more fantasy about k-pop

Title: Because I Really Love You – part 17

Author: Choi Ahra

Genre: Romance
Rating: PG
Cast: [main] SHINee’s Choi Minho [other] SJ’s Lee Donghae, slight another member of SHINee and SJ.
Word Count: 3488
Disclaimer: SM’s, except Minho

Summary: a girl who had a crush with Choi Minho – and yet she was being a temporal manager of SHINee.
Warning: Maybe it’ll turn to be not what you want.
A/N:

So i wrote this in less than 2hours because suddenly the inspiration popped in my mind, hehe. Sorry for the delay! Sigh, it’s kinda hard being writer @_@ idk when i can continue this again in 10days. inspiration and will, come to mama please =_=

BTW. Do you guys have twitter acc?😀 follow me! ^^ @choiahra (suddenly promoting own acc, oh Gosh /plak/)

emm.

comment, please?:/

jk ♥ LOL. ENJOY!

——————————————————————————————————————————————

Son Juhan mendapati dahinya berkerut saat dia mengamati foto yang kemarin dia ambil.

Ada sesuatu berwarna kebiruan yang menggantung di ponselnya.

Kim.. H..

Juhan meletakkan foto itu dengan kasar. Blur. Dia tidak bisa melihat dengan jelas.

Siapa gadis itu?

Perawakan gadis itu sepertinya biasa-biasa saja, dengan tubuh yang lumayan ramping.

Juhan merutuki dirinya, kenapa dia tidak memakai kamera yang lebih spesifik, supaya masih bisa menangkap gambar dengan jelas walaupun didorong oleh lelaki-bodoh-misterius itu. Juhan memasukkan foto itu ke dalam saku bajunya. Persetan dengan kerjaan-kerjaan membuat artikel tentang artis lain. Halo, ini ada artis SM yang terkena skandal! Namun Juhan harus membuat artikel-artikel ‘sampah’ itu dan skandal yang dia temukan kemarin belum mendapatkan bukti konkrit karena foto ini blur. Juhan tidak ingin menjadi wartawan asal yang hanya memberi foto-foto blur seperti ini. Lagipula dia tidak melihat sosok gadis itu dengan jelas, kecuali tubuhnya yang ramping dan rambutnya tidak terlalu panjang.

Juhan berjalan menuju komputernya dan menge-scan foto itu, mencetaknya ulang.

Apa boleh buat.

Aku harus mengecek gedung SM lagi lusa.

Sejak hari itu, Kim Hyeojin tidak bisa tidur dengan nyenyak. Oke, sejak dua hari yang lalu. Sejak kejadian itu. Kalimat Donghae masih terngiang dengan gamblangnya bilang, Hai. Kamu dipaparazzi, lho. Tidak begitu persis sih, tetapi masih terbayang jelas wajah Donghae yang sangat panik tentang Kim-Hyeojin-Tertangkap-Kamera-Bersama-Dengan-Choi-Minho.

Entah apa yang dipikiran Hyeojin sekarang, yang jelas dia merasa panik.

Seperti malam ini.

“ Ya, Kim Hyeojin,” panggil Minho di tengah-tengah latihan mereka. Hyeojin menoleh. “ Apa?”

“ Diam saja.” Minho menatapnya khawatir. “ Seharian ini kau tampaknya tidak berkonsentrasi.”

“ Memang.. tidak.”

Minho mengerutkan dahinya. Hyeojin berkutat kembali dengan catatan-catatan kegiatan SHINee dan berpikir, kapan dia bisa berhenti menjadi manajer sementara SHINee. Terkutuklah kecelakaan yang menimpa manajer oppa, batin Hyeojin.

Minho melihat berkali-kali Hyeojin menarik napas dan berpikir panjang. Sesuatu terlintas di benaknya dan akhirnya dia berdiri, menggenggam tangan Hyeojin, walau dia terdiam sejenak.

“ Minho-oppa?” tanya Hyeojin kebingungan

Satu hal yang Minho sadari.

Tangan Hyeojin terasa hangat.

Minho rasanya nyaris menjitakkan kepalanya sendiri, berpikir kalau ini bukanlah pertama kalinya Minho menggenggam tangan Hyeojin. Tetapi memang pertama kali dia menyadari ini, sekaligus rasanya dia berdebar.

“ Hei!” Hyeojin menghentakkan tangannya, membuat Minho sadar. “ Emm. Ikut aku.”

“ Kemana?”

“ Kemana saja boleh.”

“ Kau ingin kutendang?”

“ Hyeojin-ah!” Minho tertawa. Hyeojin, yang memang tidak pernah bisa melawan tawa orang ia sukai, hanya memandang heran. “ Lalu?”

“ Ayo.” Minho menarik tangan Hyeojin, lalu menoleh ke arah Onew. “ Jinki-hyung!”

“ Wae?” Onew melirik mereka, dan Minho tersenyum lebar. “ Aku ingin mengajak Hyeojin keluar sebentar. Tidak lama kok.”

Key membuka mulutnya. “ Kalau begitu,” dia melemparkan sesuatu. Sebuah jaket. “ Pastikan jangan sampai ketahuan orang.”

“ Pasti. Kami akan menggunakan pintu belakang, kok.”

Key mengangguk. Sekejap, Minho dan Hyeojin lenyap di balik pintu.

Park Hyeorin melihat Lee Suae, sambil terdiam. Suae sedang sibuk mengobrol dengan Sunny, sepupunya. Mereka membicarakan soal fashion, dunia selebriti, variety shows, dan lain-lain. Terkadang ujung-ujungnya topik menyerempet soal Minho, disambut dengan kerlingan mata yang terlihat SANGAT berbinar-binar.

Ck.

“ Sampai nanti, Sunkyu-unnie!” seru Suae sambil melambaikan tangan. Sunny berpamitan dan meninggalkan apartemen Suae.

Gadis itu nampak cerah ceria.

Hyeorin membatin, setidaknya dia tidak berbicara soal SHINee atau Minho atau Kim Hyeojin –

“ Hyeorin,” kata Suae, “ Besok siang kita akan menonton showcase SHINee.”

Oke. Tarik ucapanku. Dia mengatakan itu lagi.

“ Bukankah recordingnya dari pagi?” tanya Hyeorin memastikan. Suae memerhatikan kuku-kukunya dengan saksama. “ Aku butuh manicure-pedicure-ku, Hyeorin. Besok adalah jadwalnya.”

Bagus, batin Hyeorin, dan aku yang akan melakukan meni-pedi itu.

“ Minho-oppa! Minho-oppa!” Hyeojin berusaha memanggil Minho, namun lelaki jangkung itu terus melangkah dengan kaki panjangnya. Mereka memasuki sebuah taman sekarang, yang nampaknya familiar. Hyeorin menatap punggung Minho dengan frustasi.

DIA MENGGENGGAM TANGANKU. Aku bisa mati berdiri.

DAN DIA TIDAK SADAR KAKIKU TIDAK SEPANJANG DIA. Aku bisa mati kelelahan dengan wedgesku.

DOUBLE COMBO.

“ Nah.” Tiba-tiba Minho mendorong Hyeojin hingga berdiri di suatu pinggiran jalan yang dibatasi pagar.

Hyeojin membulatkan matanya, terpana.

Oke.

Malam ini indah sekali.

Minho tersenyum bangga, menepuk dadanya. “ Gimana?”

“ .. Cantik.”

“ Aku tahu kau pasti akan suka,” ucap Minho puas. Mata Hyeojin tidak lepas dari pemandangan malam itu. Bintangnya bertaburan, keren sekali.

“ Kau ingat, tidak?” Minho menunjuk taman, “ Itu adalah tempat pertama kali kita berbicara.”

Oh, ya.

Hyeojin melihat taman itu dengan teliti, dan langsung teringat.

Malam itu.

“ Nah,” Minho menjentikkan jari, “ Saat itu aku juga usai melihat pemandangan malam. Aku bermain bola, dan bertemu denganmu.”

Hyeojin melirik Minho.

“ Jadi, hanya aku yang menikmati ini sebelumnya. Kebetulan taman ini sepi pengunjung, entah kenapa.”

‘Hanya aku’?

“ Aku ingin memerlihatkan ini padamu,” kata Minho, “ Sudahlah, tersenyum sekarang. Kalau kau murung, kami yang repot. Kau ini manajer kami!”

Hyeojin menatapnya ketus. “ Oke. Hanya manajer kah? Bagaimana dengan status ‘sahabat’?”

Minho terdiam.

Sahabat?

“ Kau diam. Oke. Kuanggap itu sebagai ‘iya’. Aku hanya manajer.”

“ Tunggu, tunggu,” Minho terkekeh. “ Iya, aku mengerti. Aku hanya kaget saja kau tiba-tiba bilang begitu.”

Hyeojin tertawa. “ Sungguh. Choi Minho, terima kasih.”

“ Sama-sama.”

“ Jangan murung lagi.”

“ Akan kucoba.”

“ Jangan coba-coba bertindak aneh atau tiba-tiba pergi.”

“ Hah?”

“ Tidak. Aku hanya ingin mengucapkan sesuatu seperti di film-film. Oh ya, jaga dirimu baik-baik, Kim Hyeojin. Aku kan tidak bisa selalu mengawasimu.”

“ Kau.. Aku kan tidak apa-apa, hanya terdiam saja.

“ Makanya aku bilang aku cuma ingin seperti di film.”

“ Kau ini random.

“ Kau pikir apa?”

Lalu keduanya tertawa.

Hati keduanya terasa nyaman.

Baik Hyeojin maupun Minho.

Karena Hyeojin menyukai Minho lebih dari apapun.

Kalau dia tidak bertindak cool, pasti sudah akan menangis terharu.

Ya Tuhan, Minho.

Sejak malam itu, saat mereka pertama kali bertemu, Kim Hyeojin sudah sangat menyukainya.

Keesokan harinya.

Han Jihwa berjalan bersama Park Seunghee, di dalam gedung SM, yang sudah menjadi rutinitas sehariannya. Bersama Seunghee yang notabene anak dari staff SM, tentu saja Jihwa bisa mudah masuk ke dalam gedung SM.

“ Kyuhyun mengajakku untuk menonton latihan mereka,” kata Seunghee, “ Aku mengajak Unnie, secara belakangan ini Hyeojin sibuk dengan SHINee.. Tuh kan, liat saja.

Jihwa melempar pandangannya ke kanan, melihat Hyeojin sibuk berkutat dengan catatannya dan di belakangnya, ada 6 orang lelaki berjalan..

Tunggu.

Did Jihwa say, SIX boys?

Jihwa yakin betul SHINee hanya terdiri dari 5 orang. Onew. Jonghyun. Key. Minho. Dan Taemin.

Satu orang itu..

Napas Jihwa tertahan.

Lee Donghae.

“ Hyeojin-ah!” seru Donghae menggerutu, “ Kubilang kau harus bawa syal!”

“ Tapi ini kan tidak perlu! Apalagi masih musim semi, kan?!”

“ KIM HYEOJIN!”

“ BAIKLAH, BAIKLAH.” Hyeojin menyambar syal itu kesal. Donghae menangguk-angguk puas.

Jihwa melihat mereka berdua.

Akrab, ya.

Aku tahu betul Donghae oppa menyayanginya.

“ Ah,” Hyeojin menyadari kehadiran Jihwa dan Seunghee, melambaikan tangan. “ Hai!”

Jihwa tersenyum, sementara Seunghee hanya menyikut lengan Hyeojin saat gadis itu menghampiri mereka berdua.

“ Kau tidak pernah main lagi bersama kami.”

“ Maaf, maaf. Yah kan, kau marah, Seunghee?”

“ Menurutmu?”

“ Hehe.” Hyeojin merangkul Seunghee. “ Oke aku sangat merindukanmu. Kapan-kapan kita main, ya.”

“ Kalau kau bebas dari jadwal padatnya sebagai manajer?” decak Seunghee memelankan suaranya, “ atau kamu betah karena kamu bisa terus berada di sisi Minho?”

Wajah Hyeojin berubah semerah kepiting rebus.

“ PARK SEUNGHEE!” jerit Hyeojin. Jihwa menepuk bahu Hyeojin, geli melihat tingkah dongsaengnya.

“ Unnie,” Hyeojin mengerutkan bibirnya, “ Kau tidak membelaku?”

“ Untuk apa? Kurasa Seunghee benar.”

“ UNNIE!”

“ Ya, Kim Hyeojin,” tiba-tiba Minho datang, merangkul pinggang Hyeojin. “ Kau sebaiknya jangan berteriak .. apa sih yang kau teriakkan? Sebaiknya kita pergi sekarang. Ah, halo Seunghee, Jihwa-noona.”

“ YA! CHOI MINHO.” Donghae memperlebar langkahnya dan menarik kerah pakaian Minho. Dia menatap Minho tajam dan berbisik pelan, “ Kau.hanya.sahabatnya.”

Minho kaku saat ditatap begitu. Dia ingat kalau Donghae menyukai Hyeojin.

Dan, sementara itu, Jihwa tahu betul apa yang terjadi di antara Minho, Donghae.

Gerakan bibir Donghae bisa terbaca jelas.

Jihwa menghela napas.

“ Oke. Aku harus pergi sekarang.” Hyeojin menarik tangan Taemin dan Key yang nampaknya sedang bengong. “ Sampai nanti, Seunghee, Jihwa Unnie. Aku akan menghubungi kalian nanti! KALIAN, AYO! Ah, yeobseo? PD-nim! Ya, ya, apa -? Oke, kami sedang kesana dan –“

Hyeojin melangkah keluar sambil menelpon, diikuti kepergian anak2 SHINee.

Seunghee, Jihwa, dan Donghae melepas kepergian mereka.

Hening.

“ Jadi..” Donghae memecah suasana, suaranya terdengar girang, “ Kalian mau menonton kami latihan?”

Son Juhan melihat kerumunan fans di depan gedung SM, menyambut kedatangan seseorang.

Oke, ralat. Bukan seseorang.

Tapi itu SHINee.

Mereka diiring ke mobil, dilindungi oleh penjaga.

Juhan melihat seorang gadis, yang sepertinya mungkin stylist mereka, berjalan di belakang SHINee. Namun selama Juhan melihat SHINee, dia belum pernah menemukan gadis i –

Ah.

Gadis itu memegang ponsel.

Ada strap biru..

Mata Juhan terbelalak.

Reflek kakinya melangkah.

Wajahnya tidak terlihat.

Tapi sosoknya –

Juhan berusaha menerobos penjaga, namun dia kalah kuat. Tubuhnya yang kecil tidak mampu mengalahkan penjaga-penjaga kekar itu.

Pada akhirnya dia hanya bisa melihat SHINee, dan gadis itu, memasuki mobil van, lalu melaju pergi.

Mata Juhan berkeliaran, berusaha mencari taksi.

Jalanan masih sepi.

Gigi Juhan bergemeretak. Sial!

Dia tidak bisa mengejar mobil itu. Juhan mendengus kesal dan duduk di pinggiran gedung SM. Kalau seperti ini dia hanya bisa menunggu saja. Mengejar pun percuma, karena tidak ada kendaraan lewat, dan membuang waktu untuk mencari. Dia tidak melihat persis pakaian, apalagi wajah gadis itu, karena tertutup tubuh penjaga. Dia hanya melihat ponsel yang ditempelkan di telinga gadis itu.

Petunjuk apa lagi, memangnya?

Tidak lama kemudian, Juhan melihat sesosok perempuan berambut agak kecoklatan, diikuti perempuan berambut sebahu, berjalan menuju gedung SM. Sosok perempuan berambut kecoklatan itu menarik perhatian Juhan, karena dia mengenakan pakaian mahal dan aksesoris mewah. Dia terlihat cukup cantik, namun wajahnya terasa angkuh.

Juhan menyipitkan matanya.

Sepertinya familiar.

Biasanya kalau seorang wartawan merasa familiar dengan suatu wajah, bisa jadi dia ada hubungannya dengan sebuah agensi. Juhan mengeluarkan ponselnya dan mengetik di search engine, Lee Soo Man’s family.

Juhan, entah kenapa, berpikir gadis itu bukan trainee (karena pakaiannya tidak seperti trainee) maupun staff (karena terlihat masih muda).

Hanya itu yang dia pikirkan.

Hasil pencariannya:

Lee Sunkyu a.k.a SNSD’s SUNNY, 21 tahun (22 untuk korea).

Lee Suae, 18 tahun (19 untuk korea).

Profil terakhir membuatnya tertarik. Juhan pun membuka foto Lee Suae, dan terkejut.

Gadis itu Suae.

Juhan tersenyum dan berdiri.

Mungkin..

Hyeorin memarkirkan mobil Suae dan melirik ke pemilik mobil. Sibuk membenahi make up dan menggerutu kenapa dia tidak bisa berdandan secara maksimal.

Ya Tuhan, Lee Suae, batin Hyeorin, lebih baik kau jangan kesiangan lagi. Kau juga gagal untuk meni-pedi kan..

“ Aish!” Suae memasukkan peralatan make up-nya ke dalam tas. “ Sudahlah! Ayo, turun!” Suae membuka pintu mobil dan memijakkan kakinya di atas aspal. Hyeorin hanya mengikuti Suae. Mereka berdua berjalan menuju gedung SM. Niat Suae adalah mengecek jadwal SHINee dahulu, kemudian menyusul ke tempat kegiatan mereka sekarang.

Suae melangkah tidak sabaran, namun berusaha tetap anggun. Banyak pasang mata melihat sosok ‘mewah’nya dan mengagumi kecantikannya. Suae tersenyum sombong. Aku mengerti.

Tetapi Suae mengerutkan dahi, melihat sesosok lelaki bertubuh kecil, mengenakan sweater, membawa kamera polaroid, berkacamata, dan sedikit brewokan dengan kulit putih, berjalan mendekatinya.

“ Permisi..”

Suae dan Hyeorin menghentikan langkahnya. “ Ya?” tanya Suae. Hyeorin melangkah maju ke depan Suae, bersiaga. Entah kenapa ini selalu menjadi instingnya, menjaga Suae. Berlebihan? Tidak juga.

“ Kau Lee Suae, kan?” tanya lelaki itu. Suae mengangguk. Lelaki itu tersenyum aneh, lalu mengeluarkan sesuatu di sakunya. Sebuah kertas tebal, berukuran kecil.

“ Apakah kau mengenal gadis ini?”

Mata Suae tertuju pada kertas, yang ternyata terpampang sebuah foto. Suae terlonjak, melihat sosok di sebelahnya adalah Minho. Namun di depan Minho, terlihat sosok perempuan tetapi blur. Suae masih bisa mengenali Minho dari hidung dan rambutnya, dari samping.

“ Itu kan.. Minho oppa?”

“ Kau mengenal Minho-ssi?”

“ Tentu saja,” jawab Suae, “ Aku mengenal seluruh artis SM.”

Lelaki itu mengangguk-angguk. Suae mengamati foto itu.

Benda kebiruan itu..

Ingatan Suae seketika berjalan saat dia di Hongkong, bertemu dengan SHINee dan Kim Hyeojin.

Suae terbelalak.

Gadis itu –

“ Kau nampaknya terkejut,” Lelaki itu menyeringai, “ Kau kenalkah?”

“ Eh..”

“ Apakah ini pacar SHINee’s Choi Minho?”

Suae hendak membuka mulut, tetapi terlintas sesuatu di benaknya.

Lalu dia tersenyum dalam hati.

“ Bukan,” Suara Suae tiba-tiba melunak, feminin, bahkan membuat Hyeorin melongo. “ Itu.. bukan pacar Minho oppa! Aku jamin deh!”

Hah? Mulut Hyeorin menganga, kenapa suaranya aneh begitu?

Lelaki itu tampak curiga melihat sikap Suae yang tidak meyakinkan. Suae menggeleng-geleng dengan penuh keterkejutan. “ Aku tidak menyangka kalau.. Ah, aku tidak bisa menjamin sekarang.. Apa aku tanyakan dulu pada paman?”

“ SUAE!” Hyeorin melotot karena Suae bertindak gegabah, mengatakan kalau dia tidak menjamin.

Suae menoleh dan menatapnya dengan puppy eyes. “ Apa? Aku tidak mengerti!” serunya, “ mm, kalau begitu, boleh tidak kalau aku meminta foto ini? Biar kutanyakan pada staff.. ah tapi Anda tidak memiliki foto lain, ya?”

Lelaki itu menggeleng, “ Tidak, tenang saja. Itu hanya hasil scan, yang asli ada di tasku.”

Suae tersenyum. “ Boleh kubawa? Oh. Nama Anda?”

Lelaki itu melihat mata Suae sejenak, dan Hyeorin bisa melihat seringaian yang sarat terlihat di wajahnya.

“ Son Juhan, wartawan majalah X,” jawab lelaki itu dengan nada sopan aneh, “dan, silakan dibawa.”

“ Ya! Lee Donghae!” seru Heechul. Donghae menoleh di tengah-tengah latihan.  “ Wae, Hyung?”

“ Belikan kami makan, ya! Dan minum di minimarket!” seru Heechul. Donghae melotot sambil memainkan handuk kecilnya. “ Kalian kenapa menentukan seenaknya!”

“ Kami tadi bermain dan bertaruh tentangmu, dan pada akhirnya kami memutuskan untuk menyuruhmu!” seru Yesung.

Donghae berdecak.

Han Jihwa dan Park Seunghee hanya menggeleng-geleng heran saja.

“ Setidaknya ada satu orang lah yang menemaniku!” seru Donghae sambil cemberut, namun member-member lain pura-pura tidak mendengar. Donghae menggembungkan pipinya, kesal. Kyuhyun berjalan mendekati Seunghee dan menantangnya bermain starcraft. Heechul mendengarkan musik, Ryeowook dan Yesung berlatih menyanyi, sementara yang lain sibuk bermain hom pim pa.

Satu-satunya yang bisa diajak dipaksa Donghae ke minimarket adalah…

“ HAN JIHWA!”

Jihwa menoleh, clueless.

Tahu-tahu tangan Donghae sudah menyeretnya begitu saja.

“ YA! LEE DONGHAE!”

Suae tersenyum puas.

Dia memfoto gambar itu, dan menjadikannya attachment untuk dikirim ke email Hyeojin dan email Lee Donghae yang dia dapatkan, hasil dari bertanya-tanya, namun dikirim dengan isi pesan yang berbeda.

Hyeorin menatapnya khawatir. “ Suae..”

“ Apa?”

“ Tidakkah ini namanya kau menyulut api?”

“ Memangnya kenapa?” tanya Suae sinis, “ Sudah kubilang dia jangan mendekati SHINee, apalagi Minho-ku.”

‘Minho’-mu ?” Hyeorin menyibakkan rambutnya, gusar. “ Kau tidak akan bertindak sama seperti satu setengah tahun yang lalu itu kan?”

“ Gadis itu?” Suae terkekeh, “ Siapa namanya? Yang Mi Hyun? Dia keterlaluan, mendekati SHINee-ku!”

Hyeorin melotot. Dia tidak mendekati mereka! Dia hanyalah fans loyal!

Suae tertawa licik. “ Supaya dijadikan pelajaran bagi Kim Hyeojin.”

“ Tapi apa yang akan Donghae katakan nanti tentangmu?!”

“ Memang dia bisa apa padaku?” Suae menatap Hyeorin tajam, membuat gadis berambut sebahu itu bungkam.

Suae mendengus. “ Kita harus ke taman sekarang, Park Hyeorin. Pertunjukan akan dimulai.”

“ Memangnya apa?”

“ Hm,” Suae tersenyum culas, “ Kau pikir apa?”

Jarinya memencet sesuatu.

Send.

Kim Hyeojin sedang menuangkan air ke dalam gelas dan memberikannya ke masing-masing anggota SHINee. Taemin dan Onew meneguk langsung, sementara sisanya terlihat santai. Mereka sedang break dalam acara showcase tersebut.

Minho dan Key menggeser posisi duduknya ke dekat Hyeojin. “ Kau tidak minum?” tanya Key. Hyeojin menggeleng. “ Tidak. Aku sudah, kok.” Dan memang benar.

Minho meletakkan kepalanya di bahu Hyeojin. Gadis itu hanya terdiam. Meskipun kebiasaan skinship Minho masih tetap sama, entah kenapa Hyeojin tidak bisa senyaman dulu. Perasaan sukanya makin membesar sejak mereka di hongkong.

Minho juga.. hanya terdiam, lalu mengangkat kepalanya.

Apa yang Minho pikirkan?

Hyeojin menatap Minho, penuh tanda tanya.

Tidak lama kemudian, ponselnya bergetar. Ada email masuk. Hyeojin merongoh saku bajunya dan membuka email itu.

Matanya melebar.

Foto ini..

Kim Hyeojin. Datanglah ke gedung SM, sekarang, kalau kau tidak ingin ini menyebar.’

Spontan, Hyeojin berdiri dan berlari tanpa mengatakan apapun pada SHINee.

Minho terkejut dan hendak menyusul Hyeojin, tetapi niatnya terhenti. Seorang staff wanita mendekati mereka.

“ SHINee, showcase akan dimulai lima menit lagi.”

“ Oppa,” Han Jihwa melengos ke arah lelaki bertopi kupluk itu yang terus-terusan menunduk dan separuh wajahnya ditutupi sapu tangan, “ Kau akan membeli apa saja sebenarnya?”

“ Makanan kecil,” jawab Donghae bersiul-siul. Han Jihwa mengulum senyum, geli melihat snack anak-anak yang Donghae beli di minimarket.

Pada akhirnya mereka membeli jenis snack yang sebenarnya tidak terlalu penting. Semua adalah pilihan Donghae.

Mereka menuju kasir dan membayar belanjaan-paling-tidak-penting-mereka. Bahkan Donghae membeli banyak snack dibandingkan air minum.

Terserah, deh, Jihwa menggeleng-geleng.

Kemudian ponsel Donghae berbunyi. Donghae mengambil ponselnya “ Aih? Ada email masuk~”

Namun wajah ceria Donghae seketika berubah merah.

‘Lee Donghae-oppa. Kau melihat foto ini? Datanglah ke taman dekat gedung SM sekarang juga supaya foto ini tidak menyebar. Suae.’

Dan yang muncul di benak Donghae adalah, ingatan satu tahun yang lalu.

Ini jebakan.

“ O.. Oppa?” Jihwa memberanikan diri menegur Donghae. Tetapi dagu lelaki itu mengeras dan langsung berlari ke luar minimarket, meninggalkan Jihwa.

“ Oppa!” panggil Jihwa panik dan mengambil belanjaan itu, mengejar Donghae.

Sementara itu, Lee Donghae, memencet tombol nomor ponsel Hyeojin.

angkatlah.. Hyeojin.. Ah! KIM HYEOJIN! Kau dimana? Taman? SEHARUSNYA KAU TETAP DI GEDUNG! TUNGGU DI SANA, JANGAN SEMBARANGAN, HANYA AKU YANG AKAN MEMANGGILMU! AKU AKAN KESANA, SEKARANG! JANGAN TERPERANGKAP JEBAKAN SUAE! SEBENARNYA –  ”

Sudah dua jam berlalu dan Son Juhan masih tetap setia berada di depan gedung SM, menunggu sesuatu, apapun itu. Dia bolak-balik meminum kopi kaleng, menulis artikel untuk menyicil pekerjaannya, dan bersandar di bangku trotoar. Juhan sudah mulai lelah menunggui bahan berita apapun di tengah teriknya panas matahari. Juhan memutuskan untuk kembali ke rumah kecilnya dan berdiri, mulai mengambil langkah, namun terhenti.

Seorang gadis memasuki gedung SM dengan panik.

Juhan mengerutkan dahinya.

Gadis itu tidak tampak seperti trainee karena menggunakan wedges. Kalau fans, mana mungkin dia dipersilakan masuk oleh penjaga? Namun gadis itu keluar lagi dan berlari tergesa-gesa.

Naluri wartawan Juhan muncul dan dia bersyukur membawa foto asli itu di dalam tasnya.

Apa mungkin..

“ Halo? Halo? Donghae Oppa! Aish! Panggilannya terputus! Pasti baterai ponselnya habis!”

Kim Hyeojin berdiri di sebuah taman, tempat yang sangat memorial untuknya, dengan napas terengah-engah. Berlari dengan wedges karena panik cukup membuatnya lelah. Hyeojin melihat sekitarnya. Tidak ada seorang pun. Taman ini cukup sepi, seperti biasanya.

Hyeojin mengusap peluh dengan tangannya. Dia berdiri memunggungi taman. Hyeojin teringat ucapan Donghae barusan, mengenai Suae. Benarkah ini jebakan Suae?

Setahun yang lalu..

“ Permisi..”

Badan Hyeojin seketika membeku. Hyeojin tidak punya nyali untuk membalikkan badannya dan menundukkan kepalanya dalam-dalam. Ada seseorang memanggilnya dan orang itu berada sekitar tiga meter darinya. Hyeojin menggigit bibirnya. Dia merasakan ketakutan yang amat sangat.

Gawat.

Hyeojin tidak bisa melawan, atau situasinya akan makin memburuk jika melukai wartawan itu. Spontan dia berlari keluar taman lewat sisi belakang, dan dia dikejar oleh orang itu. Hyeojin berusaha melewati lalu lalang warga yang untungnya tidak terlalu banyak.

Seperti yang Hyeojin duga.

Orang ini bukan sembarangan.

Jantung Hyeojin berdetak kacau.

Tolong.

“ Hei!”

Hyeojin tersentak, namun tidak menoleh, namun menghentikan langkahnya, begitu pula orang yang mengejarnya.

Dia tahu pemilik suara itu.

Donghae.

Lee Donghae reflek menjatuhkan sapu tangannya, mengejutkan orang yang mengejar Hyeojin saat melihatnya.

Dan yang lebih mengagetkan, tindakan Donghae selanjutnya.

Dia mengulurkan tangan dan memeluk Hyeojin di tengah bapak-bapak dan ibu-ibu yang sedang berjalan, sambil menyembunyikan wajah Hyeojin.

Meskipun begitu, Hyeojin bisa melihat sesosok gadis yang berdiri terpaku dari kejauhan.

Han Jihwa.

Hyeojin tahu, semuanya akan memburuk, karena ini bisa dibilang skandal.

Tetapi saat melihat Jihwa,

Entah kenapa semua tambah memburuk.

Hyeojin merapatkan matanya.

Kenapa harus di taman ini?

Hyeojin menggigit bibirnya.

‘Jaga dirimu baik-baik, Kim Hyeojin. Aku kan tidak bisa selalu mengawasimu.’

Minho.

Lee Suae tertawa puas, sementara Park Hyeorin tidak bisa berkata-kata melihat kejadian yang baru saja berlangsung di depan matanya. Dua jam lebih mereka berdua memantau wartawan itu, lalu dengan cepat semua ini terjadi.

“ Wah,” decak Suae, “ Wartawan itu punya insting tajam juga untuk mengikuti Hyeojin.”

Hyeorin menatap Suae dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.

Ada sebuah konflik batin yang Hyeorin tidak mengerti.

Fifteen minutes ago.

“ Ya! Ah! KIM HYEOJIN! Kau dimana?”

“ Taman. Oppa kenapa menelpon –“

“Taman? SEHARUSNYA KAU TETAP DI GEDUNG!”

“ Kenapa? Resepsionis bilang, aku harus ke taman mengenai sesuatu!”

“ TUNGGU DI SANA, JANGAN SEMBARANGAN, HANYA AKU YANG AKAN MEMANGGILMU! AKU AKAN KESANA, SEKARANG! JANGAN TERPERANGKAP JEBAKAN SUAE! SEBENARNYA DIA YANG MENGIRIM ITU PADAMU! AKU TAHU KARENA AKU MENDAPAT EMAIL DARINYA, MENGENAI FOTO ITU, INGAT KAN? YANG KUBILANG KAU HATI-HATI!”

“ APA?! Tapi kenapa kau bisa yakin?!”

“ Ya! Kim Hyeojin! Apa kau tidak tahu kejadian satu setengah tahun yang lalu?”

“ Memangnya a –“

“ YANG MI HYUN! Enam belas tahun! Korban kejahatan Suae karena sebuah foto juga, satu setengah yang lalu!

“ A.. Apa? Halo? Halo? Donghae Oppa?”

Sebelum Hyeojin mengerti, percakapan itu telah terputus.

Yang bisa dipikirkan Hyeojin hanyalah, apakah itu benar?

Tetapi sebelum Hyeojin menemukan jawabannya,

Semua ternyata terjadi begitu saja.

Dan pada saat itu

yang bisa Hyeojin pikirkan hanyalah lelaki yang sehari sebelumnya telah memperlihatkan pemandangan malam,

di taman dimana tempat masalah baru akan segera dimulai.

Comments on: "Because I Really Love You – part 17" (20)

  1. HwangChanChan said:

    Makin seru aj nh knflik y. . .
    Ayo truskn authr. . .
    Fighting fighting..😀

  2. horeeeee !! akhirnya jihwa ma seunghee keluar juga . aku menantikannya setelah sekian lama. hhe ~ jihwa.nya kasiaaaaan ~

  3. -____________________________________- curious to the max😐

  4. suae.. jezzz.. ku tendang kau ke samudera atlantik !
    kasian ama jihwa… T.T

  5. Wtf!
    Suae how dare she is same as her cousin haha maapmaap
    konfliknya seru onn~
    overall its good! Saya suka membaca ff karyamu onn
    habis onn bisa manage a lot of character.jadi itu hebat! Lol-,-
    aku mau dong diajarin bikin english ff,soalnya kalo di forum international hrs english.aku rada suka salah ehe -,,-

    • terima kasih! xD dan aku akui manage 9 karakter itu merepotkan o.0 tp seru sih, ngasah ketelitian xD

      ya ampuuuun hahaha aku ga jago2 banget english nya, itu jg belajarnya aku dr EF, ff inggris, video korea yg subbed hehe. ohh jgn2 km join di SFI ya? aku prnh liat km soalnya tp agak2 lupa gitu xD

  6. i’m here onnie! (@mayagaul) hehe just let you know that i read your fanfic

  7. sashalicia said:

    oh oke, ahra ssi…ga suka ga suka ga sukaaa!!!! hahaha, minho lambat bener dah, bikin gemes….jdnya kan masalah makin rumit, mana ngelibatin wartawan pula, lah makin ribet dah, hahaha
    oke, hrs diakui, km pintar memainkan emosi pembaca ffmu…good job, dear! keep writing, ok? i will keep royal to this ff🙂 (ngomong apa sih gw -_-)
    btw, suae manggil sunny tuh sunkyu y? pdhl sunny kan ga suka dipanggil pake nama asli dia ini, hahaha (oke, abaikan ocehan yg ni)…

    • aku juga gasuka! minho ini gimana sih lemot banget ya😡 /plak/ *padahal yg nulis diri sendiri* xD

      ahahaha am i playing with readers’s emotion? xD

      i do and i will. thanks for keep loyal to me! lololol im glad if my fic is read well by my readers!

      kan sunny sepupunya suae, makanya boleh2 aja dong manggil nama aslinya xD

  8. Lucas Delacroix said:

    well. you must be know who i am, dhila..
    first…dhila..FIGHTING!!!! i love your story!!
    second, i’m sooo glad there are a lot of readers who cares about Jihwa. thanks a lot..(kesannya saya…)
    third..yah, sebagai orang yang terpecaya, saya cuma mau bilang, kalau Dhila tersayang (hueek) tidak mau membuat cerita atau plot cerita yang beerhubungan dengan Lee Donghae. alasannya? saya tidak tahu, harap konfirmasi saja dengan orang yang berkaitan. tapi saya pribadi juga agak tidak rela soal itu..
    engga tahu ya kenapa..

    pokoknya, Dhila, FIGHTING!! ayo berusaha, walaupun itu harus bikin plot disaat belajar. atau ngetik diem-diem lewat bb, saya sebagai sahabat, dan onnie yang baik akan selalu mendukung dongsaengku ini!!
    JEONGMAL MIANHE, KALAU KEPANJANGAN..*bow*

    • DONT MENTION MY REAL NAME😄 im embarassed! here i’ve been known as choi ahara! LOL.

      and………………. DONT ACT LIKE YOU DONT KNOW WHY I DONT MAKE A FIC ABT HAE. lol. but really, my dear, thankyou so much xD

      are you my unnie? we are a year apart yet we r in same class LMAO.

      anyway thankyou. and, I AM your beloved dongsaeng. LOLOLOL.

  9. Lucas Delacroix said:

    khekhe, jujur aja..saya lebih menyukai nama aslimu yang saya panggil dengan cara setengah-setengah itu. (mian..)
    dan, tetap tidak terima soal perbedaan umur kita..yang seharusnya kau adik kelasku tapi tidak gara2 te-kaku 2 tahun seperti idiot..

    and..HAHAHAHAHAHAHA, juuuuusssst kiiiid, okay, okay i’ll admit it. ahra didnt want make any story abt hae because of me..

    oh iya kita cuma setaun kelas bareng. mudah2an kelas 12 bareng!

    • apa sih hahahaha yang penting kan sekelas, jd beda umur gamasalah xD

      kampret LOL kalo di sekolah aja manggil gue ‘nad’ LMAO.

      amin amin. nanti kita kerja sama bareng2 ya xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: