more fantasy about k-pop

Title :  Acknowledge it, It’s SHINee Sangtae! – part 5

~ Go! Go! Sport Festival! ~

Author :  Choi Ahra (writer) and Nino

Genre :  Crack, Brother-Romance, Family

Rating :  PG

Cast :  SHINee

Word Count :  3584

Disclaimer :  i dont own anyone except minho HEHE

Summary : 5 commoners . Ordinary boys who live together in a dorm . What kind of absurd life they have ?

Warning: fuckin (horrible) awesome fic i’ve ever done before. focus 2min and jongkey.

A/N: Sorry for keep you waiting. i had an up and down (SHINee?) mood period so i needed time. Also, i forgot the plot lols but rlly i got lot of works now lmfao. And i just dont know when will i work on Because I Really Love You part 23. I dont know where i should start.

and yes this chapter was written by Ahra or @ahrasshii /tossed lots of litter

……….. i didn’t know how it works out so this’s an epic fail, i guess. I SAVE A SPOT FOR our beloved admin @jinkiwhisper and my partner in crime @dint_a lolzzzzz :33

comment are so approved!❤


—————————————————

Taemin mengerenyitkan dahi ketika ketua kelasnya meminta untuk mempersiapkan sesuatu.

Intinya, setiap kelas diharuskan untuk membuat sesuatu yang mirip-mirip dengan stand, untuk festival olahraga yang diadakan tiap tahun di sekolah Taemin, dan orang luar pun boleh datang. Kegiatan stand akan dilaksanakan di kelas masing-masing dan tema tiap stand boleh bervariasi asal tidak mengadung SARA dan pornografi. Konsepnya beragama (? -_-)

Dan begitulah, karena adanya Taemin, kelas memutuskan untuk membuat cafe. Maid cafe. Male/Female Maid Cafe.

“ Tampangmu itu menjual!!”

“ Kau cocok jadi maid!”

“ KAU ADALAH HARAPAN MASA DEPAN KAMI.”

Taemin merasa memakai pakaian pelayan adalah pakaian paling .. nggak banget.

“ DAN AJAKLAH KAKAK-KAKAKMU.”

DGFJSHFJDGFJSAHFKAHSLJHFBFJH %^(*&(*(*%&%#$@$^$^%*&(*.

Kibum menurunkan majalah kecantikan(?)nya saat Lee Taemin merangkak di atas sofa, mendekatinya.

“ Festival olahraga?”

“ Iya,” angguk Taemin, “ Kibum-hyung, kau bisa datang?”

“ Kau memanggilku umma atau hyung, sih.”

“ Tergantung mulut. Nggak sadar juga aku.”

“ Oh,” Kibum meletakkan majalah di sampingnya, “ kapan?”

“ Minggu depan.”

Kibum sedikit memutar badannya ke belakang. “ Ya, kalian!”

Minho, Jonghyun, dan Jinki menoleh ditengah-tengah main cangkulan. “ He?”

“ Kalian dengar kata Taemin?” tanya Kibum.

“ Apanya?” tanya Jonghyun.

“ Kemarilah.” Lalu ketiga makhluk cangkulan itu pun kini duduk di sekitar Kibum dan Taemin. Kibum menjentikkan jari. “ Jadi begini. Sekolah Taemin akan mengadakan festival olahraga minggu depan. Maukah kalian datang?”

Jinki mengangkat alisnya. “ tapi.. aku ada jadwal mengajar..”

“ Aku juga mungkin masih ada jadwal kuliah dan ekskul olahraga..” Minho menjawab.

“ Aku? Tidak tahu. Mungkin nanti bakal ada panggilan dadakan untuk menyanyi,” jawab Jonghyun mengangkat bahu. Kibum menoleh ke Taemin. “ Mungkin sepertinya hanya aku yang bisa da — TAEMIN?!”

Maknae itu pun mengeluarkan jurusnya yang tidak terkalahkan. Disebut 3M.

Mewek. Manyun. Mau nangis.

“ Padahal aku ingin sekali kalian semua ikut..”

Dan begitulah, pada akhirnya, Jinki yang menganggap Taemin seperti anaknya, Jonghyun yang suka mengusili Taemin, dan Minho yang benar-benar menyukai Taemin pun, tidak bisa melawan muka inosen itu.

>//<

Akhirnya, Jinki meminta cuti, Jonghyun mengelak panggilan yang ternyata memang ada (dan dadakan), sedangkan Minho membolos kuliah dengan alasan sakit.

Bagian terpenting adalah, Minho melewati kegiatan lari di universitasnya.

Kita semua tahu sendiri kan bagaimana Minho gilanya di dalam dunia olahraga dan sekitarnya.

Cukup menjelaskan bagaimana kuatnya efek 3M itu, bukan?

-Di hari H-

“ Taeminnie,” Jonghyun keluar dengan kaus besar berwarna abu-abu, “ apa tidak apa-apa aku berpakaian seperti ini?”

Taemin mengangguk, memberi isyarat oke. Kibum sendiri mengenakan kaus putih dan jaket tanpa lengan yang bermotif seperti kain perca. Dia memilihkan hoodie berwarna oranye untuk Jinki yang menganguk saja.

Minho, kemudian, keluar dengan kemeja pendek biasa berwarna putih. Persamaan dari mereka adalah, semuanya mengenakan jeans kecuali Taemin, tetapi..

Jonghyun mendengus. Minho selalu kelihatan bagus dengan apapun.

Taemin hanya bisa *O* melihatnya.

“ Jadi, haruskah kita pergi sekarang?” tanya Minho. Keempatnya mengangguk tanpa melepaskan mata mereka, mengagumi apapun yang Minho kenakan.

“ Apaan sih.” Minho merasa tidak nyaman. Taemin menggeleng kuat-kuat. “ Sudahlah. Ayo kita pergi.”

“ Dengan apa?”

“ Jalan kaki, lah. Kau pikir aku ke sekolah naik limosin, apa. Kau tinggal salto, sebenarnya. Hanya butuh lima belas menit, kok.”

“ Tapi,” Jonghyun merengut, “ kakiku nanti capek. Aku lelah.”

Kibum menggeplak kepala Jonghyun. “ Berisik. Dasar manja.”

Jadi sebutlah SMA tempat Taemin belajar adalah SMA yang sangat, sangat biasa-biasa saja. Taemin disebut-sebut campuran yang pas antara cantik+ganteng, jadinya flawless sama goddess gimana gitu. Nggak heran kalau mereka seperti kekurangan orang mantep di sekolah, jadi patokannya sama Taemin terus-terusan.

Dan di hari H, saat festival olahraga telah dimulai, keluarga SHINee datang.

Semua orang pun menghentikan pekerjaannya, seperti tersihir (cie).

Yang sedang memaku, berhenti, menjatuhkan palu dengan dramatis.

Yang sedang mengangkat papan, berhenti setengah nungging.

Dan yang sedang mengobrol pun, segera menghentikan suaranya.

SAMBUTLAH.

JRENG JRENG.

Lee Jinki! Seorang dosen muda yang mempunyai wajah yang lembut dan senyum yang hangat, eyesmile yang akan membuat siapapun meleleh!

Kim Jonghyun! Puppy eyes dan kesan sekseh yang tidak terbantahkan! Aura manly dan sensitif, kombinasi aneh tapi tetap saja keren, nggak tahu gimana ceritanya!

Kim Kibum! Sharp eyes, perfect jawline, senyuman yang khas membuatnya menjadi lelaki dengan wajah unik dan cantik di saat bersamaan!

Choi Minho! Mata yang besar, hidung mancung, double eyelids, chocolate irish, plump lips. Plus badan yang tinggi dan suara yang dalam, contoh model berbadan bagus!

Lee Taemin! Perpaduan antara kecantikan yang unyu /plak/ dan ganteng yang WOWOWOW. Komposisi yang pas! One kind of flawless goddess.

… /brb mati/

Mereka berlima datang dengan efek background music: Lucifer – music yang sedang trend, penyanyinya adalah grup bernama SHINee juga dan anehnya memiliki nama member yang sama dengan keluarga kita yang satu ini.

Siapa sangka mereka datang dengan dramatisnya seperti di film-film. *tepok tangan*

“ Tunggu,” Jonghyun menghentikan langkahnya, “ kenapa mereka semua terpana begitu melihat kita?”

“ Karena kita tampan?” Key, dengan pedenya, menjawab.

“ Mungkin. Yey.”

Taemin menghela napas panjang. “ Hyung, aku hendak mengurusi kafe kelasku. Kalian bagaima..”

Tiba-tiba, bau ayam goreng tercium.

Sadarkah kalian di setiap episode SHINee Sangtae, ayam goreng selalu mendapatkan peran penting?

Maka sebelum Taemin menyelesaikan kalimatnya, Lee Jinki yang notabene seekor ayam seorang dosen (yang katanya) ganteng dan (ini kenyataan) lugu, ngeloyor ke arah rumput bergoyang ayam goreng itu berasal.

Sisanya tinggal Jonghyun, Key, dan Minho. Taemin melirik mereka. “ Umm, Hyung? Bagaimana dengan kalian?”

Jonghyun menggaruk kepalanya. “ Aku ingin ke toilet dulu. Aku mau.. begitulah.”

“ .. Hyung, kau sakit perut?”

“ nggak. Kebelet. Nggak enak aja ngomong mau ngapain di kisah suci ini.”

“ oh.”

“ Kibum-ah,” Jonghyun menyikut tangan Kibum, “ temani aku, oke. Kalau kau menolakku, aku bersumpah akan menangis dan meninggalkanmu bunga seperti di chapter empat.”

“ demi Tuhan, kau kan hanya ke toi – “

Jonghyun tiba-tiba mengeluarkan sebuah buku berjudul, ACKNOWLEDGE IT, IT’S SHINee SANGTAE!

“ Jadi di chapter empat,” Jonghyun mulai berteori, menunjuk ke sebuah kalimat, “ kurang lebih kau akan berlaku adil dan blablabla… ya. Dijelaskan di kalimat agak terakhir di chapter ini.”

“ sejak kapan kau punya buku atas cerita kita?”

“ nggak tahu. Tahu-tahu saja ada.”

“ he .__.”

Jonghyun menutup buku magis (?) itu dan memasukkannya ke dalam saku belakang celananya. “ Jadi, temani aku ke toilet. Atau nggak aku nyasar. Atau aku akan meninggalkan bu –“

“ haissh. Oke, oke. Akan kutemani, oke? Dan stop berkata tentang bunga. Aku teringat LEE JOON.”

Hening.

Nampaknya mereka tidak mau mengingat apa yang terjadi di chapter sebelumnya.

“ Oh. Oke. Ciao! Mau ke toilet.”

Minho dan Taemin bersumpah kalau itu adalah salah satu percakapan terpanjang tentang keinginan terpendam Jonghyun untuk ke toilet.

Dan mengancam dengan bunga, perpisahan?

Lalu tahu-tahu nanti ada Lee Joon..

Astaga =_=

“ Baiklah, anak-anak,” Kibum mengacungkan jarinya secara horizontal dengan kemiringan 180 derajat ke arah Jonghyun, “ seperti percakapan kami barusan, toilet. Taemin, kelasmu apa?”

“ di dua belas — ” jawab Taemin takjub, di saat yang bersamaan, sorak sorai yang riuh terdengar. Sepertinya penonton sedang menyoraki peserta lomba bawa kelereng.

“ Haish berisik sekali. Bisa di ulang lagi ti – “

“ KIBUUUM. KEBELET NIH.”

“ GRRR. OKE. TAEMIN, MINHO, SAMPAI NANTI. CIAO.”

…. begitu sulitkah mereka berkomunikasi hanya untuk ke toilet.

Minho menoleh. “ Jadi sepertinya, hanya tinggal aku dan kau, Taemin.”

Yang paling muda pun memutar bola matanya. “ sepertinya sih begitu. Ya sudah lah, yang penting aku sudah bawa mereka dan.. Hyung?”

Radar Minho menyala ketika pembawa acara menyebut kata sepak bola.

Lalu yang paling jangkung di antara keduanya pun melengos pergi menonton pertandingan itu.  “ Aku akan menyusul nanti.”

Taemin tahu, ‘nanti´ itu berarti satu atau dua jam lagi. Maka, pergi lah dia dengan hampa.

Kibum melipat tangannya dan bersandar ke wastafel. Lalu sebuah suara siraman pun terdengar, kemudian Kim Jonghyun keluar dengan wajah sangat lega.

“ Akhirnya.”

Dan kenapa pula Jonghyun harus bermuka bahagia gitu. Dasar makhluk empat dimensi.

Jonghyun berjalan ke wastafel dan mencuci tangannya. Kibum melirik Jonghyun. “ sungguh. Hanya demi ke toilet, kau menyusahkan sekali.”

“ Bukankah kau yang mengatakan kalau kau akan berlaku adil?” tanya Jonghyun.

“ Hengg, aku mengerti. Tapi ancaman buat ke toilet itu nggak banget.

Jonghyun tertawa dan mendekatkan wajahnya ke Key, “ daripada aku berbuat kasar padamu?”

tahu-tahu, ada dua orang siswa yang membeku saat (hanya) mendengar kalimat terakhir Jonghyun.

Mereka hendak memasuki toilet dan TERNYATA menemukan Jonghyun dalam pose seduktif.

“ ah..” Terlihat sekali wajah mereka gugup dan gelagapan , “ kami.. tidak ber.. maksud.. mengganggu.. kok.”

“ ka.. kalau begitu.. PERMISI! MAAF MEMOTONG WAKTU BERDUAAN KALIAN! HUWAAA.”

Dan pergilah mereka dengan lari ngibrit, meninggalkan Jonghyun dan Kibum.

Kim Kibum menaikkan alisnya. “ mereka kenapa sih? Hilang hasrat kebelet atau gimana?”

Jonghyun menggeleng tidak tahu.

Walaupun sebenarnya, mungkin kata JongKey couple akan benar-benar ada, sesudah kejadian ini.

“ Ya sudahlah,” Kibum menarik kerah Jonghyun dan berbalik, “ kita harus ke kelas Taemin, sekarang.”

“ Oh, baiklah. Taemin berada di kelas mana?”

Sunyi.

Minho tidak melepaskan pandangannya dari pertandingan sepak bola yang sedang berlangsung di depannya. Dia merasa geregetan. Kalau saja dia bisa ikut pertandingan itu dan langsung terjun bermain, pasti..

“ AWAS, BOLA!”

Dalam dua kedipan, sebuah bola meluncur cepat menuju arah betis Minho,

Dan kerennya, insting yang tajam membuat Minho, dalam sekejap pula, menendang bola itu dengan perfect angle.

Tentu saja, semua orang melongo melihatnya.

Sosok super goodlooking dan tendangannya yang.. AW.

Minho mengedipkan matanya. Bola itu, memantul, dan mendarat dengan sempurna, membuat penonton plus pemain, tambah kaget lagi.

“ Ah.”

Merasa tidak enak, Minho memutar badannya dan memutuskan untuk meninggalkan lapangan. Lebih baik mencari Taemin sekarang, pikirnya.

Minho menyusuri koridor dalam gedung sekolah, matanya mencari-cari kelas Taemin. Kelas dua belas..

Aloha.

Ini dia.

Minho melangkah masuk. “ Taem..”

Matanya membulat.

Oke. Nggak banget sih. Disambut dengan dekorasi serba pink. Dan entah kenapa, Taemin di matanya berubah.

Dia menggerai rambutnya yang biasa dikuncir dan mengenakan kemeja panjang putih plus ROK?!

“ TAEMINNIE?!!” teriaknya dengan suara volume paling kecil. Taemin menoleh dan mukanya nyaris mau nangis. “ Minho Hyung!”

Tangan Taemin yang kecil pun menarik pergelangan tangan Minho dan menyuruhnya duduk di salah satu meja makan.

“ Taeminnie,” Minho mengerjap-ngerjapkan matanya kaget, “ kenapa bajumu..”

“ Jangan tanya. Aku juga tidak mengerti. Mereka bilang sih kekurangan celana,” Taemin merengut, tapi entah kenapa di mata Minho, dia terlihat makin lucu. “ Ah. Oke. Baiklah.”

“ Hyung mau pesan apa?”

“ Minum saja, jus atau teh apapun boleh. Dan oh, temani aku duduk di sini kalau kau dapat shift bebas.”

“ Iyaaa ~~”

Dan Taemin pun pergi melangkah ringan ke dapur.

Minho menyandarkan tubuhnya ke kursi. Di matanya Taemin malah terlihat bukan seperti perempuan. Dia tetap saja Taemin, tapi Taemin yang..

Minho mendesis. Apa yang dipikirkan teman sekelasnya ya.

Kalau Kibum ada di sini, pasti dia akan berkata –

Ohya.

Minho mengangkat alisnya.

Mana Kibum dan Jonghyun Hyung.

“ Oke. Kim Jonghyun. Kau yakin kelas Taemin tidak jauh dari sini?”

Jonghyun melipat tangannya dan mengangguk, mendengus seperti kuda. “ Sudah kubilang! Aku tahu!”

“ Tapi dua menit yang lalu kau bilang bahwa kau tidak ta – “

“ AH! INI DIA KELASNYA!”

Jonghyun dan Kibum berhenti di depan kelas yang.. anehnya suram.

Pintu itu ditutup, namun ada tulisan selamat datang. Tidak terlihat cahaya lampu dari jendela di atas pintu.

“ Kau yakin ini?” tanya Kibum ragu.

Tidak ada jawaban.

“ Bukan ini, kan?”

“ Ahh,” Jonghyun memutar bola matanya, “ kenapa kita tidak masuk saja dan melihat? Kalau tidak ada Taemin, kita kan bisa keluar lagi!”

Kibum hendak protes, namun Jonghyun memotong pembicaraannya dan menarik Kibum. “ Ayolah.”

Jonghyun dengan gagah separuh berani membuka pintu, dan masuk, sementara Kim Kibum mengikutinya dengan keberanian sebesar bayi.

.. blam.

Pintu pun tertutup.

“ Katakan padaku, Taeminnie,” kata Minho sembari menyeruput jus jeruk. “ Kau ditaksir tidak, sama orang-orang yang datang?”

Taemin memanyunkan bibirnya. “ Iya.”

“ Cewek atau cowok?”

“ Dua-duanya.”

Minho mulai mempertanyakan orientasi seksual anak-anak SMA zaman sekarang.

Tapi ya ampun penampilan Taemin sekarang bisa membuat lelaki yang lurus-lurus saja menjadi homo. Dia terlalu cantik dan ganteng 8D

“ Dimana Jinki Hyung?”

“ Entahlah. Kurasa dia sedang bersenang-senang dengan deretan ayam goreng.”

Taemin melipat tangannya. “ Lalu Jonghyun hyung dan Umma?”

“ Toilet.”

“ Beser, gitu?”

“ Nggak, sih.”

Minho mulai berasumsi kalau mungkin sebenarnya dugaan Taemin benar.

“ .. nanti juga kemari, kok.”

“ Minho Hyung.”

“ Ya?”

“ Kibum Hyung itu.. penakut kan?”

Minho mengerutkan dahinya. “ Kenapa kau tiba-tiba bertanya begitu?”

Taemin memiringkan kepalanya. “ Kenapa, ya.”

Insting?

.. yep.

Insting anak bisa dikatakan benar. Sekalipun anakmu adalah anak bohong-bohongan dan ibunya adalah seorang lelaki cantik, insting anak itu juga terhitung tajam. Namanya juga ikatan batin. Walau mereka tidak terikat oleh darah, hanya dengan cinta .

Karena, inilah yang terjadi dengan Kibum dan Jonghyun sekarang.

Kedua Kim itu menelan ludah.

Mereka memasuki ruangan yang sangat gelap.

Dan sekejap saat mereka masuk, pintu itu ditutup oleh seseorang yang mengenakkan jubah hitam. Kibum hanya bisa melihat sekilas karena orang itu menghilang dalam kegelapan.

Kibum menelan ludah.

“ Jonghyun hyung.”

Kibum bisa merasakan Jonghyun yang masih bisa santai sekalipun bulu kuduknya berdiri.

Informasi: di antara keluarga SHINee, Kibum adalah yang nyalinya paling kecil.

“ Ya?”

“ .. aku mau keluar.”

“ tetapi pintunya ..”

“ .. untuk bisa keluar..”

O_O

“ .. kalian harus melewati lorong ini. Selamat datang di rumah hantu kelas 12-2..”

Jonghyun menjentikkan jari usai sosok dari belakang memberitahunya. “ ah! Oke! Terima kasih infonya! Kibum, kita harus – eh lho, kibum?”

Sambutlah Kibum dengan wajah seputih kertas dan bibir sepucat krayon pastel.

Makhluk itu menoleh, dengan raut yang sangat menyedihkan. “ Y-ya?”

“ Kau dengar? Ini rumah hantu. Kita harus menemukan pintu keluar dengan cara melewati lorong ini.. err. Begitulah.”

“ Oh. Oke.”

Dan dalam beberapa detik, Kibum sudah menggamit lengan Jonghyun, membuat yang lebih tua tidak mengerti kenapa kulit Kibum terasa dingin.

“ Mm. Baiklah. Ayo kita jalan.”

Jonghyun pun mulai berjalan. Kibum mengikutinya dengan langkah yang sangat-sangat-berat. Jonghyun merasa tangan Kibum, ah, tidak, badan Kibum gemetaran.

“ Kau baik-baik saja?”

“ Mm.. Ya.. seperti..”

*CILUKBA*

“ GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

Setelah sesuatu muncul dengan kepala berdarah-darah dan pisau di kepalanya, Jonghyun sadar, Kibum takut terhadap sesuatu berbau hantu dan yang mengagetkan.

“ Hai cantik. Siapa namamu.”

Taemin meremas pulpennya dan bersumpah kalau hampir mematahkannya.

“ … Kalian mau pesan apa, Tuan-tuan?

Yang Taemin benci adalah saat kelasnya memutuskan memakai konsep MAID CAFE, semuanya benar-benar mencakup konsepnya.

Mulai dari pemanggilan Tuan dan Nona.

Rasanya Taemin ingin terjun saja dari lantai enam fhagdwgadhfdhfasgk.

Usai mencatat pesanan tamu sialan itu, Taemin mengangguk berusaha sopan dan membalikkan badan, sampai kemudian tamu itu menariknya.

“ kau tidak akan meninggalkan kami tanpa namamu kan, cantik?”

Ugh.

Rasanya Taemin ingin muntah.

Kalau dilihat-lihat sepertinya tamu ini bukan berasal dari sekolahnya.

Tentu saja dia tidak akan tahu kalau Taemin itu lelaki =______=”

“ Umm.. Tidak, aku harus – “

“ ayolah..”

Taemin mengepalkan tangannya. Kurang a –

“ kau mau apakan pacarku?”

Taemin terbelalak saat mendengar suara berat itu meng-klaim dirinya.

Minho muncul, berdiri disitu, menarik Taemin, dengan ekspresi heroik.

Dia menyelamatkanku dengan cara yang salah T^T

Minho menghentakkan Taemin dari tamu sialan itu dan menariknya ke dapur. Minho menatap Taemin tajam.

“ Oke, aku tidak mungkin membiarkanmu seperti ini. Kau digodain lebih dari lima kali. Yang benar saja.”

Taemin mendengus. “ Lihat Hyung, semua orang di kelasku sibuk menjadi koki, maid, penjaga pintu, pengantar pesanan, dan lain-lain. Belum lagi yang ikut lomba. Tentu saja tidak ada yang bisa mengawasiku.”

Minho menghela napas. Dia membuang wajah dan menyadari ada kaca di sebelahnya. Saat ia memerhatikan pakaian yang ia pakai..

Minho memiliki ide.

Dia pun berjalan menuju bagian dapur dan bersandar di dinding, mengagetkan orang-orang di dalam dapur yang notabene teman-teman sekelas Taemin.

“ Hai kalian.”

Yang para perempuan pun tersihir karena wajah Minho (saya juga).

Minho tersenyum tipis. “ Bagaimana kalau aku membantu kalian? Jadi begini, Taemin­-ku sering mengalami masalah di dalam melayani tamu dan rasanya aku harus mendampinginya. Aku sudah mengenakan kemeja putih pendek dan celana jeans warna hitam, cukup kan, kalau aku ikut melayani tamu?

Taemin terkadang tidak mengerti apa isi pikiran Minho, demi Tuhan.

Sementara itu, KIM brothers pun..

“ GYAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”

Jonghyun melirik.

“ KYAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”

Jonghyun melemparkan pandangan.

“ HUWAAAAAAAAAAAAAAAA!!”

Jonghyun menghela napas.

“ @$#%$#^%$&^%*$w^@#%$^%$&^ !!”

Jonghyun menyikut Kibum yang dari tadi berteriak melengking.

“ Tidak bisa kah, kau diam?!”

Begitulah. Keadaan Kibum menyedihkan sekali. Dia KO. Wajahnya bahkan nampak transparan, lebih parah daripada pucat.

“ Jonghyun..”

Suara Kibum seperti mau menangis. Jonghyun mendesah. “ Ayolah, ini kan cuma rumah hantu.”

“ Kau mau membunuhku?!! SEGALA JENIS HANTU ADA DISINI! Wanita salju, kakek-kakek berwajah hancur, orang yang terkapar berdarah-darah, sadako, SEMUANYA.”

Jonghyun, sebenarnya, ingin bilang kalau, ‘hmm sebenarnya lihatlah dirimu sendiri hei kau nampak transparan aku bersumpah kau itu mungkin hantu selanjutnya’ tapi dia memilih untuk diam atau Kibum akan melemparnya dengan amunisi barang pecah belah tanpa akhir.

“ Oke, Jonghyun. Kita harus pergi dari sini, karena kau tahu aku – “

Tepat saat Kibum hendak menyelesaikan kalimatnya, sebuah tangan memegang pergelangan kakinya, merangkak di bawah.

“ GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

*KICK*

“ hosh.. hosh..”

Saat Kibum terengah-engah habis berteriak, Jonghyun menelan ludah.

Kim Kibum baru saja menendang wajah hantu bohong-bohongan itu, tepat di wajahnya, dan langsung ‘tewas’ di tempat.

Kibum menunjuk hantu itu dengan panik, cemas dan takut bukan main.

“ KAU LIHAT?! HANTU-HANTU INI MENAKUTIKU, MESKI MEREKA CUMA BOHONGAN! MEREKA MAU MEMBUNUHKU.”

“ Err, kurasa kau yang hampir membunuhnya, Kibum-ah.”

Kibum menggeleng-gelengkan kepala, otaknya menjadi konslet.

“ Oh, tidak. Aku harus keluar secepatnya.”

Jonghyun paling tidak suka kalau Kibum menjadi panik, karena bisa menjadi sangat menyebalkan.

Maka, Jonghyun pun bersabda,

“ Wahai Kibum, sesungguhnya hantu itu tidak nyata. Ini hanyalah fiksi, buatan anak-anak kelas dua belas. Kau yang seorang berumur 19tahun harusnya bisa tahan kan, dengan tipu daya ini?”

Entah kenapa bahasa Jonghyun terdengar.. bijak dan formal. Dan menjijikkan.

Wajah Kibum mulai melunak. “ Be.. Benarkah?”

Jonghyun tersenyum. “ Ya. Percayalah padaku. Kau akan baik-baik saja.”

Kibum pun, akhirnya, mulai menarik seulas garis tipis di bibirnya, membuat Jonghyun lega.

“ Baiklah, aku percaya padamu.”

Mereka berdua hanyut dalam tatapan teguh dan kepercayaan yang tinggi, seolah-olah pembaca sekalian bisa merasakan deburan ombak sebagai background suasana mereka.

“ Kalau begitu,” Kibum menunjuk ke depan, dan Jonghyun mulai menyadari ada perubahan wajah pada Kibum.

Oke, Kibum tidak sepenuhnya percaya pada Jonghyun, sepertinya.

“ Perempuan berbaju putih yang melayang di situ.. apa?

Jonghyun membatu.

Begitu juga Key.

Tiga.

Dua.

Satu.

O_______________________________________________O

“EEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

Kemudian mereka pun berlari secepat mungkin, tidak peduli hantu-hantu bohongan yang menunggu di depan mereka, terus menerjangnya.

Karena halo, perempuan dengan baju putih panjang dan melayang?

Sayup-sayup, terdengar jeritan Kibum.

“ CHAPTER KALI INI SIALAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAN!!”

Hehe.

“ Umm.. Kami ingin.. memesan.. Milkshake..”

Jadi intinya ada dua perempuan datang ke Maid Cafe dan saat mereka duduk, mereka disambut oleh new super goodlooking waiter Choi Minho.

Pelayan dadakan itu pun menulis pesanan tanpa bersuara sementara kedua perempuan itu sibuk mengagumi wajah Minho.

Usai selesai menulis, Minho pun meninggalkan kedua orang perempuan yang mendesah kecewa itu, hendak menuju bagian dapur. Namun dia menemukan Taemin yang sedang berjuang melawan tamu genit lainnya. Tidak ada pilihan lain, Minho pun datang mendekati Taemin dan melingkarkan tangannya di bahu maknae itu, membuat tamu-tamu itu kaget.

“ Sudah?”

Taemin terlihat lega saat melihat Minho dan dia pun mengangguk. Minho menatap tajam tamu-tamu itu dan seketika mereka sadar, mereka bukan apa-apa dibanding Minho.

Dan seandainya mereka tahu kalau Taemin adalah lelaki =.=

“ Ayo, Taeminnie, kita ha – “

“ Taemin!”

Yang memiliki nama pun, menoleh. “ Yaa?”

Teman sekelasnya yang bernama Shin Dongho pun, menunjuk ke arah luar kelas. “ ada dua orang yang terkapar di depan kelas.. setengah hidup sepertinya. Dan dia mencarimu, Taeminnie. Apakah kau kenal?”

Taemin dan Minho saling bertukar pandang, lalu beranjak.

Mereka berdua pun terbelalak.

“ HYUNG?!!”

Kibum dan Jonghyun meneguk teh hangat pelan-pelan. Itu adalah salah satu cara Taemin untuk mengembalikan kewarasan kedua Hyung-nya.

“ Mm,” Taemin memiringkan kepala, “ kalian baik-baik saja?”

“ Emm? Begitulah..”

Suara Kibum terdengar lemas sekali seperti mau mati. Jonghyun hanya bengong, melongo, tetapi mukanya pucat.

“ Kibum..” tiba-tiba Jonghyun bersuara.

“ Hmm..”

“ Bagaimana kalau kita berasumsi..” kata Jonghyun, entah kenapa kata-katanya menjadi formal lagi,  “ bahwa barusan adalah salah satu tipuan?”

Kibum mengangguk lemah. “ Iya. Sepertinya begitu.”

Kemudian mereka saling bertukar senyum, meskipun di mata Taemin dan Minho, senyuman mereka seperti sedang sekarat.

Kedua yang termuda di keluarga SHINee ini tidak bisa menangkap maksud Kibum dan Jonghyun.

Di saat bersamaan, dua orang siswa memasuki Maid Cafe dengan riuh.

“ Hei! Rumah hantu tadi tidak seram, ya!”

“ Iya! Kupikir bakal seseram apa.. tapi ternyata seru juga!”

Jonghyun dan Kibum mengerjap-ngerjapkan mata, bertukar pandang, kemudian memberanikan diri bertanya,

“ tetapi yang menjadi perempuan berbaju putih dan melayang itu menakutkan, bukankah begitu?”

Kedua siswa itu menoleh ke Jonghyun dan Kibum. Mereka mengerutkan dahi, berpikir sejenak, dan berkata,

“ perasaan kelas 12-2 tidak menampilkan hantu itu, deh.”

……..

…….

Bruk.

Taemin dan Minho pun seketika melotot.

“ HYUUUUUUUUUUUUNG! KALIAN KENAPAAAAAAAAAA??!!!! YAH KOK PINGSAN SIH. BARENGAN PULA.”

Kedua siswa itu berpandangan, kaget dan tidak mengerti.

Lalu, saat itu juga, Lee Jinki datang ke Maid Cafe dengan riang gembira, membawa berbungkus-bungkus ayam goreng di tangannya.

“ Taeminnie ~~ kau baik-baik saja – eh lho? Apa yang terjadi?”

Jinki disambut dengan pemandangan aneh.

Taemin dengan pakaian pelayan perempuan.

Minho tiba-tiba ikutan menjadi pelayan, walaupun tidak memalsukan gendernya seperti Taemin.

Sementara Jonghyun dan Kibum tidak sadarkan diri.

“ Jinki Hyung..” Taemin memelas. “ Umma dan Jonghyun Hyung..”

Begitulah.

Jinki hanya bisa berkedip kebingungan, dengan ayam goreng di mulutnya.

Dan sejak saat itu pula, Kibum dan Jonghyun, tidak pernah mau lagi mengunjungi sekolah Taemin.

Aigo, SHINee, terlalu banyak hal hanya untuk menghabiskan satu hari bersama  dengan tenang di festival olahraga.

Comments on: "Acknowledge It, It’s SHINee Sangtae! – Chapter 5" (25)

  1. lol
    jadi yang mereka liat apa dong ?😄

  2. chapter kali ini sialan, key? Lol

  3. WAIT, AM I THE 1ST ?? xD

    SO, I WAS FRICKIN BURST IN LAUGHTER WHEN ENJOYING THIS ~ UGH, WHY CAN YOU ALWAYS MADE ME LOL-ING ?? xDDD

    ITS SO FUNNY, ROMANTIC AND TERRIBLE [LMAO] AT THE SAME TIME BDDD

    YOU GUYS SO ROCK ! xD

    • BECAUSE. IT’S BASED (AGAIN) FROM MY TRUE STORY. I MEAN WHEN I STEPPED INTO HAUNTED HOUSE, I KNEW I HAD MADE A BIG MISTAKE LMFAO.

      AND THANKYOU FOR THINKING THIS FUNNY ROMANTIC AND TERRIBLE LMFAO YOU TOO SWEETS.

  4. Yeah ~ ustad Jonhyun bersabda ~ kyahahahaha.. Nice chap dear

  5. taeminnie~ xD
    3M : cooollll~

    sukses deh bikin ketawa baca ni chapt.
    gada chapt yang ga bikin ngakak~

    flying (?) thumbs for both of you ^^

  6. DESKRIPSINYA JJONG, YAAMPUN BANGET BANGET DEH
    dan apa pulak itu ada buku cerita Sangtae -_- dan yg lainnya…
    epic bgt ahra. perfecto. angkat jempol saya.

  7. naddd~ ur story is daebakk!! haha..
    tapi crita kali ini knapa jadi ala komikus banget yak?taemin jadi maid cafe.. minho jg.. festival skolahan.. rumah hantu~ knapa jadi ala jepang XDD

  8. Karena inspirasinya pas aku dateng ke bunkasai kak, ada rumah hantunya ahuahua jangan mempertanyakan genre dan cerita disini karena fic ini sangat random dan suka2 penulisnya kak xD

  9. mwahahaha but i love it😄

  10. Aww thankyou for loving this cracky, sunbae😀

  11. ROFL sumpah kocak meskipun bahasanya agak berlebihan tp keren ^^b

  12. Lolz that’s why me and nino as writers, claimed that this’s the most cracky fic we’ve ever made.

  13. I was laughing out loud!!!! LOL OMGGGG love loooove this “SHINee Sangtae -fan fiction”!!

    Two thumbs up for the authors! Uhm, no. Four thumbs up. Two from me and two from Minho! *run away before ahra unnie attacks me. Lol*

  14. LOOOOOOOOLLLLL!!! Oke, shinee sangtae is the best comedy(?)/humor(?)/absurd(?)/random(?)/romance(?) story from our boys🙂 really love this, seriously!

  15. btw, selalu ga bs komen d bag.nino nih, gtw kenapa…mungkin gr2 aq ol pake hp? idk
    numpang komen d sini aja deh…
    part 4 ama 6A jg daebak! let me replace joon in part 4 and let me see the proof that kibum is really a man!! *pervert mode on LOL😀
    btw, biasanya aq bakal geli klu pairing cowo, tp ntah knpa klu pairing cowo shinee malah so sweet, bikin muka jd ky taemin d part 6A shinee sangtae: (*3*)

  16. thankyouuuu xDDD
    ohoho kok bisa ? noo dont you dare to touch my hubby Keybum or you’ll get cursed by nenek sihir lol :p
    penyakit fangirl emang itu mah hahaha xD
    thanks for the Cherish comment ! *kiss*

  17. Maaaaf bgt yaa,.bru coment dpart ini #plakkk. hbis’a saia ga brhenti ngakak dri part 1. . . .buakakakakkkk XXD

    Gokil gellaa !!!! huahahaa,.saia msh mw ngakak dlu,.huahahaa. Mkasiih ya buat author’a uda bkin ff saraap,.yg mbuat saia jd tmbah saraap,.huahahaa. Dæbak. Dæbak !!!

    • yeheeeey sama sama😀 thanks udah suka meski jarang banget update :(( yep yep thanks for your Cherish comment ! :***

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: