“ah bukaaaaan”
“Apa badan mereka besar banget? Sebesar apa otonya?” tanyaku antusias
“aigoo, kau benar-benar bodoh ya! Yang besar itu bukan badannya atau kepala Yesung, tapi junior mereka yang besar”
“aiiissshh ya! Jinja! Dasar otak mesum! Lalu bagaimana? Ada Sungmin ga?” aku menepuk pundak Jieun.
“hmmm ada, hajiman dia, dia jauh dari yang kita bayangkan selama ini, dia angkuh, sombong banget”
“jeongmal? Aku kira dia ramah banget” aku agak gak percaya
“iya benar, bahkan ketika aku memperkenalkan diriku dan memberinya salam dia hanya tersenyum tipis”

-Jieun-
Aku masuk kedalam kelas, sudah ada hyerim, sahabatku yang duduk di tempat yang kami biasa duduki. Aku menceritakan apa yang terjadi sabtu kemarin termasuk betapa besar juniornya Donghae dan Yesung, juga betapa jauhnya sifat Sungmin dari bayanganku selama ini.
“jeongmal? Aku kira dia ramah banget” ia seolah gak percaya
“iya benar, bahkan ketika aku memperkenalkan diriku dan memberinya salam dia hanya tersenyum tipis” jelasku. Lalu bel pun berbunyi tanda dimulainya pelajaran.

***
-donghae-
“Ah hyung kau ingat assistenya hyoyeon gak?” Tanyaku pada eeteuk yang sedang asik menyantap sereal breakfastnya.
“Aku ingat, memang kenapa?”
Aku tersenyum lalu menjawab pertanyaannya, “gak apa-apa, gadis itu lucu yah?”
“Oh gadis yang di tempat hyoyeon ya? Dia bilang adikku besar banget loh” tiba-tiba yesung nimbrung
“Hah? Adikmu?” Aku dan eeteuk merespon bersamaan
“Ini” ia melirik ke arah juniornya dan membuat eeteuk hyung tersedak
“Apa maksutmu? Mengapa ia bisa bilang seperti itu?” Tanya eeteuk hyung penasaran
“Entahlah, tiba-tiba ia mengatakan seperti itu, kayaknya sih dia keceplosan deh” jawabnya, aku tersenyum, sepertinya gadis ini makin menarik perhatianku.
“Ya yesung, kayaknya kamu salah deh bilang kayak gitu di depan donghae. Pasti akal bulus playboy nya langsung bekerja” kata eeteuk hyung menyindirku
“Aku bukan playboy” kataku
“Tapi kolektor wanita” saut yesung.
Aku benar-benar jadi penasaran dengan gadis ini. Tiba-tiba sungmin keluar kamar dengan masih mengenakan piyama pink kesayangannya, wajahnya masih saja tampak cemberut sama seperti sabtu lalu. Kemudian eeteuk hyung memanggilnya dan memberinya semangkuk sereal.
“Yah! Pinky boy ayo sarapan” sungmin mengambil mangkuknya dan menyantap serealnya.
“Hyung, kau kenapa ? Dari sabtu kemarin sepertinya gak ceria sama sekali, benar2 tidak seperti aegyo sungmin yang ku kenal” tanyaku. Eeteuk tertawa lalu menjawabnya
“Dia minder, panik gara-gara ga punya pacar” aku tertawa
“Ah diamlah, aku sedang tidak mood.”Katanya berusaha tidak memperdulikan
“Tapi, apakah aku jelek? Apa aku seperti banci? Apa menjadi imut itu salah?” Tiba-tiba ia curhat colongan
“Lihatlah apa yang kau pakai, kau pakai daster pink, bagaimana cewek mau suka? Nanti mereka kira mereka gak normal pecinta sesama jenis” jawab eeteuk hyung, aku dan yesung serentak tertawa.
“Keluarkanlah sosok jantanmu sedikit” lanjutnya. Sungmin hyung terlihat sedang mencerna saran eeteuk hyung lalu ia melanjutkan sarapannya.

-sungmin-
Aku masih agak sedikit galau dengan diriku, eeteuk hyung memberiku saran.
“Keluarkanlah sosok jantanmu sedikit”
Aku mencerna kalimat itu, apa sebaiknya memang aku agak bersikap lebih manly dan meninggalkan sosok cute ku? Tapi aku kan hanya ingin jadi diri sendiri.
**
Sore ini aku akan pergi ketempat hyoyeon untuk sekedar berkunjung dan mengajaknya ke restoran bbq sebagai permintaan maaf karena aku tidak menggubrisnya sama sekali sabtu lalu, tapi sepertinya aku malas pergi sendiri mungkin aku akan ajak donghae dan eeteuk hyung juga.
Hyoyeon adalah teman kecilku yang sudah ku anggap seperti keluargaku sendiri, itu mengapa dia sangat manja denganku.

-hyerim-
“Jieun, kita jalan-jalan yuk, lalu kau menginap dirumahku saja sekalian kita kerjakan tugas bersama” ajakk
“Tapi aku kan belum izin orang tuaku, lagipula baju..”
“Tenang saja nanti aku yang akan menghubungi orang tuamu, pasti kau di izinkan, jangan khawatir, masih ada bajumu yang tertinggal dirumahku” aku memotong kalimatnya. Ia mengangguk tanda setuju Lalu kami pun berdiri dan meninggalkan kelas.

-Jieun-
Hyerim mengajakku nginap dirumahnya malam ini.
“Tenang saja nanti aku yang akan menghubungi orang tuamu, pasti kau di izinkan, jangan khawatir, masih ada bajumu yang tertinggal dirumahku” katanya memotong kalimatku. Aku mengangguk tanda setuju, sungguh aku gak enak menolak ajakannya karena aku tau dia kesepian, orang tuanya sibuk berbisnis keluar negri mungkin Hyerim hanya bertemu mereka 2bulan sekali. Maka aku memilih untuk menerima ajakannya.
Kami pergi meninggalkan sekolah menuju rumah Hyerim untuk berganti baju kemudian pergi jalan-jalan.
“Malam ini kau mau makan apa? Akan aku traktir” tanya hyerim
“Terserah kau, aku ikut saja” aku tersenyum
“Bagaimana kalau bbq? Sepertinya enak” “boleh, aku tau tempat bbq yang enak” aku memberi saran. Lalu kami jalan-jalan melihat-lihat baju, hyerim beli beberapa pasang baju dan sepatu. Tak heran kalau ia sering menghamburkan uangnya untuk berbelanja karena orang tuanya hanya memberinya uang tanpa perhatian apapun. Kemudian kami masuk kedalam restoran bbq dan aku terkejut melihat 4 orang yang duduk dipojokan. Dan salah satu dari mereka memanggilku
“Jieun?” Ya orang itu adalah hyoyeon sunbae bersama 3 malaikat porno yang tak lain dan tak bukan adalah superjunior donghae, sungmin dan eeteuk. Aku melangkah menghampiri mereka,
“Annyeong hyoyeon sunbae” aku memberi salam begitu juga dengan hyerim.
“Sedang apa kau disini?” Tanya sunbae
“A..aku mau makan malam bersama hyerim” jawabku
“Mengapa kau tidak gabung bersama kami?” Tanya eeteuk, ini lebih membuatku terkejut. Kemudian donghae dengan inisiatif mengambil kursi disampingnya untukku dan hyerim. Aku dan hyerim pun duduk, terlihat jelas raut wajah sunbae yg seperti menyesal menegurku.
“Kalian sepertinya habis belanja ya?”Tanya donghae
“I..iya” jawabku gugup, aku hanya masih tidak menyangka, mimpi apa aku semalam bisa duduk dengan idolaku menyantap makan malam bersama layaknya seorang teman.
“Ngomong-ngomong siapa namamu? Kau belum memperkenalkan dirimu” tanya eeteuk pada hyerim
“Eh annyeong, hyerim ibnida” hyerim memperkenalkan diri, lalu kami mulai menyantap daging bbq kami sambil mengobrol.

-sungmin-
Aku donghae eeteuk dan hyoyeon pergi kesebuah restoran bbq, tiba-tiba hyoyeon memanggil seorang gadis yg bersama temannya baru masuk kedalam restoran dan eeteuk mengajak mereka duduk bersama kami. Gadis itu adalah Jieun, assisten hyoyeon dibutiknya. Aku memang sedang tidak banyak bicara, namun aku memperhatikan gadis ini. Mengapa aku tidak menyadarinya kalau gadis ini sangat manis, ekspresinya sangat lucu.
Mereka mulai menyatu dengan obrolan eeteuk dan yang lain, tiba-tiba,
“Umm sungmin-sshi” hyerim, teman gadis itu memanggilku
“Ye?” Aku menjawab
“Kau tau tidak, sebenarnya kan sungmin-sshi adalah idolanya Jieun” kata-kata gadis itu membuatku sedikit tersedak
“eh?” Aku bingung harus menjawab apa, sebenarnya aku senang dibilang idolanya Jieun, tapi aku benar gak tau harus menanggapinya gimana.
Jieun menyenggolnya “Yah mwohaeyo?” Bisik Jieun pada hyerim, aku dapat mendengar yg mereka katakan.
“Bagaimana denganku? Apa Aku idolamu juga?” Donghae bercanda mencairkan suasana
“Aku, aku mengidolakanmu” kata hyerim
“Lalu yang mengidolakanku siapa? Hyoyeon, kau mengidolakanku kan? Kau fans sejati ku kan?” Eeteuk bertanya pada hyoyeon.
“Ye? Haha tentu saja, kau idolaku nomer satu” kata hyoyeon bercanda.
Kenapa aku tidak bisa memalingkan pandanganku dari gadis ini ya? Seolah dia memiliki magnet yang membuat tatapanku terpaku padanya.

-Jieun-
Apa-apaan hyerim, membuatku malu, dasar keterlaluan! Kami akhirnya selesai menyantap makan malam super ini, kami pun berpamitan.
“Lain waktu kita makan malam bersama lagi ya Jieun, Hyerim” kata donghae
“Iya, terimakasih. Aku pamit dulu ya, sampai jumpa” aku dan hyerim pergi meninggalkan restaurant.
“Jieun, kamu liat ga?”Tanya hyerim
“Apa?”
“Donghae oppa kayaknya dia tertarik deh sama kamu”
“Hah?”Aku kaget
“Kamu gak perhatiin apa? Daritadi dia berusaha ngajak kamu ngobrol dan menarik perhatian kamu”
“Kamu ngomong apa sih? Mana mungkin? Itu mustahil, gak mungkin artis papan atas kayak dia tertarik denganku”
“Aku berani taruhan” Hyerim tampak begitu yakin
“Ah gak, aku gak mau taruhan taruhan” aku berusaha berekspresi biasa padahal dalam hati aku sedikit tersanjung dengan ucapan hyerim andai saja itu benar terjadi dan andai saja itu adalah sungmin mungkin mukaku benar akan terlihat seperti kepiting rebus.

-sungmin-
Kami sudah tiba di dorm. Aku masuk kekamarku dimana ada kyuhyun yang sedang asik bermain game online.
Aku berbaring dikasurku. Pikiranku melayang pada gadis manis bernama Jieun. Tapi hayalanku buyar ketika aku teringat betapa attractivenya donghae untuk mengambil perhatiannya. Aku takut ini adalah salah satu dari permainan playboynya. Bagaimana kalau bocah itu menjadikan Jieun sebagai bagian koleksinya? Dasar playboy! Lihat saja kalau dia sampai berani mempermainkan gadis itu. Ngomong-ngomong aku harus menemukan cara supaya bisa bertemu dengannya lagi. Harus!

-Hyoyeon-
Hari ini ada pemotretan fashion line kami untuk sebuah majalah international, dengan kata lain aku akan bertemu dengan oppa lagi hari ini. Ngomong-ngomong aku curiga, kenapa sepertinya donghae oppa begitu akrab ya sama Jieun? Hmm aku tak peduli selama itu bukan oppa ku, sungmin oppa.
“Jieun! Cepat kemari!” Aku memanggil Jieun melalui pesawat telfon di ruanganku, tak lama kemudian iya masuk ke ruanganku.
“Hari ini, akan ada pemotretan untuk majalah international, kamu siapkan pakaian yang sesuai dengan ukuran super junior dan untuk 1 model wanita”
“Ne” ia mengangguk tanda mengerti dan segera keluar ruanganku.

-Jieun-
Aku dipanggil oleh Hyoyeon sunbae, ia menyuruhku untuk menyiapkan pakaian yg akan digunakan untuk photo session kali ini, dan juga untuk satu model wanita? Siapa ya wanita beruntung yg jadi model bersama mereka?

Aku telah selesai menyiapkan segala keperluan dan kini kami berangkat ke studio photo majalah international tersebut. Aku merasa sedikit gugup karena berarti aku akan bertemu lagi dengan donghae.

“Hey Peter how u doin?” Sapa sunbae ke seorang photographer asing.
“Hey hyo, I’m good, how are u?” Tanya orang itu
“Yeah good, its been long time yea” jawab sunbae dengan logat english yg fluent, pria itu mengangguk lalu kembali berbicara
“Who’s this pretty girl?” Tanya nya, sunbae melirik ke arahku
“Oh she’s my assistent who’ll help you for todays photo shoot”
“Annyeong” sapaku seraya membungkukkan badan memberi salam
“What’s ur name?”
“Umm my name is.. Jieun, Song Jieun” aku menjawab. Tak lama kemudian gerombolan malaikat fashion nan porno datang. Tentu saja aku katakan mereka porno, karena mereka membuatku tidak bisa berpikir jernih.

-sungmin-
Aku dan yang lainnya tiba di studio tempat kami akan melakukan pemotretan hari ini, tak kusangka ternyata disana ada gadis lucu itu, Jieun. Aku gugup nih, aku takut salah tingkah aduh harus bagaimana? Hmmm sungmin, sungmin tenanglah!
“Annyeonghassaeyo” kami memberi salam kepada yang lain. Jieun terlihat menengok kearahku sekali lalu kembali dengan aktivitasnya. Hih kenapa sombong banget sih?
Kemudian kami masuk keruangan make-up untuk berias. Tiba-tiba Hyoyeon panik sendiri
“Ada apa?” Tanyaku
“Oppa aduh gawat, model perempuannya gak bisa dateng karena ada sedikit kecelakaan, bagaimana ini?”
Kemudian ia berbicara pada photographer sepertinya sedang merundingkan sesuatu, lalu ponselnya berbunyi, Hyoyeon menjawab panggilannya namun sekarang terlihat lebih panik dari sebelumnya.
“What’s wrong?” Tanya si photographer itu
“Oh my gosh, its complicated, I have something urgent, there’s some problem in the office, I have to go back. Jieun kau tetap disini ya bantu Peter dan model-modelnya” ia menjelaskannya pada Peter dan menyuruh Jieun untuk tinggal.
Kemudian ia melesat pergi.

-Jieun-
Model perempuannya tidak bisa datang, dan tiba-tiba Hyoyeon sunbae harus pergi karena urusan mendadak.
“Jieun! Bisa kesini sebentar?” Peter memanggilku, aku kaget karna ternyata ia bisa bahasa kami. Aku mendekatinya
“Ada apa?” Aku bertanya
“Hmmm” ia memandangku dari atas sampai bawah seperti sedang menelusurinya lalu ia melanjutkan
“Kau, kau jadi model perempuannya ya? Wajahmu menarik, postur tubuhmu juga bagus” aku tercengang, hah aku? Model? Apa gak salah tuh? Ia menarikku masuk kedalam ruang rias untuk berdandan, member super Junior yang lain terlihat sudah ganti banju dan bersiap. Sementara mereka keluar, aku masuk kedalam ruang rias.
**
Aku keluar mengenakan pakaian designer cho dan full make-up a la photo model. Aku deg-degan.

-donghae-
Kami melakukan pemotretan untuk suatu majalah, lalu aku terkejut melihat sesosok wanita cantik keluar dari ruang rias dengan menggunakan gaun yang anggun.
“Jieun-sshi?” Aku bertanya tidak percaya
“Ne, aku menggantikan model yang tidak bisa datang, maaf ya” ia tampak malu
“Kenapa harus minta maaf? Kau sangat cantik, seperti model sungguhan” aku melihat wajahnya tampak memerah, aku sangat suka ekspresinya.

-sungmin-
Aku kaget melihat Jieun sangat cantik dan menjadi model pengganti.
“Sungmin, bisakah kau lebih mendekat pada Jieun?” Teriak peter
“He? Iya” aku membuat diriku lebih dekat
“Jieun kau pegang dadanya Sungmin, dan Sungmin kau rangkul Pinggangnya” aku dan Jieun sama-sama kaget mendengar perintah Peter, akhirnya mau tidak mau kami melakukannya walaupun agak sedikit canggung.
“Sekarang kau berpaling ke Donghae” perintahnya kepada Jieun, Jieun menurutinya, aku kesal melihat donghae begitu lihai, tidak ada rasa canggung sama sekali, bahkan pose nya terbilang mesra.

-Jieun-
Aku berpose agak mesra dengan Sungmin, wah ternyata badannya lebih bagus dari yang aku bayangkan, termasuk Juniornya. Mulai lagi deh.. Lalu aku berpose dengan Donghae, yang satu ini lebih mematikan, ia benar-benar pandai berpose agak mesra, membuatku tak berdaya. Pemotretan pun selesai kami saling mengucapkan terimakasih satu sama lain tiba-tiba,
“Terimakasih ya Jieun, kau sungguh berbakat jadi model” donghae memelukku dan mengusap kepalaku, apa-apaan ini? Dia memang benar bisa membuatku terbang, mungkin memang benar rumor yang beredar selama ini kalau dia adalah seorang playboy.
“Iya, terimakasih juga donghae-sshi” kataku lalu aku pergi untuk berganti pakaian.
Ketika aku sedang melepaskan bajuku dan hanya mengenakan pakaian dalam, seseorang membuka pintu dan membuatku terkejut, kami sama-sama diam membisu
“Heh? Apa yang kau lakukan”tanyaku
“Mi..mianhae aku kira tidak ada orang aku ingin ambil ponselku” kata sungmin kami masih terdiam tiba-tiba ia menunjuk kearahku dan memalingkan wajahnya
“Kenapa?” Aku melirik, ternyata aku lupa bahwa aku hanya mengenakan pakaian dalam lalu aku segera mengambil pakaian disebelahku dan menutupi diriku, mengambil sebuah ponsel yang ada di meja dan memberikannya pada sungmin.
“Bentukmu indah” katanya membuatku kaget
“Apa?”
“Bukan apa-apa” sepertinya ia keceplosan dan kemudian pergi. Aku malu bukan main

-sungmin-
Aku hendak mengambil ponselku diruang ganti, ketika aku membuka pintu ternya ata Jieun didalamnya yang hanya menggunakan pakaian dalam. Ia menutupinya dan akhirnya mengambilkan ponselku.
“Bentukmu indah” ah bodoh! Mengapa aku keceplosan mengatakan hal itu?
“Apa?” Katanya kaget
“Bukan apa-apa” kataku lalu pergi meninggalkan ruang ganti. Kenapa aku begitu idiot mengatakan hal itu? Tapi aku gak bohong kalau bentuk tubuhnya sangat indah.

**

“Kau kayaknya akrab banget sama Jieun” kataku pada donghae di ruang tv dorm kami
“Aku suka sama dia, dia lucu” katanya membuatku kaget
“Kau suka sama assistent nya Hyo? Yakin? Bukan cuma untuk mainan saja?” Kata eeteuk hyung yang berada disebelahku
“Entahlah” katanya mengangkat bahu
“Ya kau, jangan jadikan gadis itu koleksimu juga, gadis itu terlalu bagus untuk koleksimu, tubuhnya juga terlalu bagus” kata ku, eeteuk dan donghae melirik ke arahku bersamaan
“Apa maksutmu dengan tubuhnya? Memang kau sudah pernah lihat?” Tanya donghae
“Tadi gak sengaja pas aku mau ambil ponselku di ruang ganti aku melihat dia hanya mengenakan pakaian dalam”
“Jongmalyo? Aigoo kamu beruntung banget, coba aku yang masuk, kamu hoki banget” donghae melempar bantal kearahku
“Ngomong-ngomong hyung, apa kamu masih suka sama hyo?” Tanyaku pada eeteuk
“Kalau boleh jujur sih iya, cuma kayaknya dia hanya anggap aku kakaknya” kata eeteuk melas
“Usaha dong! Kalo ngga biar buatku aja” kata donghae
“Hsssshhh benar-benar dasar kau kolektor wanita” kata eeteuk melempar bantalnya ke donghae.

-Jieun-
Hari ini adalah malam peluncuran koleksi terbaru Designer Cho, kemudian akan diadakan after party di salah satu klub. Aku mengundang hyerim untuk datang menemaniku.
“Kau datang kan malam ini?” Tanyaku
“Tentu saja, pasti kan ada donghae oppa kan?”Katanya semangat
“Iya” lalu kami menyantap makan siang kami. Kami menuju sebuah shopping mall untuk membeli pakaian untuk acara malam ini. Kami berhenti disalah satu toko di shopping mall itu
“Yang ini bagus gak?” Tanyaku sambil menunjukan sebuah tube dress
“Wah bagus banget cocok sama kamu, sexy dan berkelas” lalu aku akhirnya membeli pakaian itu.
**

“Aku sudah cantik kan?” Tanya Hyerim padaku
“Iya sudah hyerim” kataku capek meresponnya karna ini sudah ke tujuh kali iya melontarkan pertanyaan yang sama.
Kami sudah berada di depan butik Designer Cho tempat dimana kami akan launching koleksi terbaru. Aku melihat sudah ada anak-anak super junior disana sedang di wawancarai oleh beberapa wartawan. Donghae terlihat sangat menggoda, tapi yang tak kalah adalah sungmin. Ia terlihat begitu gentle, sangat manly benar-benar berbeda, sosoknya membuatku jatuh cinta padanya sekali lagi.
“Jieun-sshi, Hyerim-sshi” kata seseorang dihadapanku, aku tidak menyadari keberadaan donghae, ini gara-gara aku terpaku melihat manly sungmin.
“Annyeong donghae-sshi” kataku
“Kalian cantik sekali malam ini”
“Gomawo donghae-sshi” kata Hyerim menjawab, aku hanya tersenyum, pandanganku masih terpaku pada bias nomer satuku, ternyata aku masih mengidolakannya sebagai yang pertama dihatiku.
Kami larut dengan suasana. Tentu saja kami gabung sama super junior.
“BRUG” seseorang tak sengaja menabrak Hyerim dari belakang sehingga membuat Hyerim menumpahkan winenya kelantai.
“Kamu gak apa-apa hyerim?” Tanyaku
“Oh gak apa-apa kok, dia juga ga sengaja” jawabnya
Lalu kami kembali berbincang
“Umm aku permisi sebentar ya, aku harus ke kamar kecil” aku pamit kepada yang lain, ketika aku hendak melangkah, aku terpeleset oleh tumpahan wine hyerim dilantai. Seseorang meraihku dari belakang dan memeluk pinggangku
“Gomawo sungmin-sshi” aku berterima kasih pada sungmin yang menangkapku, sehingga aku tidak jatuh ke lantai.
“Gak apa-apa, lain kali hati-hati” ia melepaskanku dan aku pun pergi ke kamar kecil.
“Gilaaa naega michyeoka sungmin hot banget, gak tahan aduuuuh” kataku didalam hati.

-sungmin-
Aku meraih pinggang Jieun dan menariknya sahingga posisi kami berpelukkan.
“Gomawo sungmin-sshi” katanya berterimakasih
“Gak apa-apa lain kali hati-hati” kemudian ia pergi meninggalkan kami ke toilet.
**
Kami sekarang berada disebuah klub untuk after party dari launching koleksi terbaru Designer Cho.
Kami memesan minuman agak banyak, Hyoyeon terlihat sudah agak mabuk.
“Hyung sebaiknya kau antar Hyo pulang, aku gak tega sepertinya dia sudah agak mabuk” kata ku meminta tolong pada Eeteuk
“Baiklah, Hyo ayo berdiri” eeteuk berusaha membuat hyo berdiri dan berjalan, ia agak membopongnya.
“Kau tidak minum?” Tanyaku pada Jieun
“Aku tidak bisa minum terlalu banyak, aku tidak kuat minum” katanya lalu tiba-tiba Hyerim menyodorkan sebuah gelas penuh berisikan absolute vodka.
“Kau payah cepat minum ini, habiskan!” Ia mengarahkan gelas itu pada Jieun, Jieun yang tak sempat mengelak akhirnya menengguk habis isi gelas itu. Suasana agak sudah tidak dapat terkendali kami berinisiatif membawa mereka masing-masing pergi dari sini sebelum mereka mabuk parah, karena jujur aku juga sedikit terpengaruh alkohol.

-Hyerim-
Aku sudah didalam pengaruh alkohol namun aku masih bisa sadar dan melihat semuanya walaupun aku agak sempoyongan. Sungmin membawa Jieun pergi dan tinggal aku bersama dengan Donghae. Aku tidak ingin pergi karena aku masih ingin menenggak beberapa gelas lagi, aku dapat mengetahui donghae juga dibawah pengaruh alkohol. Suasana mulai memanas, entah kenapa aku tidak bisa menahan diriku, tiba-tiba aku berpaling ke arahnya lalu memeluknya, namun kepalaku sempoyongan, aku terjatuh ke sofa, namun Donghae meraih ku
“Kamu gak apa-apa? Kayaknya kamu udah mabuk banget deh”
“Aku gak apa-apa. Siapa bilang aku mabuk? Aku masih sadar seratus persen kok” kataku
“Kau ini..” Katanya terhenti, kami saling berpandangan. Posisiku terbaring di sofa, ia duduk tapi tubuhnya berada tepat diatasku. Ia terdiam, tiba-tiba ia menciumku pelan kemudian penuh nafsu. Akupun terpancing, aku merasakan badanku yang memulai memanas, aku membalas ciumannya. Kami perang lidah, tak lama kemudian ia memegang leherku dan menciumnya, aku bangun dari sofa. Sekarang ia mulai meremas payudaraku perlahan. aku benar sudah tidak bisa tahan lagi maka kami memutuskan untuk mencari tempat yang lebih pas, kami akhirnya pergi ke toilet.
**
-sungmin-
Aku membawa Jieun keluar dari klub sebelum ia benar-benar gak sadar akibat alkohol. Didalam mobil tiba-tiba aku terdiam, aku tidak tau rumahnya, aku juga tidak tau rumah Hyerim, aku tidak mungkin membawanya ke hotel. Akhirnya aku memutuskan untuk membawanya ke dorm.
Sampai di dorm beruntung bahwa ternyata kosong, mereka semua sedang pergi. Aku membaringkan Jieun di sofa dan mengambil segelas air
“Ini kau minum dulu, kau sangat mabuk” kataku menyodorkan segelas air mineral. Ia meminumnya lalu berdiri
“Aku tidak mabuk! Aku sehat!” Seketika keseimbangannya goyah, badannya jatuh kearahku, beruntung dia memelukku, sehingga ia tidak jadi terjatuh. Ia tidak boleh begini, walau bagaimanapun aku kan laki-laki.

-Jieun-
Aku sudah berada dimobil, mobil ini melaju cepat membawaku ke suatu tempat ketika kusadari aku sudah berada didalam apartment, aku samar-samar masih bisa sadar. Sungmin memberiku segelas air mineral lalu aku berdiri, aku tidak dapat menyeimbangkan tubuhku sehingga badanku jatuh kepelukannya beruntung aku bersanggah padanya sehingga aku tidak jatuh kelantai. Aku memeluknya dan diam agak lama, aku mencium wangi parfumnya yang menurutku sangat menggoda dan bisa membuatku naik seketika. Aku memeluknya makin erat, aku juga bisa merasakan ia membalas pelukanku. Lalu kami bertatapan aku melihat lekuk bibirnya. Bibirnya adalah bagian yang paling aku suka dari bias nomer satuku ini, aku sering sekali berhayal untuk merasakan bagaimana rasa bibirnya. Tiba-tiba tanpa kusadari bibirku sudah mendarat mulus dibibirnya, awalnya kami hanya diam namun akhirnya aku memberanikan diri untuk menciumnya, ia membalas ciumanku dengan bibir lembutnya, ciumannya begitu halus. Aku mulai terbawa suasana, dia menciumku bergairah, kami beradu lidah. Aku merasakan dia sangat lihai dalam hal berciuman. Sekarang tangan kanannya mulai beralih kepayudaraku dan meremasnya membuatku merintih
“Hhhhh” disela ciuman kami. Ia mencumbu leherku dan mencium daerah terlarangku dibawah telinga, ini membuatku lebih terangsang. Ia mencium dadaku kearah payudara dengan tangan kanannya yang masih bekerja meremas payudaraku. Tangan kirinya membuka retsleting tube dress ku meninggalkannya jatuh ke lantai. Aku tidak mau kalah aku memasukan tanganku kedalam kemeja grey nya sekedar mengusap punggungnya yang halus, lalu membuka kancing dan melepaskan kemejanya. Kini aku hanya memakai pakaian dalam, sedangkan dia shirtless. Ia mendorongku ke sofa sehingga aku terduduk dan ia duduk diatasku kami perang lidah, aku merasakan juniornya sudah keras berada diatas vagina ku. Aku membuka celananya aku dapat melihat juniornya berdiri tegak di balik boxer dolce&gabana nya ia duduk diatasku menggoyangkan pinggulnya, mencumbuku penuh nafsu dan meremas payudaraku, aku yang tak mau kalah kini berbalik posisi berdiri diatasnya menggoyangkan pinggulku maju mundur untuk menggodanya
“Kau handal Jieun-sshi” katanya menyebut namaku
“Kau lebih handal dariku sungmin-sshi” kali ini di membuka bra-ku memainkan putingku dengan lidahnya tangan kanannya menahan tubuhku agar aku tidak terjatuh, tanpa seijinku di memasukan jarinya kelubang vaginaku memainkan klitorisku ini membuatku sedikit berteriak geli
“Aaahhh~ sungmin-sshi” ia mulai menggerakan tangannya lebih cepat aku semakin teriak mendesah
“Hhhh~ sungmin-shhi, ahhh~”
“Teruskan Jieun, aku suka desahanmu. Ekspresimu lucu” tiba-tiba dia diam melepaskan jarinya, ekspresi wajahku berubah seketika
“Kau berhenti?” Aku menekuk wajahku
“Tidak, aku hanya menggodamu saja” lalu ia berdiri menggendongku masuk kedalam kamarnya. Aku bisa melihat ada dua ranjang didalam kamar ini. Pasti yang satu adalah milik kyu. Ia menjatuhkanku di ranjang pink miliknya. Ia membuka panties ku dan juga boxer nya. Kemudian ia berdiri, aku duduk dikasur, memegang juniornya yang sangat besar, melumutinya dengan mulutku. Juniornya basah oleh salivaku. Ia menarik rambutku dan menahan kepalaku. “Teruskan Jieun~ aaahhh~ ya seperti itu ahhhh~ kau benar-benar hebat”
Aku tidak peduli bila aku sekarang ini menjadi wanita cinta satu malamnya, yang terpenting dia milikku untuk malam ini.aku merasakan ia makin terangsang lalu ia melepaskan juniornya dari mulutku.
“Tidak bisa terus begini” katanya lalu Ia membuatku terbaring dikasurnya, menindihkan tubuhnya diatas tubuhku, aku bisa merasakan kehangatan dadanya dengan abs yang keras. dan sekali lagi tanpa seizinku dia memasukan juniornya ke lubang vaginaku, dan aku benar-benar tidak tahan, aku mengerang kesakitan
“Aaaaah~ sungmin-ah apaseo~ aaah~” iya masih menggerakan pinggulnya maju mundur dengan cepat sambil meremas kedua payudaraku. Lalu ditengah jeritanku dia berhenti.
“Jieun-ah ka..kau masih..”
“Aku kenapa?” Tanyaku bingung
“Kau masih pe..” Kemudian ia mengeluarkan juniornya dari lubang vaginaku, aku meliriknya, ia mengusap sepercik darah yang keluar dari vaginaku dengan tangannya kemudian melanjutkan kalimatnya
“Maafkan aku Jieun, aku tidak tau kalau kau belum pernah… Maafkan aku, aku mencintaimu” lalu ia mencium bibirku, mencium leherku, menjilat payudaraku dan kemudian memasukan juniornya lagi kedalam lubangku, menggerakannya dengan cepat. Aku merasa seperti berada di surga, rasanya sungguh nikmat dan tak pernah ku bayangkan kalau sungmin, idolaku, yang akan mengambil keperawananku. Aku membalikan posisi kami, kini aku duduk diatasnya menggerakan pinggulku seperti ombak, iya meremas bokongku, mencium bibirku. Ia melepaskan juniornya, meraihku, menggendongku dan membenturkan tubuhku ke tembok. Ia melingkarkan kaki kiriku di pinggangnya sedang kaki kananku di pundaknya. Ia kembali memasukan juniornya menggerakannya maju mundur, melumuti putingku dan sesekali menggigitnya aku mengerang kesakitan
“Sungmin-ah apaseo aaaah~”
“Kau menyukainya kan Jieun?”
“Do it faster! Aaaah~ sungmin hhhhh~”
“Teriakan namaku lagi”
“Sungmin-sshi aaahhhh~ apaseo~” kataku sesekali menggigit bibirku menahan sakit
“Aku suka kau menggigit bibirmu, kau begitu menggoda” ia meremas payudara kiriku lebih kencang dan menghisap payudara kananku penuh gairah. Aku mulai merasakan diriku akan mencapai titik klimaks
“Aaaah~ a..aku.. Hhh~ aku akan mencapai klimaksku sungmin-ah hhh~” kataku mengatur napas. Aku merasakan kenikmatan luar biasa yang sebelumnya belum pernah aku rasakan.
“Tunggu, aku juga akan hampir klimaks” ia menggerakan juniornya lebih cepat, juniornya terasa seperti menahan sesuatu Kemudian aku merasakan juniornya menyemprotkan cairan hangat didalam tunuhk. ia menurunkan ku dan membaringkanku dikasurnya. Ia memelukku dan mencium keningku.

-sungmin-
Aku mengeluarkan cairan spermaku didalam. Lalu aku menurunkannya dari gendonganku dan membaringkannya dikasurku. Aku memeluk dan mencium keningnya
“Gomawo Jieun-ah mianhae” aku meminta maaf padanya karena telah merenggut keperawanannya, ia memelukku lebih erat.
“Saranghae Sungmin-sshi”katanya menyandarkan kepalanya di dadaku.
“Saranghae Song Jieun.. kau pacarku. Jangan pernah mencoba untuk ngelirik cowok lain terutama Donghae!”

Comments on: "[one shot] Cinta Satu Malam" (13)

  1. mynameisCASSIE said:

    Kyaaaak..omo sungminnie, tak kusangka kau.. *speechless*

    ngakak pas bagian yesung diukur badannya😄

  2. jadi keinget topic trending di twiter pas bagian jieun ngukur badan yesung…
    Sungminie kau hot bgt…

  3. bhuahahahahaha..
    istilah malaikat pornonya itu.. nyahahaha..
    cinta satu malam jadi inget lagu melinda :p
    donghae kolektor wanita? mau ngalahin hyukkie ya.. nyahahahaha😀 *di jitak eunhyuk :p

  4. Sumpah ni ff bkin aku ngakak, pa lg pas jieun ngukur ecung, gokil psan.
    pdhl aku sllu ngebayangin punya siwon yg pling bsr, kyk.a pnya won2 yg pling mantap *jd ngiler ngebayangin.a*

    ni msh da lnjtan.a ga? kan donghae ma hyerim blom d crtain *kyk.a mrka bklan maen d toilet*
    author.a yadong akut *author mlotot* tp sumpah keren bgt, I like it……..
    1000 thumb buat author. lain kli bkin nc kyk gni lg, klo bsa lbh hotttttttt dri ni *hahaha…ktagihan*

  5. hae's wife elfishy said:

    gile ne ff…
    Msak hae oppa jd klektr wnita…
    Haaa… Haaay… Sungmin…
    Ne msi ad lnjtn na gga.?
    Ne lumb tmat kan.?

  6. Mantapppp umin ternyata ganas juga klo di ranjang,ga nyangka wkwkwkwkwk

  7. Hahay .
    Ganas nii si umin .errr . .XD
    boleh tuh si donghae jg😀
    hmmm . .
    mnurut sy prolognya agk pnjang,, *dasar bocah mesu uda ga tahan ama ncnya yee*
    *ketauan dah aslinya gw*😄

  8. Wuiiihhhhh panas dingin baca.a… Ga bisa bayangin gimana tampang horneng.a umin HAHAHAHA… /plak
    Lanjut dong!!! Penasaran ama Couple HaeRim…😄

  9. haahahahahahahahahhahaha, sempat2nya ngukur…..

  10. tami_HJL501 said:

    masaalloh…
    astajem…-.-
    ampondeh..haha😀

  11. chiiyadongsungmin said:

    bgs bgt..!!

    daebak!!

  12. hydrilla verticillata said:

    Omonaaa yesung, yesung aneh abis. Bang umin aahhhhhh love you baannngggg. Keren thor, apalagi casttnya bang umin, jarang banget ada ff ginian yg castnya abang ak. Loveyouuuu thor

  13. bagus ceritanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: