more fantasy about k-pop

Title: Because I Really Love You – part 20

Author: Choi Ahra

Genre: Romance
Rating: PG
Cast: [main] SHINee’s Choi Minho [other] SJ’s Lee Donghae, slight another member of SHINee and SJ.
Word Count: 2223
Disclaimeri own minho only

Summary: a girl who had a crush with Choi Minho – and yet she was being a temporal manager of SHINee.
Warning: Maybe it’ll turn to be not what you want.
A/N: finally =.= im gonna end this within few more chaps.

dang i have watched their lucifer performances and ALL HAIL KING MINHO. so mindblowing.

thanks for maya, i remember to state this. yep donghae’s confession part is inspirated from You Are Beautiful🙂


Donghae meminta agar supir mobil van menurunkan mereka di pintu belakang gedung SM. Kim Hyeojin melirik Donghae, menyadari risiko setelah melihat banyak wartawan. “ Kau yakin Oppa kita tidak apa-apa turun berdua?”

Donghae mengangguk. “ Kau sudah berdandan sempurna, persis lelaki.”

“ Oh. Itu pujian atau – “

“ Masuklah,” potong Donghae menyeringai. Hyeojin mengangkat bahu dan berjalan masuk, diikuti Donghae.

Seketika itu juga, seluruh pasang mata di dalam gedung, memerhatikan kedatangan Donghae dan Hyeojin. Mereka semua tahu kalau yang di sebelah Donghae adalah Hyeojin karena sudah nyaris tiap hari mereka melihat kedua orang itu bersama.

Donghae menarik tangan Hyeojin dan menggamit lengannya. “ Tenang.”

“ Kau yakin?” Hyeojin merasa tidak nyaman, “ Tidakkah kau bilang kalau ini hanya sekadar skandal?”

Donghae menggeleng. “ Kau pikir? Kau lihat sendiri barusan ada beberapa wartawan? Apa yang kau pikirkan? Berharap aku bisa meluruskan dengan cepat?”

Hyeojin mengerti maksud perkataan Donghae. Lelaki itu menurunkan pandangannya dan menggenggam erat lengan Hyeojin. “ Sudah, anggap saja angin lalu.”

“ Hmm.”

Keduanya memutuskan untuk mengindahkan tatapan aneh sekeliling mereka dan berjalan cepat menuju ruangan SHINee.

Hyeojin mendesah panjang saat mereka sukses beberapa senti lagi dari pintu ruangan SHINee.

“ Hyeojin-ah,” Donghae memastikan tidak ada orang di sekitar mereka, dan berbisik, “ maaf. Aku tidak tahu harus meluruskannya mulai dari mana.”

“ Aku tahu,” jawab Hyeojin gelisah, “ Hanya saja sebaiknya kita diam. Mungkin.”

“ Diam memang lebih baik, Hyeojin-ah.”

Hyeojin tersenyum kecil dan tangannya terulur, memegang ganggang pintu, membukanya.

“ Oke, sebaiknya kita masuk – “

Tangan Hyeojin berhenti mendorong pintu. Dia tercengang melihat apa yang dia lihat. Matanya membesar, tidak percaya.

Minho?

Lelaki bertubuh jangkung itu dan Suae, terlonjak kecil menyadari kedatangan Hyeojin.

Kedua mata mereka beradu.

Hyeojin bersumpah, mereka seperti hendak berciuman.

“ Hyeojin-ah..”

Bibir Hyeojin rasanya tidak bisa bergerak, membuka untuk berkata-kata.

Dan lebih mengejutkan lagi, Suae bergelayut di tangan Minho.

“ Hyeojin-ssi,” Suae mengerutkan dahi, “ kau mengganggu waktu berdua kami.”

Minho terkejut. “ Eh? Kami? Tidak, bukan begi – “

“ Oh.”

Minho menoleh dan mengangkat kepala, melihat sosok gadis itu. “ Hyeojin..”

Di luar dugaan Minho, Hyeojin tersenyum.

“ Maafkan aku. Sekarang biar aku keluar saja, ya.”

Minho tidak tahu, kenapa dia merasa sedih saat Hyeojin bersikap seperti biasa.

“ Hyeojin-ah..”

Lalu Minho tidak bisa terima saat Hyeojin menggenggam tangan Donghae, menariknya.

“ Donghae Oppa, ayo.”

Donghae yang melihat Minho dengan tatapan tidak percaya, kaget. “ Eh, Hyeojin-ah?”

Hyeojin, sekali lagi, menarik tangannya. “ Ayolah. Aku tidak ingin mengganggu Minho Oppa dan Suae-ssi.”

Donghae tidak menjawab apa-apa. Keduanya meninggalkan Minho dan Suae saat itu juga. Minho menelan ludah, sementara Suae masih bergelayutan.

“ Minho Oppa..” panggilnya dengan suara lunak. Minho melirik Suae, agak kesal. Dia menarik tangannya, membuat Suae kaget, lalu berlari keluar.

Matanya menangkap sosok Hyeojin yang sedang menggenggam pergelangan tangan Donghae, berjalan memunggunginya. Minho menggigit bibir.

Dia tidak menyukainya.

“ Hyeojin-ah!”

Langkah kaki gadis itu berhenti dan nampaknya dia kaget. Minho meraih bahu Hyeojin, memutarnya sehingga kini mereka berhadap-hadapan.

Tunggu. Sepertinya mata Hyeojin mulai memerah.

Minho menggeleng-gelengkan kepalanya dan menatap Hyeojin. “ Oke. Begini ya, ini tidak seperti yang kau pikirkan.”

Hyeojin tersenyum hambar. “ Maksudmu? Tapi kulihat semuanya nyata, kok. Aku tidak menyangka saja kamu sudah bersama Suae sekarang. Kupikir kau masih kepikiran soal Hyuna Unnie. Aku hanya kaget, tapi aku turut senang.”

Minho mengerutkan dahinya, mulai merasa tidak sabar. “ Apa maksudmu senang?”

“ Hubunganmu? Kapan kalian berhubungan? Aduh aku merasa tidak enak sudah mengganggumu, haha.”

Mendengar ucapan Hyeojin, Minho entah kenapa menganggap itu seperti perkataan sarkastik. Minho menyentakkan tangannya dan terlihat marah.

“ Apaan, sih! Kau sendiri? Jadian dengan Donghae Hyung, kan?! Seperti yang diberitakan!”

Hyeojin dan Donghae terkejut bersamaan. Hyeojin menggertakkan giginya kesal. “ Kau sendiri tahu apa?! Memangnya kau anggap berita itu karena apa?!”

Minho meninggikan suaranya. “ Baiklah! Dengar ya, aku dan Suae itu – “

“ Minho oppa ..”

Seseorang melingkarkan tangannya di pinggang Minho dari belakang. Baik Hyeojin, Donghae, dan Minho tersentak. Saat Minho menoleh, Suae memeluknya sambil tersenyum manja.

“ Hehe.”

Minho menelan ludah. “ Eh. Tunggu. Kita kan tidak.. Hyeojin-ah..” Minho menoleh kembali ke arah Hyeojin, dan tertegun melihat wajahnya.

Hyeojin kehilangan kata-kata dan matanya tampak kosong.

Donghae mendengus, menarik tangan Hyeojin, mendekat ke badannya. Hyeojin kaget saat Donghae merangkul lehernya, memeluk.

“ Kalau begitu,” kata Donghae dengan sebuah senyum, “ kau juga akan memberikan restu untuk hubungan kami kan, Minho-yah?”

Minho tertegun, begitu pula Hyeojin yang mengerjap-ngerjapkan matanya, kaget.

Donghae melepaskan rangkulannya dan menggamit lengan Hyeojin. “ Ayo kita pergi kencan, Hyeojin-ah.”

“ Eh?! Aku harus menemani SHINee dahu – “

Donghae pura-pura tidak mendengar dan terus menarik Hyeojin.

Di tengah-tengah kebingungan, Hyeojin pun pergi meninggalkan Minho yang masih syok, mengikuti Donghae dari belakang.

Suae menyunggingkan senyum culas.

“ Ya! Ya! Donghae Oppa!” Hyeojin menjerit-jerit. Donghae masih saja menariknya, sampai ke tempat sepi yang terletak di pojok gedung SM.

“ Kau ..” Hyeojin menghembuskan napas kasar. “ Oppa! Apa yang barusan kau katakan?!”

“ Hyeojin-ah.”

Donghae membalikkan badan, memandang kedua mata Hyeojin. Gadis itu mengedipkan matanya, agak segan. “ Mm. Ada yang salah?”

Donghae mengangkat dagu Hyeojin. “ Matamu merah.”

Hyeojin terdiam. Donghae melepaskan tangannya dari dagu Hyeojin dan memeluknya. “ Mau menangis?”

Hyeojin menghela napas dan memejamkan matanya, membiarkan air matanya turun perlahan.

Ingatannya tentang patah hati dua kali terus membayangi.

Donghae mengelus wig Hyeojin. Dalam hati dia tidak mengerti apa yang dipikirkan Minho. Hyeojin hanya mengalirkan air matanya tapi tidak mengeluarkan suara apapun.

Donghae tahu Hyeojin sudah sangat, sangat patah hati. Belum pernah dia melihat Minho bersentuhan dengan orang lain, sekalipun saat dia bersama Hyuna. Ketika Donghae menyadari itu, dia mengambil sebuah keputusan. Donghae melepaskan pelukannya dan mendorong Hyeojin pelan.

“ Hyeojin-ah,”

Hyeojin mendongak, memperlihatkan matanya yang sembab.

Donghae meremas bahu Hyeojin, berusaha meyakini keputusannya.

“ Bagaimana kalau kita menjalani skandal ini secara nyata?”

Sudah kubilang, Choi Minho.

Aku tidak menyerahkan Hyeojin yang menangis karenamu.

Hyeojin terlihat lost, berusaha mencerna perkataan Donghae. “ Eh? Maksudnya?”

“ Kubilang,” Donghae tersenyum tipis, “ kalau kita berpacaran, bagaimana?”

Aku tidak akan mundur.

Hyeojin melangkah gontai dan menghempaskan dirinya, duduk di atas sofa yang terletak di lobi SM, usai menemani Onew melakukan drama musikalnya. Dirinya masih tidak percaya atas apa yang dia dengar tadi siang.

“ Eh.. Berpacaran.. ?”

Donghae mengangguk. “ Ya.”

“ Kenapa tiba-tiba? Memangnya tidak ada yang Oppa suka?”

Donghae berpikir sejenak lalu menjawab. “ Gadis yang kusuka waktu itu membuatku patah hati. Kini kau juga patah hati. Kurasa kita bisa cocok, sekalian jalani saja skandal ini menjadi ‘nyata’.”

“ Tapi aku kan hanya menganggapmu sebagai kakak..”

“ Kau cobalah menyukaiku,” kata Donghae lembut, “ karena aku akan begitu juga.”

Hyeojin terdiam, mengepalkan tangannya. “ Aku tidak tahu.. Kurasa aku tidak bisa dan – “

“ Hyeojin-ah, aku sebenarnya tidak menerima jawaban ‘tidak’,” potong Donghae, “ karena, kau tahu? Aku akan membiarkanmu tenang dulu, dan aku menganggap kalau mulai sekarang aku harus terus berada di sisimu. Bukan sebagai seorang Oppa, tapi mungkin, ‘pacar’ yang baik?”

“ Hei,” Hyeojin mengerutkan dahinya, “ Itu pemaksaan.”

Donghae tertawa pelan. “ Hyeojin-ah. Bagaimana pun juga, aku serius.”

Hyeojin menggeleng. “ Aku tidak tahu.”

“ Dan aku tetap akan kukuh pada pendirianku.”

Hyeojin bersumpah, Donghae tidak seperti Donghae yang dulu, yang selalu lembut dan pengertian sebagai kakak. Entah mengapa di mata Hyeojin barusan, Donghae terlihat seperti ‘lelaki’, bukan ‘kakak’. Apakah hanya Hyeojin yang tidak terlalu memerhatikannya?

Entahlah. Hyeojin memelorotkan dirinya di kasur, memikirkan ucapan Donghae. Dia bingung apa yang harus dia lakukan. Semua terjadi dengan sangat tiba-tiba. Donghae tidak mengatakan dia akan menunggu Hyeojin, tapi dia akan membuat Hyeojin terus berada di sisinya.

Apapun yang Hyeojin katakan, pasti Donghae akan bertindak sesuai yang ia katakan.

Hyeojin melengos. Ya Tuhan.

Tidak berapa lama kemudian, seorang staff menghampirinya. “ Kim Hyeojin-ssi?”

Hyeojin mengangkat wajahnya dan berdiri sopan. “ Ya?”

Staff itu tersenyum ramah dan berkata, “ aku hanya menyampaikan pesan dari manajer SHINee.”

“ Tentang?”

“ Mulai lusa, dia sudah bisa kembali bekerja lagi. Dia menitipkan surat terima kasih untukmu, Hyeojin-ssi. Kini kau bisa melepaskan tugasmu.”

Hyeojin menghela napas panjang. Bagus. Semua memang datang tiba-tiba hari ini. Hyeojin berniat akan menjadikan tanggal hari ini menjadi tanggal bersejarah, untuk hari paling bermasalah.

Apakah ini baik atau buruk karena dia bisa tidak bertemu dengan Minho, Hyeojin tidak tahu.

Sejak kejadian itu, Minho dan Hyeojin seperti membuat jarak. Mereka tidak lagi menegur satu sama lain. Empat anggota SHINee menyadarinya.

Malam itu, lagi-lagi, Hyeojin berusaha menghindari kontak mata dengan Minho, sementara sang rapper sendiri seperti tidak ingin memulai percakapan apapun.

Onew menggaruk kepalanya. “ Ya ampun. Apa yang terjadi pada kalian?” tanyanya pada Hyeojin saat gadis itu sedang sibuk menulis sesuatu. Hyeojin menghentikan pekerjaannya dan memandang Onew, membuat lelaki itu bisa melihat sosok Hyeojin dengan penyamarannya, jelas sekali.

“ Hm? Apanya?”

“ Kau dan Minho.”

Hyeojin terkekeh. “ Oh ya? Ngomong-ngomong, Oppa panggil lah member-member lainnya. Aku ingin mengatakan sesuatu.”

Onew tidak mengerti maksud Hyeojin, namun dia melakukan seperti apa yang diminta. Taemin, Key, Jonghyun, dan Minho-yang-terlihat-agak-tidak-nyaman, mengelilingi Onew sekaligus Hyeojin sekarang.

“ Nah,” Onew memiringkan kepala, “ katakan pada kami. Apa yang kau ingin katakan?”

Hyeojin mengangkat bahu dan tertawa kecil. “ Bukan apa-apa. Tapi mulai besok, aku tidak akan menjadi manajer sementara kalian lagi. Manajer Oppa sudah sembuh sekarang, dan tugasku selesai.”

Kelima orang itu terlihat kaget. Hyeojin menyelesaikan menulis satu kalimat sambil berbicara. “ Ini adalah pekerjaan terakhirku dan .. voila. Laporannya sudah selesai. Ini, serahkan pada manajer Oppa, ya.” Hyeojin menyerahkan sebuah buku kepada Onew dan lelaki itu menerimanya.

“ Hyeojin-ah.. Kenapa tiba-tiba?” tanya Taemin lirih.

“ Hmm. Aku juga baru diberi tahu kemarin, kok,” jawab Hyeojin ringan. Dia mengambil tas sport-nya. “ Dengan begini aku tidak perlu menyamar lagi deh, haha. Aku akan merindukan saat aku mengurus kalian. Taemin, selamat bertemu lagi di sekolah saat liburan selesai, ya.”

Minho, tentu saja, paling terkejut mendengarnya. Dia menatap Hyeojin, dan gadis itu sadar betul kalau Minho menatapnya kaget.

Hyeojin berdiri, menghadap kelima orang itu, tersenyum.

Taemin, Onew, Key, dan Jonghyun tahu, Hyeojin memiliki beban. Senyum Hyeojin menggambarkan semuanya; sedih, terbebani akan sesuatu, dan berusaha tegar. Mungkin, skandal (empat orang itu sudah mengetahuinya, karena berita itu menyebar di SM) dan beberapa masalah membuat senyum Hyeojin menjadi berbeda dari biasanya.

“ Terima kasih. Aku sangat senang mengurus kalian selama 2 setengah bulan ini.”

Setelah membungkuk pamit, Hyeojin pun pergi.

SHINee tidak mengatakan apapun, sampai akhirnya empat anggota menoleh ke arah Minho, yang tentu saja, tampak tidak bisa berkata-kata.

Onew dan Key mendesah, sementara Minho meremas tangannya tanpa sadar.

Anehnya, beberapa menit di dalam keheningan, Seunghee datang membuka pintu, terlihat agak garang.

“ Mana Choi Minho?”

Seunghee menggerutu dalam hati saat ayahnya yang notabene staff SM, meminta untuk mengantarkan dokumen penting. Usai bertemu dengan beliau, Seunghee hendak kembali pulang, namun dia bertemu dengan Hyeojin.

“ Lho,” Seunghee mengangkat alisnya, “ Hyeojin?”

Yang dipanggil mengangkat kepalanya dan tersenyum lebar. “ Seunghee-yah!”

“ Kau darimana?” tanya Seunghee. Senyum Hyeojin menghilang. “ Hmm? Aku? Habis dari ruangan SHINee.”

Seunghee melipat tangannya. “ Kau sibuk sekali ya sekarang.”

Hyeojin menggeleng. “ Mulai besok, tidak lagi.”

Seunghee mengerutkan dahi. “ Lho? Kenapa?”

“ Tugasku sudah selesai. Manajer mereka sudah keluar dari rumah sakit.”

“ Ah..” Seunghee memajukan wajahnya, penuh rasa ingin tahu, “ lalu bagaimana dengan Minho?”

Hyeojin tertawa. “ Dia? Kurasa dia baik-baik saja. Sudah ada Suae sekarang.”

Seunghee terbelalak. “ Kok?!”

“ Apa? Dia kan ada hubungan khusus dengan Suae, sepertinya.”

“ Hyeojin,” panggil Seunghee lirih, “ dan kau?”

“ Hmm?”

Seunghee tidak berkata apa-apa, selain akhirnya Hyeojin mengulum senyum dan melambaikan tangan. “ Aku harus pulang. Sampai bertemu lagi, Seunghee-yah.”

Seunghee meremas lengannya, bahkan sampai Hyeojin menghilang dari pandangannya. Kesal, Seunghee memutar arah langkahnya menuju ruangan SHINee.

Apanya yang ‘hmm’.

Jelas-jelas dia tidak baik-baik saja.

Seunghee membuka pintu ruangan SHINee dengan kasar, mengejutkan orang-orang di dalam.

“ Mana Choi Minho?”

Padahal bukankah mereka sama?

Perkiraanku tidak mungkin salah.

Minho berdiri, memperlihatkan sosoknya. “ Ada apa, Seunghee-yah?”

Seunghee mendengus dan berjalan, garang, mendekati Minho.

Mengejutkannya, Park Seunghee menempeleng kepala Minho, membuat rapper itu kesakitan sekaligus kaget.

“ Apa yang kau – “

“ KAU YANG ‘APA’ ! DASAR OTAK UDANG! RAPPER BODOH! RAKSASA TIDAK PUNYA PIKIRAN!” maki Seunghee. Minho mengerjap-ngerjapkan matanya bingung. “ Memangnya kenapa dengan ..”

Seunghee menarik kerah Minho, menatapnya tajam. “ dan kalau begitu hubunganmu dengan Suae?”

Minho terdiam, dan menggeleng. “ Semua tidak seperti yang kau tahu.”

“ Lalu?” Seunghee mencibir, “ Memangnya ada yang lain? Kenapa kau tidak menjelaskan pada Hyeojin kalau memang tidak seperti itu?”

Minho mendesah. “ Kenapa? Apa gunanya? Toh Hyeojin sudah memiliki Donghae Hyung sekarang. Nanti dia juga akan tahu sendiri.”

Seunghee menggigit bibir, tidak mempercayai kebodohan Minho.

Tadinya, dia berniat untuk memberi tahu kalau Hyeojin menyukainya.

Tadinya, dia berniat untuk meluruskan ini.

TADINYA.

Tapi Choi Minho harus bertindak sendiri.

Paling tidak, dia HARUS menyadari semuanya.

Seunghee mendorong Minho kasar, membuat empat orang di belakangnya agak segan melihat karismatik Seunghee yang berani menyentak makhluk tinggi di depannya.

Seunghee menatap tajam Minho.

“ Kau tidak sadar kah,” kata Seunghee dingin, “ kalau kau bergantung pada Hyeojin, sejak dulu?”

“ Eh..”

Seunghee, untuk kesekian kalinya, mendengus. “ Kau bodoh atau apa?” tanya Seunghee, “ Jelas-jelas kau menyukainya begitu.”

Mata Minho membulat. “ Apa?”

“ Choi Minho,” untuk pertama kalinya seumur hidup, Park Seunghee harus membuat orang bebal sadar akan perasaannya, “ Kau ini menyukai Kim Hyeojin.”

Minho tertegun, begitu pula ketiga orang lainnya, kecuali Onew yang menahan senyum.

‘Terkadang jawaban itu ada lebih dekat dari apa yang kita pikirkan.’

Comments on: "Because I Really Love You – part 20" (15)

  1. ini ceritanya mirip bgt sama you’re beautiful! Ga bohong! Walaupun ga mirip semuanya sih, tapi ada berapa adegan yg persis

    • yang itu bukan, yg pas donghae nembak hyeojin? aku emang mikirnya persis2 you are beautiful, inspirasinya dari situ.😄

      biar ga salah paham, aku kasih keterangan deh :3

  2. AAAAAAAAAA oke, uknow ak slalu speechless stiap baca ini~

    baru aj tadi brniat ngomel ama minho krn kyk gtu,
    tp trnyata seunghee sdh mwakili ^^v hhe

  3. NaNaLoveMinho said:

    ,hergh. .suae bkin gregetan. . .nyebelin. .kcntilan bngd ama minho oppa. .

    ,nice ff,.
    next chap.a jngn lma2 iah. .hehei
    ^^

  4. DAEBAK ! makin kesel aja ane ma si suae ~ wkwkwkk

  5. berterima kasih pada Seunghee?? malah jadinya ngebayangin aslinya…khekhekhe..

    FIIIGHTIIINGahra!!! tapi mending diselesain sebelum semester 2 aja dear,,,

  6. nyaaaahhhhhhhhhh~
    gregetaaan bacanyaaaaaaa *guling2*
    ga tau deh gregetan ama minho,suae,donghae~
    ato sama authornya ? :p

    d^^b sipp!
    menungguuu~

  7. HwangChanChan said:

    Aduuuh jd bkal ma spa nh Ending yh~
    ga rela liat donghae sdih x(

  8. good girl, seunghee…setidaknya minho yg babo itu jd bakalan mikirin jg, kalau ttp msh ga nyadar sih, itu mah kelewatan babonya /plak *digampar minho gr2 seenaknya ngatain org😛
    geregetan ih bacanya, hohoho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: