more fantasy about k-pop

Title: Acknowledge it, It’s SHINee Sangtae – Chapter 1

~ And When Jinki Tried to Drive Them ~

Author: Choi Ahra (this chap) and Nino.

Genre: Comedy, Friendship, Brother-Romance .

Rating: PG

Cast: SHINee

Word Count: 2652

Disclaimer: I dont own anyone except minho

Summary:

5 commoners. ordinary boys who live together in a dorm. what kind of absurd life they have?

Warning:

there’s slight brother romance (idk if it’s counted also as slight yaoi, whatever. i think it’s bromance) such as 2min moment. or maybe jongkey-onkey? whatever hahahah. It’s safe.

A/N: 1st chap is written by Ahra ~

—————————————————————————————————————————————-

Jinki, Jonghyun, Kibum, Minho, dan Taemin adalah lima pemuda yang hidup bersama di dalam dorm yang disebut dorm SHINee. Entah darimana sebutan itu berasal. Masing-masing memiliki masa lalu yang membuat mereka tinggal bersama. Berdasarkan nama mereka, kelimanya menamakan keluarga mereka dengan sebutan keluarga SHINee. Mereka menjalani kehidupan keluarga mereka yang agak absurd bersama-sama.. seperti kali ini.

Jinki adalah seorang pemuda yang ceroboh. Meskipun dia adalah seorang dosen, kecerobohannya telah diakui oleh anggota ‘keluarga’nya. Bahkan mahasiswa-mahasiswanya mengakui kalau Jinki adalah dosen yang paling gampang dikerjai. Tetapi Jinki selalu, muncul, dengan ide-ide anehnya.

Maka, hari itu, semua dikejutkan dengan keinginan Jinki kalau dia ingin mengajak jalan-jalan ‘keluarga’nya.. dengan mobil.

Jinki berlari dengan penuh semangat. “ HAIII KALIAAAAAAAN! AKU INGIN MENGAJAK KALIAN JALAN-JA – UGH.”

Keempatnya melihat Jinki yang terperosok begitu saja ke lantai dorm mereka, padahal di lantai itu tidak ada barang apapun yang bisa membuat Jinki tersandung.

Jinki dikenal mempunyai keahlian selalu tersandung terhadap barang-barang invisible.

Jonghyun, Kibum, Minho, dan Taemin terdiam melihat ke Jinki yang nyungsep, di tengah-tengah mereka sedang menonton kartun bayi.

“ Hyung? Hyung? Kau masih hidup?” tanya Jonghyun sambil menguyah keripiknya. Jinki bangun, nyengir, plus mengacungkan jempolnya. “ Oke.”

“ Oh.”

Lalu mereka berempat melanjutkan menonton kartun bayi. Menurut mereka, bayi itu seperti Taemin. Taemin menonton dirinya sendiri. Bayi itu imut. Taemin merasa dirinya imut.

Jinki berdiri dan membersihkan debu di lututnya. “ Hmm. Hai, anak-anak – “

“ Kami bukan anakmu,” potong Jonghyun.

“ Ah. Maksudku, adik-adikku tersayang, Kibum Jonghyun, Minho, Taem –“

“ Taemin itu anakku,” kata Kibum tegas. Jinki seperti ingin melempar sesuatu ke wajah mereka. Namun dia menahan tangannya dan tersenyum-lebar-memperlihatkan-giginya.

“ Aku ingin mengajak kalian piknik,” ucap Jinki dengan gaya, hai-kau-dapat-hadiah-jalan-jalan-semalam-dengan-diriku.

“ Apa?” Kibum mengerutkan dahinya. “ Kau bilang ingin mengajak kami piknik?”

“ Yap,” Jinki tersenyum lebar.

Taemin bertanya dengan heran. “ Naik apa? Taman terdekat sini ditempuh dalam waktu dua jam, Hyung. Kau tidak bermaksud menyuruh kami naik bis, kan?”

“ Tahun lalu kau mengajak kami piknik dengan bus dan akhirnya kita terdampar di hutan,” timpal Jonghyun. Jinki mendengus sombong dan mengeluarkan dompetnya, mengacungkan sesuatu.

“ JRENG JRENG.”

Keempatnya terfokus terhadap benda berukuran persegi panjang yang kecil.

Sebuah kartu.

“ Apa itu?”

“ Kartu SIM,” jawab Jinki bangga, “ Aku baru dapat, lho.”

“ Ehh?”

Kibum memandang Jonghyun, Taemin, dan Minho, bergantian, lalu menoleh lagi ke arah Jinki.

“ Tidak.” Keempatnya menjawab serempak. Jinki mengerutkan bibirnya. “ Kenapaaa?”

“ Karena. Kau. Pasti. Mendapatkan. Kartu. SIM-nya. Secara. Ilegal,” tuduh Kibum.

“ Ngg. Tidak.”

“ Oke. Berarti aku benar.”

“ INTINYA!” Jinki menjadi semangat lagi. “ Kalian harus ikut piknik denganku! Aku bahkan sudah mempersiapkan mobil sewa, mengambil cuti sehari untuk esok, membuat daftar apa saja yang dibawa, dan…”

“ Hyung, kau dengar? Kami tidak akan pergi,” potong Kibum, menatap Jinki tajam.

OHOK.

Jinki terdiam. Pandangan matanya menjadi kosong. Ekspresinya menjadi aneh. Kibum bersumpah dia seperti mendengar backrgound musik ‘jreng jreng jreng jreng’ di belakang Jinki.

Jinki membalikkan badannya, masuk ke dalam kamar.

BLAM!

Taemin melemparkan pandangannya ke arah Kibum. “ Umma. Jinki hyung ngambek.”

Kibum menghela napas.

Makan malam sudah tiba. Namun tidak ada tanda-tanda kehidupan Jinki melangkah keluar kamar ataupun terdengar suara dari kamar Jinki. Kibum, yang membagi kamarnya dengan Jinki, sedari tadi belum masuk ke dalam kamar sehingga dia tidak tahu apa yang Jinki lakukan.

“ Ya, kim kibum,” ucap Minho, pertama kalinya diberi dialog oleh author. “ Kau tahu, sekarang sudah waktunya makan malam dan sebaiknya kau memanggil Jinki Hyung keluar.”

“ Apa yang harus kukatakan?” tanya Kibum melirik was-was. Minho menunjuk ke arah meja makan.

“ Bilang saja tentang makan malam hari ini,” jawab Minho datar, “ ayam goreng.”

Dan itulah yang hendak Kibum lakukan. Dia berjalan menuju kamarnya dan mendesah panjang, mulai mengetuk pintu.

Tok tok.

Tidak ada jawaban.

Tok tok tok.

Sunyi.

Kibum membalikkan badan dan mukanya terlihat seperti orang sembelit tiga hari, memelas. Jonghyun, Minho, dan Taemin berjalan mendekati Kibum. Keempatnya sekarang berada di depan pintu kamar Jinki dan Kibum.

Tok tok.

Tetap tidak ada jawaban.

“ Aish.” Jonghyun berdecak, “ Kita kan tinggal buka pintunya!”

Tangan Jonghyun terulur, hendak membuka pintunya, namun kemudian terhenti.

“ Tunggu,” Jonghyun mengerutkan dahi, “ Aura apa ini?”

Seperti aura hitam dari kamar, keluar dari sisi-sisi pinggir pintu. Entah mengapa, keluarga SHINee bukanlah keluarga cenayang, namun mereka seperti bisa melihat aura hitam itu.

Kibum menyikut Jonghyun yang sudah kaku seperti boneka. “ Hei! Katamu kau mau membuka pintu ini!”

“ Tidak tahu. Kalian liat aura hitam itu kan?”

Semua mengangguk gelisah. Mereka saling berpandangan. Minho, kemudian, memecah suasana dengan memperbesar bola matanya, atau bahasa kerennya, jadi belo.

“ Hyung!” seru Minho, “ bukalah! Kau adalah lelaki! Jangan takut terhadap pintu itu atau aura hitamnya!”

Jonghyun merasa tersentuh. Air mata mau turun. Sudah menggenang. “ Min.. Minho..”

“ Hyung..”

*adegan tatap-tatapan. Mengharukan. Background: kelap-kelip. Musik: You Raise me up – Josh Groban*

Jonghyun mengusap matanya yang sudah berair dan menatap Minho dengan tangguh. “ Kau memang lelaki sejati, Minho. Aku merasa kalah. Aku memberikan penghormatan untukmu sebagai the real man. Bukalah pintu ini, Minho.”

Minho tersenyum jantan.

“ Tidak mau.”

“ …. sialan.” Pada akhirnya Minho membuat Jonghyun yang membuka pintu. Jonghyun menggulung lengan bajunya dan menghela napas. Kau pasti bisa, Kim Jonghyun.

Tangannya memegang knok pintu, dan membuka pintunya.

Cekrek.

Jonghyun pun melangkah masuk. Dia menemukan kamar dalam keadaan gelap. Jonghyun menelan ludah dan menyusuri kamar.

“ Hyung? ~”

Jonghyun berjalan. Terus.. terus..

Ng? Sepertinya dia mendengar suara gumaman..

Kaki Jonghyun mengenai sesuatu. Jonghyun terheran-heran dan menunduk.

“ AIYEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE”

BLAM!

“ JONGHYUN HYUNG! KAU KENAPA?!” Minho masuk dengan heroiknya. Jonghyun, yang sudah terduduk di lantai, menunjuk dengan gemetar.

“ Itu! Jinki hyung – “

“ Ada apa dengan – AIEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE”

Taemin berteriak. Kibum dan Minho menganga. Jinki, di pojokan kamar, sedang jongkok, noel-noel lantai.

Entah kenapa keempatnya bisa melihat kalau di belakang Jinki seolah-olah suram semua. Jinki menjadi seputih kertas. Nggak ada bedanya dengan hantu.

Oke. Jinki memang ngambek. Tapi seharusnya nggak sedesperate ini, sampai-sampai Jonghyun nyaris salto ke belakang.

Kibum memberanikan diri mendekati Jinki. “ Hyung?”

Jinki berhenti sebentar noel-noel  lantai, dan melirik. “ Apa?”

Kibum berusaha memasang senyum terbaiknya. “ Mm. Makan malam, yuk.”

“ Tidak mau.”

“ Nanti kau sakit.”

“ Nggak peduli.”

“ Hngg..” Kibum mengangkat bahu dan menghela napas. “ Padahal makan malam hari ini adalah ayam goreng..”

Telinga Jinki menjadi berdiri, nyaris mirip menjadi radar.

Lalu dia berdiri tiba-tiba, mengejutkan yang lainnya. Jinki berbalik dan berjalan keluar kamar. Keempat orang itu melihat apa yang Jinki lakukan.

Jinki menuju meja makan.

Lalu kembali lagi, menuju spot dia jongkok barusan.

Glek.

Dia mengambil ayamnya.

Mereka melihat bagaimana Jinki mengunyah ayam gorengnya dipadukan dengan kesuraman yang mengelilingi dirinya.

Semuanya menelan ludah. Mengerikan.

Mereka tidak punya pilihan lain. Kibum mendesah dan mendekati Jinki. “ Ya, Hyung. Kau bisakah berhenti bertindak kelam begini? Sebagai gantinya, kami mau kok jalan-jalan dengan – “

Belum selesai berbicara, Jinki langsung berdiri dengan mata berbinar-binar seolah-olah ada lampu disko di matanya, membuat Kibum mundur selangkah. Jinki terlihat berkaca-kaca dengan ayam di mulutnya. “ Sungguh?!”

“ Err. Iya. Telan dulu makananmu.”

Lalu Jinki melesat dengan cepat dan tahu-tahu, kepalanya muncul dari samping pintu. “ AYO BERKEMAS UNTUK BESOK!”

Jinki pun lenyap di balik pintu.

Jonghyun, Kibum, Minho, dan Taemin bertukar pandang.

“ Umma,” kata Taemin tidak yakin, “ Apakah kita bisa mempercayakan keahlian menyetir Jinki Hyung?”

Kibum mengangkat bahu, pasrah. Jonghyun melirik Minho. “ Hm. Aku bisa menyetir. Aku mempunyai SIM-ku, tapi – “

“ Jinki Hyung akan menangis kalau kita tidak mempersilakannya menyetir,” potong Minho.

Mereka pun mendesah bersamaan.

“ SELAMAT PAGI, DONGSAENG~~”

Jonghyun seperti merasa ada kupu-kupu di perutnya. Dia merasa mulas. Taemin melingkarkan tangannya di pinggang Minho, mulai merasa mual. Kibum sendiri hanya menatap Jinki khawatir. Jinki terlihat sangat excited.

“ Jadi, aku sudah mempersiapkan semua keperluan kita untuk piknik dan,” Jinki mengacungkan kunci mobil, “ Berita bagus. Mobil sewaan sudah datang. Kita tinggal berangkat saja sekarang!”

Keluarga SHINee hari ini tidak tahu apakah itu dikategorikan berita bagus atau berita akhir kehidupan konyol.

Mereka pun berjalan lunglai mengikuti Jinki yang seperti menari kecil sambil menuju mobil sewaan. Warna mobil itu biru, dan mobil itu adalah sedan yang terparkir di depan dorm mereka. Minho dan Jonghyun membantu Jinki memasukkan barang-barang ke dalam bagasi, sementara Taemin dan Kibum mengecek keadaan dalam mobil. Setelah siap, Jinki pun masuk ke dalam mobil. Sisanya saling lirik-lirikan, menyikut satu sama lain, dan hompimpa. Akhirnya setelah undian yang panjang (?) diputuskanlah Jonghyun duduk di depan, berjaga-jaga untuk menemani Jinki yang sepertinya masih amatir menyetir. Bahkan tidak ada yang tahu bagaimana caranya Jinki mendapatkan SIM.

Jonghyun duduk di jok depan, sementara sisanya duduk di belakang. Minho duduk di sisi pinggir persis di belakang Jinki. Taemin memilih untuk duduk di samping Minho, berharap agar bisa ketularan ketenangannya Minho. Sementara Kibum, duduk di belakang Jonghyun, berpikir kalau dia bisa menyemangati Jonghyun yang jelas-jelas sibuk mempersiapkan hatinya.

“ Oke! Kalian siap?!” tanya Jinki dengan nada berapi-api.

“ Err.. ya.”

“ Kalau begitu..” Jinki menginjak kopling, memasukkan gigi.. dan..

Jonghyun terbelalak.

“ JINKI HYUNG! LEPAS KOPLINGNYA PELAN-PE – – AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

Mobilnya loncat.

Jinki menginjak rem dengan gegabahnya di gigi satu. Sejenak mereka bisa bernapas lega. Mobil sejauh ini berjalan dengan mulus. Ketika ada pertigaan jalan raya, Jinki memasang lampu sen arah kiri. Minho melemparkan pandangannya ke arah kanan, dan matanya melebar. Dia menarik tangan Taemin dan menutup mata maknae.

“ HYUNG!!”

TIIIIIN TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIN.

Kibum loncat kaget dari joknya.

“ HYUUUUUUUUUUUUUUUNG KAU SEHARUSNYA MELIHAT KIRI KANANMU SEBELUM BERBELOOOOOOOOOOOOOOK.”

“ Apa? Apa?”

“ KUBILANG LIHAT KIRI KANANMU! AWAS, ADA TRUK DI BELA – JONGHYUN! BANTING SETIRNYA KE KIRI! CEPAAAAAAAAAAAAT!”

Jonghyun, untunglah dengan sigap, langsung membanting setirnya ke kiri.

Selamat.

“ Jonghyun!” Jinki melotot, “ Sudah kubilang kan, aku bisa menyetir sendiri? Santai saja! Truk bukan masalah bagiku!”

“ DAN MASALAH BAGI KITA, HYUNG! KALAU JONGHYUNNIE HYUNG TIDAK MEMBANTING SETIRNYA, APA JADINYA. UNTUNG SAJA KAU TIDAK MENGEREM,” jerit Taemin dengan suara tertahan. Tapi sepertinya hanya dianggap angin lalu oleh Jinki, yang masih menyetir mobil dengan riang.

Kemudian mereka masuk ke dalam jalan tol. Jonghyun melirik Jinki. “ Hyung. Kau yakin bisa melewati jalan tol?”

“ Bisa.”

Taemin menelan ludah dan dia makin menenggelamkan dirinya di bahu Minho. Kibum memegang bahu Jonghyun, meremasnya kuat-kuat.

“ Hmm.. kalau begitu aku akan menggunakan gigi.. empat.”

Jinki mengubah gigi mobil… tanpa menginjak kopling.

Di tengah-tengah tol, mobil berhenti.

“ HYUNG! CEPAT KAU NYALAKAN MESINNYA!” jerit Jonghyun. Kibum menoleh ke belakang dan dia melotot. “ DI BELAKANG ADA BIS! HYUUUUNG!”

“ Hmm.. Nyalakan..”

“ INJAK KOPLING SAMBIL MASUKKAN GIGI, BODOH!”

“ Oho..” Jinki pun menginjak kopling dan memutar kunci mobil. Akhirnya mobil pun nyala, tetapi mereka lupa total kalau gigi masih berada di angka empat.

Jinki menginjak gas dengan penuh kepercayaan diri.

NGUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUNG.

“ TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK!”

Salip satu mobil.

Salip kanan.

Salip kiri.

Salip zig zag.

Salip, salip, dan salip.

Kecepatan: 120km/jam.

“ JINKI HYUUUUUUUUUUUNG KAU SEHARUSNYA BERHATI-HA – – YA TUHAN KAU JANGAN PINDAHKAN KE GIGI ENAM! HYUUUUUUUUUUUUUUUUUUUNG!!!!”

Kibum bersumpah mobil yang mereka tumpangi seperti hendak terbang. Mobil melaju dengan kecepatan di atas 120km/jam, keluar dari tol, dan melewati jalan raya yang sisi kiri kanannya di kelilingi pohon-pohon.

“ OH! ADA KAMBING! AKU HARUS REM!”

Dan kenapa pula ada kambing di jalan raya.

Jinki mengerem dengan kencang, membuat keempat orang yang berada di mobil itu terhempas ke depan, lalu Jinki menginjak kopling, tidak mengurangi gigi, menginjak gas, dan membanting setir untuk menghindari kambing itu, membuat mobil itu melakukan gerakan ekstrim.

“ GYAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”

Jalanan kosong. Jinki terlihat bahagia. “ AKU BISA MELEWATI KAMBING!”

“ MEMANGNYA KENAPA KALAU BISA?! HYUUUUUUUUNG KURANGI KECEPATANNYA!!”

Namun suara mobil yang cepat membuat Jinki tidak bisa mendengar jeritan Taemin. “ Apa? Kau bilang apa?!”

“ KUBILANG HYUNG HARUS — AWAS DI DEPAN ADA JALAN TURUNAN!”

Sejauh mata memandang, turunan itu termasuk curam.

Hola.

“ GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!”

“ OH! REM! REM!”

“ IYA HYUNG! KAU REM – HYUUUUUUUUUUNG SEHARUSNYA KAU JANGAN INJAK KOPLING JUGA!!!!”

Dan mereka pun meluncuri turunan itu dengan sangat cepat.

“ Jonghyun? Kau bilang jangan injak kopling? Tapi kata siswaku yang memberi keterangan, menginjak rem harus dengan kopling!”

“ TIDAAAAK! ITU KALAU MAU BERHENTI! KALAU MELUNCUR, KAU INJAK REM SAJA! KOPLING MEMBUAT MOBIL MELUNCUR DENGAN CEPAT!”

“ begitukah? Aku belum mempraktekannya, sih!”

Jonghyun terbelalak dan mulutnya berbentuk huruf o. “ APA?! LALU KAU BELAJAR APA?!”

KRIIIIIIIIIIIIIIIIK.

Mobil berhenti. Jinki menginjak remnya sekuat tenaga. Dengan bangga, dia memutar tubuhnya dan tersenyum lebar. “ Kau lihat? Mobilnya sudah berhenti, lho.”

Jonghyun menelan ludah. “ Kau benar, Hyung. Mobilnya memang sudah berhenti, tapi..”

“ ‘tapi’ ?”

“ kita berada di tengah-tengah turunan, lho.”

Kalau dilihat dari luar, mobil yang mereka tumpangi berada persis di tengah jalanan menurun itu. Jinki memang memberhentikan mobilnya, tetapi dengan cara yang salah.

“ Hyung..” Taemin menggeliat, mendekati Jinki, “ Kau mendapat kartu SIM dari mana?”

“ He? Dari siswaku. Ayahnya adalah seorang petugas SIM. Dia berhutang budi padaku karena nilai mata kuliahnya meningkat.”

“ Dan kau belajar menyetir dari.. ?”

“ Aku hanya diberi keterangan siswaku, apa-apa saja yang harus kulakukan dalam menyetir.”

“ TUNGGU!” potong Kibum, menyeruak di antara Taemin dan jok yang diduduki Jonghyun. “ Artinya. Kau. Belum. Pernah. Menyetir. Mobil?”

Jinki menggeleng dengan bangga. “ Tapi kemampuanku lumayan, kan?”

Ah. Jadi ini sebabnya mereka berempat memiliki perasaan terancam.

Jinki mengedip-ngedipkan matanya. “ Ah. Kita harus menuruni jalanan ini.”

“ Eh. Sebentar, Hyung mau a – “

Jinki mengangkat kaki kanannya dari rem, memosisikan ke gas, sementara kaki kirinya melepas injakan kopling dengan cepat.

Perlu diketahui bahwa apabila kita hendak menjalankan mobil lagi, kopling tidak boleh dilepas terburu-buru, atau tidak, mobil akan loncat.

Tetapi karena Jinki melakukannya, mobil pun, lagi-lagi, meloncat, di tengah-tengah turunan.

Kemudian Jinki menginjak gas dengan penuh semangat.

Lagi-lagi, tanpa mengurusi gigi mobil.

Jinki bertindak sangat ceroboh sekarang.

Mobil menukik dengan tajam.

“ GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

Kali ini, bukan hanya mereka berempat yang menjerit. Jinki pun ikut ke dalam koor mereka.

“ HYUUUUUUUUUUUUUUUUUUUNG HENTIKAN MOBILNYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

Kibum sudah seperti ibu hamil yang mau melahirkan.

“ AKUUUUUU TIDAAAAAAAAAAK BISAAAAAAAAAAAAAAA MELIHAAAAAAAAAAT!! PANDANGANKU KABUUUUUR! MOBILNYA BERJALAN TERLALU CEPAAAAAAAAAAAAAAAT!!!”

“ KAU SEHARUSNYA MENGURANGI KECEPATANNYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!”

Taemin menyesal tidak mempersiapkan surat wasiat. Dia menenggelamkan dirinya di tubuh Minho, membiarkannya memeluk dirinya yang sudah ketakutan.

Kibum mengguncang-guncang tubuh Jonghyun.

“ LAKUKAN SESUATUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU, JONGHYUUUUUUUUUUUUUUUUN!!!”

Jonghyun menarik napas kuat-kuat dan mendengus.

Sekarang atau tidak sama sekali.

SYUUUUNG~

mobil melaju dengan kecepatan tinggi, bahkan di jalan raya.

Ralat.

Di tengah-tengah jalan raya.

180km/jam.

Jonghyun memutar posisi tubuhnya. Dia mengangkat kakinya, membiarkan menimpa kedua lutut Jinki, dan memasukkanya dalam bawah setir, menendang kedua kaki Jinki. Kemudian Jonghyun memajukan tubuhnya, tangannya memegang setir. Jonghyun menginjak rem dengan perlahan-lahan, menginjak kopling, membanting setirnya ke arah kiri, menyerempet ke pepohonan.

Lalu Jonghyun menginjak pedal rem kuat-kuat.

CRIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIT.

Mobil pun terhenti.

Glek.

Pada akhirnya hari itu, mereka piknik di jalan raya karena kebetulan ada pohon-pohonan. Keluarga SHINee tidak punya sisa tenaga untuk menaiki bus menuju taman seperti rencana semula. Akhirnya mereka memilih untuk piknik di bawah pohon-pohon, berjarak lima meter dari TKP. Mereka piknik sambil memperhatikan mobil-mobil lewat.

Taemin merebahkan dirinya di lengan Minho. Jonghyun menyelonjorkan kakinya di atas kaki Kibum. Kaki Jonghyun agak sedikit terkilir karena tindakannya barusan yang menginjak kedua pedal kuat-kuat, memaksa kekuatan kakinya, hingga urat kakinya tertarik. Sementara Jinki menatap kosong ke arah jalan raya.

Bersyukurlah terhadap aksi heroik Jonghyun.

“ Kita masih hidup?” tanya Taemin pelan.

“ Anehnya, ya. Untunglah, Taeminnie,” jawab Minho sambil mengelus kepala maknae kesayangannya.

“ Wow.”

Kibum melihat Jinki yang sedang termangu, melongo melihat mobil-mobil yang lewat. Kibum pun menepuk bahu Jinki yang duduk tidak jauh darinya.

“ Kurasa Hyung harus mengambil kursus mengemudi dulu. Kau bisa mengambil hikmah dari kejadian barusan, kan?”

Jinki mengangguk pelan. Kemudian Kibum merangkul Jinki.

“ Hyung. Kuharap kau mengerti kalau yah.. bukannya kami tidak ingin kau menyetir.. tapi..”

“ Hmm..”

“ Hyung tidak marah kan?” tanya Kibum khawatir. Jinki menghela napas dan menoleh ke arah Kibum.

“ Ng, sejujurnya, aku memikirkan hal yang lain, Kibummie.”

“ Apa?”

Jinki kemudian, menatapi kedua kaki Jonghyun yang terkilir.

“ Bukannya apa-apa ya, tapi..”

“ ya.. ?”

“ … Siapa nanti yang akan menyetir pulang kembali ke dorm? Itu mobil sewaan, harus dikembalikan.”

Hening.

—————————————————————————————————————————————-

so yeah 1st part is done. what do you think? fail humour, i guess lol im lack in sense of humour. forgive me. idk anymore. hiks. *bow*

~ ahra ~

Comments on: "Acknowledge it, It’s SHINee Sangtae – Chapter 1" (15)

  1. BANG .

    AHAHAHAHA ~ apa2an nih ! parah, sepanjangan gue baca ini ngakak2 mulu, HAHAHA ~ yaoloh yarobb tuhan ~ Onew ~ emang bener2 gila tuh anak ! untung aja pada selamat mereka, haha ~

    AS I EXPECTED, ITS NOT A FAIL, IT WAS TOTALLY HILARIOUS, EPIC !

    but … too bad, i have to continuing this, i dont think it becomes a good humour later, maybe PWP with Crack-ness, LOL

    OH MY GOD, BB ~ WHAT THE HELL IN YOUR MIND WHEN YOU WROTE IT ?? LMAO xDDD I LOVE YOU SO MUCH ! x*

    • DID I DO EPIC HUMOUR?😄 ngga apa2 tiba2 bayangin aja kalo mereka nyetir………. belom pernah sih *pengalaman habis belajar nyetir*

      WHAT ON EARTH WAS I THINKING ABOUT??? IT TURNED WEIRD YET I CORRUPTED JINKI’S MIND BY PERSUADING HIMSELF TO DROVE. LMAO😄

      thankyou! and well, we can help each other to make this whatsoever story. lmao wondering what would SHINee think once they know we write a story like this. i mean, myself who had the idea /smackmyself/

  2. YES, YOU ARE xD
    ahaha poor Onew LOL
    nevermind, bb ~ ahaha i think they would extremely shock and thinking ‘are we as silly as this fic ?’ when they read it ROFL ~
    yeah, big applause for you then ! xD

  3. LOL~!!
    xD
    ONEEWWWWW *cubit2* hampir memusnahkan dongsaengnya~ can’t stop laughing baca pas onew nyetir
    kasian dede emin *tepok2 taemin*
    it’s good, it’s good!! d^^b

  4. haha naadddd.. you’re really an awesome writer! LOL😄
    ngakak bacanyaa.. spertinya dibuat berdasarkan pengalaman blajar nyetir nih nad?*evil wink* gyaahahahaha

  5. Untunglah kita hanya membayangkan SHINee nyetir..!! Wah lucu lucu kasian aq sama jonghyun
    kenapa minho gx nyetir si.
    Wakakakakakakaka

  6. OMG aaaaaaaaaa seruuu!!!😄 lanjutannya dong author hehehe ^^

  7. sashalicia said:

    ahahahahahahahaha…..
    sumpah, guling2 dah baca chapter ni, br kali ni baca ff ahra yg segokil ni…ok, jjong d cerita night julliete and nerd romeo jg bikin ngakak, tp yg ni bnr2 parah!!! mulai dr jinki yg pundungan, trus pas nyetir ky kemasukan setan…ups! bnr, aq jg pnasaran, klu jinki baca ff ni, apa yg ad d pikiran dia y? mungkin dia mikir “bnrkah gw seceroboh ni? gw mempermalukan diri sndiri!” lol~~~
    btw, 2min momentnya kurang hot ah *dipelototin ah ra :D*

  8. hmmmm….sepanjang baca, gak berhenti ngakak. Puji Tuhan,,,mereka masih hidup *yaiyalah,,,cuma cerita ini*

    Onew masih riang gembira, padahal yang 4 sisanya sudah ketar-ketir wkwkwk….keren keren

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: