more fantasy about k-pop

Diapun berbalik arah dan berdiri dihadapanku. “ada apa lagi??bukankah kita tidak akan mengatakan hal itu lagi untuk kesekian kalinya!!timpal hyuk menatapku dengan tajam.

“sudah jelas apa yang kukatakan. Aku lelah. Kita akhiri saja hubungan ini”jawabku datar.

“kau tidak perlu memikirkanku lagi atau memang kau tidak pernah memikirkanku lagi”tambahku padanya dengan suara merendah.

Kamipun terdiam. Suasana begitu hening bahkan suara gaduh beberapa member yang sebelumnya kudengar kini tidak bergeming sedikitpun. Sepertinya mereka mendengar pertengkaran ku dan hyukkie.

Karena sudah tidak sanggup menahan air mata yang hampir menetes. aku pun beranjak dari hadapan hyuk. Aku tidak mau terlihat cengeng di hadapannya. Meskipun aku berharap hyuk menahan kepergianku tapi itu tidak dia lakukan. Dia hanya diam terpaku. Mungkin diapun memang sudah ingin berpisah denganku. Aku pun tidak banyak berpikir lagi selain ingin segera pergi dari hadapannya.

Saat keluar dari kamar hyuk, kulihat kyumin dan yewook memperhatikanku. Mereka terdiam dan khawatir melihatku yang meneteskan air mata. Segera kuhapus air mataku yang terjatuh. Entah apa yang hyuk lakukan. Sedikitpun dia tidak keluar dari kamarnya.

”minji-ah!!!gwenchana???apa yang terjadi??mengapa kau menangis??”ucap yesung mengkhawatirkanku. Sungminpun menghampiriku “min ji-ah, hyukkie menyakitimu lagi??”timpalnya dan akupun hanya menggeleng.

“apa karena wanita itu??”tanya sungmin lagi. Akupun hanya terdiam tidak berkata apa-apa. Air mata menetes lagi di pipiku.

“noona, maafkan aku!!aku tidak bisa berbuat apa-apa”ucap kyu yang berdiri di hadapanku. Wookiepun mengambil kotak tissue dan memberikannya padaku. Akupun meyeka air mataku. “aku baik-baik saja, tidak perlu mengkhawatirkanku!!terimakasih atas kebaikan kalian”balasku pada mereka. “aku permisi. Masih ada pekerjaan yang harus kulakukan”tambahku membungkukan tubuh dan segera pergi dari asrama itu.

Akupun berjalan menyusuri kota seoul. Jalanan kota ini begitu ramai karena ini adalah akhir pekan. Orang-orang berlalu lalang membicarakan berbagai macam hal. Namun dalam keramaian itu yang kurasakan adalah kosong. Aku berjalan tidak tau arah. Berjalan memikirkan hal buruk hari ini. Hal buruk dimana aku benar-benar bukan siapa-siapa lagi untuk orang yang sangat kucintai. Hal buruk bahwa aku dan hyuk sudah berpisah.

Beberapa hari sudah berlalu sejak kejadian berakhirnya hubunganku dengan hyukkie. Namun sampai saat ini sedikitpun dia tidak mengabariku. Namun terkadang para membernya masih tetap menghubungiku untuk sekedar tau kabarku. Mereka sepertinya sudah mengetahui mengenai retaknya hubunganku dengan hyuk tapi mereka tidak pernah banyak bertanya mengenai hal tersebut.

Hari ini langit begitu mendung. Semendung perasaanku. Bahkan hujan turun mengiringi. Hujan yang lumayan lebat. Sesaat kemudian seseorang mengetuk pintu rumahku. Suara itu semakin jelas karena orang itu mengetuknya dengan keras sekali. Akupun menghampirinya dan membukakan orang itu pintu. Kulihat sesosok mahluk dengan pakaian basah kuyup berdiri di hadapanku. Dia membalikan tubuhnya ketika pintu terbuka. Matanya menatapku dengan lembut. Kedua tanganya menggenggam bungkusan yang dia lindungi dengan jaket di balik tubuhnya yang kurus. Orang itu adalah orang yang sangat kukenal dengan baik. Orang yang selalu aku cintai bahkan hingga saat ini.

“hyuk jae-shi…ada apa??”aku tertegun menatapnya. “bolehkah aku masuk terlebih dahulu??di luar dingin sekali!!”jawabnya yang menggigil kedinginan. Akupun mempersilahkan dia untuk masuk. Diapun masuk dan melepaskan sepatu dan jaketnya yang basah kuyup. Dia terduduk di dekat meja. Akupun mengambilkan handuk dan selimut untuknya. Bahkan akupun menyiapkan teh hangat untukknya.

Kuserahkan secangkir teh hangat. Ku ambil posisi duduk bersebrangan darinya. Kamipun terdiam. Dia menggenggam cangkirny dan meminum isinya dengan perlahan. Karena merasa canggung aku berniat menyalakan tv. Namun dia melarangku. “tidak usah kau nyalakan tvnya”ucap hyuk datar. Sepertinya dia tau kalau aku merasa canggung dengan keheningan yang terjadi.

Dia menaruh cangkirnya di meja. Dia menatapku dan menyodorkan sebuah bungkusan yang tadi dia bawa. “ini untukmu”ucapnya singkat. Aku pun terheran dengan apa yang dia berikan. “saengil chuka hae min ji-ah”tambahnya yang membuatku tersadar bahwa hari ini memang adalah hari kelahiranku. Aku melupakan hari penting ini. Mungkin karena terlalu banyak yang kupikirkan.

Bungkusan itu adalh sebuah polar bear dengan bola mata besar. Polar bear ini mempunyai senyuman yang lembut. Sayangnya agak sedikit basah. Mungkin polar bear ini terkena air hujan yang dibawa pembelinya.

“maaf sedikit basah. Mungkin terkena air hujan ketika aku berlari kemari”celetuk hyuk. Namun mataku terus tertuju pada boneka tersebut. Melihat boneka ini rasanya hatiku tenang. “apa kau tidak menyukainya”ucap hyuk memecah lamunanku bersama polar bear. “tidak!!terimakasih. aku menyukainya”balasku. “aku bahkan tidak ingat hari ini usiaku bertambah. Terimakasih”tambahku menganggukan kepala. Namun sesaat itu pula jantungku menjadi berdebar-debar. Rasanya aku senang sekali. Entah apa yang membuatku senang. Polar bear ini atau kedatangan orang yang memberikannya padaku.

Akupun bersuara “hmmmm……itu…..”baru saja aku hendak berbicara hyuk sudah memotongnya. “soal tempo hari….”ucapnya menyela. Akupun pura-pura tidak mengingat kejadian tempo hari. “ada apa dengan tempo hari??”tanyaku padanya polos.

“maafkan aku. Saat itu aku tidak berusaha menahanmu. Mungkin kau kecewa padaku. Tapi apakah hubungan kita benar-benar sudah berakhir??”tanyanya.

“aku rasa begitu”jawabku singkat.

“aku tidak bisa menerima itu”timpalnya dengan cepat. Lalu akupun membalas perkataannya “kau harus tau!!kita ini berbeda. Aku bukanlah siapa-siapa lagi untukmu. Kehadiranku hanya akan menghambat karirmu. Kau adalah seorang idol. Aku tidak bisa memaksamu untuk selalu ada untukku”.

“aku mengerti bahwa aku memang tidak bisa selalu ada untukmu. Tapi apa hanya karena alasan aku seorang idol???hal itu terasa aneh bagiku jika hanya itu alasanmu” balasnya bersikukuh.

“apalagi yang harus kukatakan??apakah harus ku katakan bahwa kau tidak mencintaiku lagi karena ada orang lain??”balasku dengan keras.

To be continued

Terimakasih ^^

Comments on: "Zee Suju’s Driver -part 9-" (8)

  1. onnie maaf aku selama ini jadi silent reader.
    tadi pagi aku langsung ngebut baca 8 part dan ternyata BAGUS BANGET.
    Mulai part 9, gak jadi silent reader lagi hehe (writer:tetep aja udah jadi silent reader wooo!)
    I love this ff onnie!

  2. cepet lanjut yo~

  3. hanjie – sshi ~___~ aku meleleh dgr kata eunhyuk ~ hahah😄 cepat lanjutkaaan

  4. Akhirx..ff yg q tngu2 dtg jg stlh skian lma (jiah,,lebayyy)..ko’ rsax krg pnjng ya..?!pdhl kn dah sru2x,,eh dy mlh tbc..q ska ffx..cptn ya lnjutnx >O<..(mksa mode on)

  5. Akhirx >_O<..(mksa mode on)

  6. lanjuuut,,

  7. hanjiehyuk said:

    emang c pas slesai krim ko prasaan ngasiny kpendekan y???
    jdi g enak hati….
    hehe…
    thanks y bwt para reader ^^
    jdi silent reader jga gpp ^^
    enakny qrim kpan y???
    ntar aj deh biar tmbah seru
    hehe ^^
    by hanjie (author)
    thanks ^^
    c u

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: