more fantasy about k-pop

Please Be Mine [part 3]

@ Ha Jie’s room —

BU .

JU .

BU .

NENG .

GILA . SUMPAH . BENERAN . ANEH . BIN . MENGAGETKAN .

*stop ah . lebai amat (–“)

Ya Tuhan … aku … bener-bener nggak nyangka .

Mimpi apa … coba aku semalem ? Perasaan yang kuinget cuma … aku dikejer anjingnya Pak Ogah, sisanya lupa .

Dan rasanya … nggak ada nyangkut sedikitpun bayang-bayang Tae Min di mimpiku itu .

Lantas ?

Kok … bisa-bisanya anak itu …

Tiba-tiba ucapan Tae Min saat pulang sekolah tedi terngiang-ngiang di kepalanya .

‘Meski Jong Hyun-hyung sangat menyukaimu, aku tidak akan membiarkanmu berada di pelukannya terus-menerus’

HAH .

‘Kau tahu Ha Jie-ah ? Kau bisa saja membuatku gila karena perasaanku denganmu ini’

HAH ! HAH ! UDAH, CUKUP . STOP ~

Ya . Setelah Tae Min ngomong kayak gitu, dia …

OMONAAAAAAUAUAUANDSHFSHFKJHFKGF ~~~

Ha Jie merasa saat itu dirinya telah benar-benar jadi orang gila .

Ya . Akibat ‘ulah romantis’ Tae Min itu .

Dan akhirnya dengan susah payah dia berhasil menenangkan diri, lalu bangkit dari kasur dan berdiri didepan kaca . Ditatapnya dirinya dari ujung kepala sampai ujung kaki .

Coba lihat .

Ah, apa-apaan ini .

Rambut pendek yang berantakan … plester Dinosaurus yang ngeganggu pipi … tubuh yang nggak proporsional … muka yang nggak setipe dengan Song Hye Kyo … nggak feminin … slebor … cuek …

Bah . Lengkaplah sudah .

Siapa ?

Ya … siapa lagi kalau bukan si Kang Ha Jie ini .

Terus kenapa … bisa-bisanya si tampan Tae Min dengan si buruk rupa Jjong … naksir dengan cewek kayak aku ini ?

Ehm, sebenernya kalo diliat-liat, Jjong itu lumayan juga sih . Hahaha ~

Haaah … emang apa sih yang mereka liat dariku ? Udah jelas si Ha Jie ini nggak ada bagus-bagusnya . Mau dilihat dari depan kek, belakang kek, atas, bawah, kiri, kanan, sekalipun dari kolong jembatan .

Tapi … HEHEHE ~ kali ini aku patut bersyukur🙂

Soalnya ~ sekarang aku tahu kalo si Tae Min ~ ternyata punya perasaan yang sama denganku juga xD CIHUUUY ~

AAAH POKOKNYA AKU MUJUR BANGET DAH HARI INI ~ WUEKEKEK ~ xDDD

Hmmm ~ jadi nggak sabar nunggu pulang sekolah besok ~ kyahaha ~ ayoo tomorrow ~ cepatlah dataaang xDDD sorak Ha Jie dalam hati gembira .

:p :p :p

[flashback to Tae Min]

“Nah, itu dia mereka,” ujar Min Ho-hyung menunjuk ke arah Jong Hyun-hyung yang sibuk mengganggu Ha Jie-ah . Kami berempat lalu berjalan ke arah dua anak itu .

“Ngapain kalian berdua disini ? Mesra banget,” ujar Key-hyung . Mereka berdua menoleh .

“Haha ~ biasaaa, kami lagi bulan madu kok ~ tolong jangan ganggu kemesraan kami yaa … haha ~” ucap Jong Hyun-hyung membuat kami berempat tertawa serentak .

Memang dasar hyung-ku satu ini . Kalau sudah bersama dengan Ha Jie-ah … muncul sikap ‘manja’nya yang nggak ketulungan itu .

Ah . Lihat itu . Lihat mereka berdua . Ha Jie-ah dan Jong Hyun-hyung .

Tertawa . Bercanda . Selalu begitu setiap saat .

Membuatku jadi semakin … iri .

Ya … harus kuakui, aku memang benar-benar menyukai Ha Jie-ah . Aku suka sikapnya yang ceria dan apa adanya . Aku suka senyumnya yang lugu dan saat melihat dia tertawa lepas, membuatnya terlihat  manis di mataku .

Tapi … di sisi lain … ada satu hal yang membuatku membenci pemandangan itu .

Bahwa setiap ekspresi bahagia ataupun senyumannya itu … hanyalah untuk Jong Hyun-hyung .

Ya, Ha Jie-ah . Aku benci kau karena kau lebih melihat Jong Hyun-hyung daripada aku .

Tapi … entah kenapa kau selalu mampu membuatku luluh dengan gayamu yang polos itu .

Aku selalu menyadari … bahwa perasaan suka-ku padamu berhasil mengalahkan rasa benci-ku ini .

Rasanya aku jadi ingin berkomentar melihat kedekatan mereka .

“Aku mau dong, jadi Jong Hyun-hyung . Enak banget kayaknya punya sahabat cewek kayak Ha Jie-ah, hehehe ~”

Haha, polos amat ya gaya bicaraku .

Tapi kenapa Ha Jie-ah diam saja ? Malah Jong Hyun-hyung yang jawab .

“Hahaha ~ tapi sayangnya dia udah jadi milikku, Taem ~ sorry, this girl is no longer for you semua, hahaha ~”

Rasanya aku ingin marah sekaligus tertawa mendengar ucapan Jong Hyun-hyung barusan .

Marah ? Karena aku sangat-tidak-suka mendengar kata-kata ‘dia-sudah-menjadi-milikku’

Tertawa ? Karena melihat wajah Jong Hyun-hyung yang kocak saat mengucapkan Bahasa Inggris, hahaha ~

Yah … meski aku iri dengan Jong Hyun-hyung, tapi … aku tetap menganggap dia sebagai hyung-ku .

Bodohnya aku . Kenapa aku tidak bisa jadi seperti Jong Hyun-hyung ? Dia yang humoris dan ramah … dengan penampilannya yang keren itu … kenapa aku tidak bisa ?

Dan juga … kenapa aku tidak bisa mendekati Ha Jie-ah … seperti dirinya ?

“… eh ngomong-ngomong ngapain kalian kesini ?” tanya Ha Jie-ah .

“Nggak ngapa-ngapain sih . Kami cuma mau pinjem Jong Hyun sebentar, ada urusan . Nggak apa-apa ‘kan, Ha Jie-ah ?” kata Key-hyung . Kayaknya Ha Jie-ah seneng banget denger Jong Hyun-hyung pergi, abisnya nggak ada yang ngegangguin dia lagi, hahaha ~

“Hm … jangan kesepian ya, sayang ~ ntar secepatnya aku kembali kok … tenang aja ~ bye bye, i love you so much, Ha Jie-ah ~” kata Jong Hyun-hyung genit . Ya ampun, sampe dilempar Akua cangkir tuh kepalanya sama Ha Jie-ah, hahaha ~

“Nggak usah kembali lebih baik, Jjong ! Hei kalian berempat jaga dia baik-baik yaaa ~ ! Awasi dia kalo sampe pecicilan ngerayuin banci ! Hehehe ~”

AHAHAHA ~ dasar Ha Jie-ah ini ~

Kami berlima lalu berjalan meninggalkan Ha Jie-ah sendirian .

Untuk yang kesekian kalinya … aku ingin melihat Ha Jie-ah lagi .

Yeah, ternyata dia juga melihat ke arahku .

Dan melihat wajahnya yang lugu itu … aku tersenyum .

Aku menyukaimu, Ha Jie-ah …

|||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||

Saat pulang sekolah, kami berlima segera berkumpul di lapangan basket sesuai janji .

“Jadi … seminggu ini kita ada latihan basket ya ?” tanya Jong Hyun-hyung .

“Ya . Setiap pulang sekolah . Soalnya kita nggak ada waktu lagi, lomba tinggal seminggu lagi ‘kan ?” kata Min Ho-hyung mantap . Muka Jong Hyun-hyung langsung tidak bersemangat .

“Yaaah … kalo gitu ntar siapa yang nemenein Ha Jie-ku pulang ?” katanya polos . Kami berempat tertawa . Key-hyung menepuk punggungnya .

“Kau ini ada-ada aja, Jjong ! Dia pasti bisa lah pulang sendiri, dia ‘kan cewek kuat ! Hahaha ~” katanya .

“Anio, anio . Aku nggak akan ikut kalau nggak ada yang nemenin dia pulang . Dia itu paling benci kalo jalan sendirian, makanya … hm … kalo nggak, diantara kita harus ada 1 orang yang nggak ikut buat nemenin dia . Ah, mending aku aja ya ! Hehehe ~” kata Jong Hyun-hyung .

“Kau ini perhatian banget ya, dengan Ha Jie . Haha ~ tapi kalau kau nggak ikut, siapa yang bakal jadi ‘pandora’ kita ? Jangan kau deh, Jjong, ngg … siapa ya ?” ujar Onew-hyung .

Aku . Aku mau menemani Ha Jie-ah .

Tapi …

“Ah, Tae Min-nie aja ! Aku percaya kok sama si bungsu ini ~ gimana Taem ? Kau setuju gantiin aku sementara waktu untuk nemenin Ha Jie ?”

Hah ? Yang bener hyung ? Tentu saja aku nggak keberatan ! Ah, makasih banget, Tuhan …

“Nggak apa-apa kok . Aku percayakan tim kita dengan kalian ya, hyung . Aku digantikan dengan Eun Hyuk saja, dia ‘kan cukup hebat,” jawabku berusaha bersikap tenang .

“Ah, iya ya . Si monyet itu ‘kan lincah juga . Yah … sayang, SHINee jadi berkurang satu anggota . Tapi nggak apa-apalah, demi Ha Jie-ah, ya nggak Jjong ? Hahaha ~” ucap Min Ho-hyung melirik ke arah Jong Hyun-hyung yang tertawa .

“Eh Jjong, emang kau itu beneran suka ya sama Ha Jie ?” tanya Onew-hyung . Jong Hyun-hyung cuma senyam-senyum .

“Banget . Pertama kenal dia, aku langsung naksir . Hahaha ~ lagipula aku sudah ‘nembak’ dia kok, waktu itu,” katanya .

DEG ! Jadi Jong Hyun-hyung sudah …

“Yang bener hyung ? Ah payah nih nggak cerita-cerita ! Terus apa jawaban Ha Jie-ah ?” tanyaku penasaran .

Jangan bilang kalau dia terima, hyung, please .

“Yah … aku ditolak sih . Soalnya dia bilang … ada orang lain yang dia suka sejak lama . Cih, aku jadi penasaran siapa anak itu”

Fuh … hampir saja .

Tunggu … orang lain yang disukai Ha Jie-ah … ? Siapa ?

Ah, aku jadi penasaran . Beruntung banget orang itu pastinya .

“Wah, wah, jangan sedih Jjong . Cewek bukan cuma dia didunia ini . Lagian seleramu itu unik banget . Suka sama cewek macho kayak dia . Hahaha ~” kata Key-hyung berkomentar .

“Tapi masalahnya cewek yang kusuka didunia ini cuma dia, haha ~ lagipula dia itu nggak macho-macho amat ah . Gayanya aja tomboy begitu . Emang sih orangnya cuek, tapi dia itu ngegemesin banget .Makanya aku suka jahilin dia . Yaaa … ada kepuasan tersendiri lah kalo ngeliat responnya yang lucu, hahaha ~”

Boeyah . Rasanya aku jadi semakin ingin mendekati Ha Jie-ah mendengar komentar Jong Hyun-hyung barusan .

“Hmm … kalo diliat-liat, Ha Jie itu lumayan juga sih . Imut, pendek . Tapi gayanya itu . ‘Sangar’ . Hahaha ~” komentar Min Ho-hyung . Jong Hyun mengamini .

Ya, benar . Ha Jie-ah memang menarik .

“Udah yuk ! Ntar keburu sore ~ ayo Taem, susul Ha Jie . Ntar kamu bilang sama dia ya, Jjong-ie yang tampan ini nggak bisa nemenin dia untuk seminggu, haha ~ Ok, Taem ? Eh, sampein juga, maaf kalo aku nggak kasih tahu dia dulu . Yah, jaga Ha Jie baik-baik ya ! Hehe,” ucap Jong Hyun-hyung sambil menepuk pundakku . Aku mengangguk mantap dan mengacungkan jempol .

“Kita latihan di rumahku, ‘kan ? Ayo !” ucap Key-hyung . Kebetulan di rumah Key-hyung ada lapangan basket . Kami lalu berpisah ke tempat masing-masing .

Hm … rasanya aku nggak bisa berhenti senyum saking bahagianya .

Seminggu pulang bareng dengan Ha Jie-ah ? Kayaknya seru banget ya, hehehe ~

Tak lama kemudian, aku mencari-cari sosok Ha Jie-ah . Lalu aku mendapatinya celingukan di kelas 2-A .

Pasti nyariin Jong Hyun-hyung .

“Ha Jie-ah,” sapaku . Dia menoleh .

“T … Tae Min-shii … ?” ucap Ha Jie-ah gagap . Agaknya dia terkejut saat melihatku .

“Mianhae sudah buat kamu kaget . Hmm … kamu nyariin Jong Hyun-hyung ya ?” tanyaku basa-basi .

“Ng … iya . Hm, dia kemana ya ? Kira-kira kamu tahu dia kemana ?”

Aku tertawa kecil mendengar pertanyaannya .

“Jelas aku tahu . Aku ini sahabatnya, Ha Jie-ah, hahaha ~ dia sudah pulang dengan yang lain, bareng Key-hyung, Onew-hyung, dan Min Ho-hyung, jadi dia minta maaf denganmu karena tidak beritahu lebih dulu . Dia minta aku untuk nyampein hal ini ke kamu,” jelasku .

“Hoo … emang kalian ada urusan apa sih ?”

“Lho, sebentar lagi ‘kan sekolah kita ngadain lomba basket ? Jadi mereka memutuskan minggu ini untuk latihan . Dan untuk seminggu ini, Jong Hyun-hyung nggak bisa nemenin kamu pulang bareng,” kataku lagi .

“Hmm, kamu sendiri ? Kamu nggak ikut lomba basket nih, Tae Min-shii ?” tanyanya . Aku menggeleng .

“Aku nggak disuruh oleh Jong Hyun-hyung untuk ikut . Dia bilang ‘ntar siapa yang nemenin Ha Jie-ku pulang ?’ gitu katanya . Hahaha,” kataku . Ha Jie-ah tertawa .

“Dasar ! Lebai banget sih tu anak ! Aku bisa pulang sendiri kaliii, haha ~ Jjong … Jjong”

Aku tersenyum mendengar perkataan Ha Jie-ah .

“Dia memang begitu kalau menyangkut urusan tentangmu, Ha Jie-ah . Dia itu benar-benar perhatian padamu”

Ha Jie-ah malah tertawa mendengar omonganku .

“Hahaha ~ aku tahu kok . Dia itu emang kayak anak-anak . Tapi kadang aku juga suka geli sendiri sih ngeliat dia, hihihi ~”

Ah … lagi-lagi ini .

Kenapa setiap kali dia tersenyum … selalu saja senyum itu diperuntukkan untuk Jong Hyun-hyung ? Cih .

“Ng, Tae Min-shii, kalau aku ikut lomba basket, pendaftarannya masih dibuka nggak ya ?” tanya Ha Jie-ah yang membuat lamunanku buyar .

“Hmm … sayangnya nggak bisa Ha Jie-ah, meski pendaftarannya masih dibuka . Soalnya lomba itu cuma boleh diikuti oleh cowok,” jawabku . Mukanya langsung berubah lesu .

“Yaaah … ini nih nggak enaknya jadi cewek, huh,” keluhnya . Aku tertawa mendengar omongannya .

“Kau ini benar-benar tomboy ya, Ha Jie-ah,” komentarku spontan .

“Eh, aku jadi lupa nyampein satu hal dengan kamu, Ha Jie-ah . Jadi … mulai seminggu ini, aku yang akan menemanimu pulang bareng,” kataku tiba-tiba .

Hm, tapi kenapa dia diem aja ?

“Ha Jie-ah ?”

“Ah ? Eh … iya iya, hehehe”

“Ayo” ucapku mengajaknya keluar pintu gerbang .

Wah … kenapa nih ? Kenapa suasananya jadi sepi begini ? Kok Ha Jie-ah jadi pendiem banget ?

“Ng, Tae Min-shii …”

Oh, akhirnya dia buka suara juga .

“Ne ? Wae yo, Ha Jie-ah ?”

“Hmm … kenapa kau memanggil Jjong dengan sebutan ‘hyung’ ? Dengan yang lain juga . Bukannya … umur kalian semua sama … ?”

“Oh … soalnya aku ini dijuluki ‘maknae’ diantara mereka berempat, karena kata mereka mukaku ini muka lugu, muka anak-anak . Hahaha ~ jadilah aku punya ide untuk memanggil mereka ‘hyung’, biar lebih akrab gitu kedengarannya,” jawabku . Ha Jie-ah tertawa kecil .

Nggak lama kemudian, suasananya kembali jadi sepi .

Apa … aku harus mengutarakan perasaanku sekarang ?

Ayo, katakan saja . Cepat katakan, atau kau … tidak akan pernah bisa mengetahui isi hatinya .

“Ha Jie-ah”

“Ne ? Wae yo ?”

Ah … gimana cara ngungkapinnya ?

Sudahlah, berhenti berfikir macam-macam ! Katakan saja semua yang ingin kau katakan, semua yang kau rasakan, daripada tidak sama sekali .

“Kau … beda ya jika dengan Jong Hyun-hyung dengan jika kau lagi bersama orang lain”

“Ha ? Masa’ ? Perasaan sama aja ya ? Hehehe ~”

“Beda banget, Ha Jie-ah . Kalau dengan Jong Hyun-hyung … kau bisa jadi orang yang rame, nggak malu-malu … ketimbang kau sedang bersamaku sekarang ini . Kau jadi cenderung lebih pendiam … dan kaku”

“Kau … juga lebih luwes tertawa … dan tersenyum … jika hanya bersama dengan Jong Hyun-hyung”

Bagus . Buat dia mengerti dengan semua ucapanmu .

“Oh … gitu ya, hehe ~ mianhae ya, Tae Min-shii”

Aku terdiam sejenak .

“Hhh … aku jadi iri dengan Jong Hyun-hyung”

“Dia … orang yang percaya diri . Humoris … dan keren . Juga cerdas . Siapa pun bisa dekat dengan dia . Termasuk kamu, Ha Jie-ah,” ungkapku jujur .

Hah . Aku benci ini . Kau selalu merespon omonganku dengan ke-diam-anmu itu, Ha Jie-ah .

Sungguh, aku sudah tidak tahan lagi .

Aku harus menghentikan sikapmu yang membuatku emosi itu .

“Ha Jie-ah”

“Apa … kau menyukai Jong Hyun-hyung ?”

Kumohon, jawab aku, Ha Jie-ah .

“Anio ! Mana mungkin aku suka dengan si tupai itu, hehehe ~”

Ya … aku tahu kau orang yang jujur .

Itu berarti …

“Kalau begitu … aku masih ada kesempatan ‘kan ?”

“Maksudmu ?”

Ahahaha . Benar-benar polos gadis ini .

“Itu berarti … masih ada kesempatan bagiku untuk merebut hatimu, Ha Jie-ah”

Aku yakin kau mengerti maksudku ini .

“A … apa kau bilang … ?”

Ya . Inilah saatnya . Saat untuk meluruskan semuanya .

“Meski Jong Hyun-hyung sangat menyukaimu, aku tidak akan membiarkanmu berada di pelukannya terus menerus”

Dan tanpa sadar … satu jari tanganku mulai membelai wajahnya .

Aku dapat merasakan tubuhnya bergetar di bawah sentuhanku .

Apa … gadis ini juga memiliki perasaan yang sama denganku ?

Melihat wajahnya, kekakuannya sekarang, aku yakin pendapatku ini benar .

Ya Tuhan … aku benar-benar sudah gila sekarang . Melihat matanya … ekspresi lugunya … semua yang ada dalam dirinya .

Kurasa … aku jadi semakin ingin menjadikan gadis ini … milikku .

“Kau tahu Ha Jie-ah ? Kau bisa saja membuatku gila karena perasaanku denganmu ini”

Dan saat ini … setidaknya aku telah berhasil merebut senyumannya untukku … untuk kali ini .

:p :p :p

Esok harinya @ Gwang Jo SHS —

“Ha Jie-ah ~ lama nggak jumpa ya ~ gimana rasanya ditinggal olehku untuk sementara waktu ini ? Kesepian nggak ? Hehehe ~” sambar Jong Hyun menghampiri sahabat tercintanya itu .

“Wuaaah ~ rasanya kayak di surga kalo nggak ada kau ! Dunia jadi aman, tentram dan sentosa ~ hahaha ~ ah, tapi kenapa sekarang aku mesti ngeliat mukamu lagi sih ? Haaah ~” komentar Ha Jie spontan .

“Aaah, bilang aja kalau kau kangen denganku, ya ‘kan ? Hehehe ~” canda Jong Hyun sambil nyengir . Ha Jie mendengus .

“Haaah ? Nggak ada kerjaan banget kali ngangenin orang kayak kau ini ! Haha ~” balas Ha Jie menepuk punggung Jong Hyun .

“Kau ini ~ eh, Ha Jie-ah . Nanti sehabis lomba ‘kan kita libur seminggu tuh, mau nggak nanti ikut dengan kami nginap di villanya Key di Gyeonggi-do ?” ajak Jong Hyun .

“Hah ? Ngapain ? Aku cewek sendirian nih ? Ogah ah !” tolak Ha Jie mentah-mentah .

“Hahaha ~ nggak apa-apa laaah, sekali-sekali ! Lagian nanti kamarmu bareng sama neneknya Key kok, ‘kan neneknya juga tinggal disana, gimana ?” kata Jong Hyun lagi . Ha Jie terdiam sejenak .

“Hmm … ada yang seru nggak di villa-nya Key ? Ntar aku cuma diem aja nontonin kalian ngobrol, ‘kan nggak asik,” ujar Ha Jie .

“Seru gimana ? Hahaha ~ banyak kok yang seru disana ! Ntar kuajak kau main ski air, kita masak barbeque bareng, pokoknya banyaklah hal seru ! Udahlah, ikut aja ya ?” ajaknya lagi . Dengan pasrah Ha Jie mengangguk .

“Ya udahlah . Aku ikut” jawabnya singkat . Jong Hyun tertawa riang mendengar respon Ha Jie .

“Yeaah ~ gitu dong ! Hehehe ~ kita tunggu aja apa yang terjadi seminggu kemudian nanti, Ha Jie-ah, hahaha ~” ujar Jong Hyun berlalu dari hadapan Ha Jie, berjalan menuju kelasnya .

“Haaah … tapi nggak enak banget, masa’ aku sendirian cewek ? Tapi … aku pingin ikut juga sih, kayaknya seru, hehehe ~” kata Ha Jie .

“Annyeong, Ha Jie-ah …” sapa Tae Min tiba-tiba . Ha Jie tersentak . Ya ampuuun, ini orang suka banget buat kaget ! gumamnya .

“Annyeong, Tae Min-shii ~” balas Ha Jie . Melihat Tae Min, pikiran Ha Jie melayang membayangkan kejadian kemarin .

AAAAAAAAH KENAPA JUGA YANG KEMAREN ITU MASIH KEBAYANG-BAYANG ~ ANIO, ANIO ! gumam Ha Jie sambil geleng-geleng . Tae Min tersenyum melihat gelagatnya itu .

“Masih mikirin yang kemarin itu ya, Ha Jie-ah ?” ucap Tae Min . Ha Jie menganga dan menggeleng cepat .

“Jadi … kamu sekarang sudah tahu ‘kan ? Apa … kau juga memiliki perasaan yang sama, Ha Jie-ah ?” tanya Tae Min . Ha Jie hanya bisa diam mendengar perkataan Tae Min .

“Yah, nggak usah dijawab juga nggak apa-apa kok . Aku hanya ingin meminta satu hal darimu,” kata Tae Min menatap Ha Jie lurus .

“Bersikaplah denganku … seperti halnya kau bersikap dengan Jong Hyun-hyung, Ha Jie-ah” katanya lagi . Ha Jie mengernyit .

“Maksudnya ?”

“Ya … bersikaplah seperti dirimu yang apa adanya, Ha Jie-ah . Dan kuharap … kau bisa memandangku … lebih dari kau memandang Jong Hyun-hyung” kata Tae Min . Ha Jie termangu . Dalam hati dia ingin berusaha lebih mengerti akan perasaan Tae Min terhadap dirinya .

[To Be Continued]

Comments on: "Please Be Mine [part 3]" (2)

  1. kira2 ntar ha jie sama sp ya? tae or jjong??
    aduh pusying,,
    aq lbh ska klo ha jie sama si jonghyun, tp sama tae asyik jg tuh,,
    aahhh bingung saya,,
    lanjuttt dah next part nya d tunggu y,,

  2. onew's wife said:

    kapan ada part 4nya? ditunggu ya.. aku penasaran bgd sama ceritanya. buatin ff yang ttg onew juga dong. hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: