more fantasy about k-pop

Love Letters -oneshot-

People can choose their own way
People can choose their way to live

And people can choose their own way to loving someone

~~

=Hyena POV=

Aku duduk terdiam sambil menatap surat yang kutulis untuk diriku sendiri. Aneh memang menjadikan surat sebagai teman curhat, tetapi inilah diriku yang penyendiri

Hey.. apa kau tahu apa saja yang terjadi belakangan ini?
Aku sering bertemu dengannya belakangan ini.. memang mustahil untuk menyukai seseorang yang penyendiri sepertiku, tapi apakah salah jika aku mencintai temanku sendiri? Teman yang mengetahui kebiasaan burukku? Teman yang mengetehui segalanya tentang diriku?
Tadi ia mengirimkanku e-mail, isinya? Isinya… ia mengajakku makan siang bersama besok ~ kau tahu betapa senangnya aku? Ia selalu menyempatkan dirinya untuk menghiburku walau ia sedang sibuk…
Aku harap ia akan terus bersamaku, aku ingin menghabskan waktu dengannya lebih lama lagi~
Sekarang sudah pukul 23.49 KST. Saatnya aku untuk tidur, semoga Tuhan memberikanku umur yang panjang agar aku masih bisa membuka mataku besok pagi dan menjalani hari-hari dengan baik..

Aku melipat suratku dan memasukkannya kedalam amplop pink yang senada dengan warna kertas suratku. Aku membawanya ketempat tidur, dan memeluknya.. akupun tertidur

”Hyena. Bangun..”ucap seseorang menggoyang-goyangkan badanku. Aku membuka mataku perlahan dan melihat unnieku, Hyera berdiri dengan celemek
“bangunlah. Tadi appa telfon, hari ini jam 9 kita akan kemakam umma”ucapnya lalgu bergegas pegi. Aku turun dari kasurku dan menaruh surat yang aku pegang tadi kedalam kotak yang penuh dengan surat-suratku yang lain
Aku mengambil handuk dan bajuku dan segera mandi. 15 menit setelahnya aku keluar dan mengeringkan rambutku
“Hyena.. sarapan dulu”sahut Hyera, aku berjalan kedapur dan makan sarapan bersama unnieku itu dalam diam
“bagaimana perasaanmu sekarang? Semenjak umma meninggal 5 tahun yang lalu kau menjadi pendiam dan sifatmu menjadi aneh, kau lebih suka menulis surat itu dan membawanya kemana-mana dibanding bercerita kepadaku.. ada masalah apa sebenarnya?”ucap Hyera. Aku hanya bisa menggelengkan kepalaku.
Selesai sarapan aku menuju kekamar dan bersiap untuk ke makam umma, dan tetap aku menulis surat dulu untuk umma

Umma.. apa kabar?
Bagaimana keadaanmu? Apakah kau tenang disana? Sudah bertemu dengan nenek dan kakek kah? Kami semua baik disini. Kami sangat merindukanmu. Semenjak kau pergi aku tidak ada teman curhat lagi. tetapi itu bukan masalah bersar lagi umma, aku sudah dewasa sekarang, jadi aku bisa memilih yang terbik untukku
Semoga kau tenang disana.. aku mencintaimu

Aku kembali memasukkan surat itu ke amplop pink. Setelah itu aku mengganti pakaianku dengan dress hitam dan sendal flat lalu membawa surat itu ke makam umma.
aku berdiri menatap batu nisan ummaku dan berdoa untuknya
‘ Tuhan, semoga ummaku tenang disana. Berikanlah ia kebahagiaan yang lebih dibanding ketika ia hidup didunia dulu ‘ aku membuka mataku dan menaruh suratku disana. Appa dan Hyera kemudian mengajakku pulang kerumah

Sesampainya dirumah aku duduk dikamar dan membuka laptopku. Membuka laptopku dan membuka e-mailku

Hya Hyena, ingat kau ada janji denganku jam 3 sore, jangan terlambat ! ok? –Eli

Aku tersenyum dan mulai bersiap-siap. Jam sudah menunjukkan pukul 2.45. Aku keluar rumah dan berjalan ke cafe yang kebetulan tidak terlalu jauh dari rumahku
“hya.. sudah jam berapa ini?”keluhnya
“mianhae Eli-sshi. Tadi aku baru sampai dirumah pukul 1.45. kan aku butuh istirahat”ucapku. Ia terkekeh
“sudah makan? Aku sudah pesankan makanan untukmu, jjangmyun dan Strawberry milkshake”ucapnya sambil menatapku teduh. Aku hanya terseyum
‘ itulah mengapa aku bisa menyukaimu Eli. Kau selalu tahu apa yang aku inginkan sekarang ‘ ucapku dalam hati
“jadi bagaimana tadi? Pasti kau kasih surat ke ummamu ya?”ucapnya sambil memainkan PSP nya
“ne.. tadi aku bertemu dengannya. Ia sangat cantik dan tenang sekarang. Bahkan ia titip salam untukmu”ucapku
“salam balik”ucapnya sambil mengangguk-angguk
Tak lama kemudian pesanan kami datang
“akhirnya datang juga. Aku sudah lapar”ucapnya
“kau pasti sangat lelah ya belakangan ini?”ucapku.ia hanya mengangguk
“ah iya. Untuk kau bertanya, besok ada yang ingin aku bicarakan, besok tak ada acara,kan? Aku tunggu di taman jam 9 bagaimana?”ucapnya. aku tersenyum dan mengangguk-angguk
Setelah selesai makan ia mengajakku keliling kota Seoul selama 30 menit
“sudah sore, aku antar kau kerumah ya?”ucapnya
“anio, aku bisa sendiri, kau juga pasti lelah”ucapku lembut
“kau kira aku pria seperti apa membiarkan wanita sepertimu berjalan sendirian kerumah. Aku antar pulang”ucapnya
Kami berjalan pulang bersama sambil tertawa-tawa. Sampai akhirnya aku sampai dirumah
“gomawo Eli-sshi”ucapku tersenyum lebar
“cheonmaneyo. Cepat masuk, udara sore sangat dingin. Sampai besok”ucapnya, aku masuk dan melambaikan tanganku kepadanya. Rasanya berat untuk meninggalkannya
“ngg.. Hyena?”ucap seseorang dari belakang
“he? Waeyo unnie?”ucapku
“ada surat. Kau ingat kau ada check-up minggu lalu?”ucapnya dan aku megangguk
Aku membawa surat itu ke kamar dan membacanya dengan seksama

‘ Kim Hyena… kanker… otak.. stadiun.. akhir ‘

Aku terdiam, rasanya aku tidak dapat penopang berat badanku lagi. hanya 2 hal yang ada dikepalaku sekarang.. 1 adalah.. Kematian yang kedua adalah.. aku akan segera meninggalkan Eli sebelum ia thu perasaanku
Aku panik dan terduduk disamping ranjangku
‘ kenapa harus aku? Kenapa harus kanker? Kenapa akuu??? ‘ teriakku dalam hati sambil menangis sekencang-kencangnya
“Hyena? Aku sudah membacanya?”tiba-tiba seseorang berbicara dibalik pintu
“unnie..”ucapku lemah masih sambil menangis. Hyera berjalan medekatiku dan memelukku
“kenapa aku unnie? Apa salahku? Kenapa harus aku?”ucapku menangis dipelukannya
“jangan seperti itu Hyena, semuanya belum tentu benar. Itu hanya prediksi tentang sisa waktumu untuk hidup.. semuanya ada di tangan Tuhan”ucapnya. Aku masih menangis
“apa yang harus aku lakukan unnie? Aku tak ingin mati dengan cara seperti ini”ucapku
“ jangan seperti itu. Teruslah berdoa dan jangan berbuat macam-macam, jaga stamina, jangan sampai terlalu lelah. Hari ini hari terakhir kau boleh keluar sendirian. Mulai besok kau akan pergi bersamaku. Arraseo?”ucapnya tegas
‘ tidak ada hari esok unnie, aku tidak akan sanggup membuka mataku untuk hari esok..’ gumamku dalam hati
“unnie pergi kerja dulu. Kau akan pergi bersama Eli bukan? Jangan pulang terlalu malam. Araci?” ucapnya. Aku hanya mengangguk
Unnie mengeluarkan ponselnya dan menelfon seseorang
“yuhbuseyo? Eli? Ne ini Hyera. Ne.. kau akan akan pergi dengan Hyena bukan? Mwo.? anio.. jaga dia baik-baik.. pulanglah sebelum jam 5 sore.. ne.. jemput? Ne..ne.. arraseo. Ne.. annyeong” ucapnya
“aku pergi dulu. Hati-hati”ucapnya lalu pergi keluar
Aku berjalan ke mejaku dan mengeluarkan selembat kertas dan mulai menulis sesuatu

~~

“hm. Jadi unniemu mau bekerja dan terlalu khawatir karena kau demam? Kenap tidak bilang? Kita bisa main dirumah saja”ucap Eli santai. Aku tersenyum
Kami berjalan ke taman dan aku melihat seseorang duduk disana. Eli menghampirinya
“annyeong Eli ~”ucapnya
“ah annyeong. Hyena, kenalkan ini SeoNa, dia…”ucapannya terhenti ketika handphoneku berdering
“ah chamkaman, aku mengangkatnya sebentar” aku berjalan meninggalkan mereka dan menerima telfon dari appa

“nanti malam kau akan check-up ke dokter, jadi jangan terlalu lelah agar hasilnya baik, ara?”ucap appa

‘ne appa arraseo.”ucapku. aku memutuskan telfonnya dan dan menatap surat yang kupegang dari tadi

semoga ini keputusan yang tepat ‘ucapku dalam hati
Aku berjalan ke te tempat dimana aku meninggalkan Eli dan wanita itu tadi. Ketika aku melihat mereka dari kejauhan, aku melihat mereka sedang… berciuman?
Aku terdiam. Suratku terjatuh dan airmatakupun mengalir dan aku membekap mulutku. Aku berlari sekencang-kencangnya dan hatiku sangat sakit melihatnya.aku terus berlari tanpa menoleh kemanapun. Tiba-tiba…
TIIN TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNN ~

~~

=Eli POV=

“Temanmu kenapa?” tanya SeoNa
“ada telfon. Dia temanku dari kecil. Dialah wanita yang sering kuceritakan padamu”ucapku terus menatap punggung Hyena yang semakin menjauh
“hmm. Kok dia sepertinya pendiam dan wajahnya pucat?”ucap SeoNa
“dia memang pendiam. Dia lebih suka menyimpan perasaannya diatas kertas. Aku yakin dikamarnya banyak sekali surat yang sudah tertumpuk. Kebiasaan yang aneh memang. Cuma itulah yang unik darinya. Tetapi belakangan ia demam karena kelelahan”ucapku panjang lebar
“kau menyukainya?”ucap SeoNa. Aku tersentak
“mworago??”ucapku menoleh kepadanya, tetapi aku merasakan sesuatu menyantuh bibirku. Aku terdiam dan akhirnya sadar lalu mendorong tubuh SeoNa
“hya ! apa yang kau lakukan!”bentakku
Aku pergi meninggalkan SeoNa dan berjalan mencari Hyena, tetapi aku tidak menemukannya ditempat ia menerima telfon tadi. Aku panik dan langusung mencarinya. Tiba-tiba aku menginjak sesuatu. Aku mengamatinya
‘ surat? ‘ gumamku. Aku mengambilnya dan membuka amplopnya lalu membaca suratnya

Eli-sshi.. saat kau membaca surat ini mungkin kau sudah tidak melihatku lagi
Pertama mungkin aku akan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya, karena kau selalu mengisi hari-hariku dengan canda dan senyummu. Terimakasih
Dan aku juga ingin meminta maaf, karena aku tidak bisa membalas kebaikanmu ~ tidak bisa memberika kepadamu yang terbaik.. aku sangat minta maaf
Aku.. aku tadi membaca surat dari dokter mengenai hasil check-upku minggu lalu dan aku tahu mengapa aku selalu lemas dan sakit kepala. Aku… mengidap penyakit Kanker Otak stadium akhir. Dan mereka bilang bahwa kemungkinanku untuk hidup itu sangan kecil karena aku sudah mencapai titik terparah, dan sel kankernya mnyebar dengan cepat. Aku sangat takut Eli-sshi, aku takut kau tida mau bertemu denganku lagi karena penyakitku. Aku sangat takut… Unnie menyuruhku untuk tenang dan selalu berdoa. tetapi aku hanya memikirkan 2 hal
1. Kematian.. aku sangat takut menghadapi kematian. Aku ingat bagaimana Umma kesakitan saat-saat akhir hidupnya. Aku takut Eli-sshi. Aku tak tahu harus bagaimana
2. Dirimu.. entah kenapa aku memikirkan enggan untuk meninggalkanmu, aku tahu kita sahabat dari kecil. Kau tahu apapun tentangku, kau tahu kelemahanku dan semua tentangku. Tetapi kau tidak tahu satu hal Eli-ssi. Kau tidak tahu siapa orang yang ku sukai bukan?

Jawabannya adalah.. seseorang bernama Kim Kyoung Jae atau orang yang selalu ingin dipanggil dengan panggilan Eli . Seseorang yang merupakan teman kecilku dan seseorang yang merupakan cinta pertamaku. Aku tahu mungkin mustahil kau merasakan hal yang sama. Tetapi aku sangat ingin mengungkapkan ini kepadamu. Aku harap jika kita masih bisa bertemu.. kau mengucapkan kata-kata bahwa kau mencintaiku sebelum aku merasakan sakitnya pergi dari dunia ini. Aku.. sangat mencintaimu Eli…

Tanpa sadar aku menjatuhkan airmataku. Aku menatap langit dan membayangkan Hyena yang pendiam juga bisa berkata seperti ini.. ponselku berdering, aki tersentak dan segera mengangkatnya
“Eli.. kau dimana?”ucap seseorang diseberang sana
“di taman noona, kenapa?”tanyaku balik
“katakan kau sedang bersama Hyena! Katakan bahwa Hyena kecelakaan itu tidak benar !”teriak Hyera noona panik
Aku tersentak dan langsung berlari sekencang-kencangnya. Beberapa kali dicaci orangpun aku tak perduli. Tiba-tiba aku terhenti karena melihat orang berkerumun dan berteriak minta panggil ambulance. Aku mencoba mendekati kerumunan itu dan menerobos kerumunan itu. Aku melihat seorang wanita berambut coklat panjang terurai, menganakan dress hitam selutut dan sepatu gladiator coklat tua. Wajahnya penuh dengan darah, ia menggenggam amplop berwarna hitam. Wajahnya yang putih bersih penuh dengan darah. Aku mendekatinya dan memeluknya
“Hyena… Hyena kau kenapa Hyena..”ucapku
“HYENA BANGUUUUUUUUN” teriakku sekencang-kecangnya
Matanya perlahan-lahan terbuka. Wajahnya pucat menatapku dan tersenyum
“Eli-sshi…”ucapnya
“sshhhttt..”ucapku menahannya untuk bicara
“aku rasa aku yang harus biaca sekarang. Kau dengarkan aku. Araseo?”ucapku, ia hanya mengangguk lemah
“Hyena.. aku.. aku tahu kau melihat aku dan SeoNa.. agh lupakan.. aku membaca suratmu dan.. Hyena.. aku sangat mencintaimu, aku mencintaimu lebih dari apapun, dan satu hal. Aku tidak akan membencimu sedikitpun karena penyakitmu, aku bahkan akan menjagamu, aku akan selalu menemanimu check-up, sampai kau sembuh. Aku akan ada disisimu Hyena. Aku mohon kau bertahanlah. Aku sangat mencintaimu….”ucapku menatapnya, air mataku mengalir semakin deras. Ia tersenyum dengan tenang
“sudah cukup.. semua permintaanku sudah terkabulkan didunia ini.. mempunyai keluarga yang kuimpikan, teman yang banyak dan seseorang yang kucintai juga memiliki perasaan yang sama.. aku sangat senang sekarang.. Eli-sshi”ucapnya semakin lemah
“aku mohon.. jangan menangis jika kau… mengunjungiku… di.. pemakaman…”ucapnya
“aku.. sangat.. sangat… mencintaimu..”ucapnya tersenyum dan menutup matanya.
“HYENAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA” teriakku sambil terus menangis, 5 menit kemudian.. ambulance datang

~~

Hyena, apa kabar?
Disini sangat sepi tanpa dirimu, Hyera noona juga sering menangis, tapi sekarang ia sudah bisa membuka usaha sendiri.. appamu juga sekarang sudah tenang tinggal dirumah barunya bersama Hyera-noona
Semenjak kejadian 5 tahun lalu, aku tidak bisa melupakanmu, aku masih mengingat dengan jelas isi suratmu, dan saat Hyera noona dan appamu ingin pindah rumah, aku membaca semua surat yang kau simpan di kotak coklat besar yang aku hadiahkan untukmu. Aku senang kau sering membicarakanku disana. Aku senang karena kau menjaga semua hadiah yang aku berikan, walau aku tahu kau terkadang kesal karena kelakuan ku yang selalu bersama wanita-wanita itu. Maaf ya
Bagaimana kehidupan disana? Apakah kau tenang? Apakah kau senang bertemu dengan ummamu? Apakah kau rindu padaku, appamu dan Hyera noona ?
Setiap hari aku mencoba untuk tidak melupakan mu Hyena, setiap hari aku menyempatkan diri untuk mencari obat untuk pederita kanker dan orang-orang yang kecelakaan. Asalkan kau bisa bertahan sebentar saja waktu itu, aku pasti akan menyembuhkanmu sekarang, dan kita bisa hidup bersama. Tetapi apa gunanya menyesali itu semua, semua sudah jalan Tuhan bukan?
Aku sekarang sudah menjadi dokter yang terkenal, sudah menikah dan mempunyai anak yang bernama Kim Hyena, sama sepertimu, ia cantik, manis, dan lugu. Aku harap ia adalah orang sebaik dirimu dan sehebat dirimu…
Semenjak kau pergi, Hyera noona juga berjuang untuk mengusir rasa sedih dan kehilangannya, kami semua berusaha agar memenuhi permintaan terakhirmu. Hyera noona juga sudah memiliki 2 anak yang manis dan tampan sepertiku. Hahah ~

Semoga kau tenang disana Hyena, semoga jiwamu akan selalu tenang..
I love you more than anything, Hyena…

Aku melipat suratku dan memasukkannya ke amplop pink milik Hyena, hari ini tepat 5 tahun kepergiannya, dan kami akan berziarah bersama
“sudah siap chagie??”ucap istriku
“ne, SeoNa.. khaja~”ucapku dan bersiap untuk pergi ke makam Hyena
30 menit kemudian kami sudah berdiri dihadapan maka Hyena
‘ Tuhan, jagalah Hyena dan ummanya, berikanlah mereka ketenangan dan kebahagiaan disana..’ doaku dalam hati dan menaburkan bunga diatas makam Hyena dan ummanya yang berdampingan. Aku menaruh suratku diatas makan Hyena, dan segera pergi
“Eli??”ucap seseorang, aku menoleh
“ah ~ Hyera noona”ucapku
“lama tak jumpa.. bagaimana kabarmu?”tanyanya
“aku baik.. kau?”ucapku basa-basi
“seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja. Ternyata kau masih ingat dengan dongsaengku, aku kira orang akan melupakannya begitu saja. Gomawoyo Eli.. aku sangat berterimakasih kepadamu, Hyena sangat mencintaimu. Ia selalu memikirkanmu dan bercerita denganmu dulu. Sekarang aku rindu akan celotehannya…”ucap Hyera noona
“ya, aku rindu pada semua yang ada di dirinya…”ucapku dan menatap langit

Why didn’t I realize how precious you are back then?
Why was I numb when love was coming to me
but missing it now after it’s gone?
I didn’t know when you are right beside me
Because I was a foolish man
Because I was a stupid man
I realized after you left.

-the end-

Comments on: "Love Letters -oneshot-" (2)

  1. WEISSS xDDDD

  2. bgus og

    huhu
    penxkitx ganas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: