more fantasy about k-pop

-Prolog, cause everyone loves intro-

‘sejak saat itu, kami tidak pernah mendengar lagi kabar hubungan onew dan hyuna.’

heechul membungkuk saat usai melakukan siaran radio kepada para staff dan berjalan menuju mobil van. kemudian dia menerima sebuah email – sedari tadi memang dia sedang berbincang via email dengan salah satu teman masa kecilnya, park hyeorin.

heechul tiba2 teringat lee suae, orang yang selalu hyeorin ikuti.

orang itu memang sangat freak dengan SHINee.

heechul mengingat2 masa lalu – saat suae dan hyeorin masih di korea, ketika SHINee baru debut.

kalau suae tahu hyeojin sekarang jadi manajer sementara SHINee,

bagaimana reaksinya, ya?

—————————————————————————————————————————————————————————

Hyeojin POV

” Hongkong?!”

Mulutku menganga saat mendengar seorang staff mengatakan, SHINee harus ke Hongkong.

itu berarti aku akan dibawa serta.

sial. sial. sial.

” tidak apa-apakan, hyeojin-ssi? kamu jg sedang libur panjang, kan?” tanya staff itu. aku menggerutu dalam hati dan yakin seratus persen kalau staff ini lupa soal PR liburan.

memangnya ini libur ke hongkong, apa?

ini pekerjaan.

aku mengumpat dalam hati, kesal.

” ya,” jawabku akhirnya.

kalau bukan karena ini SHINee, aku sudah akan terjun duluan.

——————————————————————————————————————————————————————

pada akhirnya aku memaksa jihwa untuk ikut denganku.

aku tidak bisa memaksa seunghee. dia terlalu malas.

aku menyeret SHINee dan jihwa ke hotel Island Shangri-la, sesudah kami turun dari airport.

” bakal ada wawancara untuk kalian,” jelasku,” kamarku di sebelah kamar kalian. jinki oppa, minho oppa, dan taeminnie, kalian satu kamar. untuk kibummie oppa dan jonghyunnie oppa, kalian di kamar satunya.”

key menyeringai dan minho menyeringai. tampaknya mereka puas dengan pembagian kamar itu.

” berapa hari kita di hongkong?” tanya jonghyun.

” teknisnya, kita di hongkong selama satu setengah hari. cuma kalau kalian mau jalan2 ya terserah,” jawabku. jonghyun mengangguk2. aku menunjuk kamar. ” aku beres2 dulu ya. tiga jam lagi,” kataku mengingatkan. anak2 SHINee mengangguk. aku meninggalkan mereka dan satu per satu mulai masuk ke kamar masing2.

jihwa menatapku, bingung. ” kenapa aku yang diajak?”

tanganku yang sedang mengeluarkan pakaian2 dari koper terhenti, lalu meliriknya heran. ” unnie, dari tadi aku menyeretmu kemari, kau baru bertanya sekarang?”

” ha.. habis tadi tiba2 donghae oppa menjemputku dan langsung membekapku seperti orang gila, sehari setelah dia menemuiku, memintaku menemanimu..”

aku mengingat2 kejadian barusan. saat aku cerita pada donghae kalau aku bakal pergi dengan SHINee sendirian, dia langsung menjerit.

” KAU KAN CEWEK! MASA SENDIRIAN?!” seru donghae. aku melotot.

” MANA AKU TAHU! KAN AKU MANAJER MEREKA SEKARANG! KALAU MAU NYOLOT YA SALAHIN MANAJERNYA TUH KENAPA MASUK RUMAH SAKIT!” balasku kesal. Donghae mengacak2 rambutnya, kesal. ” AJAK SEUNGHEE!”

” AH MANA MAU DIA. NGGAK SANTAI BGT SIH, OPPA! GAUSAH TERIAK2 DONG!”

” YANG BENAR SAJA! KAU NGGAK BOLEH PERGI SENDIRIAN!” lalu dia berpikir, dan dalam beberapa detik dia berlari seperti angin.

.. benar saja. seunghee tidak bisa, jihwa pun jadi.

aku rasanya ingin menggetok kepalaku kalau ingat flashbacknya.

” .. intinya dia ingin aku ada temannya,” jawabku pendek. jihwa duduk di atas kasur, dan berkata,” donghae oppa benar2 memikirkanmu, ya.”

” dia kan punya sifat brother complex yang sangat parah,” jawabku santai. aku melirik ke luar hotel island shangri-la. sebuah pikiran terlintas di benakku.

” unnie. aku keluar sebentar, ya, mau mencari udara segar.”

” kenapa memangnya?”

” entahlah. mungkin bau2 pesawat membuatku mual,” jawabku. jihwa mengangguk. ” kurasa lebih baik kau memang harus refreshing.”

” ya. kau juga istirahat saja, unnie. tampaknya kau lelah.”

aku berjalan keluar kamar dan menuju kafe yang disediakan di hotel island shangri-la. aku memesan segelas kopi menggunakan bahasa inggris dan duduk, menyelonjorkan kaki. seorang pelayan datang dengan membawa kopi yang kupesan. setelah mengucapkan terima kasih, pelayan itu pergi. aku menghirup kopi.

seketika itu juga rasanya lelahku hilang.

aku meletakkan cangkirku dan mengambil majalah yang terletak tidak jauh dariku.

ah.

ya Tuhan.

bahasa apa ini?

aku lupa kalau aku sekarang sedang di hongkong. aku mendesis kesal dan meletakkan majalah itu ke tempatnya.

seharusnya pelajar sepertiku menikmati liburannya di rumah.

” hyeojin-ah? kenapa kamu nampaknya kesal?”

aku mengangkat kepala. sesosok laki2 berkulit putih berdiri di depanku, tertawa.

” jinki-oppa..”

” kau selalu memanggilku dengan dua nama. entah itu onew atau jinki,” gelengnya. dia duduk di sebelahku. aku menyeringai. ” karena keduanya cocok denganmu, oppa.”

” ahahaha, hyeojin..” dia mengacak rambutku, tersenyum. aku menatapnya heran.

” kenapa, oppa?”

” makasih, ya.”

kali ini aku tambah bingung. ” untuk?”

dia tidak menjawab apa2. aku menatapnya lekat-lekat, kemudian menyadari sesuatu. aku tersenyum tipis. ” aku harusnya meminta maaf karena oppa terlibat dalam masalahku.. hyuna unnie menyeretmu, pasti..”

herannya, onew malah menggeleng. ” tidak juga.. kami memang.. berpacaran, kok.”

aku tersenyum dan memeluk onew ringan. ” makasih, oppa. kau, kibum oppa, dan donghae oppa sudah seperti kakakku sendiri.”

onew mengelus rambutku. aku melepaskan pelukanku dan memiringkan kepala. ” besok siang mau jalan-jalan sama yang lain?” tanyaku. onew berpikir sejenak kemudian mengangguk. ” boleh, kok. hehe.”

aku menjentikkan jari. ” besok pagi, ya, sampai siang. pesawat kita jam 2, soalnya.”

———————————————————————————————————————————————————————

Heechul menyelonjorkan kaki di atas sofa, sementara donghae membuat secangkir susu hangat. Heechul masih sedang berkirim email dengan hyeorin.

besok aku dan suae akan berjalan2 di central park. kau sendiri bagaimana, oppa?’

donghae menghampiri heechul. ” hyung, nampaknya dari tadi kau sibuk sekali. sedang apa?”

” saling berkirim email dengan hyeorin,” jawab heechul,” menanyakan kabar suae.”

” suae-ah?” donghae mengingat-ingat. ” ahh, diaa..”

” jangan bilang kau lupa?”

donghae memutar bola matanya. ” mana mungkin aku lupa? aku nggak akan pernah lupa sama obsesi suae yang.. berlebihan terhadap SHINee.”

” hyeorin saja tidak bisa berkutik.”

donghae berusaha melafalkan nama hyeorin, tapi belepetan. ” aiiish, aku selalu susah mengucapkan namanya! mengapa dia punya nama yang mirip dengan hyeojin.. dan marga yang sama dengan seunghee?”

heechul mengerutkan dahi. ” apa hubungannya..” kemudian heechul menepuk donghae. ” ya, aku merasa agak khawatir saja kalau suae tahu tentang pekerjaan hyeojin sekarang.”

” kau benar,” donghae mendesah dan menyeruput susu hangatnya,” makanya aku agak melawan juga saat hyeojin ke hongkong. aku teringat suae. bukankah dia sebentar lagi akan kembali ke korea? hah. kau ingat itu? korban ke-freak-an suae?”

” bagaimana mungkin kita bisa lupa kejadian itu? saat SHINee debut?” tanya heechul balik. donghae mengangguk.

ya.

saat satu setengah tahun yang lalu itu.

Donghae meringis.

” … kuharap semua baik2 saja,” ucapnya pelan.

” … begitu, lah,” heechul menghela napas.

lalu mereka pun berdua terdiam.

———————————————————————————————————————————————————————-

SHINee melambaikan tangan kepada para fansnya. Pemotretan dan fans-meeting sudah diselesaikan. saatnya kembali ke hotel. Hyeojin dan Jihwa, yang menyamar sebagai stylist, mengendap2 mengikuti SHINee di balik bodyguard mereka. Semua sudah tahu apa yang terjadi dengan manajer SHINee, dan beberapa di antara mereka kenal baik dengan Hyeojin.

” sst, hyeojin-ah,” bisik jihwa gelisah,” tunggu sebentar. kau seharusnya menutupi wajahmu dengan syal. wajahmu masih wajah anak SMA banget.”

” ssh unnie, kalau begitu besok dandani aku seperti orang dewasa, ya,” pinta hyeojin. nampaknya dia juga merasa gelisah. jihwa mengangguk. saat sudah lepas dari para fans mereka dan pintu pun ditutup, hyeojin melambai2kan tangannya dan meraih punggung Minho. Jihwa diseret oleh Jonghyun.

Hampir saja hyeojin dan jihwa mati konyol di antara luapan fans2 itu.

” noona, kau baik2 saja?” tanya Jonghyun khawatir. Jihwa berusaha mengembalikan kesadarannya dan berkata,” eh.. ah.. iya.. duh..”

” hyeojin-ah?” minho mengangkat hyeojin agar dia bisa berdiri tegak. ” kau masih sadar?”

” a.. aku lupa,” bisik hyeojin,” paling tidak aku bisa memetik pelajaran berharga sekarang.”

” apa?”

” bawa inhealer.”

———————————————————————————————————————-

” jalan2? tentu saja aku mau!” seru key bersemangat, ” sudah kau bilang pada staff, hyeojin-ah?”

” mereka yang memberi izin,” jawab hyeojin ringan,” yang pergi biar kita saja agar tidak terlalu mencolok.” key dan jonghyun nampak sudah ada bayangan barang2 apa saja yang mereka beli.

Pagi itu mereka sedang sarapan di hotel island shangri-la setelah semalaman mereka tidur, istirahat dari fans-meeting. hyeojin mengiris omeletnya dan berkata, ” ke central park, ya? tapi kalian harus menyamar, merelakan muka kalian di dandani habis2an.”

” kalian juga,” balas taemin,” hyeojin-ah, jihwa-noona.”

hyeojin dan jihwa mengangkat alisnya, bingung. ” hah? menyamar bagaimana?”

” jadi laki2 saja,” jawab taemin lugu. hyeojin terbelalak, begitu pula jihwa.

” HAH?!”

—————————————————————————————————————-

” sudah sampai,” kata onew. mereka turun dari van yg mereka sewa. hyeojin membungkuk berterima kasih pada supir van itu dan turun dari van bersama jihwa. matanya berputar memperhatikan keadaan central park.

” wah, ramai banget..” gumamnya. hyeojin melirik minho dan yang lainnya. penyamaran mereka sempurna. dengan hooddie, kacamata, dan penutup mulut, tidak akan ada yg curiga secara di tempat mereka berdiri banyak orang yang memakai itu. tidak heran, soalnya entah mengapa mereka masih bisa merasakan hawa sejuk di hongkong meskipun cahaya matahari bersinar terik di musim semi.. ah itu gunanya hoodie dan kacamata. serbuk bunga di musim semi juga membuat alasan tersendiri untuk pengidap alergi serbuk bunga ceri supaya mengenakan masker.

intinya sih, sekarang tinggal berpencar-pencar saja.

minho tersenyum menahan geli dan menarik pipi hyeojin. ” kau tahu, kau itu memang ‘laki2’ banget. jihwa noona juga.”

hyeojin dan jihwa melotot, namun tidak bisa berkata apa2 selain melihat penampilan mereka sendiri.

celana gombrong.

jaket besar.

lalu rambut mereka yang panjang diikat dan memakai wig, yang model rambutnya tidak jauh berbeda dari minho atau donghae.

” aish,” jihwa menggigit bibirnya,” aku merasa panas memakai wig ini. wajahku juga pucat banget kayak cowok.”

minho dan jonghyun tidak bisa menahan senyumnya. jihwa menyikut tangan jonghyun kesal.

onew menengahi mereka. ” ya ya, sudahlah. kita harus berpencar supaya tidak mencolok. ayo kita hompimpa saja… kecuali minho dan hyeojin.”

hyeojin mengerutkan dahi. ” kenapa?”

” minho harus bersamamu.”

” hah?”

” yang bisa menahan dia hanya kau dan taemin.. ah ya. tidak usah hompimpa, kelompok pertama minho, taemin, dan hyeojin. sisanya ikut aku. jihwa juga.”

hyeojin melotot, tapi setelah dia pikir dengan beberapa kemungkinan yang ada, dia mengangguk setuju. minho memang gawat kalau dilepas tidak bersamanya atau taemin. hyeojin melirik jam tangannya. ” oke kita berkumpul di tempat ini pada jam setengah 1 tepat ya. JANGAN.ADA.YANG.TELAT.”

hyeojin memicingkan matanya. dia bermaksud menyadarkan key yang paling shopaholic. key hanya menyeringai aneh.

” yasudah,” jonghyun menarik tangan jihwa dan onew,” ayo kita sekarang langsung saja berpencar. onew hyung! ayo!”

” ya ya ya..” onew terlihat agak panik,” o..oke. daaah minho, taemin, hyeojin-ah!”

lalu dalam hitungan detik, kelompok itu sudah lenyap ditelan kerumunan orang-orang.

” cepat ya, mereka,” komentar taemin.

” ya,” minho mengangguk,” sangat.”

hyeojin menarik lengan baju taemin. ” hei, ini sudah jam 10. ayo kita jalan-jalan saja.”

” kemana?” tanya minho. dia dan taemin sendiri bukanlah shopaholic.

” apa saja lah, hyung,” jawab taemin.

tidak berapa lama kemudian, minho dan taemin sudah larut dalam keasikan mereka memperhatikan barang2 unik. taemin sendiri naksir berat sama mino-figure boneka hongkong dan dia beli. katanya cocok untuk dipajang. hyeojin bergidik dalam hati. dia mana mau beli kayak gitu. mata figurenya melotot- dan seperti dikasih eye-liner. hyeojin agak menjauh dari mereka, kemudian sesuatu menarik perhatian matanya.

sebuah strap ponsel.

tangan hyeojin terulur dan mengamati strap ponsel itu. warnanya biru langit – seperti warna simbolnya SHINee. krystal swarovski bertabur di pinggirannya dan teruntai rantai berwarna perak di strap itu. hyeojin melihat ponselnya dan mendekatkannya ke strap itu.

ah, gumam hyeojin, cocoknya. ponselku kan berwarna putih.

hyeojin memutar label harganya dan terbelalak. HKD 700. hyeojin mengurungkan niatnya dan meletakkan lagi ke tempatnya. dia tidak ingin mengkurskan ke dalam won. hyeojin menghela napas dan mengamati strap itu.

cantiknya.

” hyeojin-ah? kau lihat apa?” minho tiba-tiba berdiri di sampingnya. hyeojin terlonjak dan memegang dadanya,” hah.. kaget..”

mata minho langsung menangkap strap ponsel itu dan mengambilnya. ” ah. bagus, ya? aku mau deh. berapa harganya?” dia memutar label harganya, ” HKD 700? aku beli deh..” kemudian minho berbicara pada penjualnya dan bercakap2 dengan bahasa inggris. minho memasuki toko itu, meninggalkan hyeojin yang menunggunya di luar. hyeojin mendesah. kenapa jadi minho yang beli, ya? ah yasudah.. dia tidak tahu ini aku juga mau. lagipula dia kan punya uangnya.. batin hyeojin berusaha menghibur dirinya. taemin juga sedang sibuk melihat-lihat mainan yang dia sukai.

namun setengah jam lamanya minho tidak kunjung keluar. hyeojin mulai merasa khawatir dan bertanya-tanya, apa yang dilakukan minho di dalam toko. kesabaran hyeojin habis dan dia beranjak dari kursinya, tetapi di saat yang bersamaan, minho keluar dari toko, mengucapkan terima kasih pada penjualnya.

hyeojin merengutkan bibirnya. ” lama sekali?”

” hehe, maaf,” minho mengangkat bungkusan coklat itu dan berkata,” untukmu.”

air muka hyeojin berubah. dia tertegun. minho tersenyum polos. ” itu.. strap tadi untukmu. aku bercanda kok, soal aku ingin membelinya untuk diriku sendiri. aku tahu kau ingin. dari tadi kan aku memperhatikanmu.”

eh.. wajah hyeojin memerah, memperhatikanku?

hyeojin merasa gugup. tangannya membuka bungkusan coklat itu dan mengambil strap ponsel yang ia taksir setengah mati.

namun ada yang berbeda dari strap itu.

strap karet yang hanya dihiasi pinggiran kristal swarovski itu, telah terukir namanya.

hyeojin menatap minho, bingung. laki2 itu nampak puas.

” aku meminta penjualnya untuk menorehkan namamu dengan tinta khusus berwarna putih. lihat, sekarang di strap itu tertera nama ‘Kim Hyeojin’, kan?” tanya minho bangga.

hyeojin tidak berkata apa2. senyum minho hilang, lalu bertanya cemas, ” kau tidak suka, ya?”

hyeojin mengangkat kepalanya.

minho menahan napasnya.

hyeojin tersenyum lebar.

” bodoh. kenapa aku harus tidak suka?” tanyanya balik,” aku justru sangat menyukainya. terima kasih, oppa.”

minho menghela napas dan tersenyum lega.

tidak berapa lama kemudian taemin datang menghampiri mereka. ” lihat, lihat! aku beli suvenir ba.. hei! itu strapnya bagus banget!”

minho tertawa bangga. ” tentu saja. aku yang memilihkan.”

” hebaaaat. wah, ada namanya hyeojin juga! bagus bangeeet,” puji taemin. hyeojin tersenyum dan memasangkan strap itu di ponselnya.

” hoo. ternyata pas, ya, matching dengan ponselmu,” ucap minho. hyeojin tidak menjawab apa2 selain senyumannya yang lebar.

– di sisi lain –

” hei! tunggu dulu, dong.. kau ngapain sih buru2 belanja? pakaianmu kan sudah banyak!” seru seorang gadis berambut ikal sebahu. seorang lagi, gadis yang berambut coklat terang, hanya mendesis. ” sudahlah, ikut aku saja! kalau aku ke korea, aku harus punya banyak baju baru!”

gadis berambut sebahu itu menggeleng2. dia tahu tidak bisa membantahnya. kemudian ponselnya berdering lagi.

ada email masuk.

‘kau sudah berangkat ke central park?’

gadis itu mengetik balasan email dengan cepat, lalu meng-klik tanda send.

tidak berapa lama kemudian, gadis berambut coklat terang itu menghentikan langkahnya, membuat gadis berambut sebahu itu terkejut.

” ya Tuhan! kau berhenti mendadak, membuatku kaget!”

gadis berambut coklat terang itu mengerutkan dahi dan menunjuk ke depan. ” pakaian yang dikenakan kedua orang itu terasa familiar, ya?”

” mana?” tanya gadis berambut sebahu itu, lalu dia melihat ada sesosok  laki2 tinggi mengenakan hooddie abu2 dan cowok di sebelahnya mengenakan hooddie putih.

ingatannya langsung berjalan.

gadis berambut sebahu itu kaget, matanya membulat.

” mereka, kan..”

” ya,” gadis berambut coklat itu menimpali,” dan orang satunya lagi.. ya ampun.. aku tidak akan bisa dibodohi oleh penyamaran. dia kan perempuan?”

gadis berambut sebahu itu meliriknya. tidak salah kalau dia freak banget tentang kecantikan. penyamaran gender tidak akan menipunya. ” kedua orang itu sedang apa berada di sini.. hei, hei, kau tidak akan menghampiri mereka, kan?”

gadis berambut coklat itu menggertakkan giginya. ” tidak. kalau mereka berdua ada di sini, pasti sisanya juga ada, namun berpencar. aku bertanya2 mereka dimana,” ucapnya kesal,” ah. aku harus kembali ke korea. BESOK aku akan sampai.”

gadis berambut sebahu itu terbelalak. ” yang.. yang benar saja! besok?!”

gadis berambut coklat itu memutar bola matanya. ” ya Tuhan. kau tidak bermaksud akan melawanku kan, hyeorin?”

gadis yang bernama hyeorin itu merasa tertohok dan kalah. dia mengangkat bahu, menyerah. ” iya, iya. aku cuma kaget kau tidak sabaran sekali.”

gadis berambut coklat itu hanya mengulas senyumnya yang asimetris sambil berbalik, hendak menuju parkiran. ” kau tahu inilah aku.”

hyeorin melipat tangannya. ” dasar. kau harusnya belajar sabar, suae.”

——————————————————————————————————————————————————————–

Donghae mengambil ponselnya dan mengetikkan sebuah email untuk hyeojin.

kalian sedang dimana?’

SEND. donghae meletakkan ponselnya dan mengambil remote. dia memasang channel SBS, hendak menonton star king.

[piip] [piip]

Donghae membuka email yang masuk.

‘di central park, habis makan. oppa, minho oppa membelikanku strap yang bagus banget lho! sekarang kami sedang menunggu kibum oppa, jjong oppa, jinki oppa, dan jihwa unnie di dekat van. sebentar lagi kami akan kembali ke korea.’

Donghae mendesis kesal. minho!! orang itu! dasar dia.. Donghae menarik napas, berusaha menenangkan dirinya. dia merasa kesal. seandainya ini dia boleh ikut ke hongkong, pasti yang di sisi hyeojin sekarang untuk membelikan strap itu dirinya, bukan minho.

tetapi donghae berusaha meluruskan pikiran. tidak akan terjadi apa-apa di antara mereka. perasaan minho juga sepertinya masih ‘biasa’, walau donghae sendiri tidak yakin sampai dimana batas ‘biasa’ itu.

central park, ya? donghae menggumam2 tidak jelas.

kalau tidak salah.. heechul hyung bilang, hari ini suae berencana kesana juga..

lalu donghae terlonjak.

dia menyadari sesuatu.

gawat.

donghae mengigit bibirnya.

Seandainya dia tahu dari awal kalau hyeojin ke central park.

Pasti dia sudah menghentikannya.

donghae mendesah, dan terduduk lemas.

semoga saja mereka tidak bertemu suae dan hyeorin.

donghae berharap banyak, namun entah mengapa dia merasa.. tidak enak.

—————————————————————————————————————————————————————–

” aaaaah! sekarang sudah jam satu kurang! ayo, kalian bawa barang2 kalian! kita sekarang ke bandara!” seru hyeojin. SHINee dan jihwa menyeret koper mereka. beberapa staff dan bodyguard sudah siap untuk mengantarkan mereka ke bandara. jonghyun menjerit2 panik. hyeojin menggeleng2 dan menepuk bahu jonghyun.

” itu salah kibum oppa, yang terlalu mendalami kegiatan belanja.. lihat, kalian bawa 4 bungkus besar belanjaan!”

” INI SEMUA SALAH KIBUM!” jerit jonghyun frustasi. dia menyeret bungkusan2 itu, dibantu dengan onew. key membawa beberapa bungkusan berukuran mini. jihwa berjalan di belakangnya. hyeojin tertawa aneh dan membantu jihwa membawakan beberapa.

jihwa menggeleng2. ” aku baru tau key se-freak ini dalam belanja. kupikir tidak separah apa yang dia bilang di tv.”

” dia itu punya personaliti jujur.. dan apa yang dia bilang di tv itu benar.”

” ….”

” tapi unnie..” hyeojin tersenyum penuh arti,” bagaimana ketika belanja dengan mereka?”

” ahahaha.. kacau. aku dan jinki oppa seperti hanya mengikuti jonghyun dan key saja. kami cuma duduk2 dan tertawa melihat tingkah mereka yang kalau sudah berpendapat seperti suami istri,” jelas jihwa. wajahnya tampak puas.

” asyik, kan? hahaha. kalau tidak ada unnie, pasti kami akan ketinggalan pesawat,” kata hyeojin. jihwa tersenyum.

” hyeojin-ah! jihwa-noona! ayo kita ke bandara sekarang!” seru taemin dari jauh, melambaikan tangannya.

” yaaaa! ayo, unnie, kita harus cepat,” kata hyeojin, disambut anggukan jihwa. hyeojin terlihat tidak sabar, senyuman mengembang di wajahnya. ” akhirnya pulang. aku ingin segera cepat2 tidur nyenyak. aku agak stress juga menemani bocah2 ini belanja.”

jihwa terkekeh. ” rasanya besok akan jadi hari yang damai buat kita.”

” hm? hahaha, kuharap begitu.”

kemudian mereka tertawa pelan..

… dan keesokan harinya, mengubah segalanya.

sesosok perempuan tinggi berambut coklat dan temannya yang berambut sebahu, berdiri di hadapan hyeojin dan SHINee, saat mereka sedang berjalan ke lobi gedung SME.

jonghyun menelan ludah melihat sosok kedua gadis itu. ” ah.. suae? hyeorin?’

hyeojin menyipitkan matanya. siapa mereka?

gadis berambut coklat yang bernama suae itu tersenyum manis. ” kita bertemu lagi ya, oppa.”

taemin mundur beberapa langkah. hyeojin masih bingung, clueless. nampaknya SHINee dan kedua gadis itu saling kenal satu sama lain.

orang SME kah? atau model? mereka tinggi dan cantik, soalnya. terutama gadis berambut coklat itu.

hyeojin bertanya2 siapa kedua gadis itu.

… namun hyeojin tidak akan menyangka, gadis bernama suae itulah, yang akan menyulitkannya nanti.

cr: http://flamesmefanfic.tumblr.com

by: ah ra

Comments on: "Because I Really Love You – part 13" (12)

  1. hyunrikim said:

    1st?
    lanjut onn!
    penasaran sama hyeorin…😉

  2. Hwang sung-Ra said:

    “Menyulitkannya?”
    Mksdny s suae jga ska am minho?atw dy akn mngganggu hyeojin?atw ap?
    Arggg!!!mkin pnasaran!
    S suae it spa sich?kok kykny dy it org yg cukup brkuasa?
    Lanjot!jgn lma2 y~

  3. kimhyunna said:

    wadu .. suae . haha
    memang nya apa yg bsa dy lakukan onnie ??
    koo heechul oppa n donghae oppa jdi cmas ?? haha

  4. dhiiilaaa my evil dongsaeng!!!

    please, please write the next chap!! i beeeg youuuu??

    anyway, i love jihwa and jjong’s part..hehe, that always change my mind about jihwa-hae..
    which one do you like? jihwa-hae or jihwa-jjong??
    i choose both!!

    i love you dhila, for everything, especially your ability to make any evil plan in second blink!!

  5. ada suae sama hyeorin buset dah
    rame bener buakakak

    yah aku nyerah deh,kayanya minho tetep sama hyeojin
    maunya sama donghaeeee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: