more fantasy about k-pop

The Angel Brought Me Here (Angel 1)

The Angel Brought Me Here

“Inikah tempatku sekarang???”
“Aku bahkan tak berpikir ingin ada dimana pun sekarang.”
“Aku ingin sendiri.”
“Aku ingin berada di tengah padang rumput hijau luas tak berujung yang berbatasan dengan langit biru cerah dengan awan putih yang menghiasi ujung-ujungnya. Sendiri.”
“Itulah satu-satunya tempat aku ingin berada. Bukannya malah berdiri mematung disini, di depan pintu apartemen yang akan menjadi tempat tinggal baruku bersama orang-orang yang bahkan seumur hidupku pun tak pernah kukenal.”
“Apa yang sebenarnya terjadi pada diriku?”
“Sejak kejadian itu tak ada setetes pun air mata yang keluar dari mataku, tak sebentuk senyum pun dapat terlukis di bibirku, tak sebersit pun rasa sakit yang dapat singgah di saraf-sarafku, dan tak ada secercah emosi pun yang tergambar di mataku.”
“Aku bagaikan mayat hidup. Bagaikan boneka yang diberi kekuatan untuk berpikir dan berjalan namun tidak diberi emosi.”
“Aku merasa tersesat, sendiri dan ditinggalkan.”
“Tuhan…dimanakah dirimu saat aku membutuhkanmu sekarang?”
“Tuhan…bolehkah aku berharap kau ambil nyawaku saja?”
“Agar rasa sakit itu tak tertinggal lagi dan rasa hampa itu menghilang selamanya. Atau apakah kematian akan memberikan perasaan yang lebih sakit dan hampa daripada sekarang?”
“ Tuhan…aku tak tau harus melangkah kemana lagi.”

***

“Bagaimana cara masuk ke dalam?”
“Aku bahkan tidak membawa kuncinya.”
“Babo. Nan jeongmal babo ya.”
“Hhhh…”
“Baiklah,, aku akan menunggu disini saja,” putusnya dalam hati.
Gadis itu kemudian duduk dan memeluk lutut sambil menyandarkan kepala pada lututnya.

***

“Gyaaa,hyung..geli…hahahahahaha”
“…Eunhyuk-ah…ppalli”
“…hahahahaha…gya….hahahaha…”
“OMO..!! Nugu..??”
“Wae??”
Eeteuk berlari mendekati pintu untuk melihat kehebohan yang ditunjukkan Eunhyuk.
“Yaa,hyung.. nugu ya??”
“Ani..Molla..”
“Apakah dia mati?? Hii..”
Pletak..
“Wae??” keluh Eunhyuk sambil mengusap kepalanya yang dijitak Eeteuk.
“Dia sepertinya tertidur..cepat bangunkan..ppalli wa…” perintah Eeteuk pada Eunhyuk.
“Mwo?? Naega wae?? Kau saja,hyung…” hindar Eunhyuk.
“Aiish, bocah ini.”
Akhirnya Eeteuk melangkah ke depan sambil mengulurkan tangannya hendak menyentuh gadis itu. Tiba-tiba..grab,,
“Yaaa…” Eunhyuk terlompat kaget.. namun Eeteuk tidak bisa bergerak menjauh karena tangannya masih dalam cengkeraman tangan putih dan ramping milik gadis itu. Perlahan kepala gadis itu mendongak, rambut panjang kecoklatanya terurai indah di bahunya yang putih. Ketika dia mendongakkan wajahnya keduanya tekesiap melihat kecantikan wajah gadis tak dikenal itu, matanya besar dan berwarna emas dengan bulu mata tebal dan lentik, hidung mungil dan bibir tipis lebar berwarna pink pucat. Namun gadis itu tetap diam dan perlahan berdiri sambil melepaskan tangan Eeteuk. Kedua orang itu hanya bisa diam memandangi makhluk mempesona tak di kenal itu sambil bertanya-tanya. Eeteuk yang paling cepat dapat menguasai diri.
“Nugusaeyo?? Apa yang kau lakukan disini??”tanyanya.
Lama gadis itu menatapnya, sampai Eeteuk hampir yakin gadis itu bisu. Kemudian suara serak gadis itu mengalun,
“Annyonghasaeyo, choneun Yoon Chun Sa imnida. Mannaseo bangap seum ni da. Aku datang untuk menggantikan Choi immonim.”
Kedua orang itu semakin terkaget-kaget mendengar penjelasan singkat Chun Sa.
“Neoga?? Pengganti Choi immonim??” tanya Eunhyuk heran, “Kau bukannya artis yang berpura-pura kan?? Atau kau salah seorang ELF kami??”
Chun Sa memandang Eunhyuk dengan ekspresi kosong dan tetap membisu, tidak memberikan penjelasan apapun.
“Hei,ada apa ini? Kenapa kalian berdiri disitu?” kata manager hyung melihat kedua orang itu berdiri di depan pintu. Kemudian matanya menangkap sosok tinggi langsing Chun Sa.
“Ah, kau disini?” kata manager menyapa Chun Sa. Chun Sa hanya menganggukkan kepalanya singkat tanpa berkata apapun pada manager hyung.
“Hyung, kau mengenalnya?” tanya Eeteuk.
“Ne, keurom. Ini Chun Sa, dia akan menggantikan Choi immonim untuk sementara waktu, selama masa operasi dan pemulihannya. Dia belum begitu lancar berbahasa Korea, jadi dia tidak begitu mengerti apa yang kalian bicarakan, tapi dia sangat fasih berbahasa Inggris, Jepang, Mandarin, Jerman, Spanyol, Prancis, dan Rusia.”
“Wuaah…” terdengar desah kagum Eunhyuk.
“Dia baru datang dari Indonesia dan akan menetap di Korea selama pendidikannya di Universitas Seoul,” lanjut manager hyung. “Jadi kalian tidak boleh terlalu merepotkan dia.”
“Your room is on the corner side of the 2nd floor, Chun Sa-ssi,” ujar manager hyung dengan bahasa Inggris yang beraksen. Chun Sa hanya mengangguk kecil tanpa tersenyum.
“Come on in.”
Kedua anggota Suju masuk sambil masih mempertahankan ekspresi keheranan mereka dan sesekali menoleh ke belakang memperhatikan Chun Sa yang berjalan di sebelah manager hyung. Chun Sa memperhatikan sekeliling ruang dorm itu dengan ekspresi datar dan tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
“Kkajja, I’ll show you the room, Chun Sa-ssi,” kata manager hyung.
“Ne,” sahut Chun Sa singkat dan mengikuti manager hyung naik ke lantai atas.
Hyuk dan Eeteuk masih terus memperhatikan sosok ramping Chun Sa dengan pandangan terkagum-kagum. Sampai kemudian Yesung tiba-tiba datang dan memukul kepala mereka satu-persatu.
Plak, plak. Kekekekekekekekekkekeke….
Yesung tak dapat menahan tawa jahilnya melihat kedua orang itu langsung tersadar dan kaget.
“Yaaaaak, Jongwoon-ah!! Hyung!!! Mwoya ige?? Neun michyeseo???” teriak mereka bersamaan.
“Naega wae?? Bukannya kalian yang seperti orang gila dan terbengong-bengong tidak jelas seperti itu. Wae keurae yo?? Ada sesuatu yang asyik kah??”
Kedua orang itu saling berpandangan kemudian senyum licik muncul bersamaan di bibir mereka.
“Ne, ada sesuatu yang asyik sekali, hyung. Kau mau lihat?” tanya Eunhyuk penuh rahasia. “Kkajja, ppalli, kemarilah mendekat, ppalli wa.”
Yesung yang penasaran kemudian mendekat ke arah mereka, dan kemudian…
“Yaaaak!!!” teriak Yesung.
Kedua orang itu menindih Yesung bersama-sama. Sambil tertawa keras dan melanjutkan membalaskan dendam mereka pada Yesung.
“Yaaaaak!! Sakit tau,,,Yaaak,hyung,Hyuk,,ampun….hyung….” Yesung terus berteriak memohon. Tapi kedua orang itu belum puas menyiksanya rupanya.
Kemudian manager hyung muncul dari atas sambil berdecak heran melihat kelakuan mereka yang masih seperti anak kecil.
“Yaaak! Hentikan! Kalian tidak malu ya? Sudah tua tapi masih bermain-main terus. Cepat mandilah dan istirahat, besok kalian masih ada jadwal.”
“Ne, hyung,” kata mereka serempak dan berlarian ke kamar masing-masing. Yesung yang tampak kesakitan setelah dianiaya oleh hyung dan dongsaengya hanya bisa merangkak lambat, mirip sekali Ddangkoma, kura-kura kecil miliknya. Manager hyung hanya bisa menahan senyum melihatnya.

***

Cklek,,braak…tap-tap-tap..
Terdengar suara orang memasuki dorm lagi, sepertinya lebih dari satu orang. Rupanya Sungmin, Ryeowook, dan Heechul. Mereka langsung berjalan menuju ruang tengah, kemudian berhenti seketika ketika mencium bau harum masakan dari arah dapur.
“Bukannya hari ini giliranmu memasak, Wookie??” tanya Sungmin heran kearah Ryeowook.
“Ne, tapi itu yang ada di dapur siapa, bukankanh Choi immonim mulai cuti hari ini,” jawab Ryeowook tak kalah heran.
“Molla. Mungkin Hankyung hyung.”
“Ya sudahlah, aku lelah, mau mandi dulu kemudian makan dan istirahat,” jawab Sungmin. Heechul pun mengangguk setuju dan berjalan ke kamarnya sendiri.
Ryeowook terdiam agak lama namun terlalu capek untuk mengecek sendiri siapa yang ada di dapur. “Nanti juga aku tau,” pikirnya. Kemudian melangkah pelan ke kamarnya.

***

Di dapur
Chun Sa memasak dengan cepat setelah tadi sudah sempat mandi dan mengganti pakaiannya. Tangannya bergerak secara otomatis mengambil bahan-bahan untuk mebuat menu makan malam para penghuni dorm yang pasti sudah kelaparan setelah sibuk seharian. Menu malam ini adalah samgyetang (sup ayam ginseng), kongnamul-bap (nasi dan sup kecambah), soondae, dan japchae .
“Sepertinya hampir semua anggota boyband terkenal korea itu sudah di rumah,” batin Chun Sa.
“Lebih baik aku segera menyelesaikan ini, aku tidak ingin bertemu mereka satu persatu dan diberi perhatian berlebihan. Bahkan kalau beruntung aku berharap tidak akan bertemu muka sama sekali dengan mereka sampai ahjumma dapat kembali bekerja disini. Walaupun persentase harapan itu terkabul pasti sangat kecil sekali mengingat aku harus hidup di bawah atap yang sama dengan mereka. Tapi siapa tau, kali ini Tuhan berpihak padaku,” pikir Chun Sa sambil mengedikkan bahunya sedikit.
“Yaaa,hyung…aku lapaaaa…….ar,” kata-kata Yesung langsung terhenti seketika saat melihat yang berdiri di dapur adalah seorang perempuan ramping dalam balutan celana jins dan kaos polos berwarna putih pas badan dengan rambut ikal panjang diikat tinggi yang berdiri memunggunginya, bukan sosok Hankyung hyung seperti dikiranya tadi. Yesung pikir dia berhalusinasi saat gadis itu perlahan memutar tubuhnya dan berjalan pelan membawa piring berisi makanan ke arah meja makan tanpa mempedulikan keberadaan Yesung yang berdiri terpaku disana.
“Gwenchanayo?” tanya suara serak milik gadis itu.
Yesung hanya dapat mengangguk tanpa dapat mengeluarkan kata-kata sepatah pun.
“Kalau begitu menyingkirlah, kau menghalangi pekerjaanku,” lanjut gadis itu dingin.
“Ne,” Yesung secara otomatis menyingkir dan duduk di kursi meja makan sambil tetap memperlihatkan ekspresi terbengong-bengongnya.
Gadis itu beberapa kali mondar-mandir antara dapur dan ruang makan dengan tangan penuh piring dan gelas untuk ditata di meja. Dan selama itulah Yesung terus terdiam dengan ekspresi terakhirnya tadi, sampai dia tidak menyadari gadis itu telah pergi dan anggota-anggota lain berhamburan memasuki ruang makan.
“Wuaaaaah, kita makan besar, asyiiiiik….” sorak Eunhyuk kegirangan.
“Yaaa, hyung, gwenchanayo? Apa kami tadi terlalu keras menindihmu sampai kepalamu terbentur? Kenapa kau terbengong-bengong begitu?”
“Ya, Donghae-ya, coba kau pukul aku,” kata Yesung.
“Boe? Memukulmu? Andwae, shireo. Pasti nanti kau membalasnya lebih keras,” tolak Hae.
“Biar aku saja,” kata Eunhyuk kegirangan.
Buuk,,
“Yaaaak,,Hyuk!! Sakit tau,” teriak Yesung.
“Yaaaak, hyung! Bukankah tadi kau sendiri yang minta dipukul,” kata Eunhyuk.
“Tapi tidak sekeras itu maksudku,” kata Yesung sambil mengusap-usap pipinya yang kena pukulan telak dari Eunhyuk.
“Yaah, salahmu sendiri tidak bilang.” Kekekekeke…
“Ya, hyung. Kau tidak apa-apa? Kenapa sampai minta dipukul segala? Kau habis membuat dosa tak termaafkan ya? Yaa, jangan-jangan kau menghamili ddangkoma?”
Pletak..
“Awww, sakit tau, hyung,” keluh Hae sambil mengusap kepalanya yang dipukul Yesung tadi.
“Rasakan! Enak saja kau bilang aku menghamili ddangkoma, dia itu jantan tau,” kata Yesung.
“Berarti kalau dia betina kau bakal menikahinya dong,” lanjut Hae dengan polosnya.
“Yaaak!!” teriak Yesung.
“Ara, ara! Bercanda tau, hyung. Kau kenapa sih? Datang bulan ya?”
“Ani, aku barusan melihat bidadari, bidadari bermata emas,” kata Yesung dengan tatapan mata menerawang ke depan.
“Mwooooo?” Semua bengong melihat ekspresi Yesung.
“Hyahahahahahahhahahahhahahhahaha….” seketika tawa mereka pun meledak.
“Yaaak! Kenapa kalian semua tertawa, aku serius. Aku melihatnya memasak di dapur,” Yesung mencoba meyakinkan mereka.
“Yaa, Jongwoon-ah. Sejak kapan ada bidadari mau memasak buat kita. Kalau yang memasak untuk kita adalah bidadari berarti kita semua adalah dewa,” sahut Heechul seenaknya.
“Hyahahahahahahahhahahahha…” mereka tertawa lagi mendengarnya.
“Aiiishh!! Aku serius. Dia memakai celana jins dan kaos putih, rambutnya panjang dan diikat. Wajahnya sangat cantik, putih dengan mata besar berwarna emas dan bibir tipis yang lebar,” lanjut
Yesung mendeskripsikan “bidadari” yang dimaksudnya tadi.
“Aaaaah, aku mengerti. Pasti yang kau maksud adalah Chun Sa-ssi,” sahut Eeteuk yang baru memasuki ruang makan dan sempat mendengar kata-kata Yesung tadi.
“Nugu? Chu..Chun Sa-ssi? Nuguya?”
“De, Chun Sa-ssi, Yoon Chun Sa-ssi. Dia pengganti Choi immonim yang mengurus rumah ini dan memasak untuk kita. Dia akan tinggal disini untuk sementara. ”
“MWOOO???” teriak Yesung. “Jadi bidadari itu tinggal disini? Jeongmal? “
“Ne, jeongmal, masa’ iya aku berbohong,” kata Eeteuk meyakinkan.
“Asyiiiiiiiik…. Akhirnya ada juga surga di tengah padang pasir ini,” kata Yesung.
“Mwo? Surga? Maksudmu?” tanya Heechul.
“Yaah, kau ngerti kan, hyung. Aku sudah bosan melihat wajah-wajah kalian, kalau ingin melihat perempuan cantik masa’ harus selalu mendandani Heechul hyung dulu,” aku Yesung dengan polosnya.
“Mwo?? Bocah kurang ajar, kalau begitu kau pergi saja dari sini. Bukankah kau sudah bosan melihat kami,” kata Heechul tidak sabar.
“Ani, aniyo. Ampun, hyung. Aku hanya bercanda,” kata Yesung menenangkan.
“Yaaaak!!! Eunhyuk-ah. Neun!!!!” teriak Heechul, seketika perhatiannya teralih pada Eunhyuk.
Rupanya karena terlalu sibuk bertengkar mulut dengan Yesung, semua makanan hampir habis dilahap oleh yang lain. Apalagi Eunhyuk yang berusaha memasukkan sebanyak mungkin makanan ke dalam mulutnya sekaligus.
“Yaaak!! Lee Hyukjae! Pergi kau dari sini, kau manusia atau bukan??” usir Heechul.
“Aaa,hung,,,ihii ehaak hehahi!” katanya dengan mulut penuh makanan. Eunhyuk masih tidak mau juga menyingkir.
“Yaaak!!! Lalu kau suruh aku makan piringnya, minggir!!” usir Heechul lagi sambil berebut makanan dengan Eunhyuk.
“Ahahheo, ahahheo,” ujar Eunhyuk sambil pergi dengan mulut masih penuh dan tangan memegang segelas air.
“Aiiisssh!! Hanya ada sisanya saja!” gerutu Heechul sambil mengambil semua makanan yang tersisa.

***

“Hhh…aku lelah…” pikir Chun Sa.
Baru saja dia selesai membaca jurnal kuliahnya. Waktu telah menunjukkan lewat pukul 1 dini hari. Suasana dorm sunyi.
“Pasti semua sudah terlelap,” pikirnya.
“Aku benci lingkungan baru. Tubuh dan pikiranku sangat lelah, tapi mataku tak mau terpejam.”
Dibukanya pintu ke arah balkon diluar kamarnya. Sambil membawa iPod kesayangannya, Chun Sa duduk di dinding pembatas balkon dengan kaki bergantung ke arah luar dan memandangi bintang-bintang.
“Betapa bahagianya menjadi salah satu bintang diatas sana, kau tak akan pernah merasa sendirian karena berjuta-juta bintang lain bertabur diantaramu. Saat bersinar terang sendiri pun masih banyak manusia yang akan mengagumimu, sama dengan yang kulakukan sekarang.”
….
The tragedy it seems unending
I’m watching everyone I looked up to
break and bending
We’re taking short cuts and false solutions
Just to come out the hero

Well I can see behind the curtain
the wheels are crankin, turnin,
torn on the way we’re workin
towards the goal it’s not existant,
it’s not existant,but we just keep believing

And the worst part is, before it gets any better
we’re headed for a cliff
and in the free fall i will realize
I’m better off when…..(Paramore- Turn It Off)
Perlahan Chun Sa ikut bersenandung lirih dan pandangannya kosong seperti biasanya, pikirannya melayang entah kemana. Dia tak menyadari bahwa ada orang yang memperhatikannya sedari tadi dari halaman samping dorm.

***

…. can see behind the curtain
the wheels are crankin, turnin,
torn on the way we’re workin
towards the goal it’s not existant,
it’s not existant,but we just….
Didengarnya suara merdu dan lirih perempuan bernyanyi di tengah malam. Sempat merinding juga bulu kuduknya. Tapi dengan cepat dihentikan pikiran paranoid itu. Ketika didongakkannya kepalanya ke arah atas mengikuti sumber suara lirih itu, betapa kagetnya dia mendapati seorang gadis sedang duduk di balkon dengan kaki bergelantung ke bawah hanya mengenakan gaun tidur putih pendek yang menampakkan kulit putih halusnya.
“Nuguya?” pikirnya. “Bukankah kamar itu kosong?”
Matanya tak bisa beralih dari gadis itu. Terus diamatinya gerak-gerik gadis tersebut, seolah takut kalau dia mengalihkan matanya sekejap saja gadis itu akan menghilang.
“Apa yang dilakukannya disana?”
Saat dia sibuk bertanya-tanya dalam pikirannya, kepala gadis itu menoleh perlahan dan pandangan mereka bertemu.
“Mata yang indah, tapi entah apa warna mata itu, terlalu gelap dan jauh untuk mengetahuinya,” pikirnya.
Kemudian gadis itu bergeser pelan dan dengan anggun meloncat berbalik ke balkon dan memasuki kamar.
“Mwo? Dia pergi begitu saja, bahkan dia tidak tersenyum. Siapa gadis itu?”
“Aiish, apa sih yang kupikirkan, sebaiknya aku cepat masuk. Aku lelah sekali. Besok akan kucari tau siapa gadis misterius itu,” janjinya dalam hati.

***

“Sejak kapan laki-laki itu memandanginya? Siapa dia? Penghuni dorm ini juga kah?”
“Aku tak dapat melihat wajahnya dengan jelas, namun pandangan matanya terasa…. menakutkan? Bukan, bukan menakutkan, hanya mengusik.”
“Aaah, lebih baik aku tidur saja, pikiranku mulai kacau, besok aku masih harus membersihkan rumah dan memasak, kemudian mengikuti kuliah pertama.”
Chun Sa membaringkan tubuhnya pelan diatas tempat tidur.
“Dingin,” pikirnya. Ditariknya selimut tipis mencapai bawah dagunya dan perlahan dia pun terlelap.

“Hh,hh,hh,,”
“Hentikan, kumohon, hentikan, hiks, huhuhu.. noona… huhuhu..”
“Ki Hoon-ah, Ki Hoon-ah , huhuhuhu…”
“Ayo pergi, Ki Hoon-ah. Cepat lari, Ki Hoon-ah, ppali.”
“Noona, aku tidak sanggup lagi, noona pergilah, hh,hh,hh…”
“Tidak, Ki Hoon-ah, aku tak akan meninggalkanmu, kkajja, Ki Hoon-ah.”
“YAAAK!! Kau pikir mau kemana kau, hah??!!”
“AAAHH, hentikan, AAAHH…buuk!! Andweeeee…..”

Chun Sa terbangun seketika dari tidurnya, tubuhnya basah oleh keringat. Nafasnya terengah-engah seolah baru berlari jauh.
“Mimpi itu lagi, kenapa mimpi itu datang lagi, kenapa sekarang?”
“Ki Hoon-ah, aku merindukanmu, Ki Hoon-ah, lihatlah noona-mu ini.”
“Ki Hoon-ah, tetaplah disisiku selamanya.”
“Ki Hoon-ah, kenapa kau pergi juga? Kenapa kau pergi meninggalkan noona? Ki Hoon-ah, kenapa tak kau bawa noona pergi juga?”
Chun Sa terisak tanpa suara, sambil memegangi lehernya. Tenggorokannya terasa kering, diliriknya jam di samping tempat tidurnya. Pukul 02.35 am. Belum satu jam ia tertidur, dan sepertinya malam ini dia tidak akan tertidur, tidak setelah mimpi tadi.
“Aku haus,” pikirnya. “Pastinya penghuni dorm masih tertidur semua.”
Dilangkahkannya kakinya menjejak lantai perlahan dan dia keluar kamar menuju dapur untuk mengambil air. Langkahnya pelan tanpa suara.
***

-TBC-

By: Avril R.
Tag: Eunhyuk, Eeteuk, Yesung, Heechul, Donghae, Kyuhyun, Yoon Chun Sa

Comments on: "The Angel Brought Me Here (Angel 1)" (2)

  1. sangat dtunggu kelanjutannyaaaa❤

  2. Aya SunWhateve said:

    Kyaknya seru,, Dtnggu klanjutannya ya,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: