more fantasy about k-pop

Judul : My Little Hyukkie Last Part -sequel of “SuJu’s Driver”-
Cast : Super Junior Lee HyukJae, Cho KyuHun, Lee Sungmin,

Dia mengusirku. Minji memeluknya dengan erat. “hyukkie-ahh. Gwenchana. Kau tidak boleh seperti itu, arasso”
“tapi omma. Dia telah menyakitimu. Aku membencinya” diapun menangis terisak. Minji membelai rambutnya perlahan. “gwenchana…”.
Minji memintaku untuk meninggalkan mereka berdua. Akupun mengikuti perkataanya hingga beberapa saat kembali hyukie sudah tertidur ditempatnya dengan segukan pedih yang tersisa. Aku merasa bersalah melihatnya. Akupun bingung bagaimana menjelaskan padanya. Ku hampiri minji yang sedang mengepak pakaian. Hari ini hyukkie diperbolehkan pulang karena itu kuluangkan waktu untuk menjemput mereka.
“ku antar kalian pulang”
“tidak usah”
“wae???”. Dia pun menghela nafas. “kau akan mendapat masalah jika sampai orang mengetahuinya”.
“tapi aku tidak peduli…”
“aku yang peduli. Aku tidak ingin dia terbebani dengan kumpulan paparazzi yang mengejarnya. Jika kau mau itu lebih baik kau tidak usah bertemu dengannya lagi”
“atau lebih baik kita tidak bertemu dulu”. Pernyataan yang membuatku syok. “bagaimana mungkin kau memisahkan kami lagi!!!”.
“ini hanya untuk sementara. Aku perlu waktu utuk menjelaskan semua ini padanya”
“iiyaa tapi,,,aku tidak ingin berpisah dengannya”
“kau lihat sendiri saat ini dia sangat membencimu”
“tapi itu bukan salahku, dia begitu karena…..”. dia menatapku dengan tajam “kau menyalahkanku??
“tidak, hanya saja…”
“aku sudah memberimu pilihan, kau mau menerimanya atau tidak TERSERAH”. Kuhela nafas. Kuhampiri dia. “apa lagi??” ucapnya dingin.
“hmmm~~memangnya kau tidak mencintaiku lagi??”. Tangannya yang sibuk mengepak menjadi terdiam. Diapun melanjutkannya lagi tanpa berkata apa-apa. Diraihnya hyukkie yang setengah tertidur. Di pelataran pintu dia pun terhenti “aku akan menghubungimu” Akupun tersenyum lebar. Mereka pergi meninggalkanku yang tersenyum bahagia.
Namun setelah beberapa hari mereka tak juga menghubungiku. Akupun mondar-mandir di depan tv membuat para memberku geram. “HYUNG!!!!KAU MENGHALANGI TVNYA”. Gertak kyuhyun. Aku pun berdecak. “kau tidak akan mengerti”.
“kau menunggu telpon minji yah!!”timpal sungmin mengunyah apel ditangannya. “bagaimana kau tau hyung??”.
“itu pertanyaan bodoh yang pernah kudengar. Tentu saja aku tau. Memangnya siapa lagi yang membuatmu sekhawatir itu”
“tadi malam kudengar dia menghubungi teuk hyuk” timpal yesung hyung. Akupun terkejut. “jinjayo??tapi mengapa dia tidak menghubungiku??”. Merekapun mengangkat bahu tidak tahu.
Kyuhyun menghela nafas panjang “sudah kuduga hyukkie itu anak mu hyung. Dari sebelah manapun kalian terlihat sama. Tapi aku heran mengapa dia pintar, kau kan…”
“apa???aku apa??”. Dia pun berdiri dari tempatnya duduk “BODOH”. Ucapan terakhir yang membuatku emosi namun dia berhasil melarikan diri ke kamarnya kemudian mengunci diri dengan cepat. Dari balik pintu dia tekekeh.
“mengapa tak kau temui saja langsung hyung???lagipula dia masih tinggal disitu” timpal wookie.
“tapi ini sudah tengah malam!!”
“ya jika kau memang mau!!!”. Tanpa berpikir panjang aku pun langsung mengambil hoodieku dan meraih kunci mobil yang tergantung.

Ketika selesai memakai sepatu, kyu berteriak dari kamarnya “HYUNG, JANGAN LUPA BAWA PENGAMAN”. Para memberku yang mendengarnya terkekeh. Akupun menjadi malu. Sepertinya pipiku memerah seperti tomat. “EVIL MAGNAE” gerutuku.
“aku pergi!!!”
“ingat ucapan kyu” timpal sungmin yang tiba-tiba ada dibelakangku. “HYUNG~~” geramku.
“kami hanya tidak ingin kau mengulangi kesalahan yang sama” bantahnya penuh arti.
“eunhyuk hyung nakal juga ya!!!”bisik wookie pada yesung hyung yang diikuti anggukan. Akupun kesal kemudian pergi meninggalkan mereka yang terkekeh.

Keesokan pagi di kediaman Minji….

Little Hyukkie’s POV

“omma….”
“nthe jagi, wae???”. Omma mendekatiku dengan membawa semangkuk sereal. Omma pun terduduk tepat disampingku. Memperhatikan ku yang sedang makan.
“omma…”
“hmmm…”
“untuk apa hyuk ajushii kemari???”
“hah???”
“tadi malam aku melihatnya masuk ke kamarmu”. Tiba-tiba omma yang sedang minum tersedak.
“ohok…ohok….memangnya….apa..yang kau lihat???”. Omma mengelus – ngelus dadanya.
“aniya. Aku hanya melihatnya masuk ke kamarmu kemudian pintunya tertutup. Aku kembali tertidur”. Omma mengangguk.
“memangnya kalian sedang apa???”. Tiba – tiba omma terdiam dan memalingkan wajahnya ke arahku.
“tidak sedang apa – apa!!!!”jawab omma diikuti dengan senyuman.
“lalu mengapa dia keluar dari kamarmu di pagi hari”. Kemudian omma mencubit pipiku dan tertawa tidak jelas.
“hyukkie-ah my baby. Makanlah yang banyak!!!!”. Omma pun beranjak tanpa berkata apa – apa.
Hari ini adalah hari libur omma sehingga seharian kami akan berada di dalam rumah. Seperti biasa akupun bermain sendirian dengan mainanku ditemani omma yang sedang menulis-nulis sesuatu di sebuah kertas kecil.
Sambil mencorat-coret kertas akupun berpikir. “mengapa omma harus terkejut tadi pagi. Harusnya kan omma membenci ahjusii semenjak kejadian itu”
Matakupun tertuju pada mainan DRAGON BALL yang berdiri tegak dihadapanku. Mainan pemberian ahjusii. “aku merindukannya” bisiku hingga akupun tersadar dan menggelengkan kepalaku. “tidak tidak. Sama sekali tidak”.

Min Ji’s POV

Ketika sedang asyik menulis catatan belanja bulanan, ku lihat anakku hyukkie menggelengkan kepalanya seperti sedang kebingungan. “kali ini apa lagi yang dipikirkannya” renggut ku.
“wae???kau kenapa??”. Diapun menolehkan wajahnya ke arahku. Raut wajahnya seperti hendak melontarkan banyak pertanyaan.
“omma….”
“mmmhhh…”
“kau akan menikah lagi??”. Aku terkejut dengan ucapannya.
“wae???mengapa kau berpikiran seperti itu???”
“tidak ada”
Ku hampiri anakku yang asyik menggambar. Ku taruh dia tepat di pangkuanku. Ku peluk tubuh mungilnya hingga menempel di dadaku.
“hyukkie-ahh…”. ku elus punggungnya dengan lembut.
“kau tau aku sangat mencintai appa mu???”. Dia pun mengangguk.
“kau sering mengatakanya”
“mungkin ini terdengar rumit bagimu tapi harus kukatakan bahwa…, hyuk ajushiii adalah appa mu”
Anakku pun mendongkakan wajahnya. Rasa heran terpancar di wajahnya. “aku tidak mengerti”.
“anakku. Hyuk adalah appa mu. Benar – benar appa mu, orang yang selama ini selalu kau tanyakan”.
“omma!!!kau jangan berbohong agar aku menerimanya”
Kupeluk anakku dengan lembut. “aku tidak berbohong. Apa yang ku katakan benar adanya”.
“tapiii, kau bilang appa pergi jauh ”. ku ambil dagunya dengan telapak tanganku kemudian ku taruh telapak tanganku di pundaknya.
“dia tidak pernah pergi. Dia hanya tidak ada disekitar kita untuk beberapa saat dan orang itu adalah ahjusii yang kau kenal. Hyuk ahjusii atau LEE HYUKJAE”
“tapi dia sudah menyakitimu, aku tetap membencinya”
“dai tidak pernah menyakitiku. Dia sangat menyayangiku juga kau”
Wajahnya pun merengut. “mengapa selama ini kau membohongiku??”. Air mata mulai keluar dari pelupuk matanya. Kedua tangannya yang mungil menutup wajahnya. Dia menangis tanpa henti. “aku membenci kalian”. Tangisnya tak berhenti. Kupeluk dia dengan erat. “maafkan aku. Ini salahku. Diapun baru mengetahuinya ketika kau sakit kemarin”
“jadi. Pertengkaran kalian gara-gara ini” ucapnya menengadahkan wajahnya. Air mata mengalir membasahi pipinya. Akupun memeluknya semakin erat. “maafkan aku”.
“aaakku ingin bertemu ahjusiii. Akuuu meerindukkannyaa”. Isaknya dari balik dadaku. “baiklah” janjiku padanya.

Hyuk Jae’s POV

Hari ini pekerjaanku sedikit lebih cepat. Aku pun bergegas pulang ke asrama. Di dalam mobil kucek ponselku. Terdapat beberapa pesan dari memberku dan salah satunya dari minji.
“oppa…,
jika kau memiliki waktu luang datanglah kemari,
Ada yang harus kukatakan,
Minji “
Kutancapkan gas langsung ketempatnya. Kupasang masker juga kututup kepalaku dengan hoodie yang kupakai. Untung saja suasana sedang sepi membuatku berhasil mencapai depan pintu rumahnya tanpa ada gangguan.
Rupanya dia sudah menunggu kedatanganku. Dibukakannya pintu hingga aku berada di dalam. Aku pun tersenyum lebar. “annyeong”. Kucium pipinya tapi sayang tak berhasil karena dia menghindar. Akupun cemberut namun dia memberikan isyarat dengan matanya agar aku melihat seseorang yang bersembunyi di balik sofa. Matanya yang mungil melihatku diam-diam. Saat aku melihatnya dia menyembunyikan lagi tubuhnya.
“wae??” bisikku pada minji.
“dia merindukanmu”. Akupun terkejut senang. “kau sudah mengatakannnya??”
“baru saja”
“lalu??”
“kau hampiri saja sendiri”. Aku pun mengangguk. Kulangkahkan kaki menemui bocah di balik sofa.
“annyeong hyukkie” sapaku namun dia menutup wajahnya dengan bantal. Kuambil bantal yang menutupi nya. Matanya menutup. Pipinya yang putih pucat memerah yang kurasa mungkin dia habis menangis. Akupun tersenyum simpul karena dia sedang mempermainkanku dengan pura-pura tertidur.
“baiklah aku pulang saja”. Candaku sambil melangkahkan kaki. Tiba-tiba dia menangis dengan keras. Kami pun menjadi panik dan minji memukul bahuku. Kuraih hyukkie yang menangis. “tidak-tidak. Aku tidak pergi. Kau jangan menangis!!!” kutepuk-tepuk punggungnya, minji mengelus rambutnya. “sudahlah!!bukankah kau ingin berjumpa dengannya” timpal minji padanya. Namun dia tetap menangis membuat kami berdua kebingungan.
“mengapa dia mudah menangis??” bisikku pada minji
“tanya saja pada dirimu sendiri!!!” jawab minji kembali berbisik. Kuarahkan telunjukku padaku “aku??”
“menurutmu!!!”
Aku pun tesenyum kecil. Bocah ini benar-benar sepertiku. Aku pun gemas dan memeluknya dengan erat. “baiklah!!kau jangan menangis lagi. Aku sudah ada disini!!!” ucapku.
Tangisannya pun sedikit mereda. Dia memelukku dengan erat. “mianhaee…”
“nthe!!!”
“mianhaeee ahjusiii. Sebenarnya aku tak pernah membencimu”. Akupun tersenyum mendengar perkataannya. “gwenchana”.
“kau membenciku ahjusii???”
Akupun tertawa kecil “bagaimana mungkin!!!sedikitpun tidak. Tidak akan pernah”
“tapi…tapi..”
“sudahlah”.
Diapun tersenyum simpul. “kau menyuruh ommamu memanggilku??” dia mengangguk. “ada apa??” dia menggeleng.
“hmmm~~benarkah??” dia mengangguk.
“berbohong adalah suatu hal yang buruk. Omma mu mengajarkan hal yang buruk” desahku. Minji yang mendengarnya langsung mencubit pinggangku tanpa aba-aba membuatku menjerit kesakitan. “Awwww…..,mengapa kau mencubitku!!”
“PIKIRKAN SAJA SENDIRI!!!”. Hyukkie yang melihat kami terkekeh menutup mulutnya.
“appa lucu sekali!!” kami pun melihat kearahnya. “nthe!!!kau…”
“saranghae appa, mianhaee”. Tanpa disadari air mataku menetes. Kupeluk dia dengan erat. Minji yang disebelahku tersenyum. Sebelah tanganku memeluknya. “aku mencintai kalian”.

EPILOG

Beberapa bulan dari pernyataan hyukkie padaku, media massa mulai mengetahui mengetahui bahwa aku telah memiliki seorang putra hingga akhirnya di adakan konfrensi press terbuka. Disana aku membeberkan semuanya. Para member pun ikut membantuku. Fans yang mengetahui kenyataan itu menangis namun mereka akhirnya menerima kenyataan itu dengan terbuka. Bahkan mereka mulai menyukai hyukkie. Mereka mengirimkan berbagai macam hadiah untuk anakku.
Kami pun akhirnya hidup berbahagia di rumah kami yang tidak cukup besar. Aku keluar dari asrama. Aku tinggal bersama keluarga kecilku. Pekerjaan tetap ku lakukan begitu pula dengan min ji. Namun dia lebih banyak melunagkan waktunya bersama hyukkie atau sekedar menemaniku bekerja ketika hyukkie berlibur dari sekolahnya.
“ARGHHHHHHHHHHHHH………LEE HYUKJAEEEEEEEEEEEEEE……….”. aku pun segera berlari ketika min ji berteriak memanggilku dari kamar mandi.
“JAGIYA!!ADA APA??”. Dia melemparkan test peck ke arahku. Aku pun tersenyum dengan liciknya ketika mengerti apa maksudnya sedangkan dia menatapku dengan jahat. Anakku hyukkie yang ternyata mengikuti ku sedang mengambil nafas terengah-engah setelah berlari mengejarku.
“omma wae??kau kenapa???”tanyanya setelah nafasnya mulai teratur. Aku pun berdiri searah tubuhnya. Kutempelkan lutut ku di lantai. Kubalikkan tubuh hyukkie hingga menatapku. Aku pun tersenyum melihatnya. Ku dekap tubuhnya.
“hyukkie-ah aku berhasil….kau tidak akan sendirian lagi”.
“HAH???”balasnya tak mengerti.
“kau akan mendapatkan seorang adik anakku”. Kurasakan senyuman di wajahnya. Dia memelukku dengan erat sedangkan omma-nya “KELUAR KALIANNNN” dia berteriak seraya menutup pintu kamar mandi dengan kerasnya. Kami pun hanya terkikih melihat tingkah lakunya.

Min Ji’s POV

Aku terduduk di sofa bermalas-malasan dengan majalah di tanganku hingga anakku hyukkie menghampiriku dan menaruh kepalanya di pahaku. Ku taruh majalah di meja. Ku elus rambut putra ku dengan penuh kehangatan.
“omma…..”
“hmmm~~”
“kau tidak suka ya mendapat bayi lagi???”
“aniya….wae???”
“lalu mengapa kau sepertinya marah pada appa ketika kau tau kau mengandung calon adikku???”. Aku pun tersenyum mendengar ucapannya.
“tidak demikian. Hanya saja….omma tidak pernah mengira akan menjadi seperti ini karena omma merasa tegang seperti halnya sedang mengandung kau. Omma bingung harus berbuat apa. Ketika bayi keluar dari tubuhku, itu sangatlah sakit namun omma akhirnya menyadari bahwa kau adalah berkah untuk kami. Begitu pula calon adik mu ini. Dia berkah untuk kita semua. Aku mencintai kalian semua”.
Anakku pun tersenyum. Dia memiringkan tubuhnya dan mencium bayi dalam kandunganku. “aku akan menjadi kakak yang baik untukmu”. Dia pun memejamkan matanya dan tertidur di pahaku. Akhirnya kebahagianku sempurna karena memiliki mereka semua dalam hidupku.

-FIN-

Terimakasih, maaf atas segala kekurangannya.
By hanjiehyuk ^^

Comments on: "My Little Hyukkie Last Part -sequel of “SuJu’s Driver”-" (6)

  1. wah akhirnya selesai juga^^

    happy ending, aku suka!

    hyuk so sweet:)

  2. DJ.merr said:

    Kyaaaaa~
    aku suka endingnya..😄

  3. aku suka endingnya😄 aaaa seru2!!!😀

  4. author chukhe.. akhirnya selesai juga nih ff.
    walaupun berharap masih ada lanjutannya sih..
    suka banget sama endingnya…
    terus lanjutin dengan karya-karya yang lain ya..

  5. NICE…………………………………………………^_^b

  6. kkkkk~~~terimakasih bnyk atas kesetiaannya ^^
    lanjutannya y??hmmmm~~
    lets see aj ap karya selanjutnya.
    bisa jdi ada ngedate brg *cough* antara appa *cough* ‘n anaknya *cough* one shot *cough*
    OOPSSSss kkkk~~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: