more fantasy about k-pop

Fake Anti – part1 –

*Prolog

Hei, kau pernah merasakan hidup sendirian? Orangtuamu sudah pergi untuk selamanya, dan kakakmu satu-satunya pergi meninggalkanmu untuk mengejar impiannya, apa yang akan kau lakukan? Bagaimana ketika kau akhirnya bisa melihat lagi kakakmu, ia berada di tempat yang jauh… yang tak bisa diraih… dan tak pernah sekalipun mengunjungimu lagi? Apakah kau masih bisa menangis dengan tenang? Kau tak punya siapapun untuk bersandar dan bergantung, kau hanya sendirian. Hei, apa kau tahu rasanya?

*The story begins
Kyung Mi terus memandangi layar handphone-nya. Meski samar, ia berharap saudaranya itu akan menelponnya. Gadis berkulit putih itu merebahkan badannya di sofa ruang TV. Ia memejamkan matanya, berusaha tenang.
“Nunggu telpon Ji Yong lagi, Mi?” tanya Hye Su, teman satu apartemen Kyung Mi. Meski ia tidak menjawab, Hye Su tahu pasti jawaban Kyung Mi. “Kukira kamu membencinya…”
Kyung Mi bangkit dan melemparkan bantal duduk ke Hye Su. “Aku emang benci kok! Aku nggak menyukainya sama sekali.”
“Lalu kenapa tiap hari kamu resah menunggu telponnya? Itu namanya rindu, kangen~”
“AAH!” teriak Kyung Mi. Marah. “Jangan bahas itu lagi, unnie! Ngapain juga aku nunggu telpon dia… dia itu kejam… dia nggak peduli sama aku…” Kyung Mi menunduk.
Hye Su menghampirinya dan menyentuh pundaknya. “Mianhae, dongsaeng~ jangan murung gitu dong.”
Kyung Mi tidak berkata apa-apa lagi. Ia bangkit dan menuju kamarnya lunglai.
“Kamu mau tidur? Makan siang dulu, lah~” panggil Hye Su.

Beberapa menit kemudian, Kyung Mi keluar kamar dengan baju rapi. Hye Su memandangnya heran.
“Kamu mau ke mana?”
“Aku mau keluar sebentar, aku kembali satu jam lagi,” jawab Kyung Mi sembari mengambil jaketnya yang tergeletak begitu saja di kursi meja makan. “Nanti aku makan di luar, jadi unnie makan sendiri aja.”
“Aigo… aku udah capek-capek masak gini!”
Kyung Mi tidak memperdulikan Hye Su lagi dan melangkah keluar apartemen. Hye Su hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan dongsaeng-nya.

Matahari cukup terik namun angin berembus lembut. Orang-orang berjalan lalu lalang dengan urusan masing-masing dan tentu saja tidak ada yang memperhatikan Kyung Mi. Kyung Mi melangkahkan kakinya tak tentu arah, ia hanya bosan saja berada di rumah karena terus terbayang saudaranya, Kwon Ji Yong yang saat ini sudah tenar dengan nama G-Dragon. Namun, pergi keluar rumah tak jua menghapus keresahannya. Ia terus memandangi layar handphone-nya, berharap suatu saat nama Ji Yong akan muncul.
Kyung Mi membeli minuman kaleng dan meminumnya sambil duduk di pinggir jalan. Ia hanya menikmati waktunya, hingga orang-orang terlihat ramai. Karena penasaran, Kyung Mi mengikuti arus dan mendapati U-Kiss—Alexander, Ki Bum, Eli, Kevin, Ki Seop, Soo Hyun dan Dong Ho berada di sana. Kyung Mi meremas tangannya. Kesal. Ia tidak mau mendekat, hanya berdiam diri di sisi jalan.
Tiba-tiba saja U-Kiss berjalan ke arahnya, berusaha melarikan diri dari kerumunan. Kyung Mi memperhatikan keadaan di sekelilingnya dan ketika jarak telah cukup dekat, ia menarik tangan Kevin begitu saja, menariknya ke dalam sebuah toko terdekat. Kevin berteriak kaget dan berusaha melepaskan diri, namun Kyung Mi bukanlah gadis lemah. Ia cukup kuat untuk menarik paksa cowok yang 3 tahun lebih tua darinya. Dan karena terpaksa, member U-Kiss yang lain juga mengikuti dan masuk ke toko tersebut.
“Hey, Kyung Mi… haaa?” Eun Kyung, teman Kyung Mi yang bekerja sambilan di toko aksesoris tersebut, melongo melihat Kyung Mi yang masuk membawa U-Kiss.
“Hai! Aku numpang nyembunyiin orang, ya, unnie,” sambar Kyung Mi cepat sambil mendorong U-Kiss ke gudang yang terletak di belakang toko.
“Ya, ya, ya… bos sedang keluar kok. Tapi kau harus jelaskan padaku!” teriak Eun Kyung. Kemudian ia terdiam ketika melihat ke luar kaca etalase. Banyak orang berkerumun. “Ah, kurasa aku ngerti~”

Kyung Mi kembali ke toko sendirian. “Fuuuh, susah juga menarik paksa orang. Dia berontak, sih.”
“Yaaah, mana mungkin nggak berontak…” sungut Eun Kyung. “Kamu itu kalau narik orang keterlaluan, sih! Udah gitu mendadak… lagipula mereka kan entertainer, mana mau ditarik-tarik paksa gitu.”
“Lah, aku kan ngebantuin mereka, unnie!”
“Ne, arasseo~ nggak usah dijelasin lagi, aku ngerti kok,” Eun Kyung tersenyum. “Lalu? Ada telpon dari Ji Yong?”
Kyung Mi menghela nafas. “Mana mungkin ada! Udahlah, aku udah capek sama dia.”
“Meski kamu berusaha membencinya dan semua entertainer lain, tetap saja kamu ngebantuin mereka… hmm~” sindir Eun Kyung.
“Heh, unnie~ aku ini orang baik, yaaa,” sahut Kyung Mi.
Seseorang masuk toko. “Permisi…”
“Ne~!” sahut Eun Kyung cepat. “Aku ngurus pembeli dulu, ya. Kamu ke gudang, gih, jelasin ke mereka… kayaknya mereka takut tuh,” bisik Eun Kyung yang segera menghampiri pembeli.

Kyung Mi membuka pintu gudang perlahan. “Sillyehamnida…”
“…ne,” jawab Xander.
“Hmm~ kurasa kalian lebih baik diam di sini dulu,” saran Kyung Mi. “Kenapa kalian bisa ada di sana? Mana manajer kalian?”
“Yah, itu sulit dijelaskan…” jawab Xander simpel. “Ngomong-ngomong, kamu siapa? Makasih banget, lho.”
“…gimana kalau aku minta imbalan?” tanya Kyung Mi iseng dengan wajah serius. Tangannya tersilang di depan dada.
U-Kiss tampak kaget. Mereka mulai berpikir untuk tidak mempercayai bantuan siapapun lagi.
“Hahaha, tenang saja. Aku ini orang baik, kok,” ujar Kyung Mi lagi, memecahkan ketegangan. “Aku Kwon Kyung Mi, 15 tahun~ aku Cuma kebetulan lewat dan melihat kalian. Sepertinya kalian sedang dalam kesulitan jadi kutarik saja kalian. Maaf, ya.”
“Nggak apa-apa kok, tapi kamu kuat juga ya!” Kevin mencoba ramah.
“Gimana rasanya ditarik?” bisik Dong Ho pelan pada Kevin, namun Kyung Mi mendengarnya.
“Mau kutarik, Dong Ho-sshi?” Kyung Mi menawarkan diri dengan wajah menyeramkan dan membuat Dong Ho reflek menggeleng takut.
Perhatian mereka untuk sementara terpecah pada ringtone handphone Kyung Mi, lagu milik G-Dragon berjudul “A Boy”.
“Wah… kamu penggemar G-Dragon, ya?” tanya Ki Bum yang juga bermaksud ramah. Namun pertanyaan tersebut salah alamat, dan memancing tatapan dingin dari Kyung Mi.

Kyung Mi beranjak keluar gudang dan terdiam sebentar. Ia bingung harus menerima atau membiarkan saja telpon dari Ji Yong itu. Detik demi detik terus berjalan dan akhirnya Kyung Mi menerima telpon tersebut. Didekatkannya handphone Samsung Star itu ke telinganya.
“Annyeonghaseyo…?” Kyung Mi memulai pembicaraan dengan suara pelan.
“Kyung Mi-ah! Oraemanieyo! I miss you~~~!”
Kyung Mi menjauhkan handphone-nya, namun suara Ji Yong yang keras tetap terdengar. Setelah beberapa saat, ia mendekatkan handphone-nya lagi. “Jangan teriak-teriak begitu! Kamu kemana saja selama ini? Pake acara bilang ‘I miss you’ segala… jangan asal ngomong deh!”
“Aduh, dongsaeng… mianhae… aku nggak bermaksud begitu,” suara Ji Yong terdengar agak lirih. “Aku bener-bener kange, nih. Jangan kasar begitu dong. Jal jinaesseoyo?”
Kyung Mi terdiam sebentar. Ia merasa kesal dan sakit. “…kalau kamu kangen, kenapa baru sekarang menelpon? Kamu nggak peduli lagi sama adikmu ini? Kamu lebih peduli dengan karirmu? Iya? Begitu?”
Ji Yong tidak kaget mendengar perkataan dongsaeng-nya. Ia sadar bahwa Kyung Mi tidak terlalu menyukainya. “Bukan begitu…” Namun, ia hanya bisa berkata seperti itu. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena itu hanya akan membuat Kyung Mi semakin membencinya.
“Kamu lebih sayang dengan karirmu itu! Kamu nggak peduli denganku! Sudah sekian tahun kamu meninggalkanku… kamu nggak tahu kan, hidup sendiri itu menyakitkan?”
“Aku ngerti, dongsaeng… kumohon, jangan bikin aku tambah sedih. Aku peduli… aku sangat peduli padamu, Kyung Mi… aku juga mau pulang setiap hari dan menemanimu, tapi aku nggak bisa…”
“Karena kamu lebih sayang karirmu?” potong Kyung Mi, terus mengulang kalimat yang sama. Air matanya meleleh. “Karena kamu lebih sayang dengan dunia entertainment yang membesarkan namamu itu? Aku nggak mau ketemu ‘G-Dragon’, aku mau ketemu kakakku ‘Ji Yong’!!!”
Tanpa sadar Kyung Mi berteriak, dan membuat U-Kiss mendengar perkataannya. Setidaknya, mereka tahu bahwa Kyung Mi adalah adik G-Dragon.
“Kyung Mi-ah! Bukan… itu…” Ji Yong berusaha membela dirinya, namun ia tak bisa. Setiap perkataannya dipotong oleh Kyung Mi.
“Aku muak! Aku nggak mau tahu lagi! Aku nggak akan mengakuimu sampai kamu pulang ke rumah!” Tanpa ba-bi-bu Kyung Mi memutus telponnya, membuat Ji Yong sangat menyesal karena gagal ber-chitchat ria dengan adiknya untuk sekian kalinya.

To Be Continued~

by: Sylvi Febriana

Comments on: "Fake Anti – part1 –" (5)

  1. Carolyne said:

    whoooa… kereeen eomma !! ^_^ ~~~~> ayo kirim ke email gue…

  2. Lol ~ kalo castnya U-Kiss bakalan smangat deh bacanya ;p lanjuuut

  3. KyungMi said:

    @Carolyne: aaa~ >.<
    @yulianese: thanks~~~ ^^ *speechless, hehehe*

  4. buruan post part 2,ok?!

  5. omo!!! bagus gini …. aku suka ama GD,n UKISS nya kekekeke~~~ si author tau aja favorite aku hehehehe … lanjut ya part 2 nya okeh?? …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: