more fantasy about k-pop

Fanfic ini terinspirasi dari lagu berjudul Where Are You dari Justin Roman feat Natalie, jadi disarankan membaca fanfic ini sambil mendengarkan lagu itu hehehe… Gomawo.

NB: Tadinya ini pemerannya gue sama Sungmin, tapi, gue sadar diri. Sebelom you guys readers muntah2 gara2 terlalu banyak couple Sungmin-Nissa di segala FF di blog iniiiiiii, jadi saya menetapkan kebijakan untuk mengganti pemerannya menjadi:

Uri Hankyung, Uri China Man, Beijing Fried Rice, HAN HANGENG for sure❤

dan pemeran ceweknya,

Lee Yu Han, a.k.a Ayu Linda Hertya S (temenku yang dulu minta dibuatin FF, tapi aku gak sempet, jadi FFnya Onnie Yongrim aja yang jadi buat dia XD)

By : Sung Yongrim

Wanita itu mengayuh sepedanya melalui jalan yang sedikit menurun, perasaannya begitu gembira setiap kali ia melakukan hal itu, dengan earphone yang menggantung di telinganya ia menyesuaikan setiap kayuhan dengan irama nada alunan musik yang dikeluarkan dari ipod nya. Wajahnya begitu lembut, terpancar aura ketulusan dalam senyumannya.

Sudah menjadi kegiatan rutin hariannya untuk mengunjungi panti sosial yang menampung anak-anak jalanan, disana ia mengajarkan anak-anak tersebut suatu hal yang telah membuat hidupnya begitu bersemangat. Musik…wanita itu sangat menyukai satu kata yang terdiri dari lima huruf yang begitu bermakna di hatinya, dari musik ia bisa menumpahkan semua perasaannya baik saat ia mengalami hal yang menyedihkan maupun hal yang menyenangkan. Oleh karena itu, ia ingin membagi hidupnya dengan anak-anak tersebut melalui musik.

Hari ini, ia akan menunjukkan sebuah lagu yang baru saja ia ciptakan seminggu yang lalu. Sambil memainkan piano, ia menyanyikan lagu itu dengan aransemen yang ia gubah sendiri. Diantara sekian banyak alat musik, ia memilih piano untuk menemaninya menghasilkan karya-karya yang indah.

Seusai mengunjungi panti sosial, pukul lima sore ia harus sudah tiba di sebuah kafe untuk menghibur para pengunjung kafe tersebut dengan permainan pianonya. Ia bekerja di kafe itu mulai dari pukul 5 sore sampai pukul 7 malam. Dengan musik pula ia mencari nafkah untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Tiada hal lain yang bisa membuatnya bahagia selain musik.

* * *

Pria itu berjalan keluar dari sebuah toko kaset setelah ia menyelesaikan tugasnya menjadi pelayan di toko itu. Ia selalu membawa gitar kesayangannya kemanapun ia pergi, dan telinganya tidak pernah lepas dari earphone ipod nya. Sudah pukul lima sore, ia pergi menuju ke sesuatu tempat yang menjadi favoritnya untuk menghabiskan waktu sebelum ia harus menampilkan permainan gitarnya di sebuah kafe.

Ia melangkahkan kakinya menyusuri setiap jalanan di kota Seoul, menikmati setiap melodi yang dikeluarkan ipod nya. Ia melihat orang-orang disekitarnya, seolah-olah setiap gerakan mereka berjalan sesuai irama alunan musik. Angin menyentuh rambutnya yang telah menghalangi pandangan matanya. Ia tersenyum dan memejamkan matanya untuk menyelami keindahan melodi dan harmoni yang tercipta begitu mempesona.

Selang kemudian, ia tiba di sebuah tempat yang ia rencanakan sebelumnya. Banpo Fountain, sebuah tempat yang telah menemaninya menghasilkan lagu-lagu yang ia ciptakan sendiri. Disana ia hanya duduk sambil mengasah bakat dan kemampuannya untuk berkreativitas dalam musik dengan memainkan gitar miliknya. Masih tersisa kurang lebih dua jam lagi sebelum ia pergi ke sebuah kafe tempat dimana ia akan menunjukkan hasil karya-karyanya. Dengan musik ia merasa hidup lebih berwarna.

* * *

Kafe Harmony, kafe yang terkenal dengan sajian musiknya dan suasana tempatnya yang cozy. Banyak pengunjung yang datang hanya sekedar untuk melihat performance dari para pemusik yang berbakat karena kafe tersebut tidak asal dalam mencari seorang pemusik untuk bekerja di kafe itu.

Wanita itu mengakhiri permainan pianonya dengan begitu sempurna yang disambut gemuruh tepuk tangan para pengunjung yang hadir malam itu. Sebuah senyuman tersungging di bibirnya yang mungil, merupakan suatu kepuasan baginya jika melihat orang-orang disekelilingnya bahagia karena musik yang telah dibawakannya. Usai merapikan perlengkapannya, ia segera keluar dari kafe itu dan pulang ke rumah.

Selang beberapa menit kemudian, pria itu memasuki kafe Harmony dan bersiap-siap untuk melakukan perform selanjutnya. Wajahnya tampak begitu serius saat sedang fokus pada permainan gitarnya. Bila sudah diatas panggung, ia hanya tersenyum sedikit dan kembali mendalami makna lagu yang dibawakannya.

Begitulah kegiatan keseharian yang dilakukan oleh pria dan wanita itu, keduanya sama-sama mencintai musik, namun mereka tidak pernah menemukan cintanya. Apakah takdir akan mempertemukan mereka melalui musik?

* * *

Hari itu, bus yang menuju kota Seoul tampak begitu sepi penumpang. Wanita itu menikmati pemandangan sudut kota Seoul melalui jendela Bus di sampingnya. Mulutnya tak berhenti mengikuti alunan lagu dari iPodnya, sementara tanganya sibuk menari diatas kertas putih menuliskan nada-nada baru yang ia ciptakan sendiri. Karena terlalu asyik dalam dunianya, ia hampir terlewat dari tempat tujuannya berhenti sehingga ia panik dan berteriak pada supir Bus untuk menghentikannya dan segera turun dari Bus itu. Sebelum keluar dari Bus itu karena tergesa-gesa ia bertubrukan dengan seorang pria yang akan menaiki bus itu, dengan cepat ia meminta maaf dan segera turun.

Pria itu duduk di tempat dimana wanita itu duduk sebelumnya, ia langsung memasangkan earphone ipod di telinganya. Ketika ia ingin memejamkan matanya, ia melihat selembar kertas disampingnya yang berisikan not-not lagu beserta liriknya. Ia membaca liriknya dan mengikuti komposisi nada dari lagu itu…

Where Is He

(by: Lee yu han)

I’m staring out at the sky

Praying that he will walk in my life

Where is the man of my dreams

I’ll wait forever, how silly it seems

How does he laugh?

How does he cry?

What’s the color of his eyes?

Does he even realize I’m here?

Where is he?

Where is he?

Where is he?

Where is this beautiful guy?

Who is he?

Who is he?

Who is gonna take me so high?

Pria itu mengagumi lirik yang diciptakan seseorang yang namanya tertera di kertas itu. ‘Dari namanya sepertinya ia seorang wanita’ gumamnya. Lalu ia melihat penumpang lain di Bus itu, mencari kemungkinan seseorang yang memiliki kertas ini tapi semua penumpangnya ternyata pria. Kemudian ia teringat ketika ia memasuki bus ini, seorang wanita menabrak dirinya, ia mengingat kembali wajah wanita itu. Pria itu memasukkan kertas itu ke dalam saku bajunya dan berharap ia mempunyai kesempatan untuk bertemu dengan wanita itu lagi untuk mengembalikannya.

* * *

“Kau mencari apa?” tanya salah satu pegawai kafe harmony

“Kertas partitur laguku,… apakah kau melihatnya?”

”tidak… coba kau ingat lagi”

Wanita itu mencoba memutar kembali memori ingatannya, sampai akhirnya ia tersadar bahwa ia merasa menjatuhkan kertas itu di bus sebelum ia datang kemari.

”Aish…bodoh sekali aku ini.. padahal lagu itu baru saja kuciptakan,”

”Sudahlah…bukankah kau pandai dalam menciptakan lagu? Setidaknya kau masih ingat sedikit lagu itu…”

”Mudah-mudahan saja,akan kucoba…”

* * *

Keesokan harinya, pria itu menunggu di halte bus yang sama seperti kemarin, dia sudah menunggu dari setengah jam lalu berharap bertemu dengan wanita pemilik lagu itu. Hampir satu jam ia menunggu tapi sosok yang dicarinya tidak muncul juga, padahal ia sudah telat untuk bekerja di toko kaset. Tak lama kemudian ia memutuskan untuk pergi dan menaiki bus selanjutnya. Selang beberapa menit dari bus yang dinaiki pria itu, bus selanjutnya berhenti dan turunlah seorang wanita yang ditunggunya namun sudah terlambat.

Malam harinya, seusai bekerja di kafe, pria itu merasa lelah dan setengah tertidur di tempat duduk paling belakang bus yang ditumpanginya. Tanpa sepengetahuannya, ternyata wanita itu juga berada dalam satu bus yang sama. Wanita itu duduk di kursi paling depan sehingga wajahnya tidak terlihat jelas. Wanita itu bersiap untuk turun di halte berikutnya. Ketika pintu bus mulai tertutup dan jalan kembali, pria itu menoleh keluar jendela dan tersentak kaget melihat wanita yang ia cari itu sudah turun dari Bus

”Pak, bisa turunkan aku disini!?” pintanya pada supir bus

”Apakah kau tidak tahu peraturan anak muda, kau harus turun di halte berikutnya”

”Tapi pak, aku ada keperluan mendesak…”

”Tunggulah sebentar sampai halte berikutnya…”

Pria itu tidak bisa berbuat apapun, ia hanya mengeluh dan kembali ke tempat duduknya.

* * *

”Kau sedang apa?” tanya salah satu pegawai toko kaset pada pria itu

”Aku mencoba menciptakan lagu untuk melengkapi lirik sebelumnya…”

”Kau ini…tidak pernah kehabisan ide untuk menulis lagu..” pria itu hanya tersenyum dan tetap fokus pada pikirannya. Tampak seorang wanita berjalan memasuki toko kaset itu, dengan segera salah satu pegawai toko itu menghampirinya.

”Selamat datang… ada yang bisa aku bantu?”

Beberapa menit kemudian, wanita itu hendak membayar kaset yang dibelinya, kebetulan pria itu yang menjaga kasirnya. Wanita itu sudah ada di depannya, tapi pria itu tidak sadar karena sedang asyik menulis lagu sambil mendengarkan musik. Wanita itu mengetuk meja kasir untuk mengalihkan perhatiannya hingga ia tersadar.

”Oh, maaf nona..” jawabnya cepat dan segera melayani pembayarannya ”Semuanya 175rb…” ucapnya

”Terimakasih…” jawab wanita itu sambil tersenyum kepadanya, untuk sesaat ia tak sadar bahwa wanita itu adalah yang ia cari selama ini. Wanita itu sudah berjalan menjauh dari toko itu.

”Sepertinya…aku mengenal wajahnya” gumamnya, ia melihat pada lembaran kertas lagu yang ditemukannya beberapa waktu yang lalu ”Wanita itu….aish….” pria itu langsung berlari mengejar wanita itu namun sia-sia, sosoknya tidak terlihat lagi.

* * *

Pria itu sudah terlambat 5 menit untuk perform di kafe harmony, ia sudah bersiap-siap untuk segera turun dari bus yang ditumpanginya. Ketika pintu bus terbuka, dia segera keluar dari Bus dan tanpa sengaja menabrak seorang wanita yang akan naik bus itu.

”Ah…maafkan saya nona” ucapnya cepat

”Tak apa-apa….” jawabnya dan segera naik bus itu

Pria itu menoleh pada wanita yang berada dalam bus itu, ia melihat wajahnya.

”Dia…. aku harus mengejarnya…”

Pria itu berlari berusaha mengejar bus itu dan berteriak untuk menghentikan bus nya tapi seperti biasanya, semua yang ia lakukan menjadi percuma saja. Bus itu sudah berjalan menjauh darinya, ia kelelahan karena berlari dan berusaha untuk mengatur nafasnya agar kembali normal.

* * *

Usai melakukan perform di kafe harmony, ia istirahat sebentar disana. Mencoba kembali untuk menulis lagu. Ia teringat pada wanita pemilik lagu itu, lalu ia membaca lagi lirik lagu wanita itu sehingga ia mempunyai ide untuk menyempurnakan lirik lagunya

Where Is She

(by: Han Hangeng)

There is someone out there for me

I know she is waiting so patiently

Can you tell me her name?

This lifelong search is gonna drive me insane

How does she laugh?

How does she cry?

What’s the color of her eyes?

Does she even realize I’m here?

Where is she?

Where is she?

Where is she?

Where is this beautiful girl?

Who is she?

Who is she?

Who is gonna complete my world?

Pria itu menyelesaikan liriknya dan tersenyum puas akan hasilnya. Seorang pegawai kafe menghampirinya dan mengambil posisi duduk di sampingnya. Ia melihat selembar kertas lagu di meja yang bertuliskan nama Lee yu han. Ia mengambil dan mengamatinya, sementara pria itu tetap fokus menulis.

“Hangeng-nie… darimana kau dapatkan partitur lagu ini?”

“Oh… itu… seorang wanita menjatuhkannya di bus, aku tak tahu siapa pemiliknya lalu aku bawa saja. Mengapa memangnya…?”

“Pantas saja…beberapa waktu yang lalu Lee yu han mencarinya, ternyata ada pada dirimu…” jelasnya polos

“Apa kau bilang???”

“Hah…apa?”

“Kau mengenal wanita itu?!!” tanya Hangeng tak percaya

“Tentu saja…bagaimana bisa aku tidak mengenalnya.. dia juga sama sepertimu… dia sering perform di kafe ini. Masa kau tidak mengenalnya??”

“Benarkah….?” tanyanya tak percaya, Hangeng tersenyum bahagia mendengarnya, ternyata wanita yang selama ini dicarinya berada tidak jauh darinya.

* * *

Mendengar kabar itu, keesokan harinya Hangeng langsung berangkat lebih awal ke kafe Harmony agar bisa bertemu dengan Yu han. Seperti yang dikatakan Kangin pegawai di kafe itu, bahwa Yu han perform pukul 5 sore. Dia menunggu kedatangannya namun sosok itu tak muncul juga. Tampak Kangin berjalan menghampiri Hangeng…

”Mengapa ia belum muncul juga? Kau bilang ia akan tiba disini setengah jam lebih awal…?”

“Memang begitu, tapi…sepertinya ia tak akan datang…” jawab Kangin dengan ekspresi yang sulit dijelaskan

”Hah…? kenapa?”

”Dia tidak bisa datang hari ini…”

”Oh… kalau begitu. Aku akan menemuinya besok…”

”Tidak perlu, dia juga tidak akan datang besok dan…untuk seterusnya juga demikian…”

”Maksudmu??” tanya Hangeng penasaran

”Dia sudah tidak bekerja lagi disini, tadi pagi dia mengundurkan diri dari kafe ini karena…ia harus pindah keluar kota”

Hangeng hanya terdiam mendengar penjelasan Kangin, ia sedikit kecewa. Tapi ia bertekad untuk tetap mengembalikan partitur lagu itu pada Yu han.

* * *

Satu tahun kemudian, sudah menjadi tradisi kota Seoul untuk mengadakan festival musik setiap tahunnya. Semua yang hadir di festival musik itu adalah para pemain musik berbakat, termasuk Yu han juga turut serta dalam acara itu.

Usai menjalani latihan rehearsal untuk festival itu, Yu han hendak beristirahat sejenak di taman didekat tempatnya latihan. Ketika ia sedang berjalan mencari bangku untuk duduk, ia mendengar seseorang bernyanyi sambil memainkan gitar, ia mendengarnya dengan seksama karena ia merasa mengenali nada-nada yang dimainkan pria itu. Ternyata lagu itu adalah lagu ciptaan Yu han yang hilang setahun yang lalu, ia berjalan mendekati pria itu dan menyapanya.

”Maaf…jika aku mengganggumu, sepertinya aku mengenal lagu yang kau nyanyikan itu…” ucapnya sopan, pria itu menoleh pada Yu han. Ketika mata mereka saling bertemu, mereka hanya terdiam menatap satu sama lain.

”Kau… Yu han… Lee yu han kan?”

”Hah…? darimana kau tahu namaku?” tanyanya, pria itu mengeluarkan selembar kertas dari saku bajunya lalu memberikannya pada Yu han

”Ini…kertas itu punyamu… dan lagu yang tadi kunyanyikan memang lagumu.. maafkan aku…” jelasnya, Yu han masih terdiam bingung

”Kau…”

”Maafkan aku, aku menemukan kertas itu di Bus dan aku sudah berusaha mencarimu untuk mengembalikannya.” ucapnya dan hendak pergi meninggalkan Yu han

”Tunggu dulu…Hangeng-ssie…” panggilnya, pria itu berhenti dan menoleh. Merasa kaget karena Yu han memanggil namanya, ’darimana Yu han tau namaku’ gumamnya.

”Kangin-ssie banyak cerita tentang dirimu, ketika tahu akan ada festival musik disini dan kau juga ikut, aku berniat untuk bertemu dirimu, terima kasih karena telah menjaga kertas ini untukku.” jelasnya sambil tersenyum yang membuat hati Hangeng membeku seketika, mereka hanya berdiri memandangi satu sama lain.

* * *

Festival musik Seoul tinggal satu hari lagi, Hangeng dan Yu han sering menghabiskan waktu bersama untuk latihan, kebetulan mereka akan berduet menyanyikan lagu ’Where Are You’ yang merupakan gabungan dari lagu yang mereka ciptakan sendiri. Saat ini mereka sedang berjalan bersama di pinggir sungai Han usai latihan. Hangeng menggenggam lengan Yu han dengan erat, ia merasa nyaman berada di dekat pria ini, merasa bersatu dengan jiwanya.

”Hangeng…” ucapnya dan menghentikan langkahnya

”Hmm…?” Hangeng menatap Yu han.

”Aku telah menemukannya…” ucapnya pelan

”Apa?”

”Seseorang yang kutulis dalam lagu itu…” Hangeng menatap bingung pada Yu han, sementara Yu han hanya tersenyum dan perlahan mendekatkan wajahnya pada Hangeng sehingga hampir tidak ada jarak antar wajah mereka.

”Kau… ” Bisik Yu han pelan lalu ia mengecup bibir Hangeng dan melepaskannya kembali. Mereka masih bertatapan, Hangeng mengelus pipi Yu han dengan lembut lalu ia mulai menarik wajah Yu han, ia mulai mencium bibir Yu han perlahan. Yu han memejamkan matanya dan memeluk Hangeng erat.

Where Are You

(by : Hangeng and Yu han)

There is someone out there for me

I know she is waiting so patiently

Can you tell me her name?

This lifelong search is gonna drive me insane

How does she laugh?

How does she cry?

What’s the color of her eyes?

Does she even realize I’m here?

Where is she?

Where is she?

Where is she?

Where is this beautiful girl?

Who is she?

Who is she?

Who is gonna complete my world?

I’m staring out at the sky

Praying that he will walk in my life

Where is the man of my dreams

I’ll wait forever, how silly it seems

How does he laugh?

How does he cry?

What’s the color of his eyes?

Does he even realize I’m here?

Where is he?

Where is he?

Where is he?

Where is this beautiful guy?

Who is he?s

Who is he?

Who is gonna take me so high?

THE END

Comments on: "[FF] Harmony of Love -One Shot-" (16)

  1. Ayufee_byrne said:

    mwoooooo….

    SUAMIKUUUUUU.. aduuuuh.. thqu thqu thquuu bgt..

    tapi aq agak mirip sih sama hee young.. soalnya ku bsa juga main piano.. *walopun masih amatiran hehe*

    PKOKNYA MAKASIH BGT MAKASIIIH !! AKHIRNYAA AKU DAN HANGENG MEMANG DITAKDIRKAN UNTUK BERSAMA *dijitak*

  2. HAHAHAHHA TURUT BAHAGIA YA NAK HEE YOUNG!!!!!!!!! LOL
    SEBENERNYA HEE YOUNG ITU NAMAKU LOH.. MAAP YA SIST… Got no idea for making ur hangul’s name sih😀

  3. Ayufee_byrne said:

    tak ape lah tak ape.. hehehe… nanti juga aku mau nyari nama hangul-ku sendiriiiii.. adaa saraan??? *wink wink*

  4. LEE HAN YU -> LEEteuk HANgeng aYU. Hehehe
    atau Lee Yu Han.

  5. tuhan.. KEREN !!

  6. @Tika: Yap, Tuhan memang keren…

  7. Ayufee_byrne said:

    wowowowoooooooo….

    lee yu han !!

    KEREEEEEEEN !!

  8. Baiklah saya akan merubah nama2 Park Hee Young jadi Lee Yu Han🙂

  9. yurye sunghan said:

    hangeng huhuhu

  10. alin-love-umin said:

    waduh…gak nahan foto abang gege… my love at first sight…hehehe… siapa sih yang buat nih ff… hahaha… Sung YongRim yah…pasti cantik hahahaha..

  11. Ayufee_byrne said:

    *ngakak guling guling*

  12. kyaa,,,,,*jerit”*

    jalan ceritanya maniz sekali,,,,,

    jadi kangen ma HanGeng oppa yang punya senyum lembut itu T.T
    moga aja masalah dia ma SME cepet selesai,,,

  13. Ayufee_byrne said:

    baca ff ini lagi deh saya.. ahahaa
    soalnya ceritanya baguuuuus banget.. serasa aku sama han beneran yang nampilin..
    liat foto2nya lagi, jadi tambah passs gitu rasanya..
    jadi, lengkap sudah kekangenan saya pada han😥
    Han😥
    Han😥

  14. keeeerrrrreeeennnnn…..
    luph yu hangeng…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: