more fantasy about k-pop

Donghae POV

Aku dan kyuhyun duduk berdua di dalam kamarnya. Aku menggaruk2 kepalaku, merasa nggak enak karena telah menyuruh tiga perempuan untuk memasak buat 10orang. belum ditambah mereka sendiri. kyuhyun sepertinya merasakan hal yang sama.

tiba2 sungmin masuk ke kamar. jadilah kami bertiga di sini. ryeowook dan yesung sepertinya sedang istirahat.

sungmin mengambil gitar dan mulai menggenjreng. entah apa yang dimainkan. mungkin sungmin cuma memainkan nada yg ada di kepalanya.

lalu tiba2 terhenti.

” donghae, aku rasanya nggak enak sudah membuat mereka memasak untuk kita,” katanya.

” aku dan kyu juga berpikiran seperti itu,” kataku.

” masakannya jihwa dan seunghee bisa dijamin, nggak?” tanya sungmin,” kalau hyeojin sih, aku yakin.”

” bisa,” jawabku pendek. sungmin mengangkat bahu dan keluar kamar, memutuskan bermain gitar di luar.

sekarang tinggal aku dan kyu lagi.

aku mendesah, agak khawatir. kali ini berbeda.

aku melongokkan kepalaku ke luar kamar dan melihat hyeojin sedang tertawa2. aku bersyukur, semoga saja dia tidak begitu sedih lagi. aku rasa keputusanku untuk mengalihkan perhatiannya tentang minho bisa berjalan lancar.

aku tidak ingin hyeojin menemui minho untuk beberapa waktu. rasanya hyeojin belum siap. minho berpacaran dengan hyuna-putus-lalu hyeojin mengatakan suka-dan ditolak. rasanya agak kejam, mengingat hyeojin tidak pernah berharap lebih.

” hyung,” panggil kyu. aku menoleh. ” kenapa kau diam?”

” hmm,” aku menarik tubuhku dan tiduran di kasur,” tidak apa2.”

kyu merasa agak curiga sepertinya. dia mendekatiku. ” tunggu, tunggu,” ekspresi kyu berubah, membuatku jadi membalas tatapannya.

” kau..” gumamnya,” ada apa di antaramu dan hyeojin?”

” hah?” aku menaikkan alis, bingung.

” semalam,” kyu melanjutkan,” aku, dan yang lainnya, melihatmu tertidur sambil memeluk hyeojin. aku tahu, kalau kau akan berbohong pada kami, padahal sebenarnya kemarin kami semua melihatnya.”

aku terperangah. ” apa??” aku langsung bangkit dari tempat tidur. ” tunggu, kalian kemarin mengikutiku ke kamar hyeojin?”

kyu melemparku dengan bantal. ” tentu saja, ya Tuhan. memangnya tidak aneh apa, membiarkan laki2 dan perempuan di kamar begitu saja? kau tidak turun2 sih. makanya kami ke kamar hyeojin.”

aku mengerutkan dahi. itu artinya aku membohongi ryeowook tadi. percuma saja kalau begitu.

kyu bertanya lagi,” jadi.. hm.. hubungan kalian itu apa? berpacaran?”

aku menggeleng,” tidak. masih sama, seperti kakak adik. aku berani bersumpah.”

” lalu?” tanya kyu,” tidakkah aneh, seorang kakak memeluk adiknya sambil menggenggam tangannya erat? kau tidak sedang membohongiku, kan?”

aku memutar bola mataku. ” ya ampun, kalau aku berbohong berarti yang bisa kutipu cuma eunhyuk,” jawabku gusar. aku menarik napas. aku tidak mungkin bisa membohongi kyu. dia terlalu cerdas. ” aku menyukainya,” kataku lirih. kyu agaknya kaget dan berusaha menenangkan dirinya dengan cara menjaga nada suaranya.

” dari kapan?”

” dari sejak aku bertemu dengannya,” jawabku. matanya yang ceria itu menarik perhatianku.

kyu mendesah. ” tidakkah hyung tahu kalau dia menyukai minho?”

” tentu saja aku tahu. perasaannya tergambar jelas,” jawabku.

” kau.. apa tidak merasa sedih?”

” pasti,” jawabku tersenyum kecil,” tapi kalau aku tidak ingin menyukainya, harus tidak ada alasan. kalau minho kujadikan alasan, maka aku akan terus menyukainya, dan sampai sekarang perasaanku ada.”

kyuhyun menatapku menyerah. ” semua di super junior dan shinee sepertinya tahu kan, kalau hyeojin menyukai minho?”

” ya,” jawabku,” kecuali minho sendiri.”

” lalu kenapa semalam kalian berpelukan?”

aku terdiam sejenak. ” menghiburnya..” ucapku,” semalam dia ditolak minho.”

kyuhyun nampak terkejut. ” sungguh? memang hyeojin menyatakan perasaannya?”

” ya, tapi dia tidak meminta balasan, hanya ingin minho mengetahui saja..”

” kenapa ditolak? bukankah itu kejam? hyeojin tidak menunggunya, kan?”

aku menggeleng. aku berpikir, apakah seharusnya menceritakan segalanya, atau tidak. namun kalau diingat2, rasanya aku menyimpan semua ini sendirian. kurasa kyuhyun harus tahu, setidaknya kan dia sudah mengetahui sejauh ini. tanggung, lagipula rasanya aku butuh teman sharing.

” minho..” jelasku,” dulu dia berpacaran dengan hyuna.”

mata kyuhyun membulat. ” apa?! sungguh?! kim hyuna? kakaknya hyeojin?”

” iya, memang siapa lagi?” gerutuku. kyuhyun mengerjap2kan matanya. ” ng, katamu ‘dulu’? memang sudah tidak? terus hyeojin sendiri bagaimana? dia sudah menyukai minho dari lamaaaaa sekali kan?”

aku mendesah. ” singkatnya,” jelasku,” hyeojin rela mengorbankan perasaannya dan rela mendengarkan curhatan minho soal hyuna. hyeojin tidak memperlihatkan perasaannya namun dengan perhatian yang tercurah, kita pasti tahu ada ‘apa-apa’. cuma ya minho hanya melihat hyuna, dia tidak menyadari apa2. kemudian minho dan hyuna putus. katanya sih, hyuna menyukai jinki.. jadilah hyuna sekarang sama jinki..”

” sama jinki??!”

” sshh, dengar dulu. kurasa masih ada alasan di balik itu deh. kita semua tahu kalau kim hyuna dan kim hyeojin tipe yang.. penyayang. aku sih sebenarnya nggak yakin kalau alasannya cuma menyukai jinki. kurasa.. KURASA ya, begitu. tapi aku nggak berniat mencari2 alasan lain. pikiranku sekarang hanya.. menghibur hyeojin,” ucapku menghela napas, ” tentu saja, minho masih belum bisa melupakan hyuna. hyeojin hanya terpaku dalam keadaan dan memutuskan menemani minho, tapi dia tidak berpikir untuk menunggunya. habis menyatakan suka, aku tahu memang timingnya nggak tepat, hyeojin hanya ingin minho mengetahuinya. lalu ya.. nggak tahu kenapa, malam itu hyeojin ditolak minho.”

” lalu dia menangis, dan kau menghiburnya? di malam waktu kita ke rumah hyeojin itu?”

” tentu saja! kejadiannya kan baru kemarin,” kataku,” kau lihat, kan? saat makan malam hyeojin dan hyuna nampak sedang tidak akur?”

kyuhyun manggut2. aku menyandarkan tubuhku ke dinding. satu hal yang kuheran, semalam hyuna mengatakan, ” apakah cinta seorang kakak patut dipertanyakan?” dan rasanya itu aneh. aku nggak berpikir ada alasan lain, sampai akhrinya hyuna bilang begitu.

kyuhyun merangkak dan duduk di sebelahku. ” jadi, lee donghae hyung, apa yang akan kamu lakukan?”

” aku belum ingin melihat hyeojin bertemu dengan minho dulu.”

kyuhyun menggeleng. ” bukan itu. aku tahu, karena aku akan melakukan hal yang sama kalau aku jadi kau. maksudku ini,” telunjuk kyu menunjuk dadaku,” perasaanmu. apa yang akan kau lakukan?”

aku terdiam. pertanyaan kyu sama seperti yang aku pikirkan tadi siang. apa yang akan aku lakukan setelah ini?

kyuhyun melipat tangannya. ” kau nggak mungkin diam saja kan?” tanyanya,” apa kau nggak berpikir untuk mengejarnya?”

aku menoleh, kaget. mataku membulat. hah? apa?

mengejarnya?

” jangan bilang kau belum sadar,” kyuhyun menggeleng2 tidak percaya. ” aku bukannya ingin meramal hyeojin bakal jadi milik siapa, tapi kenapa kau tidak berada di sisinya sekarang?”

pertanyaannya membuatku tertegun.

” kau.. apakah tidak ada, rasa untuk mengejarnya dan memilikinya, walaupun cuma sedikit?”

aku terdiam.

sekali lagi, kyu mengeluarkan pertanyaan yang tidak terduga. rasanya menohok. kepalaku rasanya kosong. aku seperti tidak menyadari kyuhyun menyenggolku.

… sampai akhirnya, bel pintu dorm kami berbunyi, dan hyeojin berteriak kesal.

” aduuuuh ada yang memencet bel! seunghee?? kau bisa buka nggak?!”

” tidak!” serunya,” aku sedang berkutat dengan adonan!”

” unnie??”

” samaaa!” jawab jihwa frustasi,” aku sedang menggoreng!”

” aku juga!” jerit hyeojin sambil memegang kocokan. ” donghae oppa! tolong dong, buka pintunya!”

” eeeh?” aku berdiri. ” aku?”

” iyaa! atau kyuhyun oppa deh!”

aku melirik kyuhyun. sialan, dia langsung mendengarkan musik. dasar maknae kurang ajar. aku menyeret kakiku malas2an menuju pintu.

tanganku terulur ke knok pintu dan membukanya.

” ya..” sambutku malas, lalu melihat si pemencet bel itu.

badannya menjulang, dan rambut gondrongnya yang ikal membuatku terperanjat.

MINHO?!!

Aku melotot. Minho tersenyum tipis dan menyapaku, bertanya apakah hyeojin ada di sini.

tunggu. rasanya aku menjadi kesal.

tiba2 saja, dalam tiga detik, aku memutuskan sesuatu.

“ hyeojin-ah! aku keluar sebentar ya, mau beli minuman!” seruku. minho terlihat bingung. mata bulatnya menggambarkan dengan jelas.

“ yaa!! buatku jangan lupa, yaaa, rasa blueberry!” seru hyeojin. dia tidak berusaha melihatku karena sibuk dengan dapur.

“ yaaaaaaaa!” seruku. aku buru2 keluar dan menutup pintu. minho menjadi tambah bingung. “ eh.. hyung.. aku mau.. bertemu hyeojin..”

aku menajamkan tatapanku.

rasanya tadi aku memutuskan untuk tidak membiarkan hyeojin bertemu dengan minho selama bbrp waktu.

dan aku sekarang akan melaksanakannya.

aku menarik pergelangan tangan minho kuat2, dan berkata. ” ikut aku.”

—————————————————————————————————————————————————————————-

Minho tidak berani bertanya apa yang terjadi pada Donghae. Niatnya untuk menemui Hyeojin terhalangi dan sekarang Donghae menyeretnya entah kemana. Sepertinya Donghae menariknya ke mobil van dan menyuruh supir untuk pergi ke kafe terdekat. Donghae mengambil topi dan kacamata yang sudah disediakan di van, lalu memakainya supaya tidak ada yang mengenalinya. Berhubung Minho sudah memakai semuanya dari tadi, dia diam saja, tidak tidak berani melirik Donghae. Donghae pun hanya diam seribu bahasa dan melemparkan pandangannya ke luar. Minho bertanya2 di dalam hati, namun ia memilih untuk diam. Donghae yang sekarang rasanya bukan seperti hyung kesayangannya.

” Ah, sudah sampai..” hanya itu yang donghae katakan. dia menarik tangan minho ke sebuah kafe yang sepi pengunjung dan mengajaknya duduk di pojok.

” aku memilih disini karena rasanya enak tapi pengunjungnya tidak banyak,” jelas donghae,” aku ingin bicara lebih privat.”

minho menelan ludah. ternyata benar2 pribadi ya.

mereka berdua duduk. seorang pelayan menanyakan pesanan. donghae memesan ice tea blueberry dan minho memesan hot chocolate serta keduanya memilih sandwich. pelayan itu pun pergi. donghae tetap belum berbicara apa2, sampai akhirnya pesanan mereka datang. minho menyeruput hot chocolatenya, sementara donghae mengaduk2 minumannya dengan sedotan.

barulah dia membuka suara lagi.

” ice tea blueberry,” kata donghae,” adalah minuman kesukaan hyeojin.”

minho berhenti minum. dia meletakkan cangkirnya dan memandangi donghae.

” kau tahu minuman kesukaan hyeojin adalah segala tentang blueberry?” tanya donghae. minho menggeleng.

” kau tahu makanan kesukaan hyeojin adalah sushi?” tanya donghae. minho menggeleng lagi.

” kau tahu warna kesukaan hyeojin adalah putih dan abu2?” tanya donghae lagi, dan untuk kesekian kalinya, minho menggeleng.

donghae menghela napas. ” kau tahu, bagaimana keadaan hyeojin kemarin?”

minho terkesiap. kemarin adalah hari dimana minho menolak hyeojin. minho menggeleng.

donghae, secara mengejutkan, suaranya menjadi dingin. ” choi minho, apa yang kau tahu tentang pikiran, perasaan, dan kebiasaan hyeojin?”

minho terdiam sejenak, lalu berkata,” aku.. aku hanya mengetahui kalau.. dia tidak pernah menangis.”

” kalau kukatakan semalam dia menangis, bagaimana?”

minho terbelalak. sebegitu sakitnya kah?

donghae menyedot minumannya dan mendesah. ” aku yakin kau tahu, saat hyeojin menyatakan perasaannya padamu, dia tidak meminta jawaban. hanya ingin kau mengetahuinya,” kata donghae,” lalu kenapa tiba2 kau menolaknya?”

” aku.. tidak ingin dia menungguku sia2 karena aku masih memikirkan hyuna.. perasaanku masih menyukai hyuna.. aku..”

” memang dia pernah bilang akan menunggumu?”

minho berpikir sejenak, lalu menggeleng. donghae benar, saat menembaknya pun, yang hyeojin katakan hanya akan tetap di sampingnya dan terus menghiburnya.

” kalau begitu..” donghae melipat tangannya, bersandar di sofa kafe,” kalau kubuat hyeojin berpaling padaku, itu tidak masalah, kan?”

minho tertegun, dan menatap donghae. ” eh..”

” kenapa?” tanya donghae, ” hyeojin tidak pernah bilang akan menunggumu kan? dia hanya membiarkan perasaannya ada kan?”

minho mengangguk. entah kenapa rasanya berat. donghae menepuk tangannya. ” deal.”

minho memikirkan sesuatu sejenak, lalu dia buru2 bertanya setelah menyadari sesuatu. ” apakah hyung.. menyukai hyeojin?”

donghae menatap minho lurus2, dan berkata,” iya.”

perasaan minho rasanya aneh. seperti ditikam. ” se.. sejak kapan?”

” sejak aku bertemu dengannya, sebelum hyeojin kenal padamu,” jawab donghae,” tetapi aku tidak mengejarnya, hanya bertindak sebagai seorang oppa baginya, karena aku hanya ingin hyeojin bersama orang yang ia sukai, dan menyukainya.”

minho mengerjap2kan mata. mungkinkah itu..

” awalnya, aku hanya ingin ‘menyerahkan’ hyeojin padamu, choi minho,” kata donghae sambil menghabiskan minumannya,” walaupun kau sempat jadian dengan hyuna, melihat hyeojin yang tetap hanya melihatmu, pendirianku tidak berubah…”

keduanya terdiam untuk sementara, dan donghae melanjutkan, ” sampai.. aku melihatnya menangis semalam.”

pasti karenaku, desah minho dalam hati. tiba2 dia merasa kesal.

” aku nggak akan membiarkan hyeojin menemuimu sementara waktu, biarkan dia menghilangkan kesedihannya,” jelas donghae,” dan dalam waktu itu, aku akan mencoba mengambil hatinya.”

minho merasa tidak percaya. rasanya dia seperti ditampar, dan hatinya merasa tidak suka.

donghae menatapnya tajam. ” kau jangan heran ya, kalau nanti bakal ada berita aku menjadi pacar hyeojin,” ujarnya ringan.

kemudian dia bangkit, bertanya berapa billnya, dan menyerahkan sejumlah uang. dia berseru, ” ayo kita pergi! kau kuturunkan di kantor ya!”

minho tidak menjawab apa2. dia masih syok dan hanya berjalan mengikuti donghae. di dalam mobil, mereka berdua tidak bercakap2.

minho merasa susah bernapas. apa? hyeojin akan menjadi milik hae hyung?

benarkah?

tapi kenapa aku tidak menyukainya?

sesuai dengan perkataan donghae, minho diturunkan di depan kantor SME. Donghae melongokkan kepalanya keluar pintu. Dia menatap Minho dan berkata,” semuanya itu tadi sungguh2. aku tidak main2. bersiaplah.”

lalu mobil van itu berjalan, meninggalkan minho dalam ketidakpercayaan.

——————————————————————————————————————————————————–

Donghae POV

usai mengatakan hal itu, entah mengapa rasanya lega. kyu benar. aku akan berusaha agar tidak menyesal. aku menyukai hyeojin dan aku ingin bersamanya.

sebenarnya rasanya tidak enak juga.. karena minho adalah dongsaeng kesayanganku. tapi di sisi lain, aku merasa minho bertindak agak kelewatan di segala ketelmiannya. sebagai laki2, aku ingin bertindak.

sekarang aku akan berusaha menyeimbangkan segalanya, sebagai hyung yg baik untuk minho dan lelaki yang baik untuk hyeojin.

tiba2, aku melihat mini-market dari mobil. aku menyuruh supir untuk berhenti dan aku berjalan menuju mini-market. aku teringat pesanan hyeojin. aku membeli beberapa kaleng minuman teh blueberry dan membelikan beberapa kaleng jus untuk yang lain.

usai membeli keperluan, aku membayar lagi dan mengucapkan terima kasih pada kasirmini-market.

setelah itu, mobil van berjalan lagi menuju dorm.

tidak butuh berapa lama, mobil van berhenti di depan dorm. aku menaiki lift dan menuju kamar dorm super junior. aku meletakkan jariku supaya pendeteksi sidik jari bisa mengenaliku, dan akhirnya pintupun terbuka.

” aku pulang!” seruku seraya melepas sepatu.

sebuah langkah kaki berderap mendekatiku. aku mengangkat kepala, dan sosok hyeojin yang berlumuran tepung di celemek yang ia kenakan berdiri di depanku.

dan dia tersenyum ceria.

” selamat pulang!”

aku terdiam melihat senyumnya.

… kyu memang sepenuhnya benar.

aku memang memiliki rasa untuk mengejarnya dan memilikinya.

kalau melihat dia tersenyum karena memasak bersama yang lain seperti yang kurencanakan,

rasanya aku merasa puas,

dan ingin bersamanya.

“… apa sih, pabo, apa2an tuh ‘selamat pulang’. harusnya kan ‘selamat datang’,” ralatku sambil terkekeh. hyeojin melotot karena malu dan memukul2 bahuku dengan tangannya. serbuk2 dari dapur menempel beberapa di bajuku. aku menarik tangannya sehingga dekat denganku dan menatapnya dalam2.

” bersiaplah,” bisikku. namun karena keributan yang ditimbulkan dari dapur membuat hyeojin tidak mendengar dan menatapku kebingungan.

” apa?” tanyanya minta diulang. aku mengetukkan pelan tanganku di kepalanya dan berkata,” hati2, tanganmu penuh serbuk2 adonan. bajuku kotor nih.”

” oh iya!” hyeojin menarik tangannya dan tertawa lebar, ” aku lupa~~”

aku tersenyum dan berjalan menuju dapur.

disana jihwa sedang menjerit2 frustasi karena ryeowook bersikeras mau membantunya padahal demam tinggi membuatnya teler.

” oppa! tidak perlu repot2! kau kan lagi sakit!”

” nggak apa2~~ ini kan dorm super junior~` yang bertugas memasak itu aku~`” kata ryeowook, namun di mataku rasanya nyawa dan badan sudah terpisah. jihwa menahan2 ryeowook, tapi ryeowook berusaha menggapai2 pisau, membuat jihwa tambah frustasi karena bahaya.

aku menarik napas, menahan geli, dan berjalan mendekatinya. aku merangkul jihwa dari belakang, membuatnya kaget. dia menoleh dan matanya berkedip2 nggak karuan. sumpah, ini orang reaksinya terkadang sama persis dengan hyeojin.

” hai, jihwa-ah!”

” ah, halo, oppa..” suaranya menjadi pelan, lalu naik2 lagi karena ryeowook mencoba meraih pisau lagi. ” oppa! bantu aku dong! ryeowook oppa kan lagi sakit!”

aku mengangkat bahu dan memegang lengan ryeowook. ” kau kan lagi sakit, sudahlah. biarkan mereka yang memasak.”

” tapi aku merasa nggak enak..”

” kalau begitu saat kau sembuh, undang mereka bertiga makan malam disini, dan kau yang memasak,” tawarku. ryeowook terdiam dan akhirnya menurut saat kuajak istirahat di kamar.

aku menoleh dan melihat jihwa yang takjub karena bisa membujuk ryeowook. aku tertawa berderai dan mengedipkan mata. ” masalah sudah selesai, baby~~”

jihwa melotot. aku tertawa lagi dan membantu ryeowook berjalan menuju kamarnya.

By: Ah Ra

Cr: http://flamesmefanfic.tumblr.com

Comments on: "Because I Really Love You -part7-" (11)

  1. woooo gimana tu nasib si minho selanjutnyaaa ~ ? kyaa, penasaran xDDD

  2. ryeowookielf said:

    Ah~
    Ryeo oppa kasian sekali.
    Lanjut author! ^o^

  3. aku dukung donghae. onn, hyeojinnya sama donghae aja lah. minhonya kaga usaaaaaaah hahah

  4. ahahaha.. saya dukung siapa yaa :p tunggu part selanjutnya yaa😀

  5. hyunrikim said:

    Setuju sama sheila! Aku lebih suka hyeojin sama donghae! ;^A

    Lanjut ff-nya! Seru~😄
    Salam kenal buat author~

  6. aku sih personally suka sama minho.. haha.. pokoknya nikmatin yaa, thnks! salam kenal juga ^^

  7. Kang Se Hwon said:

    aish, panas banget ya. hehe. ah, sebenernya, agak kesel juga kalo harus berkata hyeojin itu ‘cocok’ sama Donghae. ada yang ga rela niih.

    ah ra-sshi!! aku mencintai part barumu, sayang!!

  8. Kang Se Hwon said:

    tapi, ada rasa ingin nabok kayaknya..

  9. sehwon: ampun =______=

  10. ingin bgt jihwa ma donghae
    hehe

    kekx jihwa suka
    hae dech~

  11. vionaminho said:

    hae oppa mau nembak hyo jin ya?????
    Hiks…3x kasian yobo qw…..
    Gx laku…….

    Anyong…..w reader nyasar numpang baca….^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: