more fantasy about k-pop

Minho mulai berjalan sempoyongan usai recording dan kini dia berada di elevator dormnya. belakangan ini jadwalnya sangat padat, sehingga rasanya dia bisa menghitung bintang2 yg berkeliaran di atas kepalanya.

kupikir kibum (key) disini, bukannya dia habis reherseal stage sm IU noona ya? ah, semoga saja dia sudah di dorm. kepalaku pusing.

Elevator pun terbuka, dan dia berjalan lagi. sekarang tidak begitu sempoyongan, tapi rasanya dia sangat lelah. minho meraba2 pendeteksi sidik jari yg terpasang di pintu dormnya dan pintu pun dapat dibuka. minho menghela napas dan menyeret tas punggungnya. ia merapatkan jaket dan menggumam kedinginan.

” aku pulang..” ucapnya seraya melepas sepatu. minho berjalan ke ruang tv, dan betapa terkejutnya dia menemui onew sedang duduk sendirian. minho menyadari, tidak seorangpun, selain onew, ada di dorm.

” hyung?” tanpa sadar minho memanggilnya. onew mengangkat kepala dan menaikkan alis, campuran antara kaget dan bersikap biasa. ” ah, kau sudah pulang. tadi recording dream team? menang kalah?”

” tentu saja menang,” jawab minho. onew tersenyum simpul. ” sejak kapan oori minho bisa menerima kekalahan?”

” tidak, sampai aku mati,” balasnya tegas. onew tertawa. minho meletakkan tasnya. dia tahu jantungnya berdegup kencang. sungguh, dia tidak marah pada onew krn skrg hyuna memilihnya. namun perasaannya pd hyuna mengacaukan segalanya, dan kini dia merasa canggung. sebenarnya setelah bbrp hari dia putus dgn hyuna, skrg dia bs menata hatinya, walaupun perasaannya masih sayang. tentu dia masih sedih soal onew dan hyuna, tapi.. apa yang bisa dia perbuat?

” kenapa terpaku berdiri begitu? seperti org bodoh saja,” komentar onew dan menepuk sofa. ” ayo, kemari, kemarin teukkie hyung dan hyukkie hyung habis recording star king, skrg sedang diputar. nonton bersamaku!”

” sebentar, sebentar,” jawab minho sambil meraih sebungkus susu bubuk,” aku mau bikin susu hangat dulu. serius, udara di luar nggak main2 dinginnya.”

onew melongo. ” kau mau setinggi apa.. bahkan saat kau masih 17tahun, tinggimu sudah 181cm lho.”

” memang iya?”

” waktu di TV show kita kan, yg noona is so pretty.”

” ahh, iya ya,” gumam minho, mengaduk susu di segelas cangkir putih. kemudian dia berjalan dan duduk di samping onew.

” mana taemin, key, dan jonghyun hyung?” tanya minho. onew mengangkat bahu. ” waktu aku pulang mereka sudah pergi.”

” mau kutelpon? eh.. ada email..” minho merongoh saku bajunya, ” dari taemin.”

” tentang apa?”

” hmm… ‘hyung, aku sdg di rumah hyeojin-ah, sama seunghee-ah, jihwa-noona, key hyung, jonghyun hyung, hae hyung, dan bbrp anak SJ, mau kemari? ^0^’… sialan, mereka malah main.”

” berani taruhan, sebenarnya mereka numpang makan,” geleng onew. minho mengangguk. ” apa perlu kita susul? hyung sudah makan?”

” sudah,” jawab onew, ” nggak perlu deh kayaknya kita susul, atau kau mau? lapar kah?”

minho menggeleng. ” tadi kru dream team sudah memberiku makan.”

” ahh begitukah? sepertinya kita harus tetap menunggu mereka di sini,” kata onew berselonjor. minho menyeruput susu coklatnya. onew melirik dan terkekeh pelan. minho menatap onew heran. ” kenapa, hyung?”

” nggak, cuma.. apa kau sadar?” tanya onew,” sudah seminggu kita tidak saling tegur sapa. saat skrg bs ngobrol bebas dgnmu, aku lega.”

minho terdiam dan senyum tipis terulas di bibirnya. dia memang cemburu, tapi bagaimanapun juga, onew sudah seperti kakaknya. rasanya memang menyenangkan. minho berpikir, karena dia laki2 maka dia harus bisa mengontrol emosinya. entah mengapa dia merasa kangen saat ngobrol dgn onew.

” hm? aku juga,” jawab minho lembut. onew balas tersenyum, matanya seperti mata kucing saat tersenyum.

sejujurnya minho tidak ingin mengatakan hal ini, tapi dia harus bisa menjaga sikap dgn onew, salah satu keluarganya juga. minho mendekat dan mulai bertanya, bersikap santai, ” bagaimana dgn hyuna?”

” hmm?” onew mengangkat bahunya dan tertawa. minho mengerutkan dahi.

” hei, kalian berpacaran kan? enak dong?”

” hahh, bagaimana ya?” onew tersenyum misterius. minho menyatukan alisnya. yah, mungkin onew hanya menggodanya. minho tidak bertanya lebih lanjut lagi. pertama, takut sedih. kedua, dulu dia jg menyembunyikan ini pd anggotanya.

” ngomong2 bagaimana kabar hyeojin? sudah lama aku tidak ngobrol dgnnya,” tanya onew. minho, yg sedang meminum susu coklatnya lagi, tersedak. ” UHUK! hah? apa?” minho kebingungan, kaget. onew berdecak dan mengelap mulut minho dgn sweaternya. ” ya ampun kenapa mesti kesedak sih.. ckck.”

” hah.. ya ya.. begitu.”

” begitu apanya? yang kutanya kan kabar dia?” kata onew heran. minho menghela napas dan meletakkan cangkirnya. ” dia baik2 saja.”

” sungguh?”

” ya. dia punya kenalan baru skrg, namanya han jihwa,” kata minho berusaha mengingat2 nama noona yg baru dia kenal ‘lewat’ telepon.

” ohya? haha, akhirnya org kayak hyeojin punya teman ya,” komentar onew,” karena di sekolah dia dekat bgt sm key dan taemin, alhasil sahabatnya cuma seunghee-ah kan?”

minho mengangguk. onew melipat kaki dan menopang dagunya. ” lalu, han jihwa itu tahu soal hyeojin kenal kita dan hyung2 di SJ?”

” tahu kok,” jawab minho, ” hae hyung pernah menyebutkan nama jihwa.”

” hoo, lalu dia masih bersikap wajar? keren! kenal dimana ya hyeojin?”

” tidak tahu.”

onew menoleh, heran mendengar jawaban minho. ” nggak tahu? kamu kan sahabatnya? sejak kapan kau tidak tahu apa2 ttg hyeojin?”

minho terdiam. sejak kapan? minho tidak tahu pasti. apa yang dia ketahui ttg rahasia hyeojin? minho menarik napas. hyeojin bahkan mati2an menekan perasaannya. jadi apa yang minho tahu?

tidak ada.

kecuali satu, hyeojin MENYEMBUNYIKAN sesuatu darinya, lagi.

kalau tidak, ngapain waktu itu dia mabuk2? iya nggak?

itu satu hal yg bs minho pahami, tp tidak ia ketahui jawabannya.

” bukannya nggak tahu apa2,” kata minho,” hyeojin seperti menutupinya.”

” dia punya masalah, tp hanya kau yg tidak tahu?”

minho mengangkat bahu lagi. ” nggak tahu, yg jelas hanya hae hyung yg mengetahuinya.”

” hah?” onew tertawa kecil. ” jangan2 hyeojin mulai hanya percaya hae hyung, lagi? gimana dong?”

minho terbelalak dan spontan langsung berdiri. ” nggak kok! dia masih percaya aku!”

kemudian mulut minho terkatup sendirinya. dia merasa bingung kenapa dia semarah itu. onew kaget dan mengibaskan tangannya. ” hei??”

” nggak.. nggak apa2,” katanya lirih, sambil duduk lagi.

ketika itu minho berpikir, apa mungkin dia bisa melihat hyeojin sebagai sahabatnya lagi?

——————————————————————————————————————————————————

Donghae POV

Ngek ngok. kayak kalau kau dapat kejutan, inilah rasanya. bedanya, aku.. eh, kami – aku, hyeojin, seunghee – merasa sepet. karena hanya kami bertiga yg tahu, apa yg terjadi antara hyeojin dan hyuna.

dan… kedua org itu bertemu, saling tatap muka.

nyonya kim menyambut hyuna dgn ceria. ” hyuna~ selamat datang~”

tapi hyuna tidak menjawab. pandangannya terpaku pd hyeojin, di sisi lain sang adik pun mulutnya terkatup rapat dan menatap hyuna. aku merasa merinding dalam situasi ini. aku cukup kenal dekat dgn hyuna, maka dari itu cepat atau lambat aku akan terseret dalam masalah ini.

apapun itu, perasaanku pun ikut diperhitungkan, bukan?

” kenapa?” nyonya kim memecah kesunyian. ” ayo duduk! ohya, kenalkan, ini temannya hyeojin, namanya han jihwa.”

hyuna menoleh ke jihwa dan tersenyum. ” salam kenal, aku kim hyuna, kakaknya hyeojin,” katanya,” aku trainee SM.”

aku bisa melihat rahang hyeojin mengeras.

” aku han jihwa, mahasiswi semester 3 fakultas kesenian, jurusan seni akting dan teater,” kata jihwa balas tersenyum.

hyuna mengangguk sopan. ” unnie,” sapanya dia. jihwa mengangguk juga. hyuna menatap sekeliling dan pandangannya tertumbuk padaku. aku menelan ludah. aku harus menjaga nada bicaraku supaya tidak memperparah suasana.

” hae oppa knp disini berbondong2 dgn yg lainnya?” tanya hyuna,” dan seunghee?”

aku menghela napas lega diam2. syukurlah seunghee yg kini ditanya. gadis itu menunjuk laptopnya. ” laptopku eror, tapi ada tugas.”

hyuna mengangkat alis. ” eror? bagaimana bisa? itu kan masih baru.. ahh..” hyuna menurunkan alisnya saat dia menatapku. ” aku bisa membaca jalan ceritanya, bagaimana kalian bisa berakhir makan malam disini. hae oppa?”

aku memutar bola mataku. ” yayaya, nanti biaya reparasi aku yang tanggung. intinya itu kan?”

” memang apa lagi?” tanya hyuna balik. nyonya kim memberikan semangkuk nasi dan menyodorkan beberapa lauk. aku sih nggak bisa komentar apa2, tp sesungguhnya aku ingin mendorong hyuna ke sisi lain, karena dia duduk di depan hyeojin, persis. aku bisa melihat bagaimana mereka menghindari tatapan.

apa yang terjadi ya di antara mereka?

hyuna memakan makan malamnya tanpa berkata sepatah kata pun, hyeojin juga begitu. Aku merasa cemas. Aku melirik key dan dia juga merasa bingung. Teukkie dan yg lain jg merasa ada yg aneh dgn hyuna dan hyeojin. Aku memaklumi, karena mereka tidak tahu ttg hubungan hyuna-minho, ataupun kenapa mereka bertengkar. Selama ini kan mereka hanya pernah melihat hyuna dan hyeojin yg selalu akur. Kedekatan mereka dulu memang patut diacungi jempol, dan kalau suatu masalah terjadi, maka pastinya masalah itu jg patut diacungi jempol..terbalik.

di tengah2 kebisuan itu, hyeojin meletakkan sumpitnya keras2, membuat seisi ruangan kaget. ” Aku sudah selesai,” katanya. Aku menatap khawatir. Seunghee melirik hyeojin lalu mendesah pelan. Jihwa terlihat bingung di sebelahku, kenapa tiba2 atmosfernya jd dingin begini. Dia menoleh2 tidak mengerti. Aku menggenggam tangannya yg terletak di bawah meja. Jihwa berhenti menggerak2an kepalanya dan memandangku kaget. Aku memberikan kode agar dia tenang dgn mataku. Tampaknya dia mengerti kalau ada suasana aneh karena tangannya berkeringat dingin. Aku menggenggam kuat2, memberi isyarat kalau kami harus diam. Jihwa menurut dan dia menjadi tenang seketika. Aku mengambil kesimpulan, perubahan sikap jihwa yg bs cepat begitu krn dia sudah dilatih akting di kampusnya.. Baguslah. Aku merenggangkan genggaman tanganku dan menatap hyeojin. Dia memejamkan matanya dan tangannya mengepal.

Sepertinya dia sedang menahan perasaannya.

Hyeojin meletakkan sumpitnya dgn kasar dan berdiri, “aku sudah selesai makan.” Kemudian dia pergi. Hyuna jg melakukan hal yg sama, tetapi sblm itu dia memandangiku.

” Hae oppa..” Bisiknya. Aku tertegun. Dia membalikkan badannya dan pergi.

” Hei.. Hei, hyuna!” Aku meletakkan semua peralatan makanku dan membungkuk sopan ke nyonya kim. Dia seperti mengerti maksudku dan mengangguk. Aku segera pergi. Aku mengerti pasti anak2 mulai merasa hal yg aneh. Aku menggeleng2kan kepala dan segera menyusul hyuna. Dia sdg berdiri, di dpn pintu rumah.

“Hyuna..”

” Oppa lihat kan?” Hyuna bertanya dgn senyum masam. ” Atau hyeojin sudah memberitahumu?”

” Hyeojin.. Sudah, dia sudah memberi tahuku.” Hyuna mengembuskan napasnya yg berasap krn dingin. ” Menyebalkan. Seharusnya dia tidak perlu melihatku dgn tatapan begitu.”

Aku melipat tanganku, kedinginan. ” Kenapa kau meninggalkan minho?”

Hyuna melirikku. ” Apakah.. cinta seorang kakak itu patut disalahpahamkan?” Aku mengangkat alisku. ” Apa?” Hyuna mengangkat bahu dan menyampirkan tasnya. ” Sudahlah. Malam ini aku menginap di kantor saja. Selamat malam, hae oppa.” Kemudian dia berjalan menyusuri jalan. Aku tidak menghentikannya. Aku hanya melihat dan.. Diam.

Apa maksudnya?

Tiba2 aku teringat keadaan hyeojin. Aku berbalik ke ruang tengah. Mereka sdg duduk, dgn posisi tetap sprti tadi habis kutinggal. ” Mana.. Hyeojin?”

” Di kamarnya, hyung..” Jawab taemin lirih. Aku segera menuju kamarnya dan menaiki tangga. Aku gelisah, dan kegelisahan itu bertambah saat aku di depan pintu kamarnya. Aku mengulurkan tangan, namun terhenti.

Takut, bisik hatiku.

Kau tidak perlu takut. Hyeojin membutuhkanmu. Apa yg perlu kau takutkan? balas serpihan hatiku yg lain.

Aku takut aku tidak akan mampu menahan diri kalau melihatnya menangis, jawab hatiku.

Lalu kau akan diam diri, melihatnya hancur karena hyuna dan minho, kemudian melihat lelaki lain merebutnya? Ayolah. Kau pernah bilang kalau kau hanya merelakan hyeojin pada minho, paksa serpihan hatiku itu. Aku menghela napas.

Itu benar.

Saat pertama kali aku melihat tatapan mata hyeojin pada minho, aku tahu aku kalah. aku tidak akan mampu menandinginya.

Tapi..


Aku menghela napas, menguatkan diriku.

Kalau bukan dirimu, siapa yg akan menggenggam tangan hyeojin skrg, Lee Donghae? Bahkan Choi Minho tidak mampu berada di sisinya.


Aku mengangguk. Benar. Hanya aku yang bisa. Aku mengulurkan tanganku lagi dan memegang knok pintu.

Lalu, aku membukanya.

” Hyeojin..?”

Gadis itu tampak kaget. Sosoknya dari blkg terlihat sangat kusut. Dia memandang cahaya bulan, membelakangi pintu. Badannya gemetaran saat kupanggil. Ketika menoleh, betapa kagetnya aku melihatnya menangis.

” Hyeojin..”

” Ha.. Hae oppa..” tangis hyeojin. Dia memegang ponselnya. ” Min.. Minho..”

” Kenapa? Kenapa dgn minho?” aku menjadi tegang.

” Emailnya.. Emailnya dia untukku..”

” Apa, Hyeojin?” Aku mengambil ponselnya dan membaca isi email itu.

Hyeojin-ah.

Aku.. Aku rasa, aku masih menyukai Hyuna, sampai sekarang, dan aku tidak berniat untuk.. lupa.

Aku tidak bisa menerima pernyataan sukamu. Aku hanya bisa melihat Hyuna seorang.

Maaf.



” Aku.. Aku…” Bibir Hyeojin bergetar. Aku tertegun dan tiba2 merasa marah. Apa yang terjadi sekarang?!

Aku tersadar sesuatu dan menoleh.

Hyeojin.

Matanya tidak henti2nya mengalirkan air mata. Tangannya bergetar.

” Tadi..” ucap Hyeojin terbata,” Aku melihat Minho oppa.. memandangi foto hyuna dan mendekapnya.. Lalu Minho oppa menggerakkan bibirnya.. ‘aku mencintaimu. aku menunggumu. aku tidak akan melupakanmu.’ lagi, dan dia menggigit bibirnya lalu pergi..”

Aku tertegun.

” Lalu.. Lalu.. Dia pernah menangis di depanku.. Padahal hari ini.. Aku menemaninya tersenyum.. Membantunya.. dan..”

Tidak.

Aku tidak tahan lagi.

Mata itu penuh rasa patah hati.

Aku mengulurkan tangan dan menariknya ke pelukanku.

” Hyeojin,” bisikku di telinganya, ” Menangislah. Aku akan menemanimu.”

” O.. Oppa..”

” Nggak apa2. Kau nggak perlu malu,” kataku, ” Saat ini kau membutuhkanku. Aku disini. Aku tidak akan mengatakan pada siapapun..”

Tangis Hyeojin pecah seketika. Air matanya membasahi pundakku. Aku menggigit bibir. Setahun lamanya Hyeojin memberikan perhatian tidak terhingga pada Minho, bahkan sesudah Minho berpacaran dgn Hyuna dan ketika putus, perhatian itu masih terus mengalir dengan tulus. Pasti sakit sekali.

Aku merasa Hyeojin sepertiku. Aku memberikan perhatian Namun Hyeojin mengartikannya sebagai perhatian seorang kakak. Bahkan ketika aku tahu Hyeojin menyukai Minho, aku tetap memerhatikannya.

Dan sekarang, aku melihat Hyeojin begini. Menangis di pelukanku, pelukan yg baginya hanya sebatas seorang Oppa. Aku merasa cemburu dan sedih.

Padahal terkadang aku berharap, ketika aku merangkulnya, dia akan melihatku sebagai lelaki. Aku tahu itu picik, tapi aku tidak mampu menolak isi hatiku. Walaupun begitu, aku menelan keinginanku bulat2 dan memutuskan untuk berada di sisi Hyeojin sebagai seorang Oppa.

Tapi sekarang..

Apa.. aku akan terus.. menjadi seorang Oppa?

Pertanyaan itu tidak kujawab. Aku hanya mempererat pelukanku dan membiarkan Hyeojin menangis sampai puas.. sampai akhirnya kami tertidur.

——————————————————————————————————————————————————-

Minho menutup ponselnya sambil menghela napas. Dia bertanya2 apa tidak apa2 dia memberikan jawaban mendadak itu? Apa hyeojin akan baik2 saja? Tetapi dia meyakinkan diri kalau hyeojin itu kuat. Dia pasti tidak akan kenapa2. Minho menatap langit dari balkon dormnya. Dia teringat percakapannya dgn Onew barusan..

” Hahah.. Kenapa panik gitu? Kau suka Hyeojin ya?” goda onew. Minho melotot dan menggeleng. ” Tidak! Gadis yg kusukai itu..”

” Siapa?”

” Eh..” Minho terdiam. kata ‘siapa’ dari onew seolah mengintimidasinya agar jgn menyebut nama hyuna. Tentu saja.. tidak akan dia sebutkan. Hanya hyeojin yang tahu.

” Kenapa diam?”

Minho menggeleng. Onew tersenyum, lalu tiba2 ponselnya bergetar. Onew mengangkat tangannya. ” Sebentar ya. Ada email masuk.” Onew membacanya dan tiba2 dia tersenyum lembut. Minho kaget, itu senyum terlembut yg pernah dia perlihatkan.

” Dari?” Minho memberanikan diri bertanya. Onew tertawa kecil.

” Dari org spesial untuk aku yg spesial juga. Hahahah.”

Tiba2 Minho merasa kesal.

Tidak.

Minho menyadari, hatinya menyukai Hyuna begitu besarnya.

” Bagaimana, Minho?” tanya onew. Minho menaikkan alis. ” Apanya?” tanyanya sambil meminum air.

” Hubunganmu dgn Hyeojin. Apa sudah ada perkembangan dari sahabat?”

BRUSH! Minho tersedak dan menyemburkan sedikit air. ” A.. Apa?”

Onew mengangkat bahu. ” Kau pasif sih, nggak sadar2 juga. Kayaknya SJ sm SHINee jg sudah sadar soal hyeojin suka dirimu,” katanya, ” Jangan2 Hyeojin sudah mengatakan suka, lagi?”

Minho gelagapan. Onew menyeringai. ” Sudah kuduga. Tapi orang yg kau suka bukan hyeojin ya..” Minho terdiam. Onew menyikutkan tangannya. ” Kalau begitu, tegaskan perasaanmu. Kasihan kalau hyeojin dibegitukan. Sebaiknya kau..”

Minho tertegun. Dia tidak mendengar lagi lanjutan kalimat onew. Yang dia pikirkan, apakah baik, kalau dia menggantungkan pernyataan suka Hyeojin?

Maka, inilah yg terjadi.

Minho menarik napas. Penolakan. Apa hyeojin sanggup menerimanya?

Pasti, gumamnya dlm hati, dia hanya menyukaiku. aku tidak ingin membuatnya menyayangiku. nanti dia terluka. dia baik2 saja. banyak cowok lain yg akan mau dgnnya, dia kan lumayan.

Minho meminum segelas air lagi, dan mengantongi ponselnya.

—————————————————————————————————————————————-

Jihwa POV

Sebentar. Sebenarnya apa sih yang terjadi? Aku memiringkan kepala. Teukkie, hyukkie, shindong, heechul, sungmin, yesung, key, jjong, kyu, dan taemin nampak kalut. Nyonya Kim meminta maaf pada kami atas apa yg kami lihat hari ini. teukkie mengibaskan tangan mengatakan tidak apa2, namun pasti nyonya Kim merasa tidak enak.

Aku bertanya2, apa hubungan hyuna dan hyeojin buruk? Lalu hae kemana? Kok dia nggak balik2 dari kamar hyeojin?

Taemin menarik lengan pakaianku. ” Noona. Apa baik2 saja mereka?”

Aku tersenyum. ” Aku cek dulu saja, oke? Jgn bergerombol mengecek, berkerumun di depan kamar, kasihan hyeojin.”

” Iya,” angguk jjong. Aku memandangi lantai atas dan berjalan menaiki tangga. Perasaanku menjadi was2. sudah sejam mereka tidak turun2. apa.. hae menyerang hyeojin??

Ah. Tidak2. Pengetahuan hae ttg yadong bahkan minus sepuluh level. Dia nggak bakal berpikiran sejauh itu. Aku menarik napas dan akhirnya aku berada di dpn pintu kamar hyeojin.

Pelan.. pikirku membuka pintu dgn perlahaaaan sekali. Aku melongokkan kepalaku ke dalam.

” Hyeo.. Eh..”

Mataku membulat. Aku nyaris tidak memercayai apa yg kulihat. Perasaanku meluap-luap, seperti tidak bisa menerima sesuatu. Aku menggigit bibir dan buru2 menarik tubuhku keluar. Aku berbalik dan lgsg menuruni tangga, lalu bertemu teukkie.

” Bagaimana, Jihwa-ssi..”

” Ah..” Aku memasang senyum palsuku. ” Aku harus pulang. Makan malamnya enak sekali, Nyonya Kim. Sampai jumpa. Lalu.. senang bertemu kalian, Oppa sekalian.” Sesudah berpamitan hormat, aku buru2 pergi.

Aku tidak memercayai apa yg kulihat.

Tidak.

Tapi itu nyata.

Genggaman tangan itu..

Sementara itu..

” Lebih baik kita lihat keadaan mereka,” Hyukkie, shindong, dan taemin bergegas ke atas. Teukkie, heechul, dan key menggeleng. ” Aisshh! Jgn ribut!” tegur heechul. Kyu menjentikkan jari. ” Teukkie hyung, sebaiknya kau melihat duluan, baru kami. Lihat2 dulu situasinya,” sarannya yg disambut baik oleh sungmin dan jjong. Teukkie mengangguk setuju dan menaiki tangga, diikuti member2 SJ dan SHINee lainnya. Teukkie membuka pintu pelaaaan sekali, dan berbisik, ” Aku masuk..”

” Bagaimana, hyung?” tanya key. Badan teukkie tiba2 membeku.

” Ehh??” desisnya kaget. Mereka merasa penasaran.

” Apa? Apa?” tanya mereka bingung. Teukkie menoleh dgn wajah tidak percaya dan menunjuk ke dlm ruangan. ” Itu..”

Satu per satu melongokkan kepala ke dlm pintu, dan reaksi mereka sama kagetnya, melihat posisi hae dan hyeojin; hae memeluk erat hyeojin dgn menggenggam tangannya dan mendekap lengannya, sementara hyeojin menelungkupkan wajahnya di tubuh hae, dan hae sendiri bersandar ke tembok. Keduanya tertidur.

Mereka saling bertukar pandang.

” Ah. Pantas saja jihwa-ssi kaget. ‘skandal’ ini dia lihat sendiri, antara artis dan temannya!” kata jjong dgn suara pelan namun heboh. teukkie melirik lagi ke hae dan hyeojin yg sedang tertidur pulas.

” jangan2.. hubungan mereka itu..”

———————————————————————————————————————————

Onew menggertakkan giginya berkali-kali. Dia menyilangkan tangannya sambil tiduran di kasur.

” Sudah kuduga. Tapi orang yg kau suka bukan hyeojin ya.. Kalau begitu, tegaskan perasaanmu. Kasihan kalau hyeojin dibegitukan. Sebaiknya kau..”


Setelah mengatakan itu, raut wajah Minho menjadi blank dan berubah seketika, lalu dia langsung bangkit dan berjalan tanpa mengatakan apa-apa. Onew tidak tahu apa yang dipikirannya.

Onew mendesah. Apa Minho mendengar lanjutan kalimatnya?

Sebaiknya kau.. membuka hatimu juga untuk Hyeojin..”


Tiba-tiba Onew merasa khawatir, takut keinginan Hyuna tidak tercapai.

Dan lagi, Onew tidak menyangka juga.

Terkadang penyakit sister complex dan selalu ingin membahagiakan adiknya yang dimiliki Hyuna, bisa mengorbankan segalanya begini ya.

By : Ah Ra

cr: my tumblr: http://flamesmefanfic.tumblr.com

Comments on: "Because I Really Love You – Part 5 , and when the tears fell down." (10)

  1. duh mesranya donghae dgn hyeojin,,
    jd iri, tpi ksihan haenya cman d anggap oppa,,
    cup..cup..

    kyuhyun saranghae!!! *gk nyambung*

  2. Errr ~ tanggung jawab ! Ff ini bkin ak penasaran !!

  3. CEMBURU!!!
    Ngliat donghae & hyeojin plukan smbl ktiduran.SO SWEET!
    Pnsaran nich,
    lanjot bu author!
    Jgn lma2 y…hehehe

  4. @yulianese-gembul : pendapatmu sama nak, dengan gw ~ AAA secepatnya ntar dipost part 6-nyaaa xDDD *maksa :p

  5. Weeeeyyy hehe ditunggu kalo gitu yaaa hihi.🙂

  6. Han Jihwa said:

    Ah ra, firstly, saengil chukae sayang. moga-moga makin hebat bikin ff-nya
    second, karena onnie penggemar setia, lanjutin ya ff part 6 nya.
    third, tolong diingat Donghae bukan mainan kejahilanmu, oke. dan saya juga bukan mainanmu. hehe, FIGHTING!

  7. ryeowookielf said:

    Penasaran . . . . >///<'

  8. Han jihwa: lho kok lo nongol?? Hahaha. Thankyou, love. Haha itu kan akibat punya tmn seorang penulis.. Lol

  9. Han Jihwa said:

    haha, iyalah, gue nongol. kan gue onnie yang sayang sama dongsaeng-nya.
    duuuh, sumpah, lama bener gue nungguin lanjutannya. lanjut. lanjut

  10. Jihwa: aigoo. Gue lagi pergi2 mulu nih, blm sempet lanjutin chapternyaaa. Udh udh tunggu aja, draftnya udh gue bikin di kepala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: