more fantasy about k-pop

Key mendesah dan melirik jam tangannya. sudah setengah jam. di sampingnya, kim hyeojin sedang tertidur dan meletakkan kepalanya di bahu Key. Untung tidak ada orang lewat, kalau ada bisa jadi skandal. Key menggaruk-garuk kepalanya, bingung. Setelah mempertimbangkan banyak hal, dia memutuskan untuk membawa hyeojin ke ruangan kosong yg berada di lantai 4. pakai lift ah, batinnya, lift darurat. aaaah, hyeojin, hyeojin.

key menarik tubuh hyeojin yg nampak pulas dalam tidurnya dan menggendong dgn punggungnya. pertama dan terakhir, gumam key, aku harus berhati-hati. kalau tidak, aku akan dibunuh hae hyung karena menggendong adik kesayangannya. dasar aneh.

untung hyeojin termasuk kategori ringan. dia bukan perempuan bertubuh tinggi, melainkan agak mungil, namun untungnya dia dianugrahi tubuh yg ideal, persis hyuna dan ibunya. key bisa tenang menggendongnya tanpa perlu khawatir punggungnya akan pegal.

matanya mencari-cari lift darurat dan langsung menaikinya sesudah menemukannya. key menekan tombol ‘4’ dan lift langsung membawanya ke lantai yang dia tuju.

lift pun terbuka dan sepanjang koridor, tidak ada orang. mungkin para staffnya sedang rapat karena beberapa bulan ke depan artis2 SME akan comeback? entahlah, yg jelas ini situasi yg menguntungkan untuk key. dia buru2 berjalan dan mengencangkan gendongannya supaya hyeojin nggak tiba-tiba mental ke belakang.

oke.

aman.

” kibum-ah?”

langkah kaki key berhenti.

baru saja kubilang aman, sekarang sudah ada yang memanggilku.

gawat.

key membalikkan tubuhnya pelan-pelan.

donghae sedang menatapnya. dia membawa tas serut yg dia tenteng dan nampaknya dia habis selesai menyelesaikan recording. mukanya masih ada sisa2 make up begitu.

” eh.. hyung? annyonghaseyo.. hehe.”

mata hae mengerling, galak. ” ngapain kau, hah? hyeojin kenapa tertidur begitu di punggungmu?!”

key mendesah. kenapa dari semua orang di SME, harus donghae hyung yang kutemui?

” yg benar, dia tertidur dan aku membawanya ke ruangan kosong di lantai 4 yg sering kita gunakan buat istirahat,” balas key,” kalau aku menggendongnya dan tiba2 dia tertidur di punggungku, aku patut dicurigai sebagai orang mesum.”

hae menatapnya, seperti hendak menyelidiki kejujuran di mata key. key mendengus pelan karena kesopanan. aku bertanya-tanya kenapa dia sangat over protektif pada hyeo. demi Tuhan, dia bahkan bertindak terlalu ‘laki2’ belakangan ini.

” ya sudah,” kata hae tiba-tiba,” ayo kutemani kau. nanti biar aku yg menunggu dia bangun. kau ada latihan, kan?”

key mengangguk. dan aku harus mencari Minho.

” baiklah,” hae menyuruh key untuk cepat membawanya ke ruangan itu dengan mengibaskan tangannya. key menurut dan langsung berjalan cepat. hae mengikutinya dari belakang.

mereka berdua memasuki ruangan berukuran 4×3 meter itu. hae menunjuk sebuah sofa dan menyuruh key untuk meletakkan hyeojin di atas sofa itu.

donghae merapikan poni hyeojin yg menutupi matanya. key melepas sepatu hyeojin lalu menghela napas panjang ketika melihat leher hyeojin.

kerahnya terlalu mengikat lehernya, gumam Key, kalau kulepas satu kancing, bukan berarti aku itu mesum kan?

Key mendesah.

apapun itu, lah.

Key mengulurkan tangannya dan pelan2 membuka kancing hyeojin paling atas. dia menyibakkan kerahnya sehingga tulang leher hyeo jelas terlihat. Key melirik ke hae.

ah. si sister complex, tatapannya hendak membunuhku.

” kau tahu..” gumam key,” aku tidak berniat apa-apa, sungguh..”

hae mengatupkan bibirnya sejenak dan menjawab, ” aku tahu. kalau kau menyentuhnya lebih dari ini, kubunuh kau.”

Key menggaruk-garuk kepalanya.

Aneh.

Lalu sekelebat ingatan berjalan di kepalanya.

Hae tertidur dgn hyeojin sambil memeluknya.

Napas key seketika itu tertahan. Oh, iya.

Beberapa pertanyaan muncul di otaknya.

Apa mereka berpacaran, ya?

Key memperhatikan Hae yg menyeret kursi dan duduk di dekat hyeojin. dia menopang dagunya dan matanya memperhatikan hyeojin yg tertidur. Key bertanya-tanya apa Hae menyadari mata hyeojin yg agak sembab.

” Kibum-ah.”

” Ne?”

” Dia menangis kenapa?”

Donghae hyung tahu, batinnya terkejut. Key memutar bola matanya, bingung hendak menjawab apa.

” ehem.. dia tidak menangis. kau tahu lah, dia kelelahan mengurus kami,” jawab Key dgn nada yg agak angkuh, berusaha berbohong. berharap donghae setelmi biasanya.

” Kau tahu. untuk soal hyeojin, aku terlalu mengenal ekspresinya yang jauh lebih terbuka dari aku. kantung matanya pun tidak akan membohongiku.”

Key berpikir, kalau misal dia menceritakan soal hyuna pada donghae, apa tidak apa2? dia tahu donghae dan hyeojin sudah seperti kakak-adik, beda dgn dirinya yg sudah seperti sahabat hyeojin sendiri.

apa harus cerita?

” katakan padaku.”

” ya.”

key menyerah.

——————————————————————————————————————

Donghae melepaskan jaketnya dan menyelimuti hyeojin. Dia termangu sambil menatap gadis di depannya.

‘Hyuna akan pergi ke amerika, lalu hyeojin dan minho mendengar percakapan ttg amerika antara hyuna dan mrs.Jung. Hyeojin menangis karena dia sedih unnienya akan pergi, di sisi lain dia sedih karena minho masih memikirkan Hyuna.’

Donghae menghela napas. Apa yg terjadi saat dia pergi barusan? Hyeojin menangis di depan Key?

Hah. seandainya saja dia menyadari lebih cepat kenapa hyuna sering hilang2an.

di saat2 seperti ini, mungkin ada baiknya kalau dia bertindak sebagai pendengar dan kakak yg baik, untuk sementara.

Tiba-tiba, hyeojin membuka matanya, pelan-pelan. Donghae menghambur mendekatinya. Hyeojin nampak kesilauan dengan lampu dan dia mengerutkan dahinya.

” eh.. aku ketiduran..” gumam hyeojin sambil mengucek matanya, memperhatikan sekitar. ” dimana ini..” tanyanya berbisik, dan saat melihat donghae dia menjadi agak terkejut. ” ah, hae oppa? kau sudah datang?”

” ya. barusan,” jawab donghae. hyeojin menyadari sesuatu dan bertanya, ” oppa yg membawaku kesini?”

donghae menggeleng. ” key. tapi dia skrg sudah balik latihan.”

” o..oh.. pantas, tadi kan aku tidur di samping dia..” hyeojin menguap. donghae melihat kantung hitam di bawah mata hyeojin.

mulut donghae sudah tidak bisa tertahan untuk berkata.

” hei. aku sudah mendengar semuanya dari kibum.”

hyeojin membeku sejenak. matanya melirik donghae, pelan-pelan. “… ya?”

” yang tadi,” jelas donghae,” sudahlah, aku nggak mau menyebutkan apa. hatimu bisa patah beneran.”

hyeojin terkekeh. ” sial. oppa pasti menyadari itu dari mataku dan bertanya pada kibum oppa ya.”

donghae tersenyum tipis. hyeojin mengangkat bahu dan mendesah. ” aku.. entah, sungguh, aku bingung. aku.. sedih karena unnie tidak bilang apapun tentang Amerika. di sisi lain aku melihat minho masih kepikiran tentang unnie. aku.. berniat untuk membahasnya nanti, dengan unnie.”

donghae menepuk bahu hyeojin pelan. ” nggak apa-apa? kau mungkin akan bertengkar lagi, lho.”

mata hyeojin membulat. ” tentu saja! aku akan marah – ya, pastinya. dia sudah meninggalkan minho tanpa alasan yang jelas dan.. sekarang dia mau ke amerika? yang benar saja.”

” .. kalau ada alasannya, bagaimana?”

hyeojin tidak menjawab. bukankah itu tergantung?

donghae memutuskan untuk tidak membahas lebih lanjut. dia mengambil jaket yg dia sampirkan ke tubuh hyeojin dan berkata, ” sudahlah. ayo kita kembali ke ruangan SHINee latihan. mungkin minho juga sudah kembali. tidak usah berbicara apa-apa. akan kutemani nanti. pulang ke rumah akan ku antar pulang.”

hyeojin mengangguk dengan ragu.

——————————————————————————————————————-

” hyeojin-ah? hyeojin-ah?”

hyeojin tersentak dari lamunannya dan mengerjap2kan mata. key sedang menatapnya, khawatir. ” kau seperti lost begitu. kenapa?”

mata hyeojin tertuju pd minho yg sudah beres2 dan keluar ruangan, diikuti onew, taemin. jonghyun masih menunggu key, sementara jihwa sedang menelpon di luar. hyeojin curiga, jonghyun memang tipe yang setia sama istri.

” ah. tidak, aku hanya.. bengong. ya, memang apa lagi?” tanya hyeojin, niatnya bercanda. key menggeleng2 dan menepuk bahu hyeojin. ” jangan paksakan diri,” bisiknya. hyeojin mengangguk. key mengacungkan jempolnya dan berkata, ” aku dan jjong hyung harus di sini dulu, ada keperluan. kau mau keluar?”

” ya. aku mau mencari hae oppa. dia bilang dia mau mengantarku pulang,” jawab hyeojin.

” baiklah, kalau begitu saat jihwa noona mencarimu, akan aku beritahu kau dimana,” ucap key. hyeojin mengangguk dan membungkuk, lalu dia pergi. key melambaikan tangannya dan hyeojin membalasnya.

hyeojin berlari-lari kecil di koridor SME. dia membuka ponselnya dan hae memberinya email yg berisi agar hyeojin menunggunya di lobi saja. hyeojin menggaruk2 kepalanya dan segera menuju lobi. di sana, dia duduk di atas sofa dan bengong, menunggu kedatangan donghae.

hah.

kepala hyeojin rasanya ruwet, dan hyeojin ingin menjambak rambutnya kuat-kuat. hyeojin menggerutu sambil menunduk, mengacak-acak rambutnya.

lalu saat dia mengangkat kepalanya, matanya bertemu dengan mata hyuna.

napas hyeojin terhenti untuk beberapa detik.

unnie.

hyuna nampak kehilangan kata-kata, lalu dia bertanya, ” kau tidak pulang?”

hyeojin menggeleng. hyuna menghela napas dan melirik jamnya. ” aku harus ke rumah temanku, mau membicarakan masalah2 dance yg agak ruwet.. dan..” ucapnya setengah bergumam, ” sudahlah. sampaikan salamku pada umma. bilang, maafkan aku karena aku memang belakangan ini sibuk.”

lalu hyuna mempercepat langkahnya, hendak meninggalkan hyeojin yg terpaku diam. hyeojin menggigit bibirnya dan berdiri.

” Apakah ini soal amerika?!”

langkah hyuna terhenti. napas hyeojin tersenggal-senggal. hyuna berbalik. hyeojin menatapnya, agak melunak.

” unnie. tolong, aku ingin.. bicara.”

keheningan terjadi sejenak.

hyuna menghela napas. jarinya menunjuk luar gedung SME. ” baiklah.”

hyeojin mengangguk dan mengikuti hyuna ke luar gedung SME.

————————————————————————————————————

Eunhyuk mengambil beberapa arsip dan menyerahkan pada hae. ” entah deh ini apa, yg jelas manajer hyung menyuruh kamu untuk baca ini. tampaknya tawaran reality show.”

donghae mengambil berkas itu dan mengamati. ” hm. mungkin.. tidak? atau ya? bingung. nanti saja deh.”

eunhyuk mengangguk. ” kau buru-buru?”

” ya. aku mau mengantar hyeojin pulang.”

eunhyuk curiga ada hubungan khusus di antara mereka. hae mengambil tasnya dan memasukkan berkas itu. ” sudah, ya? kasihan hyeojin menungguku.”

eunhyuk mengangguk. ” yap. sampai nanti di dorm. kau tidur denganku, ya?”

” pakai boxer lagi? SAJA?”

” yep.”

” oke.” donghae terkekeh dan meninggalkan eunhyuk. dia berjalan menuju lobi tempat hyeojin menunggu. namun dia heran ketika dia tidak menemukan hyeojin disana. mata donghae mencari-cari sosok hyeojin ke seluruh pojok ruangan.

tidak ada, batinnya cemas, kemana ya?

donghae melangkah keluar kantor SME, berharap hyeojin menunggunya disana.

tetapi saat mendengar percakapan dua org gadis yg suaranya familiar, donghae menahan langkah kakinya.

tidak berapa lama kemudian jihwa datang, hendak pulang juga, tapi donghae menarik jihwa dan mendekapnya. donghae menyuruh jihwa menutup mulutnya dan tidak berbicara apapun.

jihwa mengangguk, agak setengah takut dan heran, sambil menyiapkan telinganya, menguping.

…. ” ya. aku memang hendak ke Amerika.”

mata jihwa membulat, donghae menahan napasnya.

pelajaran pertama: jangan menguping pembicaraan orang.

namun entah mengapa, terkadang justru itu yg mengatakan segalanya.

————————————————————————————————————-

Hyeojin menatap Hyuna dalam-dalam. Hyuna berdiri setengah memunggungi hyeojin. kakak beradik itu hanya berhadap-hadapan selama beberapa menit ini.

Rahang hyeojin mengeras. demi Tuhan. Rasanya perutku sakit. aku mual. aku gugup. begitu banyak yang ingin kutanyakan.

Sejenak hyeojin merasa ragu, namun beberapa detik kemudian, dia menghela napas dalam-dalam lalu menggumam, ayolah Kim Hyeojin.

” Unnie,” panggilnya. Hyuna menoleh.

” ya?”

Hyeojin merasa tubuhnya agak kaku.

” kau.. soal Amerika itu..”

” itu benar,” potong hyuna sambil tersenyum hambar, ” tidak lama lagi aku akan ke Amerika.”

” untuk apa?”

” impianku adalah jadi dancer terkenal,” jelas Hyuna,” aku punya kesempatan untuk menjadi dancer untuk BoA. aku pasti bisa. ini kesempatanku.”

hyeojin menggigit bibirnya. ” bukan, bukan itu, unnie. aku tahu betul soal impianmu. tapi kenapa kau tidak memberi tahuku tentang ini?”

Hyuna tidak menjawab. Hyeojin merasa gemas dan kesal, lalu berseru,” Demi Tuhan, unnie! jawablah!”

namun Hyuna mengunci mulutnya rapat-rapat. Hyeojin mendadak merasa kesal. dia mendekati Hyuna dan menarik jaketnya.

” unnie,” bisiknya, ” tolong jawab.”

hyuna menarik napas. ” tidak ada alasan khusus.”

hyeojin merasa kesabarannya habis. dia menampik tangan hyuna dan berkata pelan, penuh kekesalan.

” unnie! aku tidak mengerti! kenapa kau tiba2 meninggalkan minho oppa, padahal aku tahu kau tipe yg setia? aku nggak pernah melihat kau sedekat dgn minho oppa saat bersama onew-oppa, dan sekarang kau tiba-tiba ke Amerika? Yang benar saja! kau mau membuatku terus-terusan syok?!”

hyuna mendorong hyeojin pelan. matanya menatap hyeojin, nanar.

” hyeojin-ah,” bisiknya,” ada beberapa hal yg ternyata kau belum pahami atau kau lupa, dariku, untukmu. bagaimana kita sebagai seorang kakak-adik.”

hyeojin tertegun. hyuna mencangklongkan tas sport di bahunya dan berkata, ” aku pergi dulu. temanku menunggu. sampai nanti, Hyeojin-ah.”

lalu dia pergi, meninggalkan hyeojin yg melepasnya dengan perasaan berat dan tidak mengerti.

————————————————————————————————————

Minho duduk di kursi meja makan, sementara onew membersihkan wajahnya di wastafel. Taemin sudah lebih dulu membersihkan wajahnya dan sekarang dia sedang tidur.

Minho melirik Onew yg berdiri tidak jauh darinya.

Sebuah pertanyaan muncul di kepalanya.

Minho berdiri lalu menghampiri Onew. Dia membasuh wajahnya dengan air wastafel lalu membalikkan badan. ” kenapa, minho?”

mata bulatnya minho menatap onew, agak gugup.

” mungkinkah..” minho bertanya pelan, ” kau tahu soal kepindahan Hyuna ke Amerika?”

Ekspresi Onew berubah sedikit. Minho bisa menangkap maksud wajah itu.

Dia tahu.

Minho bertanya lagi, ” kapan?”

Onew mengangkat bahu. ” entahlah. aku hanya tahu.”

” kau sedih?”

onew tersenyum. ” tentu. tapi untuk mendukung cita-citanya, aku membiarkan dia pergi.”

minho merasa hatinya miris. ” kalau aku jadi hyung, aku mungkin akan sedikit keberatan dan..”

” kalau kau memaksa egomu,” kata onew, ” kau tidak benar2 menyukainya.”

minho terdiam. tertegun. selama ini yg dia pikirkan hanya menahan2 hyuna.

” kau..” lanjut onew,” hanya takut kehilangan, takut hampa. itu bukan perasaan suka. bahkan yg pihak satupun bisa menyadari kalau, kau tidak benar2 menyukainya.”

minho memandang onew, bingung. onew terkekeh pelan. ” itu pendapatku. kalau kau punya pengalaman yg sama, berarti kau hanya perlu meluruskannya, dan mungkin kau harus berbuat sesuatu.”

perkataan onew membuat minho bingung. onew menepuk bahu minho dan berlalu. minho hanya terlarut dalam diam,

sejak awal, tidak pernah terpikirkan olehku tentang meminta hyuna untuk kembali.

minho mendesah.

kalut.

lalu apa yang harus kulakukan?

——————————————————————————————————————

Jihwa melambaikan tangan usai donghae dan hyeojin mengantarnya pulang. Mobil van milik SME itu berlalu. Jihwa menghela napas, mengingat apa yang ia dengar barusan.

‘aku memang hendak ke Amerika.’

Jihwa yakin tadi itu percakapan antara hyeojin dan kakaknya, kim hyuna. pertama kali bertemu dengan hyuna, dia melihat hyeojin dan hyuna dipenuhi aura yg kaku. Jihwa menggaruk2 kepalanya dan mengusap lengannya. terasa agak panas? karena hae mendekapnya, meski hanya untuk menahan Jihwa supaya tidak membuat kebisingan dengan melewati hyuna dan hyeojin.

Satu hal yang Jihwa sadari.

Minho.. mantan pacarnya Hyuna?

Jihwa merasa.. kaget, aneh. Hyuna adalah unnie nya Hyeojin.

lalu.. bukankah.. kata Taemin..

Hyeojin menyukai Minho?

Tapi kenapa Hyuna meninggalkan Minho?

Lalu sebuah kalimat Hyuna meluncur di benak Jihwa.

‘ada beberapa hal yg ternyata kau belum pahami atau kau lupa, dariku, untukmu. bagaimana kita sebagai seorang kakak-adik.’

Apa maksudnya?

Sebuah dugaan muncul di pikiran Jihwa.

Mungkinkah Hyuna sudah mengorbankan sesuatu?

ATTENTION: ff ini adalah cerita yang akan berlangsung lumayan lama. mohon dukungannya🙂

Cr: my tumblr: http://flamesmefanfic.tumblr.com

Comments on: "Because I Really Love You -part11-" (14)

  1. wah
    onnie bener,
    terxta hyuna tau
    kalo hyojien suka minho,wkwk

    lanjut onnie
    keren~

  2. wahh.. suka deh sama gaya bahasanya.. maaf slama ini jd silent reader >< lanjut un! aku suka bgt ff nya :]

    • thankyou dear😉 aku udh lama nulis novel tp baru kali ini nulis ff soo gaya bahasanya jd gini deh :]

  3. ga tau harus blg apa,
    yg jelas kereeeen
    ><
    stiap baca rasanya ada yg 'patah' .ahaha.

  4. Oeni…pantesan,ternyta nulis novel jga,ya…

    • hehe iya🙂 aku lg bikin bbrp project jg tp aku suspended buat nyelesein ini ff hoho. emg kenapa?

      • park hyemin said:

        ah ra-ah, gimana ya..keliatannya bakal macet ni ff nya. sori ngomong disini. tebak aja siapa.

        tapi kayaknya ff ku bakal macet. project ku yg lain harus selesai..

        mianhe..

      • park hyemin is kang sehwon. ok ok, at least you’ll continue it. i know what kind of project you did. go ahead with you Star Craft game -___-

  5. wah ^^
    keren ^^
    lanjutan nya di tunggu ya ^^
    gag sabar buat liad lanjutannya ^^

  6. Oiya🙂
    Pasti di tunggu🙂
    Hehe
    Smangadd ya🙂

  7. vionaminho said:

    huwaaaaaa….
    Si minho sayur/asem jga ternyata…..
    Ckckkckck………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: