more fantasy about k-pop

Please Be Mine [part 9]

Title :  Please Be Mine

Chapter :  9/?

Author :  Nino

Cast :  Kang Ha Jie, Jong Hyun SHINee, Tae Min SHINee | other SHINee boys

Genre :  AU, Fluff, Friendship, Romance

Rating :  PG

Language :  Bahasa Indonesia

Word Count :  2.647

SummaryIts hard to had crush with beloved soulmate , but nothing can do if it happens and no matter what, we should keep the one we loved though she didnt do the same way we felt .

Disclaimer : My undeniable spell is the Lucifer for these boys❤

Warning :  None

A/N :  So, we meet again for a long time [as always] cause the busy-ness with school-thingy or kinds of, and i cant stop myself for saying sorry for you all especially Dinta-onnie for ignore your fic so long time ;______________; *actually she asked my phone for giving some idea, but after that, she didnt order even call me anyway hmm ._.*

i decide to make it short cause i don’t have many times for continue, actually im stuck for the ideas, and … yeah, caused school-life makes me crazy *dies* and to make you didnt really curious for the story hehe :p

maybe 3 or 4 chap later, itll be the end of the story ~ now im working on it, so please wait for me and im sure to post it quickly ~ and ill make some epilog for the next Ha Jie and SHINee’s life keke :p

anyway, thankyou for lovin this sappy-poor fic and please do leave some Cherish comment for make me smile😀

[previous] part 8

——:oOo:——

“Tadaima …”

Min Ho baru saja pulang dari toko buku membeli majalah olahraga favoritnya dan sejumlah komik SlamDunk . Dia berjalan menuju kamarnya di lantai dua sambil mengecek apa masih ada yang stay tune di villa, mengingat Ha Jie yang pergi ke supermarket, serta Jong Hyun dan Tae Min yang pergi entah kemana .

Sepi, bisiknya dalam hati .

Onew sama Key mana ya ?

Dia memutuskan untuk berbalik turun ke arah kamar Key di lantai satu .

Tiba-tiba …

DENG ! Min Ho tersentak kaget saat melihat sesosok makhluk mirip alien berjalan terburu-buru ke arah wastafel . Di belakang ‘alien’ itu tampak seorang cowok berwajah bak Cinderella yang senyam-senyum jahil . Min Ho mencegat si ‘alien’ keheranan .

“O … Onew ? Kau kenapa ? Tampangmu kacau banget ! Kau habis dirazia POL-PP ? Atau dilempari sikat wc oleh Office Boy ?”

Onew mendelik . “Gundulmu ! Sembarangan ! Kau kira aku septitank ?! Ini semua gara-gara …” seketika omongannya terhenti akibat si cowok Cinderella yang memeluknya dari belakang .

“Hmm ~ don’t worry,  Min Ho . Kami berdua habis melewati ‘sesuatu’ yang benar-benar menyenangkan barusan ~ Ya ‘kan, baby ?” ujar Key, si ‘cowok Cinderella’ dengan nada mesra . Muka Onew berubah merah padam dan mencibir jengkel .

“AAAAAAARGH, PERGI KAU SANA ! EMOH AKU LIHAT TAMPANGMU LAGI ! HUH !” teriak Onew berjalan menjauh dan melepas rangkulan Key dengan gusar . Sementara itu Key hanya tertawa keras dengan Min Ho yang memasang raut wajah bingung dan hanya manggut-manggut .

“Oh … jangan-jangan dia marah gara-gara kau …”

“Yeah, tadi kugelitiki dia habis-habisan, habis itu kucium pipinya . Hahaha ~ makanya dia ngamuk,” jawab Key santai . Min Ho tertawa sambil geleng-geleng kepala .

“Kau ini benar-benar nakal, hahaha ~ kasian tuh si Onew, kurasa dia bakalan nangis lagi gara-gara kau sudah cium pipinya beberapa kali, hahaha ~ ada apa sih sampe kau nyiksa dia seabisan gitu ?”

Key tertawa geli . “Bukan apa-apa sih . Enak aja jahilin dia . Haha ~ tadinya itu aku mau minta bantuan, tapi dianya ogah . Jadi lah pas ‘kupaksa’, akhirnya tuh anak mau juga . Haha ~”

“Hah ? Bantuan ?”

Key tersenyum misterius .

“Ahaha … Bukan apa-apa kok . Aku hanya iseng,” jawabnya singkat .

Min Ho mencibir . “Pasti kau bohong.”

Key tertawa .

“Hah, tau aja . Ck, Min Ho sih susah dikibulin ya . Yah, pokoknya ada lah, hanya aku dan Onew yang boleh tahu . Haha ~”

Min Ho hanya mengangkat bahu .

“Oke . Apapun itulah . Sudah ah, aku balik ke kamar dulu,” ujar Min Ho yang seketika dicegat oleh Key .

“Tunggu.”

Min Ho mengernyitkan dahi . “Kenapa lagi ?”

Key menghela napas, “Mungkin … aku bisa bertanya denganmu soal ini” ujarnya pelan, “Soal … mereka bertiga … Ha Jie, Jong Hyun, dan Tae Min.”

Untuk beberapa waktu Min Ho diam tanpa menjawab sepatah kata pun . Key jadi merasa heran .

“Min Ho ? Kau dengar aku ‘kan ?”

Min Ho mengangguk .

“Kau … apa kau tahu apa yang kumaksudkan … ?” tanya Key dengan perasaan-penuh-tanya terhadap sahabatnya itu .

Barulah sekarang Min Ho menoleh ke arahnya .

“Tentu saja.”

Key terpaku menatap Min Ho . Meski diam, dia tidak menyangka jika Min Ho menyadari Awkward-Situation antara Ha Jie dan Tae Min serta Kind-of-Unexpected-Act antara Ha Jie dan Jonghyun .

Min Ho diam . Agaknya Key mengerti bahwa Min Ho juga menyadari jika adik kesayangan cowok bertubuh tinggi itu menjadi aneh akibat masalah itu .

Oke . Sepertinya … apa yang dirasakan Onew memang benar .

“Yang menyukai Ha Jie … bukan cuma Jong Hyun”

Hah .

Key tersentak . “Ma … maksudmu ?”

Min Ho menghela napas dan menengadah menatap langit-langit .

“Aku sudah mengetahuinya sejak lama, kalau si Tae Min juga menyukai Ha Jie”

Bang . Key membelalakkan mata tanda tidak percaya . “Gimana kau bisa tahu ? Ehm, iya sih memang semenjak dia jadi aneh sekarang, aku juga mikirnya begitu . Tapi … rupanya dari dulu ? Sejak kapan ?”

Min Ho tersenyum kecil . “Kita tahu bahwa Jong Hyun lah yang pertama kali mengenal Ha Jie, dan bersahabat dengannya . Ya awalnya aku juga nggak merasa curiga atau apapun, sampai akhirnya Jong Hyun ngaku kalau ternyata dia kepincut dengan sahabatnya sendiri .”

“Dan dari situlah segalanya berawal.”

Key mendengarkan ceritanya dengan seksama .

“Waktu itu, sudah lama, aku lihat Jong Hyun yang, yah biasa, ngejahilin Ha Jie, dan tanpa sengaja aku pergoki Tae Min merhatiin mereka . Dengan intens . Oke, aku pikir Tae Min lagi ngelamun atau gimana, dan aku sama sekali nggak ngerasain apapun yang aneh . Barulah saat kita kenalan dengan Ha Jie, pas aku ngeliat Tae Min maju, mukanya itu sumringah … banget . Bedalah pokoknya dengan muka dia gembira dengan kita, atau gembira dibeliin makanan . Nah, sejak itulah aku berani berpendapat kalau dia memang ada rasa dengan Ha Jie . Dan ternyata, pas aku iseng nanya dengan dia, ya awalnya dia nggak mau jawab, tapi akhirnya dia bilang sendiri denganku kalau memang benar … dia suka dengan Ha Jie .”

Saat itulah mata Key membelalak sambil mengangguk-anggukkan kepala .

“Hm, sebenernya … dia nggak mau kalau sampai ada orang yang tahu soal perasaannya itu, kecuali aku, karena katanya aku orangnya pendiam dan mudah jaga rahasia, hehe ~ tapi nyatanya nggak ya, hahaha ~ yah, tapi karena kau juga sudah tahu, jadi nggak masalah ‘kan kalau aku ngomong soal ini denganmu ?”

Key termangu sebentar .

“Oh … jadi begitu …”

“Ya, ya . Sekarang aku sudah paham semuanya . Terima kasih, Min Ho ! Eh … tapi … sebenernya masih ada satu hal yang janggal . Satu … lagi .”

“Kau tahu ‘kan, soal Sunny yang over-addicted dengannya itu ? Aku pikir dia yang menyebabkan mereka bertiga jadi canggung . Kalau menurutmu gimana ?”

“Yah, aku juga sama . Aku yakin sekali karena dari awal dia datang saja dia sudah bawa masalah . Meski aku nggak tahu apa penyebab yang pasti .”

Key diam sejenak .

“Kalau kau memang benar-benar ingin tahu, kenapa kau tidak tanya langsung dengan Jong Hyun ? Kau ‘kan dekat dengan dia,” ujar Min Ho . Key tertawa kecil .

“Dekat bukan berarti tahu segalanya, sobat . Lagipula … aku ingin menyelidiki masalah ini sendiri tanpa pemberitahuan Jonghyun,” jawab Key optimis sambil menepuk-nepuk dadanya, “Jangan ragukan ke-almighty-an ku, Choi Min Ho”

Min Ho terbahak . “Ahahahaha ~ dasar sok ! Lalu yang kau bilang ‘butuh bantuan’ itu apa ?” tembaknya .

“Oh, itu … yah, rahasia . Hahaha ~” jawab Key santai . Min Ho cuma geleng-geleng kepala .

“Dasar !”

——:o0o:——

Ha Jie tidak tahu bagaimana mestinya dia bersikap dengan Tae Min .

Betapapun dia kecewa, tetap saja … anak itu tidak bisa menghilang dari pikirannya .

Dan dari hatinya .

Seringkali dia merasa bersalah saat dia sengaja untuk menghindari Tae Min, namun jika tidak begitu, dia pun tidak tahu apa dia masih bisa bersikap ceria dan ramah seperti biasanya .

Seperti sekarang, dia hanya diam di sudut tempat tidur, melamun setiap kali memikirkan hal itu .

Memang, julukan cewek tangguh yang preman tidak cocok melekat di dirinya sekarang, karena dilihat dari manapun dia lebih terlihat seperti seorang cewek melankolis yang putus asa, baginya .

Dia benci dengan dirinya, yang kenyataannya begitu lemah .

Dia benci dengan sikapnya saat ini .

Dia benci karena tidak bisa mencari jalan keluar .

Dan dia sangat benci … karena peristiwa saat Tae Min dan Sunny malam itu … tidak satu titik pun mampu untuk pergi dari bayangannya … hingga sekarang .

Malam itu … semuanya terlihat sangat jelas .

Wajah bahagia itu … pelukan yang hangat itu … senyum itu …

Argh, sudah, cukup !

‘Dia telah membulatkan perasaannya pada satu orang’

‘Dan orang itu adalah kau’

Percaya tidak percaya .

Meski Ha Jie tahu bahwa ucapan itu terbukti benar …

Entah kenapa rasanya air mata bukanlah hal yang sulit lagi untuk ditumpahkan baginya .

——:o0o:——

“Aku tidak mengerti …”

“… apa yang sebenarnya terjadi dengan Ha Jie ?”

“Maksudku … dengan kalian … malam itu.”

Di tengah-tengah desir ombak yang menggulung pelan sore itu, Tae Min duduk disamping Jong Hyun yang sekarang meminta kepastian darinya .

Bukan lidahnya yang kelu, atau kepalanya yang pusing . Tae Min sendiri tidak tahu apa penyebab rasa berat yang tiba-tiba menghampirinya saat itu .

Untuk beberapa waktu, Tae Min hanya diam memain-mainkan pasir pantai .

Begitu sulitnyakah hanya untuk mengungkapkan kejadian sebenarnya ?

Jawaban itu hanya terdiri dari tiga kata .

Aku mencium Sunny .

Namun tiga kata itu tidak disangka olehnya, memiliki efek yang sangat besar … efek yang kuat untuk membuat Ha Jie menjauh darinya .

Dan bukan tidak mungkin jika Ha Jie pada akhirnya akan memilih Jong Hyun .

… tidak . Tidak bisa .

Hal yang sangat tidak diinginkan itu, sayangnya terjadi . Hal sepele yang mengakibatkan satu kesalahan yang fatal .

“Tae Min, jawab pertanyaanku”

Sepatah kalimat itu membuyarkan lamunan Tae Min . Dia menghela nafas panjang, mencoba untuk bersikap biasa, meski rasanya sangat sulit . Untuk menggetarkan bibir pun .

“Jika ada orang yang pantas dikategorikan sebagai orang terbodoh di dunia … maka jawabnya adalah aku”

Seperti dugaannya, mata Jong Hyun mengernyit .

“Malam itu … Ha Jie tanpa sengaja … melihatku mencium Sunny-shii.”

Setelah menyudahi kalimat terakhirnya, Tae Min merasa ingin melemparkan dirinya ke dasar lautan, atau jatuh ke jurang, atau apapun itu … asal mampu mengusir rasa sakit atas kebodohannya . Rahangnya sudah mengeras sekarang .

Jong Hyun diam menekuri pernyataannya barusan, dan kemudian hanya memberi tersenyum tipis sebagai respon .

Tidak seperti dugaan Tae Min .

“Pantas saja … gadis itu jadi berubah total.”

“Ternyata perasaan cintanya terhadapmu itu sangat besar ya … aku jadi iri,” komentar Jong Hyun .

Terang saja Tae Min tersentak .

Tidak seharusnya dia merasa iri mengingat saat ini Ha Jie selalu berada disampingnya .

“Aku tahu … kau mencium Sunny-shii bukan tanpa alasan . Dan ini semua terjadi secara kebetulan . Jika saja Ha Jie tidak melihatmu … tidak mungkin saat ini dia akan selalu berada di pelukanku dengan wajah yang murung.”

“Dan aku juga tidak ingin mempermasalahkan hal itu”

“Kau tahu, apa yang telah terjadi sekarang … merupakan salah satu pertanda buruk bagimu . Aku yakin kau benar-benar menyadari akan hal itu, Tae Min-nie.”

Tae Min menggigit bibir . Dia benci mendengar nada rendah suara Jong Hyun yang disertai dengan seringai tipisnya yang tertera itu . Seolah-olah …

“Aku harus berterima kasih banyak padamu, Taem . Karena jika ini tidak terjadi … kecil kemungkinan bagi Ha Jie untuk berpaling padaku.”

DEG !

Tae Min menghadapkan wajahnya, menatap Jong Hyun dengan tajam .

“Apa maksudmu, hyung ?”

Jong Hyun tertawa kecil .

“Kau mengerti apa maksudku, Tae Min-nie.”

Tae Min menggertakkan gigi .

“Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi . Tidak padamu, ataupun dengan yang lain,” gumam Tae Min tajam .

Jong Hyun melebarkan seringainya .

“Kau mestinya tahu, Taem … aku yakin sejak kecil dulu kau sudah diajarkan oleh ibumu untuk tidak mengambil sesuatu yang telah menjadi hak milik orang lain,” ujar Jong Hyun .

“Apa katamu ?” geram Tae Min mendesis, “Jangan terlalu percaya diri hanya karena saat ini Ha Jie menaruh harapan padamu, hyung . Dan dia bukan milikmu .”

Jong Hyun tertawa . “Kenapa kau harus marah, Taem ? Aku mengatakan hal yang sebenarnya ! Karena yang lebih tahu siapa Ha Jie adalah aku . Yang mengenal Ha Jie pertama kali adalah aku . Dan yang menyukai Ha Jie lebih dulu adalah aku. Benar ‘kan ? Tidak ada yang salah jika aku mengklaim Ha Jie untukku, karena akulah yang lebih dulu atas segalanya .”

“Kau seharusnya menyadari itu, Tae Min .”

“Tapi malangnya … yang disukai Ha Jie adalah kau . Yang lebih dilihat Ha Jie adalah kau . Dan disaat yang sama, kau juga memiliki perasaan yang sama dengannya .”

“Aku tidak tahu atas dasar apa kau menyukai Ha Jie dan atas dasar apa Ha Jie menyukaimu . Tapi yang jelas … aku benci kalau harus memikirkan semua itu .”

“Kau beruntung, Tae Min . Mestinya kau bersyukur karena sampai saat ini … Ha Jie masih memikirkanmu .”

“Lalu aku ? Aku hanya bisa meredam rasa cemburuku jika melihat kalian . Kalian berdua memang tidak pernah terlihat mesra, berjalan berdua, tapi aku bisa merasakan … jika kalian memang benar-benar saling menyukai.”

“Itulah hal yang paling menyakitkan bagiku .”

“Dan sekarang … kau tengah mengecewakan perasaannya, meskipun kau melakukan hal itu tanpa sengaja dan tanpa didorong rasa ingin .”

“Kau tentunya tahu apa yang aku rasakan, bukan ?”

Akhirnya si pengganggu perlahan-lahan mulai terkikis dari benak sang gadis .”

“Ya . Aku akui aku memang egois dan licik . Jujur kukatakan, aku gembira melihat kalian seperti ini . Aku senang jika akhirnya Ha Jie berhasil mengalihkan perhatiannya padaku . Aku benar-benar merasa menang .”

“Tapi tetap saja … pada akhirnya Ha Jie akan tetap berpihak padamu .”

Jong Hyun mengakhiri kalimatnya dengan helaan nafas panjang . Tae Min tertegun .

Tae Min tidak tahu apakah benar jika dia masih harus tidak menerima, atau merasa bersalah .

“Aku benar-benar tidak menyangka . Dongsaeng yang paling kusayangi … sahabatku yang sudah kuanggap seperti adik sendiri … mencintai seseorang yang sama dengan hyung yang dia katakana paling istimewa ini .”

“Tapi … yah, aku tahu kok perasaan itu memang nggak bisa dipaksakan .”

Tae Min hanya bisa diam mendengar serangkaian kalimat yang keluar dari mulut hyung-nya itu . Tidak bisa menjawab apa-apa, karena harus diakui, semua yang diungkapkan Jong Hyun benar adanya .

Di sisi lain, Jong Hyun menatap Tae Min lekat-lekat . Dalam hati dia menggumamkan sesuatu yang sebenarnya sangat ingin dia lontarkan, tapi tidak dia lakukan .

‘Kenapa harus kau ? Kalaupun orang lain … aku bisa dengan mudahnya, dengan cara sesederhana apapun, aku bisa membuat Ha Jie berpaling padaku’

‘Kenapa orang yang kau berikan perasaan itu harus Ha Jie … ? Kenapa bukan yang lain … ?’

‘Dan kenapa orang yang dipilih Ha Jie adalah kau? Bukan aku … sebagai orang yang sudah terlalu letih untuk menjelaskan padanya kalau aku sangat mencintainya ?’

Karena tidak ada sepatah kata pun sebagai balasan dari Tae Min untuk menjawab semua perasaannya tadi, Jong Hyun memutuskan untuk beranjak dari tempat itu .

Baru saja ingin berdiri, tiba-tiba Tae Min menghentikan langkahnya dengan menggenggam lengan bajunya .

“Hyung .”

“Aku minta maaf jika aku telah berniat ingin merebut Ha Jie darimu . Sebenarnya … aku juga tidak ingin jika kita harus seperti ini . Tapi … bagaimanapun aku …”

“… aku sudah terlanjur mencintai orang yang kau cintai, dan karena aku tahu bahwa dia membalas perasaanku …”

“Aku akan tetap berusaha mengembalikan perasaan Ha Jie seperti semula .”

Tae Min berkata dengan suara parau . Jelas tidak mudah baginya untuk mengatakan jika dia masih menginginkan Ha Jie kembali .

“Kau ingin bersaing denganku untuk mendapatkan hati Ha Jie kembali padamu, begitu bocah ?” ujar Jong Hyun kembali memaparkan seringai khasnya .

“Ahahaha … tidak masalah . Ayo kemari, berdirilah,” ujar Jong Hyun seraya menarik tangan Tae Min hingga wajah mereka bisa saling berhadapan .

“Sekali lagi … aku ingin meminta maaf, hyung, jika …”

Belum selesai anak itu bicara, Jong Hyun meletakkan jari telunjuk di bibirnya .

“Kau memang sahabat yang kuanggap istimewa, Tae Min . Tapi itu semua tidak berlaku jika telah menyangkut urusan wanita,” ujar Jong Hyun mantap .

“Kau tahu siapa aku semenjak kita bersahabat dulu, Taem . Jadi kuharap … kau lebih berhati-hati untuk tidak melakukan hal ceroboh seperti waktu lalu .” ucap Jong Hyun menyindir .

Tae Min menatap Jong Hyun tajam .

“Aku pun tidak sesederhana yang kau kira hyung . Dan seperti yang telah kau ketahui, jika aku lebih memiliki peluang untuk mendapatkan apa yang aku inginkan .”

Jong Hyun tertawa sinis .

“Kalau begitu, akan kubuktikan padamu nanti .”

[To Be Continued]

Comments on: "Please Be Mine [part 9]" (14)

  1. kemana ajaaa ff ini ._.

  2. nah lho nah lho *sembunyi*

  3. WHOA.
    WHOA.
    WHOA.

    Oke. Hsssfffh. Satu kata.
    LANJUTIN!!😄

    Tak tunggu lanjutannya ya thor! Kekekeke^^

  4. ehehehe siip😀

  5. HwangChanChan said:

    Whoaaa~aku merindukan Ff nh😀

  6. whooa thanks a lot dear >///< i miss you too btw😀

  7. wah .. aku kangen sama ff ini🙂
    udah lama nunggu akhirnya dipublis juga🙂
    thanks author🙂
    hahha

  8. ehehe iyaa sama2 syg :DD

  9. joannataemints said:

    hwa…tambah seru…Akhirnya,,,mennggu lama,datang juga ff ni
    annyeong,pasti baru ngeliat aku ya?

  10. waaah xD ehehe iya baru kenal, salam kenal yaa new lovely-reader ! TYSM for the Cherishm :*

  11. Choi hye"rynryn"kyo said:

    Akhirnya posting juga…..makin seru nih ceritanya…..part slanjutnya jgan kelamaan yah author*ngedipin mata*….hehe… Aku reader lama cuman baru komen sekarang…kekeke…..anneyong…

  12. ehehe siip ! thanks for reading ! xD

  13. Berjuanglah taem. Hhem?. Maaf gaje. Tehee.

    Updatenya lama banget yaa. Roflzzz. Aku juga baru baca lagi haha. Lanjut!

    You’re the funniest fanfic author ever. But not for this chapter lalalala. Its so sad! I’m gonna die! Bluehh. I always waiting for the next chapter

  14. stephanievita said:

    Yang part 10 mana? Aku cari gaada (TTT_TTT)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: