more fantasy about k-pop

Tittle: Picture of you

author : hyunrikim

Casts: Park Yoochun (micky DBSK), Han Soo Kyung (OC)

Genre: Romance

Rating: PG-13

****

Haah~ aku menghembuskan nafasku. Menikmati setiap pemandangan yang disuguhkan dihadapanku. Kuarahkan kembali mataku ke lensa bidik. Ckrek~ ckrek~ kutekan tombol pemotret yang terdapat di kameraku. Hilang rasanya semua penat yang ada di otakku. Tempat dimana aku berada sekarang memang bukan tempat yang sepi yang biasa dipakai orang untuk menghilangkan penat.

Seoul. Lebih tepatnya aku berada di pusat kota Seoul. kota ini…aku kembali ke kota ini setelah beberapa tahun aku meninggalkannya untuk mengejar cita-citaku di Paris. Sekarang, aku sudah kembali ketempat ini dengan membawa mimpi yang telah kucapai. Sekarang aku adalah Park Yoochun seorang fotografer ternama di sebuah perusahaan majalah ternama. Sekarang aku sedang jalan-jalan untuk menemukan inspirasi sekaligus objek yang bagus untuk kupotret.

Are…you…a…good girl… (tvxq-are you a good girl)

“yoboseyo?” sapaku mengangkat teleponku yang berdering.

“yoochun-ah…cepatlah kembali…banyak yang harus kau kerjakan disini” kata seseorang yang tak lain adalah hyun ri, asistenku.

“baiklah…aku kesana sekarang” jawabku sambil menutup telepon lalu bergegas menuju kantor.

****

“ya! Yoochun ah…kau darimana saja?” kata hyun ri yang langsung menghampiriku ketika melihatku datang.

“aku jalan-jalan ke taman…kau tahu sendiri kan aku baru beberapa hari disini?” jawabku. Selain asistenku hyun ri adalah teman dekatku sejak kami smp. Aku juga berteman dengan tunangannya Kim Jaejoong, karena dia adalah teman smp ku juga. Aku sendiri tak menyangka kedua temanku ini bisa menjalin hubungan sampai sekarang.

“yayaya aku tahu! Sekarang cepatlah…! masih banyak model yang harus difoto…” perintahnya. Aku hanya mengangguk mengikuti kemana dia pergi. Sampai kami samapi di sebuah ruangan yang penuh dengan model dan alat-alat fotografi. Karena memang ini adalah studio tempat fotografi.

“yoochun-ah, kenalkan…ini adalah Han Soo Kyung, model baru yang tengah digemari anak remaja…” kata hyun ri mengenalkan seorang perempuan yang berada disebelahnya. Hmm…aku memperhatikan perempuan bernama soo kyung itu dari atas sampai bawah. Cantik. Itulah kesan pertamaku. “dan dialah model yang akan kau foto untuk majalah edisi bulan depan…” lanjut hyun ri.

“annyeonghaseyo…Han Soo Kyung imnida…mohon bantuannya” katanya ramah sambil membungkuk sopan. Aku lalu membalas bungkukannya “panggil saja aku yoochun…tidak usah sungkan padaku…santai saja” kataku. Lalu aku dan dia segera menuju ke tempat layar pemotretan.

Ckrek~ Ckrek~ Ckrek~ Ckrek~

1 kali…2 kali…3 kali…4 kali…

Tanganku tidak berhenti menekan tombol kameraku. Aku juga heran kenapa tanganku tidak mau berhenti menekan tombol kameraku. Biasanya hanya cukup beberapa kali saja aku sudah bosan memotret model yang lain.  Tetapi kali ini tidak berlaku untuknya. Dia berbeda dengan model yang lainnya yang hanya bisa bergaya membosankan. Dan parasnya ketika berekspresi benar-benar cantik. Ekspresinya benar-benar alami tidak seperti model kebanyakan yang hanya dibuat-buat. Dan dia juga model pertama yang mebuat jantungku berdetak saat sedang memotret. Sebenarnya siapa dia?

****

Lelah sekali hari ini. Rasanya ku ingin cepat berbaring di kasurku yang nyaman itu. dengan cepat aku memasuki lift dan menekan tombol lantai dasar.

Ting… bel lift berbunyi tanda aku sudah sampai di lantai dasar. Aku segera keluar dari lift itu. di dekat pintu masuk aku melihat sesosok perempuan yang tadi dapat membuat jantungku berdetak ketika sedang memotret.

“annyeong soo kyung-ssi…kau tidak pulang?” sapaku.

“ah yoochun…panggil saja aku soo kyung, kau sendiri kan yang bilang untuk jangan sungkan-sungkan diantara kita” katanya. Dia berhenti sejenak. “aku sedang menunggu oppaku untuk menjemputku, tetapi sepertinya dia masih sibuk di kantornya” lanjutnya.

“sepertinya oppamu itu masih lama…mau kuantar?” tawarku.

“ah tidak perlu yoochun-ah…nanti merepotkanmu” tolaknya halus.

“tidak apa-apa…ayo aku antar..ini sudah malam, tidak baik seorang wanita secantik kau sendirian malam-malam begini” jawabku. Dia terlihat seperti memikirkan kata-kataku dan akhirnya dia mengangguk lemah dan berkata “maaf merepotkanmu..”.

***

“terima kasih atas tumpangannya yoochun” jawabnya sambil tersenyum. Ketika ia hendak membuka pintu mobil. Aku reflek menahan tangannya. Dia menoleh kepadaku dengan tatapan bingung.

“besok kau ada waktu?” tanyaku ragu. Aku sendiri tidak yakin dengan apa yang aku katakan. Kata-kata itu seperti keluar begitu saja dari mulutku. Aku baru bertemu dengannya, namun hatiku merasa nyaman didekatnya.

“oh hahaha…tentu saja!” jawabnya sambil tersenyum.

“baiklah…cepat masuk ke apartemenmu…sudah malam” kataku. Dia lalu turun dari mobilku. Setelah sampai di luar mobil dia melambaikan tangannya kepadaku. Aku membalas lambaiannya dan segera memacu mobilku pergi.

***

Sejak saat itu aku menjadi dekat dengannya. Aku menjadi sering pergi bersama dengannya, mengobrol dengannya. Dan tak terasa rasa itu tumbuh dihatiku. rasa yang belum pernah aku rasakan. Ketika aku bertanya kepada Jaejoong yang sudah berpengalaman, dia mengatakan bahwa aku jatuh cinta. Seringkali aku mencoba untuk melupakan perasaan ini, namun rasa ini malah semakin menjadi-jadi.

Hari ini aku berniat memintanya untuk menjadi kekasihku. Kekasih yang akan mendampingi hidupku sampai maut menghampiriku. Kekasih yang akan menjadi ibu dari anak-anakku kelak. Sudah 10 menit aku menunggunya di café ini. Café yang sering kami kunjungi. Sampai sesosok berparas cantik menghampiriku.

“aku telat yaa?” tanyanya sambil duduk di kursi hadapanku. Aku hanya menggeleng pelan.

Lalu kami memesan beberapa makanan dan terlelap dalam berbagai pembicaraan. Sekarang aku sadar mengapa aku mencintainya. Dia tidak seperti  model pada umumnya yang hanya mengandalkan tampang. Dia memiliki hati yang tulus yang dapat membuat orang disekitarnya merasa nyaman.

“ayo kita pergi…” ajakku sambil menggandeng tangannya setelah kami selesai makan.

“lho? Tadi bukankah kita sudah makan bersama?” katanya bingung. Aku tidak menjawab pertanyaannya dan terus membwanya ke mobilku. Aku sengaja ingin membuat dia penasaran.

***

“nah..kita sudah sampai…” kataku sambil membukakan pintu mobil untuknya dan mengenggam tangannya, membantunya keluar.

“wuaah…indah sekali disini…” katanya sambil menatap pemandangan didepannya dengan kagum. Aku memang membawanya ke tempat yang sangat indah. Tempat ini adalah sebuah pantai favoritku. Ketika dia hendak melangkah meyusuri pantai aku menahannya.

“kau harus tutup mata dulu soo kyung” kataku lembut. Dia seperti memikirkan apa yang aku katakan dan hanya bisa mengangguk pasrah. Kututup matanya lembut dengan kedua tanganku, menuntun setiap langkahnya.

“sebenarnya aku mau dibawa kemana?” tanyanya penasaran. “sudah kau nurut saja…lagian aku juga tidak akan memakanmu” kataku menggodanya.

“kita sampai!” seruku. Aku melepaskan tanganku yang menutup matanya. Dia membuka matanya perlahan.

-soo kyung’s POV-

Aku membuka mataku perlahan. Aku terkejut saat melihat apa yang ada di hadapanku. Aku menutup mulutku yang terbuka dan tak terasa aku mengalirkan air mataku. Di hadapanku banyak foto yang disusun rapi membentuk kata “I ♥ U” . dan aku mengenali seorang gadis yang ada di dalam foto itu. gadis itu adalah diriku. Dan foto-foto itu entah darimana dia mendapatkannya, karena aku merasa tidak pernah dipotret dengan pose yang terdapat dalam foto-foto ini.

Kini yoochun sudah bersimpuh dihadapanku sambil memegang sebuket bunga. “soo kyung, maukah kau menjadi seseorang yang akan menemani hidupku kelak? Maukah kau mendampingiku hingga saat dimana aku harus pergi meninggalkan tempat ini?” dia terdiam sejenak. “saranghae yeongwonhi….” lanjutnya.

air mata yang mengalir di pipiku bertambah deras. ini adalah air mata bahagiaku yang pertama kali aku keluarkan. “na do saranghae” kataku tegas sembari mengambil bunga yang ada di genggamannya. dia lalu berdiri dan langsung memelukku dengan erat. kami terus berpelukkan dengan sunset yang mengiringi kami.

***

-back to yoochun’s POV-

3 bulan kemudian…

Hubunganku dan soo kyung semakin hari semakin membaik. Kami menjalani hari-hari kami layaknya seorang kekasih. Hari ini rencananya aku dan hyun ri akan bertemu di café biasanya setelah aku selesai menjalankan tugasku.

aku kembali berkonsentrasi ke kameraku. tak lama, aku merasakan sakit menjalar di kepalaku. pandanganku buram. Aku memegangi kepalaku yang sakit.  Ada apa dengan tubuhku ini? pandanganku semakin kabur. hyun ri yang mungkin melihat tingkah lakuku heran langsung menghampiriku “gwaenchana yoochun?” tanyanya khawatir.

aku mencoba untuk menguatkan tubuhku. lama-lama penglihatanku kembali normal. “gwaenchana” kataku lalu kembali memfokuskan mataku ke kamera.

***

“sudah lama menunggu jagiii?” tanyaku sambil memeluknya dari belakang, dia sedang duduk di bangku taman.

“ah tidak yoochun…aku juga baru sampai” jawabnya sambil menatapku tersenyum lembut.

lagi-lagi aku merasakan sakit di kepalaku. “arggh…” aku mengerang sambil menjambaki rambutku untuk menahan sakit di kepalaku. pandanganku kembali memudar.

“jagiya…gwaenchana?” tanyanya panik. aku terus saja mengerang dan tiba-tiba semuanya gelap….

***

aku membuka mataku perlahan dan melihat sekelilingku. ruangan ini serba putih. kulihat soo kyung sedang duduk di sebelahku. matanya sembab.

“ini dimana soo kyung?” tanyaku.

“ini dirumah sakit” jawabnya singkat.

“aku tidak kenapa-kenapa kan soo kyung? aku sehat kan jagiy?” tanyaku padanya. tiba-tiba air mata membanjiri pipinya. aku heran melihat tingkahnya.

“mi..an..he jagiyy…kau..k..kau”. belum sempat dia menyelesaikan perkataannya aku segera memotongnya “aku kenapa?” tanyaku.

“kau terkena penyakit rabun senja akut…ini biasa terjadi pada fotografer pada umumnya…dan kau harus meninggalkan profesimu jika tidak ingin sesuatu yang buruk menimpamu atau kau bahkan bisa…meninggal…dan umurmu hanya tinggal 3 bulan yoochun” sambung hyun ri tiba-tiba yang terlihat tegar dengan semua ini. ternyata dia juga berada disini dengan jaejoong yang memeluknya. aku terperangah dengan perkataannya.

“ini tidak benar kan jagiy?” tanyaku pada soo kyung dengan air mata yang mulai menetes dipipiku. tetapi dia hanya mengangguk pasrah ditengah-tengan tangisannya yang semakin menjadi-jadi.

“aku tidak mau jagiy?!…kau tahu kan aku sangat suka fotografi…?! kau tahu kan aku tidak mungkin meninggalkan pekerjaanku??” kataku terus memberontak. soo kyung lalu memelukku untuk menenangkanku. Tuhan? apakah aku harus pasrah dan meninggalkan semua kebahagianku hanya untuk bertemu denganmu…?

***

2 bulan kemudian…

hari ini adalah yang menegangkan bagiku…aku akan di operasi. setelah konsultan dengan dokter cukup lama, akhirnya aku mendapat solusi dengan operasi pencangkokan mata. dan aku sudah mendapatkan donornya. pasti orang yang sangat baik yang mau mendonorkan matanya untukku. 5 menit lagi aku akan dibawa ke ruang operasi…namun aku tak melihat sosok soo kyung dimanapun. kemana dirinya…?

“hyun ri…kau tahu dimana soo kyung?” tanyaku pada hyun ri yang sudah berada disini dengan jaejoong. yah mereka makin dekat saja. bahkan bulan depan mereka akan menikah.

“sep..ertinya..di…dia masih dijalan. ya masih dijalan” jawab hyun ri ragu.

Tiba-tiba, 2 orang suster menghampiriku. “sudah saatnya” katanya singkat. dan segera menggiring kasurku menuju ruang operasi.

“suruh soo kyung menungguku ya” pesanku pada hyun ri. dia hanya mengangguk . namun, aku melihat air mata keluar dari sudut matanya. aku sempat heran dengan kelakuannya. kumantapkan hatiku untuk menjalani operasiku…dan tiba-tiba semuanya menjadi gelap…

***

kubuka mataku…putih…ruangan ini serba putih…

“kau sudah sadar yoochun?” tanya seseorang yang tak lain adalah hyun ri. aku mengedarkan pandanganku ke penjuru ruangan ini. aku tidak menemukan dia. dia yang kucintai.

“mana soo kyung?” tanyaku berharap dia datang secara tiba-tiba. namun hyun ri hanya menangis dengan jaejoong yang langsung menenangkannya.

“hyun ri…mana soo kyung?!” tanyaku mulai tidak sabar. bukannya menjawab pertanyaanku, dia malah memberiku sebuah amplop berwarna merah.

“kuatkan hatimu yoochun…” kata hyun ri. lalu pasangan itu segera pergi keluar kamar ini meninggalkanku sendiri. kubuka amplop itu dengan perlahan dan membaca kata demi kata secara seksama.

to : my beloved yoochun

jagiy…mungkin saat kau membaca surat ini, aku sudah berada di alam yang tenang yang sangat jauh untuk kau gapai…

pertama aku ingin meminta maaf karena saat kau bangun, aku bukanlah orang pertama yang kau lihat…maafkan aku karena aku tidak menceritakan semua ini kepadamu…

terima ksih karena kau telah meberiku kebahagiaan selama hidupku…

aku telah mendonorkan matamu kepadamu…karena aku tahu…kau sangat bahagia dengan pekerjaanmu…

aku akan melakukan apapun agar kau bahagia…meskipun itu tandanya aku harus mengorbankan nyawaku…

sekarang…jalanilah hidupmu meski tanpa ragaku dan jiwaku…karena ada hatiku yang akan ada terus bersamamu…menemanimu sampai kau menyusulku disini…

kutitipkan juga mataku untukmu…agar aku dapat terus melihat dunia bersamamu…

aku mencintaimu yoochun…saranghae yeongwonhi…berbahagialah…

with love,

soo kyung

saat aku merogoh amplop itu, aku menemukan satu benda lagi yang ia tinggalkan, foto dirinya…yang sedang tersenyum cantik… tertulis dibawah foto itu ‘my last picture for my love…’

air mataku terus tumpah…tumpah seiring  aku mendekap foto ini di dadaku…tumpah seiring dengan berakhirnya kalimat di surat ini…soo kyung terima kasih atas segalanya yang kau berikan kepadaku…maafkan aku karena tidak bisa menjadi kekasih yang baik untukmu…tunggu aku disana soo kyung…saranghae…yeongwonhi…

THE END

Comments on: "[ONE SHOT] picture of you" (6)

  1. what a nice ff :’]

  2. hanseokyo said:

    hadoh kenapa jadi angst gini? *hyunri: yee suka-suka!*

    nice, chingu!🙂

  3. nooo ~ bagus bgt kok syg xD keep writing !

  4. Sad ending T,T

  5. gomawo gomawo gomawo bb!
    Aku suka ffnya^^
    Seperti yg gue minta
    Tapi gue lupa sendiri,kalo gue mintanya unhappy ending huaaaahaha
    Gomawoyo again

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: