more fantasy about k-pop

Title: [Oneshot] Our Distance Wasn’t That Close

Author: Choi Ahra

Genre: Romance, Angst, Fluff. AND BAHASA MODE :p
Rating: PG
Cast: SHINee’s Taemin, slight the other members.
Word Count: 3422
Disclaimer: only the plot is mine.
Summary: “You shine too shining, Taemin.”

A/N:

Dedicated for Potina! She found my facebook and got my number from me, then asked me for writing Taemin and her fanfic privately. Im sorry i made this turned not really well, but i’ve tried my best! xoxo, ahra.

Sweet comments are allowed! LOL.

Lee Young Ji mendesah pelan saat melihat Lee Taemin yang muncul di TV, lagi-lagi, bersama member-member SHINee lainnya.

Dia tampak menonjol sekarang. Hari demi hari, Taemin selalu saja..

Young Ji mengambil remote tv dan mematikan, padahal acaranya belum selesai. Dia berjalan menuju kamarnya dan menutup wajahnya dengan bantal.

Sialan, batin Young Ji, aku ingin bertemu dengannya. Kangen, dasar anak bodoh.

Young Ji melempar bantalnya usai menelungkupkan wajah, terdiam. Sudah sekian lama dia tidak bertemu dengan Taemin dan sekarang hubungan itu nampak menjauh, di mata Young Ji, dan di hatinya sendiri.

Young Ji menyeret langkah kakinya malas-malasan menuju sekolah. Dia tidak tahu apakah harus bahagia ke sekolah, dengan atau tanpa adanya Taemin. Menjadi artis dan disukai banyak perempuan adalah risiko yang harus ditanggung sendiri oleh Taemin, juga oleh Young Ji, sebagai perempuan yang menjalani secret relationship dengan Taemin.

Hanya itulah yang Young Ji pikirkan. Bahkan dia tidak tahu apakah hari ini Taemin masuk sekolah juga atau tidak, mengingat semalam – tidak, sudah tiga hari ini Taemin tidak menelponnya. Mereka hanya saling berhubungan lewat email dan Taemin tetap tidak memberitahukan apakah dia masuk  atau tidak.

Young Ji melangkah masuk ke dalam sekolah, dan dia langsung mengerti, Taemin tidak menghadiri kelas lagi.

Tidak ada kerumunan para SHINee World.

Tidak ada jeritan histeris oleh para taemints.

Young Ji mengeluarkan ponsel dari sakunya dan dia ingat, esok adalah reherseal Dream Concert. Young Ji menekan tombol-tombol angka tertentu – tidak lain adalah nomor ponsel Taemin, dan menelpon.

“ Yeobseo?” Suara lunak dan soft itu mengangkat telpon.

“ Taemin,” Young Ji tersenyum, tanpa sadar. Sejak mereka berpacaran, Young Ji tidak pernah bisa memanggil Taemin dengan sebutan oppa, bahkan walaupun Taemin lebih tua beberapa bulan darinya dan mereka menjalin hubungan. Young Ji justru merasa Taemin seperti dongsaengnya. Muka bayi yang dimiliki Taemin selalu menghancurkan image Taemin-lebih-tua darinya.

“ Young Ji-yah,” suara di seberang sana terdengar ceria, “ Kau sedang apa? Hari ini kau sekolah kan?”

“ Tentu saja. Aku kan bukan artis, Taemin. Memangnya dirimu?” Young Ji tertawa kecil. “ Hei, hari ini kau sedang apa?”

“ Tebak saja,” jawab Taemin iseng.

“ Kau minta dicekik.”

“ Ya ampun Young Ji-yah,” tawa Taemin, “ Kau ini ya. Hahaha. Percaya atau tidak, aku sedang beristirahat di dorm.”

Young Ji terkesiap. “ Tunggu! Kau sakit?”

“ EH? Kok kau ta – “ Pip.

Telepon pun mati.

Young Ji menganga dan melihat ponselnya. BATERAINYA HABIS. MATI. SIAL. SIAL. DIA LUPA MENGISI ULANG BATERAI SEMALAM.

Young Ji membalikkan tubuhnya dan berlari menuju dorm, tanpa pikir panjang. Persetan dengan sekolah. Young Ji langsung dilanda kepanikan dan berlari sekencang-kencangnya.

Voila, Young Ji membatin. Saat dia hendak memasuki dorm SHINee, dia merasa bersyukur karena penjaganya telah mengetahui hubungannya dengan Taemin, dan dia bisa masuk dengan mudah.

Young Ji berdiri di depan pintu dorm mereka dan memencet bel.

“ Siapa?” tanya seseorang dengan suara unik di dalam.

“ Kibum Oppa? Ini aku, Young Ji.”

“ Young Ji-yah!” Sekejap, pintu pun terbuka.  Young Ji tersenyum saat Key membuka pintunya. “ Annyonghaseo, Kibum Oppa.”

“ Kau pasti ingin menjenguk Taemin,” kata Key ramah. Young Ji mendecak. “ Dia benar-benar sakit?”

“ Tidak juga. Bisa dibilang dia kelelahan. Kau kabur dari sekolah atau apa? Kau masih mengenakan seragam begitu. Aku tidak menyangka seorang murid teladan dan cukup populer bisa kabur sekolah juga. Kunjungan rutinmu kan tiap empat hari seminggu, dan itu besok so – .”

“ Yah,” Young Ji melangkah masuk usai dipersilakan Key, “ Oppa tahu lah, aku tiba-tiba blank dan saat aku menyadari semuanya, aku ternyata sudah berada di depan dorm kalian.”

“ Irinya punya pacar,” Key mendesis, “ Minho juga bersama Ah- Tunggu! TAEMINNIE! KAU KENAPA?”

Suara gedubrakan terdengar dan spontan mereka berdua melesat menuju kamar Taemin dan menemukan maknae-berambut-agak-jamur-kecoklatan itu, menggelinding dari kasur.

“ Taemin-ah..” Key meloncat dan menjitak Taemin keras. “ KAU- oh, pacarmu datang nih.”

Taemin mengerjap-ngerjapkan matanya dan tersenyum tipis. “ Hai.”

“ Taemin,” panggil Young Ji menghela napas, “ Kau mau kubantu apa?”

“ Tidak perlu.”

Young Ji berlutut dan mendesah. “ Kau tidak bilang apa-apa padaku.”

Taemin hanya tersenyum dan berlalu, duduk di sebelah Key. Young Ji duduk tidak jauh dari mereka, memerhatikan keduanya.

Ternyata Taemin bisa tertawa lebar kalau ada Key.

Pikiran Young Ji terbang, entah kemana.

Ah.

Kapan terakhir kali dia melihat tawa itu, ya?

Young Ji berjalan pelan dan melihat deretan foto yang dipajang SHINee.

.. Wah.

Taemin terlihat sangat berbeda, ya.

Entah dari mana..

“ Young Ji-yah?” Key memanggilnya, “ Kenapa kau terdiam begitu?”

Young Ji menggeleng pelan dan menatap Taemin dari kejauhan.

Semakin dia bersinar, dia semakin berbeda.

“ Young Ji-yah, aku biar memasak sup dulu. Kau jaga Taemin sebentar, ya,” pinta Key. Young Ji mengangguk dan Key pun beranjak dari sofa, berjalan menuju dapur. Young Ji duduk, tidak jauh dari Taemin.

Hening.

Young Ji meremas tangannya pelan.

Bahkan Taemin tidak berusaha membuka pembicaraan.

Diam-diam, Young Ji memerhatikan Taemin.

Dia berubah menjadi seseorang yang mandiri dan berdiri sendiri. Tidak pernah Taemin bergantung padanya. Young Ji tahu, itu adalah sesuatu yang aneh, mengingat status perempuan di sini adalah Young Ji. Namun apa yang Young Ji pikirkan adalah, dia ingin Taemin tahu kalau Taemin bisa mengandalkan dirinya lagi.

Dulu, betapa Young Ji sangat suka ketika Taemin memintanya untuk mengajarkan pelajaran yang tertinggal, meminta menemaninya untuk belajar, atau memasakkan makan siang untuknya yang akan Young Ji berikan diam-diam saat di sekolah. Young Ji berpikir dengan membantu Taemin lewat statusnya sebagai pelajar yang cukup pintar, adalah jalan untuk bisa berdiri sejajar dengan Taemin yang notabene seorang artis, youngest dancing king.

Tetapi..

“ Young Ji-yah, kenapa kau menatapku begitu?” Taemin menyadari kalau Young Ji terlihat penuh kegelisahan.

“ .. Tidak.”

Taemin menatapnya dengan pandangan yang tidak bisa Young Ji artikan. Satu hal yang Young Ji mengerti, sejak Taemin makin bersinar, makin outstanding, jarak di antara mereka makin menjauh, dan Young Ji tidak lagi mengerti apa yang dipikirkan Taemin.

Sudah lama dia merasakan ini.

“ Aku ingin pulang,” kata Young Ji tiba-tiba. Taemin melihatnya, sementara Key muncul dengan sepanci sup di tangannya. “ Kau tidak ingin makan dulu?”

Young Ji menggeleng. “ Tidak, terima kasih. Aku ingat aku harus belajar.”

Taemin mengepalkan tangannya. “ Belakangan ini kau selalu belajar lebih giat dari biasanya, Young Ji-yah. Kau sudah pintar. Jangan memaksakan diri.”

“ Aku tidak masalah, kok,” Young Ji tertawa, “ Sampai nanti, Taemin, Kibum Oppa.”

Young Ji melangkah keluar dari dorm mereka, meninggalkan Taemin. Hanya ini yang bisa dia lakukan, belajar dan belajar, supaya tidak kalah dengan Taemin, supaya bisa memiliki sesuatu yang dibanggakannya.

Posisiku sekarang tidak cukup.

Young Ji menutup pintu dorm mereka pelan.

Young Ji tidak tahu kalau Taemin melihatnya dengan perasaan terluka.

The Day of Dream Concert Reherseal

Young Ji mengerjap-ngerjapkan matanya, bingung. Dia sengaja tidak mengajak jalan temannya untuk menonton Dream Concert bersamanya (karena pasti Young Ji akan ke backstage, menemui Taemin) dan menyamar supaya tidak terlihat oleh teman-temannya yang datang juga, namun sekarang dia kebingungan karena tiba-tiba saja, stadion Dream Concert sudah dipadati para ELF, Shawol, SONE, Hottest, Playgirlz, dan lain-lain. Young Ji berdecak dalam hati. Untung saja Young Ji sudah membeli tiket khusus yang paling depan berkat koneksinya dengan SHINee.

Young Ji berjalan, melewati kerumunan para fans itu, dan akhirnya keluar dari lautan ratusan, atau mungkin lebih, manusia-manusia dengan napas terengah-engah.

Engap banget. Aish.

Young Ji menduduki tempat duduk yang sudah dia pesan dan menyiapkan handycamnya, seperti para fans-fans lain yang merekam reherseal artis-artis itu.

Giliran SHINee sekarang.

Seketika riuh penonton terdengar hingga memekakkan telinga Young Ji. Dia tersentak hingga nyaris menjatuhkan handycamnya. Demi Tuhan, ini baru reherseal! Batin Young Ji dalam hati. Matanya tertuju langsung pada sosok Taemin yang sedang tertawa saat berbicara dengan Minho.

Dia tertawa di depan Minho juga.

Sepanjang reherseal Ring Ding Dong dan saat mereka tampil yang sesungguhnya di panggung, tangan Young Ji yang memegang handycam hanya menangkap wajah Taemin, tanpa sadar.

Saat itu pula berbagai pikiran terlintas di benak Young Ji.

Taemin tertawa dan Taemin menakjubkan.

Taemin bersinar.

Young Ji mengangkat kepalanya dan melihat malam yang bertaburan banyak sekali bintang. Mungkin ini cheesy, gombal dan sebagainya, tapi Taemin seperti bintang itu.

Bersinar.

Dan berada di atas langit, jauh, seolah hendak pergi.

Pergi..

Tanpa Young Ji menyadari, ternyata Dream Concert telah usai. Young Ji melirik jam tangannya dan buru-buru keluar dari stadion, berdiri di tempat yang cukup aman dari paparazzi sehari (baca: fans) yang sibuk mencari foto-foto idola mereka.

Young Ji mendesis pelan. Bahkan ketika dulu dia masih sebatas fans, dia tidak senekat ini. Dia celingukan kiri-kanan, melihat apakah sudah aman atau tidak. Saat dia memastikan bahwa semuanya sudah aman, dia berlari menuju backstage Dream Concert. Matanya mencari-cari sosok Taemin, dan akhirnya dia menemukannya yang sedang duduk di pojokan bersama Minho.

“ Taemin,” panggil Young Ji. Taemin mengangkat kepala dan tersenyum tipis. “ Young Ji-yah.”

Sejak kapan..

Dia terlihat sangat keren?

Young Ji tersadar dari lamunannya saat matanya menangkap lengan baju Taemin turun. Young Ji terdiam. Putih sekali dia, batinnya. Young Ji mengulurkan tangan dan berkata, “ Bahumu terlihat..”

Taemin menoleh ke bahunya dan refleks mundur dari tangan Young Ji. Dia membenahi bajunya dan berkata, “ Terima kasih, Young Ji-yah.”

Hati Young Ji terasa aneh.

Taemin menghindari Young Ji.

Taemin berdiri dan menggamit tangan Young Ji. “ Ayo, mari sapa Super Junior sunbaenim.”

Young Ji mengangguk dan mengikuti Taemin. Dia membalas genggaman tangan Taemin pelan dan mengikutinya dari belakang.

Namun sepanjang jalan, mereka tidak berkata apa-apa. Hanya diam, dan terpaku. Taemin hanya sibuk menyapa satu-satu Super Junior sunbaenim nya, sementara Young Ji memaksakan senyum sopan. Pikirannya penuh dengan ketidakpastian, keraguan.

Apakah Taemin benar-benar menyukainya.

Seluruh artis SM yang memeriahkan Dream Concert hari itu berkumpul, kemudian berfoto bersama. Young Ji berdiri dari kejauhan, memerhatikan Taemin.

Sejak kapan dia merasa kalau.. Taemin berasal dari dunia yang berbeda?

Young Ji menelan ludahnya.

… Ya Tuhan.

Tidak berapa lama, Taemin menghampirinya dan menggenggam tangannya lagi. Young Ji merasa, entah kenapa, genggaman itu tidak sehangat dulu.

Kemudian, Sulli f(x) datang mendekati Taemin dan menyapanya. “ Taeminnie Oppa!”

Langkah mereka terhenti, sementara Young Ji tertegun. ‘Taeminnie’ ?

“ Sulli-yah,” Taemin tersenyum lebar.

Young Ji menahan napas.

“ Tadi SHINee keren sekali! Aku suka banget penampilan Ring Ding Dong kalian!”

“ Terima kasih! Oh, kalian terlihat cantik sekali saat menarikan NU ABO!”

Keduanya berbincang dengan akrab, meninggalkan Young Ji yang merasa .. sedih.

Dia merasa ingin menangis.

Young Ji tahu dia harus menahannya dan dia berusaha berpikir kalau sinar lampu ruangan ini terlalu silau sehingga matanya berair.

Sebenarnya dia tidak ingin melakukan ini.

Keputusan tiba-tiba.

Sulli dan Taemin menyudahi percakapan mereka, lalu Sulli berlalu, pergi. Taemin melambaikan tangan dan berkata pada Young Ji, “ Ayo kita pergi.”

“ … Tidak.”

Taemin menghentikan langkahnya dan menoleh. “ Young Ji-yah?”

Young Ji melempas genggaman Taemin dan menjatuhkan tangannya ke udara.

“ Taemin.”

“ Ne?”

Young Ji tahu, Taemin tidak berusaha menatap matanya.

“ Taemin..nie.”

Lidahnya terasa berat.

“ Ne?” Akhirnya Taemin menatap matanya.

Young Ji melihat kedua mata kecoklatan itu dalam-dalam, merasa terluka. Kedua mata itu nampak bening, dan membuat Young Ji kesepian.

Taemin telah jauh, bersinar, dan lebih mengagumkan.

Young Ji takut.. jika Taemin telah bosan padanya, meninggalkannya.

Mulut Young Ji terbuka.

Hanya ini yang bisa dia pikirkan.

“ … Aku ingin kita putus.”

Taemin terdiam.

Hening, tidak ada jawaban.

“ Taemin?” tanya Young Ji lirih. Dia berusaha mencari-cari emosi di wajah Taemin, namun Taemin hanya memasang wajah tenang. Young Ji melangkah mundur, dan meninggalkan Taemin .. mantan kekasihnya.

Young Ji mendongak, menatap langit yang gelap.. Ternyata hujan, tanpa Young Ji sadari. Untunglah dia membawa jas hujan untuk berjaga-jaga, kemudian melangkah di tengah gelapnya malam.

Mulut Young Ji terasa pahit. Walaupun dia berkali-kali berusaha menenangkan dirinya, bahwa Taemin dan dia sudah menemukan jalan terbaik, namun dia masih merasa menyesal.

Young Ji bersyukur hari itu hujan.

Karena hujan menutupi air matanya.

Seminggu telah berlalu. Tanpa kabar, dan Young Ji sadar kalau dirinya benar-benar putus dengan Taemin. Young Ji merasa hatinya tambah tidak karuan.

Dia merindukan maknae SHINee itu.

Dengan penuh kegelisahan, Young Ji duduk di atas sofa dan menyalakan TV.

Hari ini adalah siaran TV Dream Concert.

Young Ji menunggu-nunggu kapan giliran SHINee. Dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri, mengapa dia masih saja memantau SHINee.. atau lebih tepatnya, memantau Taemin.

Saat giliran SHINee tiba, spontan Young Ji duduk tegak. Matanya menatap lekat-lekat sosok Taemin kapanpun dia tertangkap kamera.

‘ You’ve to take this responsibility for a fool like me, fallen for you’

Part lagu Ring Ding Dong yang dinyanyikan oleh Taemin membuat mata Young Ji terasa.. berat.

Taemin.

Tiba-tiba seseorang menelponnya. Young Ji mengangkat begitu saja, tanpa melihat siapa yang menelpon. “ Yeobseo?”

“ Young Ji-yah?”

Young Ji tersentak. “ Kibum Oppa?” tanyanya. Dia bertanya-tanya mengapa Key menelponnya.

“ Ah tidak, hanya saja…”

Young Ji mendengar penjelasan Key seksama dan matanya membulat saat mendengar semuanya.

Tanpa ia sadari, dia mengambil jaket dan dompetnya, kemudian berlari keluar usai memasukkan ponsel ke dalam sakunya. Dia buru-buru mengambil taksi dan segera menaikinya.

Tunggu.

Taemin.

Taemin.

Young Ji menggigit bibir. Dia mengutuki perjalanan rumahnya ke dorm SHINee yang dipenuhi kemacetan. Young Ji langsung berpikir untuk turun dan segera berlari kencang menuju dorm SHINee. Young Ji benar-benar melakukannya.

Taeminne.

Young Ji melangkah masuk ke dalam dorm SHINee tergesa-gesa, menaiki lift, dan segera memencet bel usai dia berdiri di depan pintu dorm mereka.

“ Siapa?” tanya seseorang di dalam, yang Yeong Ji bisa menebak, itu suara Jonghyun.

“ Young Ji!” jeritnya panik. Jonghyun segera membuka pintu dan refleks, Young Ji menggenggam lengan Jonghyun. “ Taemin!”

“ Ah,” Jonghyun menggeser tubuhnya, kelihatan khawatir juga, “ Dia berada di kamarnya. Kibum sedang menjaga Taemin.”

Tanpa basa-basi, Young Ji melangkah cepat menuju kamar Taemin, menemukannya sedang tertidur di atas tempat tidurnya, di temani Key.

Key menoleh menyadari kedatangan Young Ji. “ Young Ji-yah.”

Young Ji terengah-engah, berjalan mendekati Key yang duduk di sebelah Taemin. “ Dia benar-benar pingsan kah?” Young Ji tahu itu pertanyaan tolol, namun dia tidak bisa mengontrol pikirannya yang sedang kacau.

Key mengangguk pelan. “ Dia sudah lama sakit, Young Ji-yah. Dia susah sekali makan atau menjaga tubuhnya, tetapi dia tetap mendatangi segala macam jadwal kami. Padahal manajer hyung sudah menyuruhnya istirahat. Puncaknya hari ini dia mengalami panas tinggi dan pingsan, untunglah terjadinya di sini. Aku hampir membawanya ke rumah sakit, tetapi setelah kuberikan obat penurun panas, syukurlah dia membaik.”

Young Ji menatap wajah Taemin yang sedang tertidur pulas, menelusuri ekspresinya yang tampak tenang dalam tidurnya. “ Sudah berapa lama?”

“ Seminggu ini.”

Young Ji menoleh kaget. Itu adalah hari dimana mereka putus.

“ Apa..”

“ Dia berlari di tengah-tengah hujan, sesudah kau pergi tiba-tiba, Young Ji-yah, namun dia kembali tanpa membawa apa-apa, melainkan wajahnya menjadi muram. Sejak saat itu kondisinya memburuk. Kau tahu saat terakhir kau kesini dengan seragammu, dia kelelahan? Sekarang ditambah sakit dan memaksakan diri tetapi tidak mau menjaga tubuhnya..”

Young Ji tertegun mendengarnya.

Tidak mungkin, kan?

“ Aku heran kenapa dia tidak menghubungimu, Young Ji-yah. Dia tidak memegang ponselnya sesering dulu dan..”

“ .. Kami putus.”

Key melihatnya kaget. “ Yang benar sa –“ Key tidak melanjutkan kalimatnya saat melihat Young Ji murung melihat Taemin. Key tahu betul, Young Ji sangat khawatir.

“ Aku.. keluar sebentar ke minimarket bersama Jonghyun hyung,” kata Key, “ Minho sedang recording Dream Team dan kurasa kau bisa menjaga Taemin sebentar kan, Young Ji-yah?”

Young Ji menganguk pelan. Key tersenyum dan beranjak pergi, meninggalkan Young Ji.

Gadis itu memerhatikan wajah Taemin dengan teliti, sadar kalau Taemin tambah kurus karena sakit.

Taemin..

*DRR. DRR.*

Young Ji melihat ponsel Taemin yang bergetar dan spontan mengangkat panggilan masuk. “ Yeobseo?”

“ Hah? Kenapa jadi suara perempuan?”

“ Ah. Ini aku, Young Ji, Minho Oppa.”

“ Kau disana? Syukurlah.. Aku hanya ingin tahu dia dengan siapa sekarang, tapi kalau denganmu aku bisa tenang. Yasudah, aku cuma ingin bilang itu, kok. Sampai nanti, Young Ji-yah.”

Telepon pun diputus. Young Ji berdecak dalam hati. Sebelum menjadi pacar – kesampingkan masalah putus sekarang – Young Ji benar-benar mengira kalau 2MIN itu nyata.

Young Ji hendak menutup ponsel flip Taemin, namun ia menyadari sesuatu.

Wallpaper ponsel Taemin adalah fotonya.

Young Ji tertegun. Mengapa dia masih memasang foto Young Ji?

Jari Young Ji langsung menekan tombol ponsel Taemin, membuka galeri.

Betapa kagetnya dia saat melihat isi galeri ponsel Taemin.

Semua berisi foto Young Ji yang Taemin ambil diam-diam saat mereka bersama.

Bahkan Taemin menulis judul-judul fotonya seperti, ‘gadis aneh yang sedang tertawa’ , ‘Young Ji sedang tidur’, atau menulis ‘saranghae~’

Young Ji menelan ludah.

Oh, tidak.

Dia telah membuat kesalahan besar.

Young Ji menunduk dan menggenggam ponsel Taemin erat-erat.

Air mata Young Ji mengalir.

Sial.

Young Ji segera menghentikan tangisannya, mengusap air mata, hingga ia tidak menyadari kalau Taemin telah terbangun dan kaget saat melihat Young Ji.

“ Young Ji-yah??” serunya, dan tambah panik saat melihat Young Ji, “ Kenapa kau –“

“ Taemin,” bisik Young Ji, “ Isi galeri ponselmu..”

Butuh sepersekian detik bagi Taemin untuk menyadari apa yang Young Ji maksud. “ Young Ji-yah..” Dia terdiam sejenak, lalu tersenyum pasrah, “ Apakah ada yang salah?”

Young Ji menggigit bibirnya. Taemin melihat ada air mata yang telah mengering di pipi Young Ji. “ Kau menangis? Young Ji-yah?”

Young Ji tidak menjawab. Tangan Taemin terulur dan menyentuh wajah Young Ji dengan kedua tangannya. Melihat Young Ji, Taemin merasa bersalah dan sadar kalau ia telah membuat Young Ji menangis.

“ Young Ji-yah..” ucapnya, seolah-olah hanya itu nama yang Taemin ketahui. Young Ji memejamkan matanya, merasa bersalah karena dia telah mengucapkan kata putus. Dia tidak tahu kalau.. Taemin menyayanginya.

“ Young Ji-yah..” bisik Taemin pada Young Ji yang masih tidak berani beradu mata. Taemin melingkarkan tangannya di tubuh Young Ji dan meletakkan wajahnya di atas rambut gadis itu pula.

“ Young Ji..”

Mendengar namanya dipanggil, kaki Young Ji terasa lemas dan badannya gemetaran.

“ .. Ne?” Akhirnya Young Ji menjawab.

“ Kau mencintaiku?”

“ .. Ne, Taemin, saranghae..”

Taemin tersenyum dan memeluk Young Ji erat. Napasnya terdengar teratur, dia mendesah lega. “ Kupikir kau tidak menyukaiku.”

Young Ji membulatkan matanya. “ Hah? Omo. Kupikir kau yang tidak menyukaiku..”

“ Aku?” Taemin tertawa dengan suaranya yang kekanak-kanakkan. “ Kau selalu terlihat hebat, Young Ji. Kau seorang murid teladan dan kau cerdas, bahkan kau masuk ke dalam peringkat top sekolah, dan kau cukup populer di kalangan siswa. Tentu saja aku minder. Aku? Meskipun aku adalah anggota SHINee, aku tidak memiliki wajah keren, aku hanya seorang lead dancer, dan aku sering tidak masuk karena jadwal padatku. Aku merasa kau makin jauh.. oleh karena itu aku bekerja keras menyamaimu,” ucap Taemin lirih, “ walau pada akhirnya aku seperti menghindarimu karena.. aku minder. Saat kau ingin putus denganku, aku merasa usahaku sia-sia.. dan..”

“ Taemin,” Young Ji memotong ucapan Taemin dengan suara bergetar, “ itu karena..”

“ Lalu kenapa kau ingin putus?”

“ Karena kupikir kau akan meninggalkanku.”

“ Hah? A –“

“ Aku..” Young Ji tidak membiarkan Taemin mengeluarkan protesan. “ Taemin, tahukah kau? Kau terlihat berbeda sekarang. Jauh, jauh lebih bersinar. Tiba-tiba saja kau.. dimana-mana. Saat kau tambah bersinar, aku tidak akan bisa mengejarmu. Maka dari itu aku.. berusaha.. lebih lagi.. belajar, berharap supaya aku bisa sepertimu di dalam bidangku juga. Tapi.. Aku rasa kau menjauh.. terus.. dan terus..”

Taemin hanya memegangi kepala Young Ji tanpa berkata apa-apa. Namun keheningan itu membuat Young Ji tahu sesuatu, karena tangan Taemin turun, menelusuri wajah Young Ji dengan jarinya. Young Ji memejamkan matanya, merasakan sesuatu yang hangat menempel di bibirnya.

Young Ji mengerti sekarang. Taemin berada di sini, dan dia tidak pergi kemana-mana.

Taemin tertawa pelan. “ Mulai sekarang kau harus terbuka padaku, ya.”

“ Kau juga.”

“ Termasuk ketika Kibum Hyung menanggapku seperti anak dan ketika Minho Hyung memelukku erat-erat kalau sedang tidur? Atau saat Jonghyun Hyung mengerjaiku?”

“ Taemin! Aish, kenapa kau seperti ini sih?”

Melihat mata Young Ji yang membulat membuat Taemin tertawa.

Tidak lama kemudian, seseorang masuk ke dalam kamar Taemin.

“ Aku mendengar suara disini.. Taeminnie, apakah kau sudah bangun – ah.” Key berjalan masuk dan melihat Taemin tertawa. Key merasakan suasana yang hangat dan memutuskan untuk tidak mengganggu. “ … Ahahaha, maafkan aku karena telah masuk begitu saja. Nikmati saja waktu kalian berdua.” Lalu dia keluar. Young Ji mendesis.

‘Nikmati’? Apa-apaan itu? Wajah Young Ji memerah.

Tiba-tiba Taemin bangkit berdiri, membuat Young Ji sedikit kaget. “ Taemin, kau kan masih sakit? Jangan sembarangan, lebih baik kau istira –“

“ Aku lapar,” jawab Taemin menyeringai, “ Dan entah mengapa aku merasa mendingan. Ayo, kita keluar, atau kalau tidak kutinggal kau.”

“ Taemin! Kau..”

Taemin tersenyum lebar dan melangkah santai.

Young Ji terkesiap melihat senyum yang lama dia tidak lihat, senyum yang hanya ditujukan untuk Young Ji seorang.

Young Ji melihat punggung Taemin dari belakang, dan sadar.

Betapapun bersinarnya Taemin, dia tidak akan jauh dari Young Ji.

Karena..

Taemin berada tidak sejauh dari bintang-bintang itu.

Comments on: "[Oneshot] Our Distance Wasn’t That Close" (11)

  1. jisunieee said:

    Mgkn ini ya yg dirasain org biasa klu pnya pcr artis t’knal .. ^^

  2. Young Ji said:

    .kyaaaa~~~
    .ff nha keren bangedt chingu….

    .keren, keren…

  3. sashalicia said:

    ah ra ssi…ah aku suka suka bgt ama crita ni…
    gtw knpa, mski kliatannya sderhana, tp romantis! maknae yg satu ni udh dewasa ni dan makin brsinar, jd mari singkirkan dl minho *kasiin k ahra ssi aja* LOL😀
    eh, bentar, minho ama ah…? ah siapa ni? waduh, ttp yah, dirimu hrs eksis😀
    di bag. akhirnya minnie nyium young ji? jd sbnrnya minnie sakit tuh biar dicium ama dia? *digetok ahra gr2 seenaknya ngomong* tp aq jd inget eps.trakhir prsonal taste ni, sakit tp…hmm u know lah *otak g bnr gr2 udh malem*😀

    • aku ga nonton personal taste T_T

      minnie emang sakit beneran hehe. cuma kan sama dia, youngji dicium LOL. pokoknya aku bikin taemin agak dewasa tp tetep keliatan cutenya aja🙂

      minho sama… ahra.. HEHEHE.😄

  4. sungie.sungie said:

    waaaa keren ^^ bikinin juga dong *dilempar author*

  5. aaaaaaaaaaaa dede emiiin >.<
    sudah besar rupanya dia, udah punya pacar :p

  6. Citra shawols said:

    Ahra chingu,kren bgt ff nya.bkinin yg minho d0nx,tp cASt nya aq,kekeke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: