more fantasy about k-pop

teukkie, hyukkie, heechul, dan lainnya menuruni tangga. seunghee menunggu mereka dgn ekspresi bingung-tapi-dinginnya. wajah teukkie tampak tegang. seunghee berdiri dan mendekati mereka.

” kenapa, oppa?” tanya seunghee,” apa yang terjadi dengan hyeojin? hae oppa mana?” ketika mendengar nama hae disebutkan, teukkie menghela napas.

” seunghee-ah, apa kau tahu ada hubungan apa antara hyeojin dan hae?” tanyanya. seunghee menaikkan alisnya. ” kakak-adik, kan? sepanjang yg kutahu dan aku selalu memerhatikan mereka juga, hae memperlakukan hyeojin seperti adiknya sendiri, begitu pula sebaliknya.”

kyu dan sungmin bertukar pandang. seunghee merasa heran. ” ada apa? apa yg terjadi?”

” kau tahu, siapa cowok yg hyeojin sukai?” tanya kyu. seunghee mengerutkan dahi. dia tahu, tapi dia pernah berjanji pada hyeojin untuk tidak menceritakannya. lagipula hyeojin sendiri jarang menceritakan perasaannya, krn seunghee sendiri tidak mengerti ttg perasaan.

” yah, yg jelas bukan hae oppa.”

” positif?” tanya kyu. seunghee mengangguk. kyu melirik teukkie. seunghee mengalihkan pandangan ke jjong. ” hei.. sebenarnya apa yang terjadi?”

” bagaimana, hyung?” tanya jjong ke teukkie. dia mengangkat bahu dan menunjuk lantai atas dgn jempol tangannya. ” bagaimana kalau.. kau lihat sendiri?”

seunghee mengangkat kepalanya. kyu menyenggol seunghee. ” ayo, biar aku temani,” katanya. seunghee mengangguk, kemudian mereka berdua berjalan ke atas.

sisanya, yang masih tetap di bwh, bertukar pandang karena khawatir. ” bagaimana ini? kok hae tidak bilang apa2 soal hubungannya?” tanya yesung.

” aku belum benar2 yakin soal.. hubungan mereka sih. mungkin saja ada alasan lain,” kata key. heechul menyetujui ucapan key. ” lagipula,” timpal heechul,” kalau mereka benar berpacaran, harusnya mereka nggak bisa bertindak senatural itu sebagai kakak adik.”

hyukkie mendesah,” entahlah. jujur saja.. aku masih syok.” dan sungmin mengamini.

sementara itu, kyu dan seunghee menapaki anak tangga dengan sangat pelan dan berhati2.

” hei, sebenarnya ada apa?” tanya seunghee.

” kau nanti akan tahu,” jawab kyu. ketika mereka sampai di dpn pintu hyeojin, kyu mendorong sedikit pintunya krn memang mereka lupa tutup tadi, saking kagetnya. seunghee, yang melihat posisi hae memeluk hyeojin, memandangi saja. lalu tanpa berkata apa2, seunghee berjalan pelan mendekati mereka, membuat kyu terkejut.

” Hei, hei! seunghee!” seru kyu sambil memelankan suaranya hingga volume 20%. seunghee mengangkat tangannya, memberi isyarat agar kyu tidak ikut mendekat. matanya menunjukkan, ‘ini-urusan-perempuan’, dan kyu mengerti. seunghee melongokkan wajahnya ke tubuh hae dan mendorong pelan kepala hyeojin sehingga mukanya terlihat. seunghee terdiam sejenak dan akhirnya berdiri. dia berbalik. saat melewati kyu, cowok itu menahannya.

” tunggu! jadi apa yg kau lihat?”

” tidak ada,” jawab seunghee santai. kyu tidak menjawab apa2 dan menutup pelan pintu kamar hyeojin, kemudian menuruni tangga bersama.

yg menunggu di bwh, agak kaget melihat ekspresi wajah hyeojin yg tidak berubah. seunghee hanya menatap datar dan tersenyum tipis. ” sudah kulihat kok. yah.. agak bingung juga..” katanya. taemin mengangguk2 setuju. ” iya kan, seunghee-ah? aku sendiri saja juga bingung~”

seunghee mengambil tasnya. ” aku harus pulang. nampaknya aku harus menyelesaikan tugas ini besok.. dan aku lelah. selamat malam, nyonya kim,” kata seunghee sopan. nyonya kim, yg sedang menonton tv, menepuk bahunya dan tersenyum sedih.

” maafkan apa yg telah terjadi hari ini, ya, seunghee, teukkie, dan lainnya..”

” nggak apa2,” jawab teukkie membalas senyum,” pasti akan baik2 saja.”

nyonya kim mengangguk, wajahnya nampak sangat lembut. ” hati2 di jalan..”

stlh membungkuk, mereka semua pun pergi. seunghee melihat langit dan mulai berpikir.

” hmm.. kalian mau langsung ke dorm?” tanya seunghee. teukkie dan jjong mengangguk. seunghee menunjuk arah jalan yg berlawanan. ” kalau begitu aku lgsg pulang. daaahh..”

” sendirian? apa nggak bahaya buat cewek jalan malem sendirian?” tanya sungmin khawatir. seunghee mengibaskan tangannya dan pergi, meninggalkan mereka yg penuh kekhawatiran.

seunghee menghembuskan napasnya yg berasap karena dingin. dia memeluk erat tasnya sambil membayangkan hae yg memeluk hyeojin. nyonya kim pasti tidak akan masalah jika hae menginap di rumahnya, bahkan di kamar hyeojin, karena dia tahu kemesuman hae bahkan mencapai level mega-super-duper minus. kalaupun terjadi, hae akan diminta menikahi hyeojin dan…….. tentu saja, hyeojin nggak mau karena dia menyukai minho, sementara karier hae akan hancur berantakan. belum lagi anti fans. jadi, inti masalahnya sbnrnya bukan disitu.

seunghee membayangkan posisi hae tadi; sambil menggenggam erat tangan hyeojin, dan kantung mata hyeojin sendiri tiba2 hitam begitu. pertanda.. lain. seunghee bisa menebak apa yg hae lakukan.. tapi apa seorang oppa akan memeluk adiknya seerat itu, sambil menggenggam tangannya? tiba2 dia merasa aneh.. dan juga..

” nona. sendirian?”

langkah seunghe terhenti. napasnya tertahan.

” kau anak SMA? mau main dulu?”

seunghee mengepalkan tangannya. ” Tidak.”

Grep. Tangan lelaki itu meremas bahu seunghee. ” Tidak ada kata tidak. ayo ikut, kita akan bersenang2!”

seunghee meringis. gawat. dia tidak punya power apa2 untuk melawan lelaki mesum ini. seunghee berusaha meronta.. sampai akhirnya ada kaki bersepatu pantofel menendang punggung lelaki itu hingga pingsan. seunghee menatap tajam si penyelamat itu.

” kau menguntitku ya?” tanya seunghee tajam.

” enak saja,” jawab org itu,” berterima kasihlah, karena teukkie hyung memaksaku kemari.”

seunghee memiringkan kepala. kyuhyun membersihkan pantofelnya yg mengenai lelaki itu tadi. ” ayo, biar kuantar pulang.”

” kau sendiri?”

” gampang lah.”

” tapi kau kan artis.”

” dan lelaki,” jawab kyuhyun singkat, ” kau perempuan.”

seunghee tidak menjawab. dia masih menatap kyuhyun dgn ragu. kyuhyun memutar bola matanya. ” ayolah. kalau kau sendirian, bisa bahaya untukmu.. dan untukku. teukkie hyung akan memarahiku habis2an.”

seunghee melipat tangannya. ” kenapa aku jadi merasa kalau teukkie oppa yg perhatian ya?”

” diam kau,” kyu menarik jaket seunghee, ” ayo, kita pergi.” kemudian ia menyeret seunghee. gadis itu menghela napas dan berdiri tegak, lalu berjalan bersama kyu.

” terima kasih.”

” tentu.”

———————————————————————————————————————-

kim hyeojin perlahan membuka matanya. sinar matahari terlalu menyilaukan sehingga ia terbangun. sinar itu menembus masuk ke jendelanya. hyeojin mengucek matanya. dia merasa hangat. saat hendak menggaruk kepalanya dgn tangan satunya lagi, ternyata tangannya tertahan sesuatu. hyeojin, yg masih separuh bangun, merasa dia bersandar ke sesuatu yang hangat dan sebuah tangan melingkarinya….

eh?

mata hyeojin terbuka.

melingkari?

hyeojin melirik ke pinggangnya dan… betapa kagetnya ada tangan ketiga! hyeojin terbelalak dang mengangkat kepalanya. wajahnya bertemu dgn wajah donghae.

hyeojin melongo.

melotot.

dia membeku.

posisi apa ini?

hyeojin ingat, kemarin dia ditolak minho, lalu dia menangis.. kemudian hae datang, memeluknya, dan ketiduran.

wajah hyeojin memerah. tunggu. itu artinya hyeojin dipangku hae dan semalam mereka ketiduran. hyeojin tambah membeku.

mukanya sudah seperti kepiting rebus.

” nyamm~” hae tiba2 berdecak2 di dalam tidurnya. hyeojin merasa ada yg basah di pelipisnya, lalu jatuh ke lehernya. hyeojin meraba2 dan mencium bau cairan itu.

weks.

hyeojin menoleh ke mulut hae.

Dan berteriak.

” GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!”

———————————————————————————————————————-

” Kau bikin kaget aja!!!!” hae mencak2. hyeojin mengacungkan telunjuknya dan gelagapan.

” oppa ngences…”

” BIAR SAJA!”

” MEMANG KAU ANAK BAYI, APA?!”

” EMANG KENAPA? NGENCES KAN TIDAK DILARANG SAMA POLISI!”

” JOROK!”

” LAGIAN KETIDURAN DI AKU!”

keduanya ngos2an setelah teriak2. tiba2 hyeojin mendengar percakapan gadis2 remaja di jalan dr jendela kamarnya. hyeojin terperanjat dan melirik jam.

” AAAAAAAAAAAAAAAAARGH! TELAT!”

Hae melonjak. ” SAMAAAAAAAAAAAAAAA!!” dia buru2 memencet tombol ponselnya,” halo, pak??! JEMPUT SAJA DI KEDIAMANNYA HYEOJIN, SEKARANG!!”

klik. telepon terputus.

mereka terdiam sesaat. hyeojin melirik jam dindingnya. dia kaget, dan melompat, menarik kerah hae.

” ANTARKAN AKU KE SEKOLAH!”

——————————————————————————————————————-

key, jjong, dan taemin seperti hilang kesadaran. mereka termangu begitu saja. onew menatap mereka dgn khawatir. hari ini mereka sedang syuting CF. mungkin ya karena syutingnya diadakan pagi2 sekali dari jam stgh 5, jadi mereka masih lelah stlh dr rumah hyeojin..

tapi tetap saja mengkhawatirkan.

” hei? Kibum? Jonghyun? Taemin?” onew berusaha memanggil mereka, dan akhirnya karena hilang kesabaran, onew menepuk pipi mereka dgn keras hingga mereka tersentak.

jonghyun melotot. ” ngapain sih? gausah tepuk pipi, kenapa? cukup panggil nama saja!”

…….. kau pikir sudah berapa kali aku memanggilmu, idiot.

” aishh, kenapa kalian bengong gitu sih? ga enak tahu, diliatnya..” onew menggeleng2. tangannya mengambil gelas kosong.

” ho? nggak kok. cuma kepikiran kmrn saja..” jawab key.

” hm? di rumah hyeojin? ttg SHINee?” tanyanya sambil mengisi gelasnya dgn air.

” Bukan, tapi super junior hyung. tepatnya sih donghae hyung,” jawab taemin.

” kenapa dia?” onew meminum airnya.

” mungkin dia berpacaran dengan hyeojin.”

*ceprot*

key bangkit dan tangannya mencengkram leher onew.

” hyung ngapain nyembur padaku?”

” err… kaget?” onew cengengesan ketakutan. key melepas cengkramannya. onew menahan dirinya untuk tidak menelpon hyuna dan berteriak, kenapa begini jadinya. onew menghembuskan napas deg2an dan meletakkan gelasnya. minho tidak ada disini krn sedang syuting dream team. gatau kenapa, sebaiknya minho jangan sampai tahu ini. onew membalikkan badan dan memegang bahu taemin.

” kayaknya masalah ini agak sensitif. bagaimana kalau kita jangan bicarakan ini sering2, oke? jarang malah lebih baik.”

mereka mengangguk. onew mendesah lega dalam hati. syukurlah, sepertinya mereka tidak menganggap aneh. malah setuju.

” jadi.. kalian nggak sekolah, kibum? taemin?” tanya onew buru2 mengganti topik pembicaraan. taemin nyengir. ” nanti habis syuting CF kami langsung ke sekolah kok. sebentar lagi juga sudah selesai. ngomong2 aku jadi ingin ketemu jihwa noona.”

onew mengangkat alisnya. ” jihwa noona?”

—————————————————————————————————————

hyeojin menggigit bibirnya. ” ah, oppa..”

donghae memajukan wajahnya ke bahu hyeojin dari blkg. ” hm? apa?”

hyeojin meringis sambil mengangkat tangannya lemah. ” ah.. emm.. itu..”

” hm?” hae memiringkan kepalanya. hyeojin meremas tangannya. ” pintu gerbangnya ditutup..”

” hoh. yasudah kau masuk saja, ngeloncatin pagar.”

hyeojin melipat tangannya. donghae mengambil topinya. ” ayo kuantar sampai gerbang sekolah. turun kau.” dia mendorong hyeojin pelan dari mobil. hyeojin menoleh.

” tapi nanti kau ketahuan.. wajahmu nggak ketutup semua..”

” nggak apa2 kok. lagian murid2 sudah pada masuk ini kan? palingan perhatian mereka terpusat pada kibum atau taemin.”

hyeojin membuka ponselnya. ” tadi aku menerima email dari taemin, katanya dia datang sekolah agak telat. syuting CF dari jam setengah lima, mungkin baru selesai jam setengah sembilan.. jadi sampai sini mungkin jam sembilan lebih sepuluh.”

hae mengangkat alisnya. ” ho? syuting CF pagi2 amat. rajinnya. memang mereka syuting apa?”

” ayam goreng.”

——————————————————————————————————————-

teukkie mondar-mandir di balkon dorm SJ. dia sudah melakukan hal ini untuk ke sekian kalinya. kepalanya dipenuhi tanda tanya dan rasa panik.

apa yang dia lihat semalam itu nyata?

tidak.

tapi bisa jadi.

aaaah.

tidak. hyeojin kan sukanya sama minho. sepertinya sudah pada tahu, perhatian hyeojin hanya tertuju padanya.

tapi kan hyeojin.. jrg menampakkan diri lagi bersama minho blkgn ini.

atau jangan2…

AAAAAAAAAAAAAAH!

” hyung? kau sudah bangun?”

teukkie menoleh ke asal suara. eunhyuk berdiri disana sambil mengucek2 matanya. pandangan teukkie turun ke bawah – ke piyama yang dikenakan eunhyuk. gambarnya monyet.

” kenapa hyung kelihatan panik begitu?”

” ah, itu..” teukkie kembali panik. ” tentang donghae dan hyeojin itu, yang semalam.”

” hooh, itu..” eunhyuk menguap,” ngapain dipikirkan? mungkin saja hyeojin sedang sedih lalu hae menghiburnya. hae kan sukanya begitu. lagian kita semua tahu kalau hyeojin sukanya sama..”

” kalau misal perasaan hyeojin berubah dan mereka ternyata saling suka? mereka berpelukan lho.”

tangan eunhyuk yang sedang menggaruk2 kepalanya tiba2 terhenti. ia mengangkat kepalanya dan mereka berdua saling berpandangan.

tiga menit kemudian,

eunhyuk bergabung dengan teukkie, mondar-mandir di balkon.

—————————————————————————————————————-

napas hae dan hyeojin terengah2. mereka berdua mengepalkan tangan dan saling melirik.

” tunggu. kenapa jadi begini?” hyeojin menggaruk2 kepala.

” itu kan gara2 tadi ada anak sekolahmu yg telat juga, jadinya kita gabisa lewat pintu gerbang, dan karena panik takut dia mengenaliku, kita meloncati tembok sekolahmu. untuk nggak begitu tinggi,” gerutu donghae. hyeojin menarik napas dan melemparkan pandangannya ke pintu gerbang. sepi. tapi tetap saja donghae tidak mungkin lewat situ.

hyeojin melihat jam tangannya dan menepuk dahi. ” aaah sudah pasti telat, ini! bisa2 aku dipanggil Elizabeth sungsaenim..”

Donghae mengangkat alisnya. ” Elizabeth? Dia orang luar negri?”

” Bukan. Nama aslinya Song Minji, tapi karena dia guru bahasa Inggris dan sangat fanatik sama bahasa itu, namanya sendiri diganti jadi Elizabeth. Katanya sih biar keren. Ngomong2 dia walasku.”

” …”

hyeojin membersihkan debu yang menempel di seragamnya dan memerhatikan sekitar. perkarangan sekolah nampak sunyi. untungnya tempat mereka berada skrg ditutupi pohon2. hyeojin merasa sedikit lega.

donghae mengacak2 rambutnya. ” aiiish bentar lagi mau practice dance. kalau aku nggak balik, teukkie hyung akan mengejar2ku terus. kau cepat2 mengendap2 saja dulu, aku bakal meloncati tembok ini lagi.”

” nggak apa2?” tanya hyeojin kuatir. donghae tersenyum dan merangkul hyeojin. ” tenanglah, oppamu ini jago dalam urusan beginian, lho! salah satu syarat jadi idola adalah; jago kabur.”

hyeojin mengangguk. donghae membalikkan badan dan mencari posisi berdiri yang pas, lalu berlari dan meloncati dinding sekolah…

lalu nyangkut.

hyeojin berdesis gemas. donghae menggerutu dan berusaha menaikkan kakinya sehingga dia bisa turun, tetapi sebuah suara mengangetkannya.

” AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!! DONGHAE OPPA!”

glek.

——————————————————————————————————————-

” aaah, ayo kita cepat2 ganti baju, taemin!” key melempar seragam taemin dan si pemilik menangkapnya dgn mudah. syuting CF baru saja selesai. mereka berdua buru2 ganti baju, dan tidak lama kemudian mereka keluar dengan mengenakan seragam. jonghyun memandangi mereka.

” capek, ya?”

taemin menggeleng. ” tidak kok. kalau ingat hyeojin atau seunghee tiap hari mencatat pelajaran biar bisa kusalin, rasanya berdosa kalau nggak berusaha masuk sekolah.”

key melonggarkan dasinya dan berkata,” aku merasa berdosa kalau taemin masuk, aku tidak.”

onew tersenyum dan menepuk bahu mereka. ” yasudah, kalian pergi lah sana. jarak dari sini ke sana 30menit kan? kalau ngebut mungkin bisa cepat..”

mereka mengangguk. ” kalau begitu, kami pergi dulu ya, daaaah hyung~” taemin melambaikan tangan. onew membalasnya. ketika mereka sudah pergi, onew duduk bersama jonghyun dan mereka berdua mendesah.

” enaknya ya yang masih sekolah.. aku kangen masa2 mudaku..”

jonghyun memanyunkan bibirnya. ” aigoo kau berbicara seperti sudah tua saja~ ngomong2 sebentar lagi kibum dan minho lulus, lho..”

onew menggaruk2 kepalanya. ” benar juga…”

——————————————————————————————————————

key melongo kaget melihat koridor sekolah mereka tiba2 sepi, tidak ada suara guru ataupun murid. taemin juga, dia hanya bisa mengerutkan dahi. biasanya kalau mereka sudah datang, bakal ada bbrp murid perempuan yg menyadarinya dan koridor akan dipenuhi bbrp fans.

tapi ini sepi banget. pada kemana ya?

key dan taemin berpandangan lalu memutuskan untuk ke atas. ketika mereka melihat ruang guru di pojok koridor, mereka baru mengerti kenapa anak2 pada menghilang. semuanya berkumpul di depan ruang guru.

” apaan nih?” key terlihat bingung.

” aku juga nggak tahu, hyung. kita tanya yuk.” taemin mendekati salah seorang murid perempuan dan mencoleknya. siswi itu menoleh dan terkejut saat SHINee taemin menatapnya. taemin merasa sepertinya siswi ini baru kelas satu.

” maaf, kenapa pada ngumpul begini, ya?” tanya taemin. siswi itu menjawab gugup karena malu.

” emmh, itu karena hyeojin sunbae..”

” kenapa dia?” tanya key kaget saat nama hyeojin disebut. siswi itu tambah gugup lagi karena sekarang SHINee key ikut menanyainya. bbrp siswi di sekitarnya nampak sirik karena mereka berdua terkenal hanya dekat dengan hyeojin dan seunghee.

” emm.. dia tadi datangnya telat 40menit, dan lagi.. Super Junior Donghae ikut bersamanya..”

alis key dan taemin terangkat, kaget pangkat lima. ” EEEH?!!”

——————————————————————————————————————-

” Saya heran padamu, Kim Hyeojin-ssi.. kamu sudah keberapa kalinya telat dan sekarang, membawa teman lelaki?!” Elizabeth memarahi hyeojin dan matanya melotot. Usianya yang nyaris memasuki empat perlima abad tidak menutupi kegemarannya bersolek. Donghae meringis. Hyeojin benar, Elizabeth itu agak nyentrik. Lipstiknya tebal banget. Donghae mendesah. Dia nggak menyangka siswi yg berteriak tadi ternyata siswi yang membuatnya ikut lompat ke dalam sekolah, dan lagi siapa pula yang mengira kalau suara siswi itu bisa lebih tinggi dari Jonghyun? berapa oktaf? 7 kali, sampai2 bisa mengundang orang2 di gedung sekolah.

Sekarang banyak banget murid sekolah ini yang datang hanya untuk melihatnya. Kasihan hyeojin. pasti dia merasa tidak nyaman.

” dan kau!” elizabeth skrg menunjuk donghae spontan. ” kenapa kau bersama hyeojin di perkarangan?!”

donghae meringis pelan. sebenarnya masalah ini nggak serius2 banget, cuma ya Elizabeth itu sepertinya guru yang… berlebihan. Donghae memutar otaknya dan berpikir, apa yang harus dia jelaskan.

” em.. jadi.. sebenarnya saya semalam ketiduran di rumah hyeojin setelah makan malam bersama teman2 saya di rumahnya, lalu..”

” lalu?! kalian tidur bersama?!”

wajah hyeojin memerah. donghae melongo. ya Tuhan, nggak segitunya juga kok, lebih tepatnya ketiduran bersama. ” tidak..”

” bohong! kalian pasti bo..”

” hae hyung?”

donghae, hyeojin, elizabeth, dan bbrp anak di depan pintu persis menoleh ke asal suara. donghae terharu. taemin dan key berdiri disana, dgn wajah bingung. penyelamatku!

” ngapain kau disini, hyung?” tanya key. donghae menunjuk elizabeth. ” ayo dong, kalian jelaskan apa yang terjadi! aku tadi hanya mengantar hyeojin sekalian ke SME. tapi karena panik takut ketahuan sm seseorang siswi yg telat juga, aku lompat ke dlm sekolah, pas mau balik ternyata malah ketahuan sama org yang sama..”

” lah? lalu letak permasalahnnya apa?” tanya key tidak mengerti.

” sungsaenim bilang kalau aku ini habis berbuat tidak senonoh!”

key dan taemin terdiam, membayangkan kejadian semalam. ohya,apa mereka pacaran? tapi baik key atau taemin yakin, donghae tidak berbuat yadong. kalaupun ya, baru niat juga sudah pingsan duluan.

” jadi, elizabeth sungsaenim..” key menarik napas,” semalam kami bersama beberapa member super junior habis numpang makan di rumah hyeojin. Tidak lama kemudian, hae hyung tertidur, lalu karena pules banget dan susah dibangunkan, akhirnya kami meninggalkannya di rumah hyeojin. Ohya, ummanya hyeojin sudah kenal baik dengan kami..”

elizabeth mengerutkan dahinya. ” benarkah?”

” iya!” anguk taemin kuat2,” lagipula..”

hyeojin tertegun. taemin mendekati Elizabeth dan menatapnya dgn puppy eyes. ” Hyeojin kan anak baik.. Nggak mungkin dia begitu.. Ayolah sungsaenim, maafkan mereka ya? kami kenal baik dgn hae hyung kok..”

” dan lagi,” key mendekati, aura sexiness ala almighty key keluar,” Anda sudah tahu soal Hyeojin dekat dengan kami kan? Dia juga dekat dgn beberapa artis perusahaan kami, termasuk hae hyung..”

yang membuat hyeojin tambah kaget lagi, donghae, yg notabene bukan murid sini, malah sok kenal dgn Elizabeth dan…. mengeluarkan aura prince charming-nya. ” Maafkan saya, Sungsaenim, karena membuat sekolah heboh..” bisiknya dengan suara manly.

Hyeojin menelan ludah.

Ya Tuhan.

Perempuan mana sih, yang nggak bakal nyaris pingsan kalau sekelilingnya seperti harem? Siswi2 di blkgnya saja sudah menjerit2 iri pada Elizabeth.. yang membeku karena terpesona.

Mulut Elizabeth bergerak2. Hyeojin memajukan kepalanya.

” Ba.. Baik…”

Donghae tersenyum gembira. ” Ya ampun, noona baik sekali! Terima kasih!”

Hyeojin melotot. NOONA?!

Tidak berapa lama kemudian, Donghae merongoh saku kantongnya dan meletakkan sesuatu di tangan Elizabeth.

“Ngomong2 ini tiket buat SuShow kami, kuberikan untuk Anda, sebagai balasan terima kasih!”

Suara siswi2 makin bergemuruh di koridor. Key dan Taemin tersenyum inosen. Roh Elizabeth seperti sudah berpisah dari tubuhnya.

Guru killer dan nyentrik itu telah K.O.

Segampang itukah, buat artis idola?

———————————————————————————————————————————-

Onew meletakkan tasnya di atas sofa dan meluruskan kakinya. Jonghyun mengambil handuk. ” Panas sekali! Aaaargh keringatan, rasanya aku harus mandi lagi~ Hyung, kau tidak mandi?”

” Tidak,” Onew mendesah,” nanti saja. aku capeeeek sekali.”

” baiklah,” Jonghyun melangkah masuk ke kamar mandi. onew merongoh ponselnya dan mendapati email dari Hyuna. onew tersenyum dan mulai mengetik balasannya.

Kau sudah makan?

tidak lama kemudian, ponsel onew bergetar.

iya. oppa sendiri? aku bosan ~_~ mrs.Jung menyuruhku latihan menari terus..

Onew membalas,

tumben jam segini kau sudah latihan? memang mau tampil?

dan ponselnya bergetar lagi.

ya. soalnya bulan depan aku akan pindah ke Amerika, menjadi dancernya BoA, lalu bantu2 di dancenya yunho oppa, sekalian belajar. aku sekalian tinggal di sana.

onew tertegun. dia tidak percaya melihat email yg dibacanya.

hyuna akan pindah?

onew buru2 membalas.

benarkah? kapan ada keputusan itu? keluargamu sudah tahu? bagaimana dengan hyeojin?

onew menekan tombol ‘send’ dan menunggu dgn was-was. dia tidak pernah sekaget ini sebelumnya. kenapa mendadak sekali?

drr. drr.

ponselnya bergetar lagi. onew hendak membuka ponselnya dan terdiam sejenak. beberapa pikiran terlintas di benaknya, namun dia menghela napas dan membuka inbox-nya.

kemarin. tadi pagi ibu sudah kuberi tahu lewat telpon, ayah juga setuju. aku agak khawatir sih meninggalkan ibu tanpa ayah yg sedang di luar negeri, namun ya.. sudah. aku percaya hyeojin bisa menjaga sendirian. soal hyeojin? entahlah, tapi mungkin ini bisa menjadi awal yang bagus untuk minho dan hyeojin.

onew membalasnya lagi.

kau pikir begitu? ohya, kurasa.. antara hae hyung dan hyeojin.. seperti ada ‘rasa’ di antara mereka.. yah, mungkin ini kekhawatiranku, tapi bisa jadi.. hyeojin akan bersama donghae..

lalu bergetar lagi, dua menit kemudian.

tenang saja. aku yakin seratus persen, hyeojin akan…

——————————————————————————————————————

” hyeojin, seunghee, enak banget sih bisa deket sama donghae oppa~~” seungbi berkata dgn iri. hyeojin menggeleng2.

” aduh apaan sih? aku itu merasa.. biasa saja. serius deh. di dekat mereka sama saja kau di dekat tukang sayur, berisik banget.”

” apa hubungannya? yang penting kan mereka ganteng!” seru seomin,” apalagi kyuhyun oppa~~”

seunghee langsung membuat raut muka agak sepet. hyeojin hanya terkekeh aneh. sepertinya sifat asli kyuhyun telah tergambar jelas oleh ekspresi seunghee.

” kalian juga,” kata seungbi,” dekat banget sama taemin dan key~”

” enak ya yg punya kakak seorang trainee di SME.. dan lagi paman seunghee juga kerja sebagai staff di sana.. waaaah..” timpal seomin, lalu memandangi hyeojin tajam,” jangan macam2 ya, sama oppa2 kami!”

” iya, iyaaa..” hyeojin menggeleng2. seunghee hanya menatap mereka datar dan berkata, ” memangnya enak kalau laptopmu dirusak oleh salah satu oppa kesayangan kalian?”

seungbi dan seomin saling bertatapan, kemudian memandang seunghee, dan berkata,

” pasti donghae oppa.”

——————————————————————————————————

hyeojin menarik napas dan mengusap keringat di dahinya. seunghee yg bersamanya hanya berdiri diam dan melipat tangan. dia melongokkan kepalanya ke koridor dan mendapati bbrp anak perempuan mencarinya dan akan menanya2kan soal donghae.

hyeojin mendesah,” aku nggak tahu ternyata disini rata2 fansnya kebanyakan donghae.”

” dan aku nggak tahu kalau aku diincar juga,” gumam seunghee. hyeojin menggeleng2.

” kalau sampai mereka tahu kau dekat dgn kyuhyun oppa, mereka akan mengejarmu.”

seunghee mendesis,” siapa? aku? dekat dgn kyuhyun? cih.”

hyeojin terkekeh,” kalau kau jadian sama dia..”

”.. pasti aku akan dijejali matematika seharian, tolong deh.” potong seunghee sambil memutar bola matanya, ” ya ampun.”

hyeojin tertawa pelan. membayangkan tiap seunghee datang ke SME, kyu langsung mengejarnya dan berdebat soal hal yg ga penting. seperti dua minggu yg lalu, saat seunghee sedang menemani hyeojin memerhatikan latihan SHINee, tiba2 kyu lewat dan bertanya pd seunghee ttg gaya rambut, apakah dipotong atau panjang. seunghee dgn asalnya memilih memotong, sementara kyu ngotot panjang. hyeojin bingung, kalau kyu sudah mantap panjang kenapa minta pendapat.

seunghee melirik hyeojin, lalu bertanya pelan, ” kenapa kau semalam berpelukan dgn hae oppa?”

wajah hyeojin memerah seketika. seunghee menatapnya dalam2. hyeojin merasa suasananya lebih intens. dia menggeleng.

” memangnya kenapa? dia hanya menghiburku kok..”

” menghibur?” alis seunghee terangkat. tiba2 hyeojin teringat email dari minho dan dia menjadi lemas seketika. wajahnya berubah sedih.

” dia menolakku,” bisiknya. seunghee tidak bisa berkata apa2 krn kaget. hyeojin tersenyum pahit. ” padahal sudah kubilang.. aku tidak meminta jawaban..” katanya lirih, lalu menunjuk dadanya,” disini, sakit sekali.”

hyeojin menarik napas dalam2. pelukan hae sukses membuatnya menghentikan tangisan, tetapi tetap saja rasanya sakit. seunghee mengulurkan tangannya dan merangkul hyeojin.

” memang menyakitkan, tapi..” seunghee menoleh dan tersenyum tipis,” janjimu dulu adalah.. melindungi minho, kan?”

hyeojin tersenyum dan mengangguk.

janjinya dulu, saat melihat dia frustasi karena keadaan sekitar terlalu berat saat awal2 debut.

seunghee menepuk pundak hyeojin dan tertawa pelan, ” aku awalnya sungguh berpikir kalau mungkin kau akan jadian dengan hae oppa.”

hyeojin melotot dan menggeleng kuat2. ” mana mungkin!”

” mungkin saja, kalau melihat apa yg terjadi.”

” eh..?” hyeojin terlihat clueles..

.. dan kemudian seorang siswi menemukannya.

” eh, itu hyeojin! ayo, kita minta tolong sm dia!” teriaknya ke samping. ternyata siswi2 lain sedang mencarinya. hyeojin mendesis dan menarik tangan seunghee kabur. seunghee menggeleng2.

” untung nggak banyak,” kata seunghee.

” itu kan karena mereka takut sama kibum oppa! ingat nggak, waktu kita dikejar2 tahun lalu buat minta tanda tangannya jonghyun lewat kita, lalu kibum oppa menegur mereka?!” tanya hyeojin sambil berlari.

” ingat, ingat,” jawab seunghee pusing,” demi Tuhan. aku nggak se-fangirling ini kok. fans korea menakutkan.”

” iya, dan lagi.. aw!!” hyeojin mengusap kepalanya karena menubruk seseorang. ” ma.. maaf..”

” hyeojin-ah?”

hyeojin mengangkat kepalanya dan matanya berbinar. ” key oppa!”

key menatapnya bingung. “kau kenapa lari2 gitu?”

” i.. itu..” hyeojin menujuk belakang dengan jempolnya. key memiringkan kepala dan mendapati sekerumunan siswi mengejarnya, lalu saat menyadari ada key, mereka otomatis berhenti.

” k.. key oppa..”

key memandangi mereka satu2 dan segera menyadari situasi. key tertawa terbahak dan merangkul hyeojin serta seunghee erat2. ” sumpah kasian amat kalian! hahahah pasti gara2 donghae hyung~”

seunghee megap2 krn key merangkul erat tepat di lehernya dan hyeojin meringis. key menepuk2 bahu mereka dan tersenyum ke siswi2 itu.

” semuanya, kalian kalau misal jadi anak baik, nanti beberapa anak kupilih dan akan mendapatkan tanda tangan donghae gratis.. plus minho juga! gimana, hae-min moment!”

lalu gadis2 itu menjerit kegirangan dan kompak menjawab, ” nee, key-oppa!” lalu mereka pergi meninggalkan ketiga orang itu. hyeojin merasa lega dan menoleh ke key. ” makasih, kibummie oppa,” ucap hyeojin ceria. key mengangguk dan mengeluarkan cengiran khasnya.

” sama-sama, sudah tugasku dan taemin untuk menjaga kalian juga disini. kalau nggak, hae dan onew akan maraaaah sekali padaku.”

hyeojin melongo. kenapa mereka berdua dikait2kan?

key, yg nampaknya mengerti raut wajah hyeojin, langsung menjelaskan,” mereka bedua sudah bertindak seperti kakak kalian..”

” hoo,” hyeojin mengangguk2. tidak sangka onew juga, soalnya selama ini dia hanya iseng saja. belakangan ini nggak sering ketemu karena promo mini album mereka yg baru.

kalau hae…

tiba2 hyeojin merasa malu. dia teringat bagaimana hae memeluknya semalam.

ya Tuhan, kenapa aku harus merasa deg2an?

key menyibakkan rambutnya dan berkata,” aku mau menemui Taemin. dia di kelas kah?”

” ya,” jawab hyeojin. dia dan seunghee saling lirik2an. untungnya tadi dia sudah meminta tolong kang dong joon untuk menjaga taemin biar tidak ada fans2 yg mendekati dia secara agresif.

key menarik tangan seunghee dan hyeojin. ” kalau begitu, temani aku ke kelas kalian.”

—————————————————————————————————————

Donghae POV

Aku menggaruk2 kepalaku, bingung. Aku masih berdiri di depan pintu dorm kami tapi belum meletakkan tanganku di pendeteksi sidik jari agar pintu terbuka. firasatku menjadi nggak enak. Aku sadar betul kalau aku ketiduran dan hyung2ku meninggalkanku begitu saja. aku merasa tidak sopan terhadap mereka. aku akan meminta maaf.

aku meletakkan tanganku dan sidik jariku langsung diperiksa, kemudian kunci pintu terbuka. aku mendorong pintu dan berkata, ” aku pulang..”

” DONGHAE?!” suara eunhyuk menggema di ruangan. Aku melepas sepatuku sambil menjawab, ” yaaa, kenapa, eunhyuk??”

aku berjalan memasuki ruangan utama dan eunhyuk menyambutku dengan tatapan matanya yg besar, bulat seperti monyet.

” kau.. kau..” katanya terbata2. aku menjadi bingung dan tertawa, menepuk pundak eunhyuk. ” apa, sih? tenang saja kok.. aku baik2 saja..”

melihat tawaku, eunhyuk menelan pertanyaannya bulat2 dan sepertinya menyisakan banyak tanya di mukanya. aku terlalu lelah untuk bertanya kenapa dan memilih duduk di sofa, menyelonjorkan kaki. Sebenarnya ruanganku di lantai atas.. tapi kakiku terlalu sakit untuk melanjutkan satu lantai. Makanya aku memilih untuk istirahat di bawah.. yg jelas2 penghuninya pada diam2 semua.

Ryeowook mengambilku segelas air dan menyodorkan padaku. aku mengucapkan gomawodan segera meneguk habis2. Ryeowook menatapku dgn tatapan khasnya kalau lagi penasaran.

” Hae hyung semalam tidur beneran, dari makan malam sampai pagi, di rumah hyeojin?”

” ya..” jawabku,” aku ada urusan dgn hyeojin, sampai2 aku ketiduran dgnnya. kasurnya enak banget.”

aduh. aku berbohong. jelas2 aku nggak tidur di kasurnya, melainkan bersandar di dinding. punggungku rasanya sakit semua.

buru2 turun saat mengetahui aku kembali dan duduk di sebelahku. dia menatapku dalam2. aku mengerutkan dahiku.

” apa sih?” tanyaku. leeteuk menarik napas dan memegang lenganku. tatapannya nampak serius.

” menurutmu hyeojin itu bagaimana?” tanya leeteuk. aku menggaruk2 kepalaku yg nggak gatal. ” apa ya? dia.. yah perempuan yang.. manis? err, dia terlalu frontal dan jujur.. aku bahkan nggak tahu batas manis itu semana..”

leeteuk mencerna jawabanku dan dia bertanya lagi, ” kau melihatnya sebagai adik atau perempuan?”

aku tidak langsung menjawab. jantungku berdetak kencang mendengar itu.

” dia menganggapku sebagai oppa-nya, kan?” tanyaku balik.

” kalau dirimu?” leeteuk tampak tidak sabar.

aku terdiam sejenak dan menjawab, ” aku memandangnya sebagai perempuan bernama kim hyeojin.”

leeteuk tertegun. ” kau.. apakah ada hubungan spesial?”

” eh..” wajahku memerah,” apa sih.. kan kita kakak adik..”

tapi aku menyukainya.

jadi harus kujawab apa?

leeteuk memandangku, namun sepertinya ada pikiran lain di otaknya. dia tidak melanjutkan pertanyaannya lagi, hanya mengangguk2 pelan dan pergi. alasannya sih, dia mau siap2 buat syuting star king lagi. dia menyeret eunhyuk ke lantai atas. aku memperhatikan mereka dan hanya bisa keheranan.

mereka kenapa sih? seperti habis melihat peristiwa heboh saja.

Aku meletakkan gelasku dan saat melihat iklan yg dibintangi SHINee, aku teringat Minho. Lalu wajah Hyeojin yg menangis, yg baru kulihat pertama kali, terbesit di benakku. Aku merasa.. sedih. Aku nggak pernah menyangka gadis yang bisa berdiri sendiri itu ternyata bisa sakit hati juga.

Padahal aku bermaksud merelakan perasaanku dan melihat Hyeojin tersenyum karena Minho.

Tapi melihat Hyeojin menangis semalam, rasanya aku.. mulai berpikir ulang lagi.

Sebuah tanda tanya tergambar jelas di pikiranku.

Apakah aku masih akan merelakannya?

Ataukah aku akan berusaha membuat Hyeojin hanya melihatku saja?

Aku menggigit bibirku. Wajah Minho terpampang jelas di televisi sekarang. Melihatnya, aku menjadi memutuskan sesuatu.

—————————————————————————————————————

Minho mengusap peluhnya usai syuting show. Dia duduk di pojokan dan mengamati beberapa staff yg sedang beres2. Namun pikirannya sendiri melayang entah kemana.

Bagaimana keadaan Hyeojin, ya?

Minho merasa bersalah. Tiba2 dia menyadari kalau mungkin dia bertindak keterlaluan, karena Hyeojin sejak awal tidak meminta perasaannya terbalaskan.

Pasti ini karena kekalutannya sesaat kemarin.

Minho merasa bodoh. Dia meletakkan handuknya.

Secepatnya dia harus meminta maaf.

—————————————————————————————————————-

Jihwa POV

Aku terdiam di bangku taman. Aku terdiam untuk beberapa saat.

Lalu memukul kepalaku sendiri.

” BODOH! APA YANG KAU LAKUKAN, HAN JIHWA?! KENAPA KAKIMU SEKARANG MALAH DI DEKAT SME!!!”

Napasku terengah2 habis meneriaki diri sendiri. Aku mengetukkan kepalaku ke tasku dan mendesah. Kenapa aku harus kepikiran tentang kejadian semalam? Aaaaah! Bodoh bodoh bodoh! Memangnya kenapa kalau Hyeojin dan Donghae ada hubungan spesial?! Atau.. Memangnya kenapa kalau ada sesuatu pd salah satu di antara mereka?!

Kenapa juga aku merasa terganggu?!

Aku menjitaki kepalaku tanpa henti.

Tapi kemudian berhenti. Soalnya sakit.

Aku terdiam lagi.

Hyeojin..

” Lho, Jihwa noona?”

Sebuah suara yg soft memanggilku. Aku menoleh dan tersenyum lebar. ” Taemin-ah!”

Taemin membalas senyumku dan dia menghampiriku. ” Noona ngapain di sini?”

Aku buru2 mencari alasan. ” Jalan2 saja, kebetulan rumah temanku tidak jauh dari sini, hehe.”

Duh. Aku merasa.. bersalah, membohogi manusia lugu seperti taemin.

” Ooh, begitu yaa. Kalau aku baru pulang sekolah. Jahatnya Kibummie Hyung meninggalkanku karena buru2 ingin ke toilet..” decak Taemin. Aku geli melihat wajahnya yang memelas. Aku menggeser posisi dudukku dan menepuk space yg tersisa. Taemin segera duduk di sebelahku. Aku segera teringat Hyeojin.

” Dimana Hyeojin? Dia tidak bersamamu?” tanyaku. Taemin menggeleng.

” Tidak.. Tadi dia diculik Donghae hyung sepulang sekolah tadi..”

Hatiku rasanya perih.

Mulutku memberanikan diri untuk bertanya lagi.

” Mereka.. ada hubungan khusus, ya?”

Taemin berpikir sejenak. ” Bukannya..” katanya,” Hyeojin hanya perhatian sama.. Minho hyung ya?”

Aku melongo. Taemin tersadar akan kalimatnya dan langsung menutup mulutnya dgn jarinya. ” Omo! Kelepasan..” Taemin menatapku serius dan memelas, ” Tolong ya noona, simpan omonganku saja, tidak usah diumbar2..”

Aku tersadar.

” APA?!”

Taemin menutup mulutku. Aku nggak menyangka dia sekuat itu. Tangannya tangan cowok banget. Tenaganya.. dasar undefeatable warrior.

Taemin menarik tanganku dan memelas lagi. ” Aduuuh suara noona jangan kencang2.. Jangan keceplosan ya..”

Aku menggeleng kuat2 dan menatapnya tidak percaya.

Serius. Aku baru tahu kalau.. Hyeojin.. punya perasaan sama Minho.

Sebuah pertanyaan terlintas di benakku.

Bagaimana dengan Hae Oppa sendiri?

Sampai akhirnya, sebuah email dari Hyeojin masuk.

——————————————————————————————————-

Seunghee POV

Aku hanya bisa memandangi mereka berdua ketika donghae dan hyeojin adu mulut. Kayak anak kecil banget.

Ngomong2, rasanya aku harus me-review apa yg terjadi tadi.

Donghae menculik hyeojin.. plus entah kenapa aku diseret2.

Sekarang, aku dan hyeojin tiba di dorm Suju.

Hyeojin melihat lurus ke ruang tengah dorm Suju dan menatap Donghae dengan pandangan menuduh.

” APA LAGI NIH?!”

Donghae melakukan gestur meminta maaf dan menepuk bahuku. ” Seunghee, maaf ya menyeretmu juga, tapi tolong dong, bantuin bikin makan malam..”

” buat berapa orang?” tanya Seunghee.

” Sepuluh.”

Hyeojin melotot. ” SEPULUH?!!” jeritnya, ” KAU PIKIR AKU DAN SEUNGHEE ITU KOKI APA?!”

” makanya,” donghae memelas,” tolong dong, kau telpon Jihwa juga. kalau bertiga kan bisa masak. bibi yg biasa makan lagi sakit. ryeowook lagi nggak enak badan.”

” kenapa harus kami?!”

” soalnya kalian yang melihat kami apa adanya,” pinta donghae,” dan jago masak.”

” TAHU DARI MANA JIHWA UNNIE BISA MASAK?”

” soalnya dia kan tinggal sendiri! PASTI BISA MASAK!” seru donghae penuh semangat. Aku menggeleng2 melihat raut wajah Hyeojin yg nampak kaget karena mata donghae bisa mengobservasi beginian juga.

Aku menyenggol siku hyeojin. ” sudahlah, hubungi dia saja. Kalau tidak, kita akan bikin 10 macam jenis makanan.”

hyeojin menatapku ragu. ” Tapi nggak enak ah, sama dia..”

” telpon saja,” perintahku tegas. hyeojin menyerah dan langsung mengetikkan email untuknya.

Unnie. tolong ke jalan xxxx di dekat xxxx, darurat. menyangkut masalah hidup mati.

SEND.

—————————————————————————————————————

” Apa..” Jihwa melongo melihat apa yg dilihatnya di depan matanya, ” Apa yg.. terjadi..”

Hyeojin membungkuk meminta maaf.

” Kenapa..” Jihwa menggaruk2 kepalanya panik,” Aku di dormnya Super Junior..”

Donghae menyambut Jihwa dengan ceria. ” JIHWA AH!”

Aku mendesah, merasa malu. Hyeojin juga rasanya mau menimpuk donghae dengan talenan yang dia bawa2.

Ngomong2 soal talenan, kenapa dia bawa?

” Hyung, hentikan ah! Kasihan kan dia..” Kyuhyun menarik kerah donghae. Aku berdecak. Kyuhyun nyengir, merasa agak bersalah.

” maafkan aku, ini idenya donghae hyung, yg menyuruhmu datang kesini..”

Jihwa tampak bingung. ” Lalu email yg kuterima.. hidup mati..”

” maaf!” hyeojin membungkuk dalam2,” itu isi emailku! soalnya.. bagi hae oppa, nggak dimasakin bisa berarti akhir dari dunianya..”

…………

benar juga. aku mengangguk2 setuju, diam2.

Jihwa memiringkan kepalanya. ” Jadi, aku harus bantu2 memasak?”

” iyaa, tolonglah,” pinta Hyeojin,” Aku nggak bisa menghandle sepuluh orang sendirian. Hae oppa.. memintaku untuk menghubungimu..”

” eh..” raut wajah jihwa berubah. aku terdiam, menyadari ada keanehan.

tunggu dulu.

” hmm,” wajah hyeojin nampak nggak enak,” apa unnie.. terburu2?”

” ng.. nggak, sih..” jihwa menggeleng,” tapi tadi taemin bersamaku. saat aku menerima emailmu, aku malah lari sekencang2nya.”

mata hyeojin berbinar, namun menyimpan kesedihan. aku bisa melihatnya. ” taemin? apakah ada minho?”

jihwa menggeleng lagi. wajah hyeojin tampak lesu.

dan air muka jihwa berubah.

nampaknya dia ‘melihat’ sesuatu.

tentu saja, batinku, siapapun.. bisa melihat perasaan hyeojin.

kyu melirikku, dan aku memberi sinyal untuk segera menyeret jihwa ke dapur bersama kami. kyu mengangguk dan menepuk tangannya.

” Ayoo kita ke dapur, hari ini jihwa, hyeojin, dan seunghee yang akan memasak!” serunya,” donghae hyung, daripada kau merusakkan barang pecah belah, lebih baik kau…. ikut aku.”

Rasanya aku nyaris tidak percaya apa yang kyu lakukan. dia menyeret donghae. BENER2 DISERET.

Lalu kedua makhluk itu menghilang.

Aku mulai menghitung2. Di dorm ini cuma ada kyu, hae, sungmin, ryeowook, dan yesung. sisanya sedang ada jadwal.

Ditambah aku, jihwa, dan hyeojin.

Berarti harus memasak untuk 13 orang.

Masing2 minimal harus masak 2 lauk.

Semoga saja cukup. Aku menaikkan lengan pakaianku, dan memberi isyarat agar Jihwa dan hyeojin mengikutiku ke dapur.

Entah apa yang akan dilakukan oleh donghae dan kyu, kalau mereka dibiarkan memasak. Ryeowook sedang sakit dan aku berani bertaruh, sungmin dan yesung tidak bisa dipercaya untuk memasak dalam kategori jumlah besar.

Tampaknya alasan donghae untuk memilih kami sebagai koki adalah keputusan tepat, karena kalau tidak, mungkin Hyeojin benar; INI MENYANGKUT MASALAH HIDUP DAN MATI.

Hyeojin menghampiri Jihwa dengan muka bersalah. ” Maafkan aku, unnie, malah membuatmu repot.”

jihwa tertawa,” sudahlah, tidak apa2. aku bisa melihat alasan kenapa kau mengundangku,” katanya,” kau benar. kalau kubiarkan mereka mengontrol dapur, bisa mati mereka.”

aku bilang apa, gumamku, unnie saja setuju.

hyeojin mengangguk2. ” iya sih.. aku juga berpikira begitu,” katanya sambil membuka kulkas,” hmm disini ada daging dan.. apa ini? hoo. kimchi. yasudah kita bikin.. apa saja jadi ya. seunghee, keluargamu chef kan? berarti kau bisa memasak dengan bahan2 yang ada?”

” tentu saja,” jawabku dgn nada agak angkuh,” kau pikir aku siapa?”

hyeojin terkekeh,” seandainya ada kibum oppa disini, kau pasti mirip dengannya. kalian sama2 almighty, terkadang.”

jihwa mengacungkan bungkusan telur. ” jadi, apa sebaiknya kita mulai?”

———————————————————————————————————-

Minho POV

Aku menghela napas dan melihat bangunan di depanku.

Dorm-nya super junior ada.. di depanku.

Taemin mengatakan padaku kalau hyeojin ada disana, secara jihwa dgn rusuhnya buru2 ke jalan xxx. Taemin tidak sempat mengatakan pada jihwa kalau itu adalah dorm-nya suju secara dia sudah melesat entah kemana.

Niat awalku adalah.. tentu saja, meminta maaf. rasanya aku merasa bersalah sekali. aku menggertakkan gigiku dan memutuskan untuk masuk. Aku memencet tombol lift ke atas dan saat pintu terbuka, aku menaikinya.

Entah kenapa lift ini terasa dingin.

Aku menghembuskan napasku dengan mulut. asap2 keluar. udaranya memang dingin sekali.

pintu pun terbuka. aku mencari2 dorm suju. sebuah pintu yg agak mencolok, dengan coret2an fans di tembok, itu adalah pertanda dorm suju. aku mengulurkan tanganku dan mengetuk pintu.

rasanya agak tidak sopan kalau memanggil2 mereka, apalagi mereka sunbae-ku.

krek.

pintu pun terbuka. aku menahan napas, merasa gugup.

ternyata.. donghae hyung, yang menyambutku.

” ah, hyung! annyong! hyeojin ada?” tanyaku ramah.

tapi aneh.

donghae tidak menjawabku, melainkan menatapku dalam2.

kemudian, yang membuatku lebih terkejut lagi, dia melongokkan kepalanya ke dalam ruangan dan berteriak,” hyeojin-ah! aku keluar sebentar ya, mau beli minuman!”

lalu sebuah suara familiar menjawab,” yaa!! buatku jangan lupa, yaaa, rasa blueberry!”

” yaaaaaaaa!” seru donghae. dia keluar dari dorm dan menutup pintu.

jadilah kami berhadap2an.

aku merasa agak bingung, dan bertanya, ” eh.. hyung.. aku mau.. bertemu hyeojin.”

donghae memegang tanganku, membuatku kaget.

” ikut aku.”

aku terkesiap.

itu bukan donghae yang biasanya.

By: Ah Ra

credit: http://flamesmefanfic.tumblr.com

Comments on: "Because I Really Love You -part6-" (6)

  1. Errr ~ penasaran -___-

  2. lanjuut cuy,,
    crita x mkin kren az nih,,

  3. onnie maaf ya selama ini aku jadi silent reader hehe. kalo mau jadi author disini caranya gimana? gomawo ^_______^

    • author ap dear? admin?? kslo untuk admin ak pernah diskusiin ke founder (nino) kita ada beberapa ketentuan khusus untuk jadi authornya😄 kalo author – penulis bisa baca di page FanFiction ^^

  4. Han Jihwa said:

    AH RA~~~~~!!!!!!! LANJUUUT!!! LANJUUUUTTT!!
    sudah keberapa kalinya ya, saya baca cerita yang ini??

  5. Jihwa: ya! Lo bisa baca di tumblr gue, sayangg. Sampai ketemu di sekolah. Aha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: