more fantasy about k-pop

[FF] Lost -One Shot-

Sorry-sorry friends if there’s too many fan fiction that included me and Sungmin couple. Cause our beloved author, Alini, always use my name and Sungmin ^^ LOL. And now, Taeyang is hereeeeeeee!! OH MAH GAH, I’m so dizzy of this all. Who will I choose? This fan fiction will answer your question all, about my choice. And WARNING this will makes you SHED YOUR TEARS.. TT_______TT – Bravo for the writer!

Enjoy~🙂

LOST

Can’t let you go, even if I die. How am I suppose to let you go?

Whether you go or leave, fix my heart, If you can’t fix it, so that I won’t be in pain

So that I can at least live, I wouldn’t be able to live anyway
I can’t let you go, even if I die

* * *

PRAAAANGGGG…!!!!

Pria itu memukul cermin yang ada dihadapannya dengan tangan kirinya, nafasnya tak beraturan, tubuhnya bergetar hebat, kemarahan terlihat jelas dalam tatapannya. Darah segar mengalir dari tanganya akibat pecahan kaca itu, namun ia tidak merasakan sakit sedikit pun, sakit dihatinya lebih perih dibandingkan lukanya. Matanya sudah berkaca-kaca menahan tangis tapi ia punya hati dan perasaan hingga akhirnya ia berlutut dan menangis. Tangan kanannya menggenggam sebuah cincin, cincin yang ingin ia sematkan pada wanita yang sangat ia cintai tapi ternyata ia harus mengubur harapan itu dalam-dalam.

* * *

* * *


Satu minggu kemudian…

Wanita itu menunggu kedatangan seseorang yang seminggu lalu telah menjadi kekasihnya. Ia sangat mencintai pria itu, hidupnya menjadi lebih berwarna saat pria itu datang mengisi kekosongan hatinya.

”Maaf, membuatmu menunggu terlalu lama, tadi aku harus mengantarkan ibuku pulang ke rumah dahulu” jelas pria itu saat tiba di sebuah restoran yang sudah dijanjikan sebelumnya, wanita itu hanya tersenyum. Pria itu memperhatikan mimik wajah kekasihnya, ia merasakan bahwa kekasihnya sedang memikirkan sesuatu.

”Mengapa kau melihatku seperti itu?”

”Kau sedang ada masalah ya…?”

”Hah.. Anio…” sangkalnya

”Matamu tidak bisa berbohong jagi…”

Wanita itu terdiam, ia tidak tahu apakah harus menceritakan permasalahannya pada kekasihnya. ”Masalahmu tidak akan terselesaikan jika kau diam seperti itu, untuk apa aku ada disisimu jika tidak bisa membantumu…”

”Aku…aku…”

”Sudahlah, aku tidak akan memaksamu, yang jelas aku akan selalu ada untukmu jika kau membutuhkanku” ucapnya lembut

”Taeyang-ah…” panggilnya lirih, lalu pria itu menoleh kearahnya dan menatapnya dalam-dalam. ”Sebenarnya…aku ada masalah dengan… Lee Sungmin…”

Raut wajah Taeyang langsung berubah ketika mendengar nama pria itu disebut, kemudian ia memalingkan wajahnya dari wanita itu, ia tidak ingin wanita itu membaca ekspresi mukanya.

”Memangnya…ada apa dengan Sungmin?”

”Semenjak kita bertemu dengannya seminggu yang lalu, ia tiba-tiba menghilang… aku sudah mencoba menghubungi ponselnya namun tidak pernah aktif. Walau rumah kami bersebelahan tapi aku tidak pernah melihatnya. Aku bingung kenapa ia bersikap seperti itu” jelasnya, tanpa terasa air matanya jatuh.

”Hee Min-ah… jangan menangis…” ucapnya sambil menghapus air mata yang jatuh ke pipinya dengan lembut. Hee Min memeluk Taeyang dengan erat…

”Sungmin adalah sahabatku dari kecil Taeyang-ssie, dia tidak pernah meninggalkanku seperti ini sebelumnya, aku tidak sanggup untuk kehilangannya.”

”Dia tidak akan pernah meninggalkanmu…kau harus percaya itu. Aku juga tidak akan meninggalkanmu,..” Taeyang membelai kepala Hee Min dengan lembut.

We went through so much time together
How are you telling me to live by myself now?
I can’t do that, I can’t

* * *

Hee Min hendak membuka pintu pagar rumahnya namun terhenti ketika ia melihat sebuah sedan hitam berhenti di depan rumah Sungmin. Ia melihat dua orang pria keluar dari mobil itu. Satu orang pria memiliki perawakan yang sama seperti ayahnya sedangkan yang satu lagi, ia seperti mengenali sosok itu… ’Sungmin…’ gumamnya

”Lee Sungmin..!!!” teriaknya, lalu ia berjalan mendekati pria itu. Tapi pria itu terus berjalan memasuki rumahnya. ”Sungmin-ssie…aku ingin berbicara denganmu…” panggilnya dengan setengah menangis. Pria itu menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah Hee Min

”Ayah masuk saja dulu, nanti aku menyusul…” ucapnya pada pria disebelahnya yang ternyata adalah ayahnya. Hee Min berdiri tepat di hadapan pria itu, sosok yang ada dihadapannya sekarang sangat berbeda dari yang ia kenali. Penampilannya berubah, tatanan rambutnya, gaya berpakaiannya dan gurat wajahnya menjadi lebih tegas, tatapan matanya yang angkuh tanpa senyum sedikitpun. Hee Min memandangi pria itu dari atas sampai bawah dengan heran dan perasaan penuh tanya.

”Ada apa?” tanya pria itu dingin

“Apa yang terjadi padamu, Sungmin-ssie…?”

“Aku tidak punya waktu untuk hal seperti ini, sebaiknya kau pulang” ucapnya dan segera berbalik meninggalkan Hee Min namun Hee Min menarik lengannya dan ia melihat tangan Sungmin dibalut perban.

“Kenapa dengan tanganmu?”

“Bukan urusanmu…” ucapnya sambil melepaskan genggaman lengan Hee Min dan kembali melangkah masuk ke rumah

”SEBENARNYA APA SALAHKU SAMPAI KAU BERSIKAP SEPERTI INI PADAKU SUNGMIN-SSIE….!!!” teriak Hee Min, Sungmin menoleh dan menatapnya.

”MENGAPA KAU BERUBAH SEMENJAK AKU MENGENALKAN TAEYANG PADAMU??!!” lanjut Hee Min.

”JANGAN KAU SEBUT NAMANYA DIDEPANKU!!!” bentaknya

”Kenapa…kenapa Sungmin-ssie?? Mengapa kau membenci Taeyang, apa salahnya padamu? Apa kau tidak suka melihatku bahagia Sungmin-ssie…?” Hee Min mulai menangis tidak mengerti atas perlakuan Sungmin padanya sementara Sungmin terdiam terpaku menahan rasa kesalnya dengan mengepalkan tangannya, ia berusaha agar air matanya tidak jatuh.

”Sebaiknya kau pergi, dan lupakan aku…” pintanya

”Apa?” tanya Hee Min tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya

”Jangan pernah mengganggu kehidupanku lagi…”

Hee Min menatap Sungmin dengan penuh rasa kecewa bercampur amarah

”Jadi…hanya sampai disini arti persahabatan bagimu… aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiranmu… Baiklah jika itu yang kau inginkan…” ucap Hee Min dan ia menarik kalung yang ia kenakan dilehernya lalu melemparnya ke arah Sungmin. Hee Min pergi meninggalkan Sungmin tanpa sepatah kata pun, setelah Hee Min menghilang dari pandangannya air mata Sungmin jatuh, ia mengambil kalung itu dan menggenggamnya.

Why do you lie, saying it’ll be okay?
How will my heart, that hurts this much
Be healed so easily?
How will I live without you?

* * *

Sudah beberapa hari ini, Hee Min tidak bersemangat, wajahnya terlihat begitu pucat dan itu membuat Taeyang khawatir.

”Makanlah ini, dari pagi tadi kamu belum sempat mengisi perutmu…” ucap Taeyang

”Aku tidak ada selera makan…”

”Chagiya…kamu harus makan…nanti kau bisa jatuh sakit” Hee Min tetap menggelengkan kepalanya. ”Kamu masih memikirkannya…”

”Hah….?”

”Kamu masih memikirkan Sungmin..”

”Sudahlah, aku tidak ingin membahasnya…” ucapnya dan mengambil makanan dari tangan Taeyang, Taeyang hanya menghela nafas.

* * *

Sungmin sedang berdiri di depan sebuah toko kue, ia sudah berdiri seperti itu semenjak 20 menit yang lalu. Ia memperhatikan seoarang wanita setengah baya yang menjadi pelayan di toko itu. Sungmin tersenyum, tangan kanannya membawa sebuket bunga mawar kesukaan wanita itu dan yang satu lagi membawa kotak berukuran sedang berbentuk kado. Butuh waktu untuk dirinya dalam memutusakan apakah ia akan memberikannya pada wanita itu. Sampai pada akhirnya ia meminta bantuan seorang anak untuk memberikannya pada wanita itu.

Sungmin mengawasi anak itu dari luar toko, ia melihat wanita itu tersenyum menerima pemberian hadiah yang dibawa anak kecil itu. Tiba-tiba wanita itu berjalan keluar toko untuk mencari seseorang yang telah memberikan hadiah itu padanya. Sungmin bersembunyi disamping toko, jarak Sungmin dengan wanita itu hanya beberapa meter. Wanita itu mengambil ponselnya dan tampak ingin menghubungi seseorang.

”Taeyang-ah…apakah kamu yang memberikan Umma hadiah ini?” tanya wanita itu pada seseorang yang dihubunginya melalui ponsel.

Mendengar itu, mata Sungmin menjadi berkaca-kaca, hatinya bertambah sakit. Ia berpikir di dunia ini tidak ada satupun yang mencintainya, lalu ia beranjak pergi dari tempat itu secara diam-diam dengan perasaan kecewa.

Wanita itu masuk kembali ke dalam toko, ia merasa heran dengan seseorang yang memberikan hadiah itu, Taeyang anaknya mengatakan bukan dirinya yang memberikan hadiah itu. Lalu ia membuka kotak itu dan terdapat sebuah kartu ucapan

”Selamat ulang tahun Umma…”

(LSM)

Usai membaca kalimat dalam kartu itu, wanita itu langsung teringat pada seseorang dan segera berlari keluar namun ia tidak menemukan sosok yang dicarinya.

* * *

”Ada keperluan apa kau ingin menemui diriku?” tanya pria itu dingin saat memasuki ruangan kantornya dan mendapati Taeyang disana

”Sebenarnya, apa salah Hee Min sampai kau bersikap seperti itu padanya…”

”Bukan urusanmu…”

”Jelas ini urusanku… Dengar Lee Sungmin! Kau boleh saja membenciku, tapi mengapa kau harus membenci Hee Min juga!!” ucap Taeyang kesal, Sungmin berjalan mendekatinya, menatapnya dengan tajam.

”Karena kau…adalah kekasihnya” ucap Sungmin pelan namun tegas

”Tidakkah kau merasa lelah Sungmin-ssie, sampai kapan kau akan bersikap seperti ini?!!” Sungmin memukul meja di hadapannya

”APA YANG AKAN KAU LAKUKAN BILA KAU BERADA DI POSISIKU TAEYANG-SSIE..!!!!” bentak Sungmin, Taeyang terdiam ”Kau sama seperti ibumu…menyebalkan…” mendengar perkataan itu membuat Taeyang mendaratkan sebuah pukulan ke wajahnya hingga Sungmin tersungkur di lantai, sementara Sungmin hanya tersenyum sinis. Taeyang menarik kerah baju Sungmin dan hendak memukulnya lagi ”Pukul saja aku kalau itu membuatmu puas…”

”Dengar…kau boleh menghina diriku..tapi tidak untuk ibuku…kau paham itu…” ucap Taeyang kasar dan lekas pergi meninggalkan Sungmin namun langkahnya terhenti saat Taeyang mendengar kalimat yang diucapkan Sungmin

”Aku mencintai Hee Min…apakah kau tahu itu? Aku lebih dulu jatuh cinta padanya dibandingkan dengan dirimu, aku lebih dulu bertemu dengannya… dan… kau telah merebut semuanya dariku… apakah kau tahu bagaimana perasaanku saat Hee Min memperkenalkan dirimu sebagai kekasihnya dihadapanku??” ucap Sungmin dengan mata berkaca-kaca ”Perasaan yang sama aku alami saat umma lebih memilih membawa dirimu ketika orang tua kita bercerai, kau tahu bagaimana perasaanku saat itu? Hanya karena aku bukan anak dari pria yang dicintai ibumu, dia meninggalkanku untuk pergi bersamamu… umma sangat mencintaimu…begitu pula dengan Hee Min… kau tahu betapa sakitnya hatiku menghadapi itu semua???” jelas Sungmin yang kini tak mampu lagi menahan tangisnya ”Aku sayang umma…dan aku sangat mencintai Hee Min…tapi mereka lebih mencintai dirimu…karena itu aku sangat membencimu…”

Taeyang tidak tahu harus berbuat apa, sebenarnya ia sangat menyayangi hyung nya itu. Sungmin adalah seorang pribadi yang lembut, sewaktu mereka masih kecil Sungmin selalu melindungi Taeyang. Namun perceraian orang tua mereka telah merubah pribadinya, ibunya menikah dengan ayahnya Sungmin karena dijodohkan, lalu ibunya selingkuh dengan pria yang dicintainya sampai Taeyang terlahir.

Sungmin hanya tertunduk dan menangis, ia ingin sekali memukul Taeyang tapi di lubuk hatinya ia sangat menyayangi adiknya itu.

* * *

Malam harinya, saat Sungmin berbaring di atas tempat tidurnya tiba-tiba kepalanya terasa sakit sekali dan darah segar keluar dari hidungnya. Ia berpikir mungkin akibat dari pukulan Taeyang tadi pagi, ia segera mengompres kepalanya dan mencoba menghentikan darah yang keluar.

Keesokan paginya, Sungmin mendatangi Rumah sakit untuk Check up, tanpa disangka ia bertemu dengan wanita yang sangat ia sayangi. Namun wanita itu memalingkan wajahnya ketika melihat Sungmin.

”Umma..” panggilnya lirih, namun wanita itu tetap berdiri terdiam tanpa menoleh ke arahnya, Sungmin berjalan mendekatinya ”Umma…” panggilnya lagi dan itu membuat wanita itu meneteskan air matanya

”Jangan memanggilku dengan sebutan itu, aku tidak suka mendengarnya…” tiba-tiba Sungmin memeluknya dari belakang. ”Lepaskan..Sungmin-ssie…” pintanya, namun Sungmin semakin erat memeluknya

”Aku tahu Umma membenciku, tapi…Aku mohon…biarkan aku memeluk umma untuk sebentar saja..” bisiknya dengan air mata yang membasahi matanya. Darah dari hidung Sungmin keluar lagi dan itu membuat Sungmin melepaskan pelukannya, wanita itu menoleh dan melihat Sungmin.

”Sungmin-ah…ada apa dengan hidungmu…kau kenapa?” tanyanya panik

* * *

Sudah 30 menit Hee Min menunggu di ruangan kerja Sungmin, hari ini adalah hari ulang tahun Sungmin, Hee Min berniat memberikan puding cokelat kesukaannya. Tak lama kemudian orang yang ditunggunya datang juga. Sungmin terkejut mendapati Hee Min berada di ruangannya.

”Sedang apa kau di ruanganku?”

”Aku tahu kau tidak ingin melihatku lagi Sungmin, aku hanya ingin memberikan ini untukmu, selamat ulang tahun” ucap Hee Min, Sungmin hanya diam. Kemudian Hee Min menaruh pudding itu di mejanya dan lekas pergi, namun tangan Sungmin menahan Hee Min untuk pergi. Hee Min menatap Sungmin tapi Sungmin menundukkan kepalanya.

”izinkan aku memelukmu…” pintanya dan itu membuat Hee Min bingung tapi ia tetap mendekati Sungmin dan memeluknya ”Maafkan aku Hee Min…” bisiknya

If you’re really going to leave, then lie
That we should meet again tomorrow
That we should meet as we smile
If breaking up wasn’t a joke, then I
Can’t let you go, even if I die

”Persahabatan tidak butuh kata maaf, karena sahabat akan selalu memaafkan” mendengar kalimat yang dikatakan Hee Min membuat Sungmin bertambah luka, ternyata sampai kapanpun Hee Min hanya menganggapnya sebagai sahabat.

”Sungmin-ah, aku harus pergi… aku ada janji dengan Taeyang…” ucapnya dan meninggalkan Sungmin begitu saja. Sungmin hanya bisa menatap kepergiannya, lalu ia melihat pudding pemberian Hee Min di mejanya. Ia mengambil sepotong puding itu dan memakannya, tiba-tiba rasa sakit dikepalanya muncul lagi. Puding itu terjatuh di lantai karena tangan Sungmin menahan rasa sakit di kepalanya sampai ia tersungkur di lantai hingga akhirnya tidak sadarkan diri.

* * *

Hee Min berlari melewati seluruh koridor rumah sakit mencari sebuah ruangan dimana orang yang dicintainya sedang berjuang melawan malaikat maut. Taeyang mengalami kecelakaan saat mengendarai motornya, kepalanya mengalami benturan sangat keras sehingga mengalami pendarahan hebat.

”Umma…bagaimana keadaan Taeyang??” tanya Hee Min panik lalu menangis sambil memeluk ibu Taeyang

”Kita berdoa saja Hee Min…”

Tak lama, seorang dokter keluar dari ruangan ICU dan menghampiri mereka.

”Bagaimana dok….???” tanya Hee Min

”Kalian tidak perlu panik, saudara Taeyang berhasil melewati masa kritisnya…tapi dia masih belum sadarkan diri, kita tunggu saja perkembangan selanjutnya” jelas dokter itu dan pergi meninggalkan mereka.

”Umma…semoga Taeyang baik-baik saja…”

”Dia akan baik-baik saja, dia anak yang kuat…” ucapnya sambil membelai lembut rambut Hee Min ”Hee Min-ah, umma ingin ke kamar kecil sebentar, kau tunggu disini ya…”

”Baiklah umma…”

Ketika umma ingin mencari kamar kecil, tiba-tiba ia melihat seorang pasien baru keluar dari ambulan dan hendak dibawa ke ruangan ICU. Walau wajahnya terhalang oleh selang oksigen, namun seorang ibu tidak mungkin tidak mengenal wajah anaknya.

”Sungmin…Lee Sungmin…” ucapnya lirih dengan suara bergetar

* * *

Wanita itu melangkah gontai, mengetahui kedua anaknya terbaring lemah tak berdaya di rumah sakit. Terlebih lagi setelah mendengar vonis bahwa Taeyang akan mengalamai kebutaan karena kecelakaan itu.

”Umma…apa yang dikatakan dokter…” tanya Hee Min penasaran yang melihat ekspresi wajah kesedihan wanita itu, ia menatap Hee Min dengan mata berkaca-kaca

”Tae..Yang… dia…”

”Kenapa umma, katakan padaku?”

”Dia tidak akan bisa melihat…”

”Apa…maksud umma?”

”Dia buta…Hee Min…dia buta…umma tidak tahu bagaimana mengatakan ini padanya” ucapnya dengan isak tangis sementara Hee Min Shock mendengar itu

”Tidak mungkin umma…itu tidak mungkin” dan kini Hee Min pun menangis.

* * *

Sungmin berjalan dengan susah payah sambil bertumpu pada tongkat di tangan kirinya karena semakin hari kondisi tubuh Sungmin semakin lemah, sedangkan tangan kanannya harus mendorong selang infus yang menempel di tubuhnya. Ia mencari sebuah ruangan diamana dongsaengnya dirawat. Selang beberapa meter dari ruangan itu, seorang wanita keluar sambil menangis. Wanita itu bersandar pada dinding hingga akhirnya duduk berlutut dan mendekap wajahnya dengan kedua tangannya.

’Hee Min…’ bisik Sungmin dalam hati, sebenarnya Sungmin ingin sekali menghampirinya tapi ia tidak mungkin melakukan hal itu dengan kondisinya yang sekarang. Sungmin hanya bisa menatapnya dari jauh, lalu ia mencoba menghubungi ponsel Hee Min.

”Yobosseyo…” jawab Hee Min

”Hee Min-ah…ini aku..”

”Oppa….” ucapnya dan tangisnya kembali pecah ”Oppa…”

”Hee Min-ah…aku sudah mendengar semuannya…maafkan aku karena tidak bisa berada disampingmu…”

”Oppa…aku ingin memelukmu…”

”Jangan menangis Hee Min…” ucap Sungmin yang berusaha menjaga nada bicaranya agar tetap tegar. ”Aku mengerti apa yang kau rasakan, Taeyang akan sedih bila melihatmu seperti ini. Saat ini Taeyang membutuhkan dirimu disisinya, beri dia semangat… kau tidak boleh lemah seperti ini…” mendengar perkataan Sungmin hanya membuat Hee Min bertambah sedih.

”Gomawo oppa…” seketika suasana menjadi hening

”Hee Min-ah, berjanjilah padaku untuk tidak menangis. Bukankah kau pernah bilang kalau kau telah menemukan kebahagiaanmu bersama Taeyang”

”Ne..oppa…aku berjanji”

”Baiklah, aku harus kembali bekerja. Lain waktu ku hubungi lagi..”

Sungmin memutuskan sambungannya, ia bersandar pada dinding dan mulai meneteskan air matanya. Hatinya terasa sangat sakit melihat wanita yang begitu dicintainya begitu sedih. ’Hee Min-ah, apakah kau akan menangis seperti itu juga jika aku yang berada di posisi Taeyang’ ucap Sungmin sedih.

* * *

Enam bulan kemudian…

Semua keadaan telah kembali normal, Taeyang sudah dapat melihat kembali setelah ada seorang dermawan yang mendonorkan matanya untuk dirinya. Hee Min terus menatap Taeyang tak percaya, ia merasa sangat bahagia karena Taeyang bisa sembuh.

”Jangan melihatku seperti itu terus, kau sama seperti umma…” ucap Taeyang pada Hee Min yang saat ini sedang berkunjung ke rumah Taeyang

”Walau ini sudah hampir enam bulan, aku masih belum percaya dengan semua ini” ucap Hee Min, Taeyang hanya tersenyum

”Hee Min-ah, aku merasa aneh dengan sikap ibuku belakangan ini. Dia sering menangis bila melihat diriku, dia tidak pernah mau manatap mataku…”

”Mungkin umma sama seperti aku yang masih belum bisa percaya dengan semua ini…”

Tiba-tiba umma menghampiri mereka sambil membawa kue yang baru saja dibuatnya, lagi-lagi umma tidak menatap Taeyang.

”Kalian..makanlah ini” tawarnya dan segera pergi namun tangan Taeyang menahan ummanya.

”Umma…aku ingin bertanya…sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa umma sering menangis?” pertanyaan Taeyang membuat wanita itu sedih

”Kalian tunggu disini…” ucapnya. Lalu umma masuk ke kamarnya dan kembali menemui mereka sambil membawa sebuah surat di tangannya. Taeyang dan Hee Min hanya saling bertukar pandang. Umma duduk di samping  Taeyang, lalu mengelus pipi anaknya dan menatap kedalam matanya.

”Sebenarnya umma ingin merahasiakan ini dari kalian, tapi umma tidak tahan menanggung ini seorang diri..”

”Ada apa umma…? katakanlah…”

”Apakah kau tahu…? mata ini milik siapa…?” tanya umma sambil mengusap kedua pelupuk mata anaknya, kini Umma mulai menangis.

”Umma…”

”Sung..Min… Lee Sungmin…dia mendonorkan matanya padamu…” ucap umma dan langsung memeluk erat anaknya, sementara Taeyang hanya terdiam tidak yakin dengan apa yang baru saja didengarnya. Tubuh Hee Min menjadi lemas, dia menatap mata Taeyang, sorot mata yang sangat ia kenal

”Tidak mungkin….” ucap Hee Min lirih

”Umma..apa yang kau katakan…tidak mungkin Sungmin Hyung melakukan itu…”

”Kau baca saja surat ini…” ucap Umma dan memberikannya pada Taeyang

”Lalu…bagaimana kondisi Sungmin…aku belum bertemu dengannya lagi…”

”Kau tidak akan pernah menemuinya lagi…”

”Apa…maksud umma…?”

”Sungmin…” umma terasa berat mengatakan hal itu ”Sungmin meninggal sebulan setelah dia mendonorkan matanya padamu, dia mengidap kanker otak….” jelas Umma dengan tangisan yang tak tertahan lagi.

”Umma…umma bercanda kan? Itu tidak mungkin…?”

”Maafkan umma…karena baru mengatakannya sekarang…maafkan umma…”

Tubuh Hee Min bergetar hebat mendengar kalimat itu, dia terjatuh lemas di lantai, pandangannya menjadi kabur.

* * *

Taeyang,…maafkan aku jika selama ini aku membencimu… sebenarnya aku ingin mengucapkan ini langsung padamu tapi sepertinya aku tidak punya kesempatan dan waktu yang cukup. Sebagai permintaan maafku, aku menyerahkan penglihatanku padamu. Bagaimana kau bisa menjaga Hee Min dengan penglihatan seperti itu? Aku memang bukan kakak yang baik, selalu membuatmu sedih. Jagalah Hee Min untukku, aku percaya padamu….

Hee Min-ah…terimakasih telah memberikan makna kehidupan untukku…ada satu hal yang ingin kukatakan padamu… AKU MENCINTAIMU… maafkan aku karena telah menghadirkan rasa cinta diantara persahabatan kita. Walau kau tidak mencintaiku tapi kau mencintai Taeyang adikku…aku bahagia untukmu… aku memang tidak selamanya berada disisimu..tapi aku selalu melihatmu melalui mata Taeyang…

Semoga kalian hidup bahagia….

Lee Sungmin

Taeyang dan Hee Min menaruh bunga di tempat peristirahatan terakhir Sungmin, lengan Taeyang menggenggam lengan Hee Min erat namun Hee Min tetap menangis.

”Sungmin Hyung…aku akan menjaga Hee Min untukmu…terimakasih karena kau telah mempercayaiku. Aku…sayang padamu..hyung…” ucapnya dengan mata berkaca-kaca

* * *

THE END

Comments on: "[FF] Lost -One Shot-" (8)

  1. HIKSSSSSSSSSS!! CRYING TO THE MAX!
    Sungmin-ah.. andwae.. please don’t gooooooo…………………………. Can’t let you go even if I die – 2AM is #Nowplaying. (lho)

  2. Ayufee_byrne said:

    T-T

    T-T

    T-T

    *nangis ga bisa ngomong apa apa*

  3. T.T

    T.T

    baru kali ini baca FF ampe beneran nangis😥
    mungkin krna aq suka umin kli ya, jd ngbayangin
    huaaaa

    bagus bgt FF nya !!

  4. T.T
    T.T
    T.T
    *banjir air mata*
    Ceritanya sedih bgt..
    Sungmin-sshi.. mulia sekali hatimu.. kau tetap menyayangi taeyang walaupun umma kalian lebih memilih taeyang..

    Good ff.. thumbs up buat author..

  5. KimJiRyang said:

    Air mataku terkuras habis….

    Very very excellent ff….

    TT____TT

  6. hwaahhhhh *nangis-nangis kayak orgil dkamar*

    SungMin kenapa dikau haruz mati T.T

    SungMin memang bukan member SuJu favoritku
    tapi,,tapi,,,hiks3x,,,

    cuma biza kasih jempol aja buat Nissa sang author’s
    FFnya keren banget,,,,,,

  7. Hiks…Hiks….Hiks…
    Huhuhuhu~ sedih Bgt ff nya,, Q terharu
    Bru kali nie Q bca ff yg keren bgt….

  8. zue_triple s said:

    Hhuuaa sedihh kalii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: