more fantasy about k-pop

Title : Acknowledge it, It’s SHINee Sangtae

~Keep The Maknae’s Innocence~

Author : Choi Ahra [this chap] and Nino.

Genre : Crack, Friendship, Brother-romance

Rating : PG-13 [for some inappropiate moans haha]

Cast : SHINee

Word Count : 2536

Discaimer : I don’t own anyone except Minho HEHE.

Summary : 5 commoners . Ordinary boys who live together in a dorm . What kind of absurd life they have ?

Warning : HORRIBLE, TERRIBLE, FAIL CRACK EVER.

a/n: alright so i wrote this chap. usually i was fine to write any fic and OKAY I’LL STOP HERE ERRGGHH DAMMIT SHINee’s MV TEASER RUINED MY MIND COMPLETELY INTO BLANK AND PLAIN. NO IDEA. EVEN I DIDNT KNOW HOW PUT THE CRACK WELL. THIS IS MORE ABSURD THAN PREV CHAPS…………… SDBFSAJFBKASHFJAfJHSJFGASKJH I BEG A MERCY OF MY FAILNESS.

I SWEAR IT’S WEIRD AND NOT HELLA FUNNY CHAP. and God what did i do with taemin here? >//<

AND GUYS! dont watch porn, will ya?! but it’s fine if it’s NC fic

JongTaeHo are wayy too much!! SEXINESS, HOTNESS, BEAUTINESS OVERLOAD.

[.. crap. even my brain is too fried to make proper author note. ugh. forget it] T^T

—————————————————————————————————————————————————-

Kim Kibum dan Lee Taemin berjalan di sepanjang pasar sekaligus pertokoan keperluan sehari-hari. Ibu (?) dan anak itu sedang berbelanja bahan makanan. Kibum sengaja mengajak Taemin untuk beberapa hal tertentu.

Taemin dikenal sebagai anak ber-aegyo tinggi.

Terkadang aegyo-nya saat bermanfaat untuk menawar harga, seperti ini.

“ Berapa harga ayamnya?” tanya Kibum.

Dan sepanjang 3 chapter, selalu saja ada kata ‘ayam’ muncul.

“ xxx won” -> pengarang ketauan gatau harga.

“ Ugh.” Kibum mengerutkan dahi. Mahalnya. Uang yang mereka bawa sudah habis untuk bahan makanan lain. Kalau tidak ada ayam, maka dampaknya bahaya. Jinki akan guling-guling sampai dia dapat ayam.

Menyebalkan.

Taemin yang melihat umma-nya kebingungan, memutuskan mengeluarkan jurus andalannya.

Dia mengangkat wajahnya, melebarkan matanya, memerahkan pipinya seperti gadis butuh ayam, dan melekukkan bibirnya.

“ Butuh ayam..”

>//<

Saat itu juga, mereka terenyuh melihat kelucuan Taemin, dan akhirnya diberi diskon 40%.

“ Taeminnie.”

“ Ya, Umma?”

Kibum menepuk bahu Taemin dan menarik napas. “ Kelucuanmu memang berguna, tapi itu overload. Kalau kau bukan lelaki, aku bersumpah tukang ayam itu akan menikahimu dengan anak gadisnya.”

Taemin menatap berkaca-kaca, terharu. “ Umma..”

Kibum tersenyum.

“ Tapi bagus juga buat Jinki-hyung, kalau dapat ayam gratisan.”

“ …”

Mereka berjalan lagi seraya membawa kantung belanjaan.

Tiba-tiba seseorang berteriak dengan keras.

“ AYO AYO, DICOBA KEBERUNTUNGANNYA! AYO DIADU! JACKPOT DAPAT HADIAH MENAKJUBKAN. BOLA BIRU BERARTI HADIAH TERBESAR.”

Langkah Taemin berhenti dan dia menoleh ke asal suara. Seseorang sedang melakukan adu keberuntungan dengan bola yang terkocok di sebuah mesin berwarna hijau gelap.

“ Taeminnie? Apa yang kau lihat?” tanya Kibum. Taemin menunjuk dan Kibum melihat ke arah yang dimaksud.

“ Aku boleh liat sebentar?” tanya Taemin lugu. Kibum, yang tidak tahan dengan kelucuan Taemin, mengangguk. Taemin berjalan girang mendekati ke stand itu, diikuti Kibum. Keduanya menonton dengan seksama. Sudah berkali-kali orang lain mencoba, namun mereka tidak mendapatkan bola biru itu.

Mata Kibum menge-scan mesin itu dan bertanya, “ memangnya ini apa?”

Lelaki yang meneriakkan tentang adu keberuntungan itu menjentikkan jarinya. “ Halo, cantik!”

“ … aku ini lelaki, sialan.”

“ Oh. Oke.”

Kaku.

“ Hm. Jadi begini,” lanjut lelaki itu menyingkirkan rasa malunya, “ ini adalah mesin kocok. Di dalamnya ada bola hijau, kuning, dan biru. Di bola hijau dan kuning terdapat berbagai macam tulisan berisi hadiah atau hanya tulisan ‘anda kurang beruntung’. Sementara bola biru, berisi tiket voucher menginap di hotel mewah!”

“ Oho.”

“ PLUS!” Lelaki itu menambah dengan nada dramatis, “ KAMAR ITU SUIT LHO.”

“ Bagaimana caranya?” tanya Kibum ingin tahu. Lelaki itu mengulum senyum. “ Cukup bayar 1000 won.”

“ Oh.”

Kibum ingin mencoba mesin itu dan mengeluarkan seribu won di dompetnya. Namun dia sadar kalau dia tidak punya banyak uang tersisa dan mendesah. Taemin memijat bahu Kibum, merelaksasikan otot-ototnya. “ Berjuanglah.”

“ Taeminnie, aku hanya ingin mencoba peruntunganku, bukan bertanding tinju.”

“ Demi seribu won.”

Ajaib, kata-kata itu menguatkan Kibum, meski hanya untuk mendapatkan bola yang terbaik.

Oke. Ini aneh.

Kibum mengulurkan tangan dan memegang tungkai penarik. “ Kalau aku tarik ini, bolanya akan keluar kan?”

Lelaki itu mengangguk dan menepuk mesin itu, bangga. “ Disini ada dua puluh bola dan hanya ada satu bola biru,” katanya, “ apa kau bisa?”

Ergh. Kibum mengerang.

Jangan meragukanku.

Kibum memegang handle itu dan mulai menarik.

Aku adalah almighty dari segalanya.

Minho, Jonghyun, dan Jinki sedang merebahkan diri di atas lantai, terlentang, guling-guling, hanya menggunakan kaus tanpa lengan.

Panas. Panas. Panas.

“ Hyung ~” Jonghyun mengguling.

Wae?

“ Aku butuh pudding,”

“ Jangan sok eksklusif. Makan saja es batu.”

Jonghyun menelan ludah mendengar jawaban Jinki yang sarkastik.

Tidak berapa lama kemudian, pintu dorm mereka terbuka dan terdengar suara langkah kaki.

“ KAMI PULANG!”

Serempak, ketiga manusia berkutang itu berteriak, “ ADA MAKANAN?”

“ TIDAK.”

“ YAAAH.”

Taemin meletakkan belanjaan di atas lantai dan merongoh sesuatu dari sakunya.

“ JRENG JRENG!”

Taemin mengacungkan sesuatu. Ketiga orang itu mengangkat kepalanya dan terbengong.

“ Voucher hotel?”

Key menggaruk-garukkan kepalanya. “ Err. Jadi begini..”

Dan begitu.

Key bercerita panjang lebar tentang sejarah bagaimana didapatkannya voucher itu: Key menariknya dengan napsu, plus api yang seolah-olah berkoar-koar di sekelilingnya, dan tahu-tahu bola biru keluar. Key juga tidak lupa menambahkan berapa kemungkinan mendapatkan bola itu, adalah 1 : 20. Anak-anak keluarga SHINee memerhatikan Key dengan takjub seolah-olah Key adalah catwoman yang baru saja menangkap tikus. Dan kenapa harus catwoman?

“ Jadi intinya,” Key menutup pembicaraan dengan menaikkan nada suaranya, jelas-jelas terdengar bangga, “ besok kita akan menginap di hotel mewah. Siapkan barang-barang kalian, karena kita akan kesana. BRANGCUS.”

Keesokan harinya dengan membawa backpack dan koper, mereka tiba di hotel mewah tersebut. Kibum check in dan menunjukkan voucher hasil tarikan keberuntungannya, lalu pegawai hotel tersebut mengantarkan menuju kamar yang akan mereka tempati.

“ Silakan menikmati fasilitas dan kamar hotel kami.”

Mulut mereka langsung menjadi huruf ‘o’.

Terserah deh mau dibilang kolot, kampung, norak, atau gimana.

Kamarnya keren banget.

Tempat tidur suit mewah disertai fasilitas top macam tv kulkas dan lampu.

… bukan lampu biasa.

Lampunya seperti gaya Eropa o.0

Jinki berlari kecil menuju kamar mandi dan membukanya.

“ WHOA!!!”

“ APA?!” Jonghyun berlari dramatis.

“ KAMAR MANDINYA KEREN! ADA KLOSETNYA!”

“ OKE.”

“ JINKI HYUNG, JONGHYUNNIE HYUNG, SEISTIMEWA APA SIH KLOSET?!”

Taemin mengintip di bawah lengan Jinki dan terkagum-kagum.

Lantai hotelnya terbuat dari marmer. Bathtub, wastafel, dan klosetnya mengkilap. Belum lagi shower dan keran yang bersinar-sinar.

“ Oke.” Kibum memutar badannya dan merapikan bawaan mereka di dekat meja TV. “ Aku rasa aku akan meminta extra bed. Siapa yang mau pakai?”

“ Aku dan Taemin saja,” Minho membuka suara, “ secara kami adalah dua yang termuda. Bagaimana, Taem?”

Taemin mengangguk. Matanya membentuk gambar kloset saking takjubnya dengan kamar mandi itu.

“ Oke, baiklah. Biar aku menelpon resepsionisnya,” kata Kibum dan mengambil ganggang telepon. Jinki dan Jonghyun melemparkan diri ke atas kasur… dan membal.

“ WHOA EMPUK!” seru Jonghyun.

“ LAGI. LAGI.”

Mereka melemparkan diri mereka lagi di atas kasur.. dan membal lagi.

“ UUUU ENAKNYAAAA. LAGI LAGI.”

Tuing tuing tuing :3

“ BISAKAH KALIAN BERTINDAK SEPERTI MAKHLUK 20TAHUN KE ATAS?!!!”

Kibum meletakkan ganggang telepon dengan gahar usai menelpon resepsionis sambil mempelototi kedua manusia paling tua itu. Jinki dan Jonghyun berlutut di atas kasur, merenungi kesalahan, menunduk. Sejenak ini seperti scene memarahi anak TK.

Kibum menghela napas panjang.

“ Aku ingin berjalan-jalan keluar, menghirup udara segar, sekaligus membeli beberapa snack,” kata Kibum, “ siapa yang mau ikut denganku?”

Jinki mengangkat tangan.

Tentu saja.

Kalau sudah menyangkut snack, wajah Jinki seperti ini —> 8D

“ Yang lainnya?” tanya Kibum melemparkan pandangan.

“ Aku lelaaaaaahhhh,” jawab Jonghyun malas-malasan dan diikuti koor ‘aku jugaaa’ oleh dua maknae. Mereka bertiga, yang tidak ingin ikut, berguling-gulingan di kasur sambil menikmati dinginnya AC kamar hotel.

“ Baiklah,” kata Kibum sembari memungut handuk dan pakaian serta sikat gigi, “ Aku mandi dulu. Perjalanan yang cukup jauh membuat badanku berkeringat tidak karuan.”

“ AKU JUGA ~” seru Jinki dan Jonghyun, menyambar handuk, mengakibatkan dua sepatu melayang di jidat mereka.

Wajah Kibum memerah.

“ MEMANGNYA KALIAN PIKIR BATHTUB ITU SAMA DENGAN PEMANDIAN BERSAMA?!”

Setelah menunggu giliran mandi seperti menunggu antrian beli minyak, mengenakan pakaian, berparfum ria serta memoleskan make up, akhirnya Kibum dan Jinki sudah siap pergi.

“ Bersenang-senanglah selama kami pergi,” pesan Kibum, lalu mempelototi Jonghyun, “ dan KAU, Hyung, jangan rusaki barang apapun.”

Jonghyun merengut. “ Kenapa aku?”

“ Karena kalau bukan Jinki Hyung, maka kau yang paling norak.”

Jinki mengangguk-angguk. Jonghyun melempar bantal ke kepala Jinki.

“ Ngapain juga Hyung setuju?!”

Nyengir.

Kibum menarik kerah belakang Jinki dengan cool dan menoleh sedikit ke arah tiga orang tersisa.

“ Kami pergi dulu ya, dan Choi Minho, jangan kau apa-apakan anakku.”

Gigi Minho berderit.

BLAM. Pintu pun tertutup seperti di film-film.

Hening.

Jonghyun berguling-guling di kasur, sementara Minho terlihat blank. Taemin berjongkok di lantai dan menggembungkan pipinya.

Bosan.

Baru juga ditinggal Kibum dan Jinki, mereka sudah tidak punya apa-apa untuk dilakukan. Pertama kalinya di dalam hotel mewah membuat mereka tidak tahu harus berbuat apa.

Taemin mengulum bibirnya. “ Aku ingin lolipop, Minho Hyung.”

Minho mengangkat kepala dan merongoh tas Kibum. “ Sepertinya Kibum membawa beberapa lolipop dan permen.. ah, ini dia.”

Taemin meraih lolipop itu dari tangan Minho dengan girang dan membuka bungkusnya, kemudian mengisapnya.

Minho kembali bengong.

“ Hngg. Aku bosaaaaannnnn,” Jonghyun mengulet dan menggembungkan pipinya. Minho tetap aja nge-blank. Mulutnya terbuka sedikit dan bulat. Begitulah Minho kalau dia tidak punya kerjaan.

Jonghyun mengedipkan matanya, penasaran. Dia mendekat pada Minho, masih saja orang paling tinggi itu tidak sadar.

Iseng, Jonghyun sudah tidak pakai mikir lagi.

Dia menyentil bibir Minho dengan jarinya.

JEPRET.

“ YA KIM JONGHYUN!”

“ AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

Jonghyun melompat ke kasur, kaget. Sigap, langkah kaki Minho mengejar Jonghyun dan alhasil mereka kejar-kejaran di dalam kamar hotel yang cukup luas itu.

Jonghyun menambah kecepatannya dan menyeringai.

Dia tidak akan bisa menangkap –

ARRGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH >_____>>>>>>>>>>>>>>

AKU LUPA DIA IKUT ATLETIK!!!!

Jonghyun menoleh dan keselek ludah.

“ CHOI MINHO KAU JANGAN MENGEJARKU!!! KAKIMU LEBIH PANJANG DARIKU YA TUHAN AKU TAKUT KALAU KAU BERLARI!!!”

“ SALAH SENDIRI JEPRET BIBIR ORANG!!”

“ HABIS KAU BENGONG! MAKANYA AKU ————– YA CHOI MINHO KUBILANG AKU TAKUUUT! KAKIMU PANJANG BANGET SOALNYA JADI STOP STOOOOOOOOOOOOOOOOOP!!!”

Dengan sigap, Minho menarik Jonghyun dan melemparnya ke kasur. Jonghyun menelan ludah selagi Minho mengangkat tangan, siap menjepretnya balik.

Glek.

“ GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

Sementara itu, si maknae masih jongkok di atas lantai sambil ngemut lolipopnya. Merasa bosan, Taemin merangkak menuju tempat dvd player dan mengambil beberapa film. Taemin mengerutkan dahi. Semua rata-rata dvd itu disampul biru dan diberi judul tulisan saja, tidak ada gambar dan sebagainya.

At the edge of climax..

… Bathroom is not for a play..

… Hot Heat..

Semua judul-judul itu tidak familiar di mata Taemin. Awalnya Taemin agak sedikit ragu untuk menyetel dvd itu, namun karena kebosanan amat sangat dan Hyung-hyungnya malah berantem jepret-jepretan di belakang dengan efek suara ‘ergh’ ‘gyaaaa’ ‘tidaaaak’ ‘aaaaaaaaaaaa’, Taemin sudah tidak bisa berpikir banyak. Dia pun meletakkan dvd itu di atas player,

Kemudian, Taemin pun memencet tombol play, memainkannya dan memundurkan badannya sedikit, menjauh dari layar tv.

Film itu pun dimulai.

Jonghyun dan Minho menghentikan gulat mereka, menengok. Mereka melihat Taemin sedang melipat kaki dan menonton dengan serius.

Tapi anehnya, background music nya agak nggak enak di dengar. Terlalu romantis dan malah bernada cinta-cinta.

“ ahh…”

Jonghyun dan Minho terlonjak.

Taemin mengerutkan dahi, sekali lagi.

“ suara apa itu?”

Ketiganya terdiam.

“ ahh.. emm.. jangan.. ahh..”

Itu suara perempuan.

Mata kedua yang lebih tua itu membulat.

Bingo.

“ TAEMIN AH KAU JANGAN LIHAAAAAAAAAAAAAAAAAAT!!”

Taemin tersentak kaget dan mengerjapkan matanya.

“ Eh..”

“ ahhh.. emmh.. ahh..”

Minho, seketika itu juga, melompat dan menarik maknae itu ke antara lengannya.

“ TAEMINNIE AWAAAAAAAAAAASSS!!”

“ HYUNG! MATIKAN PLAYERNYA!!!”

“ EHH? EHH? GELAP!! SIAPA YANG MENUTUP MATAKU?!! AKU TIDAK BISA MELIHAT!! MANA LOLLIKUUUU?!!”

Jonghyun spontan terbang menuju dvd player dan hendak menghentikan player itu.

Akan tetapi..

o.0

“ MINHO!!” seru Jonghyun dengan suara tertahan, panik, “ ini bukan player yang memiliki tombol di alatnya!!”

“ mana remotenya? Mana?! Itu video porno!!” Minho mempelototi Jonghyun dengan nada suara pelan sambil menyumpal telinga Taemin dengan lengannya, yang sibuk mengoceh ‘oh-hyung-dimana-permenku’.

“ ugh.. ngg.. mmh.. lagi..

Wajah Minho dan Jonghyun berubah semerah tomat.

Melihat video porno, berdua saja dengan lelaki, sembari melindungi kesucian maknae..

Tentu saja mau dilihat segi manapun, itu bukan hal yang bagus.

Minho memandang Jonghyun, horror. “ Kalau Kibum menemukan kita dalam keadaan begini..”

Jonghyun menelan ludah.

Kibum akan berteriak-teriak, karena Jonghyun dan Minho dianggap merusak kesucian maknae mereka.

Walaupun itu bukan salah Jonghyun dan Minho, tetap saja Kibum tidak akan peduli kalau sudah menyangkut anak kesayangannya.

Kibum akan memarahi Jonghyun dan Minho.

Kibum akan mencekik Jonghyun dan Minho.

Jinki hanya akan mengunyah snack nya dan menontoni bagaimana-Kibum-menghukum-Jonghyun-dan-Minho.

Oke. Itu tidak baik.

Daripada berisiko terkena lemparan-lemparan barang dari Kibum, Jonghyun langsung berkeliling panik mencari remote dvd player.

Taemin menggeliat, masi mencari lolipopnya yang lepas dari tangannya saat Minho menariknya. Minho mengambil lolipop yang tergeletak di atas lantai dan menyodokkannya ke mulut Taemin.

Ew. Jorok.

Taemin mengisapnya lagi, masih dengan mata tertutup. Kedua sisi kepalanya diapit oleh lengan Minho yang besar.

Minho berusaha melindungi keluguan Taemin.

“ .. ahh! Ahh! Ahh!”

ERRRRR.

Minho menguatkan dekapannya dan menelan ludah. Taemin sedikit mengangkat kepalanya, bertanya-tanya.

“ Hyung, suara apa itu yang ‘ahh’ ‘ahh’ barusan?”

Ya Tuhan bahkan Taemin menirukan suara itu.

“ Err.. Suara gulat?”

“ Memang ada cewek dan cowok bergulat?”

Minho memutar matanya, memberi sinyal agar Jonghyun mencari remote lebih cepat, membuat yang lebih tua tambah panik.

“ Emm, ada kok,” jawab Minho gelagapan, “ ada. Maka bunyi suara mereka jadi begi ..”

“ ehh.. ahh.. emmhhh..

“ ‘seperti itu’ ?”

Minho menunduk, berusaha menahan malu. “ Y-y-yaa..”

“ Hyung kenapa gemetaran begitu? Dan kenapa Hyung menutup mataku?”

“ err.. karena.. aku kedinginan. Aku menutup matamu karena gulat itu tidak baik untuk seumuranmu, Taemin-ah.”

Taemin mengangguk-angguk dan menghisap lolinya.

Sementara Jonghyun masih berkeliaran, dalam kepanikan mencari sebuah remote tv.

Mereka berada di saat-saat yang paling menegang –

“ Akhirnya sampai juga .. ~ ~”

Jonghyun dan Minho membeku di tempat.

Oh, ya Tuhan O.0

Itu suara Kibum.

Wajah Minho berubah mengeras dan panik-to-the-max dan seperti orang sembelit. “ Jonghyun Hyung!!!” jeritnya dengan suara kecil. Jonghyun menggigit bibirnya, frustasi tidak bisa menemukan remote sialan itu.

“ Jonghyun hyung? Minho? Taemin? Buka pintunya ~”

Kibum mengetuk pintu.

Kedua lelaki itu mules bukan main.

Akibat kesal, Jonghyun akhirnya menendang sebuah meja kecil, membuatnya bergeser dari tempatnya.

Mengejutkannya, sebuah benda persegi panjang berwarna hitam dengan tombol-tombol kecil, muncul tanpa berdosa.

Mulut Jonghyun menganga,

dan menyambar benda itu bahagia.

Akhirnya!! TT___TT

Jonghyun membalikkan badannya dan melempar remote itu ke Minho. “ Kau matikan player-nya sementara aku membuka pintunya!” perintah Jonghyun. Minho mengangguk dan mengacungkan remote itu ke arah player.

Tangan Jonghyun meraih ganggang pintu, membuka kuncinya, sementara jari Minho mulai menekan tombol pause.

Pintu pun terbuka.

“ Aiiish kalian, nyaris saja aku menggedar-gedor pintu kalau bukan ingat ini di hotel. Kalian ini lama seka – .. hei? Kenapa wajah kalian aneh begitu?” Kibum menyatukan alisnya keheranan, sementara Jinki melambaikan tangan di belakang kibum dengan snack yang memenuhi mulutnya.

Jonghyun dan Minho hanya menyeringai aneh.

“ Whoaaa..”

Kelima makhluk itu terkagum-kagum saat melihat ruang makan dan juga makan malam yang dihidangkan oleh hotel itu.

Semuanya tipe-tipe makanan high class.

“ WOOOOO!”

Dan tentu saja di antara mereka yang paling bahagia melihat makanan-mewah-bagi-rakyat-jelata adalah Lee Jinki.

“ makanaaaaan!!!”

Jinki pun melesat mengambil makanan, diikuti keempat orang lainnya.

Lalu mereka duduk bersama, mulai menyantap makan malam mereka.

Enaknya… T^T

Yak. Mereka pun makan dengan lahap. Nyem.

Di tengah-tengah suara kunyahan, Kibum bertanya sambil mengambil sesuap nasi serta lauk dari piringnya.

“ Katakan padaku, Taeminnie. Apakah kau senang hari ini?”

Taemin mengangguk dengan penuh semangat. “ Iya! Bahkan tadi Jonghyun hyung dan Minho hyung ‘bergulat’ .. ohya.. kalau ingat bergulat, mereka berdua baik deh..”

Tangan Jonghyun dan Minho berhenti dari gerakan mengambil makan.

Gawat.

“ Hmm?” Kibum memiringkan kepala, “ memang apa?”

“ Mereka melindungiku dari menonton sebuah film gulat, kata Minho Hyung, itu tidak cocok untuk dilihat olehku dan dia menutup mataku.”

“ ‘Gulat’ ?” Kibum keheranan. “ Ada, ya, di hotel?”

“ Ada!” Taemin mengangguk penuh semangat, “ Yang main cewek dan cowok, kok. Ada suara ‘ahh’ ‘ahh’ ahh’ nya gitu. ~”

Lagi-lagi, Taemin menirukan bunyi suara itu.

Sial.

Jonghyun dan Minho bisa melihat kilatan api dari mata Kibum yang ditujukan untuk mereka.

Keduanya membatu, ketakutan.

Glek.

Comments on: "Acknowledge It, It’s SHINee Sangtae – chapter 3" (18)

  1. KYAHAHAHAHAHA ~
    poor Jongho xD

    ‘gulat’ antara cowok dan cewek LOOOL ~

    wondering how Taemin said ‘ah’ word with his adorable sense, LMAO ~

    ten thumbs up for you, ahra-shii ! xD

  2. ehehehehe thankyou ^________^

  3. KYAAAAAAAAA seru seru seru seru seruuuuu!!!!!! lanjutannya dong author! lanjutannya! prok prok prok! lanjutannya!!!!

  4. omg..omg…omg..i looove this…even though i couldnt understand some of the words!!!! hahahhahaha

  5. ROFL~
    magnaaaaeeeeeeeeeeeeee !
    ngakak malem2 dah,
    bayangin usahanya minho ama jjong ngelindungin taeminnie~
    taem, imut kali dirimu nak >.<

  6. Saya menggilaaaaaa
    XDDDD
    speechlessakitperutketawaketiwi
    XDDDD

  7. tau kenapa ini agak sedikit porno, karna abisan ngeliat teaser? o.O
    next ya dear, jjong for the maincast, hahaha

  8. sashalicia said:

    hahahahaha, again!!!!! oke, ketawa ngakak parah! aduh, bingung mw ngomen apa, yg jelas aq ngakak ama kepanikan jjong-minho dan kepolosan maknae! oh god, taeminnie, polos skali dirimu, nak!!!😀
    tp syg, adegan kejar2an jjong-minho ga diceritain lbih lanjut, pdhl kan kali aj ad moment yg bakal lbih heboh! full of hotness moment mungkin?😀 biarin lah maknae udh gede ni, udh 18 taun jg kok *loh? hehehe…upss piss ah

  9. sashalicia said:

    btw, aq ga bs komen d chapter bikinan nino, pdhl udh ngomen panjang tp ilang, ditulis ulang ttp ga masuk komennya…knpa ya? huhu…y udh deh d sini aj komennya…pkknya ff kolaborasi kalian brdua daebak!!!!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: