more fantasy about k-pop

Title: [oneshot] The Happiest Guy Like Me

Author: Choi Ahra

Genre: Romance, Fluff
Rating: G
Cast: [main] 2PM’s Nichkhun, ninja!SJ’s Kim Kibum
Word Count: 2263
Disclaimer: to think that i own nothing of these boys ~

Warning: FAIL FLUFF. ALERT: IM SO EMBARASSED. FIRST TIME MAKING SO FLUFFY FIC D:

Summary: Yes. It’s their 100th day anniversary.
A/N: JRENG JRENG JRENG.

THIS FIC IS SO SPECIAL. guess what? dedicated to SUNSHINee’s Manager, Kak Mai❤ beloved unnie+sunbae+everything kekeke. despite angst is quite popular, i decided to turn it to be sweet story.

So yeah enjoy, kak Mai and the readers😄 cupcake comments are allowed. jk HEHE.

Music: No Other – Super Junior

P.S: the sentences that translated in english are the parts of No Other’s translation (got inspiration from this, to be honest hehe) ^______________^

—————————————————————————————————————————————–

There’s no one like you, even if I look around it’s just like that, where else to look for?
A good person like you, a good person like you, with a good heart like you, a gift as great as you


Nickhun memainkan jemarinya, mendesah saat melihat tanggal di kalender.

Seminggu lagi adalah 100 harinya bersama Kim Shinra.

Nichkhun melengos dan menjatuhkan dirinya di kasur, berbaring. Dia menggumamkan sesuatu tidak jelas dan memejamkan matanya.

Apa yang harus dia berikan untuk Shinra, ya?

Your two warm hands gets cold when I’m cold
Your heart that used to be strong becomes sensitive when I’m hurt
Take my hands silently, hold me silently, I’m only wishing for such little comforts
You don’t know my heart that wanted to do more just for you


“ Khunnie,” Shinra berjongkok dan napasnya mengeluarkan asap, mengingat saat itu sedang musim dingin. Nichkhun, yang sedang duduk di bangku taman, mengangkat wajahnya. “ Ya?”

“ Tanganmu,” Shinra terlihat khawatir, “ terlihat sangat pucat.”

“ Ah, ini,” Nichkhun mengangkat alisnya, “ Aku memang tidak mengenakan sarung tangan. Kau bagaimana? Apakah jaket kelonggaranmu cukup untuk menghangatkanmu?”

“ Iya,” Shinra mengangguk. Nichkhun tersenyum. “ Syukurlah.”

“ Tapi..” Shinra menurunkan sedikit lengan jaketnya yang kepanjangan dan menggenggam erat tangan Nichkhun, menariknya masuk ke dalam lengan jaket. Nichkhun agak terkejut melihat tindakan Shinra sementara gadis itu tersenyum lebar.

“ Apakah sudah hangat?”

Inilah sebabnya Nichkhun ingin sekali memberikan sesuatu yang spesial untuk gadis ini.

Call out my heart, free my soul
It always felt like the first time, these remaining days are more than the time that I came to love you


Hari itu, Nichkhun memutuskan untuk mengunjungi rumah Shinra dan menjemputnya, karena mereka hendak pergi ke suatu tempat. Bukan keinginan Shinra untuk minta ditemani, tetapi Nichkhun menawarkan diri. Dan sebenarnya Nichkhun juga ada maksud lain, bukan hanya bertemu dengan Shinra.

Seseorang membukakan pintu untuk Nichkhun.

“ Hei, Khunnie.”

“ Halo, Kibum.”

Pemuda bernama Kim Kibum itu, mempersilakan Nichkhun masuk. “ Ayo. Di luar dingin. Shinra sedang mandi air hangat.”

“ Oh,” Nichkhun melangkah ke dalam. “ Apa kabarmu, Kibum?”

“ Begitulah,” Kibum memutar bola matanya, “ Menjalani kehidupan sebagai model sekaligus kuliah. Belum lagi mengurusi Shinra.”

Nichkhun tertawa kecil. “  Susahnya kalau orang tua kalian tinggal di luar negeri.”

“ Hmm, yah, begitulah,” Kibum menggerutu, “ Memang menyusahkan.”

Nichkhun tahu, meski Kibum selalu mengeluh tentang repotnya tinggal berdua dengan adik sendiri, Kibum itu adalah sister complex. Nichkhun ingat bagaimana dirinya susah payah meyakinkan Kibum bahwa dia pantas sebagai pacar Shinra.

Kibum mengajak Nichkhun untuk duduk di ruang tengah. Keduanya duduk bersantai di sofa. Nichkhun bersenandung dalam hati. Surga dunia. Mana di luar dingin sekali. Untuk di sini hangat.

Nichkhun memang tidak terlalu kuat terhadap dingin.

Setelah beberapa menit bersantai-santai di atas sofa, Nichkhun teringat sesuatu dan membetulkan posisi duduknya. “ Ya.. Kibummie.”

“ Hm?” Kibum membuka sedikit matanya. Nichkhun mengaitkan jemarinya satu sama lain. “ Hmm.. Aku ingin menanyakan sesuatu..”

“ Tentang?”

“ Apa yang sedang disukai Shinra.”

Kibum mengerutkan dahi. “ Bagaimana sih? Kau kan pacarnya. Seharusnya kau lebih tahu.”

“ Yah, dari yang kulihat sih, Shinra seperti tidak ada apapun yang sedang dia benar-benar sukai.”

“ Apalagi aku,” Kibum melipat tangannya, “ Memangnya kau pikir aku tahu?”

Nichkhun mendesah. “ Begitu, ya..”

“ Wah, kenapa?” Kibum memajukan tubuhnya, “ Kau mau memberi sesuatu untuk Shinra?”

“ Sebenarnya beberapa hari lagi adalah 100 hari kami,” jelas Nichkhun dengan nada kebingungan, “ dan aku tidak tahu apa yang harus lakukan.”

Kibum mengerutkan dahinya. “ Kau sedah berjanji padaku supaya bisa menyenangkan hatinya, maka dari itulah aku merestui kalian.”

“ Err. Bukan, bukannya aku tidak bisa menyenangkannya atau gimana tapi, okelah aku sedang stuck ingin memberikan hadiah apa.”

Kibum memanyunkan bibirnya. “ Lihatlah dirimu. Kau good-looking, Khun. Harusnya kau percaya diri atau bagaimana.”

“ Ergh, Kibum. Aku bahkan tidak tahu apa yang mesti kubanggakan dari diriku,” Nichkhun menyibakkan poninya, “ Kau tahu sendiri bagaimana aku mengejarnya dulu.”

“ Karena dia terlalu baik hati? Ya Tuhan, Khun, itu artinya dia menyayangimu. Hal sekecil apapun akan membuatnya senang,” ujar Kibum dengan suara enteng.

Nichkhun melipat tangannya. “ Lalu apa yang harus kulakukan?”

“ Kau jadikan saja apa yang kau inginkan dari Shinra dalam wujud benda.”

Kerutan di dahi Nichkhun bertambah lagi. Dia benar-benar tidak menangkap maksud Kibum.

“ Oppa! Dimana handuk – ah! Khunnie!

Nichkhun menoleh dan menelan ludahnya. Shinra muncul dengan baju mandi yang membalut tubuhnya, sementara tangan kaki dan wajah masih terlihat basah.

Shinra menyeringai malu-malu. “ Iya. Aku masih belum mengeringkan diriku. YA! Kibum Oppa! Dimana handukku?!”

“ Emm. Kupakai barusan. Di kamarku.”

Shinra melotot. “ KENAPA KAU PAKAI HANDUKKU?! KAU PUNYA HANDUK SENDIRI!!” dan Shinra pun melesat menuju kamar Kibum.

Nichkhun melirik Kibum aneh. “ Aku juga bertanya-tanya tentang hal yang sama.”

“ Diam kau,” Kibum memelorotkan dirinya di sofa, membuang muka, “ memangnya kenapa? Handuknya Shinra harum. Aku suka.”

“ Dasar sister complex.

“ Dasar bule bodoh.”

Hening.

When my greedy heart gradually search to other directions
When my mind can’t handle whenever my greed grow even more
I know all those reasons that clearly says that you’re here, it’s the only one
I’m always thankful. I could do better as you do.


Udara yang lumayan sejuk itu berhembus lembut. Salju tidak lagi turun, namun menyisakan jejaknya di sepanjang jalan. Shinra dan Nichkhun sedang berjalan berdua menyusuri pinggiran toko di Kota Seoul.

Kemudian, Shinra berhenti di depan sebuah toko wol. Dia memasuki toko itu, diikuti Nichkhun. Shinra berjalan sambil mengamati dengan teliti, tiap benang wolnya.

Lalu dia mengambil sebuah benang wol merah dan kuning. Shinra pun memutar badannya.

“ Khunnie,” kata Shinra mengangkat kedua benang wol itu, “ Lebih bagus merah atau kuning?”

Khunnie memperhatikan keduanya, dan menjawab, “ Kuning.”

Shinra mengangguk-angguk. “ Warna favoritmu.”

“ Yap.”

Shinra pun membeli benang wol kuning itu dengan sedikit benang wol berwarna broken whit, serta jarum dan beberapa perlengkapan merajut. Dia mengangsurkan benang itu ke meja kasir dan membayarnya.

“ Terima kasih! Silakan berkunjung lagi!” kasir itu memberikan belanjaan Shinra. Gadis itu membungkuk sopan. “ Ne, kamsahamnida. Annyong haseo.”

Ne.”

Khunnie melangkah keluar toko dan Shinra berada di belakangnya.

“ Untuk apa kau tiba-tiba membeli benang wol itu?”

Shinra tidak menjawab. Dia malah menggamit tangan Nickhun, dan terlihat khawatir. “ Khunnie. Tanganmu putih sekali. Kau kedinginan?”

Nichkhun mengelus kepala Shinra. “ Aku memang gampang kedinginan, kan?”

“ Seharusnya kita tidak pergi,” sesal Shinra, “ biar aku pergi sendiri.”

Nichkhun menggeleng. “ Sudahlah. Aku yang menawarkan diri menemanimu, kan.”

Shinra menghela napas, tetap merasa tidak enak. Nichkhun buru-buru mengalihkan pembicaraan. “ Lagipula aku ini laki-laki, Shinra. Oh ya. Kau belum menjawab pertanyaanku barusan. Kenapa kau membeli itu?”

Shinra tidak menjawab, melainkan hanya tersenyum kecil, membuat Nichkhun tidak mengerti.

Lalu, hari demi hari berlalu.

Di hari H pun, Nichkhun tetap tidak menemukan apa yang harus dia berikan pada Shinra. Dengan sedikit putus asa, Nichkhun memutuskan untuk hanya mem-booking tempat di sebuah restoran yang dipenuhi lampu cerah dan terletak agak lebih tinggi daripada restoran lainnya, sehingga bisa melihat pemandangan malam. Di tambah lagi, restoran itu dikelilingi toko-toko dan di depannya adalah jalan raya yang tidak banyak mobil dikemudikan kencang.

Nichkhun mengenakan kemeja santai berwarna putih dan jaket agak formal berwarna kuning. Dia memastikan dirinya tidak berantakan dan sebagainya.

Tiba-tiba, ada email masuk di ponselnya.

Nichkhun membuka email itu dan berkerut.

Khunnie, kita bertemunya di restoran saja. Tidak usah menjemputku. Biasa, ada sesuatu (- -)”

Shinra.

Nichkhun memasukkan ponsel ke saku celananya dan mengecek lagi penampilannya, sebelum akhirnya berangkat menuju restoran yang dijanjikan.

Hanya butuh waktu seperempat jam sampai akhirnya Nichkhun tiba di restoran itu. Nichkhun berjalan masuk dan duduk di tempat yang sudah dia reserved. Nichkhun melemparkan pandangannya ke luar dan melihat pemandangan malam, banyak lampu yang menyala di tengah-tengah musim dingin. Tempat yang dipilih Nichkhun adalah ruangan outdoor tetapi dipastikan suasananya hangat selama musim dingin.

Nichkhun mengangguk puas dan mulai menunggu Shinra.

Lima belas menit.

Dua puluh menit.

Tiga puluh menit.

Empat puluh menit.

Nichkhun menggertakkan giginya. Dimana gadis itu?

Mulai merasa tidak sabar, Nichkhun mengambil ponsel, hendak menelpon Shinra.

“ Khunnie!”

lima puluh menit.

Khunnie menoleh dan melihat Shinra sedang berdiri, dengan napas terengah-engah. Dia mengenakan white dress dan bolero jeans serta syal putih juga. Dia terlihat kelelahan. Nichkhun bisa menebak kalau dia datang dengan berlari.

Ya ampun, tidakkah dia tahu ada taksi di Korea?

“ Menunggu lama, ya?” tanya Shinra pelan. Nichkhun, yang terlanjur agak bad mood, hanya menjawab, “ Begitulah.”

“ Maaf..” Shinra menyeret bangku dan duduk di depan Nichkhun, menunduk. Nichkhun menyadari kalau ada kantung mata hitam di wajah Shinra, namun karena terlalu mempedulikan kekesalannya, Nichkhun berkata pendek, “ tidak usah dipikirkan.”

Nichkhun benar-benar kesal. Ucapannya sudah mulai terdengar setengah hati.

Shinra menghela napas. “ Kelihatannya tidak begitu,” ucapnya pelan. Nichkhun tidak menjawab.

Akhirnya, di tengah-tengah suasana yang cukup tegang, Shinra mengeluarkan sesuatu dari tasnya.

“ Ini hadiah untukmu.”

Shinra memberikan sebuah bungkusan untuk Nichkhun.

“ Apa ini?”

“ .. Buka saja. Tidak perlu dirobek. Aku sudah mendesainnya agar kau tinggal membukanya.”

Dengan agak malas, Nichkhun menuruti ucapan Shinra. Dia membuka bungkusan itu dan merongohkan tangannya masuk, mengambil hadiahnya. Nichkhun merasa benda itu empuk dan halus, seperti rajutan. Nichkhun pun menarik tangan beserta hadiahnya, lalu tertegun.

“ Ngg.. Yah.. Khunnie.. Itu hadiah untukmu.”

Sepasang sarung tangan wol berwarna kuning yang diberi hiasan borderan garis tipis berwarna putih.

Nichkhun terkejut dan segera teringat.

“ Ini benang wol yang kau beli tiga hari yang lalu?”

“ Iya.”

Nichkhun mengerjap-ngerjapkan matanya, menyadari sesuatu. “ Tunggu.. Jangan bilang kau menyelesaikannya dalam waktu tiga hari?”

“ Memang iya.”

“ Kau kan tidak punya basic merajut?”

“ Pakai buku panduan.”

“ Dalam tiga hari? Kau bisa?”

Shinra tersenyum bangga.

“ AH!” Nichkhun menunjuk kantung mata Shinra, “ kau kurang tidur?”

Shinra mengangguk malu-malu. “ Iya. Makanya aku ketiduran barusan, dan aku harus menyelesaikan sedikit rajutan ini. Makanya aku telat.”

Mendengar pengakuan Shinra, Nichkhun membulatkan matanya. Shinra hanya mengurai senyum lugu.

Nichkhun menggigit bibirnya, dan tiba-tiba berdiri.

“ Tunggu disitu!”

Shinra, tentu saja kaget. “ Ehh? Kemana??”

“ Sebentar, aku ada perlu,” Nichkhun tersenyum lembut, “ tidak lama kok.”

Awalnya Shinra mengira Nichkhun tidak menyukai hadiahnya dan ditambah marah karena ketelatannya, namun melihat senyuman Nichkhun, Shinra tidak berkata apa-apa kecuali mengangguk.

Nichkhun pun melesat pergi, keluar dan mendapati dirinya sedang berlari kecil di pertokoan.

Nichkhun merutuki dirinya yang berpikiran negatif, dan tidak menyangka Shinra akan berbuat sejauh itu.

Apa yang kupikirkan?! gerutu Nichkhun, dasar bodoh!

Hanya saja Nichkhun sekarang tidak tahu apa yang harus dia lakukan, sampai akhirnya dia teringat ucapan Kibum.

‘ “ Kau jadikan saja apa yang kau inginkan dari Shinra dalam wujud benda.” ‘

Di saat yang bersamaan, mata Nichkhun menangkap sebuah toko dan saat itu juga, dia telah menentukan apa yang ingin dia beli.

You know, I’m a little bit shy sometimes, you don’t know but you’re burning like the sun, please understand my feelings
Even those girls that appears on TV shows are sparkling, you’re always be the one in my eyes (I’m going crazy crazy Baby)


Shinra meremas tangannya, gelisah. Sudah setengah jam dan Nichkhun belum kunjung kembali. Matanya melirik kemana-mana dan dirinya menggeliat, cemas.

Dimana Nichkhun?

Shinra meletakkan kepalanya di atas meja, mulai berpikir macam-macam. Perasaan bersalahnya karena datang telat muncul lagi.

Mungkinkah Khunnie..

“ Ya, Shinra-yah.”

Shinra nyaris meloncat kaget dan mengangkat kepalanya. “ Kh.. Khunnie?”

Nichkhun tertawa lebar dan duduk. “ Hei. Maaf ya, aku tadi ada perlu.”

Shinra menggembungkan pipinya. “ Oke. Memangnya apa yang kau lakukan?”

“ Pergi ke toko perhiasan.”

Alis Shinra menyatu. “ Buat apa?”

Nichkhun mengetuk-ngetukkan jarinya di atas meja. “ Hmm.. Jadi sebenarnya..” lalu Nichkhun mengambil sesuatu dari sakunya. Sebuah kotak merah. Kedua pasang mata Shinra melihat serius ke kotak itu.

Nichkhun, kemudian membukanya,.

Sebuah cincin perak.

“ Wuah,” Shinra terkagum-kagum, “ Cantiknya!”

Nichkhun menarik tangan kiri Shinra dan tampak agak gugup, menyusun kata-kata.

“ Yahh.. Hmm..”

Shinra mengerutkan keningnya, tidak mengerti, sampai kemudian Nichkhun memasangkan cincin itu ke jari manisnya.

Mata Shinra membulat.

“ Kau lihat sendiri kan,” Nichkhun berkata terbata-bata, menahan malu, “ Ini untukmu.”

Shinra menatap Nichkhun tidak percaya. Nichkhun menelan ludah, melanjutkan kata-katanya.

“ Itu artinya ya, kau harus bersamaku.”

Sudah kukatakan. Terima kasih saranmu, Kibummie.

Nichkhun menunggu reaksi Shinra, namun yang ada justru Shinra yang membeku, jelas terlihat keterkejutannya.

Nichkhun menjentikkan jari dengan kencang. “ Hei! Hei! Shinra-yah!”

Untunglah, Shinra segera tersentak dan mengerjap-ngerjapkan matanya. Pandangannya menelusuri sosok Nichkhun yang salah tingkah bercampur malu, usai memberikan cincin itu.

Shinra mengulum senyum.

Orang itu tidak akan pernah romantis dan akan selalu canggung.

Dengan menahan geli, Shinra menggenggam erat tangan Nichkhun, tersenyum lebar.

“ Saranghae.”

Dan ketika itu juga, Nichkhun tertegun mendengar ucapan Shinra.

Hearing you tell me that you love me, I have everything in this world, You & I, You’re so fine, is there someone like you?
I love you Oh, please know it, to me there’s only you, that I stupidly see you as my everything

Tanpa sadar, Nichkhun membalasnya dengan sebuah senyuman pula.

“ Aku juga.”


We arrived on the same road, we’re just the same, how surprising, how grateful, it’s love

There’s no one like you, even if I look around it’s just like that, where else to look for?
A good person like you, a good person like you, witha a good heart like you, a gift as great as you
How lucky that I’m the person who will try his hard to protect you, where else to look for?
A happy guy like me, a happy guy like me, the guy with the happiest smile like me


Dan demikianlah, mereka melewati 100 hari mereka dengan makan malam .. yang tidak akan terlupakan, sepertinya.🙂

Comments on: "[oneshot] The Happiest Guy Like Me" (15)

  1. PERTAMAX !!
    aigooooooooooooooooooo.. makasiihh naaddddd.. saranghaeeeee..
    bener” brasa di WGM dan khunnie nya itu loohh >w<
    bikin bener" mupeng! lanjutkan karya" lain mu ya naad..
    skali lagi terimakasih sudah memenuhi request ku😀

    • nado saranghae kaaaaaaaaaaaaaaak wahahaha. Aku ngerasa aja kalo khun ga cocok sama angst atau yg humor, soalnya mukanya senyum mulu, malah jadinya WGM banget yakkk😄

      i will, and you’re welcome😄

  2. eiya walaupun kibum munculnya sekilas doang.. tapi cukup happy dengan sister complex nya.. dan part yg handuk itu.. hahaha ngebayanginnya kocak deh!😄

    • omg you like it then *hides in embarassement* mau nulis pake bahasa inggris tapi danggggg aku gabisa kepikiran apa2 gara2 liat teasernya jonghyun uggggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh hot 8D

  3. hahahaha meskipun agak gimana gituu yaa.. tapi i like it mengingat dy sister complex gitu😄
    no problemoo naad.. masih banyak next time koq😀
    xixixi ahhh aku masih cengar cengiirrrrr~ syalalala

    • kekekeke iya dongggg kan enak punya kakak sister complex kyk kibum. udah ganteng. imut. dan imut. imut pula. semua serba imut 8D

  4. So sweetnyaaaaa❤
    ahra mah emang ga pernah gagal buat ak ga kedip stiap baca ffnya.
    Hhi.

  5. aaah~ romantis tis tis tis >.<

  6. Cerita yg sangat manis.
    Di tunggu FF lain.a

  7. sashalicia said:

    shinra tuh ibaratnya vic onnie kali ya (hehe, serasa khuntoria a.k.a samgyupsal couple)…tp ntah knpa, yg ad dlm pikiran aq bwt ngegambarin shinra tuh shin young onnie (yg pelawak cewe yg d IY), cuma dlm vrsi lbih kurus dan lbih tinggi, kekekeke~~~ *maafkan imajinasi anehku ini -_-
    btw ahra ssi, aq jg suka ama ff yg ni, so sweet~~~ sekalian aja lamar pake lagu marry u, lbih mantep tuh *loh?🙂

  8. SariElfShawol said:

    uwaa Romantis !! keren2 DAebak!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: