more fantasy about k-pop

Judul : My Little Hyukkie Part 9 sequel of “SuJu’s Driver”
Cast : Super Junior Lee HyukJae, Cho KyuHun, Lee Sungmin, Kim young Woon, Leeteuk

Untuk apa aku mengkhawatirkanya. Tapi hati kecilku tidak demikian. Aku merasa sangat khawatir. Belum lagi melihat minji yang terluka. Akupun menarik nafas panjang hingga salah satu perawat keluar dari ruangan tersebut “saya membutuhkan banyak suplai darah, persediaan kami tidak mencukupi. Golongan darah O secepatnya harus ditransfusi. Lebih baik jika itu berasal dari orangtuanya”.
Semua orangpun panik. Orang bergolongan darah itu ditempat ini sekarang hanyalah aku dan kangin hyung. Kangin huyng mencoba merelakan dirinya namun minji beranjak dari tempatnya kemudian menghampiriku. “oppa. Lakukanlah untuk hyukkie” kedua tangannya menyentuhku dengan gemetar.
“minji, aku akan memberikannya untuk hyukkie” kangin hyung menginterupsi. Minji mengangkat wajahnya menatapku. Sisa air mata membasahi pipinya. “dia anak mu. Itu akan lebih baik. Kumohon!!!”dia berbisik.
“bisa sedikit lebih cepat, saya khawatir tidak ada waktu lagi” timpal perawat yang tergesa-gesa dari arah pintu ICU. Mata minji yang menatapku dengan tajam juga diiringi deraian airmatanya membuatku tanpa berpikir panjang mengikuti perawat itu. Para member ku kebingungan.

Minji’s POV

Saat ini aku tidak punya pilihan. Hanya hyuk oppa lah satu-satunya harapanku untuk menolong hyukkie putra kami. Iya benar. Hyukkie adalah buah cinta ku dan hyuk oppa. Aku memiliki alasan tersendiri untuk tidak mengatakannya pada oppa. Kubenamkan wajahku dengan kedua tanganku. Berharap hyukkie tertolong dengan segera setelah hyuk oppa pergi membantunya.
Kangin oppa menghampiriku. “minji-ah wae??”. Kuangkat kedua kepalaku. Air mataku mengalir. Kangin oppa memelukku. “mianhae oppa…jeongmal mianhae” isakku di dada kangin oppa. Kangin oppa menepuk-nepuk punggungku agar aku tenang. “gwenchana. Dia akan baik-baik saja. Hyukjae pasti berhasil melakukannya”. Mendengar perkataan kang in oppa membuatku sedikit tenang dan entah mengapa sepertinya semua orang memahami situasiku saat itu. Mengapa aku meminta hyuk oppa yang melakukanya. Mereka para oppa mengerti tanpa satu pun penjelasan dari mulutku.
Hyuk Jae’s POV
Hyukkie terbaring lemah disebelahku. Tiap tetesan darahku kuberikan untuknya. Wajahnya yang putih tampak lebih pucat dari biasanya. Dia menutup matanya. Nafasnya kembang kempis dengan perlahan. Terdapat perban di sekitar kepalanya. Kuraih tangannya yang mungil. Begitu mungil hingga dapat kusembunyikan di antara telapak tanganku. “hyukkie-ahh, kau harus kuat. Appa disini untukmu”.
Proses transfusi pun selesai. Untung saja aku dalam keadaan sehat sehingga semuanya berjalan lancar. Sungguh menyedihkan. Hyukkie belum tersadar dari pingsan yang dialaminya karena kejadian jatuh itu. Akupun keluar dari ruang ICU bersamaan dengan hyukkie yang dibawa menuju ruang perawatan. Semua orang pun panik. Minji mengikuti para perawat yang membawa hyukkie. Raut wajahnya begitu penuh kekhawatiran. Aku pun berjalan mengikuti mereka dari belakang diikuti pula oleh para memberku.
Teuk hyung menghampiriku. “gwenchana???”. Akupun mengangguk. “apa yang terjadi??apa yang minji bisikan padamu”. Para memberkupun menghentikan langkahnya sedangkan minji sudah jauh dari pandangan kami. Langkahku pun terhenti. “dia putra ku”. Tiga kata yang kulontarkan yang membuat mereka terkejut menahan nafas. Tak kupedulikan mereka karena langkahku berjalan terus menuju ruang perawatan hyukkie.
Didalam ruang perawatan hanya ada minji yang menempelkan kepalanya disebelah hyukkie yang terbaring lemah. Kami semua pun masuk karena tempatnya cukup besar. Terlebih lagi memberku yang datang hanya beberapa orang sehingga tempat itu cukup untuk ditempati.
Kami mengambil posisi masing-masing. Kyuhyun yang terduduk di sofa bersama sungmin hyung. Menghadap punggung minji. Teuk hyung yang duduk bersebrangan di ranjang tempat hyukkie berbaring dan disebelahnya kangin hyung yang terduduk dikursi kecil. Yesung hyung dan ryeowookie tidak ikut menjaga asrama. Dan aku. Kusandarkan tubuhku di dinding dekat pintu dengan jari-jari yang kumainkan. Perasaan takut dan gugup menghantuiku. Kepalaku tertunduk haru.
“3 minggu setelah berpisah, aku baru mengetahui jika aku sedang mengandung. Ini merupakan hal baru bagiku. Awalnya aku mengalami banyak kesulitan. Bahkan ketika kupikir aku tidak akan melahirkannya, aku tak bisa karena ini adalah hal terakhir yang kau berikan padaku. Sampai saat kelahiran hingga saat ini, aku melakukan semuanya sendiri. Terkadang aku berpkir hyukkie merupakan beban bagiku. Aku khawatir sekali aku tidak bisa membesarkannya tapi setiap kali melihat tawanya aku merasa sangat senang karena dia mengingatkanku padamu. Dia selalu menemani hari-hariku yang lelah. Aku tidak ingin membebani mu dengan menagtakannya secra terang-terangan karena aku memikirkan posisi kalian sebagia public figur”. Air matanya mulai mengalir, tangannya membelai lembut hyukkie. Namun dia tidak bercerita sampai disitu.
“semakin hari hyukkie semakin pintar. Aku sangat senang melihat perkembangannya hingga suatu hari dia bertanya mengenai appanya. Aku tidak pernah menjawab itu. Aku tidak ingin dia tahu. Sampai pada akhirnya di suatu hari dia menangis setelah pulang bermain. Aku bertanya padanya, dia tetap menangis. Belakangan aku mengetahui jika teman-temannya mengejek dia yang tidak mempunyai appa. Akupun membawanya berpindah-pindah setelah dia mengalami hal yang sama. Dia selalu saja menangis tapi tidak mau menceritakan yang terjadi. Kamipun akhirnya sampai disini. Disini aku tidak membiarkannya bermain dengan siapapun karena akan terjadi hal yang sama. Pada hari ulangtahunnya aku memberikan mainan yang sampai saat ini sangat dia sukai. Namun pada akhirnya dia bertemu denganmu tanpa kuperkirakan. Setiap kali pulang kerumah dia selalu senang. Dia menunjukan mainan baru yang kau berikan. Hatinya selalu berbunga jika menceritakan tentang mu. Akhirnya aku mengetahui itu kau pada saat itu. Saat itu aku khawtir sekali. Apa yang harus kukatakan padamu dan hyukkie. Bagimana mungkin orang yang selalu hyukkie bicarakan ternyata adalah kau!!!orang yang selama ini selalu dia cari”.

Air matanya tetap mengalir. Dia mencoba menahannya meskipun isak tangisnya tak berhenti. Aku tak tau apa yang harus kulakukan. Kulangkahkan kaki keluar dari ruangan itu. Aku menangis. Entah apa yang kutangisi. Mungkin aku menangis melihat hyukkie yang terbaring lemah memperjuangkan hidupnya. Tapi mungkin juga aku menangis karena aku merasa tidak berguna. Aku telah melantarkan mereka. Aku menelantarkan mereka dimana mereka sangat membutuhkanku.

Selama dirumah sakit, minji tidak pernah meninggalkan hyukkie sedikitpun. Dia menunggunya berharap agar hyukkie segera siuman. Meskipun sibuk namun aku selalu menyempatkan diri menjenguknya namun jika sampai disana maka minji sudah tertidur disamping hyukkie. Kami pun tidak pernah sempat membicarakan apapun.
Beberapa hari kemudian hyukkie pun mulai siuman. Dihari terakhir akupun hendak menjemputnya namun,
“APA YANG KAU LAKUKAN DISINI HUH??AKUTIDAK MAU MELIHATMU. AKU MEMBENCIMU AHJUSII”. Baru pertama kali ini dia membentakku.

TBC

PS : maaf atas keterlambatnnya. Ada keraguan. Kali ini juga sedikit diragukan isinya. Maaf kalo kurang bagus.
Terimakasih,
By hanjiehyuk ^^

Comments on: "My Little Hyukkie Part 9 sequel of “SuJu’s Driver”" (7)

  1. Ihh sebel deh.author bikin aq nangis pdhl aq lg skt kepala.jd tmbh skt deh.ragu knp?bgs kok.smpe part brp nih?endingx hrs bgs ya.kalo sedih atw tragis,aq ga akan mau bc ff mu *MELOTOT MODE ON*

  2. hiks…. hyukkie sabar ya..
    little hyukkie cepet sembuh..
    udah lama nunggu nih part di post..
    ditunggu lanjutannya ya~

  3. Han Soo Yoo said:

    lanjutt , tapi ASAP yaaa~

  4. liany_kyunie said:

    suka banget ma ni ff,,,,,
    slma ni jadi silent reader*langsung sujud d kaki author*
    mian,,,,
    hp saya gk bisa bwat komen2nan,,
    hehehehehe….
    lanjut…..

  5. younghae said:

    jie,, kmu,,, AISH~~ JINJAAA~~
    brubah drastis dari yg aq bc…
    aigoo~ =.=
    cpt lah lanjutannya d publish aq penasaran neeh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: