more fantasy about k-pop

“TAE MIN … NGGAK … AKU NGGAK PERCAYA … TAE MIN … SUNNY … SEENAKNYA AJA KALIAN BERCIUMAN DIDEPANKU TANPA TAHU GIMANA HANCURNYA PERASAANKU !”

HAH .

YA TUHAN …

TADI ITU …

NGOMONG APA AKU BARUSAN ?

“…”

“… Ha Jie-ah …”

“Kau … bilang apa … ?”

“Tae Min dan Sunny … berciuman …”

“Dan … kau …”

“Cemburu … ?”

Ha Jie diam . Benar-benar terdiam . Spontan dirinya mendorong Jong Hyun dan membelalak kaget . Dirinya tak sanggup mengeluarkan kata-kata apapun sekarang . Dia hanya terpaku di tempatnya dan bernafas terengah-engah . Matanya kini tidak lagi mengalirkan tangisan . Sementara itu Jong Hyun menatapnya dengan rasa kaget sekaligus tidak percaya .

“Ha Jie-ah … kau … menyukai Tae Min … ?” ujar Jong Hyun berjalan mendekati Ha Jie . Ha Jie berusaha mengatakan ‘tidak … itu tidak benar …’ namun yang dilakukannya hanyalah membisu dan menggeleng-gelengkan kepala .

“Ha Jie-ah … katakan yang sebenarnya padaku”

“Anak yang kau sukai itu …

apakah itu Tae Min … ?”

“…”

“Jawab, Ha Jie-ah … aku ingin kejujuranmu sekarang …”

Ha Jie berusaha menenangkan dirinya . Dengan susah payah dia mengambil napas dan berbicara dengan tenang .

“Tidak … aku … aku hanya …”

“Aku … ah, aku juga tidak tahu, Jjong … aku …”

Ha Jie hanya menunduk . Dia tahu mungkin saat ini dia telah membuat sahabatnya itu kecewa untuk kedua kalinya, karena telah mendengarkan pernyataan yang secara tidak sengaja keluar dari bibirnya . Pernyataan bahwa … dia memang menyukai Tae Min .

Jong Hyun terdiam sejenak, dan kemudian mengangkat wajah Ha Jie pelan dengan jari tangannya .

“Lantas … kenapa … kenapa tiba-tiba kau berlari kesini, berteriak dan menangis … dan kau memelukku … hingga aku merasakan hatimu begitu sakit … aku tidak tahu apa yang sudah terjadi, tapi … aku merasakan sesuatu … sesuatu yang sangat menyedihkan telah terjadi … lalu ternyata apa yang ada di pikiranku benar … dan akhirnya … kau mengatakan bahwa … perasaanmu hancur karena melihat mereka berdua …”

Ha Jie hanya bisa menghela napas pasrah . Dia tidak tahu harus menjawab apa .

“Ha Jie-ah … jawab pertanyaanku”

“Kau menyukai Tae Min ?”

“…”

“Tidak … itu tidak benar !”

Sesaat kemudian, Ha Jie berlari meninggalkan Jong Hyun yang tercengang . Air matanya kembali jatuh membasahi pipinya .

BODOH ! BODOH KAU, HA JIE ! KENAPA PULA KAU BISA SAMPAI KECEPLOSAN BICARA SESUATU YANG SANGAT RAHASIA ITU ?!

Cukup sudah … aku nggak tahu harus gimana lagi nanti !

:p :p :p

Jong Hyun POV

“Aaaah sial, insomnia kambuh lagi, cih”

Sepanjang malam itu, Jong Hyun tidak bisa tidur karena memikirkan kepulangan mereka sehabis liburan . Sebenarnya mereka masih memiliki waktu 2 hari lagi untuk bersantai, tapi karena ada si ‘putri manja’ itu, mereka memutuskan untuk pulang besok .

Sebenernya alasan kami harus sekolah besok itu juga … akal-akalan sih, biar si ‘putri manja’ itu cepet balik . Eh taunya masih nggak mempan juga ! Tuh anak masiiiih aja nyerocos gak mau pisah sama Tae Min bla bla bla … ckckck ~

Ya … mau nggak mau … pasrah aja deh, serahin aja semuanya sama Tuhan . Semoga aja Tuhan mau ngasih keajaiban buat kami untuk bisa liburan dengan tenang lagi, dan cewek itu bisa pulang besok, huhuhu ~

Hah … capek juga ya ternyata mikirin tuh anak . Dia emang nggak pernah berubah . Selalu … semaunya sendiri . Mau ngomong apa juga pasti selalu dibantah oleh dia .

Untung aja yang dia kebiri itu Tae Min, bukan aku . Hehehe ~

Yah, tapi kesian juga sih si Tae Min, punya pemuja yang over-freak kayak dia, hahaha ~ untung aja cantik ~

Ah … nggak . Masih jauh lebih cantik Ha Jie daripada dia . Hahaha ~

Hah ? Kang Ha Jie ? Cantik ? AHAHAHAHAHA ~

Gimana ya kalo aku komentar begitu dengan dia ? Waow sudah pasti mukanya bakal merah dan mukulin aku sambil malu-malu, hahaha ~

Lantas kenapa ya aku jadi tergila-gila dengan tuh cewek ?

Entahlah … tapi aku paling suka ngeliat gayanya yang apa adanya, muka polosnya, rambutnya yang acak-acakan itu … ah, itu yang buat dia kelihatan keren !

Dan menurutku, cewek keren itu cantik . Cantik alami .

Dan satu-satunya cewek terkeren yang pernah kujumpai itu … dia .

Yeah, i’m fallin’ in love with her at first time i saw her and when we become a soulmate until now .

Oh ya … kalo diperhatiin …

… mungil-mungil begitu, ternyata Ha Jie juga lumayan seksi .

AHAHAHAHAHAHAHAHAHA ~ aku kenapa nih ? Kok jadi mikir yang nggak-nggak ? Hahaha ~

Ngomong-ngomong … tuh anak lagi ngapain ya ?

Tak lama kemudian, terdengar suara teriakan yang samar-samar hinggap di telinganya . Jong Hyun terkejut . Suara itu begitu familiar …

Ha Jie-ah ! Ha Jie-ah, kenapa dia ??

Dengan rasa cemas yang amat sangat, Jong Hyun bergegas turun dari kasurnya dan berlari ke segala ruangan, termasuk ke kamar Ha Jie, namun sosoknya tidak ada . Pintu kamarnya terbuka . Pikirannya galau memikirkan sesuatu yang buruk telah terjadi pada Ha Jie . Kemudian … dari arah jendela, Jong Hyun mendengar suara tangisan yang begitu dekat … seakan-akan sumber tangisan itu ada di sampingnya . Hingga akhirnya dia melihat ke arah jendela, Ha Jie terduduk menangis sesenggukan di arah pantai .

Segera Jong Hyun berlari keluar dan menghampiri Ha Jie . Tidak kuasa melihat sahabat tercintanya itu terpuruk, dia mencoba menenangkannya, meneduhkan kepala gadis itu didadanya .

“Ha Jie-ah … Ha Jie-ah … kau kenapa … apa yang terjadi … kenapa kau disini … kenapa menangis … ?”

Ha Jie masih sesenggukan dan mencengkeram kemejanya kuat-kuat .

“NGGAK … NGGAK MUNGKIN …” sahutnya .

Nggak mungkin … apa yang nggak mungkin … ? Anak ini kenapa … ? Batinnya khawatir .

“Sssh … tenang sayang … menangislah kalau kau memang mau menangis … Ya Tuhan, sumpah Ha Jie-ah, apa yang buat kamu jadi menyedihkan begini … ?”

Ayo Ha Jie-ah, ceritakan padaku . Katakan semua yang terjadi !

“TAE MIN … NGGAK … AKU NGGAK PERCAYA … TAE MIN … SUNNY … SEENAKNYA AJA KALIAN BERCIUMAN DIDEPANKU TANPA TAHU GIMANA HANCURNYA PERASAANKU !”

Jong Hyun tersentak . Secara tiba-tiba kepalanya pusing mendadak .

A … apa maksudnya ini … ?

Tae Min ? Sunny ? Ciuman ? Perasaan hancur ?

Ya Tuhan, apa-apaan ini ? Apa arti semua ini ?

“… Ha Jie-ah …”

“Kau … bilang apa … ?”

“Tae Min dan Sunny … berciuman …”

“Dan … kau …”

“Cemburu … ?”

“Ha Jie-ah … kau … menyukai Tae Min … ?”

Ha Jie-ah, jangan diam saja . Jawab pertanyaanku … !

“Ha Jie-ah … katakan yang sebenarnya padaku”

“Anak yang kau sukai itu … apakah itu Tae Min … ?”

Cepat katakan, Ha Jie-ah …

“Jawab, Ha Jie-ah … aku ingin kejujuranmu sekarang …”

“…”

“Tidak … aku … aku hanya …”

“Aku … ah, aku juga tidak tahu, Jjong … aku …”

Begitu .

Ya . Sudah cukup . Aku sudah mengetahuinya . Jangan katakan apapun lagi, Ha Jie-ah .

“Lantas … kenapa … kenapa tiba-tiba kau berlari kesini, berteriak dan menangis … dan kau memelukku … hingga aku merasakan hatimu begitu sakit … aku tidak tahu apa yang sudah terjadi, tapi … aku merasakan sesuatu … sesuatu yang sangat menyedihkan telah terjadi … lalu ternyata apa yang ada di pikiranku benar … dan akhirnya … kau mengatakan bahwa … perasaanmu hancur karena melihat mereka berdua …”

Ash, untuk apa kau tanyakan lagi, Jjong ? Sudahlah, percuma ! Kau juga sudah tahu jawabannya bukan ?

“Ha Jie-ah … jawab pertanyaanku”

“Kau menyukai Tae Min ?”

Bodoh ! Cukup, diamlah !

“…”

“Tidak … itu tidak benar !”

Bohong . Ya, kau membohongiku, Ha Jie-ah . Aku tahu itu bohong .

Ya … kau berbohong … dan berlari meninggalkanku . Lagi dan lagi … kau sakiti lagi perasaanku yang sudah perih ini .

Tapi aku senang .

Karena aku tahu …  siapa anak yang beruntung memenangkan hatimu itu . Dan sayangnya … dia adalah adik kesayanganku … Lee Tae Min .

Maafkan aku, Taem . Aku sayang padamu, tapi aku mencintai Ha Jie . Dan kau sudah mengecewakannya .

Dengan keegoisanku … aku mungkin akan menyingkirkannya dari pikiranmu, Ha Jie-ah . Aku tak akan tinggal diam … tidak akan lagi .

:p :p :p

Tae Min POV

Aku tidak tahu . Apa ini benar ? Akankah hanya dengan memenuhi permintaannya ini … akan menyelesaikan semua ?

Maafkan aku . Maaf … karena aku sudah melukai perasaanmu . Maaf jika aku tidak bisa membalas perasaanmu seperti yang kau inginkan . Aku minta maaf … atas segala yang kulakukan padamu .

Ya … hanya inilah yang bisa kulakukan . Kuharap kau mendengar ucapanku ini, Sun Kyu .

“Aku mencintaimu, Lee Tae Min …”

Ya . Aku sudah mendengar kalimat itu ribuan kali, Sun Kyu . Kau selalu mengatakannya kapanpun kau disampingku .

Meski begitu, aku tidak pernah menjawab kalimat-ribuan-kali-mu itu walau hanya sepatah kata .

Terang saja . Aku tidak mungkin menjawabnya karena rasaku sendiri berkata ‘tidak ada rasa apapun untukmu’ . Bagaimana aku bisa berucap ‘ya … aku pun mencintaimu’ sedangkan kalimat itu tidak tersedia dalam ruang hatiku untukmu ?

Tapi … mungkin itu adalah kalimat yang terakhir kali akan kudengar darimu . Karena itu … aku akan menjawabnya, Sun Kyu . Dengan senyumanku .

Aku senang jika kau bahagia menerima senyum yang melukisakan permintaan maaf ini, meski dengan tangisan itu .

Kuharap … air mata itu bukan untuk menangisi aku, Sun Kyu . Tak ada gunanya jika air matamu terbuang percuma karena laki-laki yang tak mungkin kau miliki ini .

Aku akan membiarkanmu disini … membiarkan kau menyentuhku, berkata cinta, melepas rindumu yang terakhir ini . Namun aku takkan biarkan jika aku tergoda karenanya . Dan aku yakin aku takkan tergoda, karena hatiku sudah terkunci oleh satu nama .

Kang Ha Jie .

“TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK ~ !”

DEG !

A … apa itu ?

Rasanya … aku dengar sesuatu .

Suara itu … jangan-jangan …

Ah … tidak … tidak mungkin … mana mungkin itu dia .

Tapi …

Ya Tuhan … jangan sampai itu terjadi . Jangan katakan bahwa dugaanku benar . Jangan … !

“Tae Min … ada apa ? Kenapa wajahmu pucat ?”

“Hah … ? Ah, yang benar ? Aku … aku nggak apa-apa kok, tenang saja”

Ya … aku tidak apa-apa . Yakinkanlah Tuhan, bahwa aku memang tidak apa-apa …

:p :p :p

Keesokan harinya, Sunny pulang diiringi oleh enam sekawan itu . Awalnya kelima orang diantara mereka kecuali Tae Min, merasa bingung sebingung-bingungnya . Tapi sebodo amat, pikir mereka . Yang penting si ‘putri manja’ sudah pergi dari ketentraman .

Karenanya tidak heran sepagian itu wajah mereka kelihatan cerah . Mobil yang menjemput Sunny telah menunggu di parkiran . Sunny memeluk mereka dan mengucapkan salam perpisahan satu-persatu dengan keenam orang itu .

“Key-goon, maaf ya kalau selama ini aku sudah ngejengkelin kalian, sudah buat repot, maaf ya … aku sayang Key-goon ~ kita tetap bisa jadi sahabat ‘kan ?” ucapnya . Key tersenyum dan mengangguk mantap .

“Tentu saja, Suny-shii ~ sekali sahabat, tetap sahabat !” ujarnya senang .

Sunny tertawa dan beralih kepada Onew .

“Mr. Dubu ~ aku pasti bakalan kangen dengan pipimu, hehehe ~ tetep jadi selembut tahu ya, Onew-shii  !” seru Sunny sambil mencubit pipi Onew pelan . Onew tertawa dan mengangguk-angguk .

Setelahnya, Sunny berjalan ke arah Min Ho .

“Hey, sang karisma ! Hehehe ~ maaf ya kalo aku sudah ngejengkelin ~ semoga kau nggak nambah ninggi lagi ya ! Kesian tuh cewek-cewek ntar ngeliatmu harus dongak melulu, ‘kan nggak enak, hehe ~ semoga kau tambah keren dan ganteng ya, Min Ho-shii ~”

“Ahahaha … bisa saja kau, Sunny-shii . Yeah, gomawoyo atas pujiannya . Hati-hati di jalan ya” balas Min Ho tersenyum dan mengelus rambut Sunny pelan . Sunny tersenyum lebar ke arahnya dan kemudian berjalan menghampiri Jong Hyun .

“Jjong-ieee ~ cowok paling pecicilan yang pernah kutemui sebelum Key-goon, hehehe ~ sampai jumpa lagi ya, dinosaurus jahil ~ jangan rindu denganku, ya, hehehe ~” ucap Sunny jahil . Jong Hyun tertawa dan mencubit pipi Sunny pelan .

“Aaah aku pasti bakalan kangen dengan kecentilanmu, Sunny-shii ~ hahaha ~ oke, hati-hati ya ! Awas keserempet katak di jalan, hahaha ~” kata Jong Hyun .

Sunny tersenyum dan kemudian menghampiri cowok terakhir yang berdiri menatapnya . Cowok yang begitu dicintainya . Mereka semua terdiam melihat kesunyian diantara mereka .

“Tae Min …”

Sunny merasa tidak mampu meneruskan kalimatnya lebih lama, karena tahu hal itu akan membuatnya tak ingin berpisah dengan Tae Min . Tangannya begitu ingin menggapai wajah Tae Min dan membelainya, namun keinginan itu berusaha ditahannya kuat-kuat . Karena itu dengan pelan dia hanya mengucapkan …

“Selamat tinggal …”

Dua patah kalimat itu lagi-lagi hanya dijawab oleh senyuman singkat oleh Tae Min, namun sudah mampu memberikan rasa bahagia yang meluap dalam hatinya .

Tak ingin berlarut-larut menatap mata Tae Min, Sunny beralih kepada Ha Jie dan berusaha bersikap tenang menghadapi musuh terberatnya itu . Ha Jie menunduk, tak ingin melihat cewek yang dikiranya memang kekasih Tae Min itu, namun Sunny mengangkat dagunya pelan, menyibakkan poni yang menutupi wajahnya, seperti saat mereka pertama kali berkenalan .

“Tidak perlu merendahkan diri dihadapanku, Kang Ha Jie,” ujar Sunny . Ha Jie hanya diam mendengar omongan Sunny .

Sunny menatap Ha Jie cukup lama dan tersenyum menekuri setiap garis wajah Ha Jie yang menurutnya begitu menarik . Dia tidak menyangka jika cewek itu memang benar-benar menyimpan seribu daya tarik yang menurutnya sangat menggoda mata yang melihat .

“Ha Jie-shii … kau memang benar-benar cantik . Seandainya penampilanmu tidak seberantakan ini, aku yakin kau pasti terlihat sangat mengagumkan” puji Sunny . Muka Ha Jie memerah dan hanya nyengir .

“Ah, ahaha, masa’ sih aku kayak gitu, hehe ~ jangan bercanda deh, Sunny-shii, hehe ~” jawab Ha Jie kaku . Kemudian Sunny terdiam dan raut wajahnya berubah murung . Ha Jie jadi merasa tidak enak .

“Tidak heran jika Tae Min menyukaimu, Ha Jie-shii …” bisik Sunny . Ha Jie tersentak .

“Ah … apa ?” ucap Ha Jie seolah tidak percaya . Sunny mengangguk lemah .

“Ya, Ha Jie-shii … dia sangat menyukaimu . Kau benar-benar beruntung karena dia telah memilihmu” jawab Sunny . Tak terasa setitik air matanya jatuh mengaliri air matanya dan kemudian dia memeluk Ha Jie erat .

“Maafkan aku, Ha Jie-shii … aku sudah lancang mencium Tae Min didepanmu, aku tahu karena aku melihatmu di balik tirai itu, dan … aku juga tahu kalau kau berteriak di luar, aku juga sudah pura-pura tidak sadar saat Tae Min terlihat pucat akibat dia mendengar suara teriakanmu, aku … pastilah sudah benar-benar membuatmu sakit hati, maaf, Ha Jie-shii, tidak seharusnya aku …”

Ha Jie membelalak kaget, hanya bisa menganga . Seterusnya kalimat Sunny tidak terdengar lagi olehnya, karena sudah terlalu shock akibat mendengar pernyataan Sunny barusan .

“S … Sun … Sunny-shii … me … melihat … ku semalam … ?” ucapnya terbata-bata .

“Ya … aku melihatmu dengan jelas, Ha Jie-shii … aku juga bisa merasakan betapa sakitnya perasaanmu melihatku dengan Tae Min … karena itu, aku ingin minta maaf denganmu …” jawab Sunny lirih . Ha Jie terdiam sesaat .

“Kalau Tae Min memang menyukaiku … lalu kenapa dia mencium Sunny-shii … ?”

“… dia menciumku tanpa perasaan apapun, Ha Jie-shii … akulah yang memintanya untuk menciumku, sebagai ganti atas sikap dinginnya padaku selama ini … dia tidak pernah mencintaiku, dan dari sejak kecil dia memang tidak pernah menyukaiku … aku hanya bisa berharap bahwa suatu saat nanti, dengan kejadian itu dia mau mengerti aku dan bisa melihatku sebagai orang yang dia pilih, tapi … ah, itu tidak mungkin terjadi, Ha Jie-shii … dia telah membulatkan perasaannya hanya kepada satu orang, dan orang itu adalah kau …”

Ha Jie tertegun . Rasa senang dan sedih bercampur aduk dalam hatinya mengetahui penjelasan itu .

Tapi … bayangan mereka berdua malam itu … terus membayang dalam pikirannya, membuat rasa kecewanya kembali datang mengganggu .

Dan saat ini … salah satu dari mereka ingin meminta maaf padanya atas apa yang terjadi .

Haruskah aku memberinya maaf secara cuma-cuma ? Batinnya galau .

“Aku maklum jika kau belum mau memaafkanku, Ha Jie-shii . Itu semua terserah padamu . Tapi … aku minta …”

“Buatlah Tae Min bahagia saat bersamamu”

Setelah mengucapkan itu, Sunny melepaskan pelukannya dan menyeka air matanya dengan cepat, lalu berjalan ke arah mobil penjemputnya yang telah menunggu . Sesaat dia menoleh dan melambaikan tangan ke arah mereka, dan kemudian masuk ke mobil .

“Sampai jumpaaa ~ !” teriaknya dari balik mobil . Mereka berenam tersenyum dan melambaikan tangan ke arahnya . Kemudian mobilnya menderu, melaju hingga tidak terjangkau oleh .

“HAAAAAAAAH ~ akhirnyaaaaaaa ~ kita bebaaaaas ~ yeahhh ~ !” seru Key gembira sambil memeluk Tae Min dan mengacak-acak rambutnya . Mereka tertawa serentak diikuti oleh Onew, Min Ho dan Jong Hyun yang menimpa mereka . Ha Jie tertawa kecil melihat pemandangan itu .

Lalu kemudian Key berseru dan membuat mereka berlima saling bertatap-tatapan .

“Ah ! Aku lupa bilang dengan kalian . Semalam … kalian dengar sesuatu yang aneh nggak ?” ujarnya . Ha Jie menelan ludah . Pasti … pasti soal itu lagi, batinnya .

“Nggak tuh . Aku nggak denger apa-apa . Emang kenapa semalem ? Ada suara aneh apa ?” tanya Onew penasaran .

“Ya . Aku juga nggak denger apa-apa . Kau ngigau kali,” jawab Min Ho . Key menggaruk kepala dengan heran .

“Tapi … rasanya semalem itu aku kayak denger suara cewek teriak gitu, trus abis itu dia nangis … tapi lama kelamaan suara tangisannya itu ngecil … ngecil … sampe nggak kedengeran lagi . Ah, serius nih, kalian nggak ada yang denger ? Jjong, kau denger nggak ? Taem ?” ujar Key cemas . Jong Hyun tersenyum kecil .

“Nggak tuh . Aku semalem tidur nyenyak banget . Jadi nggak kedengeran apa-apa,” jawabnya berbohong . Matanya berbalik menatap Tae Min .

“Kau gimana, Taem ? Apa kau denger sesuatu ?” tanya Jong Hyun dengan nada penuh selidik .

“Tidak … aku tidak dengar apa-apa . Mungkin … Key-hyung lagi mimpi buruk semalam,” jawabnya pelan . Yang lain mengiyakan ucapan Tae Min . Key bergidik ngeri .

“Serius nih … ? Nggak ada yang denger … ? Hah … eh, aku jadi takut nih, ck, ah, tapi … iya deh, mungkin aku lagi mimpi buruk kali ya … ? Hehehe ~” katanya sambil nyengir . Lalu Key menatap Ha Jie yang sedari tadi hanya diam .

“Ha Jie-ah ! Ya, ya, kau denger nggak sih ada suara cewek teriak gitu semalem ?” serunya . Ha Jie diam sejenak dan menggeleng sambil nyengir .

“Ehehe ~ nggak tuh !” jawabnya berusaha tenang, padahal hatinya kebat-kebit . Key menganga dan kemudian menggaruk kepalanya .

“Oh gitu ya … ck, kayaknya ada yang salah nih sama pendengaranku !” gumamnya kesal .

[To Be Continued]

Comments on: "Please Be Mine [part 7]" (3)

  1. Haha ngakak sama ketololannya si key haha!
    Pendek amet ih! Akhirnya,sunny pergi haha
    maunya sih si ha jie sama taem ckck
    lanjut bb

  2. woah tengskyu dear xD

  3. HwangChanChan said:

    Aku lebh suka ha jie ma jjong. .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: