more fantasy about k-pop

“Jadi sahabat yg kau maksud kmrn itu Minho?” Jihwa menatap Hyeojin tdk percaya. Tangannya nyaris menjatuhkan gelas starbucks yg dipegangnya . Hyeojin terkekeh aneh. Ia sudah menduga kalau Jihwa pasti akan kaget lagi. Hyeojin mengangguk. ” Iya, berkat Hae oppa, aku kenal Minho.”

Jihwa mengangguk2. Kini mereka berada di kafe yg nggak jauh dr kantor SME. berhubung krn hyeojin kelelahan habis membantu manajer shinee, makanya kami memilih duduk2 di kafe starbucks saja. ” Gimana ceritanya? seru nih dengerin kisah nyata seorang gadis yg dekat dgn anggota SJ sm SHINe.. tunggu, kalau kisahnya kujual di infotaiment..”

” plis jangan,” tangan Hyeojin spontan membungkam mulut Jihwa yg meronta. Hyeojin menarik tangannya. Jihwa cengengesan sambil menjentikkan jari. ” Bercanda. Ayo ceritakan!”

Hyeojin menopang wajahnya dan nampak berpikir, mulai drmn dia harus bercerita. ” Hemm kmrn sudah kuceritakan kan, unnieku adlh trainee di SME? kupersingkat saja. unnie itu.. orgnya ceroboh dan pelupa, tp sibuk krn terus2an latihan. kombinasi yg nggak baik kan? krn itu awalnya aku sering ke SME utk mengantarkan keperluannya, seiring waktu aku diminta untuk bantu2 di SME jg, kyk manajer dadakan lah. Lee Soo Man saenim jg tau kok ttg aku, makanya aku diberi izin keluar masuk sesukaku krn aku bukan cewek maniak. Aku pun dikenal bnyk artis SME kyk SJ, SHINee, kangta, BoA, sm bbrp artis SNSD. Kemudian suatu hari, aku buru2 bawa tumpukan kertas milik SME, krn aku nggak begitu memperhatikan jalan, aku menabrak donghae oppa. dia membantuku membawa kertas2. sejak saat itu aku selalu bertegur sapa dgn hae oppa, tp tidak lebih dr itu.. sampai aku bertemu dgn minho oppa,” suara hyeojin menjadi lirih saat menyebut nama minho. perasaannya meluap, hatinya bergetar.

Jihwa bergeser ke dekat hyeojin. ” lalu? lalu?”

” yah.. aku bertemu dgnnya saat sedang main bola malam2. kurasa waktu itu dia sudah free dr kegiatannya.. aku sendiri sedang mengantar makanan buat unnie, dan kebetulan arah rumahku ada lapangan bola. dgn topi yg menutupi wajah dan sweater tebal, dia bermain2 bola dan bolanya melayang hingga terantuk kepalaku. jujur rasanya SAKIT banget. sial emang,” tawa hyeojin. betapa kangennya dia sm masa itu. rasanya.. hatinya hangat.

” lalu krn aku kesakitan, dia menghampiriku dgn muka khawatir yg baru pertama kali kulihat. bayangan flaming charisma dia di tv dan wajah kakunya yg selalu kulihat di SME, hilang seketika saat melihat wajahnya saat itu: panik bukan main. akhirnya dia mengobati kepalaku lalu mengantarku ke gedung SME. nggak sampai masuk sih, dia menungguku di depan. lalu stlh kejadian itu, kami makin dekat. apalagi kesukaan kami dlm olahraga sama.. aku baru tahu minho oppa dkt dgn hae oppa, krn sering ngobrol bersama itulah, aku dan hae oppa sudah seperti kakak adik..” cerita hyeojin. jihwa manggut2 mengerti.

” begitu ya.. kalau sama minho gmn?”

glek. ” eh?” hyeojin menoleh bingung. ” maksudnya?”

” yah..” jihwa menopang dagunya, ” kalian sahabat?”

hyeojin menelan ludah. sahabat?

” I..” jwb Hyeojin pelan,” Iya..”

” Apa? nggak kedengeran.”

” Iyaa, begitulaaah,” jawabnya keras. jihwa hanya ber-oh saja, lalu dia menatap hyeojin dgn tatapan menggoda. ” Bagaimana hayo, dikelilingi cowok2 tampan macam minho-ssi sm hae oppa??”

wajah hyeojin yg tadinya datar berubah menjadi keruh, keruh, keruuuuuuuh sekali. jihwa mnjd kaget. tangan hyeojin yg sedang memegang croissant, mlh memerasnya. mukanya jd tambah sepet.

” mereka itu ya..” jawab hyeojin dgn suara dingin,” beda bgt dr di tv sm aslinya.”

” hah? maksudnya?”

hyeojin meremas croissantnya lagi – yg kini tinggal remukannya.. dan yg bikin jihwa kaget, dia tiba2 mengangkat wajahnya yg kesal bukan main.

*BRAK*

” mereka itu sembarangan, usil, suka ngerepotin!! sering ngerjain aku pas lg bantuin manajer mereka!! Donghae, kyuhyun, hankyung, leeteuk, shindong, kangin, aaaaaaaaaaaaaaaaa!! lalu key, minho, onew.. mereka ya ampun usilnyaa!!” hyeojin berkoar-koar,” dan yg lebih payah lagi.. kalau mereka sudah kelaparan, mereka akan memintaku untuk memasak!”

” lah, ngapain kau turuti juga?”

hyeojin menghela napas dan mengacungkan telunjuknya,” bakal jadi masalah kalau mereka pingsan kelaparan,” jelasnya,” meskipun sepertinya mereka org rumahan, masakan mereka.. err..”

” awful?”

” lebih dari itu,” jawab hyeojin. jihwa merinding membayangkan ramen dicampur soybean dan kecap, plus lada? ih. lebih baik dia kelaparan.

hyeojin terus menggerutu. jihwa sesekali mencuri pandang ke luar jendela. bilboard bergambar SHINee dan SJ terpampang. yang menarik perhatian jihwa salah satunya gambar choi minho. pose flaming charismanya benar2 keren. rasanya jihwa ingin menampar dirinya kalau ingat tadi yg mengangkat telponnya itu minho. ngomong2, jihwa memuji style minho skrg. menurutnya, rambut minho utk album Year of Us cocok banget, nggak ‘datar’ atau biasa.

lalu..

gambar donghae juga keren.. sebenarnya favorit jihwa itu eunhyuk, tapi entah kenapa donghae memiliki charm sendiri. entahlah, mungkin aura ‘oppa’ di mata jihwa lebih terlihat krn dia dan hyeojin seperti kakak adik? tp yang jelas, style donghae patut diacungi jempol. makin lama SJ dan SHINee makin keren saja.

setelah beberapa lama mereka mengobrol, ponsel hyeojin berbunyi. itu telpon dari ibunya.

” yobseo? kenapa omma?”

” hyeojin-ah, tadi seunghee menelpon mu,” kata ibunya hyeojin di seberang sana,” katanya dia menunggu kiriman contoh laporan tugas sekolah.”

hyeojin menepuk dahinya. ” ah iya, aku blm mengiriminya email. baiklah umma, aku sebentar lagi pulang kok. hm? apa? aah, baik, nanti aku tanyakan. yaya, araso. dahh.” klik. telpon diputus. jihwa bertanya, ” ada sesuatu?”

hyeojin memasukkan ponselnya ke tas. ” iya, sahabatku minta dikirimin sesuatu lewat email. kurasa aku harus pulang.. eh ya unnie, umma mengajakmu makan malam, mau? tp dgn kakakku juga..”

” bolehkah? asyiiik!” seru jihwa girang. hyeojin mengulum senyum. ” kalau begitu, haruskah kita pergi?”

—————————————————————————————————————————————————–

Hyuna POV

” yak! latihan hari ini cukup sampai disini saja!” seru ms.Jung sambil menepuk tangannya. kami, para trainee SME, membungkuk dan berseru, ” terima kasih atas kerja kerasnya!” lalu kami kembali ke urusan masing2. aku meraih tas sportku dan mengambil air mineral. aku meneguknya hingga botolku kosong. aku merasa lelah sekali. menjadi trainee tidak semudah yg aku bayangkan. dulu, aku tertarik menjadi trainee krn terpesona oleh suara jessica dan dance-nya hyoyeon dr snsd. aku punya bakat sbg dancer, krn semasa aku SMA, aku adlh seorang penari. makanya aku nekat menjadi trainee; mengikuti berbagai audisi dan akhirnya terpilih mnjd trainee. aku tidak memikirkan kapan aku akan debut, tp aku ingin mengasah kemampuanku. skrg aku baru setahun menjadi trainee.

lagipula..

ada satu alasan lagi.. kenapa aku memilih menjadi trainee.

” aku pulang duluan ya, hyuna,” kata seomin. aku mengangguk dan melambaikan tangan. dia tahu napasku tersenggal2 krn kelelahan dan meninggalkanku dgn senyuman. tidak lama kemudian ponselku bergetar. ada email masuk dr onew. aku membukanya.

Hei, hyuna. hari ini aku duluan ya, maaf nggak bisa ‘berakting’ dgnmu. hehe🙂

aku mendesah sambil menutup ponsel flipku. aku termangu dlm lamunanku.

Onew.

padahal aku harap aku bisa keluar dr gedung bersamanya. aku takut bertemu minho. aku tidak ingin goyah melihat matanya.

rasanya aku merasa bersalah melibatkan onew dlm semua ini. aku sebenarnya tidak ingin minho dan hyeojin salah paham kalau.. onew bukan pacarku.

sebenarnya aku agak menyukainya.

tapi aku tahu dia tidak akan melihatku sebagai seorang gadis.

dia terlalu lugu, dan mau saja ketika aku melibatkannya.

dasar bodoh, batinku sedih, kau terlalu baik. demi aku melupakan minho, kau rela menipu dirimu dan tidak tahu resikonya.

aku tahu curang. aku mengerti. tapi aku tidak akan sanggup jika meneruskan hubunganku dgn minho, atau aku memutuskan dgn mengatakan yg sebenarnya. aku seperti rendahan dan pengecut. aku tidak ingin antara aku, hyeojin, dan minho menjadi begini.

” hyuna? kau blm pulang?” suara ms.Jung mengagetkanku. aku tersentak dan menatapnya kaget. ” eh, iya.. aku td melamun..”

” sebaiknya jgn melamun. lebih baik kau pulang saja. omong2, cuma kau ya traineeku yg tidak tinggal di asrama?”

aku mengangguk. karena rumahku cenderung dekat, aku memilih di rumah saja. cuma sesekali aku menginap di SME.. kalau memang sedang kepepet dan harus jd penari latar, entah siapapun itu.

aku mengangkat tasku. ” baiklah, aku harus pulang. mumpung masih sore, aku harus istirahat.”

ms.Jung setuju. ” ya, lagipula dlm waktu dekat ini kau akan jadi penari latarnya BoA, sepertinya.”

aku terkejut bukan main. aku belum dengar kabar itu. BoA?? aku menganga.

” sejak kapan diputuskan begitu??”

” kemarin. BoA akan konser disini sbntr lalu balik ke amerika. kau termasuk trainee yg perkembangan menari cukup pesat,” puji ms.Jung,” jadi bersiaplah, latihanmu akan lebih keras.”

aku senang bukan main. tentu saja, menari adalah satu2nya kebanggaanku. aku membungkuk dan mengucapkan terima kasih. aku bergegas pulang dgn hati riang. rasanya aku bisa terbang seketika. aku bersiul2 pelan. aku melewati Jonghyun dan kami melambaikan tangan. aku keluar dr gedung dan krn aku merasa sangat lelah, aku memutuskan untuk menyetop taksi.

———————————————————————————————————————-

Jihwa POV

” di SJ kau dekat dgn siapa saja?” tanyaku.

” aku paling dekat dgn Hae Oppa.. selain itu aku jg dekat dgn Kyuhyun, Hankyung, Heechul, Leeteuk, Shindong, Eunhyuk, soalnya mereka pasukan rame sendiri dan selalu bekerja sama ngecengin aku.”

aku mengangkat alis. ” hee? kau dekat dgn kyuhyun oppa?”

hyeojin mengangguk. ” sahabatku, seunghee, jg beberapa kali pernah SME. dia punya kecenderungan aneh dgn kyuhyun; berkompetisi dlm pelajaran matematika atau bermain game. karena sering melerai mereka yg sudah adu mulut itulah, aku dekat dgn kyuhyun.”

” hoo, begitu yaa..” kataku,” lalu di SHINee?”

” nyaris semuanya. tapi aku paling dekat dgn Minho, baru kemudian Key dan Taemin.”

” Taemin? Key?”

” aku satu sekolah dgn Key dan Taemin. Lagipula, aku sering berdiskusi banyak hal dgn Key.”

aku terkejut. wow, hyeojin satu sekolah dgn taemin dan key! keren banget, pasti dia dikelilingi dua org itu ya? ketika kutanyakan, hyeojin tertawa kecil.

” awalnya sih begitu. ya, sahabat ceweknya key dan taemin hanya aku seorang. aku sempet disirikin lah, sm bbrp shawol di sekolahku, apalagi fansnya taemin. dia kan sekelas dgnku, otomatis nempel mulu. kalo key, dia sudah kls 3,” ceritanya,” tapi stlh taemin menegur cewek2 yg sirik itu dgn tampang baby-nya, skrg sudah tidak ada yg menggangguku, sepanjang aku sahabat mereka. lagian sudah terkenal jg gelarku dan key sebagai “KAKAK DAN IBU” taemin.”

aku tertawa terbahak. nggak kebayang kalau hyeojin dan key mengurus taemin seperti satu keluarga. rasanya cocok banget, makanya aku ketawa.

” lalu temanmu yg seunghee itu?”

” dia cukup dekat dgn taemin, tp kalo sm key, hanya sebatas kakak kelas krn kepribadian seunghee aneh.”

” apa?”

” ekspresi wajahnya itu2 saja. key kan, rada bingung menghadapi org seperti itu.”

” aaaah,” aku mengangguk2 mengerti dan tanpa sadar aku membayangkan sosok seunghee itu. ” nama keluarganya?”

” Park,” jawab hyeojin,” Park Seunghee.”

waah. rasanya aku ingin bertemu dgn seunghee itu. aku memang suka berkenalan dgn org2 baru, apalagi kalau punya kepribadian menarik seperti hyeojin; galak tapi keibuan.

tapi ngomong2..

” hyeojin, kenapa park seunghee tidak menelpon ponselmu saja?” tanyaku.

” aaah, ponsel seunghee lagi dibetulkan, dia tidak hapal nomor ponselku melainkan nomor rumah,” jelasnya. aku manggut2.

kami melewati beberapa gedung dan akhirnya sampai di rumah bagus yg nampaknya nyaman bgt krn tidak terlalu besar. hyeojin tersenyum dan membuka pagar. ” ini rumahku, ayo masuk.”

seperti pabo yg baru lihat rumah bagus, aku menganga dan hanya mengangguk2 penuh takjub. org tinggal di apartemen minimalis memang nggak sebanding dgn interior luarnya. hyeojin memandangku bingung.

” unnie kenapa menganga?”

aku menggeleng cepat dan hyeojin menarik tanganku. dia membuka pintu utama dan melepas sepatunya. aku ikut melepas sepatu. hyeojin meletakkan sepatu dgn rapi, begitu pula aku. pokoknya segala tindakan hyeojin sejak menginjakkan kaki di rumah ini, aku ikuti. bodoh memang, tapi gimana dong?

” umma, aku pulang!” seru hyeojin. tidak lama kemudian sesosok wanita yg tampaknya masih muda, datang dgn celemek dan rambut ikalnya yg diikat. dia menyambut dgn ceria. ” hyeojin!”

hyeojin meringis malu karena merasa ibunya agak kekanakkan. ” ini ibuku, unnie. dan umma, ini jihwa unnie.”

aku membungkuk sopan. ” annyonghaseo, jihwa imnida.”

nyonya kim, begitu aku menyebutnya, tertawa. ” aku ibunya hyeojin. salam kenal, jihwa ah! anggap saja rumah sendiri yaa.”

” apa nggak merepotkan?” tanyaku khawatir. dia menggeleng. ” tentu tidak. ayah mereka selalu pulang larut, lalu kakak hyeojin terkadang nggak pulang krn sibuk juga.. kau tahu kan dia trainee SME?”

aku mengangguk. lalu nyonya kim mengedipkan mata. ” kalau begitu, tentu saja aku tidak merasa direpotkan. aku sering bgt masak cuma untuk 2org, sepi rasanya. ayo makan bareng! hyeojin, ganti pakaianmu, cepat!”

” ya, ya~” hyeojin menjawab malas2an.

” biar aku siapkan makan malam dulu. kamu lebih baik selesaikan semuanya baru nanti aku panggil saat makan malam telah siap, hyeojin,” ucap nyonya kim. hyeojin menurut dan dia menaiki tangga. aku membungkuk permisi dan mengikuti hyeojin.

kami memasuki kamar hyeojin. aku memperhatikan sekeliling. ukuran kamarnya nggak terlalu besar, tp furniturenya hanya meja belajar, lemari, meja kecil, dan tempat tidur.. plus satu kaca yg tergantung di dinding dan karpet bulu mini yg terhampar di lantai. suasana kamar hyeojin begitu nyaman dan sepertinya enak bgt untuk ditempati. sejenak aku tergoda untuk menginap disini.

tapi tunggu. aku kan nggak bawa daleman sama sikat gigi. batal sudah niatku menginap.

” kamu cuma punya satu kakak, hyeojin?” tanyaku. hyeojin mengambil celana piyama dan t-shirt polosnya.

” ya, seorang unnie, namanya hyuna,” jawabnya.

” dekat dong!” celetukku. namun nampaknya celetukanku membuat sebuah keheningan. tangan hyeojin yg sedang menyibakkan celana piyamanya terhenti. mukanya sedikit lesu dan aura disekitarnya nampak dark.

” eh? lho? hyeojin?”

“… sebentar,” hyeojin tersenyum ceria,” balik badanmu, unnie, aku mau ganti baju. aku malu, hehehe.”

” ah.. oh.. oke,” angukku bingung. aku sih berbalik saja dan suara krasak krusuk bajunya terdengar.

” kalau keluarga unnie sendiri gimana?”

lah, dia malah nggak menjawab pertanyaanku dan mengalihkan pembicaraan.

” aku cuma punya satu adik laki2, namanya han jiyong. ibuku seorang ibu rmh tangga dan ayahku seniman,” jelasku tanpa menoleh.

” hoo, jadi darah seni unnie mengalir dr appa-mu ya..”

” begitulah.”

tidak lama kemudian, hyeojin menepuk bahuku. aku spontan menoleh. dia sudah selesai ganti baju dan tersenyum lebar. aku berdiri dan kami skrg berada di dpn laptopnya. sepertinya dia hendak mengirimkan tugasnya via email ke seunghee.

lalu, tiba2 ada yg menelpon ponsel hyeojin. dia buru2 menyambar ponselnya krn kaget. dia mengerutkan dahi melihat penelponnya dan mengangkat panggilan itu.

” yobseo? ah? Seunghee? kenapa pake ponsel kyu oppa? hah? apa? sama tae? hae oppa juga? KOK KAMU BAWA SATU GENG SIH ARAK2AN KE SINI! apa? yayaya, oke oke, aku cepat2 turun, daahh~” dan pip. panggilan diputus. aku memandangnya bingung.

” ada apa, hyeojin?”

dia buru2 membuka pintunya dan menjawab sambil lari2 kecil. ” Begitulah, segerombolan anak norak datang!”

” apa?” karena kebingungan, aku ikut ke bawah. hyeojin berdiri di depan pintu dan membukanya. aku penasaran ada apa dan..

suprise!

aku melihat, dari tangga, seorang gadis bersama sekelompok manusia ganteng dari SM.

kyuhyun. taemin. donghae.

AAAAAAAAAAAH ADA HAE OPPA!!

” kamu ngapain kesini? bukannya aku bisa kirim lewat email ya?” tanya hyeojin bingung. gadis berwajah lumayan yg ekspresinya rada datar itu, mengangkat bahu. ” apesnya, saat tadi aku ke SME buat cari taemin agar bisa ngerjain tugas bareng pakai laptopku, hae oppa memegangnya, dan kau taulah apa yg terjadi selanjutnya.”

hyeojin manggut2 mengerti. ” tangannya minus ya.”

gadis itu mengangguk. hae mengerutkan bibir. ” seunghee-ah..”

Ohh, jadi itu yg namanya seunghee~.

lalu tidak lama kemudian dia menyadari sepatuku yg tergeletak di dekat hyeojin.

” lho? ada tamu ya?”

hyeojin nampaknya tersadar akan eksistensiku yg sempat menghilang karena kedatangan tamu2 nggak diundang. ” ohya!” hyeojin menatap hae. ” hmm, oppa kan kenal jihwa unnie. dia disini.”

mata hae bersinar2 lucu. ” benarkah??”

aww. lucu banget. rasanya mau kuculik. nggak percaya kalau dia lebih tua darikuu.

hyeojin mengangguk. ” iya.” lalu dia berbalik dan menemukanku dlm keadaan mematung di tangga. ” ayo, kesini! biar kuperkenalkan! tapi sebelumnya, ayo kalian masuk dulu. di luar dingin!”

bersamaan dgn aku menuruni tangga agak sedikit ragu krn nggak enak, mereka memasuki kediaman keluarga kim. hyeojin menarik tanganku dan memperkenalkan mereka.

” gadis ini sahabatku, seunghee,” katanya,” ini taemin, ini kyu dan hae oppa… omong2 aku baru sadar, selain tae dan seunghee, kalian berdua ngapain disini, oppa?”

kyu menyeringai memperlihatkan sederet giginya yg rapi dan sungguh, mengingatkanku pada lee seunggi.

” tentu saja untuk..” jawab kyu, hae jg membuka mulut, ” makan malam~”

sumpah ya.

itu jawaban terkurang ajar, yg pernah aku dengar seumur hidup.

————————————————————————————————————————————————

Jihwa POV

Mari kita flashback sebentar.

Kita tahu betul kan….. kalau tadi cuma 4org yang datang ke rumah hyeojin kan?

tapi kenapa… jadi 14org gini? memang mau pesta apa?

kyuhyun, hae, taemin, seunghee.. skrg ditambah teukkie, hyukkie, shindong, heechul, sungmin, yesung, key, jjong! ditambah aku dan hyeojin, pas 14.

maksudku sih bukan itu. tapi kenapa jalan ceritanya jadi begini? tiba2 nongol 8org lain..

oh. jadi ceritanya begini.

” kalian..” hyeojin menggeram dan tangannya menjitak kepala hae ditambah jotosan di perut kyu, ” jadi sebenarnya kalian kesini mau numpang makan?!”

” iya,” jawab hae polos. hyeojin terbelalak dan menatap hae dgn tatapan ingin menerkamnya. aku menahan hyeojin dan merangkul pinggangnya. aku jg nggak ngerti kenapa mereka nekat cari mati dgn hyeojin; mengatakan bahwa mereka pengen makan malam. aku melirik jam. baru juga jam setengah delapan, mana bibi mereka? saat kutanyakan itu, hae menjawab, ” sebenarnya dia sudah masakin sih, tapi kami kekurangan makan malam.”

” lalu member yg lain mana? shinee jg kok tiba2 disini?” tanya hyeojin. hyukkie nyengir,” jadi ketika kami tahu kalau hae kesini bersama kyu, kami buru2 nyusul soalnya tahu bakal numpang makan malam.”

” jonghyun-oppa?”

” idem,” jawab jjong cengengesan. hyeojin menepuk jidatnya pasrah. nyonya kim tiba2 dtg dan tersenyum. ia mengelap tangannya dgn celemek. ” ayooo kalian masuuk, duh senangnyaa ada tamu! ayo kalian ke kamar hyeojin saja, biar aku masakkan kimchi dan kimbab!”

wajah hae berubah, sepertinya dia tidak enak hati. nyonya kim menyikut hae dan mengedipkan mata. ” tenang saja, kau kan juga sering, bersama minho dan taemin! omong2, minho mana?”

sejenak saat kuperhatikan, hyeojin mnjd agak sedih. key mengangkat tangannya. ” dia sedang recording suatu show, tante!”

” begitukah? kalau begitu biar aku langsung memasak, kalian ke kamar hyeojin dulu, sana!”

” memangnya cukup?” tanya sungmin khawatir.

” cukup kok,” jawabku lirih. aku merasa agak lancang karena baru pertama kali ngomong dgn mereka, minus hae. sungmin tersenyum malu2 dan entah kenapa, ryeowook ikutan tersipu (?)

” cukup, cukup,” jawab hae santai,” aku pernah ke kamer hyeojin dan memang luas buat empat belas org.”

heechul tiba2 tampak kaget dan mengacungkan jarinya ke wajah hae. ” manusia uur 24 macam apa yg datang ke kamar anak gadis yg usianya menjelang 18?!”

hae tampak bingung dan memerah. manusia lugu. aku tergelak dlm hati.

tidak berapa lama kemudian, nyonya kim meninggalkan kami untuk memasak. hyeojin beranjak ke kamar, diikuti langkah kaki kami.

dan.. waw, ternyata benar. kamar hyeojin cukup untuk menampung 13 org kelaparan macam kami, plus hyeojin.

hyeojin menutup pintu dan mengacungkan pensil ke arah yesung dan heechul. ” jangan buat kamarku berantakan atau kusuruh kalian membersihkannya!”

yesung mengangguk kalem, sementara heechul mengeluarkan raut muka ‘kenapa-aku-yang-disalahkan’.

hae merangkul leher hyeojin. ” ayolaaaaah, besok kan masuk sekolah, mumpung skrg masih malam terakhir weekend, kita senang2 yaa~ main game!”

hyeojin menjitak hae pelan. ” justru itu, jangan membuatku menambahkan daftar pekerjaan malam ini!”

hyukkie menjentikkan jarinya. ” lagi2 cinta seorang kakak ala hae terhadap hyeojin ditolak lagi!”

hae merengut dan melepaskan rangkulannya. aku menyemburkan tawa melihat keakraban hyeojin dan hae, lalu tertahan lagi karena taemin memandangku. satu hal yg bikin aku kaget sekaligus gemas, dia melambaikan tangannya ditambah senyum yang lucu.

hyeojin tertawa dan melompat ke punggung hae, hingga dia hilang keseimbangan dan nyaris jatuh.

” hyeojin! hei!!”

” wawawa~~ hae oppa ngambek~~”

” turuuuun! aku nyaris jatuh nih!” kata hae panik. hyeojin langsung turun dan merasa puas krn telah sukses membuat hae kaget. teukkie mengacungkan jarinya. ” bilang saja kau nggak kuat, hae-ah. kau kan yg paling kekanakkan~~”

” aku bahkan ragu, dan berpikir kuatan minho dr hae hyung~ bahkan mungkin dia nggak bisa mengangkat jihwa-noona,” goda taemin dan key. wajah hae memerah sampai kuping dan dgn gusar dia berseru. ” aku bisa kok, gendong jihwa!”

tiba2, aku merasa kehilangan arah pembicaraan. tawaku lenyap. lho?

hae berjalan ke arahku. aku mendongak. dia mendekat, tangannya terulur, memegang pinggang serta kakiku, dan aku kaget bukan main saat dia menggendongku.

” oppa?!!”

’ yeeeey aku bisa angkat kamu, jihwa!” seru hae tertawa girang. perasaan malu, takut, dan kaget bercampur aduk. ” turunkan! turunkan, oppa!”

” kenapa? kamu takut? bukannya enak ya? hyeojin saja suka aku gendong..”

*plak* sebuah sendal berbulu melayang dan mendarat mulus di kepala hae. hyeojin melemparnya karena malu.

demi Tuhan, aku salah tingkah. aku tidak bisa berkata apa2. teukkie dan shindong bolak-balik mengelitikki kaki hae sehingga dia memperkuat gendongannya. karena dia makin kuat memegangku, sehingga wajahku terdorong dan jaketnya membekapku.

ya ampun malunya. seperti putri… ini memang tolol banget. tapi aku malu sekaligus berdebar kencang. gila, ini sih bisa2 dia dengar! aku bisa mendengar detak jantung hae yg berirama lembut. aku memberanikan diri melihat wajahnya. dia sedang meneriaki hyung2nya krn membuatnya geli.

duh. bagaimana ini?

rasanya aku nggak bisa berpikir panjang lagi.

aku terdiam kaku di tangannya. tubuhku seperti mati rasa.

hae tetap tidak menurunkanku, dia terlalu sibuk berteriak “YA!!!” ke shindong, teukkie, dan kini bertambah yesung.

” anak2! makanannya sudah siap!!”

glek! panggilan nyonya kim dr bawah membuatku tersadar. hyeojin berseru, ” baik umma! kami akan kesanaaa~~”

hae menatap hyeojin sejenak lalu balik menatapku. dia tersenyum lugu.

” jadi gimana? mau kugendong gini sampai bawah?” tanyanya polos. aku melotot. ” tentu saja tidak!!”

lalu dia menurunkanku.

aku memeremas baju. ini nggak baik untuk jantungku.

wajahku panas, tapi untungnya senyuman geli taemin meredakan rasa gugupku namun menambah rasa malu.

———————————————————————————————————————-

donghae POV

aku menganga melihat hidangan di atas meja. benar2 menggugah selera.

nyonya kim tersenyum malu. ” maaf ya kalau cuma bisa menghidangkan ini..”

aku spontan menoleh bingung. jangan bercanda! ini adalah santapan rumah yg enak2 banget! nggak terlalu berat rasanya!

” nggak kok, nyonya! ini enak!” shindong mengacungkan jempolnya. teukkie menggeleng2 dan menggumam,” shindong-ah..”

” yah, apapun itu,” hyeojin menepuk bahu jihwa,” ayo kita makan! unnie juga!”

” nyonya kim pintar masak lho, noona,” puji taemin polos. nyonya kim tersipu dan menarik pipi taemin gemas, yang sudah dia anggap anak sendiri.

” lucunyaa! coba aku punya anak lelaki selucu kamu! hyeojin anak bungsu tapi nggak lucu sih..”

” UMMA!”

aku tertawa dan mengusap lembut kepala hyeojin. dasar gadis kecil ini.

hyeojin menjadi agak tenang ketika aku mengusapnya lalu menepuk tangan. ” ayo kita mulai makan!”

satu per satu mengambil sumpitnya. ” selamat makan!”

satu gigitan kimchi mendarat di lidah kami dan………. rasanya seperti surga TT^TT. untuk manusia yg jauh dr ibu seperti kami, masakan rumah selalu menjadi nomor satu. kami memakan dgn lahap, satu per satu pun lauk kami habiskan, terutama shindong yg semangat banget. kami menikmati makan malam yg disajikan nyonya kim.

sampai kemudian..

“aku pulang!”

tanganku dan tangan hyeojin berhenti mengambil kimbab.

” sepatunya banyak bgt.. umma, apa kita punya tamu seka.. eh..”

pandangan hyeojin dan pemilik suara bertemu.

aku tercekat. sumpah, ini bisa merusak suasana banget. aku kaget melihat seseorang di dpn mataku, membawa tas sportnya.

kim hyuna.

By : Ah Ra

cr: my tumblr: http://flamesmefanfic.tumblr.com

Comments on: "Because I Really Love You -part4-" (4)

  1. ryeowookielf said:

    Shindong oppa mkan mlu.
    Hehe. ^.^

  2. AAA sumpah ini FF emang KEREN BANGET ! xD 100 thumbs up for you xDDDDD
    lanjutannya doong, i’m so penasaran ini xD

  3. aww ~ keren bgt !! lanjuuuuuut

  4. aigoo. thankyou~ ohyaa ini kyknya bakal jd cerita bersambung yg panjang soalnya draft dibuatnya di berbagai macam situasi yg naik turun~ smg aja ga ngebosenin jd ngehibur kalian🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: