more fantasy about k-pop

Simple story. Haha. I made it after got an inspiration about math – i found this formula accidently. Dunno if someone already made this kind of fanfic because this formula suprisingly is well known in other country or maybe the story is quite similar. Because lately i found a ff which similar with mine. sigh. I beg your apologize, for my weird fanfic.

Dedicated to one of our lovely admin: Tami.

Enjoy! cupcake comments please โค

Regards: Ah Ra


“Bagaimana cara menyatakan cinta pada seorang guru lesnya.”

Seharusnya sih.. begitu. Buku ini malah menyuruhku untuk mengungkapkan perasaan sukaku kalau ada jarak yang muncul tiba-tiba .

Haejin menggeram pelan, dan mendapati dirinya masih berkutat di depan kertas kosong yang masih belum ditorehkan tinta pulpennya.

Dia mendesah. Jinki oppa tidak akan mengerti seberapa suka aku padanya.

Haejin melirik jam tangannya. Sebentar lagi dia akan datang – dan pelajaran matematika akan dimulai lagi. Haejin menggaruk-garuk kepalanya, bingung.

Sampai kemudian ibunya berseru,

” Haejin-ah! Jinki-ssi sudah datang!”

Dia datang.

Pintu pun terbuka.

Haejin melihat sosok berkacamata dan berambut coklat – berdiri di depannya, dan orang itu tersenyum. ” Haejin-ah.”

Haejin membalas senyumnya (yang setengah tidak niat – badmood), ” Jinki-oppa.”

Lelaki bernama Jinki itu masuk ke dalam kamar Haejin sambil membawa buku-buku matematika di tangannya. Haejin merasa agak muak dengan matematika , namun karena jinki yang mengajarkannya, Haejin merasa bisa belajar matematika kapanpun dia mau.

” jadi,” kata Jinki sambil meletakkan buku-buku itu di atas meja, ” sekarang yang kau pelajari adalah aljabar, kan? apa ada yang susah?”

” yah, begitulah. aku masih pusing dengan apapun itu,” gerutu haejin, ” nanti kan kalau aku sudah dewasa, aku hanya butuh tambah-kurang-kali-bagi buat menghitung belanjaan.”

jinki mendelik. ” kau tidak boleh sekadar jadi ibu rumah tangga. harus menjadi wanita yang sukses,” ucapnya pelan namun tersenyum kecil.

” nanti aku juga akan menikah dan mengurus anak – iya, kan? suamiku paling akan melarangku bekerja.”

Jinki terdiam. Haejin menelan ludah. ups.

Dia tahu kalau ucapan itu agak aneh – membicarakan ‘suami’ pada pacar sendiri. Haejin berpikir cepat dan berkata, ” emm. bagaimana kalau.. kita belajar sekarang?”

Jinki mengangguk. Haejin merutuki kebodohannya. Berkali-kali atmosfer ini terasa aneh kalau mereka berduaan. Padahal dulu, sebelum mereka resmi berpacaran, mereka bisa tertawa dan bercanda bersama.

Jinki juga menghindari kontak mata dengan Haejin, entah kenapa, lalu Jinki menyuruh Haejin agar duduk berjarak 30cm darinya. Haejin juga merasa kalau mereka tidak seperti berpacaran – malah benar-benar biasa-biasa saja.

Haejin sendiri bukan tipe yang gampang terluka – hanya saja bingung, kenapa Jinki bertingkah seperti itu. Haejin bukan orang yang mudah mengekspresikan perasaannya, karena Haejin sendiri memiliki kadar gengsi cukup tinggi.

Tapi memang benar sih, gumam Haejin, siapa tahu buku itu benar?

Hanya saja masalahnya sekarang adalah..

Haejin sedang memutar otak bagaimana Jinki bisa menangkap maksud Haejin tanpa Haejin harus mengungkapkannya lewat ucapan.

Memang harus seperti ini caranya, ya.

Untuk itulah Haejin sudah mempersiapkan ini.

Sebuah pernyataan cinta jenis baru. Sahabatnya, Raebyung, yang mengusulkannya.

Haejin menarik napas dalam-dalam.

Semoga saja Jinki mengerti.

Karena larut dalam pikiran-pikiran itu, Haejin tidak sadar kalau Jinki sedang menjelaskan berbagai rumus-rumus, kemudian menyadari Haejin tidak memerhatikan pelajarannya, Jinki menegur Haejin.

” Haejin-ah.”

Haejin tersadar dari lamunannya dan menoleh. ” Err.. Ya?”

Jinki menatapnya heran. ” Kau tidak memerhatikan, ya?”

Sekali lagi, Haejin merutuki kebodohannya karena membiarkan dirinya asyik berpikir dalam dunianya sendiri. Semua karena pernyataan cinta itu – dan sebagainya.

Wajah Jinki berubah menjadi khawatir. ” Kau sakit kah, Haejin-ah?”

” hah? tidak, kok..”

” lalu kenapa..”

Haejin langsung memutar otaknya, mencari-cari alasan.

” emm. aku hanya teringat kalau.. ada soal susah tentang aljabar.”

Jinki mengangkat alisnya. ” Begitukah? Tentang apa? Boleh kulihat soalnya?”

Haejin bersorak dalam hati. Dia bisa menuntun Jinki sekarang! Dengan memakai alasan tentang soal yang susah – pasti bisa! Jinki akan menyelesaikannya! Haejin buru-buru mengeluarkan bukunya dan menulis soal yang dimaksud. Jinki memerhatikannya dengan seksama.

” Nah,” Haejin mengangkat penanya, ” Ini dia, soal yang tidak kumengerti!”

Jinki mengambil buku itu dari tangan Haejin. Dahinya berkerut.

9x-7i > 3(3x-7u)

” Hei, ini kan mudah sekali?” tanya Jinki heran. Haejin mengerutkan bibirnya. ” Tidak! Menurutku ini susah!”

” Kita kan sudah mempelajarinya dua hari yang lalu, Haejin-ah..”

Haejin memutar bola matanya. ” Oppa, apa kau lupa kalau aku itu punya ingatan pendek tentang pelajaran? Itulah gunanya kau, oppa!”

Jinki menyerah. ” Baiklah, akan kuajarkan.”

Haejin tersenyum kecil. Akhirnya.

Jinki mengambil pena dari tangan Haejin dan menggeleng-geleng, ” kalau tidak ada aku, bagaimana kau jadinya..” gumamnya pelan. Haejin nyaris saja berteriak, kau itu yang membuatku tidak bisa konsen belajar! Tapi Haejin menahan mulutnya. Bagaimanapun rasa suka Haejin pada Jinki, dia tidak bisa menyatakannya, dan malah memendamnya hingga ia bertingkah aneh.

” jadi begini,” Jinki mulai menjelaskan, ” di ruas kanan, kalikan angka 3 ke dalam angka yang di beri tanda kurung itu.. oke, kau saja yang menulis.”

Dahi haejin berkerut. Kenapa malah jadi aku yang menulis? Tetapi setelah berpikir kalau ini cuma permulaan, Haejin mengambil pena lagi dan mulai mengalikan angka-angka yang dimaksud Jinki.

” Begini?” tanya Haejin. Jinki mengangguk. ” Lalu kau pindah-pindah saja ke ruas kiri, tetapi yang bervariabel berbeda tidak bisa di sederhanakan. Ingat aturan-aturan dalam aljabar. Kau coba kerjakan.”

Haejin menelan ludah. Kalau begini caranya percuma saja, karena pada akhirnya malah Haejin yang mengerjakan. Jinki yang HARUS mengerjakannya. Haejin menggeleng kuat-kuat.

” Tidak! Aku tidak mengerti, Oppa saja yang mengerjakan!”

” Bagaimana bisa aku yang mengerjakan? Ini untuk latihanmu, Haejin-ah!”

” Tidaaaaak, ayo, jelaskan lagi! Kau adalah guru, kan? Ajarkan padaku, oppa..” Haejin mengerukan bibirnya, memelas. Jinki mendesah. Dia tidak akan mampu melawan Haejin.

” Baiklah.”


” Setelah kau kalikan, maka pindah 9x di ruas kanan ke ruas kiri. Karena berpindah, maka tandanya berubah menjadi negatif, dan karena bertemu dgn 9x di ruas kanan, maka kurangkan dan nilainya habis. sisanya tidak perlu dipindahkan karena pertama, variabelnya berbeda.. dan memang tidak perlu,” jelasnya sambil membuat tanda panah, menggambarkan perpindahan 9x di ruas kanan ke ruas kiri.

” kenapa?” tanya haejin pura-pura tidak mengerti.

” karena ini adalah soal ‘menyederhanakan’,” jelas Jinki, ” kau harus mengingat2 ini, Haejin-ah.”

” oke.”

” kemudian.. kau lanjutkan sana.”


haejin berpikir, jika dia menolak lagi, maka mungkin Jinki bisa marah. Setidaknya dia akan melakukan langkah-langkah yang Jinki katakan. mau tidak mau haejin mulai menggunakan penanya. dia memindahkan 9x ruas kanan ke ruas kiri dan mengubahnya ke dalam bentuk negatif, lalu mengurangi dengan 9x ruas kiri.

” sudah, aku sudah menguranginya. hasilnya habis, sisanya tinggal -7i dan -21u,” kata haejin. dia melirik jinki yang hendak menyuruhnya untuk melanjutkan, dan buru2 haejin potong, ” tunggu. bisakah oppa yang menyelesaikannya? aku akan memerhatikannya dan aku akan mengerjakan soal selanjunya darimu.” haejin menatap jinki dengan puppy eyes – sekali lagi, memelas, ” tolong.”

jinki balas menatapnya. selama beberapa detik mereka hanya saling beradu mata. haejin masih memasang tampang ‘tolong-sekali-ini-saja’.

jinki menghela napas.

” baiklah.”

haejin tersenyum girang. jinki menunduk dan memajukan tubuhnya ke dekat haejin, mulai menjelaskan lagi.

” kau sudah menemukan pertidaksamaannya, kan? sekarang yang tersisa tinggal -7i dan -21u.. kau bisa membaginya dengan minus tujuh, haejin-ah,” dia mencoret-coret buku haejin, memberi gambaran dan mencoret kedua angka yang dimaksud. ” karena kau membaginya dengan angka minus, maka otomatis tanda pertidaksamaannya berubah, menjadi tanda ‘lebih besar dari’.”

” ah, ya, karena aturan pembagian dengan minus, maka semua tanda berubah kecuali tanda ‘sama dengan’, kan?” tanya haejin memastikan.

” yap,’ angguk jinki dengan tangannya yang masih sibuk mengerjakan soal, ” dan hasilnya… voila. sudah ketemu.”

haejin memandangi hasil akhir yang dikerjakan jinki dan mendesah lega. rupanya dia tidak salah. haejin diam-diam melirik jinki, berharap kalau jinki menyadarinya.

” kau sudah mengerti, kan, haejin-ah?”

” iya. benar kan, ini jawabannya?” tanya haejin sambil menekankan nada suaranya. jinki mengiyakan dan mengamati jawaban soal yang ia kerjakan. ” tentu saja, hasilnya memang -“

dia terdiam.

matanya menyipit.

haejin menatapnya cemas, menunggu reaksi jinki.

” ah.”

napas haejin tertahan.

” ini..?”

haejin menggigit bibirnya. ” kau menyadarinya?” tanyanya meminta kepastian, kemudian dia menyadari perubahan wajah jinki.

dia tersenyum.

” kupikir kau tidak merasakan hal yang sama denganku..” bisik jinki, ” habisnya kau bersikap biasa setelah kita jadian. aku mengira kau menerimaku karena kasihan – dan aku menjaga jarak denganmu. ternyata tidak begitu, ya..”


itu sebabnya.

haejin menyeringai tipis. jinki mengusap pelipis haejin. ” jadi begini ya, caranya kau menjelaskan padaku..”

wajah haejin berubah menjadi merah. jinki tertawa melihat reaksi haejin. gadis itu menghela napas lega dan melingkarkan tangannya di pinggang jinki.

” menurutmu bagaimana?”

” aku suka,” jawab jinki, ” dan ini cerdas sekali. bagaimana bisa aku telat menyadarinya?”

” jangan bersikap dingin lagi padaku.”

jinki tersenyum kecil. ” baiklah,” jawabnya dan memeluk haejin, sejenak mereka lupa tentang pelajaran sekolah. jinki tidak menyangka haejin akan berbuat seperti ini – pernyataan yang menurutnya sangat lucu, sekaligus manis , melegakan hati jinki.

kalau begitu dia tidak perlu menahan diri lagi, kan?

wajah jinki bersemu. oh ya. dia lupa memperhitungkan kemungkinan itu.

dia melepaskan pelukannya. ” mm, haejin-ah..” kata jinki,” karena sekarang ini aku sudah resmi menjadi guru merangkap pacarmu, jadi..”

” dari dulu, kan?” tanya haejin bingung.

” bukan, bukan. maksudku, secara resmi di pikiranku. sebelumnya kan cuma sekadar.. yah, aku kan salah paham.”

” begitu, kah? mm, lalu apa yg ingin kau katakan?”

” oh, ya. jadi..” jinki memiringkan kepala, ” kau sekarang kelas 3.. beberapa bulan lagi kau ujian kelulusan.. ah, saat itu kau sudah legal dewasa ya.”

” maksud?”

” itu berarti..”

haejin terheran-heran melihat wajah jinki. ” apa?”

” kurasa aku tidak perlu..” bisik jinki pelan, ” menahan diri.”

” hah?”

sebuah senyum evil di wajah jinki yang belum pernah dilihat haejin terbentuk. ” maksudku, bakal ada pelajaran tambahan.”

tambahan? maksudnya? ah, kau terlihat aneh.”

jinki hanya tertawa. ” tapi,” jinki memeluk haejin, ” terima kasih, ya. hehe.”

haejin tersenyum lebar. ” sudah kuduga, kau akan menyukainya, oppa,” katanya puas.

i < 3u



Comments on: "[Oneshot] How to Confess Your Love" (14)

  1. tamiionyuu said:

    aaaaaaah makasih ffnyaaaaaa ๐Ÿ˜„

    • you’re welcome, sweetie โค sorry if the fic is lil bit simple bcs onew's character is sooooo cute, one thing crossed my mind is, he could be a hot and sweet tutor, plus your boyf at the same time โค

  2. tamiionyuu said:

    kekeke gwenchana xD i love this ff so much โค thank you dear ๐Ÿ˜€

  3. sashalicia said:

    first impression from me about this equation…errr i hate math, so i just can pass it and go through the story ๐Ÿ˜€
    tp…makin k bwh jd curiga, jgn2 ad ssuatu d balik prsamaan ini… trnyata…oh, so sweet hasilnya!!!
    ah ra ssi, kok bs dpt formula itu? good work, i’m serious! jd lngsung aq praktekin d krtas deh, hahaha
    btw, jd kpikiran wajah onew d musicalnya kmaren ni ๐Ÿ˜›
    *digetok minho*

    • lol aku nemuin aja ga sengaja formulanya pas lg bosen ngutek2 matematika ๐Ÿ˜€ eh trnyt di luar negeri kyk gini udh ada duluan T_T

      coba ya kalo onew jd guruku HAHA /kicked by minho

  4. ih ya ampun sumpah onnie nadilaaa ~ loe emang unbeatable banget ! pinter pinteeer xD gue suka banget idenya, sip sip ! you are really precious admin ~ x3

  5. Oneew mau plajaran tambahan apa thu? ๐Ÿ˜‰ wkwk

  6. hebatt…
    So fantastic…

    jdi inget aljabar lg,,
    tp sumpah keren bgt ff.a ๐Ÿ˜€

    • Thankyou sooo much โค

      yes me too, you know, it's all based from aljabar and the fellows lol.

      im gonna be crazy if my tutor is onew lmao.

  7. aaaa nadd,,,
    yg keq gni so swit pisaaaaannn gw suka aaaaa
    bodor ah si Onew wkwkk..
    salah pahamnya keterlaluan gtu hhe…

    aa lucu skali aljabar bsa digituin hahahahahha
    keren nad kerennnnn~ โค


  8. Ahn Changyoung said:

    Kereeen on~
    bgus rumusnya. ^^ b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in: Logo

You are commenting using your account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: