more fantasy about k-pop

Title: Because I Really Love You – part 16

Author: Choi Ahra

Genre: Romance, slight/cracked, humour (fail)
Rating: PG
Cast: [main] SHINee’s Choi Minho [other] SJ’s Lee Donghae, SJ’s Heechul
Word Count: 3007
Disclaimer: SM’s. except minho is mine. lol.
Summary: a girl who had a crush with Choi Minho – and yet she was being a temporal manager of SHINee.
Warning: Maybe it’ll turn to be not what you want.
A/N:

SORRY! I had delayed it for more than a week (again) and i dont know how because it always depends on my mood.

surry ;__; i need time, mood, and inspiration, really.

Kinda hard being a writer, especially when you feel that your story is kinda sucks here ;___;

Anyway, enjoy the UBER WEIRD STORY /get smacked ^_______^ and dont forget to leave a comment (lol what are you hoping now, choi ahra? ;_;)

Aish, im tired. hehe.

————————————————————————————————————————————————

At that night.

Lelaki berumur 30 tahunan itu menghela napas dan meletakkan dokumen-dokumen serta foto-foto artis yang ia ambil.

Tidak ada yang menarik.

Dia menyibakkan rambutnya. Mungkin untuk beberapa hari ini aku harus berjaga-jaga di wilayah sekitar gedung SM.

Lelaki itu menghembuskan napasnya yang berat dan merutuki pernapasannya yang agak jelek karena kebiasaan merokoknya dulu.

Semoga saja aku, Song Junhan, bisa menemukan berita bagus.

” Hyeojin-ah,”

Hyeojin membalikkan badannya saat namanya dipanggil, dan melihat Heechul sedang berdiri di belakangnya.

” Heechul-oppa?”

” Hmm..” Heechul berjalan mendekati Hyeojin dan matanya seperti berkeliaran kemana-mana, khawatir.

” kenapa, oppa?”

” hmm.. hanya..” Heechul memajukan wajahnya, berbisik pada hyeojin, ” Mana hyeorin? kau lihat?”

Hyeorin? Alis Hyeojin terangkat sebelah. Memang dia kenal? ” Mm.. tidak.. aku tidak lihat..”

Heechul mendesah kecewa. ” Begitu, ya..”

” Oppa kenal dengan hyeorin?”

” mm. yah. begitulah. hehe,” Heechul menyeringai aneh, tapi Hyeojin bisa melihat dengan jelas kalau dia khawatir terhadap Park Hyeorin. Dia tidak menanyakan lebih lanjut lagi selain pergi berjalan menuju toilet.

————————————————————————————————————————————————

Sejak saat itu, bolak-balik Hyeorin direpotkan oleh keambisiusan Suae untuk mencari info tentang Hyeojin.

Seperti ini contohnya, saat dia menemui sepupunya, Sunny.

” Kim Hyeojin? Aku tidak tahu banyak soal dia. Yang kutahu dia memiliki kakak, dia adalah seorang trainee dan sekarang di Amerika menjadi back dancernya BoA. Dia sudah dikenal baik oleh paman dan dia dekat sekali dengan Minho.”

” apa ada lagi, Sungkyu unnie?”

” dia juga dekat dengan Donghae oppa.”

Demi Tuhan, rasanya Hyeorin tidak tahu apa yang akan direncanakan Suae. Sejak dulu dia hanya mengikuti apa yang diinginkan Suae.

Oh, sejak dia mengulurkan tangannya ya, pada waktu itu.

Hyeorin memutar bola matanya. Yang mengejutkan, bahkan Suae sudah mengingat data-data tidak penting tentang Hyeojin (yang entah dari mana dia dapatkan) seperti hobi, tanggal lahir, kebiasaan-kebiasaan, tipe ponsel dan strap yang menggantung di ponsel Hyeojin.

Ya ampun, Suae benar-benar sangat ambisius.

Hyeorin menyibakkan poninya dan melihat dua orang staf sedang berjalan melewatinya. Tetapi ekspresi wajah mereka berubah saat melihat Hyeorin. Mereka berjalan lebih berdempetan dan berusaha mengalihkan muka.

Kini Hyeorin dan mereka hanya saling melewati berjarak satu ubin, dan –

“ .. temannya Suae-ssi.. hati-hati..”

Langkah  Hyeorin terhenti dan kedua orang itu sadar, lalu mempercepat jalannya.

Hyeorin mengangkat kepala dan menarik napas panjang.

Sudah biasa.

Tujuh tahun begini, tidak akan berpengaruh apa-apa.

Hyeorin memutuskan berjalan menuju toilet, hendak mencuci mukanya supaya lebih segar. Moodnya agak jelek setelah mendengar ucapan mereka dan dia memutuskan menyegarkan dirinya. Aneh memang, tapi meredakan mood buruknya. Juga, belakangan ini dia merasa pusing dan tidak enak badan. Dia benar-benar butuh wastafel sekarang.

Hyeorin mendorong pintu toilet dan mendapati deretan wastafel. Dia berjalan dan membuka keran, mencuci tangannya kemudian membasuh wajahnya. Dia melihat dirinya yang terpantul di kaca, mengamati.

“ .. dia menakutkan.. temannya Suae..”

“ .. jangan dekat-dekat, karena –“

Suara pintu kloset yang terbuka membuyarkan lamunannya dan melihat dari kaca, siapa yang keluar. Hyeorin menyipitkan matanya saat melihat orang itu.

Kim Hyeojin.

Gadis itu pun terlihat kaget saat melihat Hyeorin. Dia pun memaksakan sebuah senyum. “ Annyonghaseo.”

“ Annyonghaseo.”

Hyeojin tidak berkata apa-apa. Dia hanya berjalan menuju wastafel dan mencuci tangannya, kemudian berkaca. Dia sedang memerhatikan penampilan dan softlensnya.

Mata Hyeorin tidak bisa lepas dari sosok Hyeojin. Dia teringat bahwa sosok inilah yang satu-satunya berani melihat mata Suae langsung dan menolak untuk mundur dari manajer SHINee.

Bukannya kagum.

Ternyata ada juga, ya.

Hyeojin menyadari bahwa dirinya diperhatikan oleh Hyeorin. “ Eh? Kenapa?”

Hyeorin menatap Hyeojin.

Aku bertanya-tanya, apakah..

Mata Hyeorin terbelalak, dan dia memegangi perutnya. Dia terjatuh dengan posisi duduk, mencengkram perutnya. Hyeojin terkejut melihat Hyeorin yang tiba-tiba kesakitan.

“ Hyeorin-ssi? Hei? Kau tidak apa-apa?”

Hyeorin menghela napas dan menyadari, sesuatu.

“ Maafkan aku, Hyeojin-ssi, tapi..”

Hyeojin menghembuskan napas lega. “ Ya Tuhan, kukira kau kenapa, ternyata..”

Hyeorin mengangguk, agak salting.

Got another period.

“ Tamu bulanan memang menyusahkan,” Hyeojin tersenyum, “ Untung aku selalu siap sedia. Ngomong-ngomong, masih sakit, kah?”

Hyeorin menggeleng, “ Tidak terlalu.” Hyeojin mengangguk dan duduk di samping Hyeorin, menungguinya sampai sakitnya reda.

Hyeorin melirik Hyeojin yang sedang sibuk dengan ponselnya, bertanya-tanya apa yang dipikirkan Hyeojin. Sebagai teman Suae, tidakkah dia..

“ Hyeorin-ssi?” Hyeojin mengangkat alisnya, bingung, “ Kenapa kau melihatku begitu.”

“ Eh, hmm,” Hyeorin memalingkan wajah, “ Hanya.. kupikir kau takut padaku.”

“ Karena apa?”

“ Karena aku teman Suae?”

Hyeojin sempat melongo beberapa detik, sampai kemudian akhirnya dia tertawa. “ Apa? Takut? Kenapa harus? Canggung iya.”

“ Kenapa?”

“ Karena baru kenal,” jawab Hyeojin sambil tersenyum, “ Buktinya aku menyapamu, artinya aku tidak takut padamu.”

Memang analogi seperti itu bisa diterima? Hyeorin bertanya-tanya dalam hati.

Hyeojin tersentak pelan dan menoleh. “ Hyeorin-ssi, kau kenalkah dengan Heechul oppa?”

Mendengar nama Heechul disebut, Hyeorin refleks mengangguk. “ Iya, dia teman dekatku. Memangnya kenapa?”

“ Dekat, ya?” tanya Hyeojin, “ Hmm, tadi dia menanyakanmu, namun karena aku tidak bertemu denganmu, jadi –“ Hyeojin mengangkat bahu. Hyeorin mendesah panjang.

“ Begitu, ya..”

Hyeojin menyadari ada sedikit kekecewaan di wajah Hyeorin. “ Kenapa, Hyeorin-ssi?”

“ Ah, aku hanya tidak ada waktu untuk bertemu dengannya, padahal kami teman dekat..”

“ kok bisa?”

“ Hmm.. hanya..”

Pembicaraan terputus saat Suae menelpon Hyeorin. Dengan wajah lelah, Hyeorin mengangkat ponselnya. “ Halo? Ah, ya.. Aku akan kesana.. Ya, ya.. Memangnya kenapa kalau kau belum dapat info apa-apa?” tanya Hyeorin lirih sambil melirik Hyeojin, “ Baiklah, ayo kita pulang. Oke. Aku akan kesana.”

Telepon pun diputus. Hyeorin berbalik dan berkata, “ Hyeojin-ssi. Nampaknya aku harus pergi sekarang. Suae memanggilku, dan..” Hyeorin mengamati Hyeojin, dan tersenyum kecil.

Entah mengapa aku agak tertarik dengan anak ini, bukan dalam arti tertentu, sih.

“ Apa?” tanya Hyeojin bingung.

“ Tidak, hanya ingin menitip salam untuk Heechul oppa dan..”

“ Ah, Hyeorin-ssi,” Tiba-tiba Hyeojin memotong, “ Bolehkah aku meminta nomor ponselmu?”

Hyeorin mengerjap-ngerjapkan matanya.

Ternyata dia sudah menanyakannya duluan.

Hyeorin tersenyum tipis.

Kurahasiakan sajalah, dari Suae.

————————————————————————————————————————————————

Hyeojin menutup ponselnya dan mendesah.

Dia meminta nomor Hyeorin tanpa berpikir panjang hanya karena merasa kasihan pada Hyeorin yang belum sempat bertemu dengan Heechul. Berpikir bahwa dirinya simpati mengingat Heechul juga menanyakan keadaan Hyeorin.

Hyeojin tidak menyukai keadaan yang ‘kentang’, seperti keadaan Hyeorin dan Heechul.

Padahal apa yang bisa aku lakukan? Hyeojin menggetok kepalanya pelan. Bodoh, bodoh, bodoh.

Hyeojin menggaruk kepalanya, sampai kemudian menyadari kalau Minho menelponnya.

“ Hmm?” Hyeojin mengangkat malas-malasan.

“ Kenapa kau begitu?” tanya suara dari seberang.

“ Hanya merasa bodoh. Ngomong-ngomong kau dimana?”

“ Bodoh? Hah? Ho, baru saja aku mau bertanya kau dimana dan kau malah bertanya duluan. Aku sekarang sedang makan siang bersama Heechul hyung, Kyuhyun hyung, dan Donghae –“

“ HOH!” Hyeojin tiba-tiba berdiri, matanya bersinar-sinar. “ Minho oppa, kau mau membantuku?”

“ Hah? Apa?”

“ Jadi begini…”

Lima menit berlalu.

“ Begitukah? Lalu kau mau apa?”

“ Hm, jadi..”

Minho menutup ponselnya dan menggeleng-geleng.

Dasar anak ini.

Minho menoleh ke arah Heechul. “ Hyung, kau besok ada waktu?”

Heechul mengerutkan dahi. “ Apa? Kau mau mengajakku kencan?”

“ Ti..dak,” Minho menggeleng, bingung, “ Hanya saja, Hyeojin bertanya kalau *pstpst*”

Donghae mengangkat alisnya saat Minho membisikkan sesuatu pada Heechul.

“ Memang ada apa dengan Hyeojin?”

“ Tidak,” Minho mengulum senyum, “ Dan.. oh, bagaimana, Heechul hyung?”

Heechul menyeringai. “ Tidak apa-apa. Tapi kau harus dandani aku sebagai perempuan dan kau harus menutup wajahmu dengan masker, oke?”

————————————————————————————————————————————————

Malam itu, Hyeorin menerima email masuk.

Dari Kim Hyeojin.

‘Hyeorin-ssi. Besok temui aku dan Heechul oppa jam 10 am, ya, di pintu belakang gedung SME, dan usahakan Suae jangan tahu.’

Mata Hyeorin melebar.

Hah?

————————————————————————————————————————————————

“ Hyeorin-ssi!”

Hyeorin menoleh. Dia melihat Hyeojin sedang berlari menghampirinya dan terengah-engah. Hyeorin mengangkat alisnya. “ Wae.. Kenapa kau tiba-tiba memanggilku, Hyeojin-ssi? Mana Heechul oppa?”

“ Kau akan bertemu dengannya,” Hyeojin terengah-engah, “ Suae-ssi tidak mengetahuinya, kan?”

Hyeorin menggeleng. Dia teringat alasan dia agar bisa pergi barusan: hendak berjalan-jalan dengan teman lama.

Tetapi tentu saja Suae melihatnya, agak curiga.

“ … Aku juga punya teman lama, kok.”

Hyeorin menghela napas saat mengingat pembelaan dirinya barusan. Sangat payah.

Mata Hyeojin melirik jam tangannya. “ Sudah waktunya,” kata Hyeojin mengangguk,” Ayo, kita pergi.”

“ Kemana?”

“ Ke kafe dekat sini,” ajak Hyeojin, “ Ayo.”

Tidak berpikir panjang lagi, Hyeorin berjalan mengikuti Hyeojin dari belakang. Langkah Hyeojin agak terburu-buru, sehingga Hyeorin berusaha keras menyamakannya dengan sepatu berhak yang ia kenakan.

Hanya membutuhkan waktu 10 menit, mereka sampai di sebuah kafe yang nampaknya cozy dan tidak terlalu ramai pengunjung. Hyeorin memerhatikan sekelilingnya, dan melihat seseorang bertubuh tinggi dengan jaket, celana, dan masker di wajahnya berdiri tidak jauh darinya dan Hyeojin.

“ Yo, Hyeojin-ah!”

Hyeorin terbelalak. Minho.

Bayangan Suae berkelebat di pikirannya sejenak.

Hyeojin tersenyum samar, “ Maafkan aku. Aku baru saja mengenalmu tapi sudah nekat bertindak seperti ini. Sama-sama kok, aku juga ingin mengobrol dengan Minho oppa sebentar.”

Kau memang tidak takut padaku, kah?

Hyeojin celingukan. “ Mana orangnya?”

“ Siapa?”

“ Heechul oppa.”

Minho menahan tawa. “ Maksudmu,” Minho menggeser tubuhnya, “ Heechul unnie?”

Mata Hyeorin dan Hyeojin melebar.

“ HAHAHAHA.”

————————————————————————————————————————————————

“ Hyeojin-ah, seharusnya kau jangan ketawa keras-keras. Nanti Heechul hyung bisa dicurigai..” saran Minho, tapi dengan senyum yang tertahan. Hyeojin menyeringai aneh.

“ Maafkan aku, tapi..” Hyeojin melirik, dan tawanya membuncah, sampai-sampai tangan Minho harus membekap mulut gadis itu. “ Sssh!”

Apa boleh buat.

Heechul lebih cantik dari perempuan sekarang ini.

Minho menarik tangannya. “ Kemarin Heechul hyung menyuruhku untuk mendandaninya seperti perempuan supaya tidak ketahuan.”

“ dan kau dengan masker itu?”

“ Yep,” jawab Minho, “ Aku khawatir kalau ada wartawan, jadi aku menurut saja.”

Tidak jauh dari mereka duduk, Hyeorin dan Heechul sedang berusaha mengobrol (walau agak canggung), duduk berhadap-hadapan.

“ Kau.. cantik sekali.”

“ Inikah yang hendak kau katakan padaku? Halo, supaya tidak ada skandal yang merepotkan, ya.”

Hyeorin tertawa pelan. Heechul menyeruput jus stroberinya dan bertanya, “ Bagaimana kabarmu?”

“ Begitulah. Tidak ada yang istimewa. Menemani Suae, itulah yang selalu kulakukan.”

“ Hmm, dari dulu kau tidak berubah, ya,” kata Heechul, “ Apakah kau tidak lelah?”

“ Tidak,” geleng Hyeorin, “ Itu memang niatku sejak dulu, menemani Suae.”

“ Aku hanya khawatir kejadian setahun yang lalu itu terulang.”

Hyeorin terdiam.

Kejadian yang melibatkan seorang shawol, ya.

“ Bagaimana kabar gadis itu?”

“ Tidak apa-apa. Sooman saenim masih memberi biaya bantuan untuk gadis itu sampai dia kuliah nanti, sebagai gantinya.”

“ Kau tahu saat itu aku benar-benar tidak bisa menghentikan Suae, kan?”

“ Tidak ada seorang pun.”

Sejenak mereka terdiam, namun suara Heechul yang melengking aneh memecahkan keheningan, tangannya bergerak-gerak aneh. “ Aiiiishh lupakan lah, sebaiknya kita.. AAAAA.”

Hyeorin terkejut. “ Ya! Kau tidak bisa diam, sih! Nah kan, jusnya tumpah!” dengan sigap, Hyeorin mengambil sapu tangan dan mulai mengelap pakaian ‘dress’ Heechul yang basah.

Lalu mereka berdua beradu pandang, dan terdiam.

Hm.

Posisi ini aneh.

Heechul spontan menempeleng kepala Hyeorin. “ HA! Biar aku saja yang membersihkan!”

“ KAU –“

Heechul menarik senyum lebar. “ Ho? Sudah lama aku tidak melihatmu panik begitu~”

Hyeorin tertegun sejenak.

Dia melirik kedua orang yg duduk di belakangnya. Kedua orang itu kaget saat ketahuan sedang memerhatikan dan pura-pura mengerjakan hal lain.

“ Minho yang menyuruhku kemari, lho,” kata Heechul terkekeh, “ Dia juga bilang ingin bersantai dengan Hyeojin. Jadwal padat membuat mereka susah bersenang-senang. Mereka kan teman baik.”

Minho juga?

Hyeorin menatap Hyeorin dari kejauhan.

“ dan gadis itu juga.”

“ Yah,” Heechul mengangkat bahu, “ Pada akhirnya kita juga bisa bisa mengobrol, kan? Kita harus berhutang budi nih, kalau tidak baru lima tahun lagi kita bisa mengobrol.”

Hyeorin menjawabnya dengan sebuah senyuman tipis, namun terlihat jelas.

Kecuali Heechul, hanya dia yang tidak takut padaku.

————————————————————————————————————————————————

‘aku sedang berada di kafe xx yang tidak jauh dari gedung SME, oppa.’

SEND.

Hyeojin menggenggam ponselnya usai mengirim balasan email pada Donghae yang menanyakan keberadaannya. Kemudian Hyeojin mengamati lagi Hyeorin dan Heechul.

Kini Heechul baru saja menumpahkan jus stroberinya, dan Hyeorin kelabakan.

“ Ho!” Hyeojin terlihat kagum, excited, “ Lihat, lihat! Hyeorin mengelap baju Heechul oppa! Dasar manusia itu memang tidak bisa diam..”

“ Pelankan suaramu, Hyeojin-ah!” bisik Minho cemas. Hyeojin mengatupkan mulutnya dan memerhatikan dari kejauhan.

“ Tidak kusangka Hyeorin-ssi bisa sepanik itu.”

Minho mengiyakan ucapan Hyeojin, dan mereka kembali melihat ‘tontonan’ itu.

Hyeojin termangu sejenak saat melihat Hyeorin dan Heechul.

Entah mengapa..

“ Wah..” gumam Hyeojin,“ Mereka terlihat cocok, ya.. Jadi iri..”

“ Oh, ya?”

Minho melirik Hyeojin dan memerhatikan wajahnya.

Mengelap baju, ya..

Tiba-tiba dia mulai membayangkan sesuatu.

“ Oppa?” Hyeojin menoleh dan memiringkan kepala, “ Kau kenapa?”

“ Kalau itu kau, aku juga..” Minho tanpa sadar berbisik, dan dia terperanjat, malu sendiri.

“ Hah? Apa?”

“ TIDAK.”

“ SSH! Jangan keras-keras! UPS! Mereka melihat kita!”

Lalu mereka berdua pura-pura menyeruput kopi dan teh masing-masing.

“ Fuh.” Hyeojin mengusap keringatnya, lega. “ Syukurlah. Iya kan, o – eh? Kenapa wajahmu memerah begitu, oppa?”

“ Tidak.”

Tapi sejujurnya dia bisa menampar wajahnya sendiri, karena membayangkan Heechul dan Hyeorin adalah dirinya dan Hyeojin.

Sejak kapan pikirannya jadi begini? .. aish.

————————————————————————————————————————————————

Donghae masih celingukan mencari kafe yang terdekat itu. Barusan dia mengirim email pada Hyeojin, hendak mengajaknya makan siang bersama. Namun saat mengetahui Hyeojin sedang berada di sebuah kafe, Donghae memutuskan, mungkin dia bisa menyantap beberapa slice sandwich. Dengan kacamata dan masker, kini dia berjalan mencari kafe yang dimaksud.

Tidak jauh, ia melihat sebuah kafe kecil yang terlihat nyaman. Mungkin itu, sorak Donghae girang. Dia mendekat ke kafe itu, hendak masuk.

Namun dia melihat sesuatu yang lain, terlihat jelas, dari tempatnya ia berdiri. Donghae buru-buru menyembunyikan dirinya, dan melihat lebih jelas lagi.

Itu Hyeojin dan Minho.

Tidak salah lagi. Hyeojin memegang ponselnya yang ada strap pemberian Minho. Sementara lelaki tinggi berambut agak panjang itu, pastilah Minho.

Donghae menyatukan alisnya. Kenapa mereka ada di sini?

Donghae melangkah lebih dekat tanpa membiarkan dirinya terlihat oleh mereka, dan menyadari sesuatu.

Minho dan Hyeojin nampak menikmati waktu mereka, ya.

Hati Donghae terasa berat dan mulutnya tidak bergerak. Dia hanya menatap dan meremas tangannya pelan.

Dia mendesah.

Risiko yang harus kutanggung.

Ya sudahlah.

Donghae berniat kembali ke gedung SME, sebelum ia menyadari sesosok bapak-bapak agak nyentrik yang mengenakan sweater, sedang membawa kamera, hendak mengambil foto sesuatu.

Apa yang dia lakukan, ya?

Penasaran, Donghae melihat ke objek yang ditangkap kamera oleh lelaki itu.

Hyeojin dan Minho.

Seketika, Donghae menyadari apa yang terjadi.

Tanpa berpikir panjang, dia loncat dan berteriak dari balik mulutnya yang ditutupi masker, menghasilkan suara yang agak aneh. “ HEI KAU! BERHENTI!”

Lelaki itu nampak terkejut dan segera kabur. Donghae pun spontan berlari mengejar lelaki itu. Mereka saling berkejaran di sebuah gang kecil. Donghae menggigit bibirnya.

Bodoh!

Kenapa aku bisa telat menyadarinya?!

Napas Donghae berderu, terengah-engah.

Donghae kehilangan jejak lelaki itu, dan dia merutuki dirinya sendiri sekarang. Dia mendesis kesal, berusaha mengingat bagaimana lelaki itu mengambil foto. Karena dikejutkan oleh Donghae, sepertinya lelaki itu kehilangan angle sempurna dan akhirnya hanya bisa mengambil foto separuh badan mereka, atau mungkin blur.

Donghae menghentakkan kakinya, kesal.

Sial.

————————————————————————————————————————————————

Lelaki bernama Son Junghan itu menarik napas lega walaupun dadanya terasa sesak. Kini dia sedang mengendarai sebuah taksi yang luckily, dia temukan saat dia berlari.

Dia mendekap kamera polaroidnya erat-erat dan memerhatikan hasil gambar yang ia ambil. Tidak terlalu jelas, hanya menangkap sosok tinggi SHINee’s Choi Minho dengan seorang gadis di depannya. Sosok gadis itu pun hanya tertangkap separuh, hanya ponsel dan strapnya yang terlihat jelas. Son Junghan melihat hasilnya dengan agak kecewa, dan mengutuk lelaki yang mengejarnya barusan. Lelaki itu pasti menyadari apa yang hendak kukerjakan. Kurasa dia orang SME. Jika orang biasa, pasti akan membiarkanku mengambil foto apapun.

Son Junghan menyadari satu hal dan menyeringai aneh.

Karena dia menyadarinya, maka dia sejak awal tahu kalau orang yang berada di kafe itu adalah SHINee’s Choi Minho, dan itu berarti orang SM. Dia berusaha menghalangiku, karena mungkin ‘tahu’, kalau gadis itu bukan sembarangan.

Dengan sedikit kebanggaan, dia menyelipkan foto itu di saku sweaternya.

Menjadi wartawan sekaligus paparazzi dadakan itu menyenangkan.

————————————————————————————————————————————————

Usai bersantai di kafe, mereka memutuskan untuk kembali ke gedung SME saat matahari berada di puncaknya.

“ Aku dan Heechul hyung akan melewati jalan yang ada toko percetakan itu, sementara kau dan Hyeorin melewati jalan belakang.”

“ Oke.”

Akhirnya di sinilah Hyeojin dan Hyeorin berada, sedang berjalan bersama menuju gedung SME.

“ Kau mengobrol apa saja dengan Heechul oppa?”

“ Banyak.”

Singkat sekali, gumam Hyeojin dalam hati, mungkin nostalgia.

Saat mereka sudah sampai di pintu belakang gedung SME, Hyeorin berkata dia harus kembali ke apartemen karena Suae menunggunya di sana. Hyeojin mengangguk karena dia harus menemani SHINee juga ke Universitas Konkuk, akan ada acara di sana.

Kemudian mereka pun berpisah.

Hyeojin memasuki gedung SME. Baru beberapa langkah ia buat, ponsel Hyeojin bergetar pertanda ada panggilan masuk. Hyeojin buru-buru mengangkat ponselnya.

“ Halo?”

“ Hyeojin-ah!”

“ Ah, Donghae oppa? Kenapa?”

“ TEMUI AKU DI RUANGAN SUPER JUNIOR. SEKARANG.”

Pip.

Telepon pun terputus.

Tentu saja tingkah Donghae meninggalkan banyak tanda tanya di benak Hyeojin dan mau tidak mau, dia langsung berlari ke ruangan Super Junior.

Memangnya ada apa?

Hyeojin mengulurkan tangan dan membuka pintu ruangan tersebut. Ia melihat Donghae sedang duduk gelisah dan tersentak saat Hyeojin tiba.

“ Ada apa, Oppa?”

“ Duduk,” perintah Donghae. Hyeojin pun menurut dan duduk di samping Donghae.

“ Member yang lain sedang siap-siap. Kau tahu, kemarin adalah peluncuran album keempat kami dan sekarang kami harus ke music bank,” jelas Donghae. Hyeojin mengangguk-angguk.

Tiba-tiba Donghae meremas bahu Hyeojin, menatapnya lurus-lurus, membuat Hyeojin bingung.

“ Ke.. kenapa?”

“ Hyeojin-ah,” kata Donghae, “ Kuminta sekarang kau berhati-hati saat bersama Minho. Kau harus selalu berada di sekitar SHINee atau aku, jangan hanya dengannya.”

“ Eh? Memangnya kena..”

“ Barusan aku mengejar paparazzi yang menangkap fotomu dan Minho yang sedang berada di kafe.”

Mata Hyeojin melebar.

“ KAU BILANG APA?!”

“ Ceritanya panjang kenapa aku bisa mengejarnya,” kata Donghae dengan suara yang jelas-jelas terdengar cemas, “ Intinya, aku sempat membuatnya kaget sehingga aku yakin dia tidak mengambil foto kalian dengan jelas: antara blur atau hanya separuh dari tubuh kalian. Tapi sayang aku kalah cepat, karena dia memiliki tubuh yang kecil sehingga lebih ringan.”

Hyeojin tertegun, tidak percaya mendengarnya. Donghae menghela napas dan meletakkan tangannya di punggung tangan Hyeojin. Dia menatap Hyeojin dalam-dalam, dan Hyeojin mengerti kalau Donghae merasakan kekhawatiran yang amat sangat.

“ Kuminta sekarang kau berwaspada,” bisik Donghae, “ atau kalau tidak, kita bisa mendapatkan masalah lebih hebat, karena kita sekarang sudah dalam masalah.

Comments on: "Because I Really Love You – part 16" (20)

  1. oh my -.- penasaran

  2. ah~~ gara2 ada 2 hyeo, jadi bingung bacanya. satunya hyeojin satunya hyeorin. ditengah2 jadi linglung bacanya. mana si hyeorin mana si hyeojin.

    saya tahulah kesulitan2 my lovely dongsaengku ini setiap hari. hampir ikut gila juga lama2 denger dia kekejar deadline. satu2nya harapan cuma kekuatan kepepet ya dhila??

    now pray : i hope next chap is jihwa. i hope next chap is jihwa.

    aah~~~just let minho with hyeo and hae with jihwa,,,

    • karena hyeorin yg asli nyuruh saya buat masukin nama hangulnya, sementara nama hangul kedua saya ya kim hyeojin.

      ups. ketahuan deh siapa itu kim hyeojin hahaha.

      LO MESTI TAU TA. HAHAHA. gue ngerjain ini fanfic dr jam 12 sampe jam 2. KEKUATAN KEPEPET FTW!!

      the next chap probably there’ll be jihwa in.

      BUT REMEMBER. jihwa’s real story will be published after minho and *pip* get together.

      YOU KNOW what i want to pair. … after all im a fanatic flame, not a possesive fishy :p

  3. wiih .. tmbh seru..

    tapi, kq kayaknya ad pemeran yg kurang yak?

    dua temen hyeojin kmana tuh? aq mw tw kabar-kabarinya..

    • wah! akhirnya ada yg nyadar juga, hehe. mereka nanti ada perannya sendiri2 dan cerita lovelifenya kepisah sendiri juga, ga kecampur sama minho🙂 apalagi yg seunghee, begitu. hehehe.

  4. aisshh ~ini otak lemot banget pas di part ini. rada kurang mundeng.hahhaha
    waahh ~ bukannya strap nya hyeojin ada namannya ya ? berarti nanti ketauan dong nama nya ?

  5. okeh.. aq tunggu.. tp, jgn lama” yuw.. keke~

  6. DJ.merr said:

    onnie, jezzz.. kau ini aku babo gini di sebut pinter.ckckck.
    hahaha

  7. yay!! next chap is jihwa isnt it?? okay, okay. i’ll wait in patient.

    possesive fishy?? aduh itu juga engga sengaja gara2 saya suka curi2 baca obrolan onnie2, agashi2 sama ahjjuma2 di elfish forum. jadi tiba2 tahu segalanya deeeh. neeeext chap dhila!!

    am i so hyper for it? ah, whatever, maybe i’m in sugar mood!

    • you are, but its fine after all hahaha. why, hello there, fishy 8D you have knew what pairing i’ll make❤

      sugar mood? gosh, just.. keep yourself fine, kay. hahaha

  8. sashalicia said:

    komen apa y d chap ni? yg pasti, di sini aq pnasaran ama pairing hyeorin-chullie…mreka tuh sbnrnya saling suka y? kjadian staun lalu? ngelibatin seorang shawol? oh, ok… i will wait for next chapter…:)
    minho-ya…sbnrnya km makin suka ama hyeojin kn? ayo, akuilah itu sblm kau brpaling pada suae…kekekeke~~~
    poor donghae kekekeke~~~ (jd inget video dia disiram ama shindong), ngeliat heojin-minho brdua, trus ngejar2 paparazi dadakan pula…aish, fishy ku yg satu ni makin basah aja deh *keringetan*🙂

    • sabar yaaa hehe aku lg ujian jd susah nyari inspirasi ><

      LOL temenku yg han jihwa bnr2 fishy bgt, makanya aku ampe debat sm dia bikin ff ini hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: