more fantasy about k-pop

[oneshot] My Fan

Title : My Fan

Author : jiEUNSilver a.k.a hanjiehyuk ^^

Pairing : Lee Hyukjae/Me Park Jungsoo, ninja!Cho Kyuhyun, ninja!Lee Sungmin, ninja!Kim Jongwoon, ninja!Kim Ryeowook

Genre : Romance, Crack

Rating : G

Malam ini seperti biasanya, dia terduduk di bangku kayu yang menghadap ke ruang siaranku. Dia berada diluar sedangkan aku tentu saja di dalam karena aku adalah DJ dalam acara ini. Sudah beberapa malam dan dia selalu berada disana. Hari ini dia memakai sweater merah, kaus putih, celana jeans setengah betis tidak lupa dengan sneakers putih andalannya. Entah mengapa aku mengenali kalau itu adalah sepatu andalannya, mungkin karena itu yang selalu dia pakai selama beberapa hari aku melihatnya. Hari ini ada yang berbeda, biasanya dia menutup wajahnya dengan topi, kali ini dia hanya mengikat rambutnya kebelakang. Postur wajahnya yang tirus serta lehernya yang panjang terlihat indah di mataku. Dia membawa sebungkus potato chips di tangan kanannya serta satu kotak strawberry milk di sebelah kiri. Dia terduduk menyandarkan bahunya lalu menatapku yang sedang bercuap di ruang siaran. Aku terkejut ketika kami saling berpandangan, anmun dengan segera di memalingkan wajahnya kemudian dia tertunduk. entah apalagi yang terjadi padanya karena teukie yung menyikutku “apa yang kau lihat??”

Aku pun segera memalingkan wajahku ke depan layar “tidak ada”. Kusibukan diriku dengan membaca pesan-pesan yang dikirimkan pendengar. Setelah memutarkan lagu aku pun kembali melirik-lirik ke luar jendela. Para fansku yang berada diluar segera mengambil photo-photoku dan teukie hyung seperti biasa. Akupun melambai dan mereka menjerit girang. Aku pun tersenyum. Namun berbeda dengan dia, dia sekalipun tidak pernah mengambil photo kami, dia hanya tertunduk setelah sekian lama aku memperhatikannya. Saat kulirik lagi, aku tak melihatnya, dia tidak disana. Kulayangkan mataku kesegala arah dimana para pendengarku ada diluar sana sembari kulemparkan senyumanku. Kuhela nafas, kupasang lagi mata menuju layar komputer di depanku.

“ada apa??” sergah teukie hyung. Akupun menggeleng.

“sepertinya tidak begitu dengan tingkahmu hari ini. Kau ada masalah???” desak dia.

“tidak hyung. Aku baik-baik saja” bantah ku.

Hyung menghela nafasnya “baiklah. Jika kau butuh aku untuk bercerita, katakanlah”.

Tak kuhiraukan perkataan hyungku itu. Kusibukan jemariku dengan mouse yang ku klik kesana kemari. Ku buka cyworldku sementara lagu sedang berputar. Ku baca setiap pesan dari para fansku. Akupun tersenyum membacanya, pesan-pesan yang selalu menyemangatiku, memberiku jalan untuk tetap berusaha tidak menyerah atas apapun yang kulalui. Namun ada satu pesan yang membuatku heran. Hal ini dikarenakan pesan itu bertuliskan bahasa inggris dimana bukanlah bahasa yang ku kuasai. Terkadang aku sedikit mengerti tapi kebanyakan aku tidak mengerti.

By jiEUNSilver : “hello oppa, how are you today??oppa, i saw u a bit thinner than before. Im so worried to see u like that. Hv u eaten well oppa??do they force u to work so hard??if its, im gonna WRAP those EVIL who told u to do so. Last word is, take care of ur self. Rest well ‘n eats well. Dont work to hard. ILY, ur Guardian Angel ^^”

Kusikut hyungku yang sedang menyibukan diri dengan bertwitter ria “hyung hyung….”. diapun menoleh “wae, ada apa??”.

Kuarahkan telunjukku ke layar tadi “kau mengerti arti tulisan ini??”. Diapun mengarahkan pandangannya menuju layar.

Wajahnya serius membaca tiap tulisan.

“hello oppa, how are you = hello oppa, bagaimana kabarmu…”

“kalau itu akupun tau. Kau pikir aku sebodoh itu apa” sergah ku terganggu.

“bukankah kau bertanya, mengapa kau harus marah” balasnya.

“maksudku bukan bagian itu tapi kalimat selanjutnya”. Diapun berkonsentrasi kembali pada tulisan. Keningnya berkerut-
kerut hingga “aku tidak mengerti” ucapnya yang kembali bertwitter ria.

“tapi tadi kau seperti berpikir serius. Aku pikir kau memahaminya” gerutuku. Dia pun menatapku garang “sudah bagus aku tidak menagcuhkanmu. Kalau kau segitu ingin taunya mengapa tidak kau pakai saja translator”.

“kalau hal itu bisa aku tidak akan bertanya” helaku.

“maksudmu??” alisnya mengangkat.

“lihat…” ku arahkan telunjukku kelayar tulisan -im gonna WRAP those EVIL- “mengapa dia harus menggulung setan. Apa hubungannya keadaaanku dengan setan??aku benar-benar tidak mengerti” kusandarkan tubuhku dikursi sambil keheranan memikirkan kata-kata tadi.

“sudahlah tak usah kau pikirkan. Acara akan segera habis. Cepat kau tutup”. Kami pun segera kembali ke aktivitas kami, menutup acara SUKIRA hari ini dengan kecupan manis.

Kamipun segera beranjak merapihkan diri bergegas pulang menuju asrama. Sebelum pulang seperti biasa pantulan blitz meangkap setiap gerakan kami. Para fans begitu telaten mengambil gambar dari awal hingga kami usai menjejakan kaki keluar gedung tersebut.

Aku dan hyung segera beranjak menuju basement tempat kami memarkirkan mobil kami. Selama beberapa bulan kami para member memang selalu membawa mobil masing-masing ketempat kerja masing-masing.

Saat mobil telah kukendarai, kupacu mobilku perlahan keluar parkir basement. Aku dan hyung berpamitan saling melambaikan tangan. Akhirnya sampai juga aku dijalanan setelah melewati beberapa fans yang mendapati mobilku.
Hari sudah gelap karena saat ini memang sudah pukul 12 malam. Akupun segera bergegas pulang menuju asarama dimana teukie hyung sudah meluncur terlebih dahulu. Akan tetapi niatku terurung begitu kulihat “dia” sedang duduk termenung di halte bis terdekat. Sepertinya “dia” sedang menunggu bus terakhir. Kuhentikan mobilku disekitaran halte. Jalanan cukup sepi karena seperti yang kukatakan, ahri sudah larut dimana orang sudah tertidur dengan lelap.

Kuperhatikan sosok “dia”. Ternyata dugaanku benar, orang itu adalah “dia” pendengar setiaku yang selalu terduduk di bangku kayu tempat ku siaran. Kukenali dia dari topi yang dipakainya, rambutnya pun terjuntai hampir sepinggang. “bukankah tadi dia mengikat rambutnya” bisikku pelan. Dia meremas-remas kedua tangannya. Sepertinya dia tidak membawa sarung tangan padahal cuaca sangatlah dingin. Akhirnya bus yang ditunggunya pun tiba, dia segera bergegas naik dengan ransel dipunggungnya. Akupun menghela nafas, kunyalakan kembali mobilku. Sayangnya niatku terurung kembali untuk kedua kalinya untuk segera pulang karena sesuatu mengganggu pandanganku. Dari sebrang tempatku terdiam, kulihat benda yang tertinggal di halte. Benda itu merupakan tas kertas putih yang setelah kuingat sepertinya aku tau siapa yang membawanya. Akupun teringat pada si “dia” yang kubicarakan. “mungkin itu miliknya” pikirku. Akupun hendak tak meperdulikannya tapi tidak demikian dengan langkahku selanjutnya. Aku pun turun dari mobil, kukenakan penutup hoodieku di kepala, ku berlari menyebrangi jalanan menuju halte, kuambil tas kertas putih itu. Didalamnya terdapat kotak berwarna merah jambu yang di tempelkan pita berwarna merah. Entah mengapa rasanya aku penasaran untuk membuka kotak itu meski aku tau itu bukan milikku. Kubuka kotak itu dengan ragu dan perlahan. Setelah terbuka, ternyata didalmnya terdapat topi berbahan wol yang dirajut dengan sangat apik. Topi itu berwarna abu tua dengan garis putih yang mengelilingi kepalanya. Dibagian telinga sisi kanan terdapat tulisan “HJ” di sisi kiri terukir bentuk hati. Keduanya berwarna putih menyamakan garis di bagian kepala. Bahannya sungguh halus saat ku pegang. Kuangkat lebih tinggi mengagumi tiap rajutan hingga secarik kertas terjatuh ke tanah. Kuangkat alisku kemudian kupungut kertas putih yang terlipat dua itu.

Kubaca isinya :
“dear hyukkie oppa,
This is for you only. HAPPY BELATED BIRTHDAY.
Hope Luck Always Be With You.
Take care. I LOVE YOU~~
Sincerly Urs,
Ur Guardian Angel, jiEUNSilver ^^ “

Akupun merinding membaca kalimat terakhir. Guardian Angel, jiEUNSilver. “bukankah ini yang selalu berkomentar di mini hompyku beberapa minggu terakhir dengan kata-kata bahasa inggrisnya” pikirku berputar. Kulihat kembali secarik kertas itu dan memang isinya dalam bahasa inggris. Namun setidaknya aku sedikit mengerti, dia mengucapkan selamat ulang tahun dan “belated??” dan kata- kata yang lain aku kurang begitu mengerti. Tak terlalu kupikirkan. Aku hanya tersenyum “ini untukku ya!!!” sergahku pelan. Kukembalikan topi itu kedalam kotaknya, kususun dengan rapi seperti semula hendak kubawa pulang namun lagi – lagi aku terhenti dengan berbagai pemikiran. “bagaimana jika “dia” kembali mencari kemari??tapi tidak mungkin karena hari sudah larut. Lagipula tadi merupakan bis terakhir”. Akupun pulang membawa bungkusan itu bersamaku. Kuniatkan untuk menaruhnya kembali esok pagi.

Keesokan paginya aku segera bergegas kembali ketempat tadi malam. Waktu masih menunjukan pukul 5 pagi tapi aku sudah terbangun hanya demi mengembalikan bungkusan yang kemarin kubawa meskipun aku tahu itu untukku tapi mengambil tanpa permisi sama dengan mencuri. Dengan wajah sedikit mengantuk aku menghenttikan mobil disekitaran halte. Kututup kepalaku dengan hoodie yang kupakai. Cuaca benar-benar sangat dingin, kali ini aku tidak memakai sarung tangan akrena aku tadi memang terburu-buru mengejar waktu. Kuberlari menyebrangi jalan yang sama hingga akupun tertegun ketika kulihat seseorang menundukan kepalanya. Tanganya meremas-remas jemarinya yang terbungkus sarung tangan. Dia memakai kaus tipis panjang berwarna biru bergambar ikan anchovy. Celananya pendek selutut berbahan katun. Rambutnya terjuntai mendekati pinggang. Akupun tertegun. Sepertinya aku mengenali sosok ini. Kulangkahkan kaki semakin mendekat dengan perlahan. Kulihat tetesan air mata jatuh di kedau tangannya yang meremas remas dengan kuat. Dia tidak menyadari kehairanku yang berada disitu. Wajahnya tetap tertunduk. akupun kebingungan tidak tau apa yang harus dilakukan hingga langkahku selanjutnya adalah terduduk disebelahnya. Dia tetap tidak menyadari kehadiranku. Aku pun bersuara dalam bahasaku “kau tidak apa-apa??” tanyaku perlahan. Dia menggelengkan kepalanya. “jangan menangis” pintaku namun dia menggelengkan kepalanya. Dia terisak sepertinya sangat terluka. Aku benar- beanr tidak tega jika melihat wanita menangis. “ada yang bisa kubantu???” tanyaku. Diapun mengangkat kepalanya menoleh ke arahku. Air mata membasahi pipinya. Matanya merah namun terkejut begitu melihatku. Ternyata dia adalah “dia” yang selalu setia menungguiku denagn tenang di tempat ku siaran. Orang yang selama ini menarik perhatianku dan dia juga adalah pemilik bungkusan yang tadi malam kubawa yang berarti dia adalah “dia” orang yang selalu mengomentari mini hompyku. Dia adalah orang yang selalu menulis dengan tisan bahasa inggris. Dia adalah fans yang selalu menyebut dirinya –Ur Guardian Angel, jiEUNSilver- dia adalah “dia”. Akupun mengangguk tersenyum canggung namun kekhawatiran terbersit diwajahnya.

Dia menggigit bibirnya yang berwarna merah jambu. Kulitnya putih agak gelap. Matanya agak bulat, kelopak matanya tampak begitu jelas dengan bola mata coklat, terdapat tai lalat kecil di dekat hidung nya yang mancung, kulitnya sangat mulus. Dia pun segera beranjak dari tempat itu hingga kuhentikan dia

“TUNGGU. barangmu”. Dia pun terhenti. Wajahnya kebingungan mendengar teguranku. . apa yang harus kulakukan” bisikku perlahan. Akupun teringat akan bungkusan itu kemudian kuberikan padanya “you…” ucapku menyerahkan dengan sebelah tanganku.

“huh??” ucapnya terheran.

“mmphhh…you, mhmmm you…ini milikmu bukan??” akupun menyerah dan akhirnya memakai bahasaku sendiri. Dia terdiam berpikir sejenak kemudian meraih benda yang ada ditanganku. Sepertinya dia mengerti bahasa tubuhku. Diambilnya barang itu kemudian dia melihat kedalam isinya. Dai terperangah. Wajahnya kembali menatapku. Dia kembali mengigit bibir bawahnya. Tangannya bergetar gugup kemudian dijulurkan kembali bungkusan ini padaku “mhmmmm..for you” kata yang diucapkannya.

“nthe??” balasku.

“this is for you” ucapnya menunjuk barng tersebut kemudian menunjukku.

“untukku??” ku arahkan telunjukku kedadaku. Dia mengangguk. Kujulurkan lagi tanganku, kuambil kembali bungkusan yang sejak tadi malam berada di dalam mobilku.

“terimaka…” kata-kata itu tak sempat kuucapkan karena hanya sebentar dia sudah berlari meninggalkanku.

“terimakasih…” ucapku perlahan meskipun dia sudah menghilang. Aku pun mneghela nafas. Kulangkahkan kaki segera menuju asrama hingga kudengar seseorang berlari di belakangku. Kulihat dirinya dari bawah. Sneaker putih hingga kami saling berpandangan. Pipinya memerah. Nafasnya tersengal-sengal. Ternyata itu adalah orang yang sama denagn yang sebelumnya “nthe” tanyaku.

Diapun mengelus-elus dadanya membuat nafasnya teratur. Setelah beberapa saat, dilepaskanlah kedua sarung tangan yang menutupi kedua tangannya. Di suguhkannya padaku “cold. Use it” ucapnya sambil memberikan bahasa tubuh yang membuatku mengerti apa yang diucapkannya. Aku diam kemudian menolak tawarannya “tidak, untukmu saja. Kau pun terlihat kedinginan”. Sayangnya dia seperti tidak mengerti dan memang demikian. Kugunakan lagi bahasa tubuhku yang mengatakan –bajumu tipis, cuaca dingin, kau saja yang pakai- yang kuharap dia akan mengerti. Alisnya terangkat, kepalanya sedikit menengadah berpikir. Dia pun mengangguk “NO NO. You use it. I’ll be just fine” responnya. Kali ini aku yang tidak mengerti. Diapun terdiam kemudian mengatakannya dengan perlahan “im fine. You use it”. Sedikit kata yang akupun sedikit mengerti.

“NO NO NO. For you” balasku menolaknya sambil menggelengkan kepala. Raut wajahnya terlihat sedih kemudian dia menempelkan kedua tanganya memelas “please. I dont want you to get sick”. Kata- kata yang membuatku semakin tidak mengerti. Diapun segera tersadar ketika aku tak memberinya respon “please” ucapnya dengan wajah memelas yang pada akhirnya aku pun menerimanya. Kupakaikan dikedua tanganku meskipun agak sedikit sempit karena ini ukuran wanita tapi cukup pas di tanganku yang tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil. Diapun tersenyum dengan hangat setelah kedua sarung tangan itu menyelimuti tanganku. Diapun mengangguk kemudian segera berlalu namun kuhentikan lagi.
“tunggu” sentakku. Diapun menoleh. Ku taruh barangku pemberiannya ke dalam audi milikku. Dia tertegun ditempat dia berada hingga aku kembali menghampirinya. Kulepaskan hoodie yang sedang kupakai. Kuberikan padanya “pakailah!!” pintaku.

Kali ini sepertinya dia mengerti ucapanku dari caraku memberikan hoodiku. Dia menolaknya “NO. It was yours. Not mine” balasnya yang sesungguhnya aku tak mengerti apa yang dia ucapkan tapi sepertinya itu kata-kata penolakan dari cara dia mendorong kembali hoodie tersebut.

“cuaca sangat dingin. Kau pakai saja” pintaku untuk kesekian kali dimana dia tidak mengerti.

“PLEASE…” pintaku yang akhirnya diapun mengerti dan mengambil hoodie itu dari tanganku.

“terimakasih, oppa” jawabnya membuatku terkejut. Dia bisa berbahasa hangul.

“kau bisa berbahasa hangul???” ucapku yang masih terkejut namun dia tertegun. Akupun menghela nafas. Mungkin –terimakasih- adalah satu-satunya kata yang dia mengerti.

“forget it” sergahku. Diapun mengerti kali ini kemudian mengangguk dan kembali memakaikan hoodie milikku ditubuhnya yang kurus. Hoodie itu sedikit kebesaran ditubuhnya. Jemarinya saja hampir tertutup oleh panjangnya lenagn hoodie itu, belum lagi seperempat tubuhnya hampir tertutup juga oleh hoodie yang kuberikan. Dia merogoh saku celananya menagmbil ikatan rambut kare berwarna biru sapphire yang diikatkan di rambutnya membuat lehernya yang panjang terlihat oleh mataku denagn jelas. Diapun menangguk kemudian berbalik menghampiri bis yang datang bersamaan. Wajahnya berseri ketika dia pergi meninggalkanku.

Tanpa disadari akupun melakukan hal yang sama hingga aku telah masuk kedalam mobilku. Kutatap sarung tangan yang sedang kupakai. Sarung tangan ini berwarna abu. Terbuat dari wol, diatas dekat lubangnya terdapat garis berwarna putih. Sebelah kanan tertulis –HJ- dan sisi satu lagi berbentuk hati. Keduanya berwarna putih. Hal ini mengingatkan ku pada sesuatu yang pernah kulihat sebelumnya. Akupun menoleh kebelakang jok,. Kuperhatikan bungkusan putih. Kukeluarkan isinya. Kotaknya kubuka. Kusamakan setiap rajutannya dan ternyata ini bahan yang sama dengan topi pemberiannya.

Hanya modelnya yang berbeda. Topi dan sarung tangan. “dia membuatnya sepasang” bisikku tersenyum. Kupakai topi itu hingga kini aku memakai benda berpasangan. Kulajukan mobilku menuju asrama. Diperjalanan beberapa kali aku menguap.

Tanganku pun tak kuasa untuk menutupnya hingga saat dihidung aku mencium suatu aroma. Aroma strawberry. Akupun mengendus-endus sarung tangan itu. Sarung tangan ini sungguh wangi. Bearoma buah yang sangat kusukai. Aku pun tersenyum lebar. Pipiku memerah mengingat betapa dia adalah PENGGEMAR BERATku. Dia bahkan memakai aroma yang kusukai juga minuman kesukaanku. Akupun merasa bangga bisa dicintai sebegitu luarbiasanya. “terimakasih” bisikku perlahan.

Sesampainya diasrama wookie menghampiriku “hyung, kau keluar tanpa menggosok gigimu???”
Akupun berpikir “begitulah” balasku padanya.

“EWWwww kau jorok sekali” sergahnya mengernyitkan bibirnya yang mungil. Sungmin pun berlalu dihadapanku “mana hoodie yang tadi kau pakai???”

“tidak ada” balasku melenggangkan kaki menuju kamar mandi.

“owhhh…baguslah” ucapnya. Akupun terhenti “maksudmu???”

Diapun menoleh “sebaiknya kau cuci hoodie-mu itu karena tadi pagi aku merasa benda itu sudah berbau tidak enak”

“HUH???” kagetku.

“kaukan memakainya semalaman???”

“tapi aku rasa itu tidak sebau itu”

“menurutmu begitu. Tapi kami rasa tidak” bantahnya menepuk bahu kyu. Kyupun mengangguk.

“kau lihat???magnae kitapun setuju” tambahnya.

“kau cuci kemana hoodie favorite mu itu hyung???kasihan aku pada orang yang mencucinya” ledeknya membuat sarafku menegang.

“YAHHHH. Benda itu tak sebau yang kau kira. Kalian tau itu!!!” bentakku membuat mereka tertawa-tawa keras membuat yesung hyung yang setenagh mengantuk terbangun.

“MENGAPA KALIAN RIBUT SEKALI HUH??AKU MASIH MENGANTUK” bentaknya meewati kami yang sedang berperang terguling-guling dilantai. Dia pun terhenti melihat kearahku.

“topimu bagus. Kau dapat darimana???” tanyanya.

“oh ini” balasku dengan senyuman lebar setelah berhasil memukul pantat kyuhyun dan sungmin hyung “ini ku dapat dari….” kata-kataku terhenti. Kubalikkan tubuhku kearah sungmin hyung yang sedang kesakitan memegangi pantatnya “HYUNG. APA HOODIE-KU SEBAU ITU” sentakku.

“KAU PIKIR SAJA SENDIRI” dia pun bergegas marah melewati ku kemudian menendangku jatuh ke sofa hingga wookie menghampiri “tadi malam saat aku masuk kekamarmu, kau meneteskan air liur a.k.a NGILER hyung di hoodie malang itu” diapun berlalu ke dapur.

“SUNGGUH???” tanyaku. Diapun mengangguk. Mulutku pun menganga tanpa kusadari yesung hyung mengambil topi ku kemudian memakainya tanpa seizinku. Kyuhyun yang sudah reda dari kesakitan menghampiriku yang masih terkejut duduk disofa. Dilepaskannya sarung tangan yang kupakai. Diendusnya sarung itu “wangi sekali seperti bukan kau”. Para memberpun menolehkan matanya kearahku, semuanya serentak bertanya “APA YANG TELAH KAULAKUKAN “. Akupun terkulai lemas memikirkan betapa malangnya nasib penggemarku yang satu itu.

The End

By jiEUNSilver a.k.a hanjiehyuk ^^

Comments on: "[oneshot] My Fan" (10)

  1. ih lucunyaaaaaa
    (>///<)

    muahaha, hyuk joyoook x)
    tp gamasalah tu hoodieny gtu,
    yg penting pnya hyuk.hhe

    suka banget pas bagian mereka komunikasi gtu😄

    knp ga dlanjutin?
    Jadi kisah cinta.hhi

  2. Aaaaa jiEUNsilver beruntung banget yak dapet hoodie-nya hyukkie walaupun … Err … Rada smell smell gimana gitu kekekeke~^^ nice ff!🙂

    • hahaha pengennya c dapet hoodie hyuk beneran. apalgi klo orangnya beneran LOL (kabur sebelum diserang hyukki-ers. kkkkk~~)

      btw trims suka FFnya. thanks jga udh luangkan waktunya buat baca ^^

  3. Awalnya si hyuk keren bgt sampe rela subuh2 keluar n ngasih hoodienya ke fans tp kok ya bau iler, kasian kan fansnya bs2 pingsan nyium iler hyuk

  4. Keren. Jalan ceritanya suka banget. :DD

    dikasih hoodie tapi ternyata … berasa ga tuh wanginya hyuk?hihi *peace oppa*

  5. bwahahahaha,,,,,si hyukkie bahagia dapet yang wangi2 sepasang pula, anget juga…..
    si fans,,,,kedinginan ditambah dapet bekas iler euy…wkwkwk…tapi bekas hyukkie,,,ngiler juga

  6. walaupun agak sedikit gak ngerti….

    tp,cerita.x bgs bgt…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: