more fantasy about k-pop

Title: Because I Really Love You – part 15

Author: Choi Ahra

Genre: Romance, slight/cracked humour FAIL
Rating: PG
Cast: [main] SHINee’s Choi Minho [other] SJ’s Lee Donghae
Word Count: 2339(based on my microsoft word hehe)
Disclaimer: SM’s not me. Maybe mine, someday. yeah. miss you, minho, my boy. rofl ;_; *cries*
Summary: a girl who had a crush with Choi Minho – and yet she was being a temporal manager of SHINee.
Warning: Maybe it’ll turn to be not what you want.
A/N:

Since beginning i’ve decided the pairing so, lol, yeah.

FINALLY I UPDATED THIS STORY TT__TT

Sorry, bcs i was lack of inspiration, and when i got the idea, stupid tasks and a list to do were waiting for me. Thanks God finally im done for this chapter now.

Later i dunno when i will exactly post the next chap, but i still write the continue of this hehe.

Cupcake comments are allowed! lmao xD

xoxo

Ahra.

—————————————————————————————————–

Suae memutuskan untuk bertemu dengan Hyeojin, dan kini mereka sedang beradu pandang. Hyeorin menyesali keputusan Suae yang terlalu bertindak terburu-buru.

Hyeojin melirik Suae, bingung. Suae belakangan ini selalu mengikutinya dan SHINee. Sekarang saat SHINee sedang berada di fan meeting, begitu pula suae yang tiba-tiba saja muncul. Hyeojin mendapati raut wajah SHINee yang agak kurang nyaman – namun dia clueless, tidak mengerti.

“ kau manajer sementara SHINee?” tanya suae. Hyeojin mengangguk. Suae memiringkan kepala, memerhatikan penampilan Hyeojin. Tidak ada yang benar-benar istimewa darinya.

“ langsung saja, ya. Aku bukan tipe yang senang basa-basi dan kurasa kau telah tahu namaku.”

“ ya. Lee suae, kan? Keponakan dari Sooman-saenim dan sepupu Sungkyu-unnie.”

“ wah,” suae berdecak dan mengibaskan rambutnya,” tidak kusangka kau sudah mengetahuiku sejauh itu.”

Hyeorin menggeleng-gelengkan kepalanya. Kalaupun tidak, kau akan tetap mengatakannya.

“ jadi apa yang hendak kau katakan?” tanya hyeojin. Suae menghela napas dan menatap hyeojin.

“ berhentilah menjadi manajer mereka.”

Hyeojin merengutkan dahi. Suae melanjutkan lagi, “ demi kebaikanmu juga. Kalau orang-orang tahu bahwa kau adalah manajer sementara SHINee yang masih sekolah maka akan terjadi kejadian kontroversial lagi, kan? Apalagi kau –“

“ tidak.”

Suae terbelalak. “ hei! Tunggu! Aku belum selesai berbicara!”

Hyeojin mendesah. “ memang, dan maafkan aku karena ketidaksopananku memotongmu, suae-ssi. Tetapi perlu kau ketahui kalau aku disini direkrut, dan yang hanya bisa memberhentikanku hanyalah lee sooman saenim, atau aku berinisiatif untuk mengundurkan diri sendiri. Jadi kurasa aku tidak akan mengundurkan diri menjadi manajer mereka.”

Suae mendesis. “ kalau terlibat skandal bagaimana?! Kau kan masih murid sekolah!”

“ tidak masalah. Aku kurang lebih seperti Suae-ssi, kan? Kau memiliki posisimu dan bebas mengikuti mereka kemana-mana. Sementara aku, dengan status jabatanku sekarang, aku harus berada di samping mereka,” jawab Hyeojin.

Suae menggeram. “ tidakkah kau mengerti posisimu?!”

Hyeojin menarik napas.

Jinki oppa sudah berpesan padaku agar tidak mempercayai apapun kecuali kenyataan.

“ aku mengerti,” jawab hyeojin, “ sangat mengerti.”

“ lalu kena –“

“ justru itulah, aku berada di sini. Aku memilih berada di sini,” tandas hyeojin, “ karena aku memiliki sesuatu untuk dijaga.”

Suae menyatukan alisnya. Hyeojin menganggap kalimat terakhirnya sudah menjawab segalanya, dan dia berkata, “ kurasa tidak ada yg perlu dikatakan lagi. Terima kasih.”

Dia membungkuk dan pergi. Meninggalkan Suae yang menggertakkan giginya kesal. Hyeorin bersiul pelan dan kagum melihat sosok yang baru saja pergi dari depan matanya.

Baru pertama kali ada orang yang tidak takut dengan Suae dan Hyeorin.

—————————————————————————————————————–

“ kenapa tidak?!” suae menggebrak pelan meja Sooman. Lelaki paruh baya itu menggeleng.

“ tidak – aku tidak akan menggantikan hyeojin dari posisinya sekarang.”

“ kenapa?! Siapa tahu kalau dia mempunyai maksud lain karena di-“

“ suae-ah,” potong sooman, “ dia sudah setahun ada di sini karena kakaknya, dan dia berteman baik dengan semua orang di sini. Kalaupun dia memang menyukai seseorang – setidaknya dia tidak akan menghancurkannya, kan? Dia pasti tahu peraturan di sini, maka dia tidak membuat masalah. Sekarang, sudahlah Suae. Manajer SHINee sendiri yang menunjuk hyeojin. Kalau dia keluar, berarti memang ada masalah dengannya, atau dia sendiri yang meminta keluar.”

Suae menggeram dan berbalik, keluar dari ruangan Sooman. Dia berjalan kesal dan hyeorin mengikutinya dari belakang. “ ya, Suae. Kenapa kau tiba-tiba..”

“ diam!”

Hyeorin seketika mengatupkan mulutnya. Suae melirik jam tangannya dan mendesis. “ Sial..”

—————————————————————————————————————-

Hyeojin POV

Aku mengelus dadaku. Kaget. Barusan Suae memanggiilku. Rasanya aku bisa mengerti sedikit demi sedikit tentang – sifatnya.

Aku berjalan di sepanjang koridor SME, sampai kemudian aku melihat Donghae sedang duduk tidak jauh dari tempatku berdiri. Aku menghampirinya dan menyapanya, “ Oppa!”

Donghae menoleh. “ Hyeojin-ah?”

“ Kau sedang apa?

“ Tidak ada. Aku hanya selesai latihan untuk persiapan album baru, kalau kau?”

“ Mencari SHINee dan yoogeun. Kudengar yoogeun-ah akan kesini lagi.”

“ ohya? Kau menyukainya ya?”

Aku tersenyum lebar. “ Keduanya aku suka.”

“ Siapa?”

Wajahku memerah. “ Emm. Yoogeun, SHINee.. dan..”

dan?

Aku berani bertaruh wajahku sudah seperti kepiting rebus sekarang, dan kusadari kalau raut muka Donghae berubah. Aku bertanya-tanya kenapa.

“ ngomong-ngomong,” lanjutku riang, “ kau tahu – yoogeun memanggilku ‘umma’!”

“ hm? Lalu?”

“ aku merasa aku adalah ibunya dan – “ sial. Aku tidak sengaja menggoyangkan ponsel yang kupegang dan aku melihat strap ponsel yang menjuntai di tanganku. Lagi-lagi, wajahku memerah. Dan minho adalah ayahnya. Aku rasanya ingin memukul kepalaku keras-keras.

“ kenapa?”

“ tidak – hanya saja..  aku.. senang, dengan perlakuan minho padaku. Aku teringat padanya karena strap ponsel ini.”

Donghae mengerutkan dahinya. “ kudengar dari minho kau sudah melupakannya.”

Minho berkata begitu pada Donghae? Astaga. Aku mendesah. “ itu.. hanya keluar dari mulutku begitu saja saat minho merasa tidak enak padaku. Lagipula.. dia.. saat di Hongkong, dia selalu menemaniku. Dia menarikku dari kerumunan. Bahkan dialah yang membelikanku strap ponsel dan menuliskan namaku..”

“ kau ini bodoh atau apa?”

Aku terbelalak dan mendongak. Donghae, entah kenapa, terlihat sangat, sangat kesal.

“ eh.. kena..”

“ tentu saja! Kau ini.. ya Tuhan, Hyeojin-ah. Kau tidak tahu kalau dia sudah menyakitimu?! Ingat kan, bagaimana dia menolakmu? Dan sekarang kau kehilangan defensifmu? Kau ini bagaimana, sih?! Kau”

Aku melotot. “ memangnya kenapa? Bukan keinginanku juga kan jadi begini! Kenapa kau marah, Oppa?!”

“ Argh! Sudahlah!” Donghae berbalik memunggungiku, “ Kau ini.. aish.” Lalu dia berjalan keluar meninggalkanku.

Aku merasa pikiranku kosong dalam beberapa saat.

Pertama kalinya aku bertengkar dengan Donghae oppa.

Aku memutar badanku dan berjalan menuju ruangan SHINee, tanpa sadar.

—————————————————————————————————————-

Untuk kedua kalinya, yoogeun mengunjungi kantor SME. Dia berjalan dengan lincahnya, khas anak kecil. Minho kewalahan mengejarnya, but actually having a quality time with yoogeun was pretty damn fine. Minho tersenyum kecil melihat ‘anak’nya yang bergerak tidak bisa diam dan mengejar Yoogeun hingga mendahuluinya, dan langkahnya terhenti saat mendengar seseorang mengomel-ngomel dari sebuah ruangan. Minho menoleh. Ini adalah ruangan SHINee sendiri. Minho menyadari kalau ruangan itu tidak sepenuhnya terbuka. Minho mengintip.

Hyeojin.

“ ARGH! DASAR HAE OPPA BODOOOOH! DIA TIDAK HARUS MEMBUATKU KESAL KAN??!! ARRRGHH! DAN BERPIKIR KALAU INI ADALAH PERTENGKARAN PERTAMAKU DENGANNYAAAA!”

Minho mengedip2kan matanya, kaget. Dia melongokkan kepalanya dan melihat Hyeojin sedang marah-marah. Wajahnya terlihat kesal. Minho memicingkan matanya dan berusaha melihat lebih jelas, sampai akhirnya dia melihat jelas – ada air mata yang menggenang di mata Hyeojin, meskipun sekarang emosinya sedang kacau.

Minho mengepalkan tangannya..

.. lalu yoogeun, melewatinya dan memasuki ruangan itu. Minho terlonjak dan hendak berteriak. Namun dia menahan suaranya dan memutuskan untuk melihat apa yang akan dilakukan Yoogeun.

Hyeojin terlihat kaget dan spontan mengusap air matanya. “ Yoogeun-ah? Kenapa kau disini?”

Yoogeun hanya menatap Hyeojin yang terkekeh. “ ketahuan ya? Aduh Yoogeun-ah.. Omong-omong dimana appa-appa mu?”

Yoogeun tidak menjawab, namun dia hanya berjalan mendekati Hyeojin, dan tangannya yang kecil terulur, mengusap mata hyeojin.

“ eh..”

Hyeojin tersenyum tipis. “ wah,” katanya sambil menarik pipi yoogeun, “ terima kasih ya.”

Yoogeun berbalik dan berteriak,

“ Minho appa!!”

—————————————————————————————————————-

Suae mendesis kesal, sementara Hyeorin hanya mengikutinya dari belakang. Hyeorin tahu betul suasana hati suae masih buruk setelah kim hyeojin berkata begitu. Hyeorin masih merasa takjub dengan keberanian gadis itu, walaupun sukses membuat suae kesal bukan main.

Tetapi tiba-tiba langkah kaki suae terhenti, membuat Hyeorin ikutan terhenti juga. Penasaran, hyeorin memajukan kepalanya sedikit. Suae langsung bergeser ke hiasan koridor yang berdiri cukup tinggi, dan memerhatikan sesuatu di depannya. Hyeorin memajukan lagi kepalanya, supaya bisa melihat, apa yang membuat suae –

Ah.

Choi Minho dan Lee Donghae.

——————————————————————————————————————–

Minho rasanya bisa menjedukkan kepalanya karena malu. Yoogeun sungguh membuat suasana sempat kaku – membayangkan wajah melongo hyeojin barusan, dan minho harus beralasan kalau dia tidak enak merusak suasana, sementara Hyeojin hanya menjawab dengan senyuman aneh. Langsung saja dia membawa Yoogeun keluar dan menitipkannya pada Key. Sekarang dia memutuskan jalan-jalan, sambil menunggu waktu malam untuk syuting Hello Baby terakhir.. ah ya ampun. Memikirkannya saja membuatnya sedih dan..

*bruk*

Minho tidak menyadari kalau ada seseorang di belokan koridor. Dia mengusap2 hidungnya dan berkata, “ maafkan a..”

“ minho-ah?”

Minho mendongak. Dia melihat Donghae sedang berdiri di hadapannya – orang yg barusan dia tabrak.

Seketika bayangan Hyeojin yang sedang menangis kesal barusan muncul di kepalanya.

Kekesalan Minho pun ikut muncul.

Mulut Minho terbuka.

Countdown.

“ Hyung! Kau ini.. sudah membuat Hyeojin sedih, kan?!”

Donghae terlihat lost. “ hah?”

“ kau bertengkar dengan hyeojin dan membuatnya sedih! Aku melihatnya barusan!”

Donghae mengatupkan bibirnya dan membuang muka. “ Bukan urusanmu.”

“ kenapa begitu?! Kau kan mengatakan kepadaku, supaya jangan membuatnya menangis! Malah kau – “

“ berisik! Kau sendiri juga, kan? Kau pernah membuatnya menangis, kan? Padahal kau tahu dia menyukaimu dan tidak meminta jawaban!”

Minho menggigit bibir dan balas berteriak, “ kau sendiri! Kau menyukai hyeojin, kan?! Kenapa kau membuatnya sedih?! Mungkin sepele alasannya, tapi aku tidak terima karena kau sendiri melanggar ucapanmu! Lagipula dia sudah tidak menyukaiku!”

Donghae tertohok dan terdiam. Minho terengah-engah usai berkata panjang.

“ .. kau tidak akan mengerti.”

Alis minho yang tebal naik, bingung. “ eh?”

“ kau tidak akan mengerti, minho,” donghae menghela napas, “ aku memang menyukainya dan karena alasan itu pula lah, aku..” donghae tidak melanjutkan ucapannya. Minho menunggu-nunggu apa yang hendak dikatakan donghae. Namun lelaki itu hanya menggeleng pelan dan berkata, “ ini hanya emosiku. Kau tidak perlu tahu mengapa.”

Minho bertanya-tanya mengapa.

Donghae memiringkan kepala. “ dia menangis, kah?”

“ yang jelas dia sedih dan kesal bukan main,” jawab minho. Donghae nampak merasa bersalah. Dia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “ Aku rasa aku bertindak keterlaluan,” bisiknya lirih. Kepalanya berkerut, membayangkan wajah Hyeojin. “ Aku akan meminta maaf padanya, secepatnya. Dimana dia sekarang?”

—————————————————————————————————————-

Donghae menarik napas panjang. Tangannya mengepal.

KUATKAN DIRIMU, LEE DONGHAE. KAU ADALAH LELAKI.

Bahu donghae mengendur. Lalu kenapa kalau aku lelaki? Intinya aku harus meminta maaf, kan? Donghae mengetukkan kepalanya pelan. Dia sedang berdiri di depan ruangan SHINee, tempat hyeojin berada. Dia dilema, antara harus masuk atau tidak. Dia mengacak-acak rambutnya. Donghae tidak tahu apa yang harus dia lakukan supaya bisa meminta maaf dengan lancar dan –

Krek.

Pintu terbuka.

Hyeojin sekarang berada di depannya, tertegun melihat Donghae di depannya.

Donghae juga tercekat, karena tiba-tiba Hyeojin muncul di balik pintu, popped out from the door.

“ emm..” donghae terlihat bingung. Hyeojin tiba-tiba langsung memasang mode pertahanannya kalau sedang membuat jarak dengan seseorang. Donghae yang terbelalak melihat sikap hyeojin langsung membungkuk. “ MAAF!”

Hyeojin mengerjap2kan matanya, kaget. Donghae mengangkat kepalanya dan menggaruk-garuk pelipisnya, salah tingkah. “ aku hanya emosi dan.. kau tahu, itulah sikap seorang kakak yang memikirkan adiknya.. jadi.. kalau aku kelewatan.. maaf..” kemudian donghae merutuki lidahnya yang menyangkutpautkan soal ‘kakak-adik’, padahal di sisi lain dia tidak bisa mengingkari perasaannya.

Tidak ada jawaban.

Donghae merasa gelisah. Apa dia marah sekali?

*buk*

Donghae terlonjak saat sebuah pukulan ringan mendarat di perutnya. Dia menatap Hyeojin yang tangannya masih dalam posisi menonjok pelan perutnya.

“ .. bodoh.”

“ hah?”

“ apa boleh buat,” hyeojin mengangkat kepala, dan donghae menahan napasnya.

Sebuah senyuman terulas di wajah hyeojin.

“ kumaafkan.”

Donghae merasa kepalanya seperti menjadi putih untuk beberapa saat.

Gawat, gadis ini.

Dia selalu saja tersenyum seperti itu.

Donghae menyeringai dan merangkul hyeojin.

gomawo.”

—————————————————————————————————————-

Malam itu SHINee menyelesaikan syuting terakhir mereka dengan Yoogeun. Air mata ada dimana-mana. Bahkan hyeojin sendiri tidak mampu menahan rasa harunya melihat perpisahan mereka. Yoogeun seperti tidak rela. Seluruh orang yang berada di lokasi syuting itu berpikiran hal yang sama: yoogeun mungkin berpikir kalau ini adalah perpisahan biasa, dan mereka bisa bertemu lagi. Yoogeun tidak mengetahui apa-apa.

Tidak berapa lama kemudian, ayah yoogeun mendekati Hyeojin. Beliau sudah tahu tentang Hyeojin karena dia melihat Hyeojin terus bersama SHINee, dan belakangan baru diketahui kalau Hyeojin itu siapanya SHINee.

Hyeojin mengangguk sopan dengan air mata haru yang masih menggenang di matanya. Ayah yoogeun menoleh ke anaknya. “ ayo, beri salam untuk noona ini.”

“ emm..”

Hyeojin menunggu sesuatu yang akan meluncur di mulut yoogeun. Mungkinkan ‘annyong’? ‘saranghae’?

“ annyong, umma.”

Hyeojin tertegun.

Umma.

Yoogeun menyebutnya umma.

Tanpa sadar, hyeojin tersenyum lembut.

annyong, yoogeun-ah.”

Kemudian yoogeun memberinya sebuah bbobbo.

Sementara itu, dalam jarak beberapa meter, minho memerhatikan mereka berdua, dan mendesah lega.

Hyeojin sudah kembali seperti semula.

Itu berarti donghae sudah meminta maaf padanya – dan sekarang semua sudah baik-baik saja; kecuali key yang larut dalam kesedihannya. Minho juga, namun setidaknya ada suatu kelegaan di dalam hatinya, walau bukan tentang Yoogeun. Minho memandangi yoogeun dan menyeringai tipis.

‘umma’, ya..

Saat memerhatikan mereka, minho mendapati dia sedang beradu pandang dengan Hyeojin, lalu hyeojin mengalihkan wajahnya malu-malu, begitu pula minho. Tetapi hyeojin tersenyum saat melihat minho, menunjukkan kegembirannya.

Minho mendongak ke arah langit. Dia baru sadar kalau bintang-bintang sedang bertaburan banyak di langit.

Mungkin ini artinya pertanda baik.

Malam itu, sebuah malam yang indah, berakhir.

Setidaknya untuk mereka.. saat ini.

—————————————————————————————————————-

Usai melihat syuting Hello Baby terakhir, di apartemennya, suae sedang menonton TV, namun pikirannya terfokus hal yang lain.

Hyeojin menyukai minho dan sekarang sudah tidak menyukainya?

Suae teringat percakapan Donghae dan Minho tadi siang. Semua itu terngiang-ngiang di benaknya, bahkan sampai ketika Suae mengikuti SHINee untuk syuting Hello Baby. Ia teringat bagaimana Hyeojin tersenyum pada minho saat yoogeun mendekatinya.

Itu bukan senyuman orang yang sudah tidak memiliki rasa pada seseorang yang pernah ia sukai.

Suae menegakkan tubuhnya.

“karena aku memiliki sesuatu untuk dijaga.”

Suae tertegun saat mengingat kalimat Hyeojin saat suae menyuruhnya untuk meninggalkan posisinya sebagai manajer sementara SHINee.

Inikah maksudnya?

Suae menjadi gusar. Kalau begitu berarti Hyeojin..

Suae menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak. Ini buruk.

“ kenapa, suae?” Hyeorin berjalan dari dapur, membawa dua cangkir coklat hangat. Ia meletakkannya di atas meja. “ ada sesuatu, kah?”

“.. ya,” jawab Suae, “ aku sedang berpikir kalau.. mungkin.. aku harus memisahkan Minho oppa dari hyeojin.”

Hyeorin mengerutkan dahinya. “ kupikir kau tidak begitu menaruh perhatian pada Minho oppa.. tapi kenapa..”

Wajah suae berubah menjadi merah, dan itu langsung menjawab keheranan Hyeorin.

Hyeorin menarik napas. “ Lalu? Apa yang hendak kau lakukan?”

Suae mengetukkan jarinya di atas sofa. “ entalah. Paman tidak mau membantuku untuk –“

“ Kalau dia keluar, berarti memang ada masalah dengannya, atau dia sendiri yang meminta keluar.”

Kalimat sooman menggema di telinganya. Mata suae melebar.

Donghae oppa.. menyukai hyeojin.. kan?

Kemudian, Hyeorin terkejut melihat perubahan ekspresi suae.

Sebuah senyuman misterius terbingkai jelas di wajahnya.

“ hei.. suae..”

“ hyeorin-ah. Aku sedang berandai-andai..”

“ tentang?”

“hyeojin tidak bisa dikeluarkan karena dia bersikap ‘baik’. kalau.. dia bermasalah atau mengundurkan diri.. bagaimana?”

Hyeorin mengedipkan matanya sekali. “ jangan bilang kau..”

Suae menyibakkan rambutnya dan tertawa pelan. “ inilah yang disebut, ‘permainan baru saja dimulai’.”

—————————————————————————————————————-

Comments on: "Because I Really Love You – part 15" (26)

  1. firsty first :p

  2. finally di post jugaaaa~
    ak nunggu ini bangett🙂

    hae cemburu~ hhu

    aduh suae iniiiiii, ergh

    • maaf udah bikin nunggu yaaa, penulisnya lagi stuck ide ><

      iya nih hae cemburu sama ahra.. /digeplak, sama hyeojin. suae nih ya suae ckckck hahaha.

  3. hyunrikim said:

    huaaa~ sue ganggu!*ditabok yg punya nama*
    Tapi aku maunya donghae sama hyeojin!

    Onnie, thanks for continuing this ff~
    Love this ff smooch<333

  4. annyeong.. ^^
    sebenernya dari dulu aku silent reader, tp stelah ngeliat ni ff, jd gg tahan mw komen.. hhe..

    nice story, chingu ^^

  5. HwangChanChan said:

    Aku pgen hyeojin ma donghae ya…
    Lnjutt chingu…

    • another reader who wants hyeo-hae couple lmao.

      the real jihwa will beat me in the class ><

      hahaha. iyaaa makasih yaaa :))

  6. kimhyunna said:

    Onnie crita nya tmbah kren
    Mian, aku bru bsa komen lg cz kmaren”
    Aku ujian :))
    Aku jdi mkin pnasaran siapa yg jdi pacarnya
    Hyeojin🙂
    Onnie aku mw req dong ,.
    Aku mau sama key oppa🙂
    Hehe

    • aaaa aku malah mau ujian T^T

      okeoke. ditunggu ya😀 formatnya berarti bisa brg sm tmnku, key and you xD kalo aku ada waktu, aku buat deh :3

  7. kimhyunna said:

    Gomawo onnie🙂
    *hug onnie* hehe
    Aku tunggu ya onn🙂

  8. mslahnya, kea.nya aq gg pnter nebak dh.. hhe~

  9. kimhyunna said:

    Happy ending onnie🙂
    Hoho🙂
    Hwaiting onnie🙂

  10. kimhyunna said:

    Ya .. Onnie🙂
    Terserah onnie aku ikutin aja🙂
    Hehehe ditunggu ya onnie🙂

  11. Hello. Hyeorin here😛
    Kok kayaknya gue jadi penurut gitu disini. Gue kan gak biasa-biasanya nurut ama orang. LOL

    Btw, nad, EYD diperhatiin ya. di awal “.” harus pakai huruf besar. Titik ama koma juga.

    Keep Writing!

  12. sashalicia said:

    ahra ssi, mian br mampir…km pasti kangen ama aq kn? *lngsung digetoh ahra :D*
    whoaaa…bnran deh, makin kesel ama critamu di sini..abis gregetan ama pmain2nya: donghae yg ga maju2 bwt nyatain prasaan dia, minho yg ga peka sama skali dan prcaya klu heojin udh ga suka dia lagi (suamiku, km odong skali!!! hahaha), heojin yg brusaha bijaksana tp mnurutku justru nyakitin dirinya sndiri, dan…suae yg minta dihajar masa, kekekeke~~~
    nice story ahra ssi, aq bakal jelajahin ffmu yg lain🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: