more fantasy about k-pop

“omma. Aku ingin bermain kerumah hyuk ahjusii. Bolehkah??”tanyanya mendesak min ji. Entah mengapa aku mempunyai perasaan bahwa min ji tidak bisa menolak permintaan anaknya itu. diapun berpikir sejenak yang akhirnya mengangguk karena hyukkie memaksanya. “sepertinya rencanaku berhasil”pikirku tertawa licik.

Sayangnya aku dan hyukkie tidak melakukan apa-apa karena setibanya diasrama dia sudah tertidur dengan pulas.

Min Ji’s POV

Pagi hari yang cerah aku pun terbangun dengan little hyukkie yang mengucek matanya perlahan. Akupun tersenyum saat melihatnya.

“ommaaaaa. Se—la—mat pa–gi!!” tutur hyukkie yang menguap.

“selamat pagi putra kecilku”. Kucium keningnya. Tubuhnya pun mengambil posisi duduk. Kemudian bola matanya melirik kesana-kemari. Dia terlihat sedikit kebingungan.

“omma. Ini dimana??” kepalanya tak berhenti melihat keadaan sekitar.

“bukankah tadi malam kau yang mengajakku kemari”

“benarkah???”. Satu kata keluar dari mulutnya. Terkadang aku heran. Dia bisa menjadi sangat pintar namun seketika bisa menjadi bodoh dalam waktu bersamaan. Dilihatnya keadaan sekitar hingga matanya tertuju pada sebuah frame yang berdiri tegak di atas meja. Seseorang dengan senyuman lebar dengan gusi yang terlihat sangat jelas sebagai ciri khasnya. Matanya pun langsung terbelalak kemudian menepukan kedua tangannya yang mungil.

“AHHHH….” teriaknya membuatku yang setengah mengantuk terperanjat.

“WAE??” balasku terkejut.

“bukankah itu hyuk ahjusii”. Telunjuknya menunjuk frame tersebut. Seketika diapun terlihat kebingungan. Dahinya mengkerut. “ada apa lagi???” tanyaku sambil meregangkan kedua tanganku. Matanya pun melirik padaku “mengapa kita disini??”.

Pertanyaan yang membuatku terkulai lemas. Apa dia benar-benar tidak ingat telah merengek untuk bermalam disini.

“AHHH”. Dia berteriak untuk kedua kalinya. Tak lupa diikuti tepukan kedua tangannya.

“apa lagi???” tanyaku menyadari betapa di pagi hari ini anakku tampak sangat bodoh dengan semua teriakan juga memorinya yang hilang-hilang.

“sekarang aku tau mengapa kita berada disini. Kita kan tadi malam bermalam disini”. Dia pun terkekeh. Akupun memandangnya dengan wajah “kau baru ingat hah”. Hingga terdengar suara ketukan dari balik pintu yang diikuti kemunculan seseorang.

“hyuk ahjusiiii…”teriak anakku yang langsung berlari ke arahnya. Hyukpun menggapai anakku dan menggendongnya.

“hyukkie-ahh annyeong”. Mereka pun saling bertegur sapa dengan kegembiraan tersirat di wajah mereka berdua.

“apakah tidurmu nyenyak???”. Anakku pun menganggukan kepalanya diikuti senyuman lebar yang tersirat dari wajahnya. Mereka saling melepaskan rasa rindu di pagi hari.

“apa jadinya jika dia tau!!!”. Lamun ku melihat tingkah mereka berdua hingga hyuk oppa membuyarkan lamunanku.

“wookie sudah menyiapkan sarapan. Ikutlah makan bersama kami”ucap hyukjae seraya berlalu dari hadapanku dengan membawa putrakku yang terus menempel padanya. Aku pun segera beranjak tanpa berkata apapun.

Hyuk’s POV

Sesaat sebelumnya….

“hyuk-ah. Bangunlah. Hari sudah siang”. Seseorang membangunkan ku yang masih tertidur lelap dan itu adalah sungmin hyung. Kubuka mataku perlahan. Kutarik selimut yang masih menempel di bahuku hingga menutupi kepala.

“bangunlah kau pemalas”.

“tapi hari ini kan kita libur hyung. Aku masih mengantuk”

“tapi tetap saja kau harus bangun. Terlebih lagi kita memiliki tamu. Setidak……”

Pembicaraan hyung terpotong oleh ku yang segera beranjak kemudian mendorongnya hingga berada di posisi terduduk. Aku pun langsung berlari ketempat yang ingin segera kulihat.

“YAHH. EUNHYUK-ga…”. teriak sungmin hyung dari kamarnya yang tadi malam kutumpangi berhubung aku tidak bisa tertidur ditempat ku sendiri karena ada tamu yang dengan senang hati kutempatkan disana.

“mereka masih disini???”. Bisikku yang langsung bergegas hingga kuketuk pintu kamarku sendiri dan akupun merasa lega setelah melihat apa yang kuharapkan terjadi. Mereka masih disana. Hyukkie yang meilhatku langsung beranjak dari tempatnya tidur kemudian berlari menghampiriku.

“ahjusiii….” teriaknya dengan mata berbinar. Ku gapai dia hingga berada dipangkuanku.

“hyukkie-ahhh, annyeong!!!”anak itupun menaruh lenganya  di leherku. “kau tidur dengan nyenyak tadi malam??”. Dia pun mengangguk yang diikuti senyuman lebar yang tersirat dari wajahnya. Kami saling melepaskan rasa rindu di pagi hari hingga kulihat min ji yang sedang melamunkan sesuatu.

“wookie sudah menyiapkan sarapan. Ikutlah makan bersama kami” pintaku padanya. Dia pun segera beranjak tanpa mengatakan apapun.

Kami pun tiba di meja makan setelah aku dan hyukkie membasuh wajah yang di ikuti oleh min ji di belakang kami.

“tumben kau membasuh wajahmu hyuk hyung” lontar kyuhyun membuatku malu dihadapan min ji dan hyukkie. Kupukul pundak kyu dengan perlahan juga wajah sedikit kesal.

“Ewww….kau jorok ahjusiii” timpal hyukkie menutup hidungnya.

“YAAA…aku tidak seperti itu!!”

“tidak seperti itu sekarang. Tapi hampir setiap hari” timpal sungmin hyung menegaskan membuat hampir semua dari kami tertawa termasuk hyukkie yang masih menggantungkan lengannya di leherku juga kakinya yang mengitari pinggangku.

“hyukkie. Jaga sikapmu” balas min ji membelalakan matanya ke arah hyukkie. Hyukkie yang melihatnya langsung cemberut.

“kaupun seperti itu” gerutu minji pelan namun bisa terdengar oleh telingaku yang berada di dekatnya. Begitu juga di telinga hyukkie yang kemudian membela diri. “setidaknya kau selalu memaksaku melakukannya. Jadi aku tidak sejorok ahjusii”. Pernyataan yang terlontar dari mulut hyukkie membuat kami semua menuju ke arahnya.

“duduklah dan segera makan” perintah min ji pada anakknya. Hyukkiepun semakin memanyunkan bibirnya.

“tidak apa-apa minji. Lagi pula aku tidak merasa sakit hati” balasku membela hyukkie. Hyukkie yang mendengarnya membenamkan kepalanya dileherku “ahjusii gomawo”. Kutepuk kepalanya perlahan “gwenchana”. Akupun menaruhnya dikursi sebelahku hendak duduk.

“makanlah yang banyak hyukkie-ahhh. Hyung menyiapkan ini untukmu” ucap wookie membuat hyukkie terbelalak melihat paparan makanan diatas meja yang disiapkan untuknya. Hyukkie pun tersenyum diikuti anggukan. Dengan segera dia melahap makanan yang disuapkan min ji padanya.

“wookie hyung. Moshitaaa….” puji hyukkie mengangkat jempolnya.

“jinja yo???gomawo hyukkie-ahh” balas wookie yang senang mendengar pujian dari anak kecil ini. Kami pun tertawa riang melihat kelucuan yang ditunjukan hyukkie di pagi hari. Suasana makan pagi menjadi sangat hangat dan menyenangkan.

“wookie oppa tetap yang terbaik dengan masakkannya” timpal minji yang juga melahap beberapa makanan ke mulutnya.

“gomawo minji-ahhh” tawa wookie semakin senang. kami semuapun melanjutkan makan dengan kegembiraan hingga kyuhyun menginterupsi.

“hyukkie-ah”. Dengan segera aku membelalakan mataku padanya. “bukan kau hyung. Tapi anak disampingmu” bantah kyu. Hyukkie yang mendengarnya terkekeh.

“hyukkie” gertak min ji sedikit keras pada anakknya. Hyukkiepun langsung terdiam kemudian mengunyah kembali makanan yang tesimpan di mulutnya.

“wae kyu ahjusiii???” jawab hyukkie segera setelah dia menelan sisa makanan yang tertinggal.

“mengapa kau memanggil ryeowook “hyung” sedangkan pada kami “ahjusii”. Padahal kami semua tidak jauh berbeda”

“karena wookie hyung terlihat lebih muda” balas hyukkie dengan segera tanpa perlu berpikir panjang.

“EhhhhhHHHHhhhh……aku bahkan lebih muda darinya”

“aniya kyu ahjusiii. Kau sudah tua seperti yang lainnya” balas hyukkie menggelengkan kepala. Beberapa dari memberku tertawa.

“itu termasuk kau hyung” ucap kyu pada yesung hyung yang tertawa sambil menepuk-nepuk kyu. yesung hyungpun menghentikan gelak tawanya. “Eh, tapi mengapa???dia bilang kan “kau” bukan aku” bantah yesung hyung menunjuk pada dirinya sendiri.

“hyung. Dia bilang kita semua kecuali aku” timpal wookie sambil menyantap makanan.

“Ehhhh…..tapi aku….”

“sudah sudah. Lanjutkan saja makan kalian” tambah sungmin yang juga menyantap makanan hingga masuk ke mulutnya. Hyukkie masih terkekeh mendengar pembicaraan memberku hingga minji melemparkan tatapan tajam padanya membuat hyukkie terdiam lalu kembali makan dengan tenang.

“sebaiknya kau jangan terlalu keras padanya minji-ahhh” ucap sungmin yang ternyata juga memperhatikan minji dan hyukkie.

“gwenchana oppa. Aku hanya mendidiknya” bela minji sambil sesekali menyantap makanan.

“malangnya nasibmu hyukkie. Padahal dulu dia tidak segalak itu” timpal kyu sedih. Min ji melemparkan tatapan galaknya pada kyu. Kyu hanya tertawa kecil.

“memangnya kalian saling mengenal ya??” tanya hyukkie penasaran. Kami semua hanya mengangguk.

“pantas saja omma sangat mengizinkanku bermain bersama kalian. Tapi mengapa kau tidak pernah menceritakan mereka omma???”

“belum” jawab min ji singkat sambil meminum segelas air putih.

“omma” ucap hyukkie yang sedang mengunyah.

“hmm” jawab minji yang masih menempelkan gelas berisi air di bibirnya diikuti matanya yang menatap pada hyukkie putranya.

“apakah salah satu dari mereka appaku??”. Minji yang mendengarnya langsung menyemburkan air dalam mulutnya tepat ke wajahku karena kami duduk hampir berdekatan hanya dihalangi oleh hyukkie yang tingginya jelas sekali di bawah kami. Dia pun terbatuk-batuk. Ku ambil tissue yang langsung kulap-kan ke wajahku sesaat setelah wookie menyerahkan selembar tissue padanya.

“omma gwenchana???wae???”

“minji-ah gwenchana???” ucap wookkie dan liitle hyukkie yang diikuti kekhawatiran para member lain. Minji hanya mengangguk sambil melap mulutnya.

“kau kenapa minji-ah??mengapa bisa tersedak??” tanya sungmin hyung beberapa saat kemudian. Namun dengan segera minji beranjak dari tempatnya duduk sambil membawa hyukkie ke pangkuannya. “hyuk oppa, mianhae” ucapnya padaku sambil menganggukan kepalanya.

“kami sudah selesai. Terimakasih atas makanannya”

“tapi kalian belum menghabiskannya bukan??”bantah wookie sedikit kecewa.

“maaf oppa. Tapi kami harus segera pergi. Aku masih ada pekerjaan yang menunggu”. Diapun langsung berlalu dari hadapan kami dengan terburu-buru. Para member melihat ke arahku.

“wae???”. Mereka pun menggelengkan kepala.

Sesaat kemudian minji dan hyukkie yang telah berganti pakaian juga dengan bawaan di tangannya hendak pamit kepada kami yang sedang terduduk-duduk di sofa.

“oppa terimakasih. Kami permisi”. Diapun membungkukan tubuhnya. Sungmin hyung pun menghampirinya kemudian meraih hyukkie yang dituntunya membuat minji kebingungan. “sebaiknya kau tinggalkan dia disini agar kau bekerja dengan tenang”.

“tidak apa oppa. Aku masih bisa menjaganya sementara aku bekerja” tanggap minji cepat.

“tidak tidak. Kau tinggalkan saja dia disini. Aku sedih jika memikirkan dia terduduk sendirian menunggumu” timpal yesung hyung menegaskan.

“tapi oppa. Aku…”

“tidak ada yang melarangnya untuk tetap disini. Jadi biarkan kami yang menjaganya. Lagipula hari ini kami tidak ada jadwal” tambah kyu membuat minji seperti salah tingkah.

“bukan begitu hyuk hyung”. Pernyataan kyu membuatku mengangguk tanpa sadar. Minji menggigit bibir bawahnya dengan gugup hingga hyukkie menari-narik blazer biru selutut yang dipakainya.

“omma. Gwenchana. Aku akan ikut denganmu”. Minji memperhatikan anaknya yang berbicara dengan senyuman meskipun sekilas kulihat luka di raut anak itu. Minji yang menyadarinya langsung menurunkan tubuhnya hingga sejajar dengan hyukkie. Dia menggengam pundak hyukkie “kau masih ingin disini bersama mereka”. Hyukkie menggelengkan kepalanya. “tidak. Aku ingin bersamamu” bantah hyukkie. Minji menatap lurus ke mata hyukkie. “kau tau omma tidak pernah mengajarkan kau untuk berbohong??”. Hyukkiepun mengangguk pelan.

“katakanlah!!!”. Hyukkie dengan ragu menjawab pertanyaan ommanya “aku masih ingin disini. Bersama para ahjussi”. Minji yang mendengarnya langsung berdiri. “baiklah. Aku titip hyukkie oppa. Aku harap dia tidak merepotkan”timpal minji.

“kau tidak usah sungkan. Jika kau adalah bagian dari keluarga kami maka putramu pun demikian” balas sungmin hyung yang tersenyum hangat.

“gomawo” jawab minji sambil sedikit mengangguk. Raut wajah hyukkie yang tadinya pun seketika cerah. Minji melangkahkah kakinya menuju pintu keluar diikuti sungmin hyung juga hyukkie dipangkuannya. Aku mengikuti mereka secara perlahan.

Di depan pintu mereka berpamitan. “kau tidak boleh merepotkan mereka. Arasso??” pepatah minji pada hyukkie anaknya. Hyukkie pun mengangguk sambil tersenyum senang diikuti senyuman hangat minji dan tak lupa melabuhkan ciuman dipipi anaknya. Diapun berlalu hingga tanpa disadari aku pun sedikit berteriak memanggilnya “minji-ahh”. Diapun berbalik menatapku yang berdiri didepan pintu. “aku—aku akan menjaga hyukkie” kata-kata yang keluar dari mulutku tanpa kutau mengapa aku mengatakan hal itu. Minji pun mengangguk kemudian berlalu masuk kedalam lift.

-TBC-

Terimakasih, semoga memuaskan ^^

By hanjiehyuk ^^

Comments on: "My Little Hyukkie Part 6 sequel of “SuJu’s Driver”" (4)

  1. lanjutannya cepetan yaaaaaa aku penasaran banget

  2. yey… akhirnya dipublish juga nih ff..
    udah penasaran euy..
    ceritanya tambah seru aja, coba ketahuan sopo ayahnya little hyukkie..

  3. aaahh ~
    yakin dah si hyukjae appanya..
    *di tabok, reader sok tau nih*
    pengen tau lanjutannya cepet2 ya ~

  4. ah appa-nya pasti eunhyuk kan? iya kan? *sok tau kuadrat*

    akhirnya keluar juga, ayo next chapter!!! hehehehe (y) (y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: