more fantasy about k-pop

Tittle: Don’t Say Goodbye

Author: hyunrikim

Word Count: 1.017 based on my Microsoft word

Cast: Kim Junsu (2pm), Han Seo Kyo

Other Cast: Shim Changmin, Han soo kyung

Genre: Romance

*****

Air mata terus mengalir dengan deras di pipiku. Aku meronta-ronta sambil terus memeluk sebuah gundukan tanah dihadapanku.‘Shim Changmin’ adalah tulisan yang tertera di makam itu. Air mataku terus turun bersama derasnya hujan yang turun, seakan-akan langit ikut merasakan apa yang aku rasakan. Tahukah kalian, rasanya kehilangan pegangan hidup kalian? Ya, rasa itulah yang saat ini kurasakan. Kehilangan orang yang sudah kuanggap sebagai pegangan hidupku, tempat aku bertumpu, tempat aku menyandarkan segalanya padanya. Tetapi, Kecelakaan kemarin malam seakan-akan  menegaskan bahwa takdir tidak mengizinkanku lagi untuk bertumpu padanya.

“Seo kyo… ayo kita pulang…hujan semakin deras, nanti kau sakit” sahut hyun ri khawatir sambil merangkulku hangat.

“aku mau disini hyun ri…menemani changmin, aku takut dia kesepian…aku sudah berjanji untuk tidak meninggalkannya” sahutku sambil mencoba tersenyum, walaupun aku tahu, aku tidak akan bisa menutupi perasaanku dari sahabtku ini. Mendengar perkataanku tadi, tangisan hyun ri semakin menjadi-jadi. Melihat hyun ri seperti itu, Jaejoong langsung merangkulnya. Mereka memang pasangan sejati yang beruntung. Terkadang aku iri kepada mereka. Nasib mereka tidak sepertiku dan changmin, yang terpisahkan oleh maut.

“seo kyo, kumohon ja…ngan seperti ini…aku yakin changmin akan sedih jika melihatmu se..perti in..i” sahut hyun ri sesenggukan. Aku mendongakkan kepalaku menatap langit. Changmin, apa kau sedang sedih disana? Atau kau sedang tersenyum dalam damai? Sekarang aku harus apa changmin? Kau meninggalkanku terlalu cepat, changmin.

Lalu, aku menghembuskan nafas berat dan mulai berdiri. “baiklah, ayo kita pulang…” sahutku sambil membantu hyun ri berdiri. Lalu kami bertiga melangkah, meninggalkan tempat itu.

*****

“songsaenim, terima kasih atas pelajarannya hari ini” sahut segerombolan anak didepanku sambil membungkuk serempak.

“ne, sama-sama, kalian cepatlah pulang, nanti omma dirumah khawatir” sahutku lembut sambil mengelus kepalanya.

“baik, songsaenim! Aku pulang dulu, annyong…” sahut mereka serempak kembali.

“ne annyong, hati-hati di jalan~” sahutku tersenyum sambil melambaikan tanganku  pada sosok anak-anak kecil tersebut yang sudah berlari melewati pagar.  Keceriaan tergambar dengan jelas  di muka mereka yang tidak berdosa, saat mereka bertemu dengan orang tua mereka. Sejenak, orang tua mereka membungku padaku tanda berterima kasih sebelum pamit pergi. Dan aku hanya membalas bungkukan mereka.

Haaah~ aku menghembuskan nafas. Menikmati setiap udara yang masuk ke paru-paruku. Inilah aku yang sekarang. Sejak kejadian yang  merenggut kebahagiaanku 4 bulan yang lalu, aku memutuskan untuk melanjutkan hidupku.

Sebagai guru TK, sepertinya dapat membuatku melupakan  kesedihanku. Lagipula aku memang menyukai anak-anak sejak dulu. Lebih tepatnya, bukan hanya aku yang menyukai anak-anak, tetapi Changmin juga.

Tiba-tiba aku teringat changmin. Dengan segera kusambar tasku dan kuputuskan untuk pergi ke suatu tempat. Tempat dimana aku dapat bertemu dengan changmin walau hanya jasadnya.

****

Aku telah sampai tempat dimana changmin berada. Tetapi, aku masih harus mendaki beberapa meter lagi. Karena, lokasi pemakaman memang berada di atas bukit.

“jagi, apakah kita bisa bersama selamanya?” tanyanya sambil tersenyum lembut kepadaku.

Aku lalu mengelus pipinya pelan “memangnya kenapa changmin?” tanyaku.

“tidak apa-apa,aku hanya ingin tahu, apakah takdir akan mengiizinkan kita terus seperti ini” jawabnya sambil menatap lurus kedepan. “ jika aku meninggal nanti, aku ingin dimakamkan di sebuah bukit” lanjutnya. Perkataannya membuatku sedijit terkejut. Mengapa tiba-tiba ia berkata seperti itu?

“kenapa kau berbicara seakan-akan kau akan meninggal, changmin? Kita pasti bisa bersama selamanya…aku yakin itu” sahutku.

“arasso, saranghaeyo se kyo-ah” jawab changmin sambil mengecup keningku pelan.

“na do saranghae…” jawabku lembut.

Itulah yang menjadi alasan kenapa changmin dimakamkan di sebuah bukit. Kata-kata yang changmin katakan sehari sebelum kejadian itu, kembali tergambar di otakku. Air tak dapat lagi membendung air mataku. Padahal aku sudah berjanji tidak akan menangisi changmin lagi.

Kukuatkan hatiku dan segera pergi beranjak menuju makam changmin.

BRUK~

Seseoranng menabrakku cukup keras sehingga membuatku jatuh terduduk.

“ah, mianhe” sahut seorang yang sepertinya seorang namja. Dia lalu mengulurkan tangannya untuk membantuku berdiri. Aku lalu menerima uluran tangannya dan segera merapikan bajuku yang sedikit kusut. Aku mendongakkan wajahku untuk melihatnya.

Aku diam terpaku. Pandangan mata kami saling bertemu. Tiba-tiba dia memelukku. Aku terkejut dengan perlakuannya. Kenapa dengan orang ini?

-Junsu’s POV-

Pandangan mata kami bertemu. Deg..deg..deg… jantungku berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Perasaan ini…tidak asing bagiku… perasaan yang pernah kurasakan dulu…perasaan saat aku bersama…

Refleks aku memeluknya. “soo kyung-ah, kau kembali, kau…kau kembali padaku jagiy?” tanyaku sambil mengeratkan pelukanku. Aku tidak tahu apa yang kulakukan ini benar atau salah. Aku hanya mengikuti apa yang dikatakan hatiku. Aku dapat merasakan dia agak terkejut dengan pelukanku. Dengan segera dia mendorongku untuk melepas pelukanku.

“maaf, kau siapa?” tanyanya. kentara sekali ekspresi bingung di wajahnya yang manis. Sekarang, apa yang harus kulakukan untuk menjawab pertanyaannya.

“ah mian…aku hanya teringat dengan mantan kekasihku…” jawabku sedikit bohong. Jujur, mukanya sangat berbeda dengan soo kyung mantan kekasihku. Aku pun memeluknya bukan karena dia mirip dengan soo kyung, tetapi karena hatiku merasa ada sesuatu yang dimilikinya yang sangat persis dengan soo kyung.

“oh, gwaenchana?” tanyanya lembut.

“seharusnya aku yang bertanya seperti itu, kau kan sudah kutabrak tadi” jawabku sambil tersenyum ringan.

“aku baik-baik saja. Umm, maaf aku sedang buru-buru, jadi aku harus pergi sekarang” katanya.

“ya aku juga sudah mau pulang…” jawabku. Lalu, kami pun mulai berjalan ke tempat tujuan masing-masing.

-End of junsu’s POV-

Kutaruh sebuket bunga didekat makamnya. Kusiram makamnya dengan air. Lalu aku berdoa agar dia tenang disana.

“changmin, bagaimana kabarmu disana?” aku mencoba berbicara padanya walaupun aku tahu tidak aka nada jawaban darinya. “aku sekarang sudah menjadi seorang guru TK, bukankah kau sangat suka dengan anak kecil?” air mata mulai turun satu persatu di pipiku. “kau ingat impian kita dulu, saat kau berjanji kita akan selalu bersama dan mewujudkan impian kita untuk mempunyai sebuah sekolah TK” air mataku turun semakin deras. “ta…pi ke..na..pa kau meng..ing..kari janj..ji itu changmin?” kataku tersendat-sendat. Aku sudah tidak kuat lagi berbicara. Tangisanku semakin mengencang. Aku tidak kuat lagi untuk menopang berat badanku. Aku jatuh perlutut didepan makamnya.

“aku benci…benci dengan orang yang sudah membuatmu seperti ini changmin” kataku di tengah tangisku. “sampai sekarang, aku belum bisa memaafkannya changmin” lanjutku. Orang yang menabrak changmin malam itu, melarikan diri tanpa bertanggung jawab. Dan aku tidak bisa meminta bantuan polisi karena tidak ada satupun saksi yang mengetahui plat mobil dari si pelaku.

Aku mencengkram tanah di sekitarku. Menahannya ditanganku. Aku benci kau, pembunuh. Aku tidak akan pernah memaafkanmu…sampai kapanpun…

Kuputuskan untuk bangkit dari tempatku dan berlalu dari makam tersebut.

To be continued…

A/N : miaan semuanyaaa kerena aku baru update lagi*bowed*. Mian juga karena lanjutan ff ini mungkin baru 2 minggu lagi… karena authornya mau ujian dulu*bowed*…and readers, please wish me luck in that stupid exam ^^v

Comments on: "Don’t Say Goodbye -part 1-" (3)

  1. jdi yang nabrak junsu bkan…

  2. hyunrikim said:

    @kyuvie hahaha yg nabrak saya kok*plakk* gomawo udh baca sama comment^^

  3. Gomawo sudah menjadikan saya lagi sebagai figuran di ff anda *cried* kalo menurut analisis gue ya mut, si junsu yg nabrak changmin trus si rima marah tp habis itu suka sama junsu dan yg jelas, gue udah mati-ketemu changmin di surga-kawin deh ehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: