more fantasy about k-pop

HYEOJIN’S POV

Aku mengerti apa yg aku lakukan adalah sebuah kesalahan bodoh. Aku tahu. Sejak awal aku tidak memikirkan efek dr menyatakan cintaku pd mantan Hyuna yg masih sayang pd unnieku itu.

Minho menatapku dgn tatapan kaget.

Aku membalasnya tanpa ekspresi.

Hening.

………

………

Aku tersenyum dan menepuk bahu Minho. ” Aku hanya ingin Oppa tahu ini kok. Aku tidak meminta buat menjadi pacarmu atau jawaban. Aku tahu Oppa masih menyayangi unnie. Aku cuma ingin kau tahu kalau..” kataku lembut,” Sejak awal kita bertemu, bermain, dan kau bercerita pdku ttg ketertarikanmu pd unnie, aku selalu menyukaimu..”

” Hyeojin-ah..” kata Minho pelan sambil tertunduk,” Aku..”

Aku mengigit bibir. Aku segera menahan Minho agar tdk meneruskan ucapannya dgn meletakkan telunjukku di bibirnya.

” Tidak. Jangan katakan apa2,”kataku,” Aku tidak perlu apapun skrg. Aku ingin kau tahu aku akan terus berada di sisimu, menemanimu tersenyum dan sedih. Aku menyukaimu dan aku ingin menjadi tempat bergantungmu, meski kau menyukai unnie.”

Minho menatapku. Aku menarik tanganku dan tersenyum lagi. Minho membalas senyumanku. Kami saling berpandangan.

Kini dia telah mengetahui perasaanku. Apa tatapan itu tatapan permintaan maaf dia atau sedih?

Minho, kuharap kau mengerti. Aku begitu menyukaimu sampai2 aku diam saja ketika kau bilang kau menyukai Hyuna. Aku hanya bertekad melindungi senyumanmu. Aku tidak mengharapkan apa2 skrg, krn aku tahu apa yg kurasakan skrg tidak sama dgnnmu.

” Nah,” aku mengulurkan tanganku,” Ayo kita pulang. Aku akan menemanimu ke dorm. Kuharap kau bisa baik2 saja nanti.” Minho mengerti maksudku, yaitu ttgnya dan Onew. Dia mengangguk dan membalas uluran tanganku. Dia bangkit berdiri dgn bantuan tarikanku. Aku membalikkan badan dan mulai melangkah duluan. Minho memandangku dan saat aku baru 3 langkah, dia berkata, ” Terima kasih, Hyeojin-ah.”

…….

…….

”.. Apa sih,” ucapku menoleh dan tertawa,” Apa yg harus diterimakasihkan? Aku hanya mengatakan aku suka padamu, kok. Tidak perlu diambil pusing.”

Hyeojin, kau bodoh, bisik hatiku, Apa kau benar2 ingin perasaanmu tidak diacuhkan olehnya?

Aku mengerti, jawabku, Aku tahu. Dan rasa2nya aku akan menyesal.

Tapi.. lanjutku dlm hati, Aku harus menjaga Oppa, keegoisanku ingin disisinya sbg kekasihnya harus aku letakkan di paling belakang.

Skrg hanya Oppa, yg aku pikirkan.

——————————————————————————————————————————-

” Aku pulang,” kataku. Ibu menyambutku dgn apronnya dan sendok di tangannya. ” Ah, selamat dtg, Hyeojin-ah. Ibu sedang mencicipi sup. Oh, lebih baik kau beres2 dulu, dan Hyuna sudah pulang.”

Aku terkesiap. Ada Hyuna?

” Aku menyukaimu, Oppa.”

Seketika aku ingat pengakuan rasa sukaku tadi. Aaaah, aku tidak ingin bertemu dgn Hyuna dulu sekaraaaaang.

Apalagi..

Tadi Minho menangis.

Aku mendesah. Pasti gara2 Hyuna. Siapa lagi? Meski Minho tdk mengatakan penyebabnya (dan aku jg pasti nggak mau tanya), aku yakin sekali pasti Minho melihat sesuatu, entah itu Hyuna atau Onew.

Atau malah keduanya?

Itu sih wajar Minho nangis. erghh..

Aku memutuskan untuk ke kamarku dan mengganti celanaku dgn celana piyama, tank top atasanku masih kupakai. Aku duduk di atas kasurku dan membuka ponsel.

Sampai skrgpun, Minho tdk membalas email dariku. Padahal dulu, kalau hbs bermain bersama, pasti dia mengirim email. Tapi skrg..

Ah, sedihnya. Mengingat2 itu hanya membuat aku tambah patah hati dan dingin pada Hyuna. Apa yg harus aku lakukan? Hyuna adalah unnieku. Aku harus sering bertemu dgnnya mau nggak mau, tp disisi lain aku agak membenci perbuatannya.

Apa aku salah? Dia kan, membuat Minho terluka?

Tapi sepertinya bukan itu yg membuatku kesal.. Memang egois tp, aku merasa sepertinya aku bisa menemani Minho lg menggantikan Hyuna. Yg kukesalkan adalah.. apa?

Sarat di hati tp aku tidak bisa benar2 memahaminya.

Cemburu kah?

Rasanya lebih menyebalkan..

———————————————————————————————————————–

Mata ibu menunjukkan keheranan. Tangannya berhenti mengambil nasi dan memperhatikanku serta Hyuna.

” Sebentar..” katanya,” Kalian ini baru bs makan malam bersama stlh 3hr.. dan kalian diam2an? Biasanya rusuh..”

Tdk ada yg menjawab. Aku tahu Hyuna melirikku sekilas. Aku tetap menunduk tanpa melihatnya. Aku.. rasanya aneh melihat Hyuna skrg. Sejak menyadari perasaanku td,aku tambah2 dingin pd Hyuna.

” Aku sudah selesai makan,”kata Hyuna tiba2. Ibu mengangkat alis. “Cepat sekali, Hyuna. Tumben..”

Aku diam. Hyuna pasti merasakan ada yg berbeda drku. Dia terlalu dekat dgnku hanya utk mengetahuinya.

” Tidak bu.. Hanya..”kata Hyuna menatapku,”Kurasa akan lebih baik jika aku buru2 ke kamar skrg.”

Aku tertegun. Apa Hyuna berpikir aku membencinya?

Tunggu.. Aku tidak benar2 membencinya sebagai kakak.. aku hanya kesal..

Hyuna langsung buru2 ke kamar. Di tengah keterkejutanku, aku memutuskan untuk segera menghabiskan makananku dan mengejar Hyuna ke atas.

” Unnie!” seruku sambil membuka pintu kamarnya. Hyuna sdg berdiri memandangi langit dr jendela kamarnya. Dia menoleh ketika kupanggil.

” Kenapa kemari?”

” Ah..” Seketika aku bingung,” Tidak.. Aku..”

Hyuna memandangiku. Dia mendekatiku dan mencium pakaianku. Aku yg tdk mengerti tindakannya bertanya,” A.. Ada apa,unnie?”

Hyuna tersenyum pedih. ” Ada bau parfum Minho di pakaianmu,”katanya,” Apa kalian berpacaran? berpelukan?”

Mukaku memerah dan mengibaskan tangan. ” Ti.. Tidak! Kami tdk berpacaran! Ah.. Dia hanya.. bersandar..”jawabku berbohong krn gugup. Hyuna membalikkan badan. “Begitu ya..”

Hening. Tidak ada suara, baik suaraku maupun Hyuna. Kesunyian mengisi percakapan bisu diantara kami sampai bbrp saat kemudian, Hyuna membuka mulutnya. ” Katakan padaku, Hyeonji..” ucapnya, “Menurutmu apa yg kulakukan itu jahat? Meninggalkan Minho dan bersama Onew..”

Entah mengapa mendengar Hyuna bertanya seperti itu, di pikiranku dia tb2 menjadi tidak jahat. Suaranya pelan dan lembut, seperti menyimpan arti tertentu. Aku tidak mampu menjawab apa2 selain,” Ah.. Apa unnie punya alasan sendiri?”

Hyuna tersenyum sedih. ” tentu saja. apa kau pikir unniemu ini bodoh?”

aku bertanya2 apa alasannya. tp aku yakin hyuna tdk akan mau segera menjawabnya. aku duduk di kasurnya dan mengusap2 boneka milik hyuna pemberian dr onew kemarin. ” minho oppa sgt kehilanganmu..”

” aku tahu..”

” lalu knp kau membiarkannya? apa perasaanmu sudah dingin? demi onew..”

” aku menyukai onew pun tdk langsung begitu saja.. aku dan minho.. entahlah hyeojin,”kata hyuna menopang dagunya,”semua terjadi begitu saja. aku jg tdk menyesali keputusanku.”

aku memandangi hyuna. aku teringat ttg obrolanku dgn donghae dan key. sepertinya aku jg menyadari semua terjadi begitu saja, antara aku,hyuna,dan minho. bagi minho, hyuna adalah gadis yg dia sayang. mengingatnya saja membuatku miris bukan main. “buat minho oppa, unnie adalah org yg berharga dan dia sgt2 membutuhkan unnie..”

hyuna terdiam dan memiringkan kepala. tampaknya dia sedang berpikir.

” aku..”jawabnya dgn pandangan menerawang,” org yg terpenting itu bukan aku.”

” knp?”

” bukan aku.. lagi. ya mungkin dulu, tp skrg bukan,”kata hyuna. aku tidak menjawab apa2. aku sungguh tidak mengerti pikiran hyuna. kenapa.. kenapa hyuna memilih bersama onew? maksudku, hyuna bukanlah tipe yg gampang berpindah hati. kenapa skrg malah dia men-dump minho?

” unnie.. aku tidak mengerti..” kataku menggeleng2,” minho menganggapmu sbg org yg berharga.. dia menyayangimu dan dia memikirkanmu, bahkan sampai skrg.”

” Aku lebih mengerti sisi perasaan kami krn aku yg melihatnya,”kata Hyuna tajam,” Hyeojin-ah, demi Tuhan. kau kenapa? kau bersikeras sekali memperjuangkan kebahagiaan minho, tp wajahmu tampak sepat dibanding sedih.”

Aku tersentak. Apa wajahku benar2 menunjukkan seperti itu?

Ahya, bodohnya.

Minho SELALU bilang apa yg kurasakan tergambar jelas2 di wajahku. well, kecuali ttg rasa sukaku pdnya, tentu saja. aku sudah expert membuat seribu satu wajah kalau sudah deg2an.

Hyuna menatapku curiga. Aku memalingkan wajah, berusaha menghindari kontak mata dgnnya. Entah kenapa.. aku skrg benar2 marah. Aku tahu ada alasan mengapa Hyuna memutuskan Minho. Aku sangat tahu itu. Tapi tetap saja.. aku kesal bukan main. rasanya aku ingin melempar apapun di sekitarku.

” Unnie,”panggilku dan berbalik menatap matanya,” aku mengerti ada alasan ini itu. tapi tetap saja.. aku rasa alasan itu tdk berlaku kalau mengingat betapa besar perasaannya pdmu!! dia akan ttp menyayangimu, unnie, apapun alasannya! kau tidak perlu menyakitinya! apa waktu itu perasaanmu pd minho hanya sebesar itu?!”

Hyuna memukul dinding. ” Kau tahu apa?! kau mengerti apa ttg kami?! perasaan jg bkn sesuatu yg bs diubah sesuka hati!! memangnya kau ini siapanya minho?! kau ini cuma sebatas sahabatnya!!”

Aku tercengang dan tdk bs membalas apa2. Aku menunduk. Perkataan Hyuna membuatku menyadari sesuatu.

karena aku sahabatnya..

karena HANYA sebatas sahabat, aku..

Aku menggigit bibir dan berbalik, keluar dr kamar Hyuna. Hyuna yg nampak kaget hendak memanggilku namun mengurungkan niatnya. Aku berlari ke kamar dan menutup pintu serta menguncinya. Aku menunduk dan jatuh terduduk di atas lantai. Aku menopang wajahku dgn tanganku.

” Ahahaha.. apa sih.. untuk apa aku lari? bodoh bgt.. memang benar kan, aku itu sahabatnya minho..” kataku tertawa-tawa,” krn aku tahu aku sahabat itulah.. aku kan..”

aku tidak bs melanjutkan kata2 lagi. suaraku tidak bs keluar.

” Hyeojin-ah, aku jadian sm kakakmu, beruntung sekali aku!”

” Mianhe, Minho. Aku menyukai onew..”

” Kau ini cuma sebatas sahabatnya!”

Napasku menjadi berat. Mataku rasanya berair.

Aku tahu. Aku tahu aku hanya sahabatnya. Alasanku kesal adlh meski sudah putus dgn Hyuna, Minho masih melihat Hyuna seorang. Air matanya untuk hyuna. Aku yg hanya sebagai sahabatnya, tahu kalau tidak bs memeluknya atau membuat minho berpaling padaku. untuk minho hanya hyuna. bahkan aku tlh memberi perhatian selama ini, dia hanya tetap melihat hyuna.

karena aku sahabatnya, aku tahu aku tdk bs menjadi pcrnya.

tp aku ingin membahagiakannya.

aku melakukan semua ini.. hanya demi mengembalikan senyumnya.

” jangan khawatir.. cukup.. biarkan aku begini sebentar..”

Air mataku meleleh. Minho.. yg memelukku td.. tetap saja di hatinya hanya hyuna.

” Bagaimana aku bs membiarkanmu tdk memelukku? kalau kubiarkan, kau akan hancur, oppa.. bagaimana aku bs aku tidak khawatir? aku sungguh2 memikirkanmu..” bisikku sambil mengalirkan air mata. Aku membuka ponselku dan melihat foto Minho yg sedang tersenyum lebar. Air mataku berjatuhan lebih deras lagi. Minho..

” Oppa.. Bagaimana bisa aku tidak menyukaimu..” bisikku. Ponselku basah terkena air mata. Aku tdk bs menghentikan tangisanku.

Rasanya sakit.

Inikah patah hati yg sbnrnya?

————————————————————————————————————————————————– -Hyeojin sempoyongan saat berjalan ke sekolah. Rasanya tenaganya habis terkuras gara2 menangis semalaman. Akibatnya ibu menemukannya dalam keadaan terkapar di atas lantai. Hyeojin masuk ke dalam toilet dan memperhatikan wajahnya yg kusut.Sialan. Lingkaran hitam di matanya makin terlihat. Harusnya tadi dia pake concealer dulu. Hyeojin mengambil alas bedak dan mengoleskan di kantung matanya lalu ditutupi pakai bedak. Terpaksa dia bawa make-up gara2 lingkaran hitam sialan ini.

” Hyeojin?” tiba2 seseorang memanggilnya. Hyeojin menoleh. Sahabat baiknya di sekolah, Seunghee, memanggilnya.

” Knp, Seunghee?”

” Taemin memanggilmu,” kata Seunghee. Hyeojin menaikkan alis. ” Taemin-ah?”

” Ya. Lebih baik kau kesana.. palingan dia mau pinjam catatanmu lagi, sudah berapa lama gitu dia tidak masuk..” kata Seunghee. Kemudian matanya menyipit memerhatikan Hyeojin. Hyeojin mengerutkan dahi. ” Apalagi?”

” Wajahmu tampak menyedihkan,” kata Seunghee.

” …..”

———————————————-

Hyeojin membuka pintu kelas dan dia melihat Taemin sedang duduk menunggunya. Ketika Taemin melihat hyeojin, matanya berbinar2 dan mengibas2kan tangan. ” Hyeojin-ah!!”

” Taemin-ah!” seru Hyeojin dgn wajah merah. Sebenarnya dia malu sekali kalau Taemin SHINee itu memanggilnya keras2. Yah di sekolah Hyeojin memang terkenal dekat dgn SHINee krn taemin sering memanggilnya. Tapi masih bs dimaklumin krn alumni SMA tempat Hyeojin bersekolah adlh slh satu trainee SME, siapa lagi kalau bukan Hyuna. Makanya Hyeojin kenal dgn Taemin krn sering mengunjungi kakaknya. Awalnya sih ada sirik2an gitu. Tp lama2 bs diterima krn Hyeojin memperlakukan Taemin sprti adiknya walau umur mereka sama.

Cuma yaa.. masalah bakal muncul lagi kalau Hyeojin ketahuan dekat sama anggota SHINee yg lain sm SJ.

Shawol dan ELF mengerikan kalau marah.. begitu pikir Hyeojin.

” Aku mau pinjam catatanmu,” kata Taemin persis sprti apa yg dikatakan Seunghee. Hyeojin menggeleng2 dan mengeluarkan buku catatan berbentuk binder. ” Knp nggak pinjem Seunghee dulu saja tadi? kau membuatku terbirit2 dr toilet, ya Tuhan..”

Taemin menyeringai lucu. ” Aku dan Seunghee-ssi kan tdk begitu dekat,”katanya sambil mulai menyalin catatan. Hyeojin menopang dagu dan memandangi Taemin. Maknae SHINee satu ini memang terlalu lugu dan baik, jadinya Hyeojin nggak tega kan menolak atau sejenisnya.

” Hyeojin-ah..”

” Hmm?”

” Mukamu knp menyedihkan gitu?”

*JEDUK* ” Hah??” Hyeojin menyentuh pipinya. Taemin berhenti menulis dan menatap Hyeojin. Jarinya menunjuk ke kedua mata Hyeojin. Gadis itu hanya tersenyum simpul. ” Kau dan Seunghee mengatakan hal yg sama. Aaaah lain kali aku harus beli concealer..”

” Habis nangis?” tanya Taemin memajukan wajahnya. Senyum Hyeojin seketika menghilang dan wajahnya tiba2 murung. Taemin meletakkan pensilnya dan memiringkan kepala. ” Hyeojin-ah?”

” Tidak.. aku.. hanya sedang banyak pikiran..” jawab Hyeojin pelan. Taemin memundurkan wajahnya dan memandang keluar jendela.

” Banyak bgt org2 yg murung di sekitarku,” kata Taemin sedih, ” Minho-hyung, Onew-hyung, Hyuna-noona, dan kau..”

Hati Hyeojin berdetak kencang saat nama minho disebut. ” Me.. Memang ada apa?”

” Entahlah,” jawab Taemin mengangkat bahu,” Minho hyung tidak tersenyum senang lagi. Onew hyung menjaga jarak dgn kami. Hyuna noona jg selalu murung kalau aku melihatnya.”

” Begitukah?” kata Hyeojin pura2 tidak tahu. Taemin mengangguk.

” Aku merasa sedih,” kata Taemin,” Tidak ada yg mau bercerita pdku kenapa mereka murung. key hyung dan jonghyun hyung jg sama2 bingung.”

Key oppa dan Jonghyun oppa juga?

Hyeojin menarik napas. Ini tidak baik. Apalagi lagu JoJo mereka baru dipromosikan.. Kalau ada masalah bs2..

” Taemin-ah, aku mau tanya.. menurutmu unnie ku itu..”

” Kenapa?”

“… Tidak..” kata Hyeojin akhirnya dgn lirih,” Tdk apa2..”

————————————————————————————————————————————–

07.30 PM, SHINee dorm.

Jonghyun mengetuk2an jari sambil menggumamkan lirik lagu JoJo. Key – yg sedang membaca buku, mulai merasa kupingnya terganggu oleh Jonghyun. Dia meletakkan bukunya dan membalikkan badan ke arah Jonghyun.

” Hyung, kau tahu,” kata Key mengepalkan tangan,” Tadi di kmr aku baca buku, kau mengikutiku dan bersenandung. skrg pas aku keluar, kau jg keluar. sebenarnya aku ingin baca dgn tenaaaaaaaaaaaaang saja, bisa kan?”

” Bisa kok,” jawab Jonghyun sambil memberikan tanda oke. Key mengangguk puas dan melanjutkan membaca.

[2menit kemudian]

” IM GENIE FOR YOU WISH~”

” HYUNG!”

*PLAK*

[Di sisi lain..]

” Aaah, segarnya sudah mandi..” onew keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya, dia bersiul2 pelan sampai akhirnya mendengar bunyi *plak*. Dia melongokkan kepala ke ruang tengah dan menemukan Jonghyun terkapar di atas lantai.

————————————————————————————————————————

Key berjalan pelan mendekati Onew yg sedang berdiri di balkon sambil memegang ponsel.

” Hyung.”

” Ah!” Onew yg kaget nyaris menjatuhkan ponselnya. Dia melotot ke Key. ” Hei! Kau bikin aku kaget saja!”

” Maaf2,” kata Key,” Sedang kirim email ke siapa?”

” Ng? Bukan siapa2..”

” Hyuna, ya?”

Onew menjawabnya dgn menatap Key. Key menghela napas dan memegang kayu balkon. ” Aku sudah tahu kok antara kau dan Hyuna. Bahkan sebenarnya minho jg termasuk di dlm mslh kalian kan.”

” Tahu dari mana?”

Key tidak menjawab. Sikap Key membuat Onew menganggap jawabannya adlh Hyeojin. Onew membuang pandangan ke arah pemandangan kota yg dipenuhi cahaya lampu.

” Aku.. merasa tidak enak dgn Minho,” ucap Onew.

” Knp?”

” Kau tahu kan.. Hyuna itu mantannya Minho dan sebagainya.. Aku jg ngerasa nggak enak sm Donghae-hyung, dongsaeng kesayangannya mlh ada masalah sm aku..”

” Hae-hyung?”

” Berkali2 dia memperhatikanku dgn tatapan ‘jinki-kau-apakan-minho-ku-yg-lucu’?”

“….”

Onew menopang dagunya di atas kayu balkon. ” Aku khawatir ttg hubungan pertemananku dgn minho memburuk.”

” Hyung mengerti lah. Minho itu keras, kecuali kau berbicara dgn jelas, dia tdk akan mengerti.”

Onew terdiam dan kebisuan menggantikan percakapan mereka sejenak.

” Begitukah?”

” … Mungkin.”

———————————————————————————————————————

” aaaah.. hyuna, hyuna, kpn sih dia bisa ingat untuk membawa seluruh keperluannya?” gerutu hyeojin sambil berjalan di sepanjang koridor SME. tangannya menenteng tas berisi bbrp barang hyuna yg ketinggalan.

ibu juga. knp tdk membawakan bekal saat hyuna berangkat sih, malah menyuruhku mengantarkan saat mau jam makan malam? mana alasannya biar makanan tetap hangat, lagi. bolak balik gini kan capek, gerutu hyeojin. dia mengetuk2an kepala dgn tangannya.

hyeojin melihat belokan di koridor dan melihat tanda toilet menggantung di atas.

” hm.. hyuna di ruangan dekat toilet.. ini lantai 3 kan ya.. berarti belok dulu baru..” suara hyeojin menjadi melambat saat hendak berbelok dan melihat seseorang yg sedang berdiri di dpn pintu ruangan hyuna berlatih. matanya melebar.

minho oppa?!

hyeojin menggaruk2 kepala panik dan akhirnya menarik kakinya ke blkg, bersembunyi.

KENAPA DIA DISINI?!

hyeojin terus2an menenangkan dirinya dgn menarik napas. kemudian saat dia merasa sudah agak tenang, dia mengintip minho. tempat persembunyiannya tidak jauh dr tempat minho berdiri. minho sepertinya sedang melihat hyuna berlatih dr kaca kecil di tengah2 bagian atas pintu. hyeojin jd merasa agak sedih. apalagi dgn kenyataan kmrn habis menembak minho dan org yg ditembak masih memperhatikan hyuna.

sudahlah, hyeojin berusaha menghibur diri, ini kan keputusanmu untuk menyukai minho oppa..

ah. bibir minho bergerak2. hyeojin menyipitkan matanya agar bs melihat lebih jelas.

” saranghae.”

————————————————————————————————————————————

Hyeojin POV

” Paaaaaaaaak! Satu gelas lagiiiiiiiiiiiiii!!!!!!!!!”

Bapak2 itu dgn bingung memberikanku satu gelas alkohol lagi. Aku meminumnya seketika dan kepalaku kembali berputar. Aaaaah, alkohol ini enak bangeeeeet..

” Nak. Kau mabuk ya? Kau tidak apa2?”

” Tidak apa2 selama aku merasa alkohol ini enak~~~”

Bapak2 itu menggaruk2 kepala. ” Kau ini hbs patah hati atau apa? Acak2an begitu..”

Otakku yg agak kacau tb2 teringat kejadian tadi sore saat aku mengunjungi SME – melihat minho sedang memperhatikan Hyuna yg sedang latihan. Lalu aku.. aaaaaaaaaaah, aku tidak bs mengingat apa2 dgn jelas krn mabuk.. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhaaaaaaaaaaaa..

*BRAK*

Bapak2 itu kaget melihat aku memukul meja dgn uang ditanganku. ” Ini uangnya! Huh.. Tidak tahu romansa anak muda.. mabuk itu enak.. laaaalalalaaaaaaaaaaaaa”

” Romansa..?” —”

” Aku pergi!” seruku kesal dan keluar dari toko kecil itu dgn sempoyongan.

Aku merasa semua yg kulihat menjadi dua.. tiga.. empat bentuk. Aduh, semua tampak berputar2. Gara2 minho aku jd gini…………..

” Minho payaaaaaaah tidak bs mengerti pesonakuuu malah memilih unnieku yg bodoh~~~~~~~~~~~~~~~”

Ah.. pandanganku makin lama makin gelap.. Jalanku jd makin tdk beraturan.. Aku merasa bnyk org berbisik2 dan pandangan org sepertinya ke arahku.. Tapi aku tdk bs mengontrol diriku sendiri..

Ya Tuhan.. Aku seperti mau jatuh.. Aku benar2 mabuk..

” hei hei, kau tidak apa2? hei.. kau..”

hah? sayup2 aku mendengar suara seseorang.. org itu memegang tanganku.. tp pandanganku makin gelap.. aku tdk bs melihat jelas dan..

” hei kau! sadarlah! hei!”

————————————————————————————————————————————————–

” cuaca di Seoul skrg menunjukkan tanda2..”

Aku membuka mata pelan2. Telingaku mendengar suara TV yg menyiarkan berita cuaca. Ketika aku membuka mata secara total, aku merasa kepalaku pusing luar biasa. Krn tdk bisa tiduran dgn kepala sakit begini, aku bangkit perlahan dan berusaha melihat dgn benar. Tetapi ada seseorang di dpnku sedang duduk di lantai dan menonton tv. saat pandanganku sudah pulih, aku melihat seorang gadis berumur sekitar sedikit lebih tua drku. mendengar suara gesekan seprei yg kutimbulkan, gadis itu menoleh.

” Ah, kau sudah bangun?”

” Iya..” jawabku. ketika otakku sudah mulai berjalan dgn benar, aku baru menyadari ini bukan ruanganku. ” Ah.. dimana ini?”

” apartemenku,” jawabnya tersenyum. aku tersadar sesuatu dan buru2 mengambil ponsel. tapi dia mengibaskan tangannya. ” tidak perlu. aku sudah menelpon ibumu. aku tahu nomor rumahmu dr kartu pelajar di dompetmu. aku blg padanya kau menginap krn sedang ingin bermain bersama.”

” oh begitu..” aku mnjd agak tenang dan mulai mengumpulkan ingatanku ttg bagaimana aku berada di sini.

” kau sempoyongan krn mabuk lalu jatuh di dpnku. akhirnya aku bawa kau kesini krn aku tdk tahu rumahmu,” jelasnya. aku manggut2 dan berpikir alasan knp aku mabuk.

melihat minho sedang memperhatikan hyuna..

bibirnya bergerak2 mengatakan..

AISH! Kepalaku langsung menjadi nyut2an. tentu saja, pantas aku berakhir di tmpt ini. kmrn sial banget.

” kau masih sma kan? knp kau malah mabuk?” tanyanya. aku terdiam. gadis itu memerhatikan wajahku dan mengangkat bahu. ” oh ya. kurasa kau tidak ingin membicarakannya. krn biasanya gadis seumuranmu mabuk.. itu pasti gr2 masalah perasaan.”

aku mengangkat wajah dan memandanginya. gadis itu tertawa dan mengedipkan mata. ” siapa tahu aku benar? waktu itu aku jg prnh mabuk2an sampai gila, gara2 aku diputuskan pacarku yg plg kusayang hanya demi mengejar gadis lain yg bahkan tdk lebih baik dariku.”

ucapannya membuatku terkejut. ” sungguh?”

” haha. tentu saja, semua pasti punya pengalaman patah hati.”

aku mengerjap2kan mata. tidak.. maksudku dia lumayan lho, tinggi dan cukup manis. ” padahal kau cantik..” gumamku. dia tampak agak kaget dan terkekeh. ” kau juga, matamu berbentuk almond begitu.”

aku menjadi tersipu. pembawaan gadis ini nampaknya menyenangkan dan dewasa. entah kenapa dia agak mirip dgn hyuna..

ah. unnie. aku teringat lagi ttg dia dan wajah minho saat memerhatikan hyuna. dadaku jd terasa sakit.

gadis itu membaca raut wajahku yg berubah dan mendekatiku. ” ada apa?”

” ah.. tidak.. hanya saja.. memang benar, aku sedang patah hati..”

” begitukah?” dia duduk di sampingku dan merangkul bahuku. ” ada kejadian yg menyedihkan ya sampai2 kau mabuk begitu, padahal kurasa gadis sepertimu tdk bs minum2 jadi mlh meneguk alkohol krn sedih sekali. tidak apa2. kau bebas menangis disini.”

aku menahan napasku. aku tahu semua berlalu begitu cepat. kemarin aku ‘menembak’ minho lalu bertengkar dgn hyuna. td dgn segala masalah di hatiku, aku harus melihat bibir minho bergerak2 mengatakan “saranghae” dr kejauhan saat melihat hyuna. aku menyadari pernyataan cintaku tdk berarti apa2 krn matanya hanya melihat hyuna seorang. makanya aku mabuk dan berakhir bersama gadis ini. entah mengapa aku merasa sedih sekali dan aku menangis tanpa suara. gadis itu mengusap kepalaku dan membiarkanku bersandar di bahunya.

” kau tahu? masalah perasaan itu memang menyakitkan terkadang.”

aku mengangguk dgn air mata yg tetap mengalir.

” dan apa kau sedang mengalami patah hati?”

aku mengangguk lagi. masih dgn air mata yg mengalir.

” ternyata benar. tp hei, apa kau tahu? kau patah hati krn keputusanmu untuk mencintai org itu kan?”

aku memandanginya dgn agak bingung setelah mendengar kata2nya. dia tersenyum. ” kau terluka dan bahagia krn perasaanmu sendiri. kalau kau memang ingin menjaganya, maka jagalah dgn kekuatanmu. kalau kau ingin melupakannya, maka bersiaplah untuk meninggalkannya. semua tergantung dirimu..” dia menepuk bahuku sambil tersenyum. aku menatap matanya.

matanya jernih.

entah kenapa.. suara gadis ini membuatku tenang.

aku mengangguk, tapi kali ini tanpa air mata, malah dgn senyuman.

dia membalasku dgn tawa kecil dan mengulurkan tangannya. ” aku han jihwa. kau?”

aku membalas uluran tangannya dgn ramah,” kim hyeojin.”

jihwa tertawa lagi dan melipat selimut yg kupakai tadi. aku membantunya merapikan sofa tempat aku tidur. aku memerhatikan ruangan apartemennya.

” tinggal sendiri?”

” iya, sejak tahun lalu masuk kuliah aku tinggal sendiri.”

” sungguh? umurmu berapa memang?” tanyaku.

” 20. kau?”

” aku masih kelas 2 sma. umurku 17tahun.”

” wah, masa sma. aku kangen masa2 itu,”katanya terkekeh. tidak berapa lama kemudian suara ponsel jihwa berbunyi. jihwa menjawab panggilan di ponselnya. ” halo? ah, nyonya kim? iya ini hyeojin sudah bangun kok. eh hyeojin, ibumu nih.” jihwa memberikan ponselnya padaku. aku menempelkan ponselnya ke telingaku. ” halo?”

” KIM HYEOJIIIIN BISA2NYA KAU MEREPOTKAN ORG LAIIIN!”

Aku kaget mendengar suara ibu yg kencang sekali, sampai2 aku tidak sengaja memencet tombol loudspeaker. ” aaah ibu, aku jg tdk bermaksud begini, maaaaaf!”

” sudahlah. kmrn jihwa-ah memberikan alamat rumahnya. ibu tdk bs kesana krn harus mengantar keperluan hyuna. biar hae saja yg ke sana, ibu sudah minta tolong. tadinya mau minta tolong minho tp dia susah dihubungin.”

aku nyaris melotot. ibu memang kenal donghae dan minho secara dua org itu sudah bertindak sebagai ‘kakak’.. hm tp kalau minho lebih sebagai ‘sahabat’, sih.

” ibu!! kok minta tolong hae oppa sih? kan kasihan!”

” apa boleh buat. kmrn ketika ibu mencarimu, ibu menelpon hae jg, ternyata dia ikutan panik dan menawarkan diri untuk mendatangimu..”

” aaah, donghae oppa skrg sudah brgkt ya?”

” sudah dari tadi.”

aku mendesah. tiba2 satu pikiran terlintas di benakku. seketika aku terperanjat. ” AAAAAAAAAAH!! IBU, APA HAE OPPA TIDAK DIKERUBUNGI OLEH ORG2 NANTINYA??!! IBU, IBU!! YAAAAH DIPUTUS!” mulutku menganga. bisa2nya ibu memutus telpon sblm aku mengatakan dadah atau sebagainya.

han jihwa memiringkan kepala. dia merasa aneh saat aku menyebut nama donghae. ” hyeojin-ah.. donghae yg kau maksud itu..”

” eh.. itu..”

[ting tong]

suara bel milik jihwa berbunyi. aku spontan menoleh ke arah pintu depan. jihwa berseru dr dalam. ” iyaaa. sebentaaar..” jihwa hendak bangkit, mau membukakan pintu. aku segera menahannya. ” emm, bisakah aku yg membukanya? maksudku, kurasa itu yg menjemputku..”

” ah iya.. tentu saja..” jihwa menganguk bingung. aku menarik napas. pasti di dlm hatinya jihwa merasa hae oppa yg kumaksud itu, familiar di telinganya.

aku mengulurkan tangan dan membuka pintu. kulihat sosok laki2 memakai kacamata, topi, jaket, dan penutup mulut (seperti org sakit) berdiri di depanku. aku meremas tangan.

” aku mengerti aku telah mengkhawatirkan banyak org. tapi sungguh, kau ini membahayakan dirimu sendiri hanya untuk menjemputku lho..” aku menarik kacamata dan penutup mulutnya, ” hae oppa.”

donghae berdiri dgn cengiran. dia mengacak rambutku. ” kau membuat oppamu khawatir juga soalnya. kau utang cerita padaku. sekarang, mari aku temui ‘teman’mu itu. ya Tuhan. aku bahkan yakin sekali kau baru bertemu dgnnya.. kalau yg minta izin menginap justru temanmu itu, pasti ada apa2, krn selalu kau yg ngomong langsung dgn ibumu.. ah, itukah temanmu?” tunjuk donghae.

” ah iya, namanya han jihwa. jihwa-unnie, bolehkan dia masuk?” tanyaku sambil menoleh. tiba2 aku terbelalak.

aduh.

jihwa unnie.

mulutnya menganga.

————————————————————————————————————————————–

” duh, harus bagaimana ya aku mengatakannya. baiklah, kuperkenalkan dulu saja. jihwa unnie, dia ini lee donghae-oppa.. yah.. sebenarnya mungkin kau tahu..” kataku menggaruk2 kepala,” jihwa unnie?”

” eh? ah!! iya, aku han jihwa!!” jihwa tersentak dan langsung membungkuk. donghae tertawa dan membungkuk juga.

” unnie tahu dia?”

” ah tentu saja. dia kan anggota SJ.. kenapa kalian bs kenal?” tanya jihwa bingung. donghae tertawa dan merangkulku. ” dia ini adikku.”

” ??? Tapi hyeojin kan nama keluarganya kim!”

aku memukul tangan donghae pelan. ” dia sudah seperti kakakku sendiri, apalagi sahabatku jg kenal dekat dgn hae oppa dan jadinya ya.. kita dekat begini,” jelasku. ‘sahabat’ yg kumaksud siapa lg kalau bukan minho. sebenarnya aku kenal donghae lebih lama dr minho, tp sejak aku kenal minho, hubunganku dan donghae sudah seperti kakak adik. ” kakakku adalah trainee di SME. aku sering mengantarkan keperluan kakakku ke SME, makanya aku kenal bnyk org di SME. Karena sudah punya bnyk teman di SME, aku makin sering main ke SME.”

” Memang boleh? kau kan org luar?” tanya jihwa. aku memiringkan kepala. ” kurasa tidak apa2 krn aku memang tdk berbuat macam2 selain mengantar keperluan kakakku. staf2 disana jg sudah pada tahu aku bersahabat dgn banyak artis2 SME. Apalagi lee sooman-saenim jg tahu ttgku kok.”

” begitukah? enaknyaa..” kata jihwa dgn muka mupeng. aku hanya tertawa2 saja. donghae tersenyum ke arah jihwa dan gadis itu sepertinya salah tingkah.

” hei, hyeojin. kurasa kita harus pulang. dia mencarimu tadi saat aku hendak mencarimu,” kata donghae. aku mengangkat alis.

” siapa?”

” minho,” jawab donghae pelan.

jantungku berdetak kencang. tidak mungkin. minho memikirkanku? rasanya napasku sesak sejenak.

bagaimana aku harus memasang wajah saat bertemu dgnnya lagi?

jihwa, yg seolah mengerti kebingungan di wajahku, menepuk punggungku. ” tidak ada apa2. pulanglah.”

suara jihwa yg lembut menenangkanku. aku menghela napas dan tersenyum. aku mengeluarkan ponselku. ” boleh aku meminta nomor dan emailmu? aku ingin bertemu dgnmu kapan2, unnie.”

” tentu saja,” kemudian jihwa memberikanku nomor dan alamat emailnya. aku pun melakukan hal yg sama. setelah itu aku dan donghae pamit pd jihwa.

” unnie. aku pergi ya,” ucapku,” terima kasih.. karena telah menolongku semalam..”

jihwa tersenyum dan memelukku. ” tentu saja. nanti kita ketemuan ya.”

” iya,” anggukku. donghae mengeluarkan senyum manisnya dan berkata,” makasih ya, jihwa, telah menampungnya semalam. kapan2 kita bertemu lagi.”

” ah..” wajah jihwa memerah. saat itu aku merasakan suatu firasat aneh stlh melihat jihwa. rasa2nya bakal ada suatu hal kejadian gitu.. lalu aku melirik donghae. HIH. SENYUMNYA LUCU BANGET. melihatnya membuatku jd merinding.

” baiklah, jihwa unnie. kami pergi dulu ya. daaaah!” ucapku melambaikan tangan. donghae mengedipkan matanya dan jihwa membalas kami dgn lambaian tangan yg agak kaku. kemudian kami pergi dr apartemennya.

———

” hae oppa. sepertinya kau terlalu cheesy pas pertemuanmu dgn jihwa unnie. apa2an tuh, mengedipkan mata,” kataku sambil mengunyah keripik yg tersedia di dlm van, sepertinya milik shindong oppa.. aduh. aku telah memakan makanannya tanpa izin. sebaiknya aku meminta maaf nanti kalau ada kesempatan bertemu dgnnya.

donghae mengibas2kan tangan dan menyeringai. ” gadis manis kan harus diperlakukan dgn baik~”

” diam kau,” gerutuku. donghae tertawa. dia menggeser posisi duduknya mnjd lbh dekat dgnku. ” ayo, ceritakan knp kau terdampar di rumah org asing?”

aku tersedak dan menganga. ” kau tahu itu org asing?!”

” td kayaknya aku jg sudah bilang deh.. dasar manusia telmi.”

” ng..” aku menggaruk2 kepalaku yg tdk gatal. aku bersandar di jok mobil. ” yah.. sbnrnya aku mabuk.. lalu..”

” KAU MABUK?!”

” Iya..”

*PLAK*

” AAAAAAH! SAKIIIT!”

” KAU MAKHLUK MINI YG BODOH! SISWI SEKOLAHAN MACAM APA YG MABUK?!” teriak donghae kesal. aku merengut dan mengusap2 kepalaku yg dijotos donghae. ” maaf..”

melihatku yg tampak menyesal sekaligus sedih, donghae menjadi luluh dan mendekatkan wajahnya ke wajahku. ” kenapa? minho lagi?”

” ngg..” anggukku sedih.

” ceritakanlah.”

aku membuang mukaku, menatap keluar jendela. ” 2 hr yg lalu, aku.. menyatakan cintaku ke minho..”

” SERIUS?!”

” iya..” jawabku. aku tdk mendengar suara apapun dr donghae setelah berteriak ‘serius’. krn aku ingin tahu reaksinya, aku menoleh.

eh?

ekpresi apa itu?

kenapa dia terlihat sedih?

” hae oppa?” panggilku. donghae tersentak dan wajahnya berubah mnjd seperti biasa lagi. ” hmm? teruskan..”

aku sebenarnya ingin bertanya ttg knp dia sekilas tampak sedih begitu, tp krn skrg dia sepertinya biasa saja, kuurungkan niatku. aku melanjutkan kembali ceritaku.

” lalu pd malam yg sama aku bertengkar dgn hyuna unnie…” aku menghela napas sejenak,” dan kmrn saat aku akan mengantar keperluan hyuna, aku melihat minho sedang berdiri di dpn pintu ruangan hyuna berlatih. minho sepertinya tidak menyadari keberadaanku dan aku melihatnya mengucapkan ‘saranghae’ sambil terus menatap hyuna..” kataku murung,” aku tahu dia menyukai unnie.. tp tatapannya itu baru pertama kali kulihat. aku entah kenapa jadi sadar kalau.. minho tidak melihatku sebagai gadis. benar apa yg dikatakan hyuna ketika kami bertengkar. kami hanya sahabat. dia tdk melihatku seperti dia melihat hyuna..”

” hyuna mengatakan seperti itu?” tanya donghae tdk percaya. aku mengangguk.

” tapi bukannya dia cemburu.. hanya saja aku sepertinya mencampuri urusan mereka sehingga dia marah dan dia akhirnya blg begitu..” jelasku. donghae terdiam dan dahinya berkerut. sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu.

” oppa?” panggilku. donghae mengangkat wajahnya dan telunjuknya mengarah ke wajahku. ” kalau menurutku sih, hyuna marah bukannya krn kau ikut campur. tp ada alasan lain..”

” knp begitu?”

” kalau dia marah krn kau ikut campur, dia pasti bilang kau siapanya mereka, bukan siapanya minho.. begitu sih menurutku.”

” simpel banget?” komentarku. donghae menarik senyuman asimetris. ” menurutmu?”

aku tidak menjawab apa2. donghae menganggap kebisuanku sebuah jawaban dan akhirnya dia menjentikkan jari. ” lalu kau kesal dan memutuskan untuk mabuk2an.. krn kau tdk bisa minum2, kau berjalan sempoyongan dan ditemukan oleh han jihwa lalu akhirnya kau terdampar di sana?”

aku terbelalak. ” bagaimana kau bs tahu semuanya?”

” sudah terbayang. jalan ceritamu mudah ditebak.”

” …..” aku mengerutkan bibir, cemberut. donghae terkekeh dan mengacak2 rambutku. aku menepis tangannya dan melotot. ” oppa!!”

” hahaha.. adik kecilku sudah minum2..” tawanya. aku merasa disindir dan malu. donghae sialan.

[piip piip]

ponselku berbunyi, tanda ada email baru yg masuk. aku merongoh sakuku dan membuka ponsel.

dr han jihwa.

hyeojin-ah. hr ini menyenangkan bs mengobrol dgnmu ^^ besok2 kita ketemu lagi ya. cheers ^o^

han jihwa.

aku tersenyum. jihwa memang ramah.

donghae menjulurkan kepalanya. ” ah, email dr jihwa.”

aku melotot. ” apaan sih baca2 email cewek! nanti oppa nggak laku lho!”

” biar saja kan.. isinya kan bkn yg aneh2..” kata donghae membela diri dan bersiul2. sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu. siulannya aneh, soalnya.

” hei, hyeojin.”

” hm?” aku meneguk sekaleng cola.

” jihwa itu lumayan ya.”

*BWUUSH*

” JOROK! NGAPAIN KAU MENYEMBURKAN COLA KE WAJAHKU!”

” HABIS OPPA TIBA2 BILANG GITU!”

” AAAAAAAAAAAH LENGKET!” gerutunya. aku menyodorkan tisu basah dan dia mengelap wajahnya. aku juga ikut membantu membersihkan semburan colaku di lehernya. agak merasa bersalah juga, itu kan agak.. err…

” aduuh duh..”

” maaf, maaf..” kataku sambil menunduk membersihkan cola,” memang jihwa itu tipenya oppa? bukannya oppa memang dasarnya suka cewek ya?”

” yah..” dia membuang tisu ke dlm tempat sampah yg sudah tersedia di dlm van. ” ada jg tipe yg menarik perhatianku.”

” kayak gimana?”

” misal..”

” hm?” tiba2 donghae tidak melanjutkan kata2nya. aku mengangkat kepalaku krn penasaran.

… eh, kok?

knp donghae melihatku begitu?

” sudah sampai!” seru supir menyadarkan kami berdua. kantor SME menjulang di dpn van. aku buru2 membersihkan cola yg tersisa di leher dan wajah donghae lalu membuangnya. ” ah, iya! makasih ya, pak!” seruku sambil turun dr van cepat2.

kaget. donghae melihatku begitu. tatapannya aneh.

aku menoleh ke blkg diam2. wajah donghae lagi2 sudah mnjd seperti biasa. aku rasa hr ini dia memang mengubah2 ekspresi wajahnya dan aku bingung kenapa.

aku menarik napas. ya sudahlah, lupakan.

krn tampaknya.. skrg sudah baik2 saja, kan..

by : Ah Ra

Comments on: "Because I Really Love You -part2-" (5)

  1. wooo ~ jangan bilang nanti Donghae suka sama hyeojin trs minho jg ntr malah brantem :p * asal2 *

  2. bagus bagus :] tapi kayaknya bener tuh apa yang si ‘bontet’ bilang, haha xD

  3. cii minnie^^ said:

    Keren keren!!!
    Aq stju klo hyeojin am dong hae,wlupun aq ska am minho sich…
    Buat hyeojin jdi ska am dong hae y author*dbantai author gara2 nyruh seenkny*
    y udh lanjot!jgn lma2.hehehe

  4. ryeowookielf said:

    Jonghyun yg di tunggu2 trnyata kluar juga! Hehe.
    Kreeen!!! “\(^o^)/”

  5. Kalo soal pasangan.. Ntar ada tmn gue yg cinta hae yg ngegaplok gue kalo misal endingnya…. Hahahaha. Pkknya nikmati saja dulu, ceritanya naik turun😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: