more fantasy about k-pop

hyuna melipat pakaiannya dan memasukkan satu per satu ke kopernya. dia meraba2 meja di samping tanpa melihat, dan tiba2 menyadari sesuatu. dia menyentuh paspornya. hyuna menghela napas. dia mengambil paspor itu dan mengamatinya.

dua hari lagi.

tidak berapa lama kemudian, dia menerima email dari onew.

‘hyuna-ah, jadwalku belakangan ini padat. jadi aku akan berusaha menyesuaikan jadwalku denganmu supaya aku bisa mengantarmu. omong2, beritahu aku kapan kau pergi, ya.’

hyuna terdiam. dia menutup ponsel flipnya.

padahal keberadaanmu sudah mulai mengisi kebiasaan2ku, jinki oppa.

hyuna memasukkan ponsel ke sakunya, mendesah.

padahal dulu, hyeojin yang menemaniku. dan minho.

hyuna menyadari betapa pentingnya eksistensi mereka berdua. bagaimana dulu ia menyukai minho, dan bagaimana dia menyayangi hyeojin. sister complex akut, begitu onew menyebutnya.

pasti di amerika nanti, dia akan sangat merindukan hyeojin.

tapi dia bertanya-tanya kapan.. dia bisa memeluk adiknya seperti dulu lagi.

setidaknya, sebelum keberangkatannya.

————————————————————————————————————-

-one day before hyuna’s departure-

” ya, minho-ah!” gerutu key, ” ayolah, cepat jalan! jangan bengong terus!”

minho menoleh dan berdiri tegak. ” oh, iya,” gumamnya. apa yang sedang kupikirkan? dasar bodoh.

onew memperhatikan minho yang nampaknya terpisah antara pikiran dan badan. onew tahu, minho masih memikirkan kalimatnya semalam.

bahkan sejak awal, onew bisa menggambarkan perasaan minho pada hyuna dan perasaan minho pada hyeojin.

onew mendesah. amerika, ya.

dia merongoh ponselnya dan termangu menatap wallpapernya.

biasanya seorang lelaki akan menempatkan foto pacarnya di wallpaper ponsel, kan? dan sebaliknya juga begitu.

onew malah menempatkan foto2 member SHINee nya, dan hyuna menempatkan foto..

haha, tawa onew dalam hati, dasar gadis itu.

onew tidak pernah terpikirkan akan begini jadinya.

perasaan itu tidak tumbuh sebelumnya di antara mereka, dan sekarang juga begitu.

karena sejak awal hanyalah sebuah kerjasama.

tetapi terkadang..

onew menghela napas. tanpa sadar ia merutuk mrs.Jung, dan Amerika.

——————————————————————————————————-

Donghae menghela napas dan menurunkan headset dari telinganya. Ia sedang berjalan di gedung SME. tidak banyak yg akan dia lakukan, selain recording show barusan.

lalu sekarang matahari sudah agak turun. donghae melirik jam tangannya. oh. jam 4. mata donghae memutar, mencari-cari minho.

kurasa dia ada di sini, gumamnya, yah. pasti. tinggal menunggu dia ada saja.

donghae menemukan sosok minho yg sedang berdiri di balkon, menatap luar pemandangan. badannya tegap dan wajahnya merengut. donghae menghampiri dongsaengnya itu dan menepuk bahunya.

” hei.”

minho menoleh dan matanya mengerjap2, kaget. ” oh. annyong, hyung.”

” sedang apa?”

” emm. tidak. melihat.. pemandangan?”

hoh, batin donghae, alasan yang sangat FAIL. ” apa yang bisa kau lihat dari sini selain orang2 berlalu lalang, mobil, dan gedung?”

” pohon.”

oke, gumam donghae, anak ini sedang tidak waras, atau dia gugup karena inilah pertama kalinya aku berbicara dengannya, sejak kejadian di kafe itu.

” yah. kurasa kau kepikiran,” komentar donghae.

” soal apa?”

” amerika.”

donghae tahu napas minho sempat tertahan beberapa detik. donghae mengerling. ” aku sudah tahu, kok.”

minho terdiam. donghae mengira minho akan bertanya dia mendapat info dari siapa. untunglah dia tidak bertanya, karena donghae mendengar dari key, dan hyeojin sendiri menceritakannya.

plus, belum lagi dia menguping pembicaraan hyeojin dan hyuna sekarang. donghae merasa sebenarnya dia bisa jadi mata-mata.

” jadi bagaimana?”

minho mendesah. ” aku bingung apa yg harus kulakukan.”

” tentang?”

” bagaimana aku harus berhadapan dgn hyuna.”

” kau kan tinggal menyatakan rasa sukamu? atau mendekatinya lagi?”

minho menggeleng. ” bukan itu yang kuinginkan. aku tidak ingin mengharapkannya dia kembali padaku.”

mata donghae berkedip2, bingung, syok. ” bukankah kau menyukainya?”

minho terdiam.

donghae terkejut. dia tidak menjawabnya?!

” .. kurasa..” jawab minho, ” aku hanya takut kehilangan. seperti aku begitu bergantung pada SHINee, bagaimana aku merangkul taemin, dan bagaimana aku tergantung sekali pada hyeojin.”

” lalu.. kenapa kau sedih?”

” entahlah? aku hanya berpikir, ada sesuatu yg belum kutuntaskan.”

donghae menyibakkan rambutnya. dia memikirkan kalimat minho barusan. ” kau bilang kau tergantung pada hyeojin?”

minho seperti menangkap arti suara donghae. ” ah. aku tahu hyung menyukainya. hanya.. ehem. dia.. aku membutuhkannya.”

” tapi kan kau tidak menyukainya?”

” dia juga sudah tidak menyukaiku,” tawanya hambar. kini donghae seperti kesetrum. dia membelalakkan matanya. ” hah?!”

” dia bilang dia sudah tidak memikirkannya. yah, aku membutuhkan hyeojin. dia selalu di sampingku, kan?” minho terkekeh. matanya yg teduh tiba2 agak pudar, lalu bertanya lagi, ” bagaimana dengan.. hyung? katanya mau mendekati hyeojin? kau bisa mengambilnya kan.. secara dia sudah tidak menyukaiku lagi?”

donghae terdiam. ” setidaknya.. aku harus menyesuaikan keadaan. aku harus menjadi oppa yg baik untuknya, sementara ini. aku harus menahan diri lagi. kepala hyeojin penuh dengan pikiran2.. yah, kau tahu, lah.”

minho manggut2 mengerti. donghae meletakkan tangannya di atas balkon. dia melemparkan pandangannya ke luar.

” apa yang akan kau lakukan?”

” entahlah. aku bingung.”

” kau terus2an bingung,” donghae menggeleng2. ” terkadang jawabannya ada lebih dekat dan lebih mudah dari yang kau pikirkan.”

minho menoleh, tidak mengerti. ” contohnya?”

donghae mengacak2 rambut minho. ” kau bodoh sih, dalam urusan beginian.”

” hyung juga.”

” ah. tidak, kalau urusannya berhubungan dengan hyeojin..ku.”

minho menepis tangan donghae, melotot. ” sejak kapan dia milikmu?”

” di pikiranku,” jawab donghae kalem,” dia adalah adikku.. dan juga.. kau, bisa menebak, lah.”

minho mendesis, menepuk dahinya. ” ergh. entah kenapa aku kesal.”

donghae tertegun.

tapi dia berusaha mengenyahkan pikirannya.

donghae menepuk bahu minho. ” aku pergi dulu. aku mau ketemu eunhyuk,” kata donghae, ” dahh.”

minho membungkuk. donghae mengangguk dan berjalan pergi. namun ketika baru berjalan beberapa langkah, donghae berhenti sejenak dan menoleh. ” minho-ah.”

minho menoleh dan mengangkat sebelah alisnya. ” hyung? kukira kau sudah pergi?”

” tidak. aku ingin.. mengatakan sesuatu.”

” apa?”

donghae tersenyum tipis. ” kau tetap dongsaeng kesayanganku.”

minho tertegun sejenak, lalu membalas senyuman donghae. ” hyung juga.”

donghae melambaikan tangan, kemudian ia berlalu.

—————————————————————————————————————

onew terdiam melihat layar ponselnya.

‘keberangkatanku besok malam, oppa.’

jari onew terasa kaku untuk membalas email hyuna.

besok?

onew menghela napas pelan-pelan, lalu berusaha membalas email hyuna.

‘ah. aku usahakan besok aku mengantarmu karena besok aku ada recording show.’

—————————————————————————————————————

-the day of hyuna’s departure-

mata hyuna mencari-cari sosok mrs.Jung. tangannya membawa koper dan segala macamnya. dia duduk kelelahan sambil menunggu mrs.Jung. dia merongoh sakunya dan menyadari kalau ponselnya ketinggalan di rumah.

oh well. berarti dia harus beli ponsel baru.

atau mungkin.. ibunya menyadari kalau ponselnya ketinggalan.

hah.

” hyuna-ssi?”

hyuna menoleh. mrs.Jung menyambutnya dengan koper di tangannya. ” ayo. sudah jam 3. keberangkatanmu jam setengah 5..”

hyuna terbelalak. “bukankah malam?!”

” dimajukan. ada beberapa hal, jadi dimajukan menjadi jam setengah 5.”

hyuna tidak bisa berkata apa2. padahal semalam dia bilang pada onew kalau keberangkatannya malam, dan sekarang dia tidak membawa ponsel.

ya Tuhan. apa boleh buat.

hyuna mengangguk. dia mengangkat tasnya, dan menuju ke bandara bersama mrs.Jung.

——————————————————————————————————————

han jihwa dan park seunghee melirik hyeojin. gadis itu bolak-balik menghela napas. mereka berdua sekarang sedang menuju ke rumah hyeojin dan hyeojin sendiri baru saja pulang sekolah. hari ini dia ingin istirahat selama dua jam, jadi dia memutuskan untuk mengundang jihwa dan seunghee main ke rumahnya.

tapi melihat rengutan wajah hyeojin, rasanya seunghee ingin menonjok wajah hyeojin. dia lebih suka melihat hyeojin tertawa.

” aku tahu kau masih sedih karena unnie mu, tapi..” seunghee mendesah, ” demi Tuhan, kim hyeojin. tersenyumlah.”

seunghee sudah tahu soal hyuna. hyeojin menceritakannya di sekolah kemarin.

tapi tetap saja.. rasanya seunghee ingin menggigit hyeojin agar dia berhenti mendesah.

jihwa memiringkan kepalanya. ” seunghee benar, hyeojin-ah. kurasa kau harus.. yah..”

” entahlah,” hyeojin mengangkat bahu. tangannya terulur dan mendorong pagar rumahnya. ” kita masuk dulu, ya.”

jihwa dan seunghee mengikuti hyeojin dari belakang. hyeojin membuka pintu rumahnya dan berkata,” umma.. aku pulang..” hyeojin berjalan menuju ruang keluarga. dia mendapati ibunya terburu-buru mengenakan cardigannya.

” umma mau kemana?”

ibunya mengancingkan cardigannya sambil menjawab, ” mengantarkan ponsel hyuna.”

mata hyeojin berputar lalu melepaskan tas punggung sekolahnya. ” baiklah aku saja. sigh, kenapa dia tidak bisa berhenti dari kebiasaan meninggalkan barang.. padahal aku sedang tidak ingin ke SME..”

tangan ibunya berhenti, lalu menatapnya heran. ” SME? bukankah ke bandara?”

hyeojin tertegun lalu menatap nyonya Kim.

” bandara?”

” kau masih belum berbaikan dengan hyuna? ah..” tanya nyonya Kim sembari memegangi kepalanya,” vertigoku kambuh. seharusnya aku tidak boleh ke bandara, hyeojin. namun aku harus mengantarkan ini.”

” memang hari ini?”

” ya. ah.. ya Tuhan vertigo membuatku tidak konsen.”

hyeojin terdiam. seunghee menghela napas dan berkata. ” biar aku saja yg mengantarkan ponsel hyuna unnie ke bandara.. keberangkatannya jam berapa?”

” setengah lima,” jawab nyonya Kim mendesah dan memberikan ponsel hyuna ke seunghee. jihwa melirik jam tangannya. ” sekarang baru jam 3 lewat.. masih bisa kalau kita ke bandara Incheon, paling kita tiba jam 4 kurang..”

lalu tiba2 ponsel berdering. seunghee kaget dan tanpa sadar membuka ponsel hyuna. ada email dari onew.

‘aku akan berusaha mengantarmu. jam berapa?’

lalu seunghee buru2 exit dari menu email, dan ia tertegun saat melihat wallpaper ponsel hyuna.

beberapa pikiran terlintas di benaknya.

” hyeojin..”

” hm?”

” kurasa.. kau lupa.. soal penyakit sister complex hyuna unnie..”

hyeojin menatapnya, heran. ” kenapa?”

jihwa ikut melihat wallpaper ponsel hyuna, dan alisnya terangkat, kaget.

” ah.. hyeojin ah..” jihwa refleks membuka suara, ” kau jangan marah padaku krn malam itu aku tidak sengaja menguping pembicaraanmu dengan hyuna, dan aku tahu segalanya sekarang. tapi.. hmm.. kurasa seunghee benar soal sister complex itu..”

” memangnya ada apa?”

” ini..” jihwa menunjuk ponsel hyuna. hyeojin mendekati mereka dengan perasaan bingung lalu melihat apa yg ditunjuk jihwa.

lalu matanya membulat, tertegun.

” sepertinya kakakmu masih mengidap sister complex amat parah, ya? bahkan walaupun sudah punya pacar dan bertengkar denganmu, dia tetap memasang fotomu…” gumam seunghee.

jihwa berkata,” mungkinkah dia juga mengorbankan sesuatu demi kamu, hyeojin-ah?”

hyeojin terpaku, bingung. nyonya kim menghela napas. ” hyeojin-ah. kakakmu itu sangat menyayangimu. bahkan kebiasaannya menanyakan kabarmu di telpon kalau dia sedang sibuk latihan, masih tetap berjalan. bahkan ketika dia pergi barusan pun, dia berpesan agar aku tidak lupa mengingatkanmu istirahat karena kau skrg jd manajer sementara SHINee..” ucap nyonya Kim,” aku juga ingin sekali mengantarnya tapi hyuna melarangku, tahu vertigoku makin parah belakangan ini..”

Hyeojin menatap ibunya, tidak percaya. Penjelasan2 itu seperti asing, dan tiba2 familiar di hatinya.

kemudian dia teringat kalimat Hyuna semalam.

” ada beberapa hal yg ternyata kau belum pahami atau kau lupa, dariku, untukmu. bagaimana kita sebagai seorang kakak-adik.”

hyeojin tersentak.

lalu dia mengangkat kepalanya dan menyambar ponsel itu dari tangan seunghee. dia berlari keluar, tanpa berkata apa2, meninggalkan Jihwa dan Seunghee.

Seunghee menarik napas. ” tampaknya dia sudah mengerti.”

Jihwa mengangguk. ” ya.”

Seunghee melirik Jihwa. ” haruskah kita susul?”

” tentu saja.”

————————————————————————————————————————————————————-

Hyeojin berlari tergesa-gesa membawa dua ponsel di tangannya. dia mencari2 taksi, dan beberapa detik kemudian seseorang menelponnya, di layar ponselnya tertulis Lee Donghae Oppa.

” hyeojin-ah! aku barusan diberitahu oleh staff, Hyuna sekarang sedang menuju bandara!”

” aku tahu,” hyeojin menjawab dengan napas tersenggal2. ” aku sekarang sedang menuju ke sana.”

” aku, eunhyuk, kyuhyun, teukkie hyung, dan heechul hyung sedang menuju kesana. hanya kami member yg memiliki waktu sekarang,” kata donghae, ” sampai bertemu disana, oke? kutunggu kau!”

” ya!” dan klik. percakapan pun terputus. hyeojin menggumam tidak jelas dan memasukkan ponselnya ke dalam saku.

” hyeojin!!”

hyeojin menoleh. Jihwa dan Seunghee mengejarnya. ” tunggu! kami ikut!”

hyeojin mengangguk dan mengacungkan jempolnya. lalu ia melihat taksi berlalu di depannya. dia mengejar taksi itu dan menyetop.

” unnie! seunghee-ah, ayo masuk!” seru hyeojin. mereka bertiga pun masuk ke dalam taksi. hyeojin merasa paru2nya kembang kempis tidak karuan, begitu pula jihwa dan seunghee. dia mengusap keringat di pelipisnya dengan lengan bajunya.

” he.. hei, kim hyeojin,”panggil seunghee susah payah, napasnya habis,” kau.. sudah memberi tahu minho?”

” ah, ya.” hyeojin mengambil ponselnya dan menyerahkan ke seunghee. ” tolong kau tulis email dan forward juga ke Jinki oppa! dia tidak tahu kalau unnie berangkat sekarang!”

” kau yakin minho juga diberitahu?”

hyeojin mengangguk. matanya menjadi serius. ” jebal. setidaknya biarkan aku berbuat baik. aku akan berusaha menguatkan hatiku, apapun yg akan dikatakan minho. lagipula, hyuna unnie sudah bersama Jinki oppa, kan?”

seunghee menghela napas. ” baiklah..” jemarinya mulai mengetik email. hyeojin berusaha mengatur napas dan melempar pandangannya ke luar jendela taksi.

unnie..

————————————————————————————-

minho mengambil handuk yg disodorkan oleh Taemin. Key mengambil air minum, ditemani Jonghyun. mereka baru saja menyelesaikan recording star king. onew sedang berada di acara lain. kini taemin dan minho keluar dari gedung SBS sejenak untuk menghirup udara segar.

” capek?” tanya Taemin. minho hanya menjawab dengan senyum. taemin mengetuk2an jarinya.

kemudian sepasang kekasih yg sedang bertengkar lewat di depan mereka. taemin dan minho buru2 memasang penyamaran mereka dgn mengenakan topi lalu menunduk.

” kenapa mengejarku?!” perempuan itu berteriak pd pasangannya. ” hentikan! kita kan sudah putus!”

” tidak.. aku..”

oh, batin minho, mereka putus, ya.

” aku sudah mengorbankan banyak hal demi dirimu dan kau menyianyiakannya! sudahlah! cukup, pergi kau!”

” aku.. sebentar, tunggu dulu! aku ingin bicara!” lelaki itu memohon2 pada si perempuan agar menghentikan langkahnya. namun pada akhirnya mereka malah bertengkar di jalanan. kejadian seperti ini sering sekali dilihat minho, entah itu realita atau syuting drama.

taemin tiba2 menggeleng2. ” aku heran, hyung.”

” kenapa?” tanya minho. taemin menunjuk kedua org itu. ” terkadang sebuah hubungan yang diakhiri, bisa berujung masalah, padahal bisa simple kan?”

minho mengerutkan dahinya, bingung. ” aku tidak mengerti.”

” bukankah jodoh itu pasti datang? bukannya aku mengatakan tidak boleh berusaha, tapi, kalau misal ada akhir, ikuti kata hati, ingin mengejar atau tidak. tapi apapun itu,” kata taemin, ” bukankah kita sempat bahagia.. karena org itu?”

minho tertegun.

‘terkadang jawabannya ada lebih dekat dan lebih mudah dari yang kau pikirkan.’

donghae mengatakan hal itu barusan.

dan taemin menjawabnya.

ah.

ternyata itu.

minho mengerti sekarang.

tidak lama kemudian ponselnya bergetar, pertanda email masuk. minho membuka dan membaca isi emailnya.

dari hyeojin.

minho tertegun membacanya.

‘oppa. sekarang unnie sudah di bandara hendak ke Amerika. aku sedang menyusulnya.’

minho langsung berdiri dan berlari. taemin terkejut dan berteriak, ” h.. hyung! kau mau kemana?!”

” hyuna sekarang di bandara! kau urus ya sama PD-nim ya, aku pergi duluan! bilang saudaraku ada yang sakit parah dan aku harus ke sana dalam sepuluh menit!” seru minho. taemin mengerjap2kan matanya bingung. alasan paling tidak masuk akal.

” HYUNG! ~”

———————————————————————————————————

Onew sedang mempelajari script yang disodorkan oleh staff barusan. Matanya yang sipit tambah sipit lagi.

hah. script ini panjang sekali, keluh onew.

dia berkali2 memerhatikan ponselnya dan bertanya2 kenapa hyuna tidak membalas emailnya. ia ingin sekali menelpon, tp dia dikelilingi banyak orang begini membuatnya mengurungkan niat.

maka ia memutuskan untuk, sekali lagi, mempelajari script.

beberapa menit kemudian ponselnya bergetar. dia sempat girang sesaat – namun dia heran mengapa tertera nama hyeojin, bukan hyuna. ada apa hyeojin menghubungiku? batin onew, bertanya2. mungkinkah ada sangkut pautnya ttg pekerjaannya sebagai manajer sementara? onew sempat mengira hal itu.

tapi keceriaan di wajahnya hilang seketika saat membaca email dari hyeojin.

‘oppa. sekarang unnie sudah di bandara hendak ke Amerika. aku sedang menyusulnya.’

onew menggertakkan giginya. kim hyuna! gadis itu.. onew tidak percaya. bukankah seharusnya malam?!

onew melihat jam dinding. ah. setengah 4. bisa tidak ya dia merayu staff untuk memberinya keringanan?

onew menggigit bibirnya.

apapun itu.

————————————————————————————————————-

hyeojin menonjok tiang bandara dengan kesal.

” ORANG ITU DIMANA SIH?!”

jihwa merasa sesak karena dari tadi mereka berlari2. dia melihat jam tangannya. ” hyeojin-ah. sudah jam empat lewat tujuh menit. kita harus buru-buru.”

” bagaimana kalau berpencar?” usul seunghee. hyeojin mengangguk. ” itu ide bagus,” balasnya. kemudian mereka bertiga berpencar.

hyeojin merasa kepalanya penat. hari ini entah mengapa di matanya banyak sekali orang di bandara Incheon. dia merutuki dirinya sendiri karena tidak membawa minum ataupun sapu tangan untuk menghapus keringatnya.

ketika dia menggerutu, dia menabrak seseorang yang sepertinya sedang tergesa-gesa juga. hyeojin meringis. ” maaf.”

” aku juga..”

hyeojin terbelalak mendengar suara berat itu dan mengangkat kepala. tubuh menjulang orang itu. suara beratnya.

” minho oppa?!”

di depannya, minho sedang mengenakan hoddie, menutupi rambutnya dan dia juga mengenakan kacamata.

” hyeojin-ah?!” napas minho tersenggal2, ” kau.. kau di sini?”

” tentu saja. yang memberi tahu kan aku,” ucap hyeojin, ” sudahlah. ayo kita bersama-sama mencari hyuna!”

minho mengangguk setuju dan mereka berlari lagi. mata mereka mencari sosok hyuna. hyeojin merasa kesal dan menyalahkan dirinya sendiri.

andai dia mengerti dari awal.

andai dia menyadarinya.

hyeojin merasa dia bisa terjun sekarang.

beberapa saat kemudian ponselnya berbunyi. hyeojin mengangkat telepon, dan terdengar suara jihwa di seberang. ” hyeojin-ah! kau dimana?”

” aku.. di pintu selatan. ya, kenapa?”

” bagus! aku tadi membaca lorong2 untuk masing2 tujuan. kalau untuk amerika, ada tidak jauh dari pintu selatan. aku sedang di tenggara, seunghee di timur. kau kesana, cepat! kami menyusulmu!”

minho menatap hyeojin khawatir. ” hyeojin-ah? kenapa?”

” ah? hyeojin? itu siapa?” tanya jihwa.

” minho oppa, aku bertemu dengannya. baiklah aku akan ke sana. gomawo, unnie!” hyeojin menutup ponselnya. dia melirik minho dan berkata, ” dari jihwa unnie. katanya hyuna unnie tidak jauh dari kita. ayo!”

minho berusaha menangkap maksud hyeojin, dan ketika dia sudah mengerti, dia mengikuti hyeojin yang sudah berlari lebih dulu.

untung, tidak ada yang menyadari keberadaan SHINee’s Choi Minho disini.

————————————————————————————————————-

hyuna meremas sapu tangannya, mulai merasa bosan. mrs.Jung sekarang sedang ke toilet sejak tiga puluh menit yang lalu, dan belum kembali. hyuna bertaruh dia tersesat. bandara Incheon, bagaimanapun caranya, susah untuk dihapal.. bagi hyuna sendiri. hyuna akhirnya memutuskan untuk tetap tenang daripada nekat mencari mrs.Jung. kalau.. KALAU SAJA, ada ponsel, pastilah dia sudah mencari mrs.Jung sekarang.

ohya.

omong2 soal ponsel.

bagaimana keadaan onew, hyeojin, minho, dan yang lainnya, ya?

harusnya dia bisa mengabari onew juga, kan, soal keberangkatannya yang dipercepat?

ah. sialan. hyuna merutuki sifatnya yang ceroboh.

hyuna mendesah, berharap seandainya dia berbaikan dengan hyeojin, minho bisa mengerti, dan onew berada di sini.

hyuna mulai merindukan mereka.

” hyuna unnie!”

tuh. rasanya dia mendengar hyeojin memanggilnya.

halusinasi, halusinasi.

pasti karena terlalu kangen.

” KIM HYUNAAAAA!!”

hyuna terperanjat dan menoleh ke asal suara.

dia yakin bandara bukanlah salah satu tempat yg sering terjadi fatamorgana.

tapi rasanya, dugaan itu bisa saja mungkin.

karena dia melihat hyeojin dan minho sedang menghampirinya.

” unnie!”

hyuna terbelalak, kaget.

dugaan itu terpatahkan.

—————————————————————————————————————-

perasaan hyeojin kesal bercampur bahagia.

dia melihat unnienya, sedang berdiri, bingung di depannya.

” hy..hyeojin-ah? kenapa kau disini..”

hyeojin berdecak, tidak menyangka unnienya sebodoh ini. ” tentu saja! unnie yang jahat, kenapa tidak memberi tahuku.”

hyuna nampak lost untuk beberapa detik, lalu menghela napas, tersenyum pedih. ” kupikir kau tidak ingin bertemu denganku.”

” nyaris, kalau aku tidak melihat wallpaper ponselmu,” jawab hyeojin sambil menyerahkan ponsel hyuna. gadis itu tertawa pelan. ” jadi kau sudah mengerti?”

hyeojin mengangguk. ” ya.”

” tentang apa, kalau aku boleh tahu?”

tidak lama kemudian minho tiba di belakang hyeojin. hanya berjarak lima ubin dari tempat mereka berdiri. hyuna tersenyum tipis menyapa minho, lalu tatapannya beralih lagi ke hyeojin.

hyeojin berpikir sejenak lalu membalas tatapan hyuna dalam-dalam.

” unnie.”

” hm?”

” penyakit sister complexmu tidak berubah, ya.”

hyuna tersenyum tipis. hyeojin merasa hatinya bergetar.

tanpa sadar air mata menggenang di pelupuknya.

hyuna kini tersenyum lebar. ” kau tahu, itulah kebodohan seorang kakak.”

kemudian hyuna merentangkan tangannya, membuat hyeojin berlari memeluknya, dengan air mata yang berderai.

” u.. unnie.. kenapa kau berbuat begini.. demi aku..” bisik hyeojin sesenggukan. hyuna membelai rambut hyeojin dengan lembut. ” unnie kan menyukai minho oppa..”

” tapi tidak seberapa besar dibandingkan rasa sayangku padamu,” bisik hyuna,” aku terus memerhatikanmu. aku tahu kau menyukai minho lebih dari aku menyukainya, dan aku menyayangimu lebih dari apapun.”

” tapi kan.. minho oppa..”

” dia pasti mengerti. lagipula dia tidak benar2 mencintaiku, kok. dia hanya tertarik saja,” jawab hyuna sambil mengedipkan matanya. hyeojin menatapnya bingung dengan mata yang basah. hyuna mengusap air mata hyeojin dan berkata, ” kau mungkin sahabat minho, tapi terkadang aku bisa mengetahui beberapa tentangnya yang kau tidak mengerti, dan tentangmu juga.”

” apa itu?”

” hm? aku seorang kakak – kau bisa mengerti nanti, ini perkataan unniemu, ya,” ucap hyuna jenaka, lalu dia memeluk hyeojin lagi.

” syukurlah kalau kau mengerti, hyeojin,” bisik hyuna,” kau tahu, aku sangat sedih karena aku tidak bisa dekat denganmu untuk beberapa waktu. tidak bisa bermain bersamamu. kurasa lebih buruk saat aku putus dengan minho.. tapi semua ini karenamu. aku tidak menyesal. minho juga pasti, suatu saat nanti, menyadari segalanya..”

hyeojin tidak menjawab apa-apa selain memeluk hyuna. air matanya yang tadi terjatuh deras perlahan berhenti. hyuna melepaskan pelukannya, lalu mendekati minho yang sedari tadi diam melihat mereka berdua.

” minho-oppa..” panggil hyuna, lembut. ” kau disini juga?”

” .. ya..”

” untuk apa?”

minho terdiam sejenak. tampaknya dia sedang berusaha menyusun kata-kata.

” hmm.. aku.. hanya..” minho gelisah, lalu dia menguatkan hatinya dan memandang hyuna dalam2. hyuna agak kaget melihat keteguhan minho yang datang tiba2. dia bisa merasakannya meskipun mata minho tertutupi oleh penyamarannya. hyuna bertanya2 apa yang hendak minho katakan..

” .. gomawo.”

hyuna tersentak. matanya mengerjap2. minho menarik napas. ” ya. gomawo. terima kasih.”

” untuk apa..?” hyuna bertanya hati-hati.

dan anehnya, minho menjawab dengan senyuman.

” untuk segalanya. terima kasih. kau bisa mengerti apa maksudku, kim hyuna.”

hyuna memandang minho untuk beberapa detik, lalu tersenyum sembari mengangkat bahu. ” yah..” hyuna memiringkan kepala dan berkata dengan lembut,” sama-sama.”

minho tersenyum tipis. hyuna berjalan mendekati minho dan membisikkan sesuatu. mata minho membulat, heran bercampur bingung.

” nanti kau juga bisa mencerna maksudku,” tawa hyuna.

lalu dari kejauhan, dia mendengar mrs.Jung memanggilnya. hyuna berkedip beberapa kali, lalu mengambil tasnya. ” ah. aku dipanggil.” hyuna menghela napas, dan tidak lama kemudian, donghae, eunhyuk, heechul, kyuhyun, leeteuk dengan penyamaran mereka, serta seunghee, dan jihwa, mereka datang datang. hyuna melemparkan senyuman ke arah mereka. ” ah, kalian. terima kasih sudah mengantarku,” ucap hyuna.

” ah.. tidak.. hyuna-ah juga hati2 ya di Amerika,” pesan leeteuk agak kaku karena merasa sedih dengan perpisahan. hyuna mengangguk, lalu senyumnya berganti dengan senyum yang agak sedih.

” sampai nanti.”

hyuna berjalan beberapa langkah. hyeojin menatap punggung hyuna. seunghee menyenggol siku hyeojin.

” tidak mengatakan sesuatu lagi?”

hyeojin menyadari maksud seunghee, menganggu kuat-kuat. dia pun berteriak.

” UNNIE!”

langkah hyuna terhenti. hyeojin menarik napas dalam2, berteriak lagi,

” SARANGHAE!”

hyuna membalikkan tubuhnya pelan-pelan.

kemudian hyeojin melihat sesuatu, yang lama tidak ia jumpai.

senyum manis yang tersungging di bibir hyuna.

——————————————————————————————————————-

hyuna menghela napas. dia sudah memasuki ruangan selanjutnya, dan lima menit lagi dia akan menuju pesawat.

hyuna melirik jam tangannya.

masih ada seorang lagi.

tanpa di sadar2, dia menunggu orang itu.

haha, batin hati kecilnya, sejak kapan keberadaan orang itu jadi.. mendapatkan tempat khusus di dalam pikiranku?

tentu saja.

semua berawal dari situ,

keduanya berhadap2an, dan orang itu memegang scriptnya.

seperti sekarang.

hyuna tertawa kecil dalam hati. ini bukan fatamorgana. aku tidak akan tertipu.

” maaf ya, aku telat..”

” tidak apa2,” ucap hyuna, ” setidaknya aku belum berangkat. kau membawa scriptmu lagi? tidak kau ditinggalkan di tempat syuting?”

” hehe. kebawa. lagipula kau harus berterima kasih padaku karena aku bisa memohon pada staff untuk memberiku waktu sejam. kubilang aku ketinggalan sesuatu yang amat penting.”

” jadi apa aku ini ‘barang’?”

” tidak. kita kan pacaran, setidaknya dalam sandiwara.”

hyuna tertawa lagi. orang dihadapannya juga menyamar dengan sempurna. topi kupluk tebal dan kacamata bulat hitam yg besar membuat orang tidak akan memerhatikannya.

siapa sangka kalau orang nerd ini adalah SHINee’s Onew?

” ponselku ketinggalan, maaf aku tidak memberi tahu kalau keberangkatanku dimajukan,” kata hyuna.

” sudahlah, tidak apa-apa. setidaknya aku disini, di depanmu, bisa mengantarkan kepergianmu.”

” ah. karena kau ‘pacar’ku?”

” .. lupakan soal nada yang ditekankan pada kata ‘pacar’. setidaknya biarkan aku bertindak keren, supaya di Amerika kau bisa mengingatku, dan apa yang telah kita lalui,” ucap onew menyeringai,” jadi bagaimana? kau bertemu dengan hyeojin dan minho?”

hyuna mengangguk, senang. ” ya. bahkan aku sudah mengisyaratkan ‘itu’ pada mereka.”

” tentang takdir? perasaan?”

” keduanya,” jawab hyuna. onew memperhatikan wajah hyuna sejenak, dan berkata, ” sepertinya kau sudah.. berbaikan dengan mereka, ya.”

hyuna mengangguk, sekali lagi, kini dengan raut kebahagiaan.

” apa yang kau sampaikan pada mereka?” tanya onew.

” yah.. pada hyeojin, aku hanya mengatakan kalau.. aku menyadari apa yang tidak ia sadari tentang minho.”

” lalu pada minho?”

hyuna tersenyum.

‘kau sudah menemukan orang yang tepat.’

” hm.. aku hanya mengatakan.. dia sudah benar,” jawab hyuna. onew mengangguk2, curiga. ” pasti ada lagi.”

” yah..” hyuna tersenyum culas,” seandainya minho mengerti. ketika dia berpacaran denganku, yang dia bicarakan di depanku malah terus2an tentang hal yang sama.”

” ah, ya. tinggal menunggu kebersamaan yang baru, ya?”

” yang sudah tertanam sejak lama. tunggu saja ketika pihak2 itu sadar.”

kemudian sebuah suara memanggil para penumpang yang akan berangkat ke amerika, untuk memeriksa tiket dan masuk ke pesawat.

” sudah waktunya,” hyuna menarik napas, dan tersenyum tulus,” terima kasih sudah mengantarkanku.. sayang. haha.”

” ah, hyuna,” balas onew,” aku sangat menikmati peranku, dan.. aku senang.”

hyuna mengangguk. ” iya. aku juga.”

” omong2, bagaimana wallpapermu? masih yang sama?”

” tentu saja,” tawa hyuna.

‘ketika itu aku memanggil hyeojin.’

‘dan anak itu menoleh dengan senyumnya yang lebar.’

” foto hyeojin yang sedang tersenyum, ya.. seharusnya kau bisa memasang fotoku,” canda onew.

hyuna memanyunkan bibir. ” mungkin.. nanti,” katanya penuh isyarat. onew tertegun sejenak, dan mengangguk puas.

hyuna melambaikan tangan. onew pun membalasnya dengan satu ciuman pelan di kepala hyuna. gadis itu nampak bingung, dan hanya menggeleng2, dasar jinki oppa.

mereka berdua saling bertatapan, lalu onew membuka mulutnya, dan berkata,

” sampai nanti.”

hyuna tahu, itu bukan perpisahan.

onew datang, mengatakan ‘sampai nanti’, dan itu berarti,

mereka akan bertemu lagi.

——————————————————————————————————————

dari mobil, hyeojin, minho, seunghee, jihwa, donghae, dan yang lainnya memperhatikan satu pesawat yang terbang di atas mereka.

” apakah itu pesawat hyuna unnie?” tanya hyeojin.

” entahlah, siapa tahu? mungkin iya,” jawab donghae. dia melirik hyeojin. dia menyadari di dalam mata hyeojin, ada yang berubah.

” kau sudah baikan dengan hyuna?” tanya donghae. hyeojin menjawabnya dengan senyum yang cerah. donghae mengacak2 rambut hyeojin. ” kau nanti cerita padaku, yaa~~”

” aaaah iya, iya! berhenti mengacak2 rambutku!” seru hyeojin. donghae terkekeh. hyeojin menatap lagi ke langit.

dia merasa barusan itu pesawat yang ditumpangi hyuna.

” pasti itu, ya,” bisik minho yang duduk di sampingnya. hyeojin mengangguk.

keduanya telah menyelesaikan apa yang mengganjal di hatinya.

minho mendesah. dia masih kepikiran bisikan hyuna barusan.

apa maksudnya, aku telah menemukan orang yang tepat?

minho berdecak, tidak mengerti. betapapun dia berusaha berpikir.

tetap saja, buntuh.

ah, kim hyuna, gumamnya, terkadang kau susah dimengerti.

minho hanya memandangi langit bersama hyeojin.

…. dan mereka tidak mengetahui, cerita mereka semua yang sesungguhnya, baru akan dimulai.

by: Ah Ra

cr: my tumblr: http://flamesmefanfic.tumblr.com

Comments on: "because i really love you – part 12" (22)

  1. onnie
    mash lama ya?

    G sbr pngn tau
    lanjutanx,
    jangan buat hae oppa jadi jahat ya?
    Hwahwahwa

    pkqx minho hyejin,
    wkwkwk

    • iyaa masi lama hehe :))
      ngga ko, aku ga buat dia jadi jahat😉
      ditunggu yaa~~😀

  2. Hwang sung-Ra said:

    Critany bru dmulai saat chapter yg k 12 atw lbh tpatny chapter slnjtny???

    Keren euy critany~🙂
    so sweet! >,<
    hyeojin bkal dgn minho atw donghae y~?
    yg dukung hyeojin dgn minho 'Tunjuk tangan'!
    Yg dukung hyeojin dgn donghae 'tunjuk jari'!
    Yg dukung aq dgn key 'tunjuk kaki'!hehehe
    lanjut!gag ush lma2~

  3. hanhekyo said:

    part ke-12 ini… sukses bikin aku nangis. haha🙂

    cepet update yaa onn!

    • wahh sampe nangis segala.. hehe, makasih ya & dukung ffnya terus❤ okeee sebisaku aku rush deh buru2 update hihi.

  4. kereeeeeen ><
    pengen nangisss, dan tersenyum :')

  5. hyunrikim said:

    ayo onn lanjutkan~
    tapi aku setujunya hyeojin sama donghae*digetok minho* ^^

    ditunggu yaa part 13 nya….

  6. kimhyunna said:

    wah .. onnie ^^
    keren .. udah kluar part baru nya ..😀
    di tunggu lanjutanya ya onnie ^^ hehe

  7. onnieeeeeeeee gamau tau pokoknya lanjuuuuut ! *maksa banget :p

    hwaiting onnie ! xD

    • makasih yaaa hehe iya nih bsk aku sekolah jd mumet gmn lanjutinnya.. tp kalo ada waktu ps aku tulis dehh❤

  8. aku sih maunya hyeojin sama donghae,tapi kayanya kaga deh -___-
    *listless* huaaaaa

  9. rae byung said:

    ini nadila yang nulis yah?hehe bagus nad🙂 ditunggu lanjuttannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: