more fantasy about k-pop

Title :  Please Be Mine

Chapter :  8/?

Author :  Nino

Cast :  Kang Ha Jie, Jong Hyun SHINee, Tae Min SHINee | other SHINee boys

Genre :  AU, Fluff, Friendship, Humour, Romance

Rating :  PG-13

Language :  Bahasa Indonesia

Word Count :  3.597

SummaryTae Min was depressed by his ‘fault’ last night which makes Ha Jie so disappointed with him, and then it takes Jong Hyun to turn up his revenge

Disclaimer : I only own the story while SM own the boys ;_____________;

Warning :  A lil’ bit Jong Hyun’s naughtiness :p and … slight Yaoi moments =_= [idk why can i have that idea, but suddenly it’s dying in my brain when i writing, HE HE HE BD] blame my corrupted mind, but IT IS NOT seriously [only fanservice otherwise LOL ], trust me ! xD <wink>

A/N :  FINALLY  ~ woaaah i’m so happy when i was finished this chapter xD i’m sorry Dinta-onnie, it always take too long time for continuing your FF, REALLY SORRY T_________T i hope you’ll like it guys ~ and so ~ gimme Cherrish comment and with my pleasure i’ll give you Sweet Choco replies ~ enjoy :*

Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5 | Part 6 | Part 7

——:o0o:——

Sahabat ialah sosok makhluk yang spesial, yang setia menemani saat sedih maupun senang, tempat melepas penat, unek-unek, hal istimewa yang asyik dijadikan teman bercanda, seru-seruan … bahkan menjadi sesuatu yang mungkin terdengar melankolis : seseorang yang ditaruhkan perasaan cinta .

Namun saat cinta itu tumbuh, berkembang, meluap hingga timbul rasa ingin memiliki, menjadikannya satu hal yang berarti, hanya untuk kita, tentu banyak hal yang akan berbeda yang muncul akibat rasa itu . Sikap, perlakuan, cara bertutur kata, tatapan mata, seolah-olah bicara padanya, mengatakan bahwa hei-kau-sahabatku-aku-suka-padamu-maaf-kalau-aku-akhirnya-menganggapmu-lebih-dari-sekadar-teman-dekatku-apa-kau-tahu-itu,-sayang-?

Memang menyedihkan jika semua itu nyatanya dianggap tak lebih dari lelucon ironis yang disebut rayuan gombal . Bahkan yang lebih tragis, kenyataan bahwa sahabat yang dicintai itu ternyata menyukai orang lain, apalagi orang itu ternyata teman dekat sendiri .

Ya, dengan berat hati, biar saja kalau memang sahabat itu memilih yang lain, tapi dalam hati berkata bukan-berarti-aku-hanya-akan-duduk-diam,-sekuat-apapun-akan-kubuat-kau-mengalihkan-kedua-matamu-padaku .

Begitulah cinta . Cinta bertepuk sebelah tangan yang terjadi pada seorang lelaki bodoh yang saat ini tenganh duduk diam membaca sebarisan kalimat yang baru saja dibaca dalam buku hariannya .

= End =

Jong Hyun tersenyum . Miris . Kalimat itu tepat sekali menggambarkan apa yang tengah dirasakannya sekarang . Diletakkannya pena warna biru favoritnya di sela buku itu, dan dengan satu helaan nafas, ditutupnya notes bergambar Dinosaurus yang bertuliskan : “PRIVATE . DON’T TRY TO OPEN, EVEN READ, OR MONKEY WILL OUT OF YOUR BOTTOM”

~ Bling Bling Dino ~

Tumben banget aku nulis beginian . Hah . Hahaha ~ apa-apaan ini ? Kesambet apa ya sampe ada aja terlintas di benak buat nulis diary, blah, apalah itu .

Oke . Bener kata pepatah . Senjata bisa makan tuan . Waktu itu aku pernah ngebantah pendapat Key yang bilang kalo bukan cuma cewek yang bisa sentimen dan suka nulis diary .

“Nulis diary itu asik Jjong,” Key mengedikkan buku hariannya ke leher Jong Hyun, “Coba aja” .

Jong Hyun tertawa tergelak . “Asik ? Hah, kau ini emang pantesnya jadi cewek, Key . Ahli masak, muka cantik, hobi dengan segala hal yang, uh, berbau sentimentil macam itu . Hahaha ~”

“Sentimentil ? Jjong, Jjong . Kasian amat sih kau . Ini nih akibatnya kalo buta informasi . Nulis diary itu banyak manfaatnya, kau tahu ? Selain jadi alternatif bagus buat mengekspresikan perasaan, nulis diary juga melatih tata bahasa kita, buat kita jadi lebih kreatif !” seru Key sok diplomatis . “Makanya kalo browsing jangan buka situs dewasa melulu, sekali-sekali buka Kaskus atau Wikipedia dan semacamnya ‘kan lebih berguna buatmu, hahaha ~”

“Sialan !” Jong Hyun mengumpat, melemparkan bantal sofa ke arah Key yang terbahak . “Oke, terserah apa katamu, yang jelas aku nggak tertarik nulis-nulis diary atau sejenisnya itu . Lagian kapan aku bersedia buka-buka situs dewas hah ? Porn maksudmu ? Ckckck ~ dasar otak mesum !”

Yah, tapi sekarang keadaan malah berbalik . Entah kenapa aku jadi tergerak buat ngarang perasaanku terhadap Ha Jie lewat buku harian . Dipikir-pikir asik juga . Yeah, thanks for my besties Key, who gave me this awesome idea .

Awesome . Yup, awesome, Jong Hyun . Why are you look so irritated about that ? Sudahlah akuilah bahwa sekarang kau itu sudah resmi jadi pengikut Key : Cowok Sentimentil .

Bloody-hell Key, who influenced me to be the pathetic one like that .

——:o0o:——

Pagi itu, villa Key masih terlihat sepi . Entah dimana wajah-wajah cerah enam orang yang notabene penghuni villa itu berada . Mungkin saat ini mereka sedang guling-gulingan di kasur, atau masih tidur kebawa mimpi, atau sudah ada yang bangun lebih dulu dan bergegas mandi . Wajar, ini liburan, dan waktu masih menunjukkan pukul 06.00 .

Tapi sayangnya, hari ini adalah liburan terakhir untuk Ha Jie, Jong Hyun, Key, Tae Min, Min Ho dan Onew . Rasanya belum ingin meninggalkan kasur empuk dan segala kenyamanan yang ada di villa Key, tapi lusa mereka sudah harus sekolah kembali menjalankan rutinitas biasa yang membosankan . Hal itu dirasakan oleh sebagian dari keenam anak itu, namun tidak bagi yang lainnya . Liburan kali ini tidak cocok disebut Liburan, tapi saat yang mengesalkan, saat dimana satu masalah yang memusingkan kepala dimulai .

Bermula dari kedatangan seorang cewek bernama Lee Sun Kyu, alias Sunny, sepupu Tae Min, dan juga cewek yang sejak kecil sangat menyukainya namun dengan cara yang sangat berlebihan hingga Tae Min sendiri merasa muak karenanya . Gara-gara dia, mau nggak mau liburan mereka jadi terganggu . Gara-gara dia, Ha Jie jaid sakit hati dan menutup diri darinya .

Dan yang lebih menjengkelkan lagi, Jong Hyun dan Ha Jie nampaknya malah terlihat lebih ‘mesra’ dari biasanya … gara-gara peristiwa kemarin malam itu .

Sulit rasanya bagi Tae Min untuk minta maaf dan membuat Ha Jie berpaling padanya . Jangankan bicara, menoleh pun gadis itu rasanya sungkan .

Seperti contoh sekarang ini .

Ha Jie celingukan mencari sosok Jong Hyun . Tiba-tiba secara nggak sengaja matanya bertemu pandang dengan Tae Min yang kebetulan lewat dihadapannya .

Tapi … baru saja Tae Min menggerakkan bibirnya untuk senyum, eh … gadis itu malah berbalik badan, berjalan menjauh .

DEG ! Seketika Tae Min merasa tertohok oleh sikap Ha Jie barusan . Tapi mau gimana lagi, dia memang salah karena waktu itu dia sudah buat gadis itu kecewa .

Shit, bisiknya dalam hati . Bodoh, bodoh !

Kenapa dia harus melihatku malam itu ? Kalau saja dia nggak ada … semua nggak bakal jadi begini !

Cobalah kalau seandainya dia mau mengerti .

Ha Jie-ah …

——:o0o:——

“Jjong”

Ha Jie memergoki sahabatnya yang sibuk main PSP di sofa ruang tamu . Dihampirinya anak itu dengan raut wajah muram . Jong Hyun menoleh dan tersenyum ke arah Ha Jie sambil berdiri dari tempat duduknya .

“Oh, honey ~ kenapa ? Masem banget tuh muka . Ada masalah ?”

“…”

Tidak menjawab, Ha Jie langsung memeluk Jong Hyun tanpa ba-bi-bu . Jong Hyun tertawa kecil . Dia sudah tidak heran lagi dengan kebiasaan baru sahabatnya itu . Jong Hyun balas memeluknya dengan sayang .

“Maaf … kalau aku jadi aneh,” sahut Ha Jie pelan .

“Aku juga nggak tahu kenapa tiba-tiba aku jadi sentimentil begini, tapi …”

“Rasanya … nyaman kalau memelukmu, Jjong …”

Jong Hyun tersenyum senang mendengar pernyataannya barusan dan mencibir .

“Kurasa … aku jadi pengin ketawa, Ha Jie-ah,” ucapnya, “Ketawa … sengakak-ngakaknya, HAHAHAHA ~”

Ha Jie mengernyitkan alis . “Kenapa mesti ketawa ? Dasar aneh”

“Hahaha ~ abisnya … heran aja dengan sikapmu itu . Biasanya kau sesuka menyiksaku, menjitak kepalaku, mengejekku . Tapi kenapa ya, kok sekarang kayaknya kamu jadi ‘ramah’ banget . Hahaha ~”

Ha Jie tersenyum kecil . Tanpa disadarinya sebentuk senyuman sinis terbentuk di ujung bibir Jong Hyun .

“Pasti gara-gara Tae Min, ‘kan …” ujarnya berbisik . Ha Jie tersentak dan menggigit bibirnya .

“Diam kau” balas Ha Jie tajam . Jong Hyun menyeringai .

Dan seringainya melebar saat menangkap sepasang mata yang memandang penuh kekecewaan ke arah mereka di balik punggung Ha Jie .

Seketika niat liciknya untuk membuat tatapan itu menjadi tatapan kemarahan terbesit di otaknya .

Excellent . It’s time to turn up my revenge . Bye Tae Min, Ha Jie is mine now .

Jong Hyun memberi sedikit jarak antara dirinya dan Ha Jie, dengan satu tangan memeluk pinggangnya dan satu lagi meraih wajah cewek itu . Perlahan jemarinya membelai helaian rambut Ha Jie, menyentuh hingga ke ujungnya dan menatapnya dengan lembut . Dapat dirasakan olehnya wajah Ha Jie  yang memerah akibat perlakuannya yang spontan itu .

“Rambutmu … sudah panjang ya, cantik” ucap Jong Hyun dengan suara yang sangat … pelan hingga membuat Ha Jie bergetar dan mengalihkan pandangannya . Jong Hyun tersenyum puas melihat reaksi Ha Jie yang menurutnya begitu manis . Menggoda Ha Jie memang sesuatu yang menyenangkan, dan baginya menciptakan suatu kepuasan tersendiri saat gadis itu melemah karenanya .

Sementara itu, kedua mata yang sedari tadi menatap mereka hanya diam menahan amarah yang meluap . Pandangannya bertemu dengan Jong Hyun yang menyeringai angkuh padanya, yang kemudian berbalik menatap Ha Jie dengan intens . Gadis itu jadi bertambah kagok .

“Bodoh, ngapain kau melihatku terus ?” ujarnya gugup .

Jong Hyun tertawa .

Dan biasanya jika memandang gadis itu lama-lama, dalam jarak yang sangat dekat, sulit baginya menahan diri untuk tidak menggodanya lebih jauh .

Tapi … tidak . Dia tidak ingin mencium Ha Jie dihadapan Tae Min secara disengaja . Toh ini semua dia lakukan hanya untuk membuat Tae Min cemburu, untuk membuat anak itu menyadari bahwa Jong Hyun telah mengetahui perasaannya terhadap Ha Jie, begitu pula sebaliknya .

Tae Min sendiri sudah merasa bahwa hyung-nya itu tahu apa yang telah terjadi antara dirinya dan Ha Jie, karena itulah dia merasa benar-benar tersaingi sekarang .

Lalu, Jong Hyun mencoba menipu mata Tae Min dengan memiringkan kepala, memejamkan mata dan mencium sudut bibir Ha Jie, alih-alih untuh menyentuh bibirnya .

Yak . Sudah bisa ditebak bagaimana reaksi Tae Min melihat pemandangan itu . Emoh berdiam lama-lama, daripada sakit hati, Tae Min memukul dinding keras-keras dan berlalu dari hadapan mereka dengan emosi yang membuncah .

Menyadari itu, Jong Hyun melepas ciumannya dan tertawa sinis .

Yeah, it feels so amusing . Being a liar was so great, huh ? See that, Tae Min ? Fufufu ~ i’m sorry for making you annoyed, dear . Blame your fault which made my girl so frustrated .

“Maaf ya, tadi aku tiba-tiba,” ucap Jong Hyun sambil tersenyum manis . Rona merah masih menghiasi pipi chubby Ha Jie, lalu dia mengangguk pelan .

“Tidak apa-apa”

Jong Hyun mengernyit kebigungan . “Tidak apa-apa ? Yang bener ?” katanya tidak percaya . Ha Jie cuma diam menunduk .

“Kalau begitu …,” bisik Jong Hyun menangkup dagu Ha Jie, “Boleh aku menciummu lagi ?”

Spontan Ha Jie memukul dada Jong Hyun keras . Jong Hyun merintih kesakitan sambil tertawa tergelak .

“Enak saja !” seru Ha Jie dengan wajah merah padam dan berlalu meninggalkan Jong Hyun dengan memeletkan lidah .

——:o0o:——

Melihat keadaan mereka saat ini, siapa bilang pihak lain tidak ada yang sadar . Hal ini sebenarnya sejak awal sudah mengganggu pikiran Key, cowok yang memiliki insting yang paling kuat diantara mereka berlima . Kalau ada saja sedikit hal-hal aneh muncul, secara langsung dia akan menyelidiki apa sebab hal itu terjadi dan siapa saja yang bersangkutan didalamnya .

Seperti sekarang, Key merasakan ada sesuatu yang ganjil diantara mereka .

Kenapa kemarin malam cuma aku sendiri yang denger ada suara cewek yang teriak tengah malem, abis itu nangis ? Setahuku villa ini baik-baik aja tuh . Kalaupun emang ada hantu atau semacamnya, appa pasti sudah gusur villa ini jauh jauh hari . Lagian aku yakin, aku nggak salah denger, beneran ! Terakhir periksa kuping, nggak ada selai yang nyangkut sedikitpun ! Aku juga waktu itu bener-bener sepenuhnya sadar, nggak setengah tidur setengah bangun kok ! Dan … ck, ah, aku juga nggak percaya sama hal-hal berbau mistik nggak jelas begitu . Kuno !

Terus … sebenernya itu suara siapa … ?

Tunggu . Satu-satunya cewek yang ada di villa ini ‘kan …

Ha Jie-ah ?

Ya, ya . Kayaknya emang dia yang teriak kemarin malam itu . Suaranya emang kedengeran familiar banget .

Yeah, nggak salah lagi . Itu pasti dia .

Ck, bodoh ! Kok aku baru sadar sekarang ya ? Payah !

Tapi … apa alasannya dia berbuat begitu ? Teriak … abis itu nangis … kenapa ?

Hmm … kalo dipikir-pikir lagi … sikapnya juga jadi aneh semenjak peristiwa itu . Dia jadi hobi murung … dan, entahlah . Mungkin kalo diukur dengan termometer, dia yang semula berada di angka 100o, malah turun drastis ke angka 0o. Semula berapi-api, sekarang diam membeku .

Yah, meski nggak kentara amat sih .

Key masih diam, berfikir dengan muka mengerut . Kemudian tiba-tiba saja rait wajahnya berubah seakan-akan mendapat ilham bagus .

Aku baru inget . Hmp, ini juga hal lain dari Ha Jie yang bener-bener di luar dugaan .

Masa’ sudah berapa kali aku ngeliat dia pelukan dengan Jong Hyun ?

Halo . Biasanya dua anak itu persis Tom & Jerry, siang malem bertengkar nggak ada ujung . Tapi kenapa kali ini malah kayak Romeo & Juliet ?

Lagipula, wah … meluknya itu … mesraaa banget ! Pake senyum-senyum segala … lama pula ! Ckckck, aneh parah !

Apa jangan-jangan … mereka berdua sudah … ?

Aish, dasar Jong Hyun payah, nggak bilang-bilang lagi kalo udah jadian !

Eit … bentar dulu . Jangan cepet-cepet ambil kesimpulan kalo belum ada buktinya .

Lantas ?

Kalo emang jadian … kenapa Ha Jie harus nangis ?

Tunggu .

Kenapa malah jadinya aku yang sibuk mikirin mereka ?

Key melongo sebentar .

TOK TOK TOK !

“UWOH !” seru Key terlonjak kaget sambil mengurut dada .

“Yaa … siapa ?” panggilnya malas .

“Aku”

DENG . Mendengar pemilik suara barusan, Key tersenyum jahil .

“Hah ? Aku ? Aku siapa ? Perasaan nggak ada ya namanya ‘aku’ disini ~”

Terdengar di luar orang itu meracau jengkel . Key tertawa geli .

“Ayolah Key, aku serius . Onew . Lee Jin Ki”

“Mmm … nggak usah kau bilang aku sudah tahu, bodoh . Hahaha ~ oke, apa maumu Onew ? Lee Jin Ki ?” Key menyahut iseng . Dia suka mempermainkan si clumsy-dubu Onew, sama halnya dengan Jong Hyun . Mereka berdua memang terkenal kejahilannya dalam mengganggu siapapun yang mereka anggap ‘menggemaskan’ . Menurutnya, Onew memang asik dijadikan ‘korban penjajahan’, karena pembawaannya yang canggung dan pemalu .

“Stop main-main, Key . Aku ada perlu, cepat buka pintu” ujar Onew dengan suara yang cukup tajam . Key tertawa puas mendengar reaksi Onew dan segera membuka pintu .

“Oke, oke . Ampun mister, silahkan ~” ucap Key berlagak seperti penerima tamu . Onew mencibir dan berjalan celingukan mencari sesuatu .

“Cari apa ? Kacamata ? Tuh, di meja,” kata Key meraih kacamata Onew di meja coklat sebelah ranjangnya, ”Makanya, jangan taruh sembarangan . Tadi aku liat ini di wastafel, tahu nggak . Dasar ceroboh . Untung aku baik hati, kalo nggak, nangis-nangislah kau, nih” .

Onew menghela napas sambil menatap Key lesu . “Bilang dong dari tadi ! Payah ~”seru Onew berjalan ke arah Key, tapi Key malah menyembunyikan kacamatanya sambil menyeringai .

“Eit, sebelum itu …” ujar Key menarik baju Onew dan mendorongnya ke sofa, “Aku mau tanya sesuatu” .

Onew mengeluh . “Apalagi sih … ?” sahutnya malas-malasan . Key mendelik .

“Jangan berontak,” ucapnya pelan, “… atau kucium kau”

Onew melotot . “APA-APAAN KA—”

Tap . Telunjuk Key mendarat di bibir Onew dengan pasti, sembari mendekat ke arah Onew dan berbisik, “Mau kucium … Onew ?”

Onew terdiam . Key menyeringai sinis . “Atau … mau kubuat kau berteriak ?”

Onew membatu . Key tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Onew yang menurutnya sangat lucu . Onew menatapnya sinis dan memukul bahunya .

“Kau ini … benar-benar mengerikan ! Sialan ~ kalian berdua, kau dan Jong Hyun itu … memang pantas dijuluki ‘Kim Brothers Berotak Mesum’ ! Hiiii ~” ujar Onew bergidik ngeri .

“’Kim Brothers Berotak Mesum ?’ HAHAHA ~ Enak aja kau ! Kurang ajar ~”

“Emang gitu ‘kan tapinya ? Aku juga sering ngeliat kalian berdua tidur sambil pelukan … ntar beduaan senyam-senyum sendiri … UAAAH SEREM !” seru Onew dengan pose shock . “Atau jangan-jangan …,” katanya lagi dengan mata mengernyit, “Kalian berdua itu … homoan ?”

TOENG .

“AHAHAHAHA ~ HOMOAN ? SIALAN, KAMI BERDUA MASIH NORMAL TAU ! Aku nggak napsu dengan laki-laki ! Gila apa ? Sembarangan aja kau ini, hahaha ~ Onew … Onew ! Emang kenapa ? Nggak boleh aku pelukan dengan Jong Hyun ? Nggak ada yang larang ‘kan kalo aku mau mesra-mesraan dengan dia ? Hahaha ~” bantah Key . Onew geleng-geleng kepala, mendecak heran .  Sementara itu, Key tersenyum misterius ke arahnya .

“Kenapa ? Kau cemburu ya ngeliat aku sama Jong Hyun ?” ucapnya merapat ke tubuh Onew yang gemetaran . “Kau mau kupeluk juga ? Hm ?” bisiknya tepat di telinga Onew .

“KEY, SUDAH, CUKUP ! KALAU MAU GILA, DENGAN JONG HYUN AJA SANA, JANGAN MALAH BUAT ORANG SPOT JANTUNG ! SUDAH SANAAA ~ !” teriak Onew tidak tahan dengan muka merah padam, sambil mendorong-dorong Key sekuat tenaga . Key, lagi-lagi, malah tertawa keras-keras gegulingan di sofa, puas menjahili Onew dengan membuatnya ketakutan setengah mati . Onew menghela napas berat dan tersenyum memelas .

“Seneng ? Seneng ‘kan liat orang menderita begini ? Huh ! Ck, daripada itu … balikin kacamataku dan tanyalah apa yang tadi mau kau tanyain ! Cepetan !” hardik Onew ganas . Key berusaha berhenti tertawa dengan bernapas terengah-engah .

“Haha … ehem, fuh, oke, oke . Ampun, ampun . Nih, kacamatamu . Yak, jadi gini,” ucapnya mulai memasang tampang serius, “Kau ngerasa ada yang aneh nggak dengan Ha Jie dan Jong Hyun ?”

Onew menganga sebentar . “Hah ? Nggak tuh . Perasaan mereka biasa aja, malah kayaknya nambah mesra tuh”

Key menepuk dahinya tanda putus asa . “Aduuh, justru itu yang aneh, pabo ~ ! Kau sadar nggak, hah ?” keluhnya .

Onew menggaruk-garuk kepala . “Oh … iya juga ya . Kok bisa ya ?” ujarnya berlaga bloon . “Terus kenapa ?”

“Yaelah, ini anak pinter-pinter bego juga ya ternyata . Itulah masalahnya ! Makanya aku tanya denganmu, dodol ~ aku juga nggak tau kenapa tiba-tiba aja mereka jadi kayak gitu . Menurutmu gimana ? Apa penyebabnya kira-kira ?”

“Ya … mana kutahu ! Malah bagus ‘kan ngeliat mereka damai begitu ? Yah emang sih mengherankan . Kalo Jong Hyun yang begitu mah udah biasa kita liat, tapi … si Ha Jie, iya, iya, emang aneh . Ini mah lebih aneh dari anjing yang kakinya tiga,” jawab Onew yakin .

“Nah makanya ! Hah ? Anjing kaki tiga ? Ada ! Anjing yang kedapetan pipis sembarangan ! Hahaha ~” tembak Key asal . Onew tertawa .

“Bener, bener ! Hahaha ~ ah, kok malah jadi ngaco sih ? Hei, kalo diperhatiin, yang aneh bukan Cuma mereka doang kok”

“Hah ? Emang siapa ? Siapa lagi yang aneh ?” tanya Key antusias .

“Tae Min” jawab Onew singkat . Key mengernyitkan dahi .

“Hah ? Taem ? Emang kenapa dengan dia ?”

“Soalnya akhir-akhir ini kurasa … dia jadi lebih pendiem dari biasanya”

Key semakin merasa penasaran . “Lebih pendiem gimana maksudmu ? Coba jelasin lebih detil,” katanya menggenggam pundak Onew .

“Ya … pokoknya mukanya itu masem terus . Bukan cuma itu . Pernah aku mergokin dia lagi baca buku, tapi bukunya itu kebalik ! Terus juga tadi pagi pas dia mau buat teh, dia malah ambil wadah garem tuh ! Untung akhirnya nggak jadi pas kukasih tahu . Kutanya sama dia apa dia baik-baik aja, dia cuma jawab ‘nggak apa-apa hyung, aku cuma pusing-pusing sedikit’ . Aneh ‘kan ? Kupikir dia lagi kerasukan, tapi nggak tahunya emang baik-baik aja,” jawab Onew polos . Key terdiam sejenak .

“… yang bener ? Dia jadi gitu sejak kapan ?” tanyanya lagi .

“Ng … sejak kapan ya ? Aku nggak begitu merhatiin sih . Tapi kayaknya dia berubah semenjak Sunny pulang”

BANG .

Key membelalakkan matanya .

Waktu yang sama dengan perubahan yang terjadi pada Ha Jie dan Jong Hyun .

Apa artinya semua ini ?

Rasanya Key mulai mendapatkan sesuatu . Lama-kelamaan semuanya telah tersambung jadi satu benang merah yang merupakan kunci dari pokok permasalahan .

Tapi masih ada . Masih ada lagi yang harus dia temukan untuk mendapatkan jawaban sebenarnya .

Yaitu kepastian dari tiga orang itu sendiri .

Kenapa semenjak ada Sunny, mereka semua jadi berubah ?

HA . ITU DIA .

Kalau dugaanku benar …

Sunny-lah penyebab utamanya .

Tapi … hrrrh, aku masih penasaran .

Sebenernya … apa yang sudah dia lakukan sampai mereka jadi seperti itu … ?

Waw ~ menarik juga rupanya . Rasanya aku jadi kayak detektif sesaat kalo begini .

Yak, tepatnya detektif gadungan . Hahaha ~

“Hei !”

Key terlonjak kaget . Panggilan Onew barusan membuyarkan lamunannya .

“Kau kenapa senyum-senyum sendiri ?” tanya Onew heran . Key menatapnya, bibirnya masih menyunggingkan senyuman misterius .

“Aku tahu,” ujar Key penuh kepastian . “Aku tahu Onew, aku tahu”

Onew mengernyit . “Iya, iya, ngerti . Cukup ngomong ‘aku tahu’-nya . Emang kau tahu apa ?”

Key menyeringai . “Aku tahu siapa dalang di balik semua ini”

Sesaat Onew tertawa geli . “Lagakmu itu lebay amat . Emang siapa ?”

“Sunny” jawab Key mantap . Onew cuma manggut-manggut . Key mengeluh .

“Ah, kau ini ! Responnya gak atraktif banget ! Semangat dikit kek ~ oh ya, ntar aku mau minta bantuanmu untuk sesuatu ya, dan kau NGGAK BOLEH menolak . Paham ?”

“Ha ? Apaan ?”

“Nanti kuberitahu . Kau mau ‘kan bantu aku ?”

Onew mencibir . “Kalau aku nggak mau ? Gimana ?”

Key tersenyum licik .

“Kalau kau nggak mau ?” ucapnya tajam . “Gampang”

Seketika Onew merasakan sesuatu yang tidak enak . Benar-benar tidak enak .

“Jangan bilang kau …”

“Ya”

Onew terperanjat .

“NGGAK ! KALAU KAU MASIH BERANI-BERANINYA—“

“Apa ?”

BUSH . Seketika wajah Onew memerah .

“Mau … atau tidak ?” bisik Key tepat dihadapannya sambil menatapnya tajam .

“T-I-D-A-K” jawab Onew mantap .

Key tertawa sinis . “Ahaha … begitu ya …” ujar Key dengan suara serak, ”kau bakal menyesal, Onew, karena sudah menolak permintaanku”

Onew membelalak .

“Apa … HE, HEI ! MAU APA KAU, HAH ?! BERHENTI ! KUBILANG BER—“

“Diam”

BRUK .

CEKLEK .

PAT !

“Kau beruntung, honey, Jong Hyun sedang tidak ada disini, jadi hanya aku yang bisa sepuasnya ‘bermain-main’ denganmu”

Dan kemudian …

“HUWAAAAAAA ~ !! HENTIKAAAAAAAAAN ~ !!”

Poor Onew .

Totally a bad dream .

[To Be Continued]

A/N 2 : Sorry if it was TOTALLY FAIL over and over ~ i dunno how to make this as good as possible T_________T i need your opinion guys  ><

Comments on: "Please Be Mine [part 8]" (6)

  1. HwangChanChan said:

    Akhry mncul jg,ak dh nunggu lma~xD

    Key usil bgt sh,sneng bkin onew mdrita ckck
    lucu y mrk it xD
    Jjong Ma Ha jie aj dh^^

    • woaaah makasih syg x*
      yeah blame his mischievous attitude, LOL
      oho i’m gonna drudge it to you, dear LMAO ~ TYSM before ! :}

  2. Sejak kapan key main kaskus?minta id-nya dong haha/slapped
    kenapa hajie sama jonghyun?kekeke

    uh,too long for wait this fanfic
    please don’t late again yeah? Oh yesh keke

    ff ini menyegarkan otak euy/wt? Haha

    next chap? Taemin turn please hehe

    • caffeine said:

      ahaha it’s only found in our imagination honey ! rofl ~
      i’m sorry for delaying this for a looong time ;____________; it’s too hard to get a good inspiration ~ yeah ~ but i promise to continuing this ASAP kay ? so please wait for me lmao :}
      lol menyegarkan otak ? xD sankyuuu haha ~
      TYSM darling for your cherrish comment xD

  3. .Ya gubrag. Key kuq .jadi mesum ni,,? Otaknya ketuker kah.
    Kasian sangad !! Onew jangan digodain mulu dong. Kan kasian *tapi bcanya enak* tambahin yaoi lagi dund *digebuk karena minta aneh”*.kekeke.
    Kenapa lama out nya. Aku uda lama nunggu ampe lumutan ni!

  4. SORRY ;___________; but then i have a nice job, huh ? xD
    yeah, Key was totally a mischievous boy, LOL
    wait 4 next chap ya ~ TYSM 4 ur Cherrish comment, honey ! ;*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: