more fantasy about k-pop

Sepagian itu, sehabis mandi dan membereskan kamar, Ha Jie cuma duduk melamun dan memikirkan banyak hal yang sedari tadi berputar di otaknya . Terkhusus kejadian semalam yang membuat dia tidak bisa tidur sampai pagi .

Jjong … anak itu …

Aku nggak habis pikir, kenapa dia bisa sampai seperti itu … ?

Rasanya … aku jadi nggak enak hati … sekaligus pusing berat .

Aku pikir semua yang dia lakukan denganku, tingkah manjanya, gaya genitnya … itu semua karena dia memang menganggapku sahabat dan dia hanya berniat bercanda … tapi ternyata …

Sumpah, aku nggak nyangka kalo dia bisa jadi kayak gitu . Dia aneh banget . Ocehannya juga nggak jelas, pokoknya … ya ampun, aku rasa dia itu udah jadi orang gila waktu itu !

Tapi … ada satu hal yang akhirnya aku mengerti .

Dia seperti itu … gara-gara aku .

Dan bodohnya, aku sama sekali nggak menyadarinya .

Jjong … sebegitunyakah perasaan sukamu denganku ? Sampai-sampai kau jadi begitu, dan aku nyaris tidak mengenali Kim Jong Hyun yang pecicilan kalau bukan orang yang kupeluk semalam itu kau … ?

Wajahmu … tatapan matamu saat itu … sangat berbeda dari Jong Hyun yang kukenal .

Dan mau nggak mau harus kuakui, kau … kelihatan menarik banget kalau sedang seperti itu .

Menarik … sampai-sampai aku jadi deg-degan jika melihatmu .

Tapi …

Melihat matamu waktu itu … aku jadi teringat dengan seseorang . Seseorang yang memiliki sepasang mata lembut yang mampu membuatku luluh … mata Tae Min .

Ah, Tae Min … kenapa selalu Tae Min yang ada di benakku ? Apa nggak bisa sedetik … aja bayangannya nggak mampir dipikiranku ? Dasar, anak itu pake pelet apa sih sampe aku bisa tergila-gila begini dengan dia ? Hahaha ~

Namun kemudian raut wajah Ha Jie berubah saat memikirkan omongan Jong Hyun semalam .

‘Kenapa kau tidak bisa mengartikan perasaanku yang menggebu terhadapmu sebagai rasa cinta ?’

‘Apalagi yang harus kulakukan agar kau tahu kalau aku menyukaimu, sangat menyukaimu sampai rasanya aku sendiri tidak tahu kalau aku sudah frustasi karena rasa sukaku terhadapmu …’

‘Pahami aku, pahami perasaanku … tolong aku !’

Jjong, aku paham perasaanmu . Aku tahu . Aku mengerti akan hal itu .

‘Kau … masih belum mengerti, Ha Jie-ah …’

‘Antara rasa cinta … dengan rasa sayang terhadap sahabat … sangat jauh berbeda’

Yah … memang benar . Tapi jika rasa sayang itu tidak bisa berubah menjadi rasa cinta … ? Apa yang harus dilakukan … ? Semuanya tidak bisa dipaksakan begitu saja, benar ‘kan ?

‘Aku mencintaimu, tapi kau tidak memiliki rasa itu untukku . Menyakitkan bukan ?’

DEG ! Ha Jie tersentak saat mengingat kalimat itu . Kata-kata itu baginya merupakan sindiran terberat dari Jong Hyun terhadapnya . Rasanya memang terlalu sakit untuk didengar … apalagi dirasakan .

Ha Jie mengepalkan tangannya dan mencengkeram bantal yang dipeluknya kuat-kuat . Rasa galau mulai menghinggapi sekujur tubuhnya .

Ya Tuhan … kenapa nasibku bisa jadi begini … ?

Apa aku terlalu egois … ? Kenapa … ?

Aku … nggak mau buat Jjong kecewa, tapi … jika harus menyingkirkan Tae Min pikiranku … rasanya juga nggak sanggup .

Apa yang seharusnya kulakukan … ?

Ha Jie membenamkan wajahnya di bantal . Ingin rasanya dia menangis, tapi keinginan itu dihentikannya kuat-kuat .

Aku harus gimana menghadapi Jjong nanti … ?

Tiba-tiba bel kamarnya berbunyi . Ha Jie terperanjat dan langsung membuka pintu tanpa mengintip dari lubang pintu . Dirinya tambah kaget saat mengetahui orang yang memencet bel adalah

Jong Hyun .

“J … Jjong …?”

“Ahaha ~ kau kenapa ? Kok kaget banget gitu ngeliat orang seganteng ini ~”

Ha Jie terperangah . Senyumnya sudah kembali lagi, batinnya .

“Jjong … kau sudah kembali normal … ?” tanya Ha Jie serius . Jong Hyun malah tertawa keras .

“Ahahaha ~ orang-orang didunia itu juga tahu kalau aku ini normal ! Aku sehat-sehat aja, kau kenapa sih ? Heran deh ~”

Ha Jie mengernyitkan matanya . Dia senang sekaligus aneh melihat keadaan sahabatnya ini . Dia ingat nggak sih kalo semalam itu dia kayak orang stres ? batin Ha Jie bingung .

“Hmm … kau masih ingat kejadian semalam ya … ?” tanya Jong Hyun sambil tersenyum jahil . Ha Jie hanya diam dan menunduk . Jong Hyun tersenyum dan mengangkat dagu Ha Jie pelan .

“Jangan terpuruk gitu dong, nggak enak tahu ngeliatnya ~” sahut Jong Hyun lembut . Ha Jie hanya menghela napas .

“Aku … aku minta maaf, Jjong …”

“Maaf … ? Maaf buat apa …?”

Ha Jie mengepalkan tangannya .

“Aku … pastilah selama ini aku sudah benar-benar buat kau kecewa” ujar Ha Jie dengan suara yang nyaris tidak terdengar .  Jong Hyun tertawa kecil sambil mengacak-acak rambut Ha Jie .

“Yaaah anggap aja kejadian semalem itu pelampiasan kekesalanku semata aja, Ha Jie-ah ! Nggak usah terlalu kau pikirin ~ aku cuma mau … kau lebih mengerti dengan keadaanku, itu aja,” jawab Jong Hyun ringan . Namun saat melihat respon Ha Jie yang hanya diam dan menunduk, Jong Hyun memeluknya .

“Seharusnya aku yang minta maaf … aku … nggak bisa mengendalikan perasaanku sehingga … kata-kataku terdengar menyakitkan buatmu”

“Gomawo … atas perhatian yang sudah kau berikan padaku . Sebenarnya … hanya dengan melihatmu berada di hadapanku  saja … sudah mampu membuat perasaanku jadi lebih nyaman, Ha Jie-ah”

Ha Jie terpaku . Dia menjawab kalimat Jong Hyun dengan cengkraman erat tangannya di baju anak itu . Jong Hyun tersenyum dan mempererat pelukannya .

“Aku suka … aku sayang … aku cinta kau, Ha Jie-ah,” bisik Jong Hyun . Sesaat jantung Ha Jie berdetak cepat mendengar omongan Jong Hyun barusan, dan kemudian dia melepas pelukannya sambil menatap Jong Hyun .

“Ngg … ngomong-ngomong, kau ngapain kesini ?” tanya Ha Jie mengalihkan pembicaraan .

“Hooo aku cuma mau panggil kamu kok, turun ke bawah . Kamu belum sarapan ‘kan ? Yuk !” ajak Jong Hyun menarik tangan Ha Jie .

:p :p :p

Sarapan pagi saat itu terasa hening . Semua terlihat tidak berminat untuk membuka pembicaraan, hingga akhirnya Jong Hyun membuka mulut .

“Taem, kudengar … si ‘cewek manja’ itu mau kesini ya ?” katanya yang membuat Tae Min tersedak .

“D … dari mana hyung tahu … ?”

“Yah … aku tadi nggak sengaja dengar saat kau lagi telfonan dengan ibumu . Kau ngomel-ngomel, ngomongin ‘aku nggak mau dia kesini’, ‘pokoknya pulangin aja Lee Sun Kyu’, gitu gitu ‘kan ? Makanya …”

Tae Min terdiam . Sementara itu, yang lain membelalakkan matanya . Ha Jie yang tidak paham situasi hanya mengernyitkan alis .

“Y … yang bener aja Taem … ? Anak itu … mau dateng ?” tanya Onew .

“Serius Taem … ? Ibumu bilang … ASH, MY GOD ~” ujar Key shock .

“Yang bener aja . Bisa gawat kalo anak itu kesini . Ck, ah, gagal sudah rencana liburan kita gara-gara si pengganggu itu,” sergah Min Ho jengkel . Tae Min menghela napas berat .

“Kalian sih enak . Anak itu kesini cuma mau ketemu dan mesra-mesraan denganku . Cih, konyol banget ! Aku nggak mau cewek ganjen itu gelayutan kesana-kemari ngikutin aku kemana-mana ! Kenapa pula ibu mau ngijinin dia dateng kesini ? Nggak punya perasaan semua ! Sialan !” ujar Tae Min kesal dan menghempaskan tubuhnya di sofa . Ha Jie terkejut melihat ekspresi Tae Min yang emosi . Bisa juga muka lembut itu transformasi jadi monster gunung, batinnya .

“Ssst … tenang Taem . Rileks . Kami juga nggak mau dia ngeganggu liburan kita, tapi mau gimana lagi ? Kita ‘kan tahu kalau anak itu nggak bisa dilawan, yah, aku juga nggak tahu baiknya gimana,” ucap Min Ho menenangkan Tae Min . Tae Min hanya diam .

“… hyung, kalau bisa, aku mau kita kabur dari sini sekarang juga, tapi itu nggak mungkin . Anak itu sebentar lagi datang, 10 menit lagi dia sudah berada disini,” ucap Tae Min pelan . Yang lain hanya mengangkat bahu, pasrah menunggu apa yang akan terjadi .

———————————————————-

“TAE MIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN ~” seru cewek bernama Lee Sun Kyu, alias Sunny . Dialah cewek yang menjadi ‘nightmare’ bagi Tae Min . Karena setiap kali jika bertemu dengannya, alamat ‘kesejahteraan’-nya tidak akan terjamin . Tangannya akan terus ‘terkunci’ oleh lengan cewek cantik namun menye-menye itu, seakan tidak akan pernah diizinkan untuk melepasnya [ ora mudeng ya ? gue juga bingung sih mo ngerangkai kalimatnya gimane, hehe ~ maklum amatiran, huhuhu😦 ] .

Seketika, saat itu juga cewek itu memeluk Tae Min hingga mereka berdua tersungkur ke lantai .

“AKU KANGEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEENNNNNNNNNNNNNNNNNNNN ~” serunya lagi, sementara itu Tae Min megap-megap kehabisan napas akibat dekapan kuat gadis itu . Sesaat yang lain menahan tawa melihat pemandangan yang patut dikasihani itu .

“Aaaah mianhaeeee ~ aku kelepasan ya meluk kamu kuat-kuat ~ ayo, sini kubantu bangun, Taem-kuuu ~ aaaaaah nggak nyangka, setelah bertahun-tahun lamanya, kita ketemu lagiiiiiiiiiiiiiii ~ aku seneeeeeeeeeeeng banget ~ ! Hehehe ~” ujar Sunny, masih memeluk Tae Min gembira . Tae Min benar-benar merasa tidak nyaman . Apa-apaan dia ? Nggak tahu apa orang hampir mati gara-gara nggak bisa napas ? gumamnya kesal .

Puas melepas rindu dengan Tae Min, Sunny beralih ke arah keempat cowok lainnya dan tersenyum melambaikan tangan .

“Heeeeeeeei kalian ~ apa kabaaaaaar ? Masih ingat ‘kan dengan Sunny-shii ?” ucapnya dengan gayanya yang sok imut . Keempat cowok itu balas tersenyum . Namun tiba-tiba senyum Sunny berubah menjadi kerutan bingung saat melihat sesosok gadis berambut ikal, memakai kaus Nirvana warna hitam dengan jins robek-robek berdiri dengan cuek disamping Jong Hyun . Sunny berjalan ke arahnya .

“Kau … ? Kau siapa … ?” tanyanya dengan menyibakkan helai poni Ha Jie yang menutupi wajahnya . Ha Jie menggaruk kepala sambil nyengir .

“Eh … ng, kenalkan, aku … Kang Ha Jie . Tapi … kau cukup memanggilku ‘Ha Jie’ saja, iya, hehe ~” jawab Ha Jie malu-malu . Sunny manggut-manggut . Ditatapnya Ha Jie dari bawah sampai atas, kemudian dia tertawa kecil .

“Oh, hihihi, Ha Jie ya ? Ok, salam kenal Ha Jie, aku Sunny, calon istrinya Lee Tae Min, hehehe ~ hmmm … tapi ngomong-ngomong … kau ini siapa, kok bisa mampir ke tempatnya Key-goon ? Kau teman akrab OnJongKeyTaeMinho ya ?” tanya Sunny ringkas .

“Dia pacarku, Sunny-shii ~ hehehe ~ ya ‘kan sayang ?” sambar Jong Hyun memeluk Ha Jie . Ha Jie menginjak kakinya .

“Ooooh kamu pacarnya Jjong ya ? Ahahaha ~ Jjong, dari dulu kau ini memang punya selera yang aneh-aneh ya ! Jujur aja, kukira Ha Jie-shii ini laki-laki, hahaha ~ tapi … nggak masalah, yang penting Taem tetap aman berada di sisiku, ya ‘kan Taem ? Hihihi ~ udah ya, aku mau berduaan dengan sayangku dulu, kalian jangan ganggu ya ! Daaaah ~ selamat bersenang-senang ~ ! Ayo sayang ~” ujar Sunny segera berjalan menggandeng Tae Min yang merasa tersiksa, meninggalkan mereka berlima yang hanya bisa menahan tawa dan mengangkat bahu .

:p :p :p

Sejak kedatangan sang putri manja itu, kelima wajah para cowok adorable itu tidak pernah bersinar . Terang saja, putri manja alias Sunny itu telah mengganggu kebahagiaan mereka . Niat untuk berlibur dan bersantai bersama selama seminggu, sirna sudah . Saat ini, sudah 5 hari berlalu, namun cewek itu tidak kunjung pergi dari ketentraman mereka . Meski mereka telah mengupayakan segala cara agar cewek itu mengerti, tetap saja dia besar kepala . Alasan jika dia tidak ingin lepas dari si bungsu Tae Min itulah yang membuatnya tetap bertahan, sehingga kelima cowok itu sudah putus asa . Menyerah .

“Emang kenapa sih ? Aku ‘kan nggak gangguin kalian ! Aku cuma mau deket sama Taem-ku aja kok !”

“Ya … bukan gitu, Sunny-shii . Kami tahu kalau kau kangen berat sama Tae Min, tapi besok kami sudah harus pulang . Masa’ kau kami tinggal sendiri disini ?” begitu komentar Onew .

“Terserah, pokoknya kemanapun Taem pergi, aku ikut !”

Mereka menelan ludah . Justru mereka melakukan ini untuk kesejahteraan si maknae . Kasihan melihat wajahnya yang selalu murung dan tidak nafsu makan jika disampingnya ada si putri manja duduk manis sambil menggandeng tangannya .

“Sunny-shii, sesudah kami pulang, kami langsung pergi ke sekolah, jadi tidak ada waktu lagi untukmu bersama-sama dengan kami,” sergah Min Ho . Muka Sunny langsung mengerucut .

“Jahat banget sih ! Aku ‘kan datang jauh-jauh dari Stockholm kesini cuma untuk ketemu Taem ! Pikirin dong perasaanku ! Aku udah ngerelain cuti sekolah selama seminggu, capek-capek dateng, eh malah diusir ! Pokoknya nggak bisa ! Ntar aku yang bilang sama pihak sekolah kalian, izin selama 3 hari ! Pokoknya aku nggak mau sia-siain sisa waktuku dengan Taem kandas gara-gara kalian !”

Mereka semua terdiam . Dalam hati mereka benar-benar kesal dengan cewek satu ini . Egois, keras kepala, manja, menye-menye pula . Tak ada lagi alasan kuat yang mampu mengubah pendiriannya . Dan sekarang … mereka cuma bisa mengangkat bahu ke arah Tae Min yang tampaknya sudah ‘frustasi’ .

Ha Jie tidak bisa melakukan apa-apa karena dia merasa tidak berhak untuk ikut campur, meski dia sebenarnya tidak rela jika harus melihat cewek itu selalu berada disamping Tae Min . Tiap jam, tiap menit, tiap detik, matanya tidak pernah menangkap sosok Tae Min sedang tidak bersama putri manja itu . Pemandangan mereka berdua benar-benar mengganggu penglihatannya .

Ha Jie tidak bisa menyembunyikan rasa irinya setiap kali melihat Sunny menggandeng Tae Min, memeluknya, bahkan mencium pipinya . Beruntung banget tuh cewek, pikirnya . Cantik … kaya … bisa berbuat semaunya … semua orang bisa tunduk dengannya … dan dia selalu berada disamping orang yang dicintainya .

Maka setiap kali jika tertangkap olehnya Sunny sedang ‘bermesraan’ dengan Tae Min, Ha Jie lebih memilih kabur, pergi sejauh mungkin, atau mengajak Jong Hyun bermain, atau bagaimanapun caranya agar tidak melihat pemandangan yang menyesakkan itu .

Disisi lain, Jong Hyun merasa ada yang aneh pada diri sahabat tercintanya itu . Akhir-akhir ini Jong Hyun selalu menangkap wajah Ha Jie yang kelihatan muram . Entah kenapa . Tapi setiap kali dia bertanya kenapa Ha Jie seperti itu, Ha Jie selalu berusaha mengalihkan pembicaraan .

Dan yang lebih aneh lagi, Ha Jie jadi suka memeluknya tiba-tiba dan tidak segan untuk memberikan senyuman manis padanya . Padahal ‘kan biasanya … ya tahu sendirilah .

Ah, tapi peduli apa, yang penting dirinya bahagia, dan sekarang sikap Ha Jie jadi lebih menyenangkan jika sedang bersamanya .

Apa mungkin … Ha Jie sudah membuka hatinya untukku … ? batin Jong Hyun tersenyum . Ah, dunia emang indah kalo dugaanku benar, hahaha ~

:p :p :p

“Taem ~”

“…”

“Taem ~ hey ~”

“…”

“Taem sayang ~ kok kamu diem aja sih ~ ?”

Tae Min mendengus tanpa menjawab sepatah kata pun .

“Taem ~ ! Ngomong dong ~ !”

“Ck, apaan sih ! Nggak usah gangguin orang baca !” ucapnya ketus . Sunny memberengut manja .

“Kok kamu gitu sih ~ ? ‘Kan aku negur kamu baik-baik ~ ayolah Taem, nggg ~ kita pergi yuk !” ajak Sunny sambil meraih tangan Tae Min dan menggandengnya . Tae Min melepaskan tangannya dengan kasar .

“Sudah berapa kali kuperingatkan, aku benar-benar nggak suka dengan sikap genit dan sok imut-mu itu . Heh, maaf, aku bukan cowok lembut seperti yang kau kira . Aku pikir percuma saja kau datang kesini hanya untuk menengok dan mengganggu kehidupanku, dan aku tidak bisa memperlakukanmu seperti yang kau harapkan . Jadi lebih baik kau pulang dan jangan pernah hadir ke hadapanku lagi,” ucap Tae Min tajam dan beranjak dari kursinya . Sunny terdiam . Sejak dulu, cowok itu memang tidak pernah bersikap ramah padanya . Bahkan sampai saat ini pun, dia tahu, anak itu tidak pernah merasa nyaman jika berada disampingnya .

Tapi entah kenapa, sekeras apapun, sejahat apapun perlakuan Tae Min terhadapnya, tetap tidak bisa mengalihkan pandangannya dari anak itu .

Rasa cintanya sudah terlalu dalam dan membutakan hatinya sehingga tidak dapat memunculkan sedikit pun rasa benci terhadap Tae Min .

Ditatapnya punggung bidang Tae Min yang berlalu dihadapannya . Ya Tuhan … tidak ada lagi pemandangan yang lebih indah selain melihat ketampanannya, gumam Sunny dalam hati .

Namun seketika senyumnya memudar saat melihat Tae Min menatap seorang cewek tomboy yang dikenalnya beberapa hari yang lalu . Cewek bernama Ha Jie .

Terlebih lagi saat melihat Tae Min tersenyum … begitu tulus dan manis ke arahnya .

Apa …

Seketika Sunny melihat ke arah Ha Jie yang saat itu bercanda dengan Jong Hyun, yang dia sangka pacarnya, dan berbalik melihat Tae Min .

Eh … dia tertawa … ?

Sunny terpana . Hatinya miris melihat sikap Tae Min saat itu, yang dia kira sangat di luar dugaannya .

Tae Min … apa dia menyukai Kang Ha Jie … ?

:p :p :p

“Ada perlu apa lagi ? Apa kau masih tidak paham ucapanku kemarin ?”

“Aku … hanya ingin bicara sebentar denganmu . Kumohon Taem … dengarkan aku,”

“… kau boleh mengacuhkan aku, membenciku semaumu . Aku tahu kalau kau tidak menyukaiku . Aku tahu kalau aku memang benar-benar menyebalkan, Taem, aku tahu . Aku selalu membuatmu merasa tidak nyaman, selama ini aku terus membuatmu jengkel, dan mengganggu ketenangan kalian . Maaf … aku benar-benar minta maaf padamu atas semua yang kulakukan . Maaf jika aku sudah merepotkan kalian, dan … aku … sudah memutuskan untuk pulang besok, dan aku janji … aku … tidak akan datang ke hadapanmu lagi, Taem, sesuai yang kau harapkan”

“Aku tahu … sebesar apapun usahaku, itu semua tidak akan membuatmu berpaling padaku . Kau tahu kalau aku menyukaimu semenjak kita kecil, Taem . Aku benar-benar menyukaimu . Aku selalu mengatakannya padamu . Tapi … sedikitpun kau tak pernah mau membuka hatimu untukku . Yah, itu … memang sangat menyakitkan bagiku, tapi … tidak ada cara lain . Aku bertingkah manja padamu, itu semua hanyalah pelampiasan sakit hatiku padamu . Aku tidak mau berpisah denganmu, Taem . Aku ingin memilikimu, tapi aku tahu … itu takkan pernah terjadi karena … kau tidak memiliki perasaan yang sama denganku, meski hanya seujung jari”

“Yah … tapi … hal itu tidak menjadi masalah bagiku . Cinta … memang tidak bisa dipaksakan . Meski kau tidak pernah melihatku, tapi aku sudah sangat gembira meski hanya menatap wajahmu, memelukmu … mencium pipimu … walaupun aku tahu bahwa semua itu hanya membuatmu semakin tidak menyukaiku . Tapi kupikir … semua itu tidak berarti, karena setidaknya aku telah merasakan indahnya jika bersamamu, berada disampingmu walau aku tahu kau tidak pernah sekalipun mau untuk mengerti”

“Tapi, setulus apapun hatiku berusaha untuk melupakanmu, tetap tidak berhasil kulakukan . Aku … sudah terlanjur mencintaimu, dan merupakan hal tersulit bagiku untuk merelakanmu bersama yang lain”

Tae Min terperangah, tidak sanggup berkata-kata mendengar semua ucapan Sunny barusan . Dirinya merasa sangat bersalah, namun semua yang dikatakan  gadis itu memang benar .

Dia memang tidak pernah mencintai gadis itu, sebagaimana gadis itu mencintainya .

“Aku ingin … melihat wajahmu yang tersenyum padaku, meski hanya sekali saja …”

“Aku ingin melihat tawamu yang manis, tawa yang kau berikan jika sedang bersamaku … tapi … tidak mungkin bukan ?”

“Ya, itu tidak mungkin, Taem . Karena … senyum dan tawamu telah kau berikan dengan gadis lain … yang mungkin kau cintai . Ah, bukan mungkin, memang telah kau cintai . Benar bukan ?”

Tae Min tersentak . Apa maksud gadis ini ?

“Kau diam … berarti … dugaanku benar”

“Gadis itu … gadis yang benar-benar beruntung telah memenangkan hatimu … adalah Kang Ha Jie, ya ‘kan, Tae Min ?”

Tae Min benar-benar kaget . Tidak menyangka gadis itu akan mengetahui perasaannya sejauh itu . Namun dia masih belum ingin untuk menjawab . Sunny tersenyum kecut .

“Aku … jujur, aku … benar-benar tidak mengerti apa yang ada di pikiranmu, Taem . Kupikir … gadis yang bisa meluluhkanmu adalah gadis cantik yang baik hati dan tanpa cacat, mengingat dirimu yang tidak mudah untuk jatuh cinta dengan seorang cewek … tapi … Kang Ha Jie … ada apa dengan Kang Ha Jie … ?”

“Apa yang kau lihat dari seorang Kang Ha Jie ? Dia … benar-benar tidak ada apa-apanya . Rambutnya yang berantakan … wajah yang biasa saja … gayanya yang urakan … dia tipikal cewek cuek dan tidak peduli dengan sekitar, tapi … kenapa … ? Ada apa dibalik diri Kang Ha Jie hingga membuatmu tersenyum ? Kenapa dengan mudahnya cewek yang sangat jauh berbeda denganmu itu mampu merebut hatimu ? Kenapa ?”

Tae Min masih diam, hingga Sunny menggigit bibirnya dan memeluk Tae Min . Setetes air mata yang ditahannya sedari tadi akhirnya jatuh membasahi kaus putih Tae Min .

“Kumohon Taem … jawablah pertanyaanku … aku hanya ingin tahu apa benar Ha Jie-lah orang yang kau cinta, itu saja …”

“Kau selalu menyakiti perasaanku Taem … kau selalu mengacuhkanku … menatapku sinis seolah kau benar-benar membenciku … kau … tidak pernah mau mengerti apa yang kurasakan, Taem … apa kau tidak tahu bahwa aku hanyalah seorang cewek biasa yang rapuh … dan begitu bodoh memberikan perasaan cintanya untuk orang yang dia tahu bahwa orang itu selamanya tidak akan pernah membalas perasaannya … tahukah kau … ?”

“Aku … aku harus berbuat apa … agar … agar kau mau … menatapku … tersenyum padaku … dan mau memahamiku … Taem, kumohon … jangan sakiti aku lebih dari ini … aku hanya ingin tahu … itu saja …”

“Taem …”

“Kalau iya, memangnya kenapa ?” jawab Tae Min akhirnya . Sunny tersentak . Jadi benar … dugaannya memang benar .

“Lalu kenapa … kenapa harus gadis itu … ? Kenapa … harus dia … ?”

“Tidak ada alasan untuk menyukai seseorang, bukan ?” jawab Tae Min pelan .

Sunny terperangah . Dia benar-benar merasa tidak sanggup memahami perasaan Tae Min . Hati lelaki itu terasa sangat sulit untuk dijangkau, dan itu telah membuatnya lelah .

Jika begitu … jika begitu …

Sunny melepaskan pelukannya dan menatap Tae Min dalam-dalam .

“Cium aku, Taem”

Tae Min terkejut bukan main mendengar pernyataan gadis itu .

“A … apa maksudmu … ?”

“… ini permintaanku yang terakhir, Taem … dan aku minta … kau mau memenuhinya … untuk yang terakhir kali”

“Kenapa harus …”

“Taem … pahamilah perasaanku … aku mencintaimu Taem … jangan tolak aku lagi … bayarlah rasa sakitku selama bertahun-tahun dengan permintaanku yang terakhir ini … kumohon …”

Tae Min tidak tahu apa yang harus dilakukan olehnya . Tentu saja dia tidak mau melakukannya, namun disisi lain dia merasa sangat berdosa jika harus menyakiti hati seorang perempuan sedalam itu . Dan itu membuatnya merasa tersiksa . Tapi … tak ada jalan lain . Satu kata maaf tentu sangat tidak sebanding dengan apa yang dia lakukan terhadap gadis itu, ataupun membayar luruhan air mata yang membasahi wajahnya .

Maka … saat itu dia telah memutuskan …

Tae Min memeluk pinggang Sunny, perlahan mendekatkan wajahnya ke wajah gadis itu dan memejamkan matanya, memenuhi permintaan gadis itu dengan perasaan bersalah yang amat sangat . Terasa olehnya gadis itu tersenyum dan mempererat pelukannya sambil berbisik …

“Aku mencintaimu, Lee Tae Min …”

Seketika Tae Min merasa tidak dapat menahan untuk mengucapkan kata maaf padanya, namun yang dilakukannya hanyalah memberikan senyuman yang tidak pernah dia berikan untuk gadis itu sebelumnya . Sunny pun tersenyum bahagia melihat sesuatu yang sangat berharga baginya itu dan menciumnya lagi, tidak ingin untuk melepaskan anak itu, berharap saat ini Tae Min telah menjadi miliknya sepenuhnya, meski dia tahu … selamanya hal itu takkan pernah menjadi nyata .

:p :p :p

Ha Jie POV

‘Dia itu cewek yang selalu bersama Tae Min dari kecil . Tapi pas mereka berumur 9 tahun, Sunny pindah ke Jerman dan bersekolah disana . Kedua orangtua mereka memang akrab layaknya saudara . Bahkan, orangtua mereka pun berniat menjodohkan mereka berdua, tapi sayangnya Tae Min nggak pernah mau untuk menerimanya . Yah, wajar sih, siapa juga yang mau dijodohin sama cewek super nyebelin dan menye-menye kayak dia ? Hehehe ~ tapi meskipun gitu, dia orangnya baik kok . Meski selalu diacuhkan Tae Min, dia nggak pernah menyerah untuk mendekatinya, pokoknya … dia itu memang cinta mati dah sama Tae Min ! Hahaha ~’

Ha Jie masih teringat dengan omongan Jong Hyun tadi pagi .

Temen sejak kecil … ? God … no wonder if i envy her who was very close to Tae Min like that, batinnya .

‘Sunny selalu bilang kalau dia suka sama Tae Min, tapi tetep aja dia ditolak’

Yah … seneng juga rasanya denger kalimat itu, hehehe ~

Ah, tapi jangan gitu dong . Pasti nggak enak banget kalo pernyataan cinta kita ditolak, apalagi kalau sudah berkali-kali .

Iya sih, emang si Tae Min kayaknya nggak respon dengan Sunny, tapi … tetep aja .

Mesra banget .

Ah, bodo ! Buat apa mikirin mereka ?

Ha Jie berangkat dari kasurnya, mencari Jong Hyun untuk menghilangkan rasa cemburunya jika membayangkan betapa dekatnya Sunny dengan Tae Min .

Ya . Aku masih beruntung masih ada sahabatku yang istimewa dan mampu membuatku bahagia .

Lagian … aku bukan siapa-siapa Tae Min ‘kan … ?

Ha Jie tersenyum tipis sambil berjalan ke arah kamar Jong Hyun . Tapi …

Sekelebat bayangan di balik gorden di ruang tamu membuatnya takut . Namun perasaan itu ditepisnya kuat-kuat, mulutnya komat-kamit membaca doa dan saat dia membuka tirai gorden itu …

Betapa terkejutnya saat dilihatnya dua sosok seorang laki-laki dan perempuan yang begitu dikenalnya … ternyata …

Ya Tuhan … mereka …

Apa … apaan … itu … ?

Ha Jie benar-benar tidak sanggup melihat sosok laki-laki itu, tersenyum … senyum yang begitu manis … dengan gadis yang ada dihadapannya .

Ha Jie hanya bisa terpaku . Tubuhnya serasa dikunci dan menggenggem tirai gorden itu kuat-kuat . Bahkan dirinya tak menyadari bahwa saat itu dia telah menangis .

Tae Min … Sunny …

Raut wajah bahagia yang meliputi mereka berdua saat itu … benar-benar terlihat asing di mata Ha Jie . Namun … tak dapat dinyana, inilah kenyataan . Dan kenyataan itu telah bicara . Bicara yang sejujurnya .

Tolong … tolong aku … bawa aku pergi dari sini …

Mataku … tidak … hatiku … Ya Tuhan … jangan … aku tidak mau …

Dengan segenap perasaan sakit yang meliputinya saat itu, Ha Jie berlari menjauh … jauh … ke arah yang dia tidak tahu dimana dia melangkah . Hingga akhirnya dia merasa seluruh tubuhnya lemas dan terjatuh di tengah gelapnya pasir pantai dan menangis sejadi-jadinya .

“TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAK ~ !”

Dibenamkannya wajahnya yang kusut masai di kedua telapak tangannya . Dirinya terus menangis … hingga akhirnya disampingnya muncul sahabatnya yang raut wajahnya saat itu sangat khawatir melihat keadaan gadis itu dan menenggelamkan kepala Ha Jie di dadanya .

“Ha Jie-ah … Ha Jie-ah … kau kenapa … apa yang terjadi … kenapa kau disini … kenapa menangis … ?”

Ha Jie masih sesenggukan dan mencengkeram kemeja Jong Hyun kuat-kuat .

“NGGAK … NGGAK MUNGKIN …” sahutnya . Jong Hyun terus membelai kepala gadis itu, menenangkan perasaannya .

“Sssh … tenang sayang … menangislah kalau kau memang mau menangis … Ya Tuhan, sumpah Ha Jie-ah, apa yang buat kamu jadi menyedihkan begini … ?” ucap Jong Hyun keheranan setengah mati .

“TAE MIN … NGGAK … AKU NGGAK PERCAYA … TAE MIN … SUNNY … SEENAKNYA AJA KALIAN BERCIUMAN DIDEPANKU TANPA TAHU GIMANA HANCURNYA PERASAANKU !”

[To Be Continued]

Comments on: "Please Be Mine – part 6" (7)

  1. Elah f*** banget si sunny! (maap para fansnya)
    kalo gue ha jie,udh gue penggal tuh kepala sunny!
    emosi nih bacanya haha
    lanjut bb!

  2. HwangChanChan said:

    Hajie ma jjong aj yah. . .
    Nice🙂

  3. woaaaah thanks for your comment xD miss u :*
    sip, lg on progress kok, dear :]
    soal hajie sm siapa it liat aj ntar yaaaaaaaaaaa ~ hehehe xD

  4. hyunrikim said:

    Lanjuut onn~
    Makin seru yaay!

  5. kimhyunna said:

    keren *mata berbinar-binar*
    ayo..ayo lanjut ..
    aku mau tau klanjutannya ..
    pasti makin seru🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: