more fantasy about k-pop

Title :  Acknowledge it, It’s SHINee Sangtae! – part 4

~ We All Love You, Jong Hyun-nie ! ~

Author :  Choi Ahra [for editing – p.s: i edited some english words and moments , surry ==”) and Nino (writer)

Genre :  Angst, Brother-Romance, Crack, Friendship, Humour [if you thought it was :p]

Rating :  PG-13 [some ‘inappropriate’ Bromance moment :p and slight cursing]

Cast :  SHINee, ninja! MBLAQ’s Lee Joon

Word Count :  7,287

Disclaimer :  If i own them, I’ll be the happiest one truthfully x|

Summary :  5 commoners . Ordinary boys who live together in a dorm . What kind of absurd life they have ?

Warning :  This is kind of HOLY CRAP i think, but hope you got it wasnt an utterly fail ><

A/N :  Guess who made this chap ! Hehe, its me, Nino❤

And so, this chap is focused on Jong Hyun’s side . He’s got a dilemma, and … wait, you gonna read it next, eh ? Well, before that, i wanna say sorry if i take wrong words to describe-ing Jong Hyun’s situation, its NOT in purpose, TRUST ME . I love him so much, so it makes me felt guilt when I turn him like this >< forgive me if it happened, will you ?

so without many words, just read and spread your Cherish comment ! xD

——:o0o:——

Seseorang bertanya

Dia berkata, bahwa pertanyaan itu kerap mengganggu pikirannya sejak awal, hingga dia merasa terbebani dan memutuskan untuk mengungkapkannya .

“Pantaskah jika aku berada disini ?”

“Kenapa aku bisa menjadi salah satunya, tanpa ada kejelasan dan tujuan ?”

“Ketahuilah, hanya aku yang terlihat berbeda . Apa adil jika pada akhirnya aku yang selalu terpojok, sementara yang lain malah asyik menikmati dunia tanpa menghiraukan keberadaanku ?”

Pertanyaan yang bodoh dan membingungkan bukan ?

Aku pun tidak tahu harus menjawab apa .

Dan sejujurnya, aku juga tengah merasakan hal yang sama .

Karena akulah orang yang menanyakan hal itu, pada hatiku sendiri .

——:o0o:——

[ Jong Hyun POV ]

“Jin Ki-hyung, kau sudah mengganti bajumu ? Ayo, lekas makan malam, aku sudah buatkan makanan kesukaanmu ~”

Suara hati pembaca —> YA, YA . PASTI AYAM . LAGI-LAGI AYAM . NGGAK ADA YANG LAIN APA SELAIN AYAM ? KAMBING KEK, ANOA, TELOR GAJAH MUNGKIN ?

“Ah, benarkaaah ?? AAW, I LOVE YOU KI BUM ~ kau memang selalu tahu apa yang kumau ~ ! Hehehe ~”

“Hmmm, ya, ya, ya, love you too, Chickie ~”

# note : Chickie = Chicken [ayam], panggilan sayang Ki Bum untuk Jin Ki baru-baru ini #

See ? Jika kalian ingin tahu, ‘kemesraan’ yang langka ini bukanlah menjadi suatu hal yang baru lagi bagi kami . Tahu ‘kan, insiden ke-bayi-an’ Tae Min waktu lalu ? Ingat saat dia memanggil Jin Ki dengan sebutan ‘papa-mama ?’

Ya . Semenjak kejadian itu, entah kenapa mereka berdua nampaknya telah bertindak bagaikan orangtua Tae Min yang sebenarnya .

Ya … meski sebenarnya Ki Bum juga masih rada-rada ‘kaku’ dan ‘keki’ juga dengan Jin Ki-hyung .

Tapi ternyata, kenyataan tetaplah kenyataan . Baru-baru ini, Ki Bum membocorkan rahasia terbesarnya padaku, yang pastinya nenek-nenek yang sudah karatan di panti jompo pun tidak akan percaya dengan hal ini . Wanna knows ? Di bawah ini sekilas akan kuberitahukan ‘The Day of Unexpected Confession’ itu .

|||||||||||||||||||||||||

“Jjong, aku mau bicara sesuatu”

“He ? Apa ?”

Hening sesaat sebelum Key mengambil napas dalam-dalam .

“Ng … begini …”

“Aku … aku … selama ini aku …”

Ups .

“Tunggu sebentar . Kenapa mukamu jadi merah begitu ? Jangan bilang kalau kau naksir denganku, Ki Bum”

PLAK .

“BODOH . Dengarkan dulu, baru komentar . Kurasa ini bukan sinetron, sobat”

“Err, ya, ya, terserah denganmulah . Kau mau bilang apa sih ? Sembelit atau – ”

“Sembarangan ! Bukan itu, tapi … ini … ini benar-benar di luar dugaan, Jjong . Aku juga nggak tahu kenapa ini bisa terjadi, hingga menguras jantungku dalam-dalam”

Jong Hyun mengernyitkan dahi . Memang jantung bisa ya dikuras ? Baru tahu, kirain cuma bak mandi .

“Stop bergaya hiperbolis, Ki Bum . Katakan saja apa yang mau kau katakan”

Lalu, laki-laki paling cantik di negeriku Indonesia Korea itu menarik napas panjang sebelum dia membongkar misteri yang mampu mengguncang belahan dunia manapun [WOW] .

“Aku …”

“Aku hamil, Jjong”

HAH . MALAH TAMBAH PARAH INI .

Entah apa telinga Jong Hyun yang salah urat, atau mungkin sekarang dia berada di alam bawah sadar, dia sendiri tidak tahu .

Tapi … percayalah pada author, pembaca . Ini semua hanyalah khayalan semata karena yang sebenarnya dikatakan oleh Ki Bum adalah :

“Kok aku merasa … Jin Ki-hyung itu ternyata menarik juga ya ?”

TOEWEWEWEW .

Percaya atau tidak, tanyakanlah pada rumput yang bergoyang .

Bagaimana mungkin seorang Lee Jin Ki yang … ck, aduh, gimanalah ngomongnya ya =_= Sudah aneh, semrawut, telmi, ajaib, yang sangat mudah untuk dikerjain siapapun itu … dibilang menarik … ?

ALOHA . Siapa yang bisa jelaskan darimana datangnya keajaiban, tolong beritahu aku sekarang juga .

“Ki Bum … kau … kau baru saja jatuh dari lantai 13 ya ? Dari sisi mana kau bisa melihat hyung kita satu-satunya itu ‘menarik’ … ?”

Okelah kalau memang dia menarik dari sisi akademik . Dia memang bukan manusia untuk kategori kecerdasan di bidang eksakta . Dengan IQ-nya yang nyaris mencapai angka 200, bukan mimpi baginya untuk meraih gelar dosen di usianya yang masih sangat muda, 22 tahun .

Namun sehebat apapun manusia, pasti ada saja kekurangan . Diberi otak semutakhir Einstein, namun dengan sifat yang se-fantastis kuda liar rasanya sepadan meski menyakitkan . Yah, bagaimanapun juga, Tuhan itu memang adil .

“Entahlah, jangan tanyakan itu padaku . Aku juga awalnya bingung, apa jangan-jangan aku ini kena santet tukang dukun di seberang ? Tapi … sejak Tae Min menganggap dia appa-nya … ya awalnya aku sih memang tidak terima, tapi sebagai umma-nya, apapun demi Tae Min, akan kuterima keputusannya dengan sepenuh hati”

“Lalu …  aku mulai mencoba untuk memaklumi Jin Ki-hyung, karena dia adalah bagian dari keluarga SHINee dan bagaimanapun caranya, aku harus membuatnya bersikap layaknya laki-laki seutuhnya”

“Dan … dari situlah aku mulai menyadari ada sesuatu yang aneh”

Hayo … kenapa tiba-tiba bulu kudukku berdiri ya .___.

“Saat aku memergokinya mengurus kumpulan tesis mahasiswanya, atau saat melihat dia mengajari Tae Min, atau saat dia melepas kacamata jengkolnya itu …”

“… aku berani bersumpah … kalau dia memang benar-benar … menarik”

ASTAGA NAGA BONAR  =________________=

“Kau tahu ? Dia terlihat sangat ‘jantan’ dari yang tidak pernah kau duga . Aku saja yang notabene-jantan-tapi-sayangnya-berwajah-cantik ini bisa kalah . Dan tanpa kusadari … sepertinya …”

“… sepertinya …?” Jong Hyun bertanya denga rasa cemas yang amat sangat .

Demi Tuhan, jangan katakan kalau kau suka, naksir, kepincut, atau semacamnya itu dengan hyung-mu itu, Ki Bum . Dengar, dia adalah LAKI-LAKI dan kau juga LAKI-LAKI . Kucing betina pun nggak akan bisa melahirkan kalau dia berpasangan dengan sesamanya yang betina .

“Aku … mulai menyukai dia, Jong Hyun”

APAAAAAABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZZZZZZ ?! JHAHIUASH0W1!3*^@*(#&*&#)_)(@(y*y*234! ASEYR89W7R8WEURER103902830283928938@*&#*(&@*(&!*(!&_+_+_+?>d(i(wuw(*(*w@O(*!!!!

*Coba tebak, Jong Hyun ngomong apa dalam hatinya :p*

Memang benar apa kata pepatah . Tak ada rotan, sapu ijuk pun jadi . Nggak dengan cewek bak bidadari, dengan Jin Ki pun nggak masalah . Mungkin pikirnya lumayanlah.

Jong Hyun, yang saat itu sepertinya mengalami shock stadium akut, hanya menatap Ki Bum dengan mata membelalak dan mulut yang menganga lebar, persis kodok ngorek .

“Tuh ‘kan, kau itu pasti sudah salah pengertian ! Aku bukan suka dia sebagaimana orang yang jatuh cinta, tapi karena dia punya sisi menarik di balik sifatnya yang ngujubileh amit-amit itu, dan karena itulah aku menyukainya, aku suka dia sebagai kakak, bukan sebagai PACAR ataupun SUAMI !”

HMM .

Tapi entah kenapa rasanya omonganmu itu malah terdengar sebaliknya di telingaku, Ki Bum .

“Ehm, maaf, kau … bisa mengulang kalimatmu barusan … ?” ucap Jong Hyun ragu-ragu .

Ki Bum menepuk dahinya tanda putus asa .

“Ternyata memang nggak cukup sekali ya . Begini … aku . Menyukai . Jin Ki . Atas . Dasar . Sisi . Menarik . Yang . Dimilikinya, paham Jong Hyun ? Baiklah, kutekankan sekali lagi, Aku . Menyukai . Dia . HANYA . Sebatas . Adik . Kakak, tidak lebih . Ingat itu”

Sebenarnya  tidak usah diperjelas pun, Jong Hyun sudah mendengar semuanya dengan clear, 100% clear .

“AKU PULAAAAAAAAAAAAAAANG !!”

Panjang umur . Jin Ki telah tiba di rumah dengan selamat sentosa dari Universitas X [nama disamarkan demi menjaga privasi] .

“Ah, Jin Ki-hyung sudah pulang ~ !”

Serta merta Ki Bum menghampiri hyung-nya itu dengan wajah sumringah . Lalu, mereka berdua berpelukan layaknya gerombolan Teletubbies .

Rasanya seperti menyaksikan adegan seorang istri yang menyambut suaminya pulang dari kerja .

Bedanya, mereka berdua lebih kelihatan seperti dua orang anak umur 5 tahun daripada suami-istri .

Akhirnya Ki Bum meninggalkan Jong Hyun yang berdiri terpaku di tempatnya, yang masih bertanya-tanya keheranan .

What the stupid hell on Earth was going on ?

||||||||||||||||||||||

Begitulah . Intinya, Ki Bum telah mengakui bahwa dia ‘jatuh hati’ dengan Jin Ki-hyung . Ya, mungkin di lain waktu aku akan menyelidiki, mencari, menguliti [?] dimanakah letak ke-fabulous-an seorang Lee Jin Ki, hingga membuat sahabatku, Ki Bum, entah kenapa, tertarik padanya .

Yah, awalnya sih begitu . Kami berdua bersahabat dari pertama kali berjumpa, dan dijuluki ‘Kim Brothers’ oleh yang lain saking dekatnya, sampai sekarang ini .

Tapi, seiring berjalannya waktu, semenjak ‘The Day of Unexpected Confession’ itu berlalu, rasanya … hubungan persahabatan kami jadi sedikit merenggang . Kami jadi jarang mengobrol banyak seperti biasanya, karena separuh dari waktu Ki Bum sudah dihabiskan untuk bersama-sama dengan Jin Ki, entah buat apa, dan separuhnya lagi untuk mengurus Tae Min dan keperluan rumah, serta statusnya sebagai chef di sebuah restoran .

Dan sejujurnya … aku juga jadi agak … ng … yah, mungkin bisa dibilang ‘cemburu’ kali ya, karena teman sepermainanku itu ‘direbut’ oleh Jin Ki-hyung . Tapi bukan ‘cemburu’ dalam artian aku memiliki perasaan tertentu dengan Ki Bum . No, no, jangan salah tangkap maksud ya .

Oke . Itu adalah salah satu faktor yang menyebabkan aku jadi … kesepian .

Lain halnya dengan Min Ho dan Tae Min, para maknae yang memang benar-benar saling menyayangi . Mereka memang selalu tampak ‘mesra’ dari waktu ke waktu . Apalagi saat Tae Min memanggil Min Ho dengan sebutan ‘honey’ saat dia menjadi ‘bayi’, itu sudah menjelaskan semuanya .

Nah, dari semua yang kupaparkan tadi, bisakah kalian menarik kesimpulan ?

Benar sekali . Itu semua mengatakan bahwa diantara kami berlima, hanya AKU yang tidak memiliki pairing teman sekawan .

Itu sebabnya … aku jadi merasa tersisihkan di antara keluarga SHINee .

Dan sebenarnya ini telah terjadi sejak lama, meskipun aku terlambat menyadarinya .

Sewaktu kami memutuskan untuk tinggal bersama, kami mengadakan undian untuk pengambilan kamar, karena kamar yang tersedia hanya ada 3 .

Dan hasilnya … Jin Ki sekamar dengan Ki Bum, Min Ho sekamar dengan Tae Min .

Sedangkan aku … sendirian .

Dalam pembagian tugas untuk mengurus rumah pun sama saja .

Orang yang bertugas membuat kebijakan rumah dan mengatur pengeluaran, pemasukan, alat-alat kebutuhan rumah tangga dan segala macam tetek-bengek lainnya adalah Jin Ki-hyung dan Ki Bum . Alasannya, karena Jin Ki-hyung adalah yang tertua dan merupakan pencetus utama, serta Ki Bum yang dinilai telaten untuk mengurus rumah .

Kedua, yang bertugas membereskan/merapikan rumah adalah Min Ho dan Tae Min . Alasannya karena dua orang anak itu dianggap tanggap dan cekatan dalam urusan kebersihan .

Walhasil, aku yang otomatis kandidat terakhir ini … bertugas untuk membersihkan WC dan menyiram tanaman .

(entah kenapa bagian pekerjaan Jonghyun kok lucu ya ==”)

Dan lagi-lagi … aku hanya bekerja … SENDIRIAN .

“Tidak apa-apa ‘kan, Jjong ? Menyiram tanaman dan membersihkan WC bukan hal yang sulit bagimu, ‘kan ?”

Begitu komentar Ki Bum .

“Jangan khawatir, umma . Aku yakin Jong Hyun-hyung mampu . Dia ‘kan super dalam segala hal”

Tae Min pun ikut berkomentar .

OKE . Itu semua tidak masalah selama keluarga SHINee masih terjaga keutuhannya .

Dan jika boleh jujur, masalah pairing seperti itu tidak terlalu memusingkan bagiku . Toh, kami berlima masih terikat dalam satu hubungan kekeluargaan yang erat . Kami adalah kakak-beradik yang saling mendukung, wajar jika kami terkadang memiliki rasa sayang yang spesial untuk yang lain . Kalaupun memang kebetulan aku selalu sendiri dalam hal apapun, so what ? Sekali lagi, itu tidak menjadi problem utama selagi kami masih bersama .

Tapi …

Semua itu rasanya hanyalah omong kosong, saat disisi lain, orang-orang di sekitar kita memiliki penilaian masing-masing yang terkadang membuat kita terpuruk .

Contohnya saja .

Meski absurd, keluarga SHINee nyatanya terkenal juga di kalangan tetangga . Entah itu dari segi penampilan, ciri khas kami atau apapun . Yang jelas kami boleh sedikit berbangga hati .

Berikut ini komentar yang berdatangan dari para gadis maupun ibu-ibu tetangga saat awal-awal kami menempati dorm :

“Waaah, itu tuh, mereka tuh, yang katanya ‘SHINee Family’, yang isinya lima orang cowok cakep ! Aihh !”

“Iya, iya ! Ya ampun ~ yang tinggi itu ganteng banget ~ sebelahnya juga,  yang mukanya lucu kayak bayi ~ My God ~”

“Ih, itu kok yang disebelah cowok yang pake kacamata itu kok cantik banget ya ~ ? Mau dong tukeran mukanya ~ !”

“Eh, yang pendek, yang di tengah, itu lumayan juga ya ~ boleh juga tuh dijadiin kecengan !”

HOHOHO, BELUM TAHU DIA WAJAH-WAJAH ASLI DARI KELIMA LELAKI BUJANGAN INI :p

Namun beruntung, tidak ada satupun dari mereka yang berkelakuan over terhadap kami .

Ya . Semuanya berjalan baik-baik saja, hingga komentar-komentar yang semula terdengar ‘hangat’ di telinga, kini menjadi desas-desus yang tidak mengenakkan … bagiku . Yeah, hanya aku .

Inilah yang dimaksud ‘penilaian orang sekitar yang kadang membuat kita terpuruk’ .

“Eh, kalau diliat-liat, SHINee Family itu cocok juga ya dijadiin sebuah keluarga ! Papanya yang si dosen itu, mamanya yang koki di resto Y itu, anaknya yang dua orang itu, yang tinggi sama si baby-face !”

“Iya, iya bener banget ! Tapi yang satunya itu mau dikemanain ?”

“Hah ? Oh … yang katanya penyanyi kafe itu ? Hmm kayaknya … kalau mau dijadiin anak nggak cocok, mukanya ketuaan ! Kalo jadi mama, mukanya ke-garang-an, kalo jadi papa … badannya kependekan ! Jadi apa ya ? Mungkin jadi satpam-nya aja kali ya ? Hahaha ~”

JLEB .

“Kayaknya SHINee Family itu unik banget ya ~ liat tuh, yang Tae Min dengan Min Ho itu, kayaknya mesraa gitu, sama kayak si Ki Bum dengan Jin Ki . Bener-bener dua pasangan yang serasi ya ~ sayang Jong Hyun sendiri yang nggak ada temen, diperhatiin kemana-mana … kok kayaknya dia itu jalan sendirian terus ya ?”

“Iya sih . Lucu juga jadinya . Yang lain sama-sama, dia sendiri suka mojok di tengah atau di belakang”

JLEBB .

“Iya . Mana badannya pendek begitu, jadi kayak ‘tersembunyi’ terus ya, hihihi ~”

“Hmm … tapi jujur lho, aku rasa dia itu emang nggak cocok sama-sama dengan SHINee Family, soalnya emang beda sendiri sih . Kasihan juga lho ngeliat dia ‘tersingkir’ begitu”

JLEB . JLEB . JLEB .

Bagai petir yang menyambar di siang bolong, kata-kata itu menusuk sampai ke ulu hatiku yang paling dalam .

Ya, ya, ya . Aku tahu itu berlebihan, tapi memang begitulah keadaannya .

Apa benar aku ini hanya jadi pengganggu bagi keluarga SHINee ?

Kalau tidak, lantas kenapa … ?

Ah, Tuhan memang benar-benar tidak adil .

——:o0o:——

[ Author POV ]

Saat itu, suasana rumah nampak sepi, tidak terdengar sedikitpun celotehan dari para penghuninya . Di sofa, tergeletak sesosok makhluk paling weird sedunia, Jin Ki, yang tertidur pulas dengan selimut Donald Duck yang memenuhi tubuhnya . Dua orang maknae, Tae Min dan Min Ho sedang menonton film kartun kesukaan mereka, Upin Ipin versi Korea [anggap saja ada. Jangan tanya.] . Sedangkan ‘housewife’ Ki Bum seperti biasa bergulat dengan dapur, alias cuci piring .

Cuma berempat, ya, karena anggota ketiga Kim Jong Hyun sedang bernyanyi ria di kafe X tempat dia bernyanyi [susah amat ngomongnya] .

Di sela-sela menonton, Tae Min menguap dan melihat keadaan sekitar rumahnya . Agaknya dia sudah mulai merasa bosan .

Lalu, sejurus kemudian matanya tertuju ke arah ‘ibu’-nya tercinta . Seketika itu juga suatu keinginan muncul di benaknya .

“Umma … aku mau jalan-jalan ~” ujar Tae Min merayu ‘ibu’-nya itu dengan memeluknya manja dari belakang .

Ki Bum berbalik posisi menghadapkan wajahnya ke hadapan Tae Min sambil tersenyum .

“Kau mau jalan-jalan kemana, hm ? Tuh, bilang dulu sana sama ‘ayah’-mu” ujarnya seraya menunjuk ke arah Jin Ki yang sedang tidur di sofa . Tae Min menurut .

Tae Min menggoyang-goyangkan tubuh Jin Ki . “Hyung … Jin Ki-hyung ~”

Semula tidak ada sahutan, namun akhirnya Jin Ki membuka mata dan mengusap-usap wajahnya .

“Mmm … Tae Min-nie … ? Ada apa ?”

“Ng … maaf aku membangunkanmu, hyung . Begini … aku pingin kita jalan-jalan … kemana gitu, bosen amat di rumah nggak ada kerjaan ~ ya hyung ya ? Please ~”

Tae Min mulai melancarkan serangan aegyo-nya . Sayangnya, dia lupa kalau satu-satunya manusia yang tidak mempan terhadap ke-imut-annya itu adalah Lee Jin Ki .

Jadi untuk sementara waktu, Jin Ki bengong . Tidak tahu apa sedang mencerna ucapan Tae Min, atau mengembalikan seluruh kesadarannya dari alam mimpi .

“Heee … jalan-jalan ? Hmmm … coba kau tanya dengan Ki Bum saja ya”

Dan  makhluk itu pun kembali tidur dengan tenang .

Tapi Tae Min bukanlah orang yang pantang menyerah . Dia tetap mengguncang-guncang Jin Ki, sampai akhirnya Jin Ki mengeluh dan kembali menatap Tae Min dengan mata menyipit .

“Yaaaa … Tae Min-nie ~ kan sudah kubilang, tanya dulu dengan Ki Bum …”

“Tadi umma bilang tanya sama appa ~”

Glek . Jin Ki membatu sesaat mendengar kata ‘appa’ .

“Hnnggg, tapi … aduh, aku capek banget, Taem ~ kau jalan-jalan dengan Ki Bum dan Min Ho saja ya ? Nggak apa deh, ntar aku aja yang jaga rumah ~” sahutnya malas-malasan .

“Yaaah, nggak seru kalau appa nggak ikut ~ nanti umma sendirian ~ lagipula, aku berani taruhan kalau umma nggak bakalan ngijinin hyung jaga rumah sendirian” ujar Tae Min mantap .

Jin Ki menelan ludah .

“Kalau kita nggak pergi, gimana hyung bisa makan ayam, sementara persediaan ayam di kulkas sudah habis ?”

Begitulah . Akhirnya dengan rasa kantuk yang amat sangat, Jin Ki bela-belain bangun dan menghampiri Ki Bum dan Min Ho .

Jin Ki berkata dengan nada mengantuk, “Hm … kalian berdua … mau ikut jalan-jalan … denganku dan Tae Min … ? HOAAAAHM ~”

Mata Min Ho dan Ki Bum menyipit .

“Appa ~ sebaiknya cuci dulu mukamu ~” tegur Tae Min lembut . Jin Ki mengangguk teler dan berjalan ke arah … wah, sepertinya dia salah jalan . Maunya ke kamar mandi, malah ke dapur . Ya … begitulah kalau dia habis bangun tidur, panci stenlis pun bisa dianggap bantal olehnya . Tapi akhirnya dia kembali ke jalan yang benar setelah dibimbing oleh Tae Min dan Min Ho .

Sesudahnya, mereka berempat mengiyakan rencana Tae Min dan segera bersiap-siap .

5 menit kemudian …

“Yak, beres ~ Sekarang tinggal cabut !”

Hmm … tunggu sebentar, SHINee . Apa kalian merasa ada sesuatu yang tertinggal ?

“Ha ? Tidak tuh, kami semua sudah siap !”

Hm ? Yang benar ? Coba ingat-ingat dulu ~

“Aduuh, apa sih memangnya ? Dompet ada, ponsel bawa, kunci rumah siap sedia, apalagi ? Sudah yuk, pergi semuanya !”

Yah, tampaknya mereka telah melupakan satu hal terpenting .

Bagaimana dengan Jong Hyun, wahai kalian ?

——:o0o:——

[ @ De La Rose Cafe ]

“Jong Hyun-shii, kau kenapa ? Akhir-akhir ini kuperhatikan kau bengong … melulu . Suaramu yang bening itu juga rasanya terdengar kayak bunyi Kroncong Protol di telingaku . Ada masalah ?”

Jong Hyun menggeleng . “Ne … aku nggak apa-apa kok, Joon-nie …” ujarnya dengan suara yang dipaksakan .

“Hahaha … kau pikir aku ini bodoh ? Lantas kenapa mukamu semrawut begitu ? Hmm … ‘Aku … ini … hanyalah pengganggu’ . Ha ? Maksudnya ?”

Jong Hyun tersentak bukan main . “DA … DA … DARI MANA KAU BISA TAHU ?”

“Itu, tertulis jelas kok di wajahmu,” jawab Lee Joon singkat . Jong Hyun menganga .

“Sudahlah, Jong Hyun-shii, aku yang sudah kenal denganmu selama 3 tahun ini mau kau tipu ? Ck … jangan harap ya,” ujar Lee Joon menggoyangkan telunjuknya, “Lebih baik kau katakan saja apa yang mengganggu pikiranmu, sobat”

Jong Hyun diam .

“Ayolah Kim Jong Hyun … aku tidak tega melihat rupamu yang sudah kayak bebek melas begitu ~”

Jong Hyun menarik napas panjang .

“Yah … aku juga nggak tahu harus gimana, sebenarnya …”

Panjang lebar Jong Hyun mencurahkan perasaannya dengan teman kafe-nya itu, Lee Joon . Begitu antusias sahabatnya itu bercerita, sampai raut muka Joon berubah menjadi —> :O kadang begini —> o.O atau begini —> T______T begini —> 😡 bahkan begini —> (/*3*)/

Setelahnya, sang penyanyi kafe pun tidak kuat hingga mengakhiri ceritanya dengan sesenggukan .

“Hiks … jadi … hiks, baiknya … hiks, aku … hiks, harus … hiks, gimana … ? Hiks … ma … masa’ … hiks, aku … hiks, dianggep … hiks, beda sendiri … hiks, aku … hiks, sedih … hiks, banget … HIKS ~ HUWEEEEEE … !”

“Ooh, jadi itu sebabnya kau terpuruk begini … hmm kasihan juga kau, Jjong, sini kupeluk sini, huuu tayang tayang ~”

*Kok malah jadi kayak nenangin anak bayi (–“)a*

“HUWEEEEEE MAMAAAAAAAAAAAAA ~ HIKS HIKS ~ HAAAAAAA ~ !!”

Meledaklah tangis Jong Hyun di kafe yang notabene cukup ramai itu, dan mengakibatkan mata-mata melotot beredar dimana-mana . Lee Joon jadi panik .

“Hush hush … tenang Jjong, tenang ~ cup cup ~ diem ya, diem ~ gak enak tuh diliat orang ! Gini, gini …” ujar Lee Joon seraya melepas Jong Hyun dari pelukannya, “aku ada ide bagus, tapi kamu harus diem dulu, baru aku mau kasih tahu ! Hayo ~”

Untunglah  Jong Hyun termasuk orang yang penurut . Pelan tapi pasti tangisannya mulai mereda dan kemudian ditatapnya Lee Joon lekat-lekat .

“Apa ide bagusmu ? Cepat katakan, kalau nggak … aku bakalan nangis lagi !” seru Jong Hyun mulai memasang tampang cepatlah-air-mataku-sebentar-lagi-keluar .

“Oke, oke . Sebaiknya kau jangan terlalu memikirkan omongan orang, karena itu akan membuatmu semakin terpojok . Lagipula kalau menurutku … nggak mungkin mereka bakal melupakanmu, karena kalian adalah keluarga yang tak terpisahkan . Aku yakin, mereka pasti benar-benar sayang padamu” ujar Joon mantap . Jong Hyun menggeleng .

“Semula aku juga berpikir begitu . Tapi lama-lama … mau nggak mau aku jadi terpengaruh dengan ucapan orang . Kupikir mereka ada benarnya juga . Ki Bum sudah asyik dengan Jin Ki, apalagi Min Ho dan Tae Min yang memang sedari dulu lengket . Siapa lagi yang mau menemaniku ? Lama-lama kalau begini … aku jadi benar-benar sendirian … sampai akhirnya nggak dibutuhkan lagi …” ucap Jong Hyun pelan sambil menunduk . Setetes air mata mulai keluar dari matanya yang sudah bengkak akibat menangis .

“Yah … jangan sentimentil begitu dong . Bohong amat kalau kau itu nggak dibutuhkan . Buktinya, Ki Bum menganggapmu sahabat karena baginya hanya kau yang dapat dipercaya, ‘kan ? Kau juga pernah bilang, kalau Min Ho sedang berantem dengan Tae Min, dia lari padamu karena baginya hanya kau yang bisa mengerti dia, betul ?”

Jong Hyun terpaku .

“Saat Jin Ki gila-gilaan menyetir mobil sampai membuat jantung kalian serasa di tenggorokan, bukankah kau yang akhirnya berhasil mengembalikan keadaan normal dengan keahlianmu membanting setir ? Coba bayangkan jika kau tidak ada di antara mereka saat itu, wah … mungkin mereka semua sudah ada di alam baka sekarang !”

“Dan siapa yang mengakui kalau kau adalah yang terhebat di antara keluarga SHINee ? Tae Min bukan ? Jadi, aku berani berpendapat kalau kau adalah salah satu bagian terpenting dari keluarga SHINee . Keistimewaanmu telah diakui oleh mereka . Kau adalah nyawa mereka, Jong Hyun . Kau adalah hero bagi keluarga SHINee !”

Jong Hyun terpana . Terharu .

Bahagia, Jong Hyun memeluk Joon erat-erat .

“Thanks, Joon ~ berkat kau, perasaanku sudah membaik sekarang ~”

Lee Joon tersenyum . “That’s what friends are for, Jong Hyun ~ kalau kau senang, aku juga senang, hehe ~”

10 detik berlalu dipenuhi dengan suasana romantis .

“I love you, Lee Joon <3”

GLEK .

“A … apa kau bilang … ?”

“Aku bilang ‘I Love You’, Joon ~ kau memang benar-benar sahabatku yang terbaik ~”

HOO . Syukurlah kalau begitu . Kukira bakalan …

“Hmm … apa aku beralih denganmu saja ya, Joon ? Sementara aku sendirian ~”

YA TUHAN .

“Kim Jong Hyun, demi apapun, aku masih normal . Jangan nodai aku dengan ‘perasaan terlarang’ itu”

Hening sejenak .

“Ah, sudah, lupakan, lupakan ! Yang penting sekarang … ehm, begini,” Lee Joon mengerucutkan bibirnya, berpikir, “Coba kau alihkan perhatian mereka untuk membuktikan apakah mereka masih mempedulikanmu atau tidak”

Jong Hyun mengernyit . “Bagaimana caranya… ?”

“Hmm … mungkin kau mesti mengatakan yang sejujurnya dengan mereka … atau dengan cara memberi kejutan … atau ya … gimanalah caranya yang bagus menurutmu ?”

Mata Jong Hyun berbinar .

Memberi kejutan … ? Ide yang bagus ~

“Oww ~ kau memang benar-benar cerdas, Joon ~ ! Thanks a lot, boy !” ujar Jong Hyun kembali memeluk sahabatnya itu .

“Ya, ya, ya ~ sama-sa …”

CUP !

“I love you, Joon ! Dah, aku pergi dulu ya ! Nanti kukabari lagi denganmu kalau idemu membuahkan hasil ~ !”

Begitulah . Jong Hyun dengan entengnya berlalu meninggalkan Lee Joon yang mati kutu di tempat .

——:o0o:——

[ @ SHINee Family’s home ]

Ya Tuhan … semoga rencanaku berhasil … ! Kabulkanlah doaku, Ya Tuhan … !

Siap … 1 … 2 … 3 !

KLEK .

Hah ?

KLEK . KLEK .

Lho … kok nggak bisa kebuka… ?

KLEK ! KLEK ! KLEK !

Wah … apa jangan-jangan dikunci … ? Tapi nggak ada kerjaan amat pake kunci-kuncian segala ?

Atau jangan-jangan … mereka sengaja ngunci rumah … karena tahu aku bakalan ngasih kejutan … ? HEHEHE ~

“Annyeong ~ Jong Hyun-nie pulang ~ !”

SIIIIING .

Hah ? Kok … ?

“Annyeong … ? Ki Bum ? Min Ho ? Tae Min ? Jin Ki-hyung ?”

Sunyi .

Hah … kenapa ini ?

“Hei, hei, Ki Bum, Min Ho, Tae Min, Jin Ki-hyung ! Kalian main-mainnya udah kelewatan nih ~ ! Buka pintu dong ~ !”

Masih tidak ada jawaban .

Ya Tuhan …

Apa maksudnya ini ?

Mereka semua ada dimana… ?

“Wah … Jong Hyun-shii sudah pulang ?”

Jong Hyun tersentak . Itu Shin Hye-imo, tetangga baik mereka .

“Shin Hye-imo ? Kok mereka ini pada ngunci rumah sih … ? Dari tadi aku panggil-panggil nggak dijawab !”

Shin Hye-imo tersenyum .

“Mianhaeyo, Jong Hyun-shii . Sepertinya kamu salah paham ya, nak . Mereka itu nggak ngunci rumah, tapi mereka berempat sedang pergi …”

DEG !

“Pergi … ? Pergi kemana, imo … ?”

“Hmm … imo juga nggak tahu persisnya pergi kemana, tapi kayaknya mereka jalan-jalan kemana … gitu . Kamu tidak ikut, Jong Hyun-shii ?”

BLARRRRRRRR .

Jalan-jalan … ? Berempat … ?

HANYA BEREMPAT … ?

“Kamu tidak ikut, Jong Hyun-shii ?”

“Dia paling beda sendiri sih …”

Kasihan juga lho ngeliat dia ‘tersingkir’ begitu

Benar . Kalian memang benar .

Kau adalah salah satu bagian terpenting dari keluarga SHINee”

“Kau adalah hero bagi keluarga SHINee !”

BOHONG . KAU BOHONG JOON, KAU BOHONG .

Ya Tuhan … aku memang benar-benar bodoh …

Baiklah . Jadi memang begitu ingin kalian . Ya, aku akui aku memang tidak pantas berada di antara kalian . Berada di antara keluarga SHINee yang kita banggakan itu .

Ah, Jong Hyun … kenapa kau begitu bodoh hah ? Kasihan sekali kau, dikucilkan orang … dan ternyata sendirinya mereka malah …

Mungkin memang ini yang terbaik buatku .

“Lho, Jong Hyun-shii ? Jong Hyun-shii ? Hei ! Mau kemana ?! Itu bunganya …”

“AKU MAU KEMANA SAJA … ASAL JANGAN DISINI !!”

WUUSSSSSSSSSSSSS ~ Seperti kijang kesetanan, Jong Hyun berlari secepat dan sejauh mungkin ke tempat yang dia sendiri tidak tahu apakah akan mampu mencairkan perasaannya atau tidak .

||||||||||||||||||||||

Sementara itu … apa yang terjadi pada SHINee Family @ Kids Center ?

“HATCHII ! Hmp, kayaknya ada yang lagi ngomongin aku nih”

“Hah ? Ada apa, umma ? ha … HATSYIII !”

Ki Bum terperangah . “Hah ? Kok kita bisa barengan, Tae Min-nie ?”

Tae Min yang nampaknya mengerti apa maksud Ki Bum, hanya mengernyit .

“HUATSYIIIIIIIIIIIMMMMMMMM !!!”

“Lho ?! Jin Ki-hyung juga ? Kok … kok bisa … ?”

“Hah ? Kenapa ? Kok pada ngeliatin aku semua ? Hei, Min Ho, sudah mainnya, Min Ho ?”

Ki Bum dan Tae Min spontan menoleh ke arah Min Ho yang asyik bermain lotere-loterean . Sepertinya anak itu juga bakalan …

“Hee … ya, ya, sebentar la … HATCHIH !! Yah … kalah deh, ck, sialan …”

“Min … Min Ho … kau juga ?!”

Tae Min dan Ki Bum saling memandang keheranan .

“Kok kita bisa bersin berjamaah begini sih … ? Apa jangan-jangan … duh, kok perasaanku nggak enak ya … ?” bisik Ki Bum cemas . Tae Min mengamini .

“Duh … kayaknya kita meski pulang sekarang, umma . Jujur, perasaanku nggak enak banget nih ~ ayolah, appa ! Min Ho-hyung ! Kita pulang sekarang ! Ayo, umma, kita pulang ! Cepatlah !” seru Tae Min segera berlari dari Kids Center yang langsung disusul oleh Ki Bum .

Jin Ki terkejut melihat aksi Tae Min yang membingungkan . “Lho, hei ! Kalian mau kemana ?! Min Ho, itu Tae Min sama Ki Bum kok ninggalin kita begitu aja ?! Sudah, sudah, sini, cepet susul mereka !”

Secepat kilat Jin Ki meraih tangan Min Ho dan berlari menyusul Tae Min dan Ki Bum .

Setelah berhasil mendapati sosok mereka berdua yang berhenti di tempat halte bus, Jin Ki dan Min Ho mengeluh .

“Hosh hosh … kalian ini kenapa sih ? Hosh hosh …” ujar mereka berdua serentak sambil ngos-ngosan .

“Entahlah hyung, tiba-tiba saja tadi aku merasa tidak enak . Sepertinya … sesuatu yang buruk sudah terjadi, makanya aku ingin kita cepat-cepat pulang !” Tae Min bicara dengan rasa cemas yang amat sangat .

“Aku juga merasakan hal yang sama dengan Tae Min . Aku takut jika terjadi apa-apa . Sumpah, aku benar-benar merasa gelisah sekarang !” ucap Ki Bum serius . Jin Ki dan Min Ho bertukar pandangan .

“Kau merasa ada yang aneh, Min Ho ?” bisik Jin Ki . Min Ho mengangguk pelan .

“Bagaimana denganmu, hyung ?”

“Tentu saja … dan kenapa dari tadi aku merasa kita kekurangan satu orang ?”

BANG . Spontan Tae Min dan Ki Bum menoleh ke arah Jin Ki dan membelalakkan mata .

“JONG HYUN !”

“YA TUHAN … KENAPA KITA BARU SADAR SEKARANG … ?! JONG HYUN, YA TUHAN JONG HYUUUN, SEMOGA KAU BAIK-BAIK SAJA ! AAAAH, BUS-NYA MANA SIH, ISI BENSIN AJA LAMA AMAAAT !”

Yaiks, Ki Bum sudah seperti orang gila sekarang .

“NAH, NAH, ITU DIA, ITU DIA BUSNYAA, CEPAT, CEPAAAAT NAIIIIIK !!”

Woh, akhirnya …

Mereka berempat pun berlari tergesa-gesa menuju bus . Beruntung saat itu bus tidak terlalu ramai dan … melaju dengan kecepatan tinggi sehingga tidak membuang banyak waktu untuk sampai ke rumah .

15 menit kemudian, mereka tiba di rumah dengan keadaan … berantakan .

“MANA ? MANA JONG HYUN ? MANA DIA ??” teriak Ki Bum tidak sabar . Yang lain sibuk menenangkan dirinya yang sepertinya sudah menderita .

“Wah, kalian semua sudah pulang ?”

Mereka berempat serentak menoleh . “Shin Hye-imo ?”

“IMO, IMO ! JONG HYUN DIMANA ? APA DIA SUDAH PULANG ???”

Raut wajah Shin Hye-imo berubah sendu .

“Hmm … tampaknya kalian sudah terlambat ya . Tadi sebenarnya dia sudah pulang, tapi mendengar kalian semua pergi, entah kenapa wajahnya nampak sedih dan … dia berlari nggak tahu kemana . Tadi dia juga bawa bunga, tapi karena dijatuhin begitu saja, jadi imo ambil, sambil menunggu kalian pulang, karena bunga itu telah dipersembahkan untuk kalian . Hmm … kalau imo boleh tahu, apa sih yang sebenarnya terjadi ?”

Mereka berempat terdiam .

Wajah-wajah mereka sekarang terlihat layu .

“Imo … bisa perlihatkan bunga itu pada kami … ?” ucap Ki Bum dengan suara tertahan .

“Oh ya, baiklah … tunggu sebentar ya,” ucap Shin Hye-imo berjalan ke dalam mengambil benda yang dimaksud, “Ini … cantik sekali bukan ? Makanya imo tidak tega membiarkannya tergeletak di luar …”

Jin Ki mengambil bunga itu dan menatapnya sendu . Sepasang Mawar merah dan putih, Hibiscus, Tiger Lily, dua tangkai Anyelir … semua terlihat begitu indah dan behasil meluluhkan hati mereka . Dan … oh, ada secarik kertas yang tersemat dibalik bunga-bunga itu .

Hei, kalian ! Sebelumnya aku ingin mengucapkan … aku sayang kalian, sayang ~ sekali ! Karena kalian semua adalah keluarga tercintaku ~ Jin Ki-hyung, Ki Bum, Min Ho dan Tae Min ~ i love SHINee Family❤

Pertama, kupikir kalian pasti penasaran ‘kan, ‘ngapain si Jjong-ie beli-beli beginian ?’ Tapi yang namanya api, pasti ada asap, ‘kan ? Itulah, aku memberikan bunga ini juga pasti ada alasan yang spesial :]

Baiklah, aku akan mengutarakan perasaanku pada kalian masing-masing tanpa banyak omong lagi !

For Ki Bum, I love you so much ~ I love you as my best friend, as my twins ~ we are ‘Kim Brothers’, rite ? Anyway, do you see Hibiscus flower in this garland ? It means ‘Beautiful and Tender’, same as your characteristic, Ki Bum ~ you are so beautiful even though you’re a natural man, and you have tender image, the Mother Figure which exactly describe-ing your side :] I admiring you so bad ! xD

For Jin Ki-hyung … I love you as my brother, super-genious-elder-brother i mean😀 yeah, you’re genious hyung, but … why can you having the Crazy-Dog-attitude ? Kekeke ~ but its your specialty, its not matter after all :] and I claim you as Yellow Lily, which means ‘Braveness, Confidence’, yeah, it suits you overall !

To Min Ho, my ‘love-hate’ dongsaeng ~ kekeke ~ I heart you, but you heart me when you’re had argue with Tae Min only, right ? Hahaha ~ just kidding, boy ~ no words can describing your fabulous side, your handsomeness, your powerful body, your skillful-sport, and your careness for Tae Min ~ i wanna steal it all from you, yeah, I envy you, the flawless one between SHINee Family ! Hehe ~ and the flowers which fits onto you : Nicole Rose😀 got it ? Oh yeah, and it means : ‘Flawless, Lord-Figure’ :]

And finally, the last words come to Tae Min ! Yeah, you’re maknae, the last old in SHINee Family ! Hehehe ~ I’m so in love with your adorable face, cute manner, cool, calm and easy character ! No wonder if Min Ho loves you so much, HEHEHE ~ look at White Lily flower, Tae Min-nie ~ I give it for you caused it means : ‘Pure, Sweet, and Natural’, looks like you ! xD

Hah … capek juga ya nulis panjang-panjang begini . Kalian pasti heran, kok aku bisa nulis bahasa inggris ? Ya wajar, soalnya aku minta terjemahin sama yang punya toko bunganya ! HEHEHE ~

Yah, semoga dengan ini kalian bisa mengerti perasaanku . Soalnya … akhir-akhir ini aku merasa … kalian sudah melupakanku, apa karena kalian sudah memiliki ‘pasangan’ masing-masing ? Terutama untuk Ki Bum, semenjak kau bilang kalau kau menyukai Jin Ki-hyung, kok kayaknya kau mulai menjauh dariku ? Jujur, aku benar-benar sedih, kukira kau tidak menganggapku sebagai sahabatmu lagi, tapi … aku percaya kalau kau masih sayang padaku, benar ‘kan ?😥

Kalian tahu ? Setiap kita pergi kemanapun, orang-orang pasti komentar, kenapa aku selalu terlihat ‘sendiri’, kayaknya si Jong Hyun itu yang tersingkir, blablabla, macem-macemlah pokoknya ! Dan sayangnya … aku berpikir kalau kemungkinan besar ucapan mereka terbukti, karena nampaknya kalian sudah benar-benar melupakanku sekarang T______________T

Tapi … aku harap, kalian tidak seperti itu, dan aku yakin, kalian bukan orang yang seperti itu ! ><

Sudah ya, kayaknya kertasnya gak cukup nih ! Hehe ~

Oh iya, ngomong-ngomong … tulisanku terbaca nggak ?

From : Your beloved Jong Hyun-nie, guys😀

Hening .

Tes … tes … air mata dari keempat orang yang membacanya itu telah berjatuhan memenuhi surat biru pemberian Jong Hyun .

“Ya ampun … Jong Hyun …”

“Astaga … aku bener-bener nggak nyangka …”

“Bodoh … Jong Hyun … kenapa … ?”

Lalu, tangis mereka pun pecah menjadi satu dan kemudian mereka berpelukan dengan erat . Surat beserta bunga itu masih tergenggam kuat di tangan mereka .

“Kita memang benar-benar bodoh … Huhuhu … Jong Hyun-hyung … tahu begini … kita nggak usah jalan-jalan … dan nungguin dia pulang … huhuhu …”

“Mianhae, Jjong-ie … mianhae … ! Sedikitpun aku nggak bermaksud melupakanmu, sobat … chongmal mianhae … ! Jjong-ie … kumohon … pulanglah … dimana kau sekarang … ???”

“HUWEEEE … JONG HYUN-NIEEEEE … !!”

“Jong Hyun-hyung … baru kali ini aku benar-benar menangis karenamu … hiks, hiks …”

Sedih sekali . Mereka berempat masih terus menangis, menyesali kebodohan mereka dan tetap menunggu keberadaan Jong Hyun .

Lalu dimanakah Jong Hyun sekarang ?

KRIIIING KRIIIIING !! Secara tiba-tiba ponsel Ki bum berbunyi .

Joon, Jjong’s friend calling …

JOON ?! JANGAN-JANGAN …

Serta merta diangkatnya telpon dengan putus asa .

“YOBOSEYO ?! JOON ?! ADA APA ?!”

“EH, OH, KI BUM ! KI BUM-MIE ! TOLONG, CEPAT KESINI, KUMOHON ! JONG HYUN…”

“KENAPA ?! ADA APA DENGAN JJONG-IE ?!”

“JONG HYUN … DIA MABUK ! TOLONGLAH KI BUM … CEPAT KESINI ! BAWA JIN KI, MIN HO DAN TAE MIN JUGA ! TOLONG AKU ! DI KAFE DE LA ROSE, SEPERTI BIASA … AAAAAAAAAAAAAA !!”

PIP . Telepon terputus .

YA TUHAN … APA YANG SEDANG TERJADI ?!

“KITA KE DE LA ROSE SEKARANG !”

Mengetahui itu, tanpa pikir panjang, mereka berempat langsung berlari secepat kilat dan memberhentikan taksi dengan tergesa-gesa .

“PAK, KE DE LA ROSE ! CEPAAAAT ~ NGGAK PAKE LAMA !”

Sang supir mengangguk pasti . Kecepatan mobil saat itu menjadi 120 km/jam, cepat sekali, namun tidak sedahsyat dengan apa yang dirasakan oleh mereka . Perasaan was-was, cemas, resah, bercampur jadi satu .

Tidak sampai 10 menit, mereka telah tiba di lokasi . Setelah membayar alakadarnya, mereka langsung ngebut masuk ke dalam .

“JONG HYUN-NIE !”

TENG TEREEEEEEEEENG .

“ASTAGA … JONG … HYUN … ? KAU … SEDANG … APA … ?”

“JOON ? JONG HYUN ?”

Apa yang sudah mereka lihat ?

Ternyata … itu sebabnya Joon berteriak mengakhiri telepon tadi .

Laporan mengatakan, bahwa saat itu dua orang laki-laki berinisial KJH dan LJ sedang … ‘bermesraan’ di lantai kafe .

Persisnya … posisi mereka saat itu … benar-benar tidak mengenakkan .

Joon, yang nyaris terguling di lantai, dengan di atasnya Jong Hyun yang tertelungkup sambil menahan kedua tangan Joon, dan kedua kaki Jong Hyun berada disamping kakinya .

Bisa dibayangkan ?

God, dilihat atau didengar dari manapun … itu bukan berita bagus .

“UWAAAAAAAAAAAAAAAH KALIAAAAAAAAAAAAAN !! KENAPA DIAM SAJA ?! TOLONG AKUUUUU ~ AAAAAAAAAAA, HENTIKAN, JONG HYUN ~ HENTIKAAAAAAAAAAAN ~ AAAAAAAAAAAA !!”

“Hmm … why are you scared freakin’ much, baby ? It’ll be good, i’m not gonna hurt you ~”

AS … TA … GA …

Itu … bukan Jong Hyun, ‘kan … ?

# Fakta : Jong Hyun kalau sedang mabuk, ngomongnya pake Bahasa Inggris #

“BE GOOD GUNDULMU ! UAAAAAAAAAAH SIAPAPUN YANG BISA TOLONG AKUUU, LEPASKAN AKU, JONG HYUN BODOOOOOOH !!!”

Sementara itu … keempat orang itu hanya diam . Mereka agaknya sudah terkutuk menjadi batu .

“If you keep screaming, I’ll touch you more and more”

APA-APAAN SIH.

“Though you screaming like an insane, I’ll make you scream my name in hot way”

IH .

“TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK !!! KAU GILA JONG HYUN, KAU GILAAAAAAAAAAAAA !!!”

Kasihan sekali dirimu, Joon .

Namun akhirnya, Jong Hyun tertawa sambil menyeringai dan menghampiri Ki Bum cs.

“Huh, by the way …who the heck are you, boys ? You all are now ruining our sweet moment, get lost!”

JLEBBBBBB .

Tanpa ragu, Ki Bum langsung mendekat ke arahnya .

“Jong Hyun … maaf … kami … sudah membuatmu kecewa … aku tahu kau marah … tapi kumohon … aku tidak ingin melihatmu dalam keadaan begini … kembalilah, Jong Hyun …”

Tanpa disengaja, air mata Ki Bum jatuh mengaliri pipinya .

“Forgiving you ? Pardon sir, you asking to me for FORGIVING YOU ? You think its easy, huh ? Hahaha, don’t talk like a dammit, crap . Break your ass bone here, you hellboy !”

DEG ! Dada Ki Bum tersentak mendengar kalimat menyakitkan yang seumur-umur belum pernah keluar dari mulut sahabatnya itu . Tidak kuasa menahan tangis, Ki Bum berjalan ke arahnya dan memeluk Jong Hyun erat-erat .

“Shit ! Why are you —“

“TERSERAH KAU MAU BILANG APA, AKU TIDAK PEDULI ! KAU, SIAPAPUN, SETAN APAPUN YANG SEDANG MENJELMA DALAM DIRI JONG HYUN, KEMBALIKAN JONG HYUN-KU ! KEMBALIKAN JONG HYUN KAMI ! Dengar Jjong, tidak satupun dari kami yang ingin melupakanmu, maaf, kami benar-benar minta maaf karena saat ini kami telah berani meninggalkanmu tanpa sengaja, MAAF ! Sampai kapanpun, kau adalah Kim Jong Hyun, sahabatku, milikku, milik SHINee Family ! Aku tidak akan pernah mengijinkan kalau sampai kau ingin pergi, TIDAK ! Jadi kumohon … maafkan kami, Jjong …”

Ki Bum benar-benar menangis dan menenggelamkan kepalanya di bahu Jong Hyun . Kelewatan sekali jika anak itu masih tidak mau mengerti . Karena betapapun mengerikannya Jong Hyun, dia tetaplah seorang yang baik hati dan mudah luluh .

“You …”

“Ah, tidak … maksudku … Ki Bum …”

Ki Bum terperangah . Spontan dia melepas pelukannya .

“Jjong … kau sudah baikan ? HEI ?”

Jong Hyun memamerkan senyuman manisnya .

“Mianhaeyo, Ki Bum, sudah buatmu khawatir”

Ki Bum tersenyum bahagia .

“OH MY GOD JONG HYUUUUUUUUUUN !” serunya kembali memeluk Jong Hyun erat-erat .

Jin Ki, Tae Min dan Min Ho yang sedari tadi hanya melihat dari jauh menyusul mereka dengan air mata haru .

“JONG HYUN-NIEEE !”

“JONG HYUN-HYUUUUNG !”

Mereka berlima pun berpelukan dengan berlinang air mata .

“Maafkan kami, Jong Hyun-hyung ~” ujar kedua maknae sedih . Jong Hyun tertawa kecil .

“Tidak apa-apa, Min Ho, Tae Min … sekarang aku sudah bahagia melihat kalian berada disini, mengkhawatirkanku …”

“Huhuhu … maafkan aku sudah merebut Ki Bum darimu, Jong Hyun-nie … huhuhu …”

“AHAHAHA ~ tidak masalah, Jin Ki-hyung ~ kalian berdua memang serasi kok ! Seandainya kau bisa bersikap lebih jantan, hyung ~ HEHEHE ~”

Ki Bum menjitak kepala Jong Hyun .

“Bicara apa kau dengan Jin Ki-ku, hah ? Hahaha ~”

“Jin Ki-mu ? Tadi kau bilang aku milikmu, jadi sebenarnya kau pilih siapa sih ?”

Ki Bum tersenyum puppy . “Tentu saja … Lee Jin Ki, my Chickie <3”

Seketika wajah Jin Ki memerah saat Ki Bum mengalungkan kedua tangan di lehernya . Jong Hyun cemberut .

“Jadi begitu … aku dilupakan lagi ?”

Ki Bum tertawa sambil mencubit pipi Jong Hyun . “Hmm … tapi, kayaknya Jjong juga lumayan ya, hahaha ~”

Mereka berlima pun meledak dalam tawa .

Mengharukan …

“Oh ya, omong-omong, terimakasih atas pemberianmu kepada kami, Jong Hyun-hyung ~” si bungsu Tae Min menyahut . Jong Hyun mengernyit .

“Pemberian ?”

“Itu, rangkaian bunga itu, hyung, yang kau tinggalkan didepan rumah tadi …” jawab Min Ho . Jong Hyun melongo sebentar dan kemudian nyengir .

“Ah … yang itu ya, hehehe ~ kalian … suka ?” ujarnya malu-malu . Mereka berempat mengangguk .

“Sukaaa sekali ~ gomawoyo ~ We all love you Jong Hyun-nie ~ !”

Mereka berempat lalu menggendong Jong Hyun dan melayang-layangkannya di udara .

Benar-benar rasanya seperti mimpi .

“Kau adalah salah satu bagian terpenting dari keluarga SHINee”

“Kau adalah hero bagi keluarga SHINee !”

“We all love you, Jong Hyun-nie ~ !”

Ya Tuhan … ternyata aku memang benar-benar dicintai …

Seperti itulah momen yang sangat membahagiakan itu berlangsung .

Namun … hm, agaknya mereka  telah melupakan satu orang . Satu orang yang saat itu tersenyum melihat kebahagiaan mereka meski tadinya telah menjadi ‘korban pemabukan’ Jong Hyun .

See that, Jong Hyun ? They are always by your side, right ?

Dan saat Jong Hyun menyadari keberadaannya … orang itu langsung terdiam .

“Joon …”

GLEK .

Jangan mendekat, Jong Hyun !

Terlambat .

Jong Hyun telah tiba dihadapannya .

Ya . Yang bisa dilakukan Joon saat itu … hanyalah pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa .

Lalu, Jong Hyun merapatkan tubuhnya ke tubuh Lee Joon dan berbisik,

“Terimakasih yang tadi”

DOENG .

Lee Joon terjatuh … pingsan .

Yak, sepertinya anak itu sudah salah tangkap dengan maksud Jong Hyun yang berterimakasih karena sarannya, bukan gara-gara ‘insiden’ saat dia mabuk tadi .

Tapi … apa yang terjadi, terjadilah .

Jong Hyun mengernyit kebingungan .

“Joon … ? Joon … ?”

Dan sekarang pun, SHINee Family pun sepertinya sudah salah paham dengan apa yang terjadi pada Joon, dan malah berniat membawanya ke rumah sakit .

Kalau sudah begini, salah siapa coba ?

[To Be Continued]

Comments on: "Acknowledge it, It’s SHINee Sangtae! – Part 4" (12)

  1. OMFG HAHAHAHAHAHA.

    AGAIN! i was editing this fic but at the end i laughed continuesly no stop there’s no end of our collab fic, babe❤

    this is genius. ive decided to put some of emotes on our fic since the part 3 tho😄

    ninja!LeeJoon is awesome! and should we add AU on the genre?😄

  2. Hahaha~ this totally makes me lol-ing😀

  3. ROFL.
    lagi2 chapt ini sukses buat saia ngakak~
    poor jjong~
    gak ding, joon juga kasian xD
    waiting for next chaaaapppt~~~~ !!!

  4. ngakak campur nangis! seru! emang fanfic ini keren. BANGET!! <33

  5. Lanjutannya kapan niiih… ?? Seruu bangeet LoL

  6. k3yminnIe said:

    hahaha….ni fanfic T.O.P bgt deh…
    sukses bkin q ktawa……

  7. ahaha thanks a lot dear xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: